SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Archive from category "Sermons"
  • Page 14
26 October 2026

Category: Sermons

Khotbah Ev. Evie Mehita – Persiapan Jadi Pengantin Raja

Monday, 25 October 2010 by Tim

PERSIAPAN JADI PENGANTIN RAJA

Setiap orang pernah memimpikan sebuah kata “Pernikahan” dalam benaknya, entah ketika dia masih kanak-kanak ataupun remaja, dewasa, dan yang mau menikah dengan seseorang yang dicintainya. Ketika saya masih anak-anak hal yang tak pernah terlupa dan selalu membuat saya tersenyum saat mengingatnya adalah saat dimana seringkali saya setiap malam berdandan di cermin besar miliki ibu saya. Ibu saya memiliki selimut tebal berwarna biru, selimut garis-garis yang kelihatannya menjadi selimut sepanjang zaman…malam-malam ketika semua keluarga sibuk di luar, menonton Film, kakak belajar di kamar atau bermain di luar, saya masuk ke kamar dan berkaca begitu lama. Si kecil mulai mencari-cari apa yang bisa dipakainya, untuk rambut, wajah, dan baju. Jepit-jepit kecil yang ada di rak kami, karet, maupun penghias wajah miliki ibu saya. Semuanya saya pakai sebisa mungkin, lalu saya mengambil selimut-selimut tersebut dan memakainya sebagai baju dan jubah yang panjang sampai ke tanah, lalu apa yang terjadi? Saya tetap memandangi kaca dan bergaya.. “action!” wow..apakah saya memiliki bakat terpendam menjadi artis? (kelihatannya bukan begitu!)…

Setiap anak kecil memiliki mimpi dalam hatinya menjadi seorang putri dan raja. Para gadis kecil bermain boneka tentang wanita dewasa yang cantik dan berpakaian indah bak putri kerajaan, lalu berjumpa dengan Pangeran impiannya. Demikian mimpi anak laki-laki, yang rindu menjadi seorang pangeran, yang dewasa, kuat, dan gagah. Sebenarnya apa yang sedang tanamkan kepada manusia, dan orang-orang seperti kita? Saya sekarang sadar dan yakin, bahwa ketika saya masih kecil, saya bukan ”BA” alias dalam bahasa jawanya ”Bento Anyaran” atau orang gila baru, seperti yang pernah dijulukkan kepada saya ketika saya bertingkah aneh seperti itu. Bagi saya tidak aneh, saya hanya mau menjadi seorang Putri!. Ternyata Bapa telah menanamkan dalam diri anak-anak kesayangan-Nya, para putri dan pangeran-Nya suatu hasrat, kerinduan untuk kembali menjadi putri dan pangeran Raja…karena kita memang adalah putri dan pangeran dari Kerajaan-Nya!

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah – Pengharapan

Tuesday, 19 October 2010 by Tim

My Hope
(September 2010)

Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah (Ibrani 6:11-12)

Dari ayat diatas kita diajarkan bahwa dalam kehidupan ini mari kita jadikan harapan sebagai milik yang pasti sam pai pada akhirnya. Saya percaya, kita semua pasti punya harapan-harapan dalam menjalani kehidupan. Apakah arti pengharapan? Pengharapan merupakan kesabaran untuk menantikan sesuatu yang diyaki ni akan terjadi dimasa depan. Pengharapan tidak berbicara tentang masa lalu tetapi berbicara tentang sesuatu yang ada dimasa depan. Apa yang menjadi harapan-harapan kita didalam hidup ini? Mungkin itu harapan untuk mengalami pemulihan dari Tuhan, harapan untuk mendapatkan pekerjaan, pasangan hidup yang terbaik dan harapan-harapan yang lainnya. Saudara, pengharapan itu penting untuk kita miliki dalam menjalani hidup ini.  Jika tidak ada yg diharapkan berarti kita seperti orang yang putus asa.

