Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sukacita Termanis
Semua orang pasti mempunyai keinginan. Tetapi ketika kita memperoleh keinginan kita, apakah itu menjamin kehidupan kita berbahagia?
Ibu saya berkata, bahwa dia akan berbahagia ketika melihat anaknya menikah. Ketika anaknya sudah menikah, dia berkata, “1 cucu saja akan membuatku tersenyum bahagia.”Ketika dia mendapatkan 1 cucu saja, dia berkata, “Kasihan cucu saya sendirian. Kalau ada cucu lagi, saya akan lebih berbahagia.” Namun, ketika dia sudah memiliki 2 dan 3 cucu, dia kunjung tidak berbahagia. Kapankah dia akan sungguh-sungguh berbahagia?
Kebahagiaan menurut versi bumi tidak ada habisnya.
Manusia mengejar yang fana, yang tidak bisa memberikan kebahagiaan. Berbeda dengan Para Rasul. Mereka dianiaya, tetapi mereka menyebut mereka adalah orang yang paling berbahagia. Para rasul berbahagia ketika mereka melakukan kehendak Tuhan. Mereka berani memberitakan injil damai sejahtera. Mereka memiliki keberanian untuk melawan pengajar-pengajar palsu. Hari-hari ini banyak nabi-nabi dan pengajar-pengajar palsu. Tetapi hanya dari buahnya kita dapat mengenal mereka. Namun, banyak juga pengajar-pengajar palsu yang buah-buahnya kelihatan bagus. Tetapi ternyata, di dalamnya, mereka memiliki kandungan bakteri yang bisa membuat orang sakit. Maka dari itu kita perlu berhati-hati dengan nabi-nabi palsu yang ada di akhir zaman ini.
Nabi-nabi palsu pada zaman ini sulit untuk dideteksi. Ketika kita menentang mereka, mungkin kita akan dimusuhi oleh banyak orang. Tetapi kita harus berani menolaknya! Karena ketika kita mendengarkan injil yang bukan injil yang sesungguhnya, itu adalah perbuatan setan.
Dalam sebuah KKR kesembuhan yang didalamnya terdapat trik atau rekaan, maka ada kuasa setan di sana yang menyamar sebagai malaikat terang. Nabi-nabi palsu menggunakan kekuatan mereka untuk mendatangkan mujizat dan menarik banyak jiwa. Kesembuhan itu tidak datang dari Tuhan!
Injil adalah kekuatan dari Tuhan.
Injil tidak perlu dibantu oleh kekuatan manusia atau cerita dongeng untuk memajukan Kerajaan Tuhan. Saat ini begitu banyak rupa-rupa penipuan. Banyak orang yang mengklaim dirinya seorang pembawa kebangunan rohani. Mereka merasa paling berdampak, paling hebat, dan paling berkuasa, sehingga mereka mencari jiwa-jiwa bukan dari orang yang tidak percaya Kristus. Mereka menarik jiwa-jiwa kepada kegerakan-kegerakan yang bukan berasal dari Tuhan. Hanya murid-murid Kristus yang sejati dapat melihat buahnya, tetapi orang yang belum sungguh-sungguh pada Kristus akan sulit membedakan dan menjadi tertipu.
Kita perlu banyak diubahkan oleh Tuhan. Banyak yang berpikir bahwa orang harus jatuh ketika ada yang menumpang tangan. Bila tidak jatuh artinya orang tersebut melawan Roh Kudus. Itu adalah cara berpikir yang salah. Pada akhirnya di KKR-KKR banyak orang yang “terpaksa” tumbang, karena hati nuraninya tertuduh. Sebab mereka berpikir, kalau tidak tumbang artinya dia tidak rohani. Kita perlu berhati-hati. Roh Kudus memang bisa membuat jatuh, tetapi kekuatan untuk menghadirkan Tuhan dengan kekuatan manusia itu menjadi sebuah okultisme. Di banyak KKR kesembuhan, banyak terjadi orang jatuh bukan karena kuasa Roh Kudus. Mereka jatuh karena sugesti perkataan hamba Tuhan. Hari-hari ini, roh penyesat ada dimana-mana. Roh penyesat ini berusaha menggeser injil yang benar menjadi Injil yang lain, Injil palsu yang hanya membangkitkan semangat dari kedagingan dan perasaan manusia saja.
Di akhir zaman ini akan ada banyak orang yang tidak pernah berjumpa dengan Tuhan, yang mereka kenal dan sukai adalah hal-hal yang berbau okultisme. Mereka merasa mengenal dan menerima Yesus, tetapi mereka berusaha membawa pengalaman supranatural mereka yang ternyata itu adalah sebuah okultisme yang dibungkus secara rohani. Banyak yang mengaku bahwa mereka sudah berdoa selama puluhan hari, dia berkata, “Aku sudah berdoa kepada Tuhan. Aku berhak mendapatkan apa yang menjadi milikku.” Bagaimana dengan Para Rasul? Sedangkan Para Rasul terdahulu berdoa selama bertahun-tahun untuk kebangunan rohani. Mereka menginjil kepada banyak orang dengan bersusah payah; mereka melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
Yesus pernah berkata pada akhir zaman akan muncul nabi-nabi palsu. Mereka bahkan akan lebih dicintai daripada Kristus itu sendiri. Mereka bisa menceritakan Yesus dan membuat banyak orang terharu. Bahkan mereka bisa membuat orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Tetapi perjumpaan-perjumpaan yang dilakukannya sebagian besar palsu. Akan tetapi, ada perjumpaan yang benar dengan Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihi anak-Nya.
Apa rahasia hidup yang berbahagia? Yesus menyampaikan rahasia-rahasia hidup berbahagia dalam Matius 5:3-10 :
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Ayat 3)
Miskin artinya tidak terikat hartanya di bumi. Mari kita belajar melepas apa yang kita miliki d bumi ini, dan kita akan memiliki Kerajaan Sorga.
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (ayat 4)
Para rasul juga pernah sedih. Paulus berkali-kali mengatakan kekuatirannya jikalau ada penyusup dalam jemaat yang mengacaukan injil yang benar. Paulus memiliki pikiran yang begitu kuatir dan manusiawi, tetapi di dalam Firman Tuhan tidak dikatakan Paulus tidak bahagia. Mari kita bahagia dengan jalan-jalan Tuhan. Memang di bumi ini menderita. Jika kehidupan ini tentang bahagia saja, tidak ada pengorbanan kita lakukan ketika kita mengikut Yesus. Kehidupan di bumi ini tidak ada yang kekal, tetapi ketika kita tahu apa yang kita tuju, kita pasti akan memiliki kehidupan yang bahagia.
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan” (ayat 7)
Mari kita menjadi orang yang murah hati. Jangan segala sesuatu kita perhitungkan, yang selalu berpikir tentang untung dan rugi saja. Ubah mindset kita menjadi sama dengan mindset kemurahan hati Tuhan. Berpikirlah simpel: ketika kita murah hati, Tuhan juga akan murah hati kepada kita.
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (ayat 8)
Suci hati artinya memiliki motivasi selalu benar untuk datang ke Kerajaan Tuhan.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (ayat 9)
Mari kita menjadi orang yang perkataan kita membawa damai untuk orang-orang disekitar kita. Karena dengan membawa damai, kita akan disebut “anak-anak Tuhan” yang membawa sukacita untuk orang-orang disekeliling kita.
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah empunya Kerajaan Sorga” (Ayat 10)
Kita harus berani mempertahankan keyakinan kita yang benar akan Firman Tuhan. Tidak semua orang yang berkata: “aku rindu kebangunan rohani” adalah orang yang sungguh-sungguh rindu sebuah kebangunan rohani.
Kebangunan rohani bukanlah ketika sebuah komunitas penuh sesak dan membangun gedung-gedung yang mahal. Kebangunan rohani adalah ketika Yesus bertahta dalam hati anak-anakNya dan terjadi perubahan yang luar biasa di masyarakat, di kota, dan bahkan di negara tersebut. Kebangunan rohani yang sejati hanya dilakukan oleh Tuhan.
Kebahagiaan yang manis bukan karena kita memiliki segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kebahagiaan sejati bukan berati kita tidak pernah sedih dan menangis. Kebahagiaan sejati bukan berarti kita punya rasa aman secara dunia. Tetapi Kebahagiaan sejati adalah ketika kita menyerahkan kekuatiran kita di dalam tangan Tuhan Yesus.
Mari kita serahkan semuanya di dalam tangan Tuhan, sebab Dia adalah penulis hidup kita. Jika sekarang kita masih terikat dengan sesuatu, bawalah itu dihadapan Tuhan dan minta kekuatan Tuhan untuk terbebas dari itu. Tuhan ingin melihat kelahiran baru. Hanya orang yang dilahirkan kembali yang berhak mendapatkan convenant-nya Tuhan.
Mari kita kobarkan injil damai sejahtera yang murni dari Firman Tuhan. Bawalah jiwa-jiwa untuk kemuliaan Tuhan. Jangan biarkan anak-anak Tuhan menjadi sesat karena perkabaran injil yang palsu. Hari-hari ini gereja Tuhan menangis. Tetapi Tuhan berkata, bahwa akan bangkit generasi jawaban doa, yaitu generasi yang mengambil semua kerinduan Tuhan dan berkata tidak terhadap dosa. Mari kita lepaskan semua dosa dan keterikatan kita. Kita akan dirubah Tuhan, dan kita akan menjadi pahlawan-pahlawan Tuhan yang berani menyatakan injil damai sejahtera sampai pada kesudahannya nanti.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pursuit Of God
Semua orang pernah merasa rindu. Kita seringkali rindu dengan orang tua, teman, atau orang-orang kesayangan kita. Tuhan pun sangat merindukan Israel pada masa-masa bulan madu dengan Tuhan. Pada waktu itu ada hadirat Tuhan yang kental dan terasa, mereka begitu bergembira akan Tuhan. Tuhan rindu mengenang masa yang indah tersebut.
Tuhan rindu hati kita seperti anak-anak. Anak-anak tidak ada rasa habisnya dengan rasa “kangen”. Rasa kangen adalah salah satu bagian dalam pengajaran kita akan Tuhan. Kalau kita sudah tidak kangen lagi dengan Tuhan, sebenarnya artinya kita sedang kehilangan sukacita di dalam rumah Tuhan. Ketika kita sudah kehilangan sukacita di dalam rumah Tuhan, kita akan menggantikannya dengan sukacita palsu. Kita bisa memenuhi sukacita kita dengan hal lain atau bersama dengan teman-teman kita yang merupakan sebuah duplikat dari sukacita Sorga.
Mengapa Tuhan merindukan masa-masa bulan madu dengan Israel? Tuhan merindukan Israel pada masa-masa mereka taat kepada Tuhan. Pada masa itu, mereka bersorak-sorai kepada Tuhan. Mereka menjadi anak-anak yang menyenangkan bagi Tuhan. Mungkin dulu kita pernah melihat seorang yang sangat menyenangkan. Namun, ketika bertemu mereka lagi kini, mereka menjadi pribadi yang berubah sama sekali. Apakah kita seperti itu? Dalam siklus kehidupan kita, ada masa-masa dimana kita menjadi sosok yang begitu menyenangkan hati Tuhan. Ketika kita menjadi pribadi yang menyenangkan bagi Tuhan, kita menjadi pribadi yang berbeda di hadapan Tuhan.
Oleh karena itu, ketika kita sering datang ibadah, tapi tidak ada lagi rasa kangen dengan Tuhan, sebenarnya kita sudah menjadi pribadi yang asing.
Pribadi berbicara spirit atau tentang jiwa kita. Meskipun kita tinggal di dalam tubuh, tetapi ketika kita mengalami perubahan ke arah yang positif atau ke arah yang lebih baik, kita menjadi pribadi yang berbeda. Pribadi yang berbeda inilah yang menyenangkan hati Tuhan. Ketika kita melihat teman-teman kita berbuah roh, dia hidup di dalam sukacita Tuhan, kita akan menyenangi pribadinya. Tetapi ketika kita melihat mereka menjadi sosok yang asing, kita merasa tidak mengenalnya. Apakah pribadi kita sekarang adalah pribadi yang menyenangkan hati Tuhan? Apakah kita memiliki kerinduan akan Tuhan? Sekalipun kita hidup dalam dosa, tapi kita perlu menyukai rumah Tuhan. Kita perlu terus mencari-cari Tuhan. Sama seperti Daud, yang setiap saat mencari wajah Tuhan melebihi semua permasalahan-permasalahan yang dia alami.
Satu hal yang telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya
Mazmur 27 : 4
Dalam mazmur Daud, tergambar bahwa Daud mendapatkan sukacita dalam hubungannya dengan Tuhan. Beban hidup semakin besar, bukan berarti menjadi alasan bagi kita untuk tidak mencari wajah Tuhan. Dalam semua permasalahan yang dihadapinya, Daud selalu mencari wajah Tuhan. Ia selalu merindukan Tuhan, sampai dia membuat Mazmur bahwa dia merindukan Tuhan melebihi masalah-masalahnya. Seakan-akan dia rela membayar berapa pun harganya untuk berjumpa dengan Tuhan. Itulah yang disebut kerinduan.
Kita tidak mungkin mengejar Tuhan jikalau kita tidak memiliki kerinduan. Ketika Daud mengejar Tuhan, dia memiliki sebuah gelora kerinduan yang luar biasa. Sama halnya dengan orang yang sangat kita cintai, kita akan merasakan sebuah kerinduan yang dalam kepada orang tersebut. Itulah yang disebut hasrat utama dengan pencarian akan Tuhan. Apakah hari-hari ini anak –anak Tuhan merindukan Tuhan? Apakah hari-hari ini Tuhan dijadikan sebagai Tuhan dalam hidup kita? Sama seperti anak-anak yang selalu rindu dengan orang terdekat mereka. Kita perlu punya hati seperti anak-anak. Ketika kita tidak memiliki hati seperti anak-anak, kita akan susah berjumpa dengan Tuhan. Hati anak-anak akan selalu mencari ayahnya sekalipun dia pernah di marahi atau disakiti.
Semua mazmur yang ditulis oleh Daud hanya tergambar menjadi 2 kata, yaitu “kangen” dan “kecanduan”. Daud mengalami kecanduan akan Tuhan. Apakah kita sudah kecanduan akan Tuhan? Kecanduan akan Tuhan akan membuat kita gelisah jika kita tidak bertemu dengan Tuhan. Hati kita sangat terusik ketika kita tidak berdoa atau tidak mencari Tuhan. Gereja akan penuh dengan api Tuhan jika kita rindu akan Tuhan. Mari kita mencari dan merindukan Tuhan jauh melebihi apapun yang kita anggap berharga. Hati kita juga tempat yg harus kita sediakan penuh buat Tuhan. Banyak anak Tuhan harus belajar mengalami kerinduan akan Tuhan.
Daud memiliki hati seperti anak-anak. Setelah berbuat dosa, dia langsung menangis, memeluk Bapanya dan bertobat. Ketika kita berbuat dosa, apakah yang kita lakukan? Kita pergi ke gereja mencari Tuhan, atau kita semakin menikmati dosa kita? Setelah berbuat dosa, kita akan sungkan dan enggan ke gereja karena merasa tertuduh. Tetapi hati seorang anak kecil tidak seperti itu. Ketika anak kecil berbuat salah, dia akan mencari ayahnya. Ketika kita ada masalah dan sakit, seringkali kita cari hal-hal yang ada di sekitar kita. Banyak anak Tuhan yang ketika menghadapi masalah atau sakit, mereka mencari solusi lewat google terlebih dahulu daripada Tuhan. Mari kita sungguh-sungguh mengejar Tuhan seperti kita mengejar orang yang kita cintai. Jika kita menyelidiki lebih lanjut, Mazmur Daud semuanya berisi ungkapan “kangen” kepada Tuhan. Daud tidak ingin menjauh dari Tuhan. Buku harian Daud isinya bersyukur dan menyembah Tuhan. Apa isi buku harianmu? Awal dari sebuah Great Revival adalah saat kita mencari Tuhan. Mari kita cari Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Mari kita miliki hati yang tulus seperti anak-anak yang selalu punya kerinduan. Miliki hati yang kecanduan akan Tuhan, dan hati yang diikatkan dengan Tuhan. Gereja tidak melarang orang untuk berpacaran. Tapi kita harus mengerti dan melakukan prinsip pacaran yang kudus. Kita harus tahu tempat dan tahu waktu. Kita tidak boleh membuat orang lain yang melihat kita menjadi tersandung; ini prinsip Firman Tuhan. Ketika kita melakukan prinsip Firman Tuhan, kita akan bersukacita dan bergembira. Mengasihi sesama manusia artinya belajar dalam seluruh kehidupanmu jangan membuat orang lain tersandung.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu, dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Lukas 10 : 27
Amerika Serikat adalah negara yang mengindustrikan segala sesuatu, termasuk juga dengan gereja Tuhan. Mereka membawa gereja Tuhan dalam industri. Gereja Tuhan sudah terpisah dari kasih karunia Tuhan. Mereka menjadikan rumah Tuhan sarang penyamun. Banyak hamba Tuhan yang pada mulanya mencintai Tuhan menjadi sesat pada akhirnya. Karena itu, seorang hamba Tuhan, Billy Graham, berkata bahwa “Amerika, kembalilah kepada Tuhan!” Kekristenan yang saat ini bukan lagi kekristenan yang bersumber dari alkitab. Banyak orang pergi ke gereja hanya untuk mendengarkan lagu-lagu. Lagu-lagu tersebut bertujuan kepada industri semata.
Penginjil-penginjil di Kisah Para Rasul tidak pernah dibayar. Bagaimana dengan penginjil masa kini?
Banyak yang mencari keuntungan untuk diri mereka sendiri. Pada jaman gereja mula-mula, jemaat akan memberikan semua yang mereka punya, bahkan seluruh hidup mereka dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Ketika gereja sudah menjadi sebuah industri, sesungguhnya gereja sudah terpisah dari kasih karunia Tuhan. Kekristenan yang sejati adalah kekristenan yang mencari Tuhan, kerinduan akan Tuhan, dan kecanduan dengan Tuhan.
Gereja masa kini berusaha untuk menarik banyak jiwa dengan melakukan banyak program. Banyak program yang hanya menghibur diri sendiri, tapi tidak ada waktu untuk mencari Tuhan. Gereja haruslah mendorong jiwa-jiwa untuk berjumpa dengan Kristus, pencipta kita. Paulus pernah berkata kepada orang di Galilea, “Hai orang Galilea yg bodoh, apa yang mempesona kamu selain pada Kristus yang hidup?” Oleh karena itu tujuan pemberitaan Firman Tuhan bukan untuk kemuliaan hamba Tuhan. Hari-hari ini kemuliaan Tuhan sedang dicuri. Dulu anak-anak Tuhan tidak menonjolkan diri mereka ketika melakukan sesuatu atau menulis buku. Hasil tulisan dari seorang yang sungguh-sungguh memberitakan Firman Tuhan tidak memiliki cover. Apa yang terjadi sekarang? Begitu banyak hamba Tuhan yang “mejeng” di cover buku yang mereka tulis. Seringkali di papan pengumuman gereja ditulis nama-nama orang yang menyumbang perpuluhan untuk gereja. Mari kita tidak mencuri kemuliaan yang sebenarnya bukan milik kita. Mari kita kembalikan kemuliaan hanya kepada Tuhan!
Gereja akan mengalami the Great Revival. Tapi sebelumnya, Tuhan rindu kita punya hati yang rindu akan Dia. Hati yang menginginkan Dia senantiasa. Tuhan mau kita punya hati yang kecanduan akan Dia. Seperti hati Daud yang “kangen” yang amat sangat kepada Tuhan. Hari-hari ini mungin sibuk bekerja atau studi, tetapi kalau kita mencari Tuhan dan kebenarannya, pemeliharaan-Nya sempurna bagi orang-orang yang kudus. Ayo kita mencari Tuhan. Apabila Tuhan diutamakan, musuh-musuh akan dipukul kalah. Ketika musuh Daud menyerang dia, dia tidak memanggil panglima atau triwira terbaiknya, tetapi dia datang kepada Tuhan. Seperti anak kecil yang mengadu kepada ayahnya, dia mengadu kepada Tuhan, dan dia menang. Mari kita minta hati yang merindukan Tuhan, hati yang kecanduan akan Tuhan, dan hati yang terikat dengan Tuhan, sehingga kita menjadi pribadi yang menang dalam kehidupan kita.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Lapar dan Haus akan Tuhan
Doa Daud.
Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.
Mazmur 86:1
Daud adalah contoh dari orang yang haus dan lapar akan Tuhan. Daud adalah seorang raja yang sangat kaya dan makmur pada waktu ia mengatakan hal itu. Apa yang dikatakannya itu sangat kontradiktif dengan kondisi yang sebenarnya. Dia menyebut dirinya “miskin” karena dia sangat menginginkan Tuhan. Sudahkah kita benar-benar menginginkan Tuhan seperti Daud?
Orang yang sakit tidak punya nafsu makan yang baik. Demikian juga dengan roh kita. Ketika roh kita tidak lagi haus dan lapar akan Tuhan, artinya kita sedang sakit. Begitu banyak anak Tuhan yang hidupnya dipakai untuk memuaskan jiwa mereka dengan semua target-target, pencapaian-pencapaian, bahkan mimpi-mimpi pribadi yang akhirnya menggantikan rasa lapar dan haus akan Tuhan. Mereka mengenyangkan jiwa mereka dengan berbagai hal yang terlihat, tetapi lupa bahwa roh kita juga memerlukan persekutuan dengan Tuhan.
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Wahyu 3:15-16
Tuhan ingin setiap kita memiliki hati yang senantiasa lapar akan Dia. Tetapi jika kita sering berkompromi dengan dunia, kita mengenyangkan diri kita dengan hal-hal yang menyenangkan jiwa kita tanpa mempedulikan apa yang menyenangkan hati Tuhan. Kita tidak bisa di saat yang sama menyukai dunia, tetapi juga menyukai hal yang rohani. Kita dikatakan suam-suam, dan Tuhan dapat memuntahkan kita dari mulut-Nya.
Karena engkau berkata: aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta, dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, dan agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
Wahyu 3:17-18
Seringkali banyak anak Tuhan yang tidak sadar bahwa mereka melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Seolah-olah kita tidak membutuhkan perkenanan Tuhan dalam hidup kita. Kita memutuskan berbagai hal tanpa berdoa kepada Tuhan, tanpa bertanya apa yang berkenan bagi Tuhan. Kita tak sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan; kita sangat miskin dihadapan Tuhan. Tuhan mau kita memiliki emas, pakaian putih dan minyak. Emas berbicara tentang kemurnian, iman dan harta kita. Tuhan mau kita memiliki hati yang murni dihadapanNya. Pakaian putih berbicara tentang kerendahan hati untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Minyak yang dari Tuhan yang akan membukakan mata kita untuk melihat seperti Tuhan melihat, melihat apa yang Tuhan ingin lihat.. supaya hidup kita mengerjakan panggilanNya dalam hidup kita.
Perumpamaan tentang gadis-gadis bodoh dan gadis-gadis bijaksana mengingatkan kita bahwa kita harus senantiasa berjaga-jaga. Kita harus bersiap untuk kedatangan Tuhan yang sudah tidak lama lagi, maka marilah kita menjadi orang yang memiliki kebijaksanaan. Menurut Amsal, kebijaksanaan berbicara tentang kepandaian yang Tuhan berikan. Kepandaian yang Tuhan berikan adalah hikmat di dalam Tuhan, bukan atas diri sendiri. Ketika kita menggunakan hikmat kita sendiri, maka kita akan mudah sekali salah dalam mengambil pilihan-pilihan yang ada di depan kita. Gunakan hikmat yang datangnya dari Tuhan, sehingga kita mengambil keputusan sesuai dengan kerinduan Tuhan.
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.
Amsal 2:1-5
Apakah engkau menyadari dirimu sedang sakit? Tak lagi haus dan lapar akan Tuhan? Mari kita menjadi sembuh! Kita perlu dibakar dengan api yang datangnya dari Tuhan. Saat persediaan minyak kita tak banyak lagi, Tuhan yang akan berikan kepada setiap kita. Minyak kita akan diperbaharui ketika kita mempersembahkan sepenuh hati kita untuk Tuhan.
Tuhan sedang mengetok hati kita, maka marilah kita relakan hati kita dan bukakan pintu kita bagiNya, supaya Dia mendapatkan kita dan kita menjadi sahabatNya. Dan minyak yang baru akan dicurahkan bagi kita. Minta Tuhan membukakan mata kita dengan minyak yang dariNya. Tuhan ingin kita melihat apa yang Tuhan lihat untuk setiap kita. Mari kita terus lapar dan haus akan Tuhan. Kembali kepada persekutuan dengan Tuhan dan Tuhan mendapati hati kita murni seperti emas di hadapanNya. GBU (EN).
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Wahyu 3:20
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Membuka Tanah Baru
Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: “Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.
Yeremia 4:3
Awalnya, saya mendefinisikan tanah baru sebagai sebuah tanah yang belum pernah dihuni dan tanahnya subur dan baik. Tetapi, dalam NKJV, kata “tanah baru” yang disebutkan bukan ditulis dalam “new land” tetapi “fallow ground” yang berarti tanah yang sudah lama ditinggalkan, banyak tumbuhan-tumbuhan liar, tidak terlalu bagus, tetapi jika digali, kita masih bisa menemukan buah-buahan yang sudah mengering, namun mati.
Hari ini, Tuhan meminta kita untuk membuka tanah yang baru. Definisi awal saya adalah sebuah tempat yang wellcome dengan kekristenan dan menyenangkan. Tapi ketika menyelidiki arti kata yang sebenarnya dari tanah yang baru, itu berarti bukanlah tempat yang benar-benar menyenangkan.
