Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sumur Yusuf
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Mazmur 24:1-5
Yesus harus naik ke surga agar Roh Kudus dapat hadir. Tidak ada kasih dari Tuhan yang diawali dari sebuah dosa. Kasih yang diawali dengan dosa bukanlah kasih dari Kristus melainkan dari hawa nafsu yang menghancurkan manusia.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Batu Penyusun
“Ah ini sudah hari Minggu, waktunya ke gereja“
Seringkali kita ke gereja hanya sebatas rutinitas. Ada beberapa orang yg tidak ke gereja dengan alasan tidak bisa bangun pagi, capek dan lain sebagainya. Sebenarnya apa makna kita ke gereja dan berjemaat?
Efesus 2:19-22 mengingatkan kepada lagu lama dengan lirik “gereja bukanlah gedungnya…”
Benar, gereja bukanlah tentang gedung, gereja adalah kita semua. Tetapi gereja bukanlah diri kita pribadi sehingga kita bisa berkata “saya adalah gereja, saya tidak perlu ke gereja karena saya adalah gereja itu“.
- Published in Sermons
Pesan Bapak Gembala 2008
“Beberapa waktu lalu ketika saya sedang memuji Tuhan, tiba-tiba Bapa membawa saya ke kebun buah-buahan. Ya, Bapa senang menunjukkan sebuah penglihatan, saya melihat sinar matahari yang menyinari benih, petani yang menitikkan air mata dan belalang perusak.
Benih berbicara tentang visi. Saya percaya tanpa kematian dan penyerahan, visi tidak mungkin menjadi kenyataan. Kematian, salib adalah langkah penting dalam lahirnya sebuah visi yang akan mengguncangkan dunia.
Air mata berbicara tentang tanah hati kita, seberapa sering hati kita dilembutkan dengan air mata kita. Ya, air mata karena kerinduan akan kebangunan rohani. Kerinduan supaya semua orang mengenal kasih Kristus, seperti kerinduan seorang bapa yang menantikan kedatangan anaknya yang terhilang lama.
Belalang perusak berbicara benih-benih dari si jahat, roh kekecewaan, roh gosip, roh kenajisan. Sahabat, pernahkah kita tahu, secara tidak sadar kitalah yang menjadi belalang tersebut? Bagaimana tumbuhan bisa berbuah, bagaimana gereja bisa berdampak, kalau belalang perusak itu masih ada di dalam hati kita? Ketidak puasan, kekecewaan yang tidak segera diberikan kepada Bapa untuk dihancurkan. Kalau kita kecewa dengan tema, sahabat, bahkan pemimpin kita janganlah menimbulkan akar pahit yang meracuni semua orang dengan pikiran kita yang sedang tercemar.
Sinar matahari berbicara tentang kasih Kristus. Kehangatan dari cinta-Nya akan memberikan energi pertumbuhan untuk benih dan petani. Dan energi cinta-Nya membuat belalang perusak itu pergi dari hati kita untuk selamanya.
Ketika penglihatan ini selesai, Roh Allah dalam diri saya begitu membakar hati saya dan memutuskan untuk memberikan semua waktu saya untuk-Nya. Tuhan Yesus menjanjikan benih visi di tempat ini, dengan air mata kerinduan akan menjadi kebun buah-buahan yang lebat, yang berdampak dan dikunjungi banyak orang, bahkan dibagikan ke semua bangsa. Menjadi sebuah gereja yang Rasuli, Rahmani dan Rajani, itulah yang harus terjadi di gereja ini.
Rasuli (Mercy) berbicara penjangkauan, penginjilan dan pendirian gereja-gereja hati yang baru (tidak sekadar bangunan).
Rahmani (Movement) adalah pusat dari kemurahan, anugerah, itu ada di tempat ini, yang memampukan kita mencapai semuanya.
Rajani (Miracle) adalah dampak yang luas pada dunia yang membuat semua bangsa mengenal kuasa-Nya. Rajani berbicara karakter dan kualitas yang luar biasa.
Selamat datang pembaharuan visi di Christ Mercy Center, tetap tinggal dalam kemurahan-Nya, bergerak dalam kegerakan yang dasyat di gereja ini”
Ps. Daniel Shane
- Published in The Shepherd's Voice
Heart Of Worship
Kita dapat memuji siapapun tapi tidak dapat menyembah kepada siapapun.
Apakah artinya hati yang menyembah? Seringkali kita mendengar bagaimana kita menyembah Tuhan dengan menyanyikan lagu-lagu penyembahan yang syahdu, lambat dan penuh penghayatan.
Penyembahan seringkali diartikan kita mengucapkan haleluyah.. halleluyah setelah lagu penyembahan berakhir atau penyembahan diartikan apabila kita berbahasa roh.
Yohanes 4:1-23
Dalam ayat ini dikatakan Allah mencari penyembah-penyembah yang BENAR yang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Jadi ada penyembah yang tidak benar.
Bapa mencari penyembah-penyembah (YANG BENAR) (Yoh 4:23)
Bagaimanakah penyembah yang benar itu?
- Published in Sermons
![ONKVWP1 [Converted]](https://lama.grahacmc.org/wp-content/uploads/2017/07/ce-tin-10-juli-460x260_c.jpg)


