Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Seberapa Gregetnya Kamu?
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.
Matius 13:44-46
Kita sering mendengar istilah bahwa orang Kristen itu aneh. Untuk menjadi murid Kristus, kita harus berani difitnah; berani untuk membuat kontroversi. Jika Paulus ada di jaman sekarang, dia pasti sering membuat hal-hal yang kontroversi. Kontroversi adalah bagian dari anak Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, “Pergi.. jual seluruh milikmu dan ikutlah Aku.” Atau “Jika orang tuamu menghalangi rencana Tuhan dalam hidupmu, tinggalkan mereka.”; ini adalah hal yang menimbulkan kontroversi.
Kita harus menjadi orang Kristen yang berani menjadi kontroversi.
Kala ini banyak orang yang mengejar “body goal”. Mereka menginginkan sebuah gambaran tubuh yang sempurna dan menjadi impian banyak orang. Tetapi pernahkah kita sebagai orang Kristen mengejar Heavenly Goal? Heavenly Goal maksudnya mengejar apa yang menjadi goal sorgawi; mengejar panggilan sorgawi yang sudah Tuhan tetapkan dalan hidup kita.
Seberapa Gregetnya kamu?
Menjadi anak Tuhan harus greget. Hari-hari ini di social media, muncul banyak tantangan “Seberapa gregetnya kamu?” Tetapi, seberapa gregetnya kamu sebagai anak Tuhan? Orang Kristen harus punya Heavenly Goal. Orang Kristen yang tidak memiliki heavenly goal bukanlah orang kristen. Jangan takut dibilang aneh. Karena keanehan adalah bagian kita sebagai anak Tuhan. Ketika kita mendapatkan uang 1 milyar, dan yang kita ambil 1 juta saja, sedang yang 999 juta kita berikan untuk Kerajaan Tuhan, orang akan mengatakan hal itu aneh; tetapi itu tidak aneh bagi kita. Itu adalah orang Kristen yang greget.
Orang Kristen harus greget. Kalau orang Kristen tidak greget, kita akan membuat Tuhan gregetan.
Banyak orang yang berkata, “Jangan terlalu serius ikut Yesus.” Dan ketika kita melakukannya, Tuhan juga bisa berkata, “Aku gak serius janjikan kamu Surga”. Karena itu, kita harus serius ikut Yesus. Kita harus radikal dalam mengikutNya. Janganlah kita menjadi Kristen ‘dunia’, karena Standar Kristen ‘dunia’ itu hanyalah buatan manusia, tetapi Alkitab adalah buatan Tuhan. Oleh sebab itu, standar kita harusnya adalah standar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
JADILAH ANAK TUHAN YANG GREGET DENGAN MEMILIKI HEAVENLY GOAL
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Meterai Roh Kudus
Bacaan: 1 Korintus 12 : 1-11
Kita seringkali diberitahu oleh orang tua bahwa listrik itu berbahaya. Tetapi kadangkala kita baru bisa memahami kalau listrik itu berbahaya saat kita mengalami kesetrum. Kita mungkin seringkali percaya dengan apa yang orang tua kita katakan. Tetapi ketika mengalaminya sendiri, kita akan memahami dan sungguh-sungguh mengerti. Sama halnya dengan Kekristenan. Tidak semua orang yang percaya dengan Yesus adalah orang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus. Tetapi orang yang percaya kepada Kristus dan telah dimeteraikan oleh Roh Kudus pasti menerima jaminan keselamatan. Dan mereka diberi kesanggup untuk tidak menyangkal Yesus.
Apa yang dimaksud dengan dimeteraikan oleh Roh Kudus? Yaitu orang yang lidahnya mengaku dan hatinya percaya Yesus. Hati yang percaya ada tindakan. Seorang yang sungguh-sungguh mencintai pasangannya tidak hanya mengaku dibibir saja, tetapi juga ada tindakan yang dia lakukan untuk membuktikan bahwa dia sungguh-sungguh mencintai. Oleh karena itu, saat kita dimeteraikan oleh Roh Kudus, kamu menerima beban dari Tuhan, menerima hati yang hancur dari Tuhan. Tanpa meterai dari Roh Kudus, seseorang tidak bisa memiliki beban hati untuk jiwa-jiwa.
Meterai artinya disahkan oleh Roh Kudus, dihidupi oleh Roh Kudus, dijamin oleh Roh Kudus, dan hidup bersama Kerinduan Roh Kudus
Dimeteraikan oleh Roh Kudus ini adalah proses untuk memegang tanggungjawab dan mandat Ilahi. Kita adalah orang-orang pilihan Tuhan. Yang mendapat anugerah mendengarkan berita inijl. Sementara di luar sana banyak orang belum bisa mendengarkan kebenaran Firman Tuhan. Tetapi sebagai orang-orang pilihan, kita punya tanggungjawab: jiwa-jiwa.
Saat kita dibaptis oleh Roh Kudus, seharusnya kita memiliki buah-buah Roh
Makna dibaptis oleh Roh Kudus ini luas. Ada yang berkata bahwa orang yang sudah dibaptis oleh Roh Kudus adalah bisa berbahasa lidah. Tetapi tanda-tanda supranatural itu tidaklah mutlak. Saat kita dibaptis oleh Roh Kudus, seharusnya kita memiliki buah-buah Roh. Seseorang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus ini masih bisa berbuat salah, tetapi ada proses bersama dengan Roh Kudus yang dia alami, sehingga dia menjadi pribadi yang semakin disempurnakan di dalam Tuhan. Hidupnya akan memiliki beban untuk semakin serupa dengan Kristus, dan dia akan memiliki beban untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Ada hati yang rindu supaya jiwa-jiwa itu dapat mengenal kebenaran. Sudahkah anda mengenal beban ilahi itu?
Meterai artinya kita mau berkata, “aku mau mengambil beban itu. Apapun yang akan ku hadapi, aku tetap mau percaya kepada Yesus.” Meterai itu sudah tersedia. Hanya kita perlu siap untuk menandatanganinya. Karena dalam sebuah perjanjian ada 2 belah pihak. Kita bukan hanya perlu percaya. Tapi kamu tinggal di dalam Dia, dan Dia tinggal di dalam kamu.
Apakah kau sedang mengalami masalah? Dalam Alkitab selalu diceritakan, sebelum terjadi mujizat selalu didahului oleh persoalan. Karena itu, ketika kamu mengalami permasalahan, kamu menjadi kandidat penerima mujizat. Sebab kita yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus akan menerima kuasa. Kita telah dipilih Tuhan menjadi ahli waris-Nya, karena itu Tuhan akan perlengkapi hidup kita dengan karunia-karunia Roh Kudus.
Kuasa tidak mungkin bekerja sebelum kamu mengakui bahwa kuasa itu ada
Roh Kudus adalah pribadi lemah lembut. Jika engkau mengingkari keberadaanNya, Dia akan pergi dari hidupmu. Dia tidak akan bekerja dengan kuat dalam hidupmu. Roh Kudus masih bekerja sampai hari ini. Sealed by Holy Spirit artinya anda hidup dalam perkenanan yang Ilahi dan memiliki beban yang Ilahi. Bukan hanya beban yang sesaat, yang sehari saja sudah hilang. Ketika kita punya beban, akan terjadi kebangunan di kampus-kampus, di market place, dan dimanapun kita berada. Ada kerinduan yang besar supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Percaya kalau kita akan diberi kuasa dan diberi kekuatan oleh Tuhan untuk memperlengkapi dirimu. Berani untuk mengabarkan injil kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Ambil tanggungjawab dan beban Ilahi, karena kita adalah orang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Penuhi Cawanmu!
“Mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan atau Kukatakan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.” (Yeremia 19:5)
Hati-hati, beda tipis antara api yang dari Tuhan dan api yang bukan dari Tuhan. Kerinduan untuk memimpin yang bukan dari Tuhan akan mengakibatkan api yang asing. Ketika kita mau memimpin seseorang tetapi tidak mau dipimpin, kita sedang masuk ke dalam sebuah penyesatan. Kita merasa, kita dipanggil oleh Tuhan, tetapi kita tidak mau mendengar orang yang terlebih dahulu dipanggil oleh Tuhan untuk menceritakan pengalaman hidup mereka dan kita tidak mau dipimpin oleh kerinduan Tuhan.
Api asing berbahaya. Ia muncul bukan dari hati Tuhan, tetapi muncul dari perasaan manusia.
Api yang palsu bisa berupa bakat dan talenta teknis yang mendatangkan kesombongan. Misalnya saja, kita sebagai manusia menetapkan standar-standar tertentu untuk seseorang bisa menyembah Tuhan harus dengan suara yang indah. Justru, segala sesuatu yang kelihatannya hebat dan heroik, belum tentu datangnya dari Tuhan. Seperti kisah dalam Yeremia, pada waktu itu, umat Israel mempersembahkan anak mereka sendiri. Hal itu kelihatannya dahsyat dan luar biasa, tetapi itu bukan dari Tuhan, melainkan dari pikiran dan perasaan mereka sendiri.
Banyak orang yang berbicara “aku mendapat ini dari Tuhan,” sementara, itu hanya merupakan dari perasaan dan pikiran mereka semata. Tetapi, domba-domba Tuhan, mengenal suara Tuhan. Beberapa waktu yang lalu, terjadi tsunami di Lombok. Lalu terjadi tsunami di Palu dan Donggala, dan sampai saat ini, kota-kota tersebut terisolasi dan kita tidak tahu bagaimana nasib orang-orang yang ada di kota tersebut. Hal ini tentu mengingatkan kita semua bahwa mall yang besar bisa rubuh, harta yang dikumpulkan dengan susah payah bisa hanyut oleh air, tetapi pada hari-hari terakhir ini, Tuhan rindu mengumpulkan sebuah jemaat yang berkemenangan. Anda tidak boleh “berdiam diri”. Tetapi Anda harus berdiam diri di dalam Tuhan, yakni bertindak dengan iman.
Janji Tuhan itu pasti. Namun, mengapa seringkali kita masih mengalami kegagalan demi kegagalan? Jika Anda sedang mengalami situasi yang berat dalam kehidupan Anda, Anda tidak tahu mengapa janji-janji Tuhan tidak segera digenapi, yang perlu Anda pahami ialah:
Suara siapa yang sedang Anda dengarkan?
Ada seseorang yang menjual semua rumah dan harta pribadinya, untuk membuat sebuah bisnis, dan akhirnya bangkrut dan menyalahkan Tuhan. Mengapa? Karena ia merasa itu suara Tuhan. Tetapi sesungguhnya, Tuhan tidak pernah berkata demikian, sebab suara Tuhan tidak mungkin gagal. Suara manusia dan suara perasaan seringkali menipu.
Waktu Tuhan
Ketika Anda sudah betul-betul mendengarkan suara Tuhan, dan bisnismu masih gagal, studimu masih gagal, dan hidupmu masih berantakan, percayalah, Tuhan sedang meminta Anda untuk berdiam diri. Berdiam diri bukan berarti tertidur, tetapi Anda menyerahkan segala sesuatunya sesuai dengan perintah Tuhan sebab waktu-Nya tidak sama dengan waktu kita. Ketika Naaman disembuhkan (2 Raja-raja 5:1–27), orang yang paling berjasa dalam penyembuhannya ialah pembantunya. Pembantu itu berjalan kepada istri Naaman, dan berujar, “tidak baik berdiam diri, pergilah kepada nabi, dan mudah-mudahan akan terjadi kesembuhan di sana.” Ada sebuah tindakan iman yang perlu dilakukan. Berdiam diri bukan berarti pasrah dengan keadaan. Berdiam diri artinya mendengarkan suara Tuhan, apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan?
Ketika kita sedang berdiam diri, Tuhan sedang mengumpulkan air mata kita, peluh kita, di dalam kirbat dan cawan Tuhan. Dan sebelum cawan itu penuh, tidak akan terjadi sesuatu yang hebat dalam diri Anda. Tetapi ketika cawan itu penuh, meluap, melimpah, maka apa pun yang Anda kerjakan akan selalu berhasil.
Kita perlu menunggu cawan Tuhan penuh di dalam kehidupan kita. Lalu, dengan apa cawan ini bisa penuh?
Cawan tersebut akan penuh oleh air mata. Air mata disini melambangkan penyerahan demi penyerahan kita kepada Tuhan. Ketika punya kerinduan Tuhan, membuka toko donat, misalnya. Dan Anda yakin bahwa itu benar-benar dari Tuhan, maka yang pertama kali Tuhan akan kumpulkan yaitu air mata Anda. Pada awalnya, bisa saja Anda menyediakan 1000 donat, dan yang laku hanya 10. Anda mulai menangis, kita merasa, keadaan tidak bersahabat dengan kita. Ketika itu terjadi, Tuhan ingin agar kita berdiam diri, sebab Tuhan sedang mengumpulkan air mata kita, peluh kita ke dalam cawan-Nya. Saat cawan-Nya untuk kita sudah penuh, percayalah, mujizat-Nya untuk kita akan segera terjadi.
Banyak orang gagal dalam proses cawan ini dan menjadi tidak sabaran untuk menerima janji Tuhan. Mereka berusaha menyiramnya dengan api yang asing, semangat yang palsu. Akibatnya, api yang asing dan semangat yang palsu bukan memeras air mata mereka, tetapi memeras air mata kesombongan, “Hmph, lihatlah, donatku akan menjadi donat terbaik sedunia!” Itu api asing, yang Tuhan tidak kehendaki dalam hidup kita.
Lalu, bagaimana kita mengetahui air mata yang benar dan dikehendaki oleh Tuhan? Air mata yang demikian ditandai dengan adanya:
Pendahuluan, berupa motivasi, kerinduan yang dibangkitkan dari Tuhan. Anda akan mendapatkan pujian dan dukungan untuk mengerjakan mimpi Tuhan dalam hidup Anda.
Proses, yaitu bagian terberat. Anda akan mengalami caci maki, nyinyiran rohani, sentimen, dan segala sesuatu yang tidak baik dalam hidup Anda. Tetapi proses itu mendatangkan air mata dan minyak yang kudus, yang siap memenuhi cawan kita.
Pemenuhan cawan, yaitu keberhasilan demi keberhasilan yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang setia menanti pemenuhan cawan Tuhan. Semakin sabar Anda, semakin cepat waktu pemenuhan cawan tersebut di dalam kehidupan Anda. Tetapi semakin tidak sabar Anda, semakin waktu-Nya seakan-akan tidak berujung. Oleh karena itu, mari berdoa kepada Tuhan agar Ia memenuhi cawan Anda, supaya melimpah, dan jikalau cawan itu melimpah, maka Anda siap melakukan perkara-perkara yang besar untuk kemuliaan nama-Nya.
Ada yang berkata jualan ini gagal, jualan itu gagal, saya adalah orang yang gagal. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan tidak menciptakan kita sebagai orang yang gagal, tetapi sebagai orang-orang yang lebih daripada para pemenang (Roma 8:37). Jikalau Anda tidak bisa memenuhi cawanmu, sampai seumur hidup, Anda tidak akan pernah mengerti hidup yang penuh kemenangan. Tetapi apabila cawan itu melimpah, kemenangan itu akan dipercepat oleh Tuhan. Maukah Anda bersama-sama, berlomba untuk memenangkan pertandingan Ilahi dan setia dalam proses pemenuhan cawan-Nya?
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Melihat Gambaran Seutuhnya
Bacaan: Yosua 1 :1-9
Yosua adalah pelayan Musa yang setia. Tuhan memberikan kedudukan yang luar biasa kepada Yosua karena dia setia kepada pemimpinnya. Kita tidak bisa setia dengan Tuhan bila kita tidak belaja setia dengan pemimpin. Bagaimana mungkin kita bisa setia dengan yang tidak terlihat, sedangkan kita tidak bisa setia dengan yang terlihat? Nama asli Yosua adalah Hosea, yang berarti keselamatan. Tetapi Musa menggantinya menjadi Yosua, yang berarti : engkau yang akan menyelamatkan. Yosua adalah pribadi yang melihat gambar seutuhnya rencana Tuhan di dalam diri Musa. Dia begitu percaya bahwa Musa akan memiliki tanah perjanjian sesuai dengan kehendak Tuhan.
Proses setia itu tidak mudah; kita perlu melihat apa yang Tuhan lihat. Kita sering tidak bisa melihat gambaran seutuhnya dari pandangan Tuhan, sehingga kita bisa berubah tidak setia. Kita bisa marah dan bersungut-sungut kepada Tuhan.
Kehidupan kita bagaikan sebuah Puzzle
Kehidupan kita seperti sebuah puzzle. Pada mulanya kita tidak tahu gambarannya sama sekali. Tetapi jika semua disatukan, itu membentuk gambaran utuh. Setelah lihat secara keseluruhan, kita bisa mengerti maksud puzzle tersebut. Sayangnya banyak anak Tuhan yang menjadi frustasi sebelum mereka menyelesaikan puzzle mereka. Mereka melihat potongan kecil yang mereka dapatkan nampaknya tidak sesuai dengan janji yang Tuhan. Mereka akhirnya membongkar kembali puzzle itu, dan menggantinya dengan puzzle yang baru. Akibatnya kita tidak pernah bisa memiliki tanah perjanjian.
Ada orang yang setia berdoa 40 tahun. Doa itu tidak terjawab melalui dirinya, tetapi melalui keturunannya. Itu berarti doanya mengerjakan sesuatu. Itu yang disebut dengan buah kesetiaan. Banyak yang meragukan janji Tuhan karena kita tidak bisa melihat apa yang Tuhan lihat dalam hidup kita.
Seringkali kita memaksa Tuhan melakukan apa yang kita mau. Kita claim janji-janji Tuhan, tetapi kita tidak melakukan kesetiaan dan ketaatan seperti Abraham. Dia memberikan anaknya yang didapatnya melalui penantian yang panjang. Dia harus menunggu puluhan tahun penggenapan janji Tuhan untuk memberikan keturunan kepadanya. Tetapi Abraham memegang teguh janji Tuhan. Dia taat dan setia dengan apa yang Tuhan mau; Dia sangat percaya dengan janji Tuhan bahwa dia akan menjadi bapa dari segala bangsa. Puzzle-puzzle yang harus dia lewati seakan-akan bertentangan dengan janji Tuhan kepadanya: Istrinya mandul, dia sudah tua, keadaan di sekelilingnya tidak mendukung, sehingga mustahil dia bisa memiliki keturunan. Tetapi Abraham setia dan percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan tidak mungkin mengingkari janjiNya.
Sama halnya dengan memahami konsep Allah Tritunggal. Kita tidak bisa melihat gambaran Allah secara keseluruhan karena pengetahuan yang kita miliki terbatas. Allah Tritunggal tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Semua rahasianya terletak di dalam Firman Tuhan. Untuk mengetahui Allah Tritunggal secara benar kuncinya adalah terima Yesus terlebih dahulu baru kita akan tahu tentang Allah Tritunggal. Yesus pun berkata dalam Yohanes 14 : 6, “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Oleh karena itu, kita harus menerima Yesus dulu, barulah selubung di hati dan pikiran klita dibukakan.
Tanpa Yesus, kamu tidak akan bisa mengenal Bapa kita
Terima Yesus dan kamu akan terbuka dengan misteri pengenalan Tuhan. Saat kita mengenal Yesus, kamu akan tahu tentang Bapa dan Roh kudus. Janganlah kita malah menggoyahkan iman orang percaya dengan pemahaman dan pengetahuan kita yang terbatas.
Percaya artinya kita menyerahkan apa yang Tuhan minta dalam hidup kita
Memahami Allah Tritunggal sama halnya dengan memahami rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita harus percaya kepada Yesus terlebih dahulu. Percaya artinya kita menyerahkan apa yang Tuhan minta dalam hidup kita. Kita tidak bisa menuntut Tuhan berikan penggenapan janjiNya kalau kita tidak mau berikan yang terbaik untuk Tuhan. Abraham ketika menerima penggenapan janji Tuhan, dia rela mempersembahkan anaknya ketika Tuhan minta; karena dia percaya kepada Tuhan. Ketika kita percaya, kita dapat menyerahkan apa yang paling Tuhan inginkan.
Bukan karena kita tidak bisa melihat, maka janji Tuhan itu tidak terlihat sama sekali
Mari kita sungguh-sungguh menyerahkan hati dan hidup kita sungguh-sungguh kepada Tuhan; Penyerahan secara total. Mengapa kita seringkali tidak melihat janji Tuhan? Mungkin kita harus introspeksi diri: apakah kita sudah serahkan apa yang Tuhan inginkan? Tuhan kita bukan pembunuh, yang membunuh mimpi-mimpi kita. Tetapi Dia Tuhan yang setia.
Setiap orang memiliki bagiannya. Kita belajar menyerahkan apa yang menjadi bagian kita. Ketika kamu melihat pertumbuhanmu nampaknya seperti tanaman-tanaman yang kecil, percayalah kamu akan dapat melihatnya perlahan bertumbuh semakin besar dan kuat, asal kamu percaya dan menginjikan Yesus tinggal dalam hatimu. Maukah kamu belajar untuk percaya dan melihat gambaran Tuhan seutuhnya? Mari kita bertumbuh bukan karena perkara receh, tapi kita bertumbuh dari kebenaran Firman Tuhan.
Hidupmu bisa berpengaruh untuk orang lain; Berdampak luar biasa. Kuncinya adalah setia. Katakan kepada Tuhan: “Aku mau Kau pakai, Tuhan.” Maukah kamu memberikan apa yang paling kamu inginkan? Jikalau kamu memberikannya seperti Abraham memberikan Ishak kepada Tuhan, janji itu akan terjadi dalam hidupmu.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Selalu Negatif!
Salah satu orang yang terkaya di dunia ini, Jack Ma membuat presentasi di sebuah perkuliahan tentang kesuksesan bisnisnya. Kemudian ia menguji orang-orang di sana, apakah mereka teliti dan cekatan. Ia menuliskan beberapa penjumlahan matematika sederhana. Semua benar kecuali 1 yang terakhir, ia salah menjumlahkan dan semua orang di kelas tersebut menertawakannya. Lalu ia berkata bahwa mereka terlalu fokus pada satu kesalahannya yang terakhir, padahal di hitungan sebelumnya ia menulis dengan benar, tetapi tidak ada pujian. Ia menekankan bahwa mereka terlalu fokus dengan kesalahan.
Anak-anak Tuhan seringkali terlalu fokus dengan kesalahan. Kita terlalu banyak melihat hal-hal yg buruk dalam diri orang yang kita kasihi daripada hal-hal yang baik.
Berapa banyak, suami istri, anak dengan orang tua yang tidak bisa menikmati berkat-berkat hubungan karena sibuk melihat hal-hal yg buruk di dalam hidup orang tersebut. Kita tidak melihat hal-hal baik yang telah dilakukan dan berfokus pada hal-hal buruk. Sehingga hidup mereka tidak pernah bisa berhasil.
Apakah kita selalu melihat keburukan orang lain dan tidak melihat kebaikan dalam diri orang lain?
Karena kita selalu melihat keburukan dalam diri orang lain, maka gambar diri kita pun buruk. Orang-orang selalu melihat hal-hal yg buruk dalam diri orang lain, tapi Tuhan mengajarkan kita untuk mendoakan dan melihat hal-hal yg baik dalam diri orang yang kita doakan. Itulah Tuhan kita, penuh dengan kasih karunia. Apakah kita terlalu sibuk melihat kekurangan yang kita miliki? Sehingga kita tidak melihat potensi yang Tuhan berikan dalam diri kita untuk melakukan perkara-perkara besar untuk kemuliaan nama Tuhan.
Padi yang menghasilkan biji padi, akan dapat dinikmati banyak orang. Tetapi padi yang gagal, akan ditebang, dibuang dan dijadikan makanan sapi. Tebu yang gagal panen, dipotong, dijadikan makanan kambing. Buah-buahan yang busuk, yang tidak layak untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi manusia, akan dipotong dan diberikan kepada babi. Kita manusia, untuk apa kita hidup di muka bumi ini kalau kita fokus dengan kesalahan kita dan kesalahan orang lain? Kita tidak akan bisa berbuah dan mempersembahkan buah bagi kemuliaan nama Tuhan dan dinikmati banyak orang.
Ada begitu banyak orang yang bersukacita hatinya kalau melihat saudaranya menderita, kalau melihat pemimpinnya jatuh dan salah. Tapi itu bukan jati dirinya yang berbahagia, tapi dagingnya yang berbahagia. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini berkata bahwa kita semua berharga di mata Tuhan.
Ada salah seorang hamba Tuhan bercerita bahwa ia bersyukur ia menjadi seorang penginjil dan tidak menjadi seorang gembala, sebab itu bukan panggilannya. Tetapi beberapa tahun kemudian, ia menggembalakan sebuah gereja. Kalau saya berfokus dengan kata-katanya yang lalu, saya akan berkata bahwa hamba Tuhan ini berbohong. Tetapi Roh Tuhan adalah roh yg dinamis, bukan roh yg statis.
Kasih Tuhan itu indah. Yang tadinya kita tidak bisa mendoakan orang lain, marah dengan orang lain, kita menjadi mampu melakukannya karena orang lain begitu berharga di mata Tuhan dan Tuhan juga ingin kita mengasihi mereka. Semua orang dicinta Tuhan.
Orang-orang yang tidak percaya pada Kristus atau meninggalkan kepercayaan pada Kristus dan disebut Kafir. Kata kafir berasal dari bahasa inggris “cover” atau selubung. Sampai sekarang, masih banyak orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan karena ada selubung di penglihatan mereka. Sehingga mereka menolak bagaimana Tuhan yang hidup mengambil rupa seorang manusia. Oleh karna itu Alkitab mengatakan mereka sebagai kafir atau tercover, karena pikirannya masih diselubungi.
Kita hidup di dalam anugerah
Apa arti hidup dalam anugerah? Pada waktu Tuhan Yesus menyembuhkan orang kusta, mereka tidak berkata “sembuhkan aku Tuhan”, tetapi “tahirkan aku Tuhan”. Di Perjanjian Lama, orang kusta harus menghadap Imam sebelum mereka masuk bait Allah dan di cek apakah kustanya menular atau tidak. Ketika kusta itu menular, kusta itu harus menyelesaikan perjalanan penyakitnya sampai akhirnya tidak menular lagi. Orang-orang yang terkena kusta harus ada di jalan2 dan berkata “najis” agar orang-orang menjauhi dia karena ia menular.
