Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : KebangkitanNya dalam Kita
Bacaan: 1 Korintus 15:12-22
“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.” (1 Kor 15:21)
Yesus sudah mati dan bangkit untuk kita semua. Apakah kita sudah menjadi saksiNya yang menceritakan kebaikanNya? Ketika kita menyatakan kebenaran, mungkin akan ada banyak orang yang berkomentar, memfitnah, tidak terima, bahkan menjatuhkan kita. Tetapi jangan terpengaruh dengan kata-kata orang lain.. kita tidak boleh takut menceritakan kebenaran! Kita perlu memiliki kuasa kebangkitan Kristus dalam hidup kita.
Orang benar tidak mungkin mengeluarkan sesuatu yang tidak benar
Jangan baper dengan apa yang orang lain katakan kepada kita. Itu adalah senjata Iblis untuk menjatuhkan kita. Jangan mau diintimidasi perkataan anak-anak rohani kita yang berkata, “kamu munafik… kamu masih berdosa.. dsb.” Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang merasa bersalah, dan berusaha menanamkan rasa bersalahnya kepada orang lain. Tetapi anak-anak Tuhan tidak mudah dilemahkan hanya dengan kata-kata orang seperti itu.
Justru kalau kita difitnah dan dicemooh saat kita melakukan kebenaran, saat itu kita sedang dimurnikan dan kita sedang menuju ke next level dalam hidup kita.
Jangan Berprasangka kepada Tuhan
Belajarlah tidak salah sangka dengan kerinduan Tuhan dalam hidup kita. Prasangka kita bisa membatasi kasih Tuhan mengalir dalam hidup kita. Ketika kita mengalami lembah-lembah dalam hidup kita, kita bisa berprasangka kepada Tuhan; kita berpikir bahwa Tuhan jahat dan tidak adil. Tetapi kita tidak tahu apa yang ada di baliknya.
Tuhan ijinkan peristiwa-peristiwa terjadi dalam hidup kita, bukan karena Dia tidak sayang kepada kita, tetapi supaya kita menjadi orang-orang yang kuat; menjadi orang yang semakin diubahkan dan disempurnakan di hadapan Tuhan.
Jadilah setia, karena kesetiaan itu mahal harganya
Tuhan mencari orang-orang yang setia di akhir jaman ini. Jadilah pahlawan Tuhan yang bangkit. Jangan gentar, ceritakan kuasa kebangkitanNya kepada semua orang! Dia sudah membayar kita dengan darahNya yang mahal.. dosa-dosa kita sudah disucikan sejak kematianNya di kayu salib. Inilah saatnya kita membalas semua pengorbananNya. Pakai semua yang ada padamu untuk kemuliaan nama Tuhan.
Hanya dengan kebangkitanNya dalam kita yang sanggup menggerakkan kita untuk menjadi saksi-saksi yang bangkit bagi Kristus.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Selesaikan Jalan Salibmu!
Bacaan : Matius 19:27-30
Via dolorosa/ jalan salib adalah bagian kehidupan yang harus kita jalani. Ini adalah sebuah perjalanan kita menuju “Golgota”, menuju ke bukit kemenangan kita. Dalam perjalananNya, Yesus banyak bertemu dengan orang-orang yang mengkhianati, menyangkali, dan menghinaNya. Demikian juga dengan kita yang menjalaninya. Kita akan banyak berjumpa dengan orang yang tidak sepaham dengan kita.
Ada 3 roh yang harus kita waspadai :
- Roh Yudas – Kelihatannya setia, sepertinya mencintai, tetapi mengkhianati (Matius 26:47-50)
- Roh Petrus – Seperti Petrus: setiap hari bersama Yesus, hidup bersama Yesus, tetapi menyangkali Yesus saat Dia mengalami masa sukar
- Roh Pilatus – Hidup berdasar opini orang
Hati-hati dengan Roh Pilatus! Dalam kita menjalankan visi dalam Tuhan, tidak smua orang akan sepakat dengan kita. Di jalan salib menuju kepada bukit kemenangan kita, kita akan dikasihani oleh orang-orang terdekat Kita. Maria menangis sepanjang perjalanan Yesus memikul salibNya. Tapi Yesus tetap berjalan menyelesaikan perjalanan salibNya. Dia berjalan karena kehendak Bapa, Dia tahu di depanNya ada kemenangan yang sedang menantiNya.
Jalani dan selesaikan perjalananmu sampai selesai! Kita hidup bukan karena apa kata orang; Kita hidup oleh perkataan Tuhan.
Mari kita hidup dan bergerak dalam kebenaran Tuhan.
Dalam perjalanan Yesus memikul salib, Tuhan mendatangkan Simon dari Kirene untuk membantuNya; demikian juga dengan kita. Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita. Dia akan memberikan penolong untuk menolong kita menghadapai kesusahan yang ada di depan kita.
Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita.
Yesus sudah menyelesaikan Via Dolorosa-Nya dengan baik; Dia mencapai kemenanganNya. Kita juga bisa mencapai kemenangan kita! Fokus dengan perkataan Tuhan, dan jangan bertindak hanya karena opini orang.
Saat ini adalah kesempatan emas untuk kita membalas apa yang Tuhan berikan kepada Tuhan. Jangan berhutang sama Tuhan. Layanilah Tuhan, jalani Via Dolorosa-mu dan dapatkan kemenangan kekal bersamaNya!
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Aku Hidup oleh Perkataan-Mu
“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engaku diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12: 5-6)
Tuhan adalah Bapa yang mengasihi kita. Dia juga adalah Tuhan yang rindu mendidik kita. Tuhan mendidik orang-orang yang diakui-Nya sebagai anak. Apa reaksi kita ketika dididik Tuhan? Berbahagialah karena jika kita dididik Tuhan, artinya kita masih diakui sebagai anak oleh Tuhan.
Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain melihat anak-anak mereka melakukan kebenaran.
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. (3 Yohanes 1:4)
Fungsi Bapa adalah mendidik dan menyesah anak-Nya. Bapa rindu memukul kita dengan kebenaran. Di akhir jaman, ada begitu banyak Injil-Injil palsu. Karena itu, kebenaran harus terus diwariskan kepada anak-anak kita, sehingga kita tidak disesatkan oleh rupa-rupa pengajaran. Untuk itu, kita perlu rela untuk dibentuk dan dimurnikan oleh Tuhan sehingga hidup kita akan dapat dipakai oleh Tuhan. Dan marilah kita menjadi orang-orang yang mau berkata: “Hidupku karena perkataanMu, bukan kata orang lain.”
Tuhan Menikmati Penyembahan Kita
Penyembahan adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Itu adalah ungkapan cinta kita kepada Tuhan. Seseorang yang tidak memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu kepada orang yang dikasihinya, tentu saja diragukan: apakah dia sungguh-sungguh mencintai atau tidak?
Cinta itu berat. Cinta itu butuh pengorbanan, dan jatuh cinta adalah hubungan pribadi yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain. Dan jika kita mencintai Tuhan, maka kita akan menyembah Dia dengan sepenuh hati.
Mirisnya, banyak orang yang meninggalkan gereja hanya karena alasan “Aku tidak bisa menikmati penyembahan di tempat ini.” Lantas, sebenarnya untuk siapa penyembahan kita? Sesungguhnya yang berhak menerima dan menikmati penyembahan kita adalah TUHAN.
Seringkali kita sebagai manusia menilai apa yang kita lihat. Ketika melihat orang yang memuji Tuhan dengan meneteskan air mata, kita menganggap bahwa dalam penyembahannya ada hadirat Tuhan. Padahal penyembahan yang dikagumi oleh Tuhan bukan hanya milik orang yang menyembah dengan berurai air mata; Tuhan lebih tertarik dengan hati kita. Tuhan yang menilai setiap cinta dan pengorbanan kita.
Manusia melihat rupa, tetapi Tuhan melihat hati
Seperti seorang janda miskin yang memberikan yang ada padanya. Sekalipun ada orang kaya yang memberikan persembahan yang nampaknya sangat banyak, namun Tuhan memuji janda ini daripada orang kaya itu, karena dia memberikan yang terbaik untuk Tuhan; Ia korbankan apa yang ada padanya untuk diberikan kepada Tuhan.
Hubunganmu dengan Tuhan adalah urusanmu dengan Tuhan. Sama seperti orang yang jatuh cinta, ekspresikan cintamu kepada Tuhan. Jangan biarkan penilaian orang menjatuhkan dirimu, karena Tuhan yang menilai semuanya.
Bapa rindu Kita mengerjakan kerinduanNya
Tuhan rindu kita menjadi gereja yang hidup. Seperti jemaat mula-mula yang memecahkan roti dan bersatu, mereka menceritakan Injil Kristus yang sejati tanpa iming-iming kekayaan, tanpa iming-iming kenyamanan. Maukah kita menjadi gereja yang hidup itu? Kita hidup dalam kebenaran dan menceritakan kebenaran yang sejati itu kepada banyak orang.
Apakah kita seperti Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus? Petrus adalah orang yang menyangkal, bahkan menghujat Yesus. Ketika dia sadar akan kesalahannya, dia bersembunyi dari Yesus. Tapi Yesus datang memanggil dia dengan namanya. Sama halnya dengan kita; Mungkin kita berdosa dan terikat, tetapi Tuhan sedang memanggil kita.
Seberapa parahnya dosa dan kesalahan kita, Tuhan masih mengasihi kita, dan selalu ada harapan untuk pulang ke rumah Bapa.
Berapa banyak kita masih hidup terikat dengan dosa? Ayo kita bangkit! Kita diciptakan segambar dengan Tuhan. Roh Tuhan dalam diri kita jauh lebih besar untuk melawan dosa-dosa kita.
Tuhanlah yang menilai hidup kita. Karena itu janganlah kita hidup hanya dari penilaian manusia semata. Biarkan Tuhan yang menikmati setiap penyembahan dari hidup kita.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Iman dan Kasih Karunia
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Efesus 2:8
Kata “iman” di sini adalah pistis.yang merupakan sebuah kata kerja (verb). Artinya kita diselamatkan juga oleh tindakan percaya. Orang yang mendapat kasih karunia tapi tidak melakukan tindakan kasih dan imannya pada Tuhan, itu sama dengan bohong.
Ada kata kerja, ada tindakan.
Tunjukkan iman dan kepercayaan kita kepada orang di sekitar kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan iman kita. Kerinduan TUHAN adalah pergi dan jadikan semua bangsa muridNya. Biarlah hidup kita dapat menjadi saksi di lingkungan sekitar kita.
Kita seringkali mencari pembenaran dari apa yang terjadi dalam hidup kita. Kita membaca buku lalu menandai setiap quotes yang sesuai dengan hati dan keadaan kita. Misalnya kita sedang terluka karena dikhianati sahabat, kita menandai quotes yang mendukung perasaan terkhianati kita. Hey! Firman Tuhan bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Hidup kita adalah untuk kemuliaan Tuhan.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Matius 6:2
Berapa banyak waktu yang tersisa untuk kita mempersiapkan diri kita untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan? Mari ceritakan Yesus karena kita sudah mendapatkan kasih karunia. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kasih karunia tanpa tindakan bukanlah kasih karunia yang sejati.
Tipu daya iblis
- Hanya kata-kata
Orang yang lapar akan menjadi lebih sensitif, lebih mudah marah, sangat peka dengan keadaan. Tetapi banyak orang yang mengatakan bahwa mereka lapar akan Tuhan, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda demikian, tidak peka dan tidak terlihat benar-benar merindukan Tuhan. Kata-kata yang keluar hanya sekadar kata-kata. Kita belajar untuk menjadi pelaku firman, bukan cuma kata-kata. - Ketidakpercayaan pada pemimpin
Ada suatu waktu ketika orang bercerita pada pemimpin tentang dosanya, contohnya ia seorang gay, kemudian dia berpesan “jangan bilang siapa-siapa”. Kemudian ada orang lain yang mengajak dia untuk pergi bersama dan menginap sekamar berdua. Tentu saja sebagai gembala yang mengetahui hal yang akan mencobainya melarang mereka berdua. Gembala tidak bisa menyebutkan alasannya karena telah berjanji tidak mengatakan pada siapa-siapa. Lalu membuat orang yang tidak mengetahui ini marah-marah dan kecewa seakan gembala tidak memiliki kasih. Betapa sering kita dijebak oleh kata-kata. Menggunakan kata-kata “jangan bilang siapa-siapa”, iblis membuat perpecahan pada anak2 Tuhan. Kita harus belajar percaya pada pemimpin. Pasti ada alasan mengapa pemimpin melarang ini dan itu.
Berhenti juga untuk kepo, tapi bukan berarti tidak peduli. Ketika kita bertanya hanya untuk memuaskan rasa penasaran kita, itu adalah kepo. Tapi kalau kita bertanya dan ditindaklanjuti dengan suatu tindakan, itu peduli.
Kita sering kepo dengan keadaan orang lain. Setelah kita tahu keadaan orang tersebut, itu menjadi panah dalam pikiran kita. “kenapa dia bisa seperti itu” dan lain sebagainya. Lalu kita menjadi kecewa juga kepada orang lain dan bahkan pada Tuhan. Kalau rasa ingin tahu kita membuat kita terpanah-panah, sebaiknya kita berhenti.
Iblis juga sering menjebak anak-anak Tuhan dengan kata-kata “kamu tidak dibutuhkan, biar mereka saja, bukan tanggung jawabmu” dan lain sebagainya. Hati-hati dengan panah iblis, tentu saja kamu dibutuhkan untuk pelebaran kerajaan Tuhan.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sibuk vs Produktif
“Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Markus 4:25)
Firman Tuhan ini berbicara tentang produktif. Banyak anak Tuhan terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka sibuk tetapi sesungguhnya mereka tidak produktif. Hati-hati! Jika kita seolah-olah kita bekerja penuh di ladang Tuhan, mengerjakan segala sesuatu, tetapi sesungguhnya hasilnya tidak ada. Banyak orang yang terjebak di dalam “tidak tahu apa yang harus dilakukan” dan tidak memiliki tujuan di dalam hidupnya. Orang sibuk bisa saja seolah-olah memiliki tujuan hidup. Tetapi hasilnya tidak kunjung jelas dan tidak memiliki arah. Orang sibuk melakukan hal ini dan itu, tetapi tidak tidak ada perencanaan sama sekali.
Orang-orang sibuk dalam Firman Tuhan seringkali digambarkan seperti “Marta”. Ketika Yesus menyampaikan pengajaran, dia sibuk menyiapkan segala sesuatu, sehingga tujuan pemberitaan itu menjadi gagal dalam hidupnya karena dia terlalu sibuk.
Komitmen
Orang sibuk memiliki banyak komitmen yang berhubungan dengan orang banyak / banyak hal. Orang produktif sulit memiliki komitmen, tetapi sekali dia berkomitmen, dia akan mengerjakannya.
Time Management
Orang sibuk seringkali tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Mereka memposisikan diri menjadi “toko serba ada”. Dia siap mengerjakan segala sesuatu, tetapi ministry yang Tuhan rindukan tidak terjadi dalam hidupnya. Tidak ada buah yang dihasilkan. Tetapi orang produktif tahu dengan betul fokus dalam hidupnya, sehingga waktu-waktunya menjadi efektif.
Buah yang Dihasilkan
Cara membedakan orang sibuk dan orang produktif adalah buahnya. Orang sibuk tidak menghasilkan buah, sedangkan orang produktif mampu mengelola dan mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepadanya.
Menjadi orang baik belum tentu menjadi orang benar di hadapan Tuhan.
Apakah kita sudah berbuah jiwa-jiwa? Ataukah kita sibuk melayani jiwa-jiwa dengan berbagai kebutuhannya, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang tertanam? Karena sesungguhnya kita sedang memenuhi kebutuhan mereka yang sebenarnya hanya Tuhan yang bisa penuhi. Ketika kita melihat Yesus dengan murid-muridnya, mereka melakukan quality time dengan berdoa, menginjil, dan mengajar. Sayangnya, kita seringkali terjebak dalam quality time yang salah; kita hanya memenuhi kebutuhan jiwa dan emosi kita.
Untuk itu menjadi seorang yang produktif, kita harus:
- Tujuan kita jelas, yaitu menyenangkan Tuhan dan semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Kita dibimbing di dalam taurat Tuhan.
- Menghasilkan buah yang kita produksi. Hati-hati orang yang tidak berbuah tidak bisa dipakai oleh Tuhan.
Quality time versi Firman Tuhan adalah kamu mengenal Tuhan secara intim.
Tidak selalu keluarga rohani kita dapat memenuhi ekspektasi dan kebutuhan emosi kita. Sebagian besar curhatan kita adalah untuk meng-amin-kan apa yang sedang kita inginkan. Miliki quality time yang benar: berdoa bersama.
Produktif yang Negatif
Menghasilkan uang untuk membangun kerajaan sendiri, bukan kerajaan Tuhan. Kalau engkau mengumpulkan harta rohani kepada anak cucumu, sampai engkau meninggal, mereka akan mencari Tuhan. Tetapi kalau engkau mengumpulkan harta jasmani, ketika engkau meninggal, hartamu hanya menjadi rebutan. Ini produksi yang salah. Mari kita renungkan, apakah kita bekerja siang malam untuk membangun kerajaan diri sendiri, membangun kerajaan Tuhan, atau memang kita gila kerja?
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya. (Markus 4:31-32)
Biji sesawi hanya sebesar pasir. Demikian juga, ketika kita percaya kepada Tuhan, dan kita mengerjakan fokus kita kepada Tuhan; kita bekerja dengan iman seperti biji sesawi. Iman itu mungkin tidak kelihatan sekarang, tetapi bukan berarti Tuhan tidak bekerja. Kita menganggap itu sebagai sebuah keterlambatan, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan rindu biji sesawi kita itu akan berbuah tepat pada saatnya. Dan ketika biji itu menjadi besar, itu akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Sudahkah buah karakter kita baik di hadapan Tuhan? banyak anak Tuhan yang sedang diproses dalam buah-buah karakter. Anak Tuhan dapat dilihat buah karakter ketika menghadapi tekanan dalam hidup. Saat menghadapi masalah, kita memilih berdoa atau berteriak-teriak? Hati-hati! Kita dapat mewariskan warisan kepada anak-anak kita. Baik hal yang baik maupun yang buruk dapat kita wariskan kepada anak-anak rohani kita. Mari kita menjadi orangtua rohani yang memberikan teladan yang baik untuk mereka.
Sudahkah anda fokus pada tujuan hidup anda? Apakah anda orang yang sibuk atau produktif? Jika kita adalah orang yang produktif, kita produktif yang negatif atau produktif yang positif? Sudahkah kita memberikan warisan rohani yang baik kepada anak-anak kita? Ijinkan roh kudus bekerja dalam diri anda.. memproses diri anda, dan anda akan berubah. Mungkin hari-hari ini kamu diproses Tuhan, tetapi hasilnya tidak ada. Serahkan waktu itu kepada Tuhan. Tuhan yang tahu waktu terbaik dalam hidup kita. Mari jadi orang-orang yang produktif, bukan hanya sekedar orang yang sibuk. Dan biarlah buah-buah karakter kita dapat memberkati orang-orang disekeliling kita.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Berani Nyatakan Kebenaran
Tembok Yerikho bukan diruntuhkan oleh puji-pujian. Dalam Ibrani 11:30 dikatakan, “Karena iman maka runtuhlah tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.” Iman-lah yang meruntuhkan tembok Yerikho. Puji-pujian hanyalah alat yang digunakan untuk menyatakan iman dan ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan. Ketika kita taat terhadap suara Tuhan, kita akan dapat menemukan hambatan.
Hari-hari ini banyak pengajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Begitu banyak anak muda diburu untuk mengikuti kegerakan tertentu; mereka dibaptis dengan paksa. Penyesatan di jaman ini bukan menunjukkan diri dengan topeng hantu, tetapi mereka menyamar dengan wajah-wajah yang rupawan, sehingga kita tidak sadar bahwa mereka sesat.
Gereja Tuhan harus menyatakan kebenaran, sekalipun hidupmu akan disingkirkan ketika kamu menyatakan kebenaran itu.
Mungkin jika Rasul Paulus hidup di jaman ini, yang diupload di Instagram adalah ketika dia dipenjara, dianiaya, dan diperlakukan tidak adil karena pemberitaan kebenaran yang sejati. Begitu banyak media saat ini mencuci pikiran kita, menggeser kebenaran yang sejati dalam hidup kita. Banyak orang menyangka bahwa kekristenan adalah sebuah gaya hidup mewah yang sangat diberkati. Sehingga orang yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan terintimidasi, “Orang yang kemarin menolak untuk diinjili, kok hidupnya lebih bahagia ya? Sedang aku yang ikut Tuhan sungguh-sungguh, jadi menderita seperti ini ya” Kita menjadi iri dengan mereka. Tetapi seorang Paulus dan seorang Petrus, ketika melihat Yesus mati bagi dosa-dosa manusia, mereka berkata, “Kapan ya aku seperti itu? Kapan aku bisa merasakan rasanya dianiaya dan disiksa karena pemberitaan Injil yang benar?”
Kaya bukanlah tolak ukur mutlak bahwa hidup kita diberkati Tuhan
Menjadi kaya tidak dosa. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan bahwa kita harus kaya. Menjadi kaya bukan standar hidup kita diberkati. Media dapat menipu, tetapi Firman Tuhan tidak pernah menipu. Firman Tuhan katakan bahwa ketika kita dianiaya dan diperlakukan tidak adil karena memberitakan kebenaran, kita akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
Hari-hari ini anak-anak Tuhan sedang menuju kepada garis akhir. Bumi sedang menuju kepada kesudahannya. Gempa bumi, pesawat jatuh, dan bencana dimana-mana; itu menjadi sebuah tanda bahwa kedatanganNya sudah tidak lama lagi. Kita perlu memiliki hidup kekristenan yang benar. Hidup kekristenan adalah hidup dimana Kristus yang menjadi pusat dan tujuannya; Kita jangan serupa dengan dunia ini, tetapi harus menjadi serupa dengan Kristus.
Ada banyak orang bertanya, “Mengapa aliran sesat itu terus berkembang sangat pesat? Mengapa Tuhan tidak memusnahkan saja aliran-aliran sesat itu?” Dalam Perumpamaan Gandum dan Ilalang (Matius 13:24-30), Tuhan membiarkan ilalang itu bertumbuh bersama-sama dengan gandum. Tetapi ketika masanya menuai, Tuhan akan memisahkan keduanya; gandum akan dimasukkan dalam lumbung Tuhan, sedangkan Ilalang itu akan dibakar di dalam api. Pada kedatanganNya, Tuhan akan memisahkan “gandum” dengan “ilalang”. Tuhan tahu waktu menaruh penghakimanNya pada hari yang terakhir.
Apa tembok Yerikho-mu?
Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa…” (Yosua 6:2)
Apa tembok Yerikho-mu? Tuhan akan serahkan semua musuh-musuhmu ketika kau hidup benar di hadapan Tuhan. Yang sanggup meruntuhkan tembok Yerikho adalah ketaatan. Kita harus nyatakan kebenaran kita tanpa menghakimi orang lain, sebab penghakiman hanya milik Tuhan. Tapi kita harus dengan lantang menyatakan ketidakbenaran, itu perintah Tuhan.
Revival bukanlah ketika sebuah gereja semakin banyak jemaatnya, dan gereja yang lainnya tutup. Tetapi revival adalah ketika hati kita dikembalikan kepada Bapa, dan kita sangat mengucap syukur dengan segala yang diberikanNya kepada kita. Revival terjadi ketika kita taat, dan terlebih dari itu Revival adalah sebuah kasih karunia.
Mari kita senantiasa bersyukur dengan apa yang Tuhan beri kepada kita. Apakah kamu sudah menerima revival? Kita menerima diri kita untuk dipakai oleh Tuhan, kita bersyukur dengan segala sesuatu dalam hidup kita. Cintailah gelanggang kita, dan kerjakan gelanggangmu dengan hati yang taat dengan kerinduan Tuhan. Berani nyatakan kebenaran! karena itulah perintah Tuhan untuk setiap kita.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Seberapa Gregetnya Kamu?
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.
Matius 13:44-46
Kita sering mendengar istilah bahwa orang Kristen itu aneh. Untuk menjadi murid Kristus, kita harus berani difitnah; berani untuk membuat kontroversi. Jika Paulus ada di jaman sekarang, dia pasti sering membuat hal-hal yang kontroversi. Kontroversi adalah bagian dari anak Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, “Pergi.. jual seluruh milikmu dan ikutlah Aku.” Atau “Jika orang tuamu menghalangi rencana Tuhan dalam hidupmu, tinggalkan mereka.”; ini adalah hal yang menimbulkan kontroversi.
Kita harus menjadi orang Kristen yang berani menjadi kontroversi.
Kala ini banyak orang yang mengejar “body goal”. Mereka menginginkan sebuah gambaran tubuh yang sempurna dan menjadi impian banyak orang. Tetapi pernahkah kita sebagai orang Kristen mengejar Heavenly Goal? Heavenly Goal maksudnya mengejar apa yang menjadi goal sorgawi; mengejar panggilan sorgawi yang sudah Tuhan tetapkan dalan hidup kita.
Seberapa Gregetnya kamu?
Menjadi anak Tuhan harus greget. Hari-hari ini di social media, muncul banyak tantangan “Seberapa gregetnya kamu?” Tetapi, seberapa gregetnya kamu sebagai anak Tuhan? Orang Kristen harus punya Heavenly Goal. Orang Kristen yang tidak memiliki heavenly goal bukanlah orang kristen. Jangan takut dibilang aneh. Karena keanehan adalah bagian kita sebagai anak Tuhan. Ketika kita mendapatkan uang 1 milyar, dan yang kita ambil 1 juta saja, sedang yang 999 juta kita berikan untuk Kerajaan Tuhan, orang akan mengatakan hal itu aneh; tetapi itu tidak aneh bagi kita. Itu adalah orang Kristen yang greget.
Orang Kristen harus greget. Kalau orang Kristen tidak greget, kita akan membuat Tuhan gregetan.
Banyak orang yang berkata, “Jangan terlalu serius ikut Yesus.” Dan ketika kita melakukannya, Tuhan juga bisa berkata, “Aku gak serius janjikan kamu Surga”. Karena itu, kita harus serius ikut Yesus. Kita harus radikal dalam mengikutNya. Janganlah kita menjadi Kristen ‘dunia’, karena Standar Kristen ‘dunia’ itu hanyalah buatan manusia, tetapi Alkitab adalah buatan Tuhan. Oleh sebab itu, standar kita harusnya adalah standar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
JADILAH ANAK TUHAN YANG GREGET DENGAN MEMILIKI HEAVENLY GOAL
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Meterai Roh Kudus
Bacaan: 1 Korintus 12 : 1-11
Kita seringkali diberitahu oleh orang tua bahwa listrik itu berbahaya. Tetapi kadangkala kita baru bisa memahami kalau listrik itu berbahaya saat kita mengalami kesetrum. Kita mungkin seringkali percaya dengan apa yang orang tua kita katakan. Tetapi ketika mengalaminya sendiri, kita akan memahami dan sungguh-sungguh mengerti. Sama halnya dengan Kekristenan. Tidak semua orang yang percaya dengan Yesus adalah orang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus. Tetapi orang yang percaya kepada Kristus dan telah dimeteraikan oleh Roh Kudus pasti menerima jaminan keselamatan. Dan mereka diberi kesanggup untuk tidak menyangkal Yesus.
Apa yang dimaksud dengan dimeteraikan oleh Roh Kudus? Yaitu orang yang lidahnya mengaku dan hatinya percaya Yesus. Hati yang percaya ada tindakan. Seorang yang sungguh-sungguh mencintai pasangannya tidak hanya mengaku dibibir saja, tetapi juga ada tindakan yang dia lakukan untuk membuktikan bahwa dia sungguh-sungguh mencintai. Oleh karena itu, saat kita dimeteraikan oleh Roh Kudus, kamu menerima beban dari Tuhan, menerima hati yang hancur dari Tuhan. Tanpa meterai dari Roh Kudus, seseorang tidak bisa memiliki beban hati untuk jiwa-jiwa.
Meterai artinya disahkan oleh Roh Kudus, dihidupi oleh Roh Kudus, dijamin oleh Roh Kudus, dan hidup bersama Kerinduan Roh Kudus
Dimeteraikan oleh Roh Kudus ini adalah proses untuk memegang tanggungjawab dan mandat Ilahi. Kita adalah orang-orang pilihan Tuhan. Yang mendapat anugerah mendengarkan berita inijl. Sementara di luar sana banyak orang belum bisa mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. Tetapi sebagai orang-orang pilihan, kita punya tanggungjawab: jiwa-jiwa.
Saat kita dibaptis oleh Roh Kudus, seharusnya kita memiliki buah-buah Roh
Makna dibaptis oleh Roh Kudus ini luas. Ada yang berkata bahwa orang yang sudah dibaptis oleh Roh Kudus adalah bisa berbahasa lidah. Tetapi tanda-tanda supranatural itu tidaklah mutlak. Saat kita dibaptis oleh Roh Kudus, seharusnya kita memiliki buah-buah Roh. Seseorang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus ini masih bisa berbuat salah, tetapi ada proses bersama dengan Roh Kudus yang dia alami, sehingga dia menjadi pribadi yang semakin disempurnakan di dalam Tuhan. Hidupnya akan memiliki beban untuk semakin serupa dengan Kristus, dan dia akan memiliki beban untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Ada hati yang rindu supaya jiwa-jiwa itu dapat mengenal kebenaran. Sudahkah anda mengenal beban ilahi itu?
Meterai artinya kita mau berkata, “aku mau mengambil beban itu. Apapun yang akan ku hadapi, aku tetap mau percaya kepada Yesus.” Meterai itu sudah tersedia. Hanya kita perlu siap untuk menandatanganinya. Karena dalam sebuah perjanjian ada 2 belah pihak. Kita bukan hanya perlu percaya. Tapi kamu tinggal di dalam Dia, dan Dia tinggal di dalam kamu.
Apakah kau sedang mengalami masalah? Dalam Alkitab selalu diceritakan, sebelum terjadi mujizat selalu didahului oleh persoalan. Karena itu, ketika kamu mengalami permasalahan, kamu menjadi kandidat penerima mujizat. Sebab kita yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus akan menerima kuasa. Kita telah dipilih Tuhan menjadi ahli waris-Nya, karena itu Tuhan akan perlengkapi hidup kita dengan karunia-karunia Roh Kudus.
Kuasa tidak mungkin bekerja sebelum kamu mengakui bahwa kuasa itu ada
Roh Kudus adalah pribadi lemah lembut. Jika engkau mengingkari keberadaanNya, Dia akan pergi dari hidupmu. Dia tidak akan bekerja dengan kuat dalam hidupmu. Roh Kudus masih bekerja sampai hari ini. Sealed by Holy Spirit artinya anda hidup dalam perkenanan yang Ilahi dan memiliki beban yang Ilahi. Bukan hanya beban yang sesaat, yang sehari saja sudah hilang. Ketika kita punya beban, akan terjadi kebangunan di kampus-kampus, di market place, dan dimanapun kita berada. Ada kerinduan yang besar supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Percaya kalau kita akan diberi kuasa dan diberi kekuatan oleh Tuhan untuk memperlengkapi dirimu. Berani untuk mengabarkan injil kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Ambil tanggungjawab dan beban Ilahi, karena kita adalah orang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Penuhi Cawanmu!
“Mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan atau Kukatakan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.” (Yeremia 19:5)
Hati-hati, beda tipis antara api yang dari Tuhan dan api yang bukan dari Tuhan. Kerinduan untuk memimpin yang bukan dari Tuhan akan mengakibatkan api yang asing. Ketika kita mau memimpin seseorang tetapi tidak mau dipimpin, kita sedang masuk ke dalam sebuah penyesatan. Kita merasa, kita dipanggil oleh Tuhan, tetapi kita tidak mau mendengar orang yang terlebih dahulu dipanggil oleh Tuhan untuk menceritakan pengalaman hidup mereka dan kita tidak mau dipimpin oleh kerinduan Tuhan.
Api asing berbahaya. Ia muncul bukan dari hati Tuhan, tetapi muncul dari perasaan manusia.
Api yang palsu bisa berupa bakat dan talenta teknis yang mendatangkan kesombongan. Misalnya saja, kita sebagai manusia menetapkan standar-standar tertentu untuk seseorang bisa menyembah Tuhan harus dengan suara yang indah. Justru, segala sesuatu yang kelihatannya hebat dan heroik, belum tentu datangnya dari Tuhan. Seperti kisah dalam Yeremia, pada waktu itu, umat Israel mempersembahkan anak mereka sendiri. Hal itu kelihatannya dahsyat dan luar biasa, tetapi itu bukan dari Tuhan, melainkan dari pikiran dan perasaan mereka sendiri.
Banyak orang yang berbicara “aku mendapat ini dari Tuhan,” sementara, itu hanya merupakan dari perasaan dan pikiran mereka semata. Tetapi, domba-domba Tuhan, mengenal suara Tuhan. Beberapa waktu yang lalu, terjadi tsunami di Lombok. Lalu terjadi tsunami di Palu dan Donggala, dan sampai saat ini, kota-kota tersebut terisolasi dan kita tidak tahu bagaimana nasib orang-orang yang ada di kota tersebut. Hal ini tentu mengingatkan kita semua bahwa mall yang besar bisa rubuh, harta yang dikumpulkan dengan susah payah bisa hanyut oleh air, tetapi pada hari-hari terakhir ini, Tuhan rindu mengumpulkan sebuah jemaat yang berkemenangan. Anda tidak boleh “berdiam diri”. Tetapi Anda harus berdiam diri di dalam Tuhan, yakni bertindak dengan iman.
Janji Tuhan itu pasti. Namun, mengapa seringkali kita masih mengalami kegagalan demi kegagalan? Jika Anda sedang mengalami situasi yang berat dalam kehidupan Anda, Anda tidak tahu mengapa janji-janji Tuhan tidak segera digenapi, yang perlu Anda pahami ialah:
Suara siapa yang sedang Anda dengarkan?
Ada seseorang yang menjual semua rumah dan harta pribadinya, untuk membuat sebuah bisnis, dan akhirnya bangkrut dan menyalahkan Tuhan. Mengapa? Karena ia merasa itu suara Tuhan. Tetapi sesungguhnya, Tuhan tidak pernah berkata demikian, sebab suara Tuhan tidak mungkin gagal. Suara manusia dan suara perasaan seringkali menipu.
Waktu Tuhan
Ketika Anda sudah betul-betul mendengarkan suara Tuhan, dan bisnismu masih gagal, studimu masih gagal, dan hidupmu masih berantakan, percayalah, Tuhan sedang meminta Anda untuk berdiam diri. Berdiam diri bukan berarti tertidur, tetapi Anda menyerahkan segala sesuatunya sesuai dengan perintah Tuhan sebab waktu-Nya tidak sama dengan waktu kita. Ketika Naaman disembuhkan (2 Raja-raja 5:1–27), orang yang paling berjasa dalam penyembuhannya ialah pembantunya. Pembantu itu berjalan kepada istri Naaman, dan berujar, “tidak baik berdiam diri, pergilah kepada nabi, dan mudah-mudahan akan terjadi kesembuhan di sana.” Ada sebuah tindakan iman yang perlu dilakukan. Berdiam diri bukan berarti pasrah dengan keadaan. Berdiam diri artinya mendengarkan suara Tuhan, apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan?
Ketika kita sedang berdiam diri, Tuhan sedang mengumpulkan air mata kita, peluh kita, di dalam kirbat dan cawan Tuhan. Dan sebelum cawan itu penuh, tidak akan terjadi sesuatu yang hebat dalam diri Anda. Tetapi ketika cawan itu penuh, meluap, melimpah, maka apa pun yang Anda kerjakan akan selalu berhasil.
Kita perlu menunggu cawan Tuhan penuh di dalam kehidupan kita. Lalu, dengan apa cawan ini bisa penuh?
Cawan tersebut akan penuh oleh air mata. Air mata disini melambangkan penyerahan demi penyerahan kita kepada Tuhan. Ketika punya kerinduan Tuhan, membuka toko donat, misalnya. Dan Anda yakin bahwa itu benar-benar dari Tuhan, maka yang pertama kali Tuhan akan kumpulkan yaitu air mata Anda. Pada awalnya, bisa saja Anda menyediakan 1000 donat, dan yang laku hanya 10. Anda mulai menangis, kita merasa, keadaan tidak bersahabat dengan kita. Ketika itu terjadi, Tuhan ingin agar kita berdiam diri, sebab Tuhan sedang mengumpulkan air mata kita, peluh kita ke dalam cawan-Nya. Saat cawan-Nya untuk kita sudah penuh, percayalah, mujizat-Nya untuk kita akan segera terjadi.
Banyak orang gagal dalam proses cawan ini dan menjadi tidak sabaran untuk menerima janji Tuhan. Mereka berusaha menyiramnya dengan api yang asing, semangat yang palsu. Akibatnya, api yang asing dan semangat yang palsu bukan memeras air mata mereka, tetapi memeras air mata kesombongan, “Hmph, lihatlah, donatku akan menjadi donat terbaik sedunia!” Itu api asing, yang Tuhan tidak kehendaki dalam hidup kita.
Lalu, bagaimana kita mengetahui air mata yang benar dan dikehendaki oleh Tuhan? Air mata yang demikian ditandai dengan adanya:
Pendahuluan, berupa motivasi, kerinduan yang dibangkitkan dari Tuhan. Anda akan mendapatkan pujian dan dukungan untuk mengerjakan mimpi Tuhan dalam hidup Anda.
Proses, yaitu bagian terberat. Anda akan mengalami caci maki, nyinyiran rohani, sentimen, dan segala sesuatu yang tidak baik dalam hidup Anda. Tetapi proses itu mendatangkan air mata dan minyak yang kudus, yang siap memenuhi cawan kita.
Pemenuhan cawan, yaitu keberhasilan demi keberhasilan yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang setia menanti pemenuhan cawan Tuhan. Semakin sabar Anda, semakin cepat waktu pemenuhan cawan tersebut di dalam kehidupan Anda. Tetapi semakin tidak sabar Anda, semakin waktu-Nya seakan-akan tidak berujung. Oleh karena itu, mari berdoa kepada Tuhan agar Ia memenuhi cawan Anda, supaya melimpah, dan jikalau cawan itu melimpah, maka Anda siap melakukan perkara-perkara yang besar untuk kemuliaan nama-Nya.
Ada yang berkata jualan ini gagal, jualan itu gagal, saya adalah orang yang gagal. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan tidak menciptakan kita sebagai orang yang gagal, tetapi sebagai orang-orang yang lebih daripada para pemenang (Roma 8:37). Jikalau Anda tidak bisa memenuhi cawanmu, sampai seumur hidup, Anda tidak akan pernah mengerti hidup yang penuh kemenangan. Tetapi apabila cawan itu melimpah, kemenangan itu akan dipercepat oleh Tuhan. Maukah Anda bersama-sama, berlomba untuk memenangkan pertandingan Ilahi dan setia dalam proses pemenuhan cawan-Nya?
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Melihat Gambaran Seutuhnya
Bacaan: Yosua 1 :1-9
Yosua adalah pelayan Musa yang setia. Tuhan memberikan kedudukan yang luar biasa kepada Yosua karena dia setia kepada pemimpinnya. Kita tidak bisa setia dengan Tuhan bila kita tidak belaja setia dengan pemimpin. Bagaimana mungkin kita bisa setia dengan yang tidak terlihat, sedangkan kita tidak bisa setia dengan yang terlihat? Nama asli Yosua adalah Hosea, yang berarti keselamatan. Tetapi Musa menggantinya menjadi Yosua, yang berarti : engkau yang akan menyelamatkan. Yosua adalah pribadi yang melihat gambar seutuhnya rencana Tuhan di dalam diri Musa. Dia begitu percaya bahwa Musa akan memiliki tanah perjanjian sesuai dengan kehendak Tuhan.
Proses setia itu tidak mudah; kita perlu melihat apa yang Tuhan lihat. Kita sering tidak bisa melihat gambaran seutuhnya dari pandangan Tuhan, sehingga kita bisa berubah tidak setia. Kita bisa marah dan bersungut-sungut kepada Tuhan.
Kehidupan kita bagaikan sebuah Puzzle
Kehidupan kita seperti sebuah puzzle. Pada mulanya kita tidak tahu gambarannya sama sekali. Tetapi jika semua disatukan, itu membentuk gambaran utuh. Setelah lihat secara keseluruhan, kita bisa mengerti maksud puzzle tersebut. Sayangnya banyak anak Tuhan yang menjadi frustasi sebelum mereka menyelesaikan puzzle mereka. Mereka melihat potongan kecil yang mereka dapatkan nampaknya tidak sesuai dengan janji yang Tuhan. Mereka akhirnya membongkar kembali puzzle itu, dan menggantinya dengan puzzle yang baru. Akibatnya kita tidak pernah bisa memiliki tanah perjanjian.
Ada orang yang setia berdoa 40 tahun. Doa itu tidak terjawab melalui dirinya, tetapi melalui keturunannya. Itu berarti doanya mengerjakan sesuatu. Itu yang disebut dengan buah kesetiaan. Banyak yang meragukan janji Tuhan karena kita tidak bisa melihat apa yang Tuhan lihat dalam hidup kita.
Seringkali kita memaksa Tuhan melakukan apa yang kita mau. Kita claim janji-janji Tuhan, tetapi kita tidak melakukan kesetiaan dan ketaatan seperti Abraham. Dia memberikan anaknya yang didapatnya melalui penantian yang panjang. Dia harus menunggu puluhan tahun penggenapan janji Tuhan untuk memberikan keturunan kepadanya. Tetapi Abraham memegang teguh janji Tuhan. Dia taat dan setia dengan apa yang Tuhan mau; Dia sangat percaya dengan janji Tuhan bahwa dia akan menjadi bapa dari segala bangsa. Puzzle-puzzle yang harus dia lewati seakan-akan bertentangan dengan janji Tuhan kepadanya: Istrinya mandul, dia sudah tua, keadaan di sekelilingnya tidak mendukung, sehingga mustahil dia bisa memiliki keturunan. Tetapi Abraham setia dan percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan tidak mungkin mengingkari janjiNya.
Sama halnya dengan memahami konsep Allah Tritunggal. Kita tidak bisa melihat gambaran Allah secara keseluruhan karena pengetahuan yang kita miliki terbatas. Allah Tritunggal tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Semua rahasianya terletak di dalam Firman Tuhan. Untuk mengetahui Allah Tritunggal secara benar kuncinya adalah terima Yesus terlebih dahulu baru kita akan tahu tentang Allah Tritunggal. Yesus pun berkata dalam Yohanes 14 : 6, “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Oleh karena itu, kita harus menerima Yesus dulu, barulah selubung di hati dan pikiran klita dibukakan.
Tanpa Yesus, kamu tidak akan bisa mengenal Bapa kita
Terima Yesus dan kamu akan terbuka dengan misteri pengenalan Tuhan. Saat kita mengenal Yesus, kamu akan tahu tentang Bapa dan Roh kudus. Janganlah kita malah menggoyahkan iman orang percaya dengan pemahaman dan pengetahuan kita yang terbatas.
Percaya artinya kita menyerahkan apa yang Tuhan minta dalam hidup kita
Memahami Allah Tritunggal sama halnya dengan memahami rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita harus percaya kepada Yesus terlebih dahulu. Percaya artinya kita menyerahkan apa yang Tuhan minta dalam hidup kita. Kita tidak bisa menuntut Tuhan berikan penggenapan janjiNya kalau kita tidak mau berikan yang terbaik untuk Tuhan. Abraham ketika menerima penggenapan janji Tuhan, dia rela mempersembahkan anaknya ketika Tuhan minta; karena dia percaya kepada Tuhan. Ketika kita percaya, kita dapat menyerahkan apa yang paling Tuhan inginkan.
Bukan karena kita tidak bisa melihat, maka janji Tuhan itu tidak terlihat sama sekali
Mari kita sungguh-sungguh menyerahkan hati dan hidup kita sungguh-sungguh kepada Tuhan; Penyerahan secara total. Mengapa kita seringkali tidak melihat janji Tuhan? Mungkin kita harus introspeksi diri: apakah kita sudah serahkan apa yang Tuhan inginkan? Tuhan kita bukan pembunuh, yang membunuh mimpi-mimpi kita. Tetapi Dia Tuhan yang setia.
Setiap orang memiliki bagiannya. Kita belajar menyerahkan apa yang menjadi bagian kita. Ketika kamu melihat pertumbuhanmu nampaknya seperti tanaman-tanaman yang kecil, percayalah kamu akan dapat melihatnya perlahan bertumbuh semakin besar dan kuat, asal kamu percaya dan menginjikan Yesus tinggal dalam hatimu. Maukah kamu belajar untuk percaya dan melihat gambaran Tuhan seutuhnya? Mari kita bertumbuh bukan karena perkara receh, tapi kita bertumbuh dari kebenaran Firman Tuhan.
Hidupmu bisa berpengaruh untuk orang lain; Berdampak luar biasa. Kuncinya adalah setia. Katakan kepada Tuhan: “Aku mau Kau pakai, Tuhan.” Maukah kamu memberikan apa yang paling kamu inginkan? Jikalau kamu memberikannya seperti Abraham memberikan Ishak kepada Tuhan, janji itu akan terjadi dalam hidupmu.
- Published in The Shepherd's Voice









