Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sumur Yusuf
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Mazmur 24:1-5
Yesus harus naik ke surga agar Roh Kudus dapat hadir. Tidak ada kasih dari Tuhan yang diawali dari sebuah dosa. Kasih yang diawali dengan dosa bukanlah kasih dari Kristus melainkan dari hawa nafsu yang menghancurkan manusia.
Tuhan mengutus kita untuk menjadi saksiNya. Ia mengutus kita bukan ke tempat yang enak, tetapi ke kawanan serigala. Karena itu kita harus menjadi saksi dan terang, mempertahankan iman dan melipat gandakan iman kita. Tuhan tidak menempatkan kita di kondisi yang mudah. Jika kita ditempatkan di posisi yang mudah, maka isi ayat Matius 10:16 tersebut salah. Anak Tuhan tidak dipersiapkan untuk mengalami berkat saja, tetapi juga untuk menderita seperti Dia.
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Matius 10:16
Seorang peramal terkenal yang bernama Nostradamus adalah seorang yang bisa melihat masa depan. Ia bukan seorang nabi, tetapi ia merupakan keturunan bangsa Israel. Di akhir hidupnya, ia berkata “saya perlu Tuhan, saya mau menerima Tuhan“. Artinya, ketepatan-ketepatan dalam ramalannya yang begitu spektakuler akan percuma tanpa Kristus di dalamnya. Kita harus belajar untuk membedakan bagaimana cara kedatangan Tuhan kedua kalinya. Jika tidak, kita akan teperangkap dalam hal yang mengerikan.
Banyak anak Tuhan yang bahagia dengan penjara-penjara yang iblis tempatkan. Bagi seorang kelainan penyuka sesama jenis, akan senang berada di penjara karena mereka akan selalu bersama-sama. Betapa mengerikannya ketika penjara tidak lagi menjadi suatu hal yang mengerikan.
Iblis mempengaruhi kita tetapi itu belum menjadi dosa ketika kita tidak melakukannya. Keputusan kehendak bebas kitalah yang menentukan dosa kita. Roh Kudus ditanamkan dalam hati setiap orang percaya untuk menyadarkan kita akan dosa. Tuhan pasti memperlengkapi kita menjadi saksiNya.
Yusuf adalah seorang yang congkak. Ketika ia menceritakan mimpinya, ia menanamkan bara api di hati saudara-saudaranya. Kemudian ia dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, saudara-saudaranya. Ia dimasukkan dalam sebuah sumur kering. Sumur kering itu tidak dapat dihindari, tetapi itu hanya sementara. Di sanalah Yusuf merenungi dan melonggarkan patok-patoknya.
Tali-talimu sudah kendor, tidak dapat mengikat teguh tiang layar di tempatnya, tidak dapat membentangkan layar. Pada waktu itu orang akan membagi-bagi rampasan banyak-banyak, dan orang-orang lumpuh akan menjarah jarahan.
Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: “Aku sakit,” dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya.
Yesaya 33:23-24
Ketika kita ditempatkan seperti domba di tengah serigala, kita akan diperlengkapi untuk melawan serigala itu. Jangan hanya jago kandang, tetapi berani untuk keluar. Tuhan memberikan hikamt dan marifat, tetapi kita harus bekerja. Jika kita tidak bekerja, iman tidak bekerja sehingga hikmat dan marifat tidak bekerja.
Sumur Yusuf dipekenankan Tuhan untuk mengendorkan prinsip-prinsip dunia dan digantikan dengan prinsip Tuhan. Bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
Gereja tidak memiliki pengusaha lebih dari 5. Tetapi jika gereja tidak mau bertindak dan hanya berdiam diri, tidak menggantungkan diri di hadapan Tuhan, bagaimana mungkin bisa menjadi seperti sekarang ini. Bisa memiliki sekolah, memiliki banyak hal. Semua ada karena kita menggantungkan diri kita pada Tuhan. Di saat kita terdesak, di sanalah kita harus menyerang. Apa ikatan penjara kita? Ingin cepat kata? Materialistis? Cinta yang salah? Kalau tidak ada tindakan apapun, tidak ada perlawanan, kita tidak akan pernah bisa keluar dair penjara. Yusuf diam di dalam penjaranya. Menggantungkan diri sepenuhnya pada Tuhan untuk menjalani hidupnya.
Jangan batasi mimpi Tuhan dengan ketakutan kita.
Jalan yang dimudahkan tidak selalu dari Tuhan, bisa jadi dari iblis. Karena mungkin iblis membuat jerat-jerat untuk kita. Jika ada raksasa-raksasa dalam jalan kita bukan berarti juga dari iblis. Jalan dari Tuhan bukan selalu jalan yang enak, bisa berbatu-batu dan berkelok-kelok tetapi berujung pada jalan lurus menuju surga.
Wahyu 13:1-10 berisi peringatan-peringatan. Pemuja-pemuja setan diberikan kekuatan dan kuasa dan menghimpit pemuja-pemuja Tuhan. Pada saatnya kelak, kita tidak dapat memilih untuk bebas. Kita butuh iman dan ketabahan. Tuhan memberikan kita jaminan untuk masuk surga, tetapi kita harus percaya kepadaNya. Waktu Tuhan sudah semakin dekat.
Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”
Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
Wahyu 13:1-10