Ketika kusta sudah menyelimuti seluruh tubuhnya (putih semua), imam akan berkata “engkau sudah tahir”. Mengapa demikian? Ini adalah suatu contoh kasih karunia. Orang-orang yang telah diselimuti kusta secara keseluruhan, ia sudah hopeless. Ia tidak berdaya lagi. Dan di sanalah kasih karunia datang, “engkau sudah tahir, tidak lagi najis”.
Saat masih ada hal baik dalam diri kita, kita akan berbangga diri dengan diri kita dan terus berusaha mengandalkan kekuatan kita. Tetapi ketika seluruh diri kita, kita sadari telah rusak dan hancur, kita hopeless, kemudian kita datang pada Tuhan dengan kehancuran kita, Tuhan memberikan kasih karunianya pada kita untuk mentahirkan kita.
Jangan mengandalkan dirimu untuk melawan dosa, karena tidak akan pernah bisa. Kecenderungan manusia adalah jahat adanya, selalu berbuat dosa. Karena itu roh Tuhan tidak selama-lamanya tinggal dalam diri manusia. Ketika engkau tidak mampu dan tidak berdaya, dan engkau datang pada Tuhan “tahirkan aku”, di saat itulah Tuhan akan mentahirkan engkau.
Injil kita adalah kasih karunia, tetapi bukan hypergrace
Injil kita adalah kasih karunia yang berasal dr Firman Tuhan. Kasih karunia seperti obat. Kasih karunia yang benar tidak akan membunuh diri kita. Tetapi jika kita overdosis untuk menggunakan obat berlebihan, itu membahayakan kita dan itu diluar kasih karunia yang sesungguhnya.
Siapa dari kita yg masih berbuat dosa? Datang pada Yesus yang sumber kasih karunia. Jangan pakai kekuatan sendiri. Kasih karunia itu akan memampukan kamu untuk bebas dari dosa. Banyak orang belum paham ini karena belum tinggal dalam kasih karunia. Ketika kita belajar untuk tinggal dalam kasih karunia, yang tadinya kita bisa benci orang, kita bisa mendoakan dan memberkati orang tersebut. Itu adalah anugerah Tuhan.
Ciri dari anak-anak Tuhan adalah doanya dekat kepada Tuhan
Anak Tuhan berdoa pada Tuhan akan berseru, cry out. Mau terjadi revival dalam hidupmu? Menjeritlah pada Tuhan. Berseru pada Tuhan menunjukkan keintiman dengan Tuhan. Doamu menunjukkan keintiman atau hanya sekadar sambil lalu saja? Mau hidupmu mengalami mujizat? Kalau kita berkata Tuhan tidak mampu memberikan keinginan kita yang selaras dengan Firman Tuhan, berarti kita mengkhianati Tuhan. Kamu tidak percaya pada Tuhan dan menghina kasih Tuhan.
Tindakan kita yang tidak percaya pada Tuhan adalah bentuk penghinaan pada Tuhan, meremehkan kasih dan hikmat.
Kita tidak percaya bisa lulus dengan nilai yang baik, kita sudah menghina Tuhan. Kita tidak percaya kita bisa mendapatkan jodoh yang terbaik, kita menghina dan mempermalukan Tuhan. Dia Tuhan, Dia tidak mungkin dan mustahil gagal.
Caramu memperoleh mujizat adalah kamu harus menyadari bahwa kamu memiliki hubungan spesial dengan Tuhan, seperti hubungan anak dengan orang tuanya. Kita adalah ahli warisnya Tuhan. Belajar menyerahkan semuanya dan bergantung penuh pada Tuhan.
Jangan pernah melihat keburukan dari orang-orang di sekitarmu, lihatlah segala kebaikan yang pernah mereka lakukan. Ubah cara pandang kita, kita tidak sebaik itu untuk melihat hanya keburukan orang lain. Kita pun juga akan dapat dilihat demikian oleh orang lain. Ketika kita melihat sesuatu yang baik dari diri seseorang, berikan pujian juga padanya. Belajarlah melihat kebaikan dalam diri orang lain.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Menjadi Prajurit yang Awas dan Tepat Sasaran
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai diri dirinya sendiri dan menjadi hamba uang . Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3 : 1-5)
Kita perlu berhati-hati dalam bergaul. Karena tidak semua orang dengan label Kristen mengerjakan apa yang menjadi prinsip-prinsip Firman Tuhan. Kita perlu memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Apabila kita sendiri lemah dalam pengenalan akan Tuhan, kita bisa menyetujui hal-hal buruk yang kita terima dari sekitar kita.
Ketika kita memiliki pikiran yang sakit, kata-kata yang sakit, dan kita bergaul dengan orang-orang yang sakit, maka kerohanian kita bisa menjadi sakit.
Banyak orang yang hidupnya penuh dengan akar kepahitan dan permusuhan. Itu menandakan bahwa orang tersebut berada di luar Kristus. Seringkali Iblis juga bisa memakai anak-anak Tuhan untuk menghancurkan kesatuan yang ada. Hati-hati dengan perkataan kita. Gosip yang kita tujukan ke orang lain bisa menjadi kutuk untuk mereka.
Banyak anak Tuhan di akhir jaman mengalami situasi kebangunan rohani yang palsu. Hidup yang diberkati dan promosi-promosi jabatan dianggap kebangunan rohani. Kebangunan rohani yang palsu pasti akan berkibar terlebih dahulu sebelum kebangunan rohani yang asli.
Kebangunan rohani yang sejati adalah perubahan pola pikir anak Tuhan yang pikirannya selalu tertuju kepada kristus dan memiliki buah-buah yang benar di dalam pengenalan akan Tuhan.
Seringkali kita memandang kebangunan rohani yang besar itu menurut cara pandang kita: Musik yang bagus, ibadah yang penuh sesak, dan hamba Tuhan yang luar biasa dahsyat. Tetapi semuanya hanya bisa dilihat dari buahnya. Sama halnya buah apel yang tampak cantik dari luar, tetapi dalamnya busuk, apel itu tidak akan bisa dinikmati. Dikatakan dalam 2 Timotius 3, bahwa manusia di akhir jaman akan mencintai diri sendiri, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri; itu bukanlah ciri-ciri orang yang hidup di dalam Tuhan. Janganlah kita ikut bermufakat dengan orang-orang yang sepakat untuk menjelekkan orang lain. Karena dengan demikian, sebenarnya hidup kita penuh dengan kutuk kepada orang lain. Mari kita hidup benar d hadapan Tuhan. Jangan menjadi penggenapan manusia di akhir jaman.
