SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Posts tagged "Kekuatiran"
26 October 2026

Tag: Kekuatiran

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hati-Hati Berita Busuk!

Wednesday, 20 May 2020 by Ellen Natalia

Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya (Bilangan 25:32)

Bilangan 13:25-33 berbicara tentang 12 orang yang mengintai Tanah Kanaan. Tetapi 10 dari mereka menceritakan tentang kabar busuk : mustahil bangsa Israel bisa menduduki tanah perjanjian itu. Mereka menyebarkan berita yang dilebih-lebihkan. Hal ini dilakukannya untuk membuat bangsa itu membenarkan apa yang mereka anggap benar. Sehingga hati bangsa itu mulai ragu akan janji Tuhan.

Kita perlu menjaga telinga kita untuk mendengarkan berita hari-hari, karena banyak kabar yang dilebih-lebihkan, yang membuat kita diliputi kekuatiran setelah mendengarnya. 

Berita itu baik, supaya kita tetap waspada, tetapi hati-hati dengan berita yang berlebihan dan melenceng dari kebenaran. Iblis bisa memakai ini sebagai kesempatan untuk membuat kita takut dan hilang pengharapan dalam Tuhan. Belajarlah menundukkan telinga kita mendengarkan berita yang baik, sebab berita ketakutan kita mudah menular kepada orang lain, dan ketakutan kita dapat melemahkan iman dan semangat orang lain.

Milikilah Kualitas dalam Ucapan

Jika kita sudah berucap, maka kita harus melakukan dan bertanggung jawab dengan ucapan kita. Sebab semua yang kita lakukan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Mari kita belajar melakukan semua yang kita ucapkan. Biarlah kata-katamu bernilai di hadapan Tuhan.

Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anakkami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.” (Bilangan 14:2-4)

Banyak yang bersungut-sungut. Mereka mulai mempertanyakan janji Tuhan, dan mau kembali ke tanah jajahan. Banyak anak Tuhan pun demikian, betapa ketika mereka mulai ragu akan janji Tuhan dan ingin kembali kepada manusia yang lama, kepada mimpi-mimpi yang lama, dan selalu mempertanyakan janji dan cinta Tuhan dalam hidupnya.

Jangan gagal paham terhadap hati Tuhan. Terkadang kita belum melihat sesuatu yang dijanjikan-Nya, tetapi ada maksud Tuhan di atas semuanya itu. Tuhan memang harus memurnikan kita untuk bisa masuk dalam tanah perjanjian. Tuhan akan memisahkan orang-orang yang mengandalkan pikirannya sendiri dengan orang-orang yang mendengarkan kerinduan hati-Nya.

Ketika Tuhan punya mimpi dalam hidup kita, Tuhan yang akan menyelesaikannya bagi kita

Siapa yang dapat memenangkan hati Tuhan? 

Orang yang dapat memenangkan hati Tuhan adalah orang yang tetap memegang teguh mimpi Tuhan dalam hidupnya, sekalipun mimpi Tuhan tampak seperti kebodohan di mata dunia. 

Mari belajar rendah hati: mau belajar, mau dididik Tuhan, dan mau dibentuk Tuhan seperti Yosua. Yosua dipilih menggantikan Musa bukan karena status sosialnya. Tapi karena dia mengenal hati dan mimpi Tuhan lewat Musa, pemimpin dan orang yang dia layani. Tuhan pun bisa memakai kita. Tuhan tidak memilih seseorang berdasarkan status sosial, tetapi Tuhan melihat hati kita.

Mari kita setia. Sekalipun kita belum melihat janji Tuhan, Tuhan sedang bekerja bagi kita semua. Tetap percaya bahwa ada penyertaan Tuhan bagi gereja Tuhan dan setiap kita. Gereja Tuhan akan bersinar. Akan selalu ada pekerjaan Roh Kudus bagi gerejaNya.

Berita NegatifDaniel Hadi ShaneJanji TuhanKabar BusukKekuatiranKualitas UcapanPenjagaan Tuhan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Jangan Kuatir

Wednesday, 13 May 2020 by Ellen Natalia
Hari-hari ini banyak kegoncangan yang terjadi di Indonesia akibat pandemi. Terjadi krisis ekonomi; banyak usaha-usaha tutup, banyak karyawan di PHK dari pekerjaannya. Berita tentang kematian dan orang sakit semakin bertambah. Tindak kejahatan semakin banyak muncul. Sehingga banyak orang dilanda kekuatiran.
Tetapi diatas semua keadaan ini, Janganlah kita menjadi kuatir, sebab Tuhan menyediakan damai sejahtera bagi kita (Yoh 14:27). Damai sejahtera yang sejati bukan karena kita punya banyak tabungan atau apa yang kita inginkan, tetapi sekalipun di tengah masa2 kesusahan, kita masih memiliki damai sejahtera di dalam Tuhan; Kristus adalah pengharapan kita, kita tidak perlu kuatir.

Mengapa kita tidak perlu kuatir?

Tuhan Pemelihara kita

Luk 12 : 22-29

Jangan kuatir akan penghidupan kita, apa yang akan kita makan atau pakai, Yesus yang memelihara hidup kita. Kekuatiran tidak akan mengubah keadaan, tidak akan menambah sehasta dalam jalan hidup kita, justru kekuatiran membuat kita semakin tertekan dan depresi. Serahkan semua kekuatiran kita dan mari kita bergantung penuh kepada Tuhan.

Tidak kuatir bukan berarti berdiam diri dan menyerah dengan keadaan, tetapi kita tetap berdoa, berserah, meminta hikmat dari Tuhan, kerjakan bagian kita yang terbaik maka Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya. 

Tuhan Menetapkan Langkah Hidup kita

Mazmur 37:23-26

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Tuhan tidak menjanjikan hidup kita baik-baik saja. Kita bisa mengalami jatuh, namun sekalipun kita jatuh, Tuhan tidak membiarkan kita jatuh tergeletak karena Tuhan menopang dan memegang tangan kita.

Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu (Lukas 12:31)

Carilah Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Dalam kondisi Pandemi ini, mari kita berfokus untuk mengejar Kerajaan Allah, kebenaran dan perkenanan Tuhan.

Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga  yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. (Lukas 12 : 33)

Tuhan mau kita tidak terikat dengan apa yang kita miliki di dunia ini. Mari jadi berkat bagi sesama. Memberi tidak harus ketika kita sudah punya banyak kekayaan, tetapi miliki hati seperti janda miskin yang memberikan semua yang ada padanya kepada Tuhan.
Tuhan mau hidup kita berfokus pada Kristus, bukan pada keadaan kita. Petrus bisa berjalan di atas air karena berfokus kepada Yesus. Namun ketika dia kuatir, dia mulai tenggelam. Namun demikian, Yesus dengan sigap segera menolongnya (Mat 14:22-33).

Fokus kepada Yesus, maka mujizat akan Tuhan nyatakan dalam hidup kita. Justru mujizat terjadi ketika ada masalah. Mari terus berharap pada Yesus. Dalam kesesakan kita, mari tetap berseru kepada-Nya, Tuhan akan memberikan kita kekuatan yang baru dalam menghadapi setiap masa dalam hidup kita. Amin.

Christin JedidahCovid-19Damai SejahteraKekuatiranpandemi
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Elita Chandra : Rasa Aman yang Sejati

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Kasus COVID-19 yang hari2 ini menyerang lebih dari 600 ribu jiwa di seluruh dunia menyebabkan goncangan yang besar di berbagai negara. Ini menyebabkan banyak orang mencari rasa aman; mereka membeli dan menimbun masker, sarung tangan, hand sanitizer, bahkan baju pelindung untuk merasa aman agar tidak terkena virus ini. Tapi bagaimanakah Rasa Aman yang Sejati itu?

Ada janji keamanan yang Tuhan sediakan kepada bangsa Israel (Yosua 21:43-45). Sekalipun demikian, bukan berarti bangsa ini sama sekali tidak menghadapi musuh; Musuh tetap ada, mereka pun tetap harus waspada & berjaga (Yosua 23: 1-16).

Seringkali kita berpikir bahwa Rasa Aman adalah ketika tidak ada musuh/masalah di sekitar kita. Tetapi Rasa Aman Yang sejati bukanlah ketika tidak ada musuh di sekitar kita, melainkan ketika kita merasakan damai sejahtera Tuhan di tengah masalah/badai Dalam hidup; dimana ada janji perlindungan dan penjagaan Tuhan. Tetapi Rasa Aman juga bukan berarti kita tidak berhikmat, kita juga perlu berjaga dan waspada dengan “musuh” di sekitar kita.

Situasi hari-hari ini menguji hati kita dalam 2 hal:

1. Kasih kepada Tuhan

Apakah kita sungguh2 berserah & bergantung penuh pada Tuhan

2. Kasih kepada Sesama

Apakah kita egois menyimpan semua hal untuk keamanan kita pribadi, atau berbagi kepada yang membutuhkan? Apakah kita tergerak oleh belas kasihan akan jiwa2 Yang meninggal setiap harinya dalam kondisi belum menerima Kristus?

Mari kita semakin mendekat kepada Tuhan. Rasa Aman yang sejati hanya dalam Tuhan; Dia adalah pelindung & penjaga kita yang tidak pernah terlelap (Mazmur 121:1-8). Jangan dikuasai oleh ketakutan dan situasi sekitar kita. Justru kita harus berdoa untuk bangsa-bangsa supaya dikuatkan dan dimampukan melewati bencana ini.

Di tengah ketidakamanan, ada sebuah jaminan keyakinan iman di tengah orang-orang percaya: Bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus; Penindasan, kesesakan, penganiayaan, sakit penyakit sekalipun. Kita diciptakanNya sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:31-39).

Jadilah orang-orang yang lebih dari pemenang; kita tidak lagi hidup dalam ketakutan dan kekuatiran, tetapi hidup kita penuh dengan rasa aman yang sejati dari Tuhan. Mari tetap bergantung pada Tuhan dalam segala hal.

Elita ChandraKekuatiranketakutanPerlindungan TuhanRasa Aman
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Cara Hidup Jemaat Mula-Mula

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan virus covid-19 dengan penularannya yang sangat cepat. Karena itulah, banyak anak-anak Tuhan dilingkupi rasa takut dan kuatir. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang hal ini?

Kita perlu mengingat akan cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka berkumpul tiap-tiap hari, memecahkan roti, dan berdoa (ay 46), dan setiap kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama (ay 44). Masa itu, mereka tidak hidup dalam ketakutan, mereka bergantung penuh pada Tuhan. Mereka hidup saling mendoakan, menguatkan, dan berbagi kepada sesama.

Bagaimana anda menghadapi hari-hari ini? Mari kita belajar dari cara hidup jemaat mula-mula. Meskipun keadaan semakin menekan, perekonomian semakin melemah, tetapi kita tidak boleh dikuasai oleh ketakutan. Kita harus tetap bergantung penuh kepada Tuhan. Biarlah rasa aman kita di dalam tangan-Nya.

Mari sama-sama berdoa untuk meminta perlindungan Tuhan atas keluarga kita dan bangsa ini. Ini saatnya gereja Tuhan bangkit menjadi jawaban dan berkat. Dalam keadaan seperti ini, mari kita membantu dan melayani sesama. Jangan berdiam diri dan memikirkan diri sendiri. Mari kita saling mendoakan dan menguatkan mereka yang kehilangan pengharapan.

Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,  dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat.  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi:  darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.  Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah  sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan­. (Kisah Para Rasul 2:17-21)

Di akhir zaman ini, Tuhan akan bangkitkan pahlawan-pahlawan-Nya. Akan ada perkara-perkara ajaib yang akan Tuhan nyatakan lewat hidupmu.

Maukah anda dipakai Tuhan untuk jadi berkat? Mari berikan apa yang bisa kita berikan saat ini. Mari sama-sama berdoa secara berantai 24 jam untuk Indonesia dan gereja Tuhan. Mari kita memohonkan kemurahan Tuhan atas bangsa, gereja, dan keluarga kita.

Ini saatnya gereja Tuhan bangkit!

Daniel Hadi ShaneJemaat Mula-MulaKekuatiranRasa Aman
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP