SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Menjadi Orang Bebal!
26 June 2026

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Menjadi Orang Bebal!

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Menjadi Orang Bebal!

by Renee / Monday, 03 October 2016 / Published in The Shepherd's Voice

Bacaan : Amsal 19:3, Amsal 19:11, Amsal 19:17, Amsal 19:21-22, Amsal 19:27, Amsal 21:1-2

“Lebih baik bertengkar dengan beruang betina kehilangan anak daripada bertengkar dengan orang bebal”, demikian kata alkitab. Orang bebal merasa penuh hikmat, tetapi hikmatnya berasal dari pengertiannya sendiri. Orang bebal suka memimpin dan mengajar, tetapi tidak mau untuk dipimpin dan diajar.

Orang bebal suka memakai topeng. Berbeda tempat, berbeda perilaku. Seolah-olah berpengertian dan cinta Tuhan, menjadi seorang yang penurut, tetapi diluar itu “mengomel”, membicarakan pemimpin, membicarakan perintah, bergosip, merasa pemimpin salah. Orang bebal mempertanyakan kehendak Tuhan dan membolak-balikan kata.

Pemimpin adalah utusan Tuhan. Pemimpin mengerti keadaan kita. Tidak ada pemimpin yang senang ketika anaknya jatuh. Banyak orang yang dididik dan kemudian berkata “iya”, namun di belakang berkata lain.
Jangan pernah memakai topeng, karena orang benar pasti dibela Tuhan.

Jika tidak setuju dengan pemimpin, berdiskusi. Tidak membicarakan di belakang. Jangan menghakimi karakter orang, tetapi hakimi dosanya.
Respon hati pada awalnya mungkin tidak baik, namun berubah ketika dikoreksi oleh Tuhan.

Gereja seharusnya mendidik dan mengajar, mempersiapkan jemaat untuk menyambut Tuhan yang kedua kali. Ketika gereja menjadi diam dan tidak mengoreksi, gereja menjadi tidak benar.

Pada Matius 16:15-17, Petrus disanjung Tuhan karena hanya dia yang mengerti. Petrus disebut orang berpengertian. Tetapi, pada pasal yang sama, yaitu di ayat Matius 16:22, Petrus tidak mendapat pujian tetapi teguran yang keras.
Petrus memiliki 2 pikiran, yang pertama berasal dari Kristus, sedangkan yang kedua berasal dari iblis.

Ketika kita tidak bisa menguasai pikiran kita, sebenarnya kita telah dikuasai iblis. Damai sejahtera dari Kristus akan jauh. Pikiran kita tidak mengerti kehendak Tuhan. Tapi Tuhan rindu kita mendapat sejahtera. Tuhan rindu untuk menolong setiap kita.

Orang bebal suka mencari-cari masalah. Sesuatu hal yang tidak perlu menjadi masalah, dipermasalahkan.

Yoel 3:9-10
Setiap kita sedang dipersiapkan Tuhan untuk menjadi pahlawanNya. Topeng-topeng yang kita gunakan akan menghalangi Tuhan untuk mengoreksi kita. Lebih baik kita dikenal sebagai orang yang tidak benar dan mau dibenarkan daripada menadi orang yang benar, tetapi hanya topeng.

Berhenti bergosip karena gosip menghalangi berkat Tuhan turun atas kita.

  • Tweet
Tagged under: Daniel Hadi Shane, lifestyle, Manusia Baru, pemulihan

About Renee

What you can read next

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sikap Hati
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sampah Rohani
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Masa Padang Gurun

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP