Khotbah Ev. Evie Mehita : Transformasi Hati
Bacaan : Mazmur 51:3-19
Hati dapat bertransformasi. Anak kecil memiliki hati yang murni, tapi ketika bertumbuh besar, hati dapat berubah. Tanpa hati yang hancur, tidak ada yang namanya REVIVAL, tidak ada yang namanya kebangunan. Hanya Roh Kudus yang dapat membuat hati kita bertransformasi. Roh Kudus dapat tinggal dalam hati kita, bukan hanya sekadar menyertai. Mana yang kita mau? Apakah kita mau Roh Kudus tinggal dalam hati kita atau menyertai kita saja?
Ada 3 macam hati :
- Hati Manusia Duniawi
Kata “kesalahan” yang digunakan Daud adalah avon (bahasa Ibrani = dosa kecenderungan).
Daud menuliskan kata kesalahan sebanyak 3 kali dalam Mazmur 51. Daud sadar akan kesalahannya dan tidak menutupi kesalahannya. Ia seorang raja, ia pasti malu, tetapi ia tidak menutupinya. Dan ia sadar kenapa ia berbuat dosa.
Hati manusia duniawi tidak dapat dihancurkan. Kenapa? Karena hatinya dilindungi oleh pembenaran diri. Banyak orang dapat mengaku di gereja bahwa hatinya milik Tuhan, tetapi sebenarnya ia belum diselamatkan. Hatinya tidak dapat dihancurkan.
Saat cinta mula-mula dengan Tuhan, kita memiliki logistik rohani yang baik, rajin komunitas, rajin beribadah, rajin berdoa. Tetapi strategi perang iblis adalah memutuskan jaringan logistik rohani, membuat kita tidak berdoa, entah karena capek, sibuk dan lain sebagainya. Akibatnya, kita mulai kompromi. Percuma kita ikut KKR, Retret, menangis dan lain sebagainya, tapi selesai semuanya, hati kembali dingin. Bahkan saat retret disentuh Tuhan, tidak dapat merasakan apapun karena hatinya sudah beku.
- Hati yang Bangun
Hati yang bangun adalah hati yang sadar dan bergumul dengan dosa-dosa, dengan kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Tidak hanya sadar, tetapi bergumul.
- Hati yang Hancur
Hati yang dipatahkan, hati yang mengalami pertobatan. Dipatahkan dari pembenaran diri sendiri, seperti Daud. Ketika ia tau ia salah, ia tidak membenarkan dirinya sendiri, tetapi BERBALIK dari dosanya. Dipatahkan akan cinta akan dosa. Jika hati tidak dihancurkan, kita tidak akan tahu isi hati kita, bisa berisi racun, bisa berisi kotoran-kotoran yang menjijikkan. Hati itu harus dihancurkan untuk dikeluarkan, dimurnikan, dibersihkan. Diperlukan kerelaan agar hati kita dapat dihancurkan, mengijinkan Tuhan untuk mengorek semuanya.
Hati yang hancur bukanlah hati yang lemah, bukan hati yang mudah untuk menangis.