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Christin Jedidah – Ujian Dan Jalan Tuhan

Wednesday, 06 October 2010 by Tim

UJIAN DAN JALAN TUHAN (Juli 2010)

Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?  (Ayub 7:17-18)

Saudara, terkadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya manusia sangat berarti dan penting bahkan dalam ayat ini dikatakan manusia dianggap agung di mata Tuhan. Pada saat itu, Ayub sedang ditimpa banyak masalah/pergumulan yang bisa sangat mengguncang imannya. Bagi sebagian besar orang mungkin sangat sulit bahkan mustahil untuk bisa mengucap syukur dan memuji Tuhan saat berada dalam keadaan seperti Ayub pada saat itu. Tetapi justru dalam keadaannya yang tertekan dan menderita lahirlah ayat ini, Tuhan memperhatikan, mendatangi bahkan menguji manusia ciptaanNya yang agung di mataNya. Hidup ini penuh dengan ujian saudara, bahkan setiap saat kita ada dalam ujian. Banyak umat Tuhan yang tidak menyadari bahwa setiap tindakan, pilihan dan cara kita menjalani hidup, itu sangat menentukan kelulusan kita di mata Tuhan. Bahkan hal-hal kecil dalam kebiasaan dan pikiran kita, tugas-tugas sepele yang sering tidak kita hiraukan sampai pada masalah keuangan, pasangan hidup bahkan perkara besar yang banyak dicari dan dipandang orang, semua itu memiliki pengaruh besar dalam hidup kita. Bahkan dalam 1 Kor 10:31 dikatakan; “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Banyak umat Tuhan yang tidak menyadari hal ini sehingga gagal menanggapi maksud Tuhan.

Ada banyak respon saudara ketika seseorang berhadapan dengan ujian Tuhan, sebagian anak Tuhan selalu memilah-milih jenis ujian yang ingin mereka terima dan sebagian besarnya lagi selalu menolak dan berusaha menghindar dari ujian Tuhan. Banyak juga yang pesimis dengan kegagalan di ujian-ujian sebelumnya sehingga memilih untuk mundur dan tidak lagi mau diuji. Padahal, sebetulnya ujian-ujian tersebut dimaksudkan untuk membawa umat Tuhan naik lebih dewasa dan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dalam rencana Tuhan. Hanya sebagian kecil umat Tuhan yang menangkap hal ini dan memilih untuk menyelesaikan setiap ujian Tuhan. Bagaimana dengan kita saudara? Apakah kita hanya mau mengalami peningkatan dalam Tuhan tanpa mau diuji? Golongan umat Tuhan yang mana atau respon apa yang kita pilih saat Tuhan memperhadapkan sebuah ujian kepada kita? Pilihan kita akan sangat menentukan dalam perjalanan kekristenan kita.

Ini adalah hal yang sangat serius karena mau tidak mau, sadar tidak sadar, kita berada dalam sekolah kehidupan saudara. Akan ada banyak ujian yang kita hadapi dan kita tidak akan bisa “naik ke kelas yang lebih tinggi” dalam sekolah kehidupan, jika kita tidak pernah menyelesaikan ujian-ujian sebelumnya. Kita akan terus berurusan dengan kesabaran, penyerahan masalah keuangan, pengampunan, iman akan janji dan pemeliharaan Tuhan dan ujian-ujian lainnya, kalau kita tidak menyelesaikan ujian-ujian tersebut. Pilihlah yang tepat saudara, yaitu jalan yang sudah Tuhan siapkan untuk kita lalui meskipun itu akan berhubungan dengan berbagai ujian. Tetapi percayalah setiap ujian yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, itu baik bagi kedewasaan dan kemurnian rohani kita.

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.  (Ams 14:12)

Jangan sampai tanpa kita sadari kita sedang berjalan menuju kepada maut. Banyak umat Tuhan yang berusaha untuk menghindari ujian Tuhan dengan memilih jalan-jalannya sendiri. Banyak yang terjebak dalam rancangan-rancangannya sendiri, ambisi dan keinginannya sendiri tanpa melibatkan Tuhan dan berpikir bahwa itu adalah jalan yang sudah tepat, namun ternyata sedang berada di jalan yang salah. Mungkin tanpa kita sadari kita pun sering seperti itu tanpa melibatkan atau menanyakan rencana Tuhan, kita merasa jalan, rencana, keinginan kita sudah benar dan terbaik bagi kita. Begitupun dalam kerohanian dan pelayanan, banyak anak Tuhan perpikir sudah benar dan menyenangkan Tuhan dengan berbagai kesibukan pelayanan dan aktivitas rohani tapi ternyata tidak berkenan di mata Tuhan.

“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! “ Mat 7:22-23

Hati-hati saudara, jangan sampai kita salah memahami jalan/maksud Tuhan dalam pelayanan kita. Kadangkala kita terjebak dalam pemikiran yang keliru tentang pelayanan dan kahidupan rohani sehingga kita menjadi aktivis-aktivis rohani tetapi tidak dikenal oleh Tuhan. Berjalanlah dalam pimpinan Tuhan dan berusahalah dengan tekun untuk mengenali jalan-jalan, kehendak, isi hati Tuhan lewat hubungan pribadi yang dekat dan intim dengan Tuhan. Dalam Mzm 139:23-24 firman Tuhan berkata; “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Biarlah ini selalu menjadi doa kita saudara, untuk selalu mau dikoreksi; apakah yang kita sedang lakukan berkenan dihadapan Tuhan, merupakan jalan yang dari Tuhan atau tidak. Karena saat kita salah melangkah dan semakin jauh berjalan tanpa Tuhan maka kita pun akan semakin sulit untuk kembali. Selalu mau dituntun oleh Tuhan di jalan-jalanNya dan berbalik ke jalanNya saat kita salah melangkah.

 

Khotbah Ev. Christine Jedidah

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Evie Mehita – Generasi Akhir

Tuesday, 07 September 2010 by Tim

Tongkat Estafet Iman

(Agustus 2010)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Ibrani 11 berbicara banyak tentang iman, dan dijelaskan tentang warisan iman yang luar biasa. Namun seringkali kebanyakan orang sulit untuk bisa melihat dan mempercayai apa yang tidak kelihatan itu, manusia cenderung selalu melihat “casing” (apa yang terlihat oleh mata). Ada warisan iman yang sebetulnya Tuhan berikan dari zaman dahulu kala dari generasi ke generasi, mulai dari Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan yang lainnya. Sampai pada ayat 32 Paulus mengatakan tidak cukup waktu untuk menjelaskan satu persatu pahlawan-pahlawan iman yang ada di Alkitab. Di ayat yang ke 33-40 merupakan ayat yang cukup mengagetkan saya, bagaiman iman mempunyai kuasa yang luar biasa. Pada kesempatam kali ini saya akan menyoroti apa yang ditulis pada ayat 40b “…tanpa kita mereka tidak dapat sampai pada kesempurnaan”. Apa maksud dari ayat ini? Saudara, banyak hamba-hamba Tuhan yang mendapatkan bahwa kita ini adalah Generasi Akhir, kalau di gereja ini kita menyebutnya dengan Generasi Jawaban Doa (The Answered Prayer Generation), ada juga yang menyebutnya dengan Generasi Penuntas. Apapun sebutannya yang pasti kita memang adalah generasi akhir. Tanpa kita maka iman dari pahlawan-pahlawan iman yang terdahulu tidaklah sempurna.

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Christin Jedidah – Perkenanan Tuhan

Tuesday, 24 August 2010 by Tim

PERKENANAN TUHAN
(Juni 2010)

Pernahkah saudara merasakan kehilangan? Entah itu perhiasan berharga, barang, orang yang dikasihi  atau mungkin sesuatu yang tidak pernah dianggap berharga namun sangat terasa pengaruhnya saat kita menyadari sesuatu itu tidak ada lagi. Apapun bentuk kehilangan yang kita alamai itu pasti akan mempengaruhi kita dan kehilangan yang paling besar dan yang pasti akan sangat berdampak dalam hidup kita baik di masa sekarang maupun dalam kehidupan kekal nanti, yaitu saat kita kehilangan perkenanan Tuhan. Saat kita kehilangan perkenanan terhadap seseorang atau tidak suka (berkenan) dengan seseorang umumnya hubungan kita dengan orang tersebut akan menjadi renggang. Bukan karena Tuhan tidak lagi mengasihi kita, tetapi karena dosa membawa kita jauh terpisah dari Tuhan. Saat kita membuka diri bagi dosa kita sedang mendukakan Roh Kudus yang ada dalam diri dan setiap kali dengan sadar kita membiarkan dosa menguasai kita, tidak segera bertobat tetapi justru menikmati dosa maka kita akan kehilangan perkenanan Tuhan. Kehilangan persekutuan dengan Tuhan merupakan sesuatu yang sangat fatal dalam kehidupan kerohanian kita saudara. Yang lebih memprihatinkan, banyak anak Tuhan tidak menyadari bahwa dirinya sedang kehilangan perkenanan Tuhan karena ini banyak kali terjadi tanpa tanpa tanda-tanda yang mencolok, bukan sesuatu yang terlihat yang dapat diamati dengan jelas.

Kita harus berhati-hati saudara, karena semua kita membutuhkan perkenanan Tuhan dan saya percaya kita semua pasti ingin mendapatkan perkenanan Tuhan, ingin menyenangkan hati Tuhan. Tetapi banyak diantara anak Tuhan tanpa sadar hidupnya tidak lagi berkenan dihadapan Tuhan. Berbicara soal perkenanan kita pasti ingat bagaimana ratu ester memperoleh perkenanan raja. Pada waktu itu tidak semua orang bahkan tidak semua ratu di kerajaan memdapat perkenanan untuk menghadap raja jika tanpa perintah raja. Seseorang yang memberanikan diri menghadap raja tanpa dipanggil dan diperkenankan raja, siapapun termasuk seorang ratu, orang itu harus dihukum mati. Begitupun terhadap Tuhan, Allah kita memang pengasih dan penyayang, Dia Bapa yang baik dan Sahabat dan yang setia, namun Tuhan kita juga adalah Raja di atas segala raja. Dia layak dihormati dan menerima pengabdian kita. Untuk itu kita harus belajar bagaimana hidup dengan sungguh di hadapan Raja, jangan sampai perkenanan Tuhan, sang Raja, terhadap kita hilang saudara.

 

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Evie Mehita – Berapakah Nilai dari Yesus?

Friday, 30 July 2010 by Tim
Berapakah Nilai Dari Yesus ?
(Juli 2010)
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Pada ayat di atas, Tuhan mengumpamakan hal kerajaan surga seperti mutiara. Mengapa Tuhan mengupamakannya seperti itu? Kita akan belajar tentang latar belakang yang terjadi saat itu sampai Yesus menggunakan mutiara untuk mengumpamakan Kerajaan Surga.  Pada zaman dahulu mutiara tidak dibudidayakan sepert saat ini. Saat ini, orang dapat dengan cukup mudah menggunakan suatu teknik pembudidayaan mutiara, misalnya dengan memasukkan pasir ke dalam kerang sampai akhirnya menjadi mutiara. Pada zaman Yesus, sangat sulit untuk mendapatkan sebuah mutiara sehingga mutiara merupakan sesuatu yang sangat mahal dan berharga. Untuk mendapatkan sebuah mutiara, mereka harus mencarinya di laut lepas, seperti di Laut Merah dan mereka harus menyelam ke kedalaman lautan. Sedangkan pada zaman Yesus belum ada peralatan selam seperti sekarang. Bisa kita bayangkan betapa sulitnya dan berbahayanya untuk mendapatkan sebuah mutiara. Bisa dikatakan mereka mempertaruhkan nyawanya untuk dapat memperoleh mutiara yang bagus.  Mutiara yang mereka cari adalah yang sempurna dan yang sempurna itu bentuknya bulat, mulus, dan besar. Inilah suatu gambaran yang ingin Yesus sampaikan tentang hal kerajaan surga yang sangat berharga buat anak-anakNya. Kita akan melihat di ayat yang lainnya yang berbicara tentang ‘mutiara’.

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Christin Jedidah – Hak Kesulungan

Thursday, 08 July 2010 by Tim
HAK KESULUNGAN
(Juni 2010)

 

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar firman Tuhan tentang ‘hak kesulungan’. Karena ternyata banyak orang kristen yang kurang menghargai bahkan memahami betapa penting dan berharganya arti hak kesulungan dalam hidup mereka. Dalam Kejadian 25:19-34 diceritakan bagaimana Esau memandang rendah bahkan menjual hak kesulungannya kepada Yakub demi mendapatkan semangkok kacang merah. Apa arti sebuah hak kesulungan?? Hak kesulungan merupakan hak kepemimpinan di keluarga dan di ibadah. Menurut adat di Israel, hak kesulungan memiliki keunggulan sebagai berikut:

· memiliki hak kepemimpinan yang lebih dari yang lain
· memperoleh hak warisan dua kali lipat dari yang lainnya
· mendapat berkat dan kekuasaan yang lebih dari yang lain
Kita merupakan yang sulung dari semua ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita memiliki hak kesulungan secara rohani. Kita juga merupakan ahli waris dari tahta Kerajaan Allah karena kita anak-anak Allah (Roma 8:14-17).

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17)

 

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Evie Mehita – Bekal Untuk Perjalanan Hidup

Monday, 05 July 2010 by Tim
Bekal Untuk Perjalanan Hidup
(Mei 2010)

Kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang cukup panjang di bumi ini, banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan tersebut. Misalnya kita sedang melakukan perjalanan yang panjang sampai mungkin 1 minggu di hutan. Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan kita, mungkin kita bisa bertemu dengan binatang buas, bekal kita habis, kita tersesat dan banyak hal lain yang bisa terjadi. Demikian juga dengan perjalanan kita mengikut Tuhan. Di bumi ini kita seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan panjang untuk menyelesaikan suatu misi dan akhirnya kita kembali lagi ke rumah kita yang sesungguhnya yaitu surga.
Dalam menempuh perjalanan yang panjang kita pasti membutuhkan bekal untuk bisa menempuh perjalanan tersebut. Hari ini kita akan belajar tentang 9 bekal yang perlu kita miliki dalam menyelesaikan perjalanan kita.

1. Patuhi hukum kerajaan

Bekal yang pertama yaitu mematuhi hukum kerajaan Allah. Kita merupakan warga kerajaan Allah jadi kita harus mematuhi hukum/peraturan yang berlaku seperti halnya dengan kita sebagai warga negara Indonesia pasti harus mematuhi peraturan/hukum yang berlaku di negara kita. Untuk dapat menyelesaikan perjalanan kita di bumi dengan baik dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan maka kita harus mengikuti “aturan main” Allah. Contohnya: ketika kita main game pasti kita harus tahu aturan dan cara memainkannya supaya kita bisa menang. Kita harus tahu bahwa ternyata hukum Tuhan berbanding terbalik (berlawanan) dengan hukum dunia. Hal ini dapat kita lihat di Mat 7:13 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya…” Dari ayat tersebut, Tuhan memerintahkan kita untuk lewat pintu yang sempit. Pintu yang sempit pasti tidak enak, tetapi Tuhan berkata pintu yang sempit tersebut akan membawa kita pada kehidupan kekal. Sedangkan pintu yang luas itu yang lebih banyak disukai dunia. Oleh karena itu kita harus berjuang, memiliki daya juang yang besar dan tidak mudah putus asa.
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? “Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat (Lukas 13:23-24). Ada beberapa hukum kerajaan yang perlu kita ketahui:
· Repetence (pertobatan)
· Obedience (ketaatan), kita harus memiliki ketaatan kepada Tuhan dengan disertai sukacita, bukan ketaatan karena terpaksa. Karena firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang bersukacita dapat menanguung penderitaan. Firman Tuhan juga mengatakan bersukacitalah maka Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hatimu.
“…dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Mazmur 37:4)

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Christin Jedidah – Ciri-ciri Warga Kerajaan Allah

Thursday, 24 June 2010 by Tim
CIRI-CIRI WARGA KERAJAAN ALLAH (UCAPAN BAHAGIA)
(Mei 2010)

 

Kita akan sama-sama belajar apa yang firman Tuhan katakan tentang orang-orang yang diberkati yang merupakan ciri-ciri warga kerajaan Allah. Ucapan bahagia, dalam Mat 5:1-12 ini perikop yang sangat terkenal saudara. Dari literatur lain yang saya baca, perikop ini bukan hanya ucapan bahagia tetapi ternyata berbicara mengenai ciri-ciri warga kerajaan Allah. Dalam terjemahan bahasa Inggris, kata “berbahagia” di sini menggunakan kata “blessed (= diberkati)”, diberkatilah orang-orang yang mengalami apa yang disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:

Ayat 3: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kata “miskin di hadapan Allah” juga diterjemahkan sebagai miskin sebagai “miskin dalam roh (poor in spirit)” Miskin di hadapan Allah, bukan berarti kita menjadi orang yang miskin secara lahiriah dalam status sosial dan ekonomi kita. Miskin di hadapan Allah ini berarti kita memiliki roh yang selalu menginginkan Tuhan. Tidak pernah bisa merasa puas dengan kondisi rohani yang biasa-biasa saja, kondisi rohani yang sudah ada saat ini, tetapi selalu ingin mencapai tingkatan yang lebih lagi dalam pertumbuhan rohani. Ini juga bisa berarti suatu keadaan dimana kita, dengan sadar mengakui bahwa kita tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan, dipertahankan dan diandalkan selain Tuhan. Kebalikan dari kesombongan rohani yang selau merasa puas dan cenderung membanggakan diri. Tetapi kita juga perlu berhati-hati dengan sikap hati yang mengasihani diri dan merasa tidak bisa apa-apa, pemikiran dan sikap yang melemahkan hati ini sangat berbeda dengan “miskin rohani”. Mereka yang tidak lagi mempertahankan dan fokus dengan semua yang mengenyangan daging, tetapi lebih memilih untuk mengosongkan diri dan hanya puas dengan Allah dan apa yang dariNya, merekalah yang dikatakan akan mewarisi/memiliki kerajaan sorga.

 

(more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev.Evie Mehita – Lembah Patah Hati

Wednesday, 23 June 2010 by Tim
Lembah Patah Hati (Mei 2010)

 

Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
(Yes 31:4-5)

 

Pernahkah kita sadari kalau hidup kita ini dipertahankan “mati-matian” oleh Tuhan. Berapa kali mungkin kita sudah merasa hampir menyerah, kita jatuh, tetapi Allah selalu memberikan kekuatan dan kasihNya agar kita mampu bangkit lagi. Dia selalu mempertahankan setiap anak-anakNya, karena Dia adalah Bapa yang kekal buat kita. Ada suatu kisah nyata dimana suatu keluarga yang kaya dan memiliki seorang anak yang sakit parah. Orang tuanya dengan sekuat tenaga membiayai pengobatannya yang tidak murah sampai-sampai harta kekayaan mereka habis. Namun orang tua tersebut tidak putus asa, mereka terus memperjuangkan kehidupan anaknya. Jika orang tua didunia mempertahankan mati-matian kehidupan anaknya, apalagi Bapa Surgawi kita. Dia pasti akan mempertahankan anak-anak yang sangat dikasihiNya.

 

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari beberapa peristiwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk mempertahankan murid-murid yang dikasihiNya. Peristiwa ini terjadi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dimana Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya untuk menguatkan mereka supaya mereka tidak kecewa dan meninggalkan iman percaya mereka. (more…)

Read more
  • Published in Sermons
No Comments
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP