SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Archive from category "The Shepherd’s Voice"
  • Page 4
26 August 2026

Category: The Shepherd’s Voice

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Fokus pada Pertandinganmu!

Wednesday, 22 May 2019 by Ellen Natalia

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarang saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:25-27)

Hidup ini adalah sebuah pertandingan. Ketika kita berada dalam sebuah track pertandingan, bukan  lintasan yang lain yang menjadi tujuan kita. Tentu yang kita mengejar apa yang jadi tujuan kita yaitu kemenangan. Karena itu, kita perlu berfokus pada pertandingan kita.  Demikian juga dengan kehidupan kita sebagai anak Tuhan. Seringkali kita memikirkan pikiran yang tidak layak untuk dipikirkan. Kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita menjadi iri hati dengan gelanggang pertandingan orang lain.

Hidup bukan Pembandingan, tapi Hidup adalah Sebuah Pertandingan

Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, damai sejahtera tidak bisa mengikuti kita. Kita akan selalu merasa tidak aman. Ini membuat gambaran Tuhan rusak dalam hidup kita. Kita tidak menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan secara menarik, unik, dan khusus. Kita lupa cara mengucap syukur atas apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.

Banyak Kekristenan yang bukan Kekristenan di jaman ini: “Takut kalau aku tidak bayar perpuluhan, nanti Tuhan tidak mengasihiku.. Tuhan tidak berkati hidupku” atau “Bayar aja buah sulung, daripada nanti usahaku dicengkram oleh iblis”. Kita perlu berhati-hati dalam menerima doktrin tentang perpuluhan dan buah sulung salah. Persembahan adalah tentang memberi karena mencintai, bukan karena takut.

Untuk mendapatkan yang paling berharga, kita harus melepaskan yang paling berharga dari dirimu

Perak itu berharga, tetapi emas lebih berharga. Level kita sebagai anak Tuhan tidak berhenti di level Perak, tetapi kita kita harus mencapai level emas murni. Perak itu perlu dipisahkan dengan emas supaya menjadi emas yang murni. Sebelum yang berharga dan luar biasa itu muncul, kita harus serahkan dulu yang berharga. Serahkan semua kekuatiranmu kepada Tuhan. Emas yang murni tidak akan muncul kalau hidupmu tidak diserahkan dan dibakar Tuhan.

Melihat keberhasilan orang lain membuatmu baper? Kamu murid dunia atau murid Tuhan? Murid dunia akan terus berlari dalam track. Jangan terus melihat ke kanan dan ke kiri, dan tidak berfokus pada pertandinganmu; kamu akan kalah.  

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban yang dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombann yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12:1)

Saya percaya bahwa ada awan saksi yang sedang melihat kita. Saya membayangkan, mereka ada di stadion dan melihat pertandingan kita. Mereka membangkitkan semangat kita dan mensupport kita supaya kita bangkit. Saat ada yang jatuh, semuanya pasti teriak gemuruh di sana, “Ayo bangun! Kamu bisa menyelesaikannya! Aku pun dulu pernah jatuh.. tapi aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Kamu juga bisa! Ayo bangkit, jangan menyerah!” Dalam hidup kita, kita punya banyak awan saksi yang mengelilingi kita. Selesaikan pertandingan kita dengan baik, dan biarkan Tuhan yang menilai hidup kita.

Kunci Kemenangan kita adalah Memperkatakan Firman Tuhan

Firman Tuhan adalah sauh bagi jiwa kita. Karena itu, isi pikiran dengan Firman Tuhan. Maka kejadian besar dan ajaib akan terjadi dalam hidup kita. Perkatakan Firman Tuhan siang dan malam,  bertindak dan jadi saksi-saksi Tuhan sampai banyak orang yang dimenangkan.

Jadilah saksi buat orang-orang disekeliling kita, dan serahkan semua rintangan yang harus kita hadapi kepada Tuhan. Berkat-berkat akan dan sudah Tuhan sediakan bagi kita. Fokus dengan pertandinganmu, jangan melihat gelanggang orang. Jadilah pantang menyerah dan biarlah Firman Tuhan yang menjadi kekuatanmu hingga kamu meraih kemenanganmu.

Daniel Hadi ShaneGelanggangPembandinganPertandingan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Orang Pilihan Tuhan

Wednesday, 08 May 2019 by Ellen Natalia

Iblis tahu waktuNya sudah dekat. Karena itu, dia mengumpulkan semua panglima-panglimanya untuk berperang. Bisa kita lihat pekerjaannya melalui kejadian-kejadian jahat di sekitar kita: pemerkosaan, anak-anak yang tidak taat kepda orang tua, kasus bunuh diri, dan sebagainya. Ini adalah masa dimana iblis mengerahkan seluruh tenaganya. Maka dari itu, anak Tuhan harus bangkit! jangan mau dikalahkan oleh iblis. Panglima Tuhan harus bangkit!

Terkadang Tuhan memberikan permasalahan di dalam hidup kita supaya kita memiliki respon hati yang benar.

Dalam Markus 6:30-44, pada waktu Yesus mengajar 5000 orang, murid-murid Yesus melihat mereka kelaparan. Tetapi Yesus meminta muridNya untuk memberinya makan. Filipus berkata kepada Tuhan: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Andreas meresponi perkataan Yesus dengan cara berbeda. Dia mencari dan memeriksa apa yang ada pada mereka, dan menemukan 5 roti dan 2 ikan. Apakah kita memiliki respon Andreas? Ia langsung bergerak untuk mencari roti. Dia menemukan apa yang ada disana dan memberikannya kepada Tuhan,  lalu di tangan Tuhan, 5 roti dan 2 ikan dapat memberi makan lebih dari 5000 orang. C

Sayangnya banyak anak-anak Tuhan yang tidak bisa mencukupkan diri dengan apa yang mereka punya. Pada akhirnya mereka terjerat dengan hal-hal yang tidak benar, seperti berhutang kartu kredit untuk kepuasan diri sendiri tanpa pertimbangan apakah mereka bisa membayarnya atau tidak. Sehingga yang terjadi, mereka berhutang kesana kemari untuk menutupi hutang yang sebelumnya. Iblis suka menawari hal-hal yg keliatannya menarik dan mengenakkan. Kita harus waspada dengan jeratan iblis ini.

MENGUCAP SYUKURLAH DENGAN BERKAT YANG SUDAH TUHAN BERIKAN

Cukupkan apa yang ada padamu. Apa 5 roti dan 2 ikanmu? Cukupkanlah dirimu dengan itu. Jangan kita memiliki banyak alasan, apalagi alasan masa lalu. Masa lalu kita sudah ditebus oleh Tuhan. Masa lalu dijadikan pelajaran untuk masa kini. Banyak anak Tuhan yang tidak memiliki prinsip 5 roti 2 ikan; berhutang terus menerus untuk memuaskan keinginannya. Ketika sudah dikejar debt collector, menyalahkan Tuhan dan minta ampun sama Tuhan, minta orang lain yang selesaikan. Kita harus tahu, bahwa cara Tuhan membantu kita tidak selalu dengan cara yang kita pikirkan. Tuhan membantu kita dengan caraNya.

Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. (Hakim-Hakim 7:2-3)

Kita kadang bisa seperti orang Israel. Tidak turut berjasa dalam suatu hal, tetapi memegahkan diri seakan-seakan dia yang membuatnya sukses. Jangan jadi orang yang mengutamakan gengsi, jangan kita bermegah dengan harga diri kita; sedikit-sedikit tersinggung, sedikit-sedikit panas. Jangan mau dijebak oleh iblis, karena harga diri kita sudah dtebus oleh darah Yesus.

TUHAN SEDANG MENYELEKSI PASUKANNYA DI AKHIR ZAMAN

Tuhan tidak menghendaki semua rakyat ikut berperang. Karena begitu banyak anak Tuhan berkata dirinya mencintai Tuhan, tapi mereka takut untuk mati bagi Tuhan; Demikian juga dengan 10.000 yang mencintai Tuhan tetapi tidak memiliki attitude yang baik. Orang-orang yang seperti ini tidak bisa menjadi teladan, sehingga diseleksi menjadi 300. Meskipun tidak banyak, tetapi 300 orang ini mempunyai attitude yang baik, sehingga mereka dipilih Tuhan untuk pergi berperang.

Jenderal Tuhan di perjanjian lama pun memiliki kekurangan, tetapi mereka punya RESPON HATI YANG BENAR. Berbeda dengan bangsa Israel; Mereka dipilih Tuhan, tapi bersungut-sungut terus.

Kita perlu keras dengan daging kita. Kalau daging kita pelihara, roh kita akan makin kerdil.

Hari-hari ini, Tuhan rindu membangkitkan pahlawan di gerejaNya, yang tidak diliput media karena sungguh-sungguh motivasinya murni untuk Tuhan. Dan Mata Tuhan melihat semuanya dengan jelas, Dia menghargai setiap sikap hati dan ucapan syukur kita.

Iblis sedang mengintai anak-anak Tuhan. Sudah siapkah kita? Untuk itu dibutuhkan orang yang sungguh-sungguh tertanam di gereja. Tuhan tidak butuh ribuan orang, Dia hanya butuh ratusan orang untuk memenangkan kota-kota. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan Kritus.

Tujuan hidup kita adalah kemenangan bersama Yesus. Tetapi tujuan tanpa perjuangan hidup tidak mungkin bisa tercapai. Karena itu, mari kita sama-sama berjuang mencapai kemenangan kita bersama dengan Tuhan dan buatlah Iblis gemetar.

Daniel Hadi ShaneIkanPasukanPilihanPrajuritRoti
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : KebangkitanNya dalam Kita

Monday, 22 April 2019 by Ellen Natalia

Bacaan: 1 Korintus 15:12-22

“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.” (1 Kor 15:21)

Yesus sudah mati dan bangkit untuk kita semua. Apakah kita sudah menjadi saksiNya yang menceritakan kebaikanNya? Ketika kita menyatakan kebenaran, mungkin akan ada banyak orang yang berkomentar, memfitnah, tidak terima, bahkan menjatuhkan kita. Tetapi jangan terpengaruh dengan kata-kata orang lain.. kita tidak boleh takut menceritakan kebenaran! Kita perlu memiliki kuasa kebangkitan Kristus dalam hidup kita.

Orang benar tidak mungkin mengeluarkan sesuatu yang tidak benar

Jangan baper dengan apa yang orang lain katakan kepada kita. Itu adalah senjata Iblis untuk menjatuhkan kita. Jangan mau diintimidasi perkataan anak-anak rohani kita yang berkata, “kamu munafik… kamu masih berdosa.. dsb.” Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang merasa bersalah, dan berusaha menanamkan rasa bersalahnya kepada orang lain. Tetapi anak-anak Tuhan tidak mudah dilemahkan hanya dengan kata-kata orang seperti itu.

Justru kalau kita difitnah dan dicemooh saat kita melakukan kebenaran, saat itu kita sedang dimurnikan dan kita sedang menuju ke next level dalam hidup kita.

Jangan Berprasangka kepada Tuhan

Belajarlah tidak salah sangka dengan kerinduan Tuhan dalam hidup kita. Prasangka kita bisa membatasi kasih Tuhan mengalir dalam hidup kita. Ketika kita mengalami lembah-lembah dalam hidup kita, kita bisa berprasangka kepada Tuhan; kita berpikir bahwa Tuhan jahat dan tidak adil. Tetapi kita tidak tahu apa yang ada di baliknya.

Tuhan ijinkan peristiwa-peristiwa terjadi dalam hidup kita, bukan karena Dia tidak sayang kepada kita, tetapi supaya kita menjadi orang-orang yang kuat; menjadi orang yang semakin diubahkan dan disempurnakan di hadapan Tuhan.  

Jadilah setia, karena kesetiaan itu mahal harganya

Tuhan mencari orang-orang yang setia di akhir jaman ini. Jadilah pahlawan Tuhan yang bangkit. Jangan gentar, ceritakan kuasa kebangkitanNya kepada semua orang! Dia sudah membayar kita dengan darahNya yang mahal.. dosa-dosa kita sudah disucikan sejak kematianNya di kayu salib. Inilah saatnya kita membalas semua pengorbananNya. Pakai semua yang ada padamu untuk kemuliaan nama Tuhan.

Hanya dengan kebangkitanNya dalam kita yang sanggup menggerakkan kita untuk menjadi saksi-saksi yang bangkit bagi Kristus.

Daniel Hadi ShaneKebangkitanKebenaranSalib
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Selesaikan Jalan Salibmu!

Monday, 22 April 2019 by Ellen Natalia

Bacaan : Matius 19:27-30

Via dolorosa/ jalan salib adalah bagian kehidupan yang harus kita jalani. Ini adalah sebuah perjalanan kita menuju “Golgota”, menuju ke bukit kemenangan kita. Dalam perjalananNya, Yesus banyak bertemu dengan orang-orang yang mengkhianati, menyangkali, dan menghinaNya. Demikian juga dengan kita yang menjalaninya. Kita akan banyak berjumpa dengan orang yang tidak sepaham dengan kita.   

Ada 3 roh yang harus kita waspadai :

  1. Roh Yudas – Kelihatannya setia, sepertinya mencintai, tetapi mengkhianati (Matius 26:47-50)
  2. Roh Petrus – Seperti Petrus: setiap hari bersama Yesus, hidup bersama Yesus, tetapi menyangkali Yesus saat Dia mengalami masa sukar
  3. Roh Pilatus – Hidup berdasar opini orang

Hati-hati dengan Roh Pilatus! Dalam kita menjalankan visi dalam Tuhan, tidak smua orang akan sepakat dengan kita. Di jalan salib menuju kepada bukit kemenangan kita, kita akan dikasihani oleh orang-orang terdekat Kita. Maria menangis sepanjang perjalanan Yesus memikul salibNya. Tapi Yesus tetap berjalan menyelesaikan perjalanan salibNya. Dia berjalan karena kehendak Bapa, Dia tahu di depanNya ada kemenangan yang sedang menantiNya.

Jalani dan selesaikan perjalananmu sampai selesai! Kita hidup bukan karena apa kata orang; Kita hidup oleh perkataan Tuhan.

Mari kita hidup dan bergerak dalam kebenaran Tuhan.

Dalam perjalanan Yesus memikul salib, Tuhan mendatangkan Simon dari Kirene untuk membantuNya; demikian juga dengan kita. Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita. Dia akan memberikan penolong untuk menolong kita menghadapai kesusahan yang ada di depan kita.

Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita.

Yesus sudah menyelesaikan Via Dolorosa-Nya dengan baik; Dia mencapai kemenanganNya. Kita juga bisa mencapai kemenangan kita! Fokus dengan perkataan Tuhan, dan jangan bertindak hanya karena opini orang.

Saat ini adalah kesempatan emas untuk kita membalas apa yang Tuhan berikan kepada Tuhan. Jangan berhutang sama Tuhan. Layanilah Tuhan, jalani Via Dolorosa-mu dan dapatkan kemenangan kekal bersamaNya!

Daniel Hadi ShaneJalan SalibPilatusSalibVia Dolorosa
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Aku Hidup oleh Perkataan-Mu

Tuesday, 26 March 2019 by Ellen Natalia

“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engaku diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12: 5-6)

Tuhan adalah Bapa yang mengasihi kita. Dia juga adalah Tuhan yang rindu mendidik kita. Tuhan mendidik orang-orang yang diakui-Nya sebagai anak. Apa reaksi kita ketika dididik Tuhan? Berbahagialah karena jika kita dididik Tuhan, artinya kita masih diakui sebagai anak oleh Tuhan.

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain melihat anak-anak mereka melakukan kebenaran.

Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. (3 Yohanes 1:4)

Fungsi Bapa adalah mendidik dan menyesah anak-Nya. Bapa rindu memukul kita dengan kebenaran. Di akhir jaman, ada begitu banyak Injil-Injil palsu. Karena itu, kebenaran harus terus diwariskan kepada anak-anak kita, sehingga kita tidak disesatkan oleh rupa-rupa pengajaran. Untuk itu, kita perlu rela untuk dibentuk dan dimurnikan oleh Tuhan sehingga hidup kita akan dapat dipakai oleh Tuhan. Dan marilah kita menjadi orang-orang yang mau berkata: “Hidupku karena perkataanMu, bukan kata orang lain.”

Tuhan Menikmati Penyembahan Kita

Penyembahan adalah sesuatu yang bersifat pribadi. Itu adalah ungkapan cinta kita kepada Tuhan. Seseorang yang tidak memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu kepada orang yang dikasihinya, tentu saja diragukan: apakah dia sungguh-sungguh mencintai atau tidak?

Cinta itu berat. Cinta itu butuh pengorbanan, dan jatuh cinta adalah hubungan pribadi yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain. Dan jika kita mencintai Tuhan, maka kita akan menyembah Dia dengan sepenuh hati.

Mirisnya, banyak orang yang meninggalkan gereja hanya karena alasan “Aku tidak bisa menikmati penyembahan di tempat ini.” Lantas, sebenarnya untuk siapa penyembahan kita? Sesungguhnya yang berhak menerima dan menikmati penyembahan kita adalah TUHAN.

Seringkali kita sebagai manusia menilai apa yang kita lihat. Ketika melihat orang yang memuji Tuhan dengan meneteskan air mata, kita menganggap bahwa dalam penyembahannya ada hadirat Tuhan. Padahal penyembahan yang dikagumi oleh Tuhan bukan hanya milik orang yang menyembah dengan berurai air mata; Tuhan lebih tertarik dengan hati kita. Tuhan yang menilai setiap cinta dan pengorbanan kita.

Manusia melihat rupa, tetapi Tuhan melihat hati

Seperti seorang janda miskin yang memberikan yang ada padanya. Sekalipun ada orang kaya yang memberikan persembahan yang nampaknya sangat banyak, namun Tuhan memuji janda ini daripada orang kaya itu, karena dia memberikan yang terbaik untuk Tuhan; Ia korbankan apa yang ada padanya untuk diberikan kepada Tuhan.

Hubunganmu dengan Tuhan adalah urusanmu dengan  Tuhan. Sama seperti orang yang jatuh cinta, ekspresikan cintamu kepada Tuhan. Jangan biarkan penilaian orang menjatuhkan dirimu, karena Tuhan yang menilai semuanya.

Bapa rindu Kita mengerjakan kerinduanNya

Tuhan rindu kita menjadi gereja yang hidup. Seperti jemaat mula-mula yang memecahkan roti dan bersatu, mereka menceritakan Injil Kristus yang sejati tanpa iming-iming kekayaan, tanpa iming-iming kenyamanan. Maukah kita menjadi gereja yang hidup itu? Kita hidup dalam kebenaran dan menceritakan kebenaran yang sejati itu kepada banyak orang.

Apakah kita seperti Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus? Petrus adalah orang yang menyangkal, bahkan menghujat Yesus. Ketika dia sadar akan kesalahannya, dia bersembunyi dari Yesus. Tapi Yesus datang memanggil dia dengan namanya. Sama halnya dengan kita; Mungkin kita berdosa dan terikat, tetapi Tuhan sedang memanggil kita.

Seberapa parahnya dosa dan kesalahan kita, Tuhan masih mengasihi kita, dan selalu ada harapan untuk pulang ke rumah Bapa.

Berapa banyak kita masih hidup terikat dengan dosa? Ayo kita bangkit! Kita diciptakan segambar dengan Tuhan. Roh Tuhan dalam diri kita jauh lebih besar untuk melawan dosa-dosa kita.

Tuhanlah yang menilai hidup kita. Karena itu janganlah kita hidup hanya dari penilaian manusia semata. Biarkan Tuhan yang menikmati setiap penyembahan dari hidup kita.

Daniel Hadi ShaneDidikan TuhanPenilaian TuhanPenyembahan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Memberitakan Injil Palsu

Wednesday, 20 March 2019 by Renee

“Ah tidak perlu pergi ke pertemuan ibadah, aku sudah melayani Tuhan dalam pekerjaanku”

Pekerjaan seringkali disebut melayani Tuhan dan melayani sesama, sehingga ia meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah, tidak lagi pergi ke gereja. Kata siapa? Ini adalah tipuan para bos masa kini!

Tuhan berkata dalam FirmanNya kita tidak boleh melalaikan pertemuan-pertemuan ibadah. Tuhan menegur Marta karena bekerja terus menerus tanpa duduk diam dan mendengarkan suara Tuhan. Melayani Tuhan seharusnya menjadi prioritas kita.

Pekerjaan melayani sesama, bukan melayani Tuhan.

Ketika kita beribadah, kita memuji Tuhan. Kita mempersiapkan sound, mempersiapkan peralatan gereja agar berjalan dengan baik saat ibadah adalah melayani Tuhan. Kita melayani sesama melalui pekerjaan kita, dengan segala yang kita miliki, itu adalah perintah Tuhan. Tuhan berkata dengan keras bahwa jangan meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah seperti yang dibuat beberapa orang yang menganggap ibadah itu tidak penting.

Menyesatkan orang itu mudah. Katakan 9 kebenaran dan 1 dusta, maka ia akan tersesat.

Hati-hati dengan injil palsu, injil yang lain yang tidak benar sesuai perkataan Alkitab. Rasul Paulus mengatakan “celakalah orang-orang yang memberitakan Injil yang tidak sama dengan injil yang kuberitakan!” Injil yang lain membuat kita menyembah Tuhan yang lain. Jika injil yang kita ceritakan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, kita termasuk dalam golongan celaka, kita sudah menyesatkan orang. Tujuan injil ditulis adalah untuk kemuliaan Kristus, bukan untuk kepentingan pribadi manusia.

Melayani Tuhan adalah prioritas kita, melayani sesama adalah perintah Tuhan. Seringkali ada kerancuan berpikir bahwa tidak perlu pertemuan-pertemuan ibadah karena kita sudah melayani Tuhan di pekerjaan kita. Kata siapa? Kata supervisor kita? Kata bos kita? Mana ayatnya?

Kita tidak menganut teologi kemiskinan, bahwa kita harus menderita. Tuhan memelihara hidup anak-anakNya. Tetapi kita juga tidak menganut teologi kemakmuran. Yesus berkata bahwa lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan surga. Teologi kemakmuran telah berkembang demikian rupa menyerupai injil. Kalau kita menggunakan ayat untuk kepentingan pribadi, celakalah kita.

Injil itu bertujuan untuk Tuhan. Christosentris, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Bukan kehendak kita, tetapi kehendak Tuhan. Jangan mau mengikuti injil yang lain. Jika demikian, keselamatanmu bergantung pada injil tersebut, bukan injil yang sesungguhnya.

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

1 Timotius 6:6-10

Teologi kemakmuran mengajarkan bahwa Roh Tuhan ada padamu, engkau sanggup melakukan segala sesuatu, engkau adalah the creator sendiri. Seperti Yesus yang adalah manusia dan Roh Tuhan ada padaNya, Dia sanggup melakukan segala sesuatu, maka kita juga demikian, kita sanggup melakukan segala sesuatu. Ini injil yang lain, bukan berasal dari Firman Tuhan. Injil adalah injil yang seimbang, kalau tidak seimbang, kita akan masuk dalam injil yang palsu.

Banyak penipuan-penipuan ala Kristen. Di Afrika ada KKR Kesembuhan membangkitkan orang mati, yang ternyata orang itu adalah seorang aktor yang sudah sering disewa ke KKR-KKR rohani lainnya. Kita mudah untuk tersentuh dengan mujizat-mujizat, sesuatu yang besar dan kesannya rohani, tapi kita tidak belajar Firman Tuhan. Para rasul mengadakan mujizat di tempat tersembunyi, tanpa ada publikasi. Bahkan Yesus menyembuhkan orang sakit kusta dengan berpesan “jangan mengatakan kepada siapa-siapa”. Mujizat yang dibalut festival adalah penipuan. Yesus mengajarkan “kalau engkau berdoa, berdoalah secara diam-diam, tidak show off power”.

Waspada! Anak2 kita jika tidak dididik untuk beribadah, akan diajar oleh injil yang lain. Akibatnya, tidak ada sorga buat mereka karena injil yang diberitakan bukan injil yang sejati tetapi injil yang palsu.
Begitu banyak anak-anak Tuhan yang mempercayai injil lain, bukan injil yang sebenarnya. Yesus berkata kepada murid-muridNya apa yang dialamiNya, penderitaanNya, aniayaNya, akan dialami murid-muridNya juga.

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Tuhan Tidak Pernah Salah

Tuesday, 19 March 2019 by Renee

Bilangan 16 bercerita pemberontakan oleh Korah, Abiram dan Datan. Saat itu bangsa Israel menemui Musa, yang merupakan pemimpin tertinggi umat Israel, bersama dengan 250 orang pemimpin lainnya dan berkata “kami ini juga adalah umat pilihan Tuhan, Tuhan ada di tengah-tengah kami, kenapa harus kamu yang memimpin kami?”. Itu benar bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan, tetapi mereka salah mengira tentang satu hal. Mereka tidak tahu bahwa Tuhan mengutus Musa untuk menjadi pemimpin atas bangsa itu.

Musa dan Harun menjadi marah lalu membawa perkara itu di hadapan Tuhan. Kemudian Tuhan berfirman bahwa saat itu juga 250 orang itu akan dilenyapkan dari muka bumi. Hebatnya, Musa dan Harun tidak langsung bersukacita, melainkan bersujud di hadapan Tuhan dan berkata “Jangan sampai kesalahan 1 orang, melenyapkan semua”. Kemudian Tuhan menyuruh mereka berkumpul, lalu terjadilah gempa bumi dan tanah terbelah di mana 250 orang itu beserta anak istri mereka masuk dalam tanah begitu saja dan terkubur di dalamnya.

Melihat itu, bangsa Israel kemudian menjadi marah pada Musa karena ia dinilai kejam. Bangsa Israel kehilangan kepercayaan pada otoritas yang dipilih Tuhan. Lalu Tuhan menyuruh kepala suku masing-masing membawa tongkat. Musa dan Harun tidaklah salah. Tapi jabatan Imam harus dari keturunan Harun, itulah aturan yang ditetapkan Tuhan.

Tuhan membela Musa dan Harun dengan mengumpulkan tongkat dari masing-masing suku Israel dan memberinya nama. Tongkat adalah kayu yang diberi bahan-bahan kimia tertentu yang membuat kayu menjadi mati, sehingga kayu tidak lagu mungkin untuk berdaun, apalagi berbuah. Tapi dalam semalam, hanya tongkat Harun yang berdaun, berbunga dan berbuah badam, yang menjadi bukti bahwa ia dipilih Tuhan.

-o0o-

Sering sekali kita mendengar sesuatu yang benar menurut pemikiran kita, kelihatannya benar dan masuk akal. Sisi ego, kedagingan kita langsung meluap. Kita harus berhati-hati karena itu tidak sepenuhnya benar.

Ketika Tuhan menetapkan seseorang, Tuhan bertanggung jawab atasnya. Musa dan Harun tidak bertindak menurut kemauan mereka. Mereka masuk dalam hadirat Tuhan dan membawa perkara mereka kepada Tuhan. Dan Tuhan memberikan pembelaanNya.

Kita adalah generasi yang dipilih Tuhan. Tuhan pasti bertanggung jawab atas kita dan akan menyelesaikan untuk kita. Kalau Tuhan sudah mengangkat seseorang, tidak ada seorangpun yang dapat menurunkannya. Tidak peduli seberapa buruknya pemimpin kita, Tuhan sudah menetapkannya dan Tuhan akan berperkara dan bertanggung jawab atas hidup kita sebagai generasi pilihan Tuhan. Kita tidak sempurna, tapi Tuhan sudah pilih kita. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepadaNya.

Bagaimana mungkin tongkat yang sudah mati, yang sudah tidak mungkin berbuah, dalam semalam bisa berdaun, berbunga dan berbuah. Pohon yang hidup saja tidak mungkin berbuah dalam semalam, apalagi tongkat yang sudah mati. Seperti hidup kita, mungkin kita sudah mati, tapi ketika kita datang dalam hadirat Tuhan, membawa perkara-perkara kita, kita bisa berbunga kembali dan menghasilkan buah.

Generasi jawaban doa seperti generasi tongkat Harun, tidak dipercaya, kepemimpinan kita dipertanyakan. Tapi Tuhan tidak mungkin gagal. Tuhan datang untuk mempermalukan orang-orang paling berhikmat dan paling pandai skalipun. Percepatan datang ketika kita datang di hadapan Tuhan dan memperkarakan perkara kita, seperti tongkat Harun yang berbunga dan berbuah dalam semalam.

Jangan mau diintimidasi oleh iblis. Iblis akan berkata “Kamu tidak bisa“, “kamu hanya jadi boneka pemimpin rohani“, “kamu akan gagal” dll. Tapi kita harus berkata bahwa

“aku bergantung pada Tuhan. Dia yang akan membelaku”

Jangan khawatir, Tuhan bekerja atas kita. Tuhan Yesus memberkati



Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Iman dan Kasih Karunia

Thursday, 14 March 2019 by Renee

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Efesus 2:8

Kata “iman” di sini adalah pistis.yang merupakan sebuah kata kerja (verb). Artinya kita diselamatkan juga oleh tindakan percaya. Orang yang mendapat kasih karunia tapi tidak melakukan tindakan kasih dan imannya pada Tuhan, itu sama dengan bohong.

Ada kata kerja, ada tindakan.
Tunjukkan iman dan kepercayaan kita kepada orang di sekitar kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan iman kita. Kerinduan TUHAN adalah pergi dan jadikan semua bangsa muridNya. Biarlah hidup kita dapat menjadi saksi di lingkungan sekitar kita.

Kita seringkali mencari pembenaran dari apa yang terjadi dalam hidup kita. Kita membaca buku lalu menandai setiap quotes yang sesuai dengan hati dan keadaan kita. Misalnya kita sedang terluka karena dikhianati sahabat, kita menandai quotes yang mendukung perasaan terkhianati kita. Hey! Firman Tuhan bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Hidup kita adalah untuk kemuliaan Tuhan.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Matius 6:2

Berapa banyak waktu yang tersisa untuk kita mempersiapkan diri kita untuk dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan? Mari ceritakan Yesus karena kita sudah mendapatkan kasih karunia. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kasih karunia tanpa tindakan bukanlah kasih karunia yang sejati.

Tipu daya iblis

  1. Hanya kata-kata
    Orang yang lapar akan menjadi lebih sensitif, lebih mudah marah, sangat peka dengan keadaan. Tetapi banyak orang yang mengatakan bahwa mereka lapar akan Tuhan, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda demikian, tidak peka dan tidak terlihat benar-benar merindukan Tuhan. Kata-kata yang keluar hanya sekadar kata-kata. Kita belajar untuk menjadi pelaku firman, bukan cuma kata-kata.
  2. Ketidakpercayaan pada pemimpin
    Ada suatu waktu ketika orang bercerita pada pemimpin tentang dosanya, contohnya ia seorang gay, kemudian dia berpesan “jangan bilang siapa-siapa”. Kemudian ada orang lain yang mengajak dia untuk pergi bersama dan menginap sekamar berdua. Tentu saja sebagai gembala yang mengetahui hal yang akan mencobainya melarang mereka berdua. Gembala tidak bisa menyebutkan alasannya karena telah berjanji tidak mengatakan pada siapa-siapa. Lalu membuat orang yang tidak mengetahui ini marah-marah dan kecewa seakan gembala tidak memiliki kasih. Betapa sering kita dijebak oleh kata-kata. Menggunakan kata-kata “jangan bilang siapa-siapa”, iblis membuat perpecahan pada anak2 Tuhan. Kita harus belajar percaya pada pemimpin. Pasti ada alasan mengapa pemimpin melarang ini dan itu.

Berhenti juga untuk kepo, tapi bukan berarti tidak peduli. Ketika kita bertanya hanya untuk memuaskan rasa penasaran kita, itu adalah kepo. Tapi kalau kita bertanya dan ditindaklanjuti dengan suatu tindakan, itu peduli.

Kita sering kepo dengan keadaan orang lain. Setelah kita tahu keadaan orang tersebut, itu menjadi panah dalam pikiran kita. “kenapa dia bisa seperti itu” dan lain sebagainya. Lalu kita menjadi kecewa juga kepada orang lain dan bahkan pada Tuhan. Kalau rasa ingin tahu kita membuat kita terpanah-panah, sebaiknya kita berhenti.

Iblis juga sering menjebak anak-anak Tuhan dengan kata-kata “kamu tidak dibutuhkan, biar mereka saja, bukan tanggung jawabmu” dan lain sebagainya. Hati-hati dengan panah iblis, tentu saja kamu dibutuhkan untuk pelebaran kerajaan Tuhan.

Daniel Hadi Shane
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sibuk vs Produktif

Friday, 21 December 2018 by Ellen Natalia

“Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Markus 4:25)

Firman Tuhan ini berbicara tentang produktif. Banyak anak Tuhan terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka sibuk tetapi sesungguhnya mereka tidak produktif. Hati-hati! Jika kita seolah-olah kita bekerja penuh di ladang Tuhan, mengerjakan segala sesuatu, tetapi sesungguhnya hasilnya tidak ada. Banyak orang yang terjebak di dalam “tidak tahu apa yang harus dilakukan” dan tidak memiliki tujuan di dalam hidupnya. Orang sibuk bisa saja seolah-olah memiliki tujuan hidup. Tetapi hasilnya tidak kunjung jelas dan tidak memiliki arah. Orang sibuk melakukan hal ini dan itu, tetapi tidak tidak ada perencanaan sama sekali.

Orang-orang sibuk dalam Firman Tuhan seringkali digambarkan seperti “Marta”. Ketika Yesus menyampaikan pengajaran, dia sibuk menyiapkan segala sesuatu, sehingga tujuan pemberitaan itu menjadi gagal dalam hidupnya karena dia terlalu sibuk.

Komitmen

Orang sibuk memiliki banyak komitmen yang berhubungan dengan orang banyak / banyak hal. Orang produktif sulit memiliki komitmen, tetapi sekali dia berkomitmen, dia akan mengerjakannya.

Time Management

Orang sibuk seringkali tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Mereka memposisikan diri menjadi “toko serba ada”. Dia siap mengerjakan segala sesuatu, tetapi ministry yang Tuhan rindukan tidak terjadi dalam hidupnya. Tidak ada buah yang dihasilkan. Tetapi orang produktif tahu dengan betul fokus dalam hidupnya, sehingga waktu-waktunya menjadi efektif.

Buah yang Dihasilkan

Cara membedakan orang sibuk dan orang produktif adalah buahnya. Orang sibuk tidak menghasilkan buah, sedangkan orang produktif mampu mengelola dan mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepadanya.

Menjadi orang baik belum tentu menjadi orang benar di hadapan Tuhan.

Apakah kita sudah berbuah jiwa-jiwa? Ataukah kita sibuk melayani jiwa-jiwa dengan berbagai kebutuhannya, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang tertanam? Karena sesungguhnya kita sedang memenuhi kebutuhan mereka yang sebenarnya hanya Tuhan yang bisa penuhi. Ketika kita melihat Yesus dengan murid-muridnya, mereka melakukan quality time dengan berdoa, menginjil, dan mengajar. Sayangnya, kita seringkali terjebak dalam quality time yang salah; kita hanya memenuhi kebutuhan jiwa dan emosi kita.

Untuk itu menjadi seorang yang produktif, kita harus:

  1. Tujuan kita jelas, yaitu menyenangkan Tuhan dan semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Kita dibimbing di dalam taurat Tuhan.
  2. Menghasilkan buah yang kita produksi. Hati-hati orang yang tidak berbuah tidak bisa dipakai oleh Tuhan.

Quality time versi Firman Tuhan adalah kamu mengenal Tuhan secara intim.

Tidak selalu keluarga rohani kita dapat memenuhi ekspektasi dan kebutuhan emosi kita. Sebagian besar curhatan kita adalah untuk meng-amin-kan apa yang sedang kita inginkan. Miliki quality time yang benar: berdoa bersama.

Produktif yang Negatif

Menghasilkan uang untuk membangun kerajaan sendiri, bukan kerajaan Tuhan. Kalau engkau mengumpulkan harta rohani kepada anak cucumu, sampai engkau meninggal, mereka akan mencari Tuhan. Tetapi kalau engkau mengumpulkan harta jasmani, ketika engkau meninggal, hartamu hanya menjadi rebutan. Ini produksi yang salah. Mari kita renungkan, apakah kita bekerja siang malam untuk membangun kerajaan diri sendiri, membangun kerajaan Tuhan, atau memang kita gila kerja?

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya. (Markus 4:31-32)

Biji sesawi hanya sebesar pasir. Demikian juga, ketika kita percaya kepada Tuhan, dan kita mengerjakan fokus kita kepada Tuhan; kita bekerja dengan iman seperti biji sesawi. Iman itu mungkin tidak kelihatan sekarang, tetapi bukan berarti Tuhan tidak bekerja. Kita menganggap itu sebagai sebuah keterlambatan, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan rindu biji sesawi kita itu akan berbuah tepat pada saatnya. Dan ketika biji itu menjadi besar, itu akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Sudahkah buah karakter kita baik di hadapan Tuhan? banyak anak Tuhan yang sedang diproses dalam buah-buah karakter. Anak Tuhan dapat dilihat buah karakter ketika menghadapi tekanan dalam hidup. Saat menghadapi masalah, kita memilih berdoa atau berteriak-teriak? Hati-hati! Kita dapat mewariskan warisan kepada anak-anak kita. Baik hal yang baik maupun yang buruk dapat kita wariskan kepada anak-anak rohani kita. Mari kita menjadi orangtua rohani yang memberikan teladan yang baik untuk mereka.

Sudahkah anda fokus pada tujuan hidup anda? Apakah anda orang yang sibuk atau produktif? Jika kita adalah orang yang produktif, kita produktif yang negatif atau produktif yang positif? Sudahkah kita memberikan warisan rohani yang baik kepada anak-anak kita? Ijinkan roh kudus bekerja dalam diri anda.. memproses diri anda, dan anda akan berubah. Mungkin hari-hari ini kamu diproses Tuhan, tetapi hasilnya tidak ada. Serahkan waktu itu kepada Tuhan. Tuhan yang tahu waktu terbaik dalam hidup kita. Mari jadi orang-orang yang produktif, bukan hanya sekedar orang yang sibuk. Dan biarlah buah-buah karakter kita dapat memberkati orang-orang disekeliling kita.

Buah KarakterDaniel Hadi ShaneProduktifSibukTeladan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Berani Nyatakan Kebenaran

Monday, 17 December 2018 by Ellen Natalia

Tembok Yerikho bukan diruntuhkan oleh puji-pujian. Dalam Ibrani 11:30 dikatakan, “Karena iman maka runtuhlah tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.” Iman-lah yang meruntuhkan tembok Yerikho. Puji-pujian hanyalah alat yang digunakan untuk menyatakan iman dan ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan. Ketika kita taat terhadap suara Tuhan, kita akan dapat menemukan hambatan.

Hari-hari ini banyak pengajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Begitu banyak anak muda diburu untuk mengikuti kegerakan tertentu; mereka dibaptis dengan paksa. Penyesatan di jaman ini bukan menunjukkan diri dengan topeng hantu, tetapi mereka menyamar dengan wajah-wajah yang rupawan, sehingga kita tidak sadar bahwa mereka sesat.

Gereja Tuhan harus menyatakan kebenaran, sekalipun hidupmu akan disingkirkan ketika kamu menyatakan kebenaran itu.

Mungkin jika Rasul Paulus hidup di jaman ini, yang diupload di Instagram adalah ketika dia dipenjara, dianiaya, dan diperlakukan tidak adil karena pemberitaan kebenaran yang sejati. Begitu banyak media saat ini mencuci pikiran kita, menggeser kebenaran yang sejati dalam hidup kita. Banyak orang menyangka bahwa kekristenan adalah sebuah gaya hidup mewah yang sangat diberkati. Sehingga orang yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan terintimidasi, “Orang yang kemarin menolak untuk diinjili, kok hidupnya lebih bahagia ya? Sedang aku yang ikut Tuhan sungguh-sungguh, jadi menderita seperti ini ya” Kita menjadi iri dengan mereka. Tetapi seorang Paulus dan seorang Petrus, ketika melihat Yesus mati bagi dosa-dosa manusia, mereka berkata, “Kapan ya aku seperti itu? Kapan aku bisa merasakan rasanya dianiaya dan disiksa karena pemberitaan Injil yang benar?”

Kaya bukanlah tolak ukur mutlak bahwa hidup kita diberkati Tuhan

Menjadi kaya tidak dosa. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan bahwa kita harus kaya. Menjadi kaya bukan standar hidup kita diberkati. Media dapat menipu, tetapi Firman Tuhan tidak pernah menipu. Firman Tuhan katakan bahwa ketika kita dianiaya dan diperlakukan tidak adil karena memberitakan kebenaran, kita akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga.

Hari-hari ini anak-anak Tuhan sedang menuju kepada garis akhir. Bumi sedang menuju kepada kesudahannya. Gempa bumi, pesawat jatuh, dan bencana dimana-mana; itu menjadi sebuah tanda bahwa kedatanganNya sudah tidak lama lagi. Kita perlu memiliki hidup kekristenan yang benar. Hidup kekristenan adalah hidup dimana Kristus yang menjadi pusat dan tujuannya; Kita jangan serupa dengan dunia ini, tetapi harus menjadi serupa dengan Kristus.

Ada banyak orang bertanya, “Mengapa aliran sesat itu terus berkembang sangat pesat? Mengapa Tuhan tidak memusnahkan saja aliran-aliran sesat itu?” Dalam Perumpamaan Gandum dan Ilalang (Matius 13:24-30), Tuhan membiarkan ilalang itu bertumbuh bersama-sama dengan gandum. Tetapi ketika masanya menuai, Tuhan akan memisahkan keduanya; gandum akan dimasukkan dalam lumbung Tuhan, sedangkan Ilalang itu akan dibakar di dalam api. Pada kedatanganNya, Tuhan akan memisahkan “gandum” dengan “ilalang”. Tuhan tahu waktu menaruh penghakimanNya pada  hari yang terakhir.

Apa tembok Yerikho-mu?

Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa…” (Yosua 6:2)

Apa tembok Yerikho-mu? Tuhan akan serahkan semua musuh-musuhmu ketika kau hidup benar di hadapan Tuhan. Yang sanggup meruntuhkan tembok Yerikho adalah ketaatan. Kita harus nyatakan kebenaran kita tanpa menghakimi orang lain, sebab penghakiman hanya milik Tuhan. Tapi kita harus dengan lantang menyatakan ketidakbenaran, itu perintah Tuhan.

Revival bukanlah ketika sebuah gereja semakin banyak jemaatnya, dan gereja yang lainnya tutup. Tetapi revival adalah ketika hati kita dikembalikan kepada Bapa, dan kita sangat mengucap syukur dengan segala yang diberikanNya kepada kita. Revival terjadi ketika kita taat, dan terlebih dari itu Revival adalah sebuah kasih karunia.

Mari kita senantiasa bersyukur dengan apa yang Tuhan beri kepada kita. Apakah kamu sudah menerima revival? Kita menerima diri kita untuk dipakai oleh Tuhan, kita bersyukur dengan segala sesuatu dalam hidup kita. Cintailah gelanggang kita, dan kerjakan gelanggangmu dengan hati yang taat dengan kerinduan Tuhan. Berani nyatakan kebenaran! karena itulah perintah Tuhan untuk setiap kita.

BersyukurDaniel Hadi ShaneKebenaranKETAATANPengajaranPenyesatanRevival
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP