Khotbah Ev. Christin Jedidah : Apa Visimu?
Apa yang menjadi visi Tuhan dalam hidupmu? Apa yang menjadi visimu?
Visi adalah tujuan dari hidup kita. Dan visi terbaik adalah visi yang berasal dari Tuhan. Visi harus berasal dari Tuhan, suatu kerinduan yang muncul dari ditaruh Tuhan dalam hati kita.
Setidaknya sebulan sekali kita harus mengingat visi kita, apa yang kita perjuangkan. Kalau kita tidak memiliki visi, kita tidak memperjuangkan sesuatu. Hidup kita akan terasa biasa karena tidak ada yang kita perjuangkan atau kita memperjuangkan hal yang salah karena kita tidak menangkap visi Tuhan.
Kerinduan berbeda dengan keinginan, menjadi orang sukses, dapat nilai bagus, menjadi orang kaya bukanlah visi.
Sudahkah kita benar-benar menemukan puzzle demi puzzle gambaran utuh panggilan Tuhan dalam hidup dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan?
Yosua 1
Sampai generasi Musa, janji dan visi Tuhan belum berhasil digenapi, yaitu masuk ke tanah perjanjian Tuhan. Dari jaman Abraham sudah dibawa suatu perjanjian bahwa mereka akan menempati tanah perjanjian, hingga baru pada generasi Yosua, yang masuk tanah perjanjian.
Kita adalah generasi akhir, generasi jawaban doa. Kita harus tahu apa visi Tuhan dalam hidup kita, tanah perjanjian yang Tuhan sediakan untuk kita. Begitu luar biasanya visi Tuhan untuk generasi kita. Banyak visi Tuhan yang tertunda karena banyak anak Tuhan yang tidak mau mengerjakan visiNya.
Lihat keadaan sekeliling untuk mengetahui visi Tuhan. Di mana kita memiliki kerinduan. Seperti Mother Theresa, di mana ia ditempatkan, ia kerjakan dengan sepenuh hati. Kita seringkali lupa dengan visi Tuhan karena kesibukan kita.
Ayat 3
Segala sesuatu tidak harus langsung besar. Dari hal-hal yang kecil. Sebuah langkah kecil, jika terus melangkah, akan menjadi sebuah hal yang besar.
Sebuah komunitas yang baik, ada pemulihan, kebangunan, sebuah revival. Dan api revival itu akan menyebar ke sekitar.
Ayat 5
Ketika orang berjalan dalam panggilan Tuhan, ada kuasa dalam hidup kita.
Mencapai panggilan Tuhan memiliki tantangan-tantangan. Bangsa Israel melewati sungai Yordan, melewati kota Yerikho dengan temboknya yang besar. Tapi kuatkan dan teguhkan hatimu. Tuhan bahkan berkata 2x pada Yosua.
Berperang dengan iman! Bangsa Israel melewati tantangan-tantangan yang ada dengan kuasa Tuhan, dengan cara yang ajaib. Berdoa dan meminta tuntunan Tuhan, penyertaan Tuhan, Tuhan akan menyertai kita dengan caraNya yang tidak dapat kita pikirkan.
Dalam panggilan Tuhan, jangan menyimpang ke kanan ke kiri. Kita mudah untuk dicobai, sehingga kita jangan mencobai diri sendiri dengan melihat ke kanan ke kiri. Jangan tertarik pada yang lain. Segala hal yang kita lakukan dapat disamarkan untuk Tuhan. Oleh sebab itu butuh kemurnian.
