Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : The Gate of The Past
Pernahkah anda terkunci? Ketika kita terkunci, kita akan menjadi sangat gelisah dan takut. Sama halnya dengan kehidupan kita. Akan ada masa dimana kita mengalami kesukaran dalam hidup kita. Kita merasa tidak bisa bergerak dan semua jalan tertutup. Kita mengalami masa yang sulit sehingga kita bisa menjadi tawar hati. Mungkin kita berusaha berteriak kepada Tuhan atau kepada orang-orang di sekitar, namun tidak ada satupun yang menolong. Kita ingin mendobrak atau mencungkil pintu tersebut, namun tidak kunjung berhasil.
Seorang Daud pun pernah mengalami masa-masa yang sulit baginya. Ketika Saul hendak membunuhnya, dia ketakutan dan melarikan diri. Ketika Daud di Gat, dia bahkan berpura-pura gila supaya tidak dikenali oleh Raja orang Gat (1 Samuel 21:10 -15). Dulunya dia mengalahkan banyak musuh dalam peperangan, seharusnya dia bisa mengalahkan Raja orang Gat tersebut. Tetapi Daud sedang mengalami keletihan dan tawar hati, sehingga ia melakukan hal itu. Banyak dari kita yang terkunci dan kita tidak dapat keluar, kita bisa berlaku seperti Daud. Yang terjadi adalah kita menjadi depresi, takut dan melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan kita. Ketika Tuhan mengijinkan keadaan dalam hidup kita, seolah-olah pintu terkunci dan kita tidak bisa membukanya. Tetapi Tuhan berjanji, bahwa selalu ada jalan keluar bagi anak-anak Tuhan yang mengandalkan-Nya.
Daud mendapatkan kekuatannya kembali ketika dia melarikan diri ke gua Adulam. Dia melihat banyak orang yang memiliki kondisi yang lebih parah daripada dia. Dia kemudian berdoa dan mencari Tuhan. Siapa yang kita cari ketika kita mengalami masalah? Tuhan atau hal-hal lain yang seolah-olah mampu menjawab permasalahan kita? Tuhan haruslah menjadi yang pertama dan terutama dalam hidup kita.
Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: “Pergilah ke sana dan intailah negeri itu.” Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai. Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: “Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja.” Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.
Yosua 7:1-5
Mengapa ada pintu yang tidak bisa dibuka? Dosa yang membuat hidup kita tidak bisa disentuh lagi oleh Tuhan. Ayat di atas menceritakan murka Tuhan terhadap seluruh bangsa Israel karena ada seorang di antara orang Israel yang mencuri barang-barang yang dikhususkan. Tuhan memerintahkan kepada orang Israel untuk tidak mengambil barang-barang tersebut. Karena dosa seorang saja menjadi sebuah dosa korporat. Adakah itu terjadi dalam hidupmu? Seseorang melakukan dosa, seluruh keluarganya harus menanggung kekacauan akibat dosa yang telah dilakukan orang tersebut. Tetapi Tuhan rindu kita memiliki integritas untuk melawan dosa-dosa kita dengan kekuatan Roh Kudus, supaya jangan orang lain menerima akibat dari dosa yang kita lakukan.
Di dalam kitab Yosua, diceritakan Yosua memerintahkan pengintai-pengintai untuk mengintai Ai. Tuhan memerintahkan seluruh bangsa itu untuk pergi ke Ai dan melawan mereka. Tetapi pengintai-pengintai itu meremehkan orang-orang Ai karena jumlahnya yang sedikit. Mereka meminta Yosua hanya mengerahkan 3000 orang saja untuk berperang melawan orang-orang Ai. Bangsa Israel kemudian melarikan diri dari negeri itu karena 36 orang dari mereka mati dalam pertempuran, dan mereka pun menjadi tawar hati. Karena seringnya mereka memperoleh kemenangan dari peperangan-peperangan yang sebelumnya, mereka meremehkan musuh mereka. Mereka berpikir bahwa Tuhan yang membela mereka. Padahal mereka sendiri yang tidak taat kepada perintah Tuhan. Inilah yang membuat pintu tidak bisa dibuka; kita menganggap remeh musuh kita. Sekali saja kita tidak taat pada Tuhan, kita akan bisa mengalami kekalahan.
Tawar hati bisa terjadi dalam hidup kita. Mungkin kita mengusahakan sesuatu dan selalu gagal, atau kita mengerjakan sesuatu yang selalu salah. Apa masalahnya? Karena kita seringkali mengandalkan diri sendiri dan tidak mengindahkan suara Tuhan dalam hidup kita. Suara Tuhan itu penting, karena itulah yang menjadi terang bagi jalan kita. Kita juga jangan hanya mengikuti keinginan kita sendiri atau mungkin hanya mengikuti apa yang sekeliling kita katakan. Mari kita ikuti apa yang Tuhan katakan.
Yosua menyesal dan frustasi karena kekalahannya melawan Ai. Dia mengoyakkan jubahnya dan sujud ke tanah. Dia mengalami tawar hati dan takut. Karena sebuah berita kekalahan mengalahkan seribu berita kemenangan. Kita belajar dari Daud dan Yosua, bahwa mereka tidak bisa membuka pintu gerbang kemenangannya karena mereka tawar hati. Disaat mereka tawar hati, mereka mulai memikirkan diri mereka sendiri. Mereka mulai mengasihani diri mereka.
Tuhan berkata kepada Yosua, “Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhusukan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapai musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab itu mereka dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu.”
Yosua 7:10-12
Satu-satunya jalan untuk kita keluar dari pintu yang tertutup adalah kita mengoyakkan jubah kita. Kita mohon ampun kepada Tuhan dan mengerjakan apa yang Tuhan mau. Dia adalah Tuhan yang mendengar dan mengampuni kita. Dia Tuhan yang tidak pernah lupa dengan perbuatan tangan-Nya.
Kegagalan kita seringkali karena kita memiliki keterikatan dengan hal-hal tertentu. Apa yang membuat kamu gagal? Buang semua keterikatan kita. Ketika kita seringkali lebih mempercayai buku-buku motivasi daripada Firman Tuhan, itulah yang menghambat hubungan kita dengan Tuhan. Buku-buku tersebut hanyalah buatan manusia, tetapi Alkitab adalah buatan Tuhan yang dapat kita percaya. Mari kita jangan gantungkan diri kita dengan buku-buku yang menyenangkan daging kita saja, tetapi sebaliknya, kita perlu senantiasa merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.
Apa kondisi kita saat ini? Apakah kita sudah menjadi letih dan terpukul seperti Daud? Jika hari ini ada pintu-pintu yang tertutup bagi kita, Tuhan sanggup membalikkan keadaan kita. Mari kita ikut ajaran Firman Tuhan yang benar. Ketika kita menerima Yesus secara pribadi dengan sungguh-sungguh maka Tuhan bertanggungjawab dengan seluruh keselamatan kita. Ia akan bekerjasama dengan roh kita yang rela untuk bersama-sama mempertahankan dan menjaga keselamatan yang sudah pasti menjadi milik kita.
Seperti seorang Samaria yang baik hati, dia menolong seorang yang dipukuli. Dia merawat orang tersebut dan mencukupkan setiap kebutuhan orang tersebut sampai dia sembuh. Seperti itulah Tuhan. Dalam setiap masa, Tuhan selalu memegang tangan kita. Kalau kita menerima Yesus dengan sungguh-sungguh, kita akan menemukan harta yang tersembunyi, yaitu Tuhan sendiri. Kita akan menganggap Yesus yang berharga dan mengasihiNya. Kita akan memperjuangkan segala sesuatu yang memisahkan kita dari Dia.


