Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Lingkunganmu adalah Pelayananmu
Yang banyak menjadi perdebatan sampai sekarang, dimana market place kita?
Apakah orang yang bekerja di “sekuler” tidak bekerja di ladang Tuhan?
Tuhan memang ingin kita pelayanan sepenuh waktu di Market place, tetapi mereka menjadikannya “permisi/ijin” untuk tidak melayani Tuhan, tetapi jika semua jadi fulltimer gereja, siapa yang akan berdampak di luar gereja? Semuanya perlu keseimbangan pemberitaan mengenai hal ini. Yang menjadi pokok masalahnya adalah banyak orang yang ada di dunia pekerjaan tetapi tidak tahu apa yang menjadi tujuannya bekerja. Ada yang dipanggil Tuhan memang di gereja, mereka menjadi orang-orang yang efektif, ada juga yang dipanggil di market place tetapi hidupnya dapat dipertanggungjawabkan. Saya gembala sidang yang memiliki market place, ada kalanya di awal pelayanan saya, saya merasa tertuduh. Ketika saya di fultimer gereja, saya juga merasa tertuduh hanya mendapatkan uang dari saya berbicara. Harus ada titik keseimbangan yang kita temukan antara keduanya.
Sebelum anda temukan panggilan kita, kita perlu belajar ayat-ayat ini. Matius 4 :18-25, Ayat 18, Simon dan Andreas ditemukan Yesus bukan di gereja, tetapi di market place mereka masing-masing untuk mencari kebutuhan hidup. Tuhan Yesus selalu mengatakan tinggalkan dulu market placemu, “ Mari ikutlah Aku, Kujadikan kamu penjala manusia”. Jika kita temukan sejarah, para murid Yesus juga bekerja, bekeluarga seperti Petrus, paulus juga membuat tenda yang dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Tetapi beebrapa murid memang tidak bekerja. Kita menemukan jiwa-jiwa bukan didalam gereja tetapi dluar, di tempat kita berada. Tuhan ingin kita “keluar” dulu dari tempat pekerjaan kita tetapi apa maksudnya? Kita lihat fakta yang terjadi, banyak orang yang lulus 3-4 tahun sebelum anda, belum memperoleh pekerjaan. Jika kita yang kuliah, mendapat IP yang kurang baik, apakah perusahaan mau menerima kita? Apalagi sebentar lagi perdagangan bebas dan perusahaan asing dan Indonesia dituntut untuk dapat memiliki kemampuan. Ada yang berusaha sungguh-sungguh tetapi tetap nilainya buruk, untuk hal ini saya percya ada rencana Tuhan di balik semua itu, mungkin Tuhan berikan jalan agar dia buat perusahaan sendiri. Ada juga yang nilainya baik tetapi tidak ada kemampuannya sama sekali.
Kita perlu ‘diculik” Tuhan dulu dalam market place kita untuk mencintai Tuhan terlebih dahulu. Jika kita belum mencintai Tuhan, mengenal kasih Tuhan, kita tidak akan dapat mengenalkan kasih Tuhan pada sesama kita. Seringkali ketika kita jatuh cinta, kita menjadi orang rohani dadakan. Saat kita “ diculik” Tuhan terlebih dahulu, mungkin kita perlu dipisahkan terlebih dahulu dari keluarga kita. Apakah ada orag tua yang begitu senangnya saat kita bekerja dan hampir semua uang kita diberikan pada Tuhan? Saya berdoa kepada Tuhan untuk anak-anak, minta hikmat untuk ambil keputusan. Ambil keputusan pada waktu yang tepat, seperti pohon durian, jika sudah waktunya, buahnya akan jatuh dengan sendirinya, tetapi jika kita tidak sabar dan menggoncang-goncangkan pohon itu, maka kita dapat terluka dari buah durian yang jatuh sebelum waktunya. Hati-hati dengan keputusan yang kita buat! Jika kita perhatikan, Yesus melayani berkeliling pada awal pelayanannya di Galilea yang merupakan market place dari murid-murid-Nya.
Ketika saya melayani Tuhan di market place saya dan mengetahui tujuan saya, saya tidak tertuduh lagi dan saya dapat mengenalkan Yesus pada mereka. Tapi ada kalanya saya tahu waktunya saya tinggalkan market place saya di dunia kerja, ke dalam dunia pelayanan gereja. Kita ini milik-Nya!. Masih ingat air HFH yang sudah kita doakan? Ada kesaksian pada saya saat jualan jamunya sepi, dia diberikan hikmat Tuhan untuk mencampuri jamu itu dengan air HFH dari tempat ini. Dan yang sakit kanker sembuh, diapun diberkati dan ditolong Tuhan. Lihat, dari tangan kita terjadi berkat. Kita perlu kuasa untuk mengusir iblis! Dulu, saat saya belum bertobat sungguh-sungguh, saya mendapatkan vision, saat saya melihat anak yang bernyanyi sungguh-sungguh buat Tuhan, di tangannya ada buah-buahan yang segar dan melimpah dari keranjangnya, tetapi ditangan saya, ada keranjangan dengan buah yang sedikit dan itupun sangat kering! Mengapa dia dapat memberikan buah-buahan yang begitu luar biasa?
Jangan curiga kepada Tuhan, atas keputusan-keputusan-Nya. Ternyata ketika kita taat, banyak orang yang berkata diberkati lewat market place dan pelayanan saya. Serahkan semuanya kepada Tuhan, kita dapat memberikan sekeranjang buah-buahan yang banyak dan segar.