Kita dibesarkan dalam keluarga yang berbeda-beda dan definisi kita seringkali salah tangkap satu dengan lainnya. Misalnya ketika mendefinisikan kata cukup. Sang suami mendefinisikan kata cukup sebagai kaya raya, sehingga kemudian ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam dan kurang waktu dengan keluarga. Sedangkan sang istri mendefinisikan kata cukup sebagai tidak kekurangan, dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memiliki waktu untuk keluarga. Definisi yang salah akhirnya membuat bentrok antara suami dengan istri.
Demikian juga dalam Firman Tuhan. Kita bisa multitafsir terhadap suatu khotbah. Kalau kita mau sehati dan sepikir, kita harus belajar mengenali Firman Tuhan dari sudut pandang Tuhan, bukan dari sudut pandang masing-masing.
Bentukan-bentukan yang kita dapatkan dari masa lalu mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan.
Misalnya, saya dengan ibu saya. Saya bisa mengubah keputusan ibu saya kalau saya menyenangkan hatinya. Tadinya dia bisa berkata “TIDAK”, tetapi jika saya bisa menyenangkan hatinya, mendapatkan nilai sempurna, saya bisa membalikkan kata TIDAK tadi menjadi kata YA. Demikian juga dengan Tuhan. Saya berpikir bahwa keputusan Tuhan bisa diubah jika saya bisa mengambil hati Tuhan, melakukan sesuatu yang baik, yang tadinya saya tidak diijinkan, saya jadi mendapatkan ijin.
Bentukan masa lalu begitu dominan untuk menentukan sikap kita dan bagaimana kita mendefinisikan kasih Tuhan.
Ketika berdoa, ke gereja, membaca Firman Tuhan, menyembah adalah sebuah kewajiban, kemudian menjadi pengamat-pengamat rohani, sesungguhnya kita sudah mundur dari Tuhan.
Kita belajar menghindari kebangunan rohani yang pura-pura. The Great Revival berbanding lurus dengan pertumbuhan rohani yang begitu pesat. Jika pekerjaanmu dibungkus dengan kerohanian, tetapi membuat kita meninggalkan Tuhan, kita sudah mundur dari Tuhan.
Fallow ground yang Tuhan suruh bukanlah tempat yang menyenangkan. Banyak semak duri yang harus dipangkas. Harus membajak tanahnya agar subur kembali. Tugas kita di fallow ground adalah membabat tanaman-tanaman liar, mengaduk tanahnya, dibajak. Fallow ground dipandang manusia sebagai tanah yang jelek, namun Tuhan dapat memandangnya menjadi bagus. Seperti Gomer, istri Hosea. Seorang pelacur seperti Gomer yang tidak berharga bagi manusia, Tuhan melihat kedalaman hatinya baik. Dan dia dipakai untuk kemuliaan Tuhan.
Mungkin Tuhan meminta kita untuk membersihkan hati kita saat ini. Membabat tanaman-tanaman liat dalam hati kita. Karena ketika hati kita sudah ditumbuhi semak belukar, pikiran kita menjadi pikiran-pikiran yang jahat dan negatif. Kalau hati kita tidak dekat dengan Tuhan sehari saja, hati kita ditumbuhi semak belukar. Mengusahakan tanah yang tandus tidak dapat kita kerjakan sendiri. Kita membutuhkan Tuhan untuk bekerja bersama kita dengan memberikan hujan untuk melembutkan tanah tersebut.
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan — dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Efesus 2:1-6
Penguasa kerajaan angkasa yang dimaksud adalah roh-roh di udara. Salah satunya yang terbesar adalah roh Mamon, roh cinta akan uang. Bukan berarti kita tidak boleh menjadi kaya, tetapi saat kita menjadi kaya itulah, kita harus berjaga-jaga. Roh Mamon menjauhkan kita secara perlahan namun pasti.
Kasih karunia menghidupkan kita dan menyelamatkan. Kasih karunia yang menyelamatkan sama dengan kasih akrunia yang menghidupkan kita. Kasih karunia dan iman adalah satu paket dan tidak bisa dipisahkan. Karena iman, kita beroleh kasih karunia.
Tuhan Yesus adalah seorang tukang kayu. Di masa itu, tukang kayu adalah sebuah gelar yang hebat. Seorang tukang kayu dapat membangun sebuah rumah. Yesus totalitas dalam pekerjaannya sehingga ia beroleh gelar sebagai tukang kayu.
Jangan menyerah, ketika kita sudah bekerja keras, tetapi belum berbuah lebat. Kita sudah berusaha maksimal, tetapi ada hak prerogatif dari Tuhan. Kita sudah mengusahakan fallow ground dengan tekun, namun ada yang harus kita minta, yaitu hujan dari Tuhan.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Buat Tuhan Tertawa
Berbicara tentang tujuan hidup seringkali manusia bingung dan bimbang apa tujuan hidup setiap kita. Kita tidak akan pernah tau tujuan hidup kita sampai kita dipenuhi kebenaran firman Tuhan. Tujuan hidup maksudnya adalah glory yang berarti kemuliaan Tuhan, di mana kita harus mengembalikan kemuliaan Tuhan. Karena tujuan hidup kita harus sebanding dengan kemuliaan Tuhan.
Ada seorang teman datang kepada saya dan berkata bahwa sepuluh tahun yang lalu, saya melakukan sebuah tindakan yang menunjukkan bahwa saya membeci dia, sehingga kemudian dia kepahitan dengan saya. Saya bingung, saya tidak merasa saya melakukan suatu tindakan yang membenci dia yang membuatnya kepahitan. Terkadang kita melihat orang-orang di sekitar kita dan mulai menilai dengan penilaian kita sendiri, sehingga muncul prasangka-prasangka yang dapat menimbulkan kepahitan di diri kita, padahal orang tersebut tidak memiliki maksud seperti yang kita pikirkan. Selama sepuluh tahun dia menyimpan prasangka tersebut dan tidak bertanya atau membereskannya dengan saya. Seseorang yang sering kepahitan dengan orang lain, tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Sebab apabila gambar diri kita rusak atau tidak beres maka hubungan pribadi dengan Tuhan juga tidak baik dan prasangka dapat merusak hubungan persaudaraan.
Saya teringat di masa awal perintisan gereja ini, untuk membeli keyboard seharga 500.000 rupiah saja, kami harus berdoa dan berpuasa. Sedangkan sekarang ini, kami dapat dengan mudah mengeluarkan uang 7.000.000 rupiah bahkan lebih untuk keperluan gereja. Namun, saat kami membeli keyboard 500.000 rupiah tersebut, kami dapat merasakan Tuhan tertawa dengan pemberian kita. Sedangkan di saat ini kami mengeluarkan uang lebih besar untuk rumah Tuhan, Tuhan tersenyum. Kami memberikan sesuatu yang lebih mahal harganya, lebih banyak jumlahnya dan tentunya lebih berharga. Tetapi mengapa Tuhan tidak tertawa lagi seperti yang dulu?
Tuhan menyukai semua pemberian kita, itu pasti, apalagi disertai dengan ketulusan hati kita untuk memberikannya. Tetapi, Tuhan tidak melihat kuantitas pemberian kita. Tuhan melihat ke dalam hati kita dan Tuhan menyukai cinta mula-mula kita kepada Tuhan. Sebab persembahan yang sungguh-sungguh dihadapan Tuhan akan berbau manis di hadapan Tuhan. Orang yang menjadikan uang dan materi sebagai tujuan hidup sukar masuk kedalam kerajaan sorga.
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”
Lukas 18:18-27
Bagaimana cara membuat Tuhan tertawa sukacita dengan pemberian kita :
- Menemukan kebenaran Tuhan didalam hidup kita
- Meninggalkan tujuan hidup atau mimpi kita yang lama
- Mengerjakan panggilan hidup yang diberikan Tuhan.
Tuhan menemukan kebahagiaan di dalam manusia apabila manusia menemukan panggilan Tuhan didalam hidupnya. Kebahagiaan sejati dalam diri manusia adalah menemukan panggilan hidup di dalam Tuhan.
Kita selalu mengatakan kalau kita percaya kepada Tuhan. Tetapi pada saat badai datang kita selalu mencari banyak jalan keluar untuk menolong diri kita dengan cara kita sendiri, kita tidak mencari pertolongan Tuhan, tinggal diam di dalamNya. Tinggal diam berarti kita mencari tahu apa mau Tuhan bagi kita bukan mencari jalan keluar sendiri dengan daging kita. Ketika kita tidak diam di dalam Tuhan saat badai datang kita akan menciptakan hal-hal yang jahat dalam diri kita.
Bila Tuhan memanggilmu jangan pernah keraskan hatimu. Letakan semua dosa-dosamu maka kamu akan mengalami pengudusan dari Tuhan. Tuhan bisa pakai seorang pezinah maka Tuhan juga bisa pakai setiap kita dengan syarat, yaitu serahkan hatimu. Kita harus percaya mujizat Tuhan. Sebab, gereja yang percaya mujizat tetapi jemaatnya tidak pernah mengalami mujizat gereja itu dikatakan mati.
Ketika kita bersaksi, kita sedang mempermalukan iblis. Tentu saja, ini adalah salah satu peperangan rohani karena iblis tidak mau dirinya dipermalukan. Ia akan mendakwa kita. Pernahkah suatu waktu kita bersaksi, misalnya kita mengatakan Tuhan Yesus baik dan selalu memberikan kita kesehatan, kemudian di esok hari, kita jatuh sakit? Itu adalah pekerjaan iblis. Tapi, jangan pernah takut untuk bersaksi, sebab Tuhan mau memurnikan kualitas kesaksian kita.
Setiap tujuan dari Tuhan pasti memiliki tantangan. Ketika kita mendapatkan tantangan, bukan berarti itu bukan merupakan panggilan Tuhan dan kemudian kita mencari “panggilan-panggilan” yang lain. Tuhan mau melatih kita menjadi orang-orang yang tangguh dan bukan orang yang gampangan. Panggilan Tuhan pasti selalu mendatangkan kemulian Tuhan.
Tuhan memberikan mimpiNya pada setiap kita, tapi mimpi Tuhan yang tidak jatuh di tanah yang gembur, pasti mimpi itu akan dicuri. Seperti yang kita ketahuai, ada yang jatuh di pinggir jalan kemudian dicuri. Ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu yang tidak berakar sehingga pada saat masa pencobaan, mimpi itu mati. Ada yang jatuh di semak berduri dimana mimpi Tuhan bertumbuh tetapi pada pertumbuhan selanjutnya terhimpit kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan dunia sehingga mimpi Tuhan tidak menghasilkan buah yang matang. Dan yang terakhir yang jatuh di tanah yang subur yaitu orang yang menerima mimpi Tuhan dan menyimpannya di dalam hati dan mengeluarkan buah yang baik dalam ketekunan.
Tuhan melatih kita untuk menjadi pribadi yang kuat bukan pribadi yang cemen. Pengalaman setiap orang berbeda sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang unik. Apabila kita mau menyelesaikan masalah dalam hidup kita, kita harus menggunakan caraNya Tuhan bukan cari jalan keluar versi dunia. Proses pengudusan Tuhan seperti kisah bangsa israel. Walaupun mereka berzinah, kawin campur, menyembah berhala dan lain-lain, proses pengudusan Tuhan tetap berjalan dan belum selesai dan Tuhan akan selalu menuntun kita sampai ke tanah perjanjian.
Apabila Tuhan memanggil kita, Tuhan pasti memperlengkapi kita dan kasih karunia Tuhan selalu menuntun kita di dalam pengudusan Tuhan.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : CUKUP!
Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
Kisah Para Rasul 13:46-47
Orang Yahudi sering mendengar Firman, tetapi mereka masih menganggap dirinya tidak layak menerima hidup yang kekal. Banyak orang membaca Firman, tapi banyak orang yang merasa tidak layak, karena itu manusia berusaha menyenangkan Tuhan dengan kekuatannya sendiri.
Tidak ada orang di dunia yang suka dibohongi, tapi mereka tidak sadar bahwa mereka sering membohongi diri sendiri.
Raja Uzia adalah seorang raja yang luar biasa. Ia menjadi raja pada usia 15 tahun dan menguasai segala ilmu. Banyak hal yang diinginkan oleh raja-raja di bumi, yang telah berhasil ia capai. Ia memerintah selama 52 tahun. Ia memiliki segalanya; kekayaan, kemahsyuran, kekuasaan. Tentu saja semua orang mengagumi, bahkan iri dengan Raja Uzia.
Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas; mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: “Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini.” Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. S
2 Tawarikh 26:16-19
Setiap orang tentu ingin menjadi kaya. Bohong untuk mereka yang bilang tidak ingin kekayaan. Tapi satu hal yang harus kita ingat bahwa kekayaan, kemahyuran, kekuasaan tidak membawa kita untuk lebih dekat kepada Tuhan. Tuhan tahu segala ukuran terbaik untuk kita, karena itu kita belajar untuk berkata “cukupkan aku dalam segala hal dan ajar aku bersyukur untuk apa yang aku punya“. Kalau kita bekerja untuk mengejar kekayaan, kita hanya akan menghabiskan waktu karena kita tidak akan pernah merasa cukup kaya, selalu ada yang kurang dan itupun tidak membawa kita untuk dekat kepada Tuhan. Kita belajar dari raja Uzia. Ia memiliki umur panjang, kekayaan, kekuasaan dan lain-lain, namun tidak membuatnya mendapat kehormatan di hadapan Tuhan.
Kita sudah dibebaskan oleh Tuhan dan sudah mendapat jaminan kekal. Orang-orang yang hidup sungguh-sungguh di hadapan Tuhan tidak akan kehilangan keselamatan. Kita adalah orang bebas, tetapi tidak berarti kita bebas tanpa batasan.
Ada sebuah strategi marketing yang sudang sangat sering digunakan, yaitu panic buying. Secara ringkas, strategi ini adalah memaksa orang untuk membeli dalam kepanikan. Misalnya dengan diskon berbatas waktu, diskon 70% hanya sampai 3 jam. Orang-orang kemudian akan dengan segera membeli dengan alasan “mumpung diskon“, kemudian perilaku konsumtif akan meningkat pesat. Sama dengan khotbah. Sadarkah kita bahwa khotbah-khotbah pun sering juga menggunakan strategi seperti ini. Diberikan ketakutan akan neraka lalu mengatakan “kalau tidak terima Yesus hari ini, maka tidak neraka menanti“. Akibatnya, banyak orang yang bertobat karena ketakutan, tetapi tidak sungguh-sungguh bertobat, hanya kulit luar saja dan kemudian kembali lagi. Yesus bukanlah barang jualan. Betapa sering kita tidak bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu dan lebih mengikuti kata dunia.
Jangan pernah mencari dunia dengan segala isinya, bumi akan menuju pada kebinasaan. Betapa indahnya jika kita menikmati dunia di dalam kasih karunia Tuhan. Kasih karunia Tuhan itu tanpa syarat dan tanpa batasan waktu, namun untuk tinggal dalam kasih karunia ada aturannya.
Apa yang membuat roh kita tidak menyala-nyala untuk Tuhan? Karena kita membakar mezbah kita dengan api yang asing, dengan motivasi yang salah. Karena api yang asing, maka nyala apinya pun berbeda. Kita membakar mezbah hati kita dengan sesuatu yang kita pikir menyenangkan Tuhan, tapi tidak ada yang menyenangkan hati Tuhan selain hati kita yang rindu melayani Dia.
Pekerjaan bukan soal untung dan rugi. Pekerjaan adalah soal kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui diri kita. Bumi melihat kuantiti, tapi Tuhan melihat kualitas.
- Published in The Shepherd's Voice









