Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Respon yang Benar
Baca : Kejadian 18:1-15
Mengapa Abraham di panggil sebagai bapa orang beriman? Sekalipun Abraham sudah tua, tapi dia tahu bagaimana merespon dengan janji Tuhan, menghargai kehadiran Tuhan. Abraham sangat mengenal Tuannya. Saat dia melihat 3 orang datang, Abraham langsung berlari, kemudian berlutut menyongsong Tuannya, membuat roti bundar, lembu terbaik di masaknya untuk Tuannya.
Bagaimana respon kita terhadap panggilan Tuhan? Jika kita merespon panggilan Tuhan dengan biasa-biasa saja, maka hanya hidup kita juga akan begitu-begitu saja. Jika kita berlari tergopoh-gopoh untuk merespon panggilan Tuhan, maka hidup kita tidak akan biasa-biasa saja. Rasul Paulus berkata celakalah kita jika kita tidak memberitakan Injil. Hari-hari ini kita harus bekerja lebih keras dari yang sebelumnya. Waktu hidup kita berapa lama? Apa yang kita cari? Uang? Bukan kita yang diperhamba oleh uang.
Lidah adalah organ yang paling kecil tetapi kita gunakan untuk kepuasan, emosi, bicara, sakit hati, dan lain-lain. Seringkali kita tidak punya kuasa pengendalian diri. Dengan waktu hidup kita yang tidak lama, apakah akan kita habiskan waktu-waktu kita untuk kebebalan kita? Bagaimana kita bisa menjumpai Tuhan nanti dengan tidak membawa apa-apa? Mari kita bersaksi, membawa Injil di tempat-tempat kerja kita. Akhir aman seperti menara Babel, pengetahuan berkembang dengan pesat. Masa air bah bumi di restart lagi menjadi baru. Saat pengetahuan-pengetahuan manusia seperti zaman Babel, itu salah satu tanda kedatangan Tuhan.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, mari kita bawa persembahan-persembahan untuk Tuhan. Seringkali kita menyalahkan orang lain atas keadaan kita. Mengapa kita tidak berdoa dan bukan sibuk mencari kambing hitam.
Mengapa Abraham menerima janji Tuhan?
- Sikap hati.
Ketika Abraham terima “telpon” dari Tuhan, dia pasti mengusahakan segala cara agar “telpon” itu bisa diterimanya, dia punya respon terbaik. Sudahkah kita melayani Tuhan? Memberikan diri pada panggilan kudus Tuhan. Tuhan berbicara dengan kita bisa lewat suara kenabian, suara gembala dari firman Tuhan untuk mengumandangkan panggilan di akhir zaman. Pilihan anda merespon ataukah tidak. - Bertindak dengan iman walau diolok-olok.
- Abraham tidak melakukan perbuatan yang tercela.
- Abraham tahu cara melayani Tuhan. Dia tahu cara menuju tamu, melakukan yang terbaik.
Abraham tergopoh-gopoh lalu melayani tamu itu. Apa kita juga mau segera menyambut Dia?
Apakah Tuhan dilayani dengan baik dalam hidupmu? Kejadian 18:14, jika hidupmu, studimu. Pekerjaanmu sudah memuliakan Tuhan, maka percayalah ada janji-janji Tuhan terjadi.