Gad, ia akan diserang segerombolan, tetapi ia akan menyerang tumit mereka. (Kejadian 49:19)
Perjalanan hidup Gad penuh dengan peperangan; Tidak pernah mengalami zona aman dan nyaman. Tetapi dia dinubuatkan Tuhan untuk selalu menang. Dia tidak terlalu terkenal dibandingkan dengan anak Yakub yang lain. Tetapi dia tidak terlalu masalah dengan peperangan yang dia hadapi, dan dia tahu cara memenangkannya.
Tuhan menilai kadar cinta kita saat kita mengalami penyerangan.
Cinta kita diuji kepada Tuhan ketika kita mengalami kesesakan. Kalahkan raksasamu dan menangkan peperanganmu. Sebab seorang pasukan harus siap sedia dalam segala kondisi.
Tentang Gad dia berkata: Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran Tuhan serta penghukuman-penghukumanNya bersama dengan orang Israel (Ulangan 33:20-21).
Gad memiliki hati yang lapar. Disaat hidupnya yang penuh dengan peperangan, dia tidak menjadi payah, dan tidak bermuram durja. Tetapi diia berpikir bagaimana memenangkan peperangan yang harus dihadapinya. Dikatakan bahwa dia menyerang lengan dan kepala; ini berbicara tepat sasaran. Dia tahu tujuan peperangannya. Dia menyerang tepat pada kekuatan musuhnya, yaitu Lengan. Dia tepat sasaran dalam memenangkan peperangan dalam hidupnya.
Apakah kita sudah tepat sasaran? Jiwa-jiwa begtu berharga di mata Tuhan. Apakah kita sudah menjangkau mereka dengan tepat sasaran? Kunci kemenangan Gad dia sadar tujuan berperang dan dia tepat sasaran. Gad tidak mau menjadi prajurit, tetapi dia mau menjadi panglima di hadapan Tuhan.
Dia mau jadi yg terutama d hadapan Tuhan. Untuk itu, strategi Gad adalah dia menyerang dari atas. Yang dia serang adalah panglima perang. Sekalipun Gad adalah orang yang selalu menang, dia adalah orang yang tetap tinggal dalam kebenaran Tuhan. Dia bersedia dikoreksi dan mengikuti hukum-hukum Tuhan.
Rencana Tuhan adalah yang terbaik untuk setiap kita. Dia rindu kita memiliki mimpi-mimpiNya dan mengalahkan musuh-musuh kita dengan penuh keberanian karena kita memegang perjanjian kita dengan Tuhan. Beranilah bermimpi! Saat kita tidak lagi bermimpi, mimpi Iblis yang akan menguasai pikiran kita.
Tinggalah dalam kasih karunia Tuhan, dan hiduplah dengan kepala terangkat berani dan mengalahkan musuh-musuhmu. Apakah kamu mengalami patah semangat dalam peperanganmu?
Terimalah anugerah dari Tuhan. Tuhan yang akan menjamin hidupmu. Mari jadi prajurit Tuhan yang tepat sasaran!
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Maju Berperang Pantang Mundur!
Kita semua pernah mengalami peperangan. Di dalam kerohanian kita, kita seringkali perlu berperang melawan dosa, kedagingan, dan pikiran kita yang jahat. Bagaimana supaya kita dapat memenangkan peperangan kita?
Ada yang disebut hukum peperangan yang harus kita kerjakan untuk memperoleh kemenangan dalam hidup kita.
Membangun Mental
Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau. (Ulangan 20:1)
Inilah hukum yang pertama di dalam peperangan: Membangun Mental. Seringkali iblis memberika psywar dalam pikiran kita. Mereka akan berkata, “Kamu sudah seringkali jatuh, kamu seringkali gagal, bahkan sampai sekarang kamu tidak menggenapi rencana Tuhan.” Dan jika kita mengiyakannya, sebenarnya kita sudah kalah berperang.
Hari-hari ini banyak pasukan cyber. Orang yang sedang melakukan pemilihan presiden menyebarkan hoax-hoax di media sosial, sehingga lawannya menjadi tidak berdaya dan menyerah. Demikian juga dengan Iblis; dia akan mengintimidasi kita dengan hoax-hoax, sehingga kita percaya dan kalah. Kebohongan terbesar dari Iblis ini adalah yang membuat kita kalah berperang. Kita harus percaya bahwa sengat maut Iblis itu sudah dipatahkan waktu Yesus mati dan bangkit untuk kita semua. Oleh karena itu, dia tidak punya kekuatan, hanya seperti singa ompong yang menakuti kita. Tetapi kalau kita percaya, itu yang akan membuat hidup kita berantakan.
Akan tetapi, seringkali anak-anak Tuhan secara tidak sadar menjadi Iblis-Iblis kecil. Mereka ikut menyebarkan hoax, berita-berita yang tidak benar, dan kata-kata yang melemahkan. Secara tidak sadar mereka menjadi bala tentara iblis. Maka dari itu, kita harus berhati-hati.
Jangan Takut
Apabila kamu menghadapi pertempuran, maka seorang imam harus tampil ke depan dan berbicara kepada rakyat, dengan berkata kepada mereka: Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka (Ulangan 20:2-3).
Pada perjanjian lama, harus ada seorang pemimpin yang mendengarkan suara Tuhan. Tetapi pada perjanjian baru, kita percaya bahwa kita bisa mendengar suara Tuhan. Jika saat ini kita kuatir dengan dengan hari esok: Jangan takut, jangan lemah, dan janganlah gemetar! Apa yang mustahil bagi Tuhan? Dibutuhkan iman dan orang yang mendengar suara Tuhan dalam mengerjakan mimpi Tuhan.
Rencana Tuhan tidak pernah gagal, meskipun orang menilainya sebagai suatu keterlambatan.
Tetapi Tuhan tidak pernah terlambat. Yang membuat segala sesuatu sepertinya terlambat adalah benteng-benteng yang kita dirikan untuk menghalangi rencana Tuhan dalam hidup kita: benteng ketakutan, benteng kegelisahan, benteng kekuatiran, dan benteng kecurigaan dengan kasih Tuhan. Benteng yang kita dirikan itu menghalangi waktu Tuhan bekerja dalam hidup kita. Tuhan butuh waktu untuk menghancurkan setiap benteng yang kita dirikan. Karena itu, jangan kita menjadi orang yang berkerjasama dengan Iblis membuat benteng-benteng yang menghalangi rencana Tuhan. Jangan percaya dengan dusta iblis ini, karena ini strategi Iblis untuk menghancurkan hidupmu.
Taat! Karena peperangan ini Milik Tuhan
Tuhan menyorot ketaatanmu. Taatlah dengan apa yang Tuhan mau, dan kamu akan menerima semua kepenuhan janji Tuhan. Jangan coba-coba membantu Tuhan, biarkan Tuhan yang berperang dan memenangkan peperangan! Kamu hanya bisa membantu Tuhan dengan TAAT.
Tinggalkan Kenyamanan
Para pengatur pasukan haruslah berbicara kepada tentara, demikian: Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain menempatinya. Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya (Ulangan 20:5-6).
Ini adalah sindiran; yang takut, tidak usah ikut berperang, karena orang yang lemah hatinya tidak akan memperoleh kemenangan. Banyak orang yang takut untuk meninggalkan zona nyaman mereka. Mereka dipusingkan dengan perkara-perkara yang tidak perlu. Stop membuat segala sesuatunya lebih rumit! Sebab Dia dapat dengan mudah memberikan jalan kepada kita kalau kita mau maju berperang.
Janji Tuhan tetap Berlaku
Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. (Yosua 6:1)
Jika Tuhan sudah berjanji, Tuhan akan menepatinya. Tetap percaya, tetap berdoa, tetap peganglah janji Tuhan. Mungkin kita bisa menemui “tembok-tembok” yang menghalangi langkahmu. Tetapi Tembok Yerikho pun bisa hancur dalam nama Yesus. Belajarlah hukum peperangan rohani, dan hancurkan “tembok Yerikho”mu. Tuhan akan berperkara, asal kita taat dan berjaga-jaga dengan tipu daya Iblis dalam hidup kita.
Jadilah Tentara Tuhan yang Maju Berperang Pantang Mundur!
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Berani Bermimpi
Tidak sedikit anak Tuhan yang cerita cintanya dengan Tuhan bergeser karena mimpi pribadi dan kedagingannya. Akan tetapi lebih mengerikan seseorang yang tidak memiliki mimpi dalam hidupnya.
Pernahkah anda bermimpi? Tidak ada seorang pun yang tidak pernah bermimpi. Mimpi itu mewarnai kehidupan kita. Saya percaya, ketika ada mimpi Tuhan yang diberikan dalam hidup kita, itulah yang bisa menguatkan hidup kita. Banyaknya orang-orang ekstrim dengan prosperity (kemewahan), membuat kita takut bermimpi. Tetapi janganlah kita terlalu ekstrim menanggapi suffering theology. Suffering Theology yang ditanggapi terlalu ekstrim hanya akan menyakiti diri kita, bukannya menyenangkan Tuhan. Karena itu, kita perlu memiliki mimpi dalam kehidupan kita mengikut Tuhan.
Jikalau kita tidak pernah bermimpi, maka kehidupan kita akan kering, tidak memiliki warna, dan tidak memiliki target apapun
Ketika seorang ayah meninggal, dia akan memberikan warisan kepada anak-anaknya; demikian juga dengan Kristus. Tuhan menjanjikan perjanjian-perjanjian berkatNya dalam hidup kita. Tuhan sedih melihat orang yang terlalu ektrim dengan Prosperity dan Suffering Theology, tetapi lebih menyedihkan lagi orang yang tidak mempunyai mimpi dan ambisi apapun.
Ketika kita tidak memiliki mimpi, kita tidak memiliki gairah dalam hidup kita. Betapa bodohnya kita, kalau kita hidup muka bumi ini hanya menunggu kedatangan Tuhan tanpa berbuat apapun
Yusuf bermimpi bahwa berkas-berkas gandumnya tegak berdiri dan berkas-berkas saudaranya menyembah kepada berkas-berkasnya. Di mimpi yang lain, dia melihat matahari, bulan, dan 11 bintang sujud menyembah kepadanya. Ketika dia menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, marahlah saudara-saudaranya kepada dia (Kejadian 37:5-11).
Ketika kita memiliki mimpi dari Tuhan, hambatan itu justru muncul dari orang-orang di sekitar kita. Kita perlu mengosongkan diri (dalam bahasa Yunani: Kenosis), dimana Tuhan mengambil semua mimpi kita dan menggantinya dengan mimpiNya. Sebab mimpi pribadi kita tidak akan memberikan manfaat apapun. Berapa banyak orang yang tidak mau mengosongkan dirinya dan memakai kekuatannya untuk memuaskan rasa sakit hatinya. Sakit hatinya di masa lalu dipakai untuk menjadi sukses secara dunia. Betapa menyedihkannya kita, karena kita tidak menunjukkan kasih, yang ada hanya sakit hati yang dipertontonkan.
Ketika engkau mengijinkan mimpimu diambil oleh Tuhan, maka Tuhan yang akan “memaksakan” mimpiNya dalam hidupmu; dan itu memaksimalkan hidupmu
Utarakanlah mimpimu kepada Tuhan, meskipun mimpi itu akan dibenarkan oleh Tuhan. Tuhan memberikan mimpi-mimpi besar yang Tuhan rindu kamu kerjakan dalam hidupmu. Temukan mimpi Tuhan itu, dan Tuhan akan maksimalkan dirimu. Siapa yang merebut mimpimu? Saudaramu? Keluargamu? Ketakutanmu? Engkau adalah ciptaan Tuhan, Engkau diciptakan dengan satu tujuan, dengan satu alasan. Banyak jiwa-jiwa yang letih, lelah dan berbeban berat sehingga hidupnya tidak bergairah, tanpa passion; Itu salah! Ketika kita menemukan mimpi Tuhan, atau kita menjalani apa yang kita nggap “mimpi Tuhan”, itu akan memberikan kekuatan kepada kita.
Kalau kita melakukan apa yang kita anggap “mimpi Tuhan” itu, selama kita berserah, Tuhan yang akan murnikan dan kuduskan.
Tidak ada proses pengosongan yang instan; itu membutuhkan waktu dan proses.
Mimpi kita kadang perlu dikoreksi Tuhan. Mimpi Yusuf pun dikoreksi oleh Tuhan. Kalau mimpi Yusuf tidak pernah dikoreksi, tidak mengalami hambatan, hidupnya tidak akan pernah maksimal. Yusuf mempunyai potensi yang dilihat oleh Tuhan. Apa potensimu? Tuhan sedang melihat potensi dalam hidupmu. Jangan kerdilkan dirimu dengan berkata “aku tidak bisa”! Kita adalah ciptaan yang tertinggi. Kita sanggup melakukan segala perkara bersama dengan Tuhan. Berani bermimpi! Tuhan akan memberikan janjiNya ketika kita berani bermimpi. Bermimpi dan ikutilah proses mimpi Tuhan.
Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. (Yeremia 14:3)
Dalam perjanjian lama, kendi-kendi kosong itu yang disebut kenosis. Maukah hidupmu menjadi kendi-kendi kosong di hadapan Tuhan? Ketika kendi-kendi kosongmu diisi dengan “air” dari Tuhan, Tuhan akan membuatmu maksimal. Percayalah bahwa mimpi Tuhan akan menjadi kenyataan bagi orang yang mengasihi Dia.
Syarat memperoleh mimpi dari Tuhan adalah berjumpa dengan Tuhan
Ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, kita tahu Dia bukan Allah yang berdusta. Dia yang akan menepati janjiNya sesuai dengan kerinduan dalam hidup kita. Maukah jadi roti yang terpecah bagi banyak orang? Jangan cengeng! Miliki fighting spirit. Jika kita tahu Yesus beserta kita, siapa yang jadi lawan kita?
Bangkit sekarang! Berkaryalah bagi Tuhan mulai saat ini. Janganlah kita menjadi lelah ketika masa menuai. Beranilah bermimpi, sebab Tuhan yang akan support kamu. Biar nama Tuhan yang dipermuliakan lewat hidup kita.
Tuhan ingin lihat penyerahan dalam hidupmu, yaitu hidupmu bukan dirimu lagi, melainkan Kristus berserta mimpi-mimpiNya ada dalam dirimu.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Berkat dan Kutuk
Seringkali, kita sulit membedakan antara berkat dan kutuk yang diberikan oleh Tuhan. Manusia sangat rentan untuk terperangkap dalam penjara visual. Kita cenderung iri hati melihat milik orang lain yang kelihatan ‘wah’ dan berkesan. Tetapi, tidakkah kita tahu bahwa, semakin besar kekayaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula pengeluarannya? Bahwasanya orang-orang dunia bergerak bersama keterikatan dengan perjanjian dunia, tetapi mereka tidak akan dapat menerima apa yang disebut sebagai “special blessing” yang berasal dari Allah.
Bagaikan dua belalang yang serupa namun tidak identik, begitu juga dengan berkat dan kutuk. Mari kita tinjau bersama-sama dalam Yoel 2:18–27. Terdapat dua macam belalang yang diperkatakan oleh Tuhan dalam Perjanjian Lama, yakni belalang haram dan belalang halal.
Belalang Haram
Belalang haram merupakan jenis belalang yang digambarkan sebagai tulah yang dijatuhkan oleh Tuhan bagi rakyat Mesir. Selain sebagai tulah, belalang jenis ini merupakan ilustrasi Iblis, penghukuman, dan celah. Belalang haram memiliki tahap-tahap tertentu dalam mematikan benih-benih firman dalam hati manusia, antara lain sebagai berikut:
1. Belalang pindah
Tahap paling awal dari fase belalang haram yakni belalang pindah. Belalang ini memakan dedaunan terlebih dahulu, lalu mengambil tempat untuk beranak pinak di daun. Mengapa dinamakan belalang ‘pindah’? Hal ini dikarenakan bahwa, tidak selamanya manusia tidak percaya kepada Tuhan secara langsung. Seseorang bisa hidup dalam Tuhan dengan sangat tekun, namun kemudian pada satu titik, ketika motivasi dan fokusnya teralihkan dengan hal lain, jam-jam doa yang mulai tersisihkan, serta saat teduh yang tidak lagi memberikan gairah hidup dapat membuat seseorang yang awalnya berada dalam Tuhan ‘berpindah’ keyakinan. Belalang pindah membuka celah dengan mulai menggerogoti daun-daun kepercayaan dan telur-telur keraguan mulai muncul dalam dirinya.
2. Belalang pelompat
Belalang pelompat merupakan keturunan selanjutnya dari belalang pindah. Belalang ini memakan batang tanaman dari keyakinan seseorang. Ketika hal ini terjadi, seseorang yang awalnya hidup dalam Tuhan mulai rapuh. Ia mulai tidak menyukai jam-jam doa yang biasa ia nantikan, tidak menyukai pelayanan, dan bahkan tidak lagi menyukai ibadah.
3. Belalang pengerik
Belalang jenis ini menyantap buah-buah yang seharusnya dihasilkan seorang yang percaya. Pelayanan-pelayanan yang dilakukan olehnya kini tidak menghasilkan buah-buah pertobatan, pelayanan, maupun jiwa-jiwa dalam kehidupannya. Ia tidak memiliki roh dan semangat Kristus dalam mengerjakan segala sesuatu.
4. Belalang pelahap
Belalang pelahap merupakan fase belalang muda. Ia menghabiskan akar sehingga seseorang tidak dapat berdiri tegap. Seperti kata pepatah, kita tidak dapat berdiri dan berjalan diatas dua perahu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan (Matius 6:24a). Pada tahap ini, seseorang sudah merasa tidak apa-apa jikalau tidak berdoa, tidak menjalankan pelayanan, maupun tidak beribadah sama sekali.
Belalang Halal
Maka dari itu, penting bagi kita untuk menemukan celah dalam diri kita masing-masing. Sampai tahap mana belalang haram itu merasuk dalam jiwa kita? Teriakkan dan mintalah pemulihan kepada Tuhan, maka Ia akan memberikan pemulihan yang dahsyat dalam hidup kita. Sekalipun kita telah berada dalam tahap terakhir dari fase belalang haram, masakan Ia tidak memberikan apa yang diminta oleh anak-Nya dengan penuh kesungguhan hati dan percaya? (Matius 7:11).
Namun demikian, selain belalang haram tersebut, terdapat apa yang disebut sebagai belalang halal. Berbeda dengan belalang haram, belalang jenis ini merupakan buah pertobatan dari seseorang yang dapat disajikan dengan harum di hadapan Tuhan. Ada janji yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya yang benar-benar bertobat. Tuhan ingin memulihkan pelayanan Anda, terlebih-lebih pribadi Anda secara utuh. Hanya ketika Anda benar-benar kembali ke jalan yang benar inilah, Tuhan akan memulai pemulihan demi pemulihan dalam hidup Anda.
Ketika seseorang tidak lagi bergantung penuh kepada Tuhan, ia sedang tidak hidup dalam kasih karunia.
Oleh karenanya, kenalilah gejala-gejala ketika engkau mulai melangkah dalam perjanjian dengan dunia dan menjauh dari Allah. Dengan bertobat, Tuhan akan menyingkap tirai-tirai perkenanan-Nya dan menyediakan “special blessing” bagi mereka yang percaya.
Jikalau Tuhan telah memulai sesuatu, Ia akan mengakhirinya dengan baik, percaya saja, sebab Ialah permulaan dan akhir dari segala sesuatu di muka bumi ini.
- Published in The Shepherd's Voice








