Khotbah Ev. Elita Chandra : Rasa Aman yang Sejati
Kasus COVID-19 yang hari2 ini menyerang lebih dari 600 ribu jiwa di seluruh dunia menyebabkan goncangan yang besar di berbagai negara. Ini menyebabkan banyak orang mencari rasa aman; mereka membeli dan menimbun masker, sarung tangan, hand sanitizer, bahkan baju pelindung untuk merasa aman agar tidak terkena virus ini. Tapi bagaimanakah Rasa Aman yang Sejati itu?
Ada janji keamanan yang Tuhan sediakan kepada bangsa Israel (Yosua 21:43-45). Sekalipun demikian, bukan berarti bangsa ini sama sekali tidak menghadapi musuh; Musuh tetap ada, mereka pun tetap harus waspada & berjaga (Yosua 23: 1-16).
Seringkali kita berpikir bahwa Rasa Aman adalah ketika tidak ada musuh/masalah di sekitar kita. Tetapi Rasa Aman Yang sejati bukanlah ketika tidak ada musuh di sekitar kita, melainkan ketika kita merasakan damai sejahtera Tuhan di tengah masalah/badai Dalam hidup; dimana ada janji perlindungan dan penjagaan Tuhan. Tetapi Rasa Aman juga bukan berarti kita tidak berhikmat, kita juga perlu berjaga dan waspada dengan “musuh” di sekitar kita.
Situasi hari-hari ini menguji hati kita dalam 2 hal:
1. Kasih kepada Tuhan
Apakah kita sungguh2 berserah & bergantung penuh pada Tuhan
2. Kasih kepada Sesama
Apakah kita egois menyimpan semua hal untuk keamanan kita pribadi, atau berbagi kepada yang membutuhkan? Apakah kita tergerak oleh belas kasihan akan jiwa2 Yang meninggal setiap harinya dalam kondisi belum menerima Kristus?
Mari kita semakin mendekat kepada Tuhan. Rasa Aman yang sejati hanya dalam Tuhan; Dia adalah pelindung & penjaga kita yang tidak pernah terlelap (Mazmur 121:1-8). Jangan dikuasai oleh ketakutan dan situasi sekitar kita. Justru kita harus berdoa untuk bangsa-bangsa supaya dikuatkan dan dimampukan melewati bencana ini.
Di tengah ketidakamanan, ada sebuah jaminan keyakinan iman di tengah orang-orang percaya: Bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus; Penindasan, kesesakan, penganiayaan, sakit penyakit sekalipun. Kita diciptakanNya sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:31-39).
Jadilah orang-orang yang lebih dari pemenang; kita tidak lagi hidup dalam ketakutan dan kekuatiran, tetapi hidup kita penuh dengan rasa aman yang sejati dari Tuhan. Mari tetap bergantung pada Tuhan dalam segala hal.
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Cara Hidup Jemaat Mula-Mula
Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan virus covid-19 dengan penularannya yang sangat cepat. Karena itulah, banyak anak-anak Tuhan dilingkupi rasa takut dan kuatir. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang hal ini?
Kita perlu mengingat akan cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka berkumpul tiap-tiap hari, memecahkan roti, dan berdoa (ay 46), dan setiap kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama (ay 44). Masa itu, mereka tidak hidup dalam ketakutan, mereka bergantung penuh pada Tuhan. Mereka hidup saling mendoakan, menguatkan, dan berbagi kepada sesama.
Bagaimana anda menghadapi hari-hari ini? Mari kita belajar dari cara hidup jemaat mula-mula. Meskipun keadaan semakin menekan, perekonomian semakin melemah, tetapi kita tidak boleh dikuasai oleh ketakutan. Kita harus tetap bergantung penuh kepada Tuhan. Biarlah rasa aman kita di dalam tangan-Nya.
Mari sama-sama berdoa untuk meminta perlindungan Tuhan atas keluarga kita dan bangsa ini. Ini saatnya gereja Tuhan bangkit menjadi jawaban dan berkat. Dalam keadaan seperti ini, mari kita membantu dan melayani sesama. Jangan berdiam diri dan memikirkan diri sendiri. Mari kita saling mendoakan dan menguatkan mereka yang kehilangan pengharapan.
Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. (Kisah Para Rasul 2:17-21)
Di akhir zaman ini, Tuhan akan bangkitkan pahlawan-pahlawan-Nya. Akan ada perkara-perkara ajaib yang akan Tuhan nyatakan lewat hidupmu.
Maukah anda dipakai Tuhan untuk jadi berkat? Mari berikan apa yang bisa kita berikan saat ini. Mari sama-sama berdoa secara berantai 24 jam untuk Indonesia dan gereja Tuhan. Mari kita memohonkan kemurahan Tuhan atas bangsa, gereja, dan keluarga kita.
Ini saatnya gereja Tuhan bangkit!
- Published in The Shepherd's Voice

