SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Posts tagged "Ikan"
26 August 2026

Tag: Ikan

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Orang Pilihan Tuhan

Wednesday, 08 May 2019 by Ellen Natalia

Iblis tahu waktuNya sudah dekat. Karena itu, dia mengumpulkan semua panglima-panglimanya untuk berperang. Bisa kita lihat pekerjaannya melalui kejadian-kejadian jahat di sekitar kita: pemerkosaan, anak-anak yang tidak taat kepda orang tua, kasus bunuh diri, dan sebagainya. Ini adalah masa dimana iblis mengerahkan seluruh tenaganya. Maka dari itu, anak Tuhan harus bangkit! jangan mau dikalahkan oleh iblis. Panglima Tuhan harus bangkit!

Terkadang Tuhan memberikan permasalahan di dalam hidup kita supaya kita memiliki respon hati yang benar.

Dalam Markus 6:30-44, pada waktu Yesus mengajar 5000 orang, murid-murid Yesus melihat mereka kelaparan. Tetapi Yesus meminta muridNya untuk memberinya makan. Filipus berkata kepada Tuhan: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Andreas meresponi perkataan Yesus dengan cara berbeda. Dia mencari dan memeriksa apa yang ada pada mereka, dan menemukan 5 roti dan 2 ikan. Apakah kita memiliki respon Andreas? Ia langsung bergerak untuk mencari roti. Dia menemukan apa yang ada disana dan memberikannya kepada Tuhan,  lalu di tangan Tuhan, 5 roti dan 2 ikan dapat memberi makan lebih dari 5000 orang. C

Sayangnya banyak anak-anak Tuhan yang tidak bisa mencukupkan diri dengan apa yang mereka punya. Pada akhirnya mereka terjerat dengan hal-hal yang tidak benar, seperti berhutang kartu kredit untuk kepuasan diri sendiri tanpa pertimbangan apakah mereka bisa membayarnya atau tidak. Sehingga yang terjadi, mereka berhutang kesana kemari untuk menutupi hutang yang sebelumnya. Iblis suka menawari hal-hal yg keliatannya menarik dan mengenakkan. Kita harus waspada dengan jeratan iblis ini.

MENGUCAP SYUKURLAH DENGAN BERKAT YANG SUDAH TUHAN BERIKAN

Cukupkan apa yang ada padamu. Apa 5 roti dan 2 ikanmu? Cukupkanlah dirimu dengan itu. Jangan kita memiliki banyak alasan, apalagi alasan masa lalu. Masa lalu kita sudah ditebus oleh Tuhan. Masa lalu dijadikan pelajaran untuk masa kini. Banyak anak Tuhan yang tidak memiliki prinsip 5 roti 2 ikan; berhutang terus menerus untuk memuaskan keinginannya. Ketika sudah dikejar debt collector, menyalahkan Tuhan dan minta ampun sama Tuhan, minta orang lain yang selesaikan. Kita harus tahu, bahwa cara Tuhan membantu kita tidak selalu dengan cara yang kita pikirkan. Tuhan membantu kita dengan caraNya.

Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. (Hakim-Hakim 7:2-3)

Kita kadang bisa seperti orang Israel. Tidak turut berjasa dalam suatu hal, tetapi memegahkan diri seakan-seakan dia yang membuatnya sukses. Jangan jadi orang yang mengutamakan gengsi, jangan kita bermegah dengan harga diri kita; sedikit-sedikit tersinggung, sedikit-sedikit panas. Jangan mau dijebak oleh iblis, karena harga diri kita sudah dtebus oleh darah Yesus.

TUHAN SEDANG MENYELEKSI PASUKANNYA DI AKHIR ZAMAN

Tuhan tidak menghendaki semua rakyat ikut berperang. Karena begitu banyak anak Tuhan berkata dirinya mencintai Tuhan, tapi mereka takut untuk mati bagi Tuhan; Demikian juga dengan 10.000 yang mencintai Tuhan tetapi tidak memiliki attitude yang baik. Orang-orang yang seperti ini tidak bisa menjadi teladan, sehingga diseleksi menjadi 300. Meskipun tidak banyak, tetapi 300 orang ini mempunyai attitude yang baik, sehingga mereka dipilih Tuhan untuk pergi berperang.

Jenderal Tuhan di perjanjian lama pun memiliki kekurangan, tetapi mereka punya RESPON HATI YANG BENAR. Berbeda dengan bangsa Israel; Mereka dipilih Tuhan, tapi bersungut-sungut terus.

Kita perlu keras dengan daging kita. Kalau daging kita pelihara, roh kita akan makin kerdil.

Hari-hari ini, Tuhan rindu membangkitkan pahlawan di gerejaNya, yang tidak diliput media karena sungguh-sungguh motivasinya murni untuk Tuhan. Dan Mata Tuhan melihat semuanya dengan jelas, Dia menghargai setiap sikap hati dan ucapan syukur kita.

Iblis sedang mengintai anak-anak Tuhan. Sudah siapkah kita? Untuk itu dibutuhkan orang yang sungguh-sungguh tertanam di gereja. Tuhan tidak butuh ribuan orang, Dia hanya butuh ratusan orang untuk memenangkan kota-kota. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan Kritus.

Tujuan hidup kita adalah kemenangan bersama Yesus. Tetapi tujuan tanpa perjuangan hidup tidak mungkin bisa tercapai. Karena itu, mari kita sama-sama berjuang mencapai kemenangan kita bersama dengan Tuhan dan buatlah Iblis gemetar.

Daniel Hadi ShaneIkanPasukanPilihanPrajuritRoti
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Panggilan Menjala Manusia

Thursday, 19 July 2018 by Ellen Natalia

 

Bacaan  : Lukas 5:1-11

Hidup di dunia, pastinya kita tidak terlepas dari proses seleksi. Masuk universitas, melamar pekerjaan, bahkan masuk ke tim sepakbola selalu ada proses ini. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan yang terbaik, sehingga orang yang tidak memenuhi kualifikasi tertentu akan gagal pada tahap ini. Ia memilih kita dengan tidak sembarangan. Sesungguhnya manusia adalah ciptaan yang gagal memenuhi kualifikasi masuk surga; hidup kudus. Betapa ajaibnya kasih karunia yang Yesus berikan sehingga melayakkan setiap kita untuk memiliki hidup yang kekal dan penuh arti. Tinggal dalam kasih karunia artinya ada gaya hidup yang tidak sama lagi. Ketika mengikuti ketetapan Tuhan dan kebenaran firman-Nya, kita akan dipandang ‘abnormal’ oleh dunia. Tetapi, pernahkah kita merasa ingin memiliki kehidupan yang ‘normal’ dan mencoba menjalani panggilan dari dunia?

Ia memilih kita dengan tidak sembarangan. Sesungguhnya manusia adalah ciptaan yang gagal memenuhi kualifikasi masuk surga; hidup kudus. Betapa ajaibnya kasih karunia yang Yesus berikan sehingga melayakkan setiap kita untuk memiliki hidup yang kekal dan penuh arti.

 

“Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.” [Lukas 5:3]

Mengapa Yesus memilih kapal Simon?

Simon memiliki latar belakang sebagai nelayan. Menjala ikan adalah pekerjaan yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Sungguh aneh bila Yesus menyuruh Simon Petrus untuk menjala ikan di tengah laut. Padahal, saat itu para nelayan hampir menyerah karena tak kunjung mendapat ikan. Yesus tidak punya pengalaman di bidang perikanan, tetapi Ia dengan yakin menyuruh Petrus ke tengah laut dan ia taat. Hasil dari ketaatannya adalah mukjizat yang terjadi, yaitu banyak ikan yang terperangkap dalam jala. Di momen itulah, Yesus mengajak Petrus untuk menjadi penjala manusia. Petrus pun menerima tawaran itu dan meninggalkan kehidupannya sebagai nelayan [Lukas 5:11].

Sama seperti Simon, Yesus bisa memanggil kita dari apapun latar belakang yang ada. Tuhan dapat berbicara dengan banyak cara yang ajaib dan kreatif. Namun, terkadang manusia memiliki pride yang membuatnya cenderung untuk ragu akan rencana-Nya. Pride adalah ketika kita mempertahankan apa yang paling benar menurut versi kita.

Mengapa Tuhan memakai kata ‘penjala’ manusia?

Karena menjala adalah kegiatan yang membutuhkan proses dan kesabaran. Kita harus mengetahui ‘ikan’ apa yang harus ditangkap, dimana lokasinya, dan mengerti bagaimana cara melempar ‘jala’. Apa yang merupakan ‘jala’ kita? Bisa pekerjaan, hobi, tempat dimana kita belajar, dll. Yang menjadi ‘ikan’ adalah orang-orang yang belum mengenal Yesus dan hidup di dalam kasih karunia. Ikan memiliki sifat tidak suka ditangkap. Kita pun dahulu menjadi ‘ikan-ikan’ yang lari dari panggilan Tuhan. Tetapi ketika Tuhan memanggil kita sebagai penjala manusia, ada suatu makna hidup sejati yang kita temukan.

Petrus pun setelah kematian Yesus kembali lagi menjadi penjala ikan. Namun, pada akhirnya Yesus mengingatkannya pada tujuan hidupnya yang sebenarnya [Yohanes 21:15]. Pada momen itulah, Petrus mendapatkan kembali gairah hidupnya sebagai penjala manusia. Sudahkah kita taat akan panggilan-Nya menjadi penjala manusia? Kita sama seperti ‘ikan’ yang terperangkap. Terperangkap dalam rencana-Nya yang besar dan ajaib.

JARINGLAH ‘IKAN’ SEBANYAK-BANYAKNYA UNTUK MENJADI PERSEMBAHAN YANG HARUM BAGI TUHAN.

Evie MehitaIkanNelayanPanggilanPenjala
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP