SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Archive from category "The Shepherd’s Voice"
  • Page 3
26 August 2026

Category: The Shepherd’s Voice

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Semua Dilihat dari Buahnya

Monday, 27 January 2020 by Ellen Natalia

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:43-45)

Seseorang dilihat dari buah yang dihasilkannya. Tidak ada buah yang baik dari pohon yang tidak baik.
Hari-hari ini Iblis pandai memanipulasi anak Tuhan dengan hal-hal menyenangkan dan tampaknya baik, tetapi hanya dari buahnyalah kita dapat melihat apa itu benar-benat baik atau tidak.

Hanya, banyak orang yang demi dikenal baik, mereka memanipulasi diri mereka dengan tampaknya dari luar menghasilkan buah yang baik, dengan membungkus dirinya menjadi sangat rohani dan sepertinya mencintai Tuhan, tetapi ternyata tidak ada Tuhan dalam hidupnya. Buahnya tampak baik, tetapi dalamnya kosong/busuk.

Dibutuhkan ahli buah. karena hanya ahli buah yang mengerti buah yang benar dan yang enak; Yesus adalah ahli buah yang sesungguhnya.

Sebab itu, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Hanya dengan demikian, kita dapat memahami buah mana yang sungguh-sungguh baik dan tidak.

Buah yang baik dihasilkan dari pohon yang baik. Pohon yang baik tidak mungkin menghasilkan buah gosip dan buah sakit hati. Pohon yang baik menghasilkan Buah buah kasih dan damai sejahtera.

Hari-hari ini kita mendengar ada penyebaran virus di Cina. Kita sebagai anak Tuhan pun perlu berhati-hati, karena anak-anak Tuhan sangat mudah terserang virus: Virus dosa, virus gossip, virus kepahitan! Dan virus itu akan cpat menyebar jika kita tidak segera diisolasi/dikarantina.

Jangan sembarangan makan buah!

Virus tidak menyebar dengan begitu saja.. virus butuh inang/perantara.. Dan jika kita makan buah yang menjadi inang dari virus itu, maka dengan mudah kita akan tertular penyakit. Untuk itu, kita perlu menaikkan daya tahan tubuh rohani Kita! Sehingga virus apapun tidak mudah menyerang kita.

Mari kita sungguh-sungguh alami perubahan karena perjumpaan dengan Tuhan.

Tinggallah di dalam Yesus, dan Yesus di dalam Kita, kita Akan jadi ranting dipohonnya Tuhan, yang menghasilkan buah-buah yang baik.

Kita yang dulunya menjadi “ranting” dari pohon dosa, kepahitan, luka, akan dicabut, dann dicangkokkan kepada pokok anggur yang benar (Yesus).

Kita akan jadi pribadi yang sanggup melawan dosa, dan berani menceritakan kebenaran. Kita akan jadi berkat yang memancarkan terang Kristus jika kita tinggal di dalam pokok anggur yang benar.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:4)

BuahDaniel Hadi ShanePohonPokok Anggur
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane – Menjadi Orang Pilihan

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Hakim-Hakim 6 : 1-40

Gideon adalah salah satu orang yang dipilih Tuhan untuk melindungi Bangsa Israel. Seorang yang dipilih Tuhan pasti memiliki pergumulan. Sebab menjadi seorang yang dipilih memiliki konsekuensi dan tanggungjawab yang lebih besar. Gideon pada awal dipanggil untuk menjadi hakim bagi bangsa Israel, dia merasa tidak percaya diri, sebab dia berasal dari bangsa yang paling kecil dan dia adalah anak termuda dalam keluarganya (ay 15). Tetapi Tuhan meyakinnya dengan berkata, “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” (ay 16).

Sekalipun Gideon meminta tanda kepada Tuhan, tetapi akhirnya dia taat akan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Dia memahami tujuan hidupnya, dan dia mengerjakan panggilan Tuhan dengan segenap hati.

Sudahkah kamu menemukan tujuan hidupmu? Dan sudahkah tujuan hidupmu sesuai dengan Firman Tuhan? Tujuan hidup kita dalam Tuhan adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Gideon tahu cara menyenangkan hati Tuhan dengan panggilannya pada waktu itu. Tuhan tahu apa yang ada di hati manusia. Tuhan memilih orang yang sungguh-sunguh memuliakan nama Tuhan.

Dalam Hakim-Hakim 7:2-5, Tuhan menyeleksi pasukan Gideon dari 32.000 orang menjadi 300 orang untuk melawan Midian. Seleksi Tuhan yang terakhir ditentukan dari cara minum; Tuhan memilih pasukan yang meminum air dengan cara menghirup air dari tangan mereka. Cara minum ini berbicara tentang hati manusia. Pasukan yang minum air langsung dengan lidahnya berbicara tentang hati yang suka terburu-buru, tidak sabaran, orang yang tidak bisa menanti. Bahaya jika orang seperti ini masuk dalam peperangan; mereka bisa tergesa-gesa dan merusak strategi perang.

Kita perlu sabar menanti janji Tuhan, karena itu pasti akan digenapi sesuai dengan waktuNya, caraNya dan ketika kita siap menerimanya.

Dari 300 pasukan yang sudah dipilih Tuhan, Gideon membaginya lagi; 100 orang bersama Gideon menuju ke perkemahan orang Midian, dan 200 orang bersorak-sorak di sekeliling perkemahan (Hak. 7:19-20). Karena itulah pasukan Midian menjadi kacau balau dan Gideon menang melawan Midian. 200 orang di sekitar perkemahan berbicara tentang orang-orang yang berdoa. Doa mengalahkan musuh-musuh Gideon. Karena doa adalah bagian yang penting untuk memenangkan peperangan.

Doa mendatangkan otoritas. Karena itu kita harus menjadi gereja yang berdoa, sehingga kita memiliki otoritas untuk menjagai gereja Tuhan dari semua tipu daya Iblis. Gereja yang tidak berdoa akan membuka celah, dan dengan mudah disesatkan oleh rupa-rupa dunia ini.

Siapkah anda masuk dalam Api Kebangunan Tuhan?

Untuk sebuah kebangunan dibutuhkan orang-orang yang bersedia diutus oleh Tuhan. Orang yang bersedia memberikan mimpi-mimpinya kepada Tuhan dan memberikan segalanya untuk kemuliaan nama Tuhan; dimana Tuhan harus semakin bertambah, dan aku yang semakin berkurang.

Mari kita menjadi gereja yang Ang, yaitu gereja yang memiliki amanat Kristus, dimana kita menjangkau jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan. Lakukan pekerjaan Tuhan! Ladang sudah menguning, maukah kamu menjadi yang terpilih diantara orang yang dipanggil oleh Tuhan mengerjakan semua kerinduanNya?

Mari jadi pelaku Kasih, yang mengasihi dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata. Sebab kasih dengan tindakan jauh lebih berbicara daripada hanya sebuah cerita tentang Kasih.

Daniel Hadi ShaneDoaOrang PilihanPasukan TuhanPIlihan Tuhan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuasa yang Membebaskan

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan. (Bilangan 5 :14-15)

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita perlu senantiasa berjaga-jaga. Karena hari-hari ini banyak hal yang dapat membuka celah, dan orang-orang yang membuka celah ini rentan dikuasai oleh roh jahat. Salah satu roh jahat yang sering bekerja hari-hari ini adalah roh kecemburuan/iri hati. Orang yang dikuasai oleh roh ini akan menjadi cemburu dengan banyak hal dan orang-orang di sekitarnya.

Ada banyak orang terikat yang merasa dirinya sulit untuk lepas. Mungkin sudah berkali-kali pergi ke KKR dan doa pelepasan, namun kembali jatuh dalam dosa yang sama, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ini bukan hanya tentang kebiasaan buruk, tetapi ada pekerjaan roh jahat di baliknya. Karena itu, penting bagi kita menjaga hati kita. Hati seperti rumah kita; jangan biarkan rumah kita kosong dan iblis menguasainya.

Orang yang dikuasai oleh kecemburuan ini hidupnya dipenuhi dengan ketakutan. Jikalau ketakutan ini menguasai hidupnya, maka hidupnya menjadi tidak efektif dan tidak berbuah. Oleh karena itu, roh cemburu dan roh ketakutan harus dibebaskan dari hidupnya.

Untuk bisa dibebaskan dari keterikatan, kita perlu datang kepada Tuhan dan meminta kepadaNya.

Tuhan akan memberikan kita kuasa untuk bebas dari setiap keterikatan kita dan kuasa roh jahat. Jangan menggunakan kekuatanmu sendiri, tetapi mintalah hikmat dari Roh Kudus dan aktifkan kuasa Roh Kudus dalam dirimu. Kuasa Roh Kudus akan membantu kamu lepas dari setiap keterikatan yang membelenggu hidupmu.

Dalam kisah sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19), mereka berteriak kepada Yesus “Yesus, Guru, Kasihanilah kami”. Ketika mereka dalam ketidakberdayaan mereka, mereka mau sembuh dari penyakitnya, mereka tahu kepada siapa mereka berseru minta tolong. Dan hanya di dalam perjalanan mereka menuju kepada imam-imam, mereka menjadi sembuh. Bukankah semua yang terikat sama seperti orang-orang kusta ini. Datang kepada Tuhan, berserulah kepada Yesus. Dia sanggup menyembuhkan dan membebaskan setiap kita.

Dalam ketidakberdayaan kita, dalam sakit yang kita alami, yang kita butuhkan hanya YESUS. Karena hanya di dalam kuasa Yesus kita akan dipulihkan, kita akan disembuhkan.

cemburuDaniel Hadi ShaneKesembuhanKeterikatanKuasapemulihanroh jahat
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Rasa Aman dalam Tuhan

Thursday, 16 January 2020 by Ellen Natalia

Maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab Tuhan, Allahmu mencoba kamu untuk mengetahui apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, Allahmu, segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya kamu harus berbakti dan berpaut. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari tanah perbudakan – dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (Ulangan 13:3-5)

Hari-hari ini banyak orang lebih mempercayai karunia seseorang, kehebatan seseorang, daripada percaya kepada kuasa Tuhan. Sehingga tidak sedikit anak Tuhan yang ngakunya percaya Tuhan, tetapi punya banyak berhala; mereka percaya pada ramalan, dukun, ataupun suhu. Kepercayaan kita akan hal-hal itu adalah kekejian di mata Tuhan, dan itu sungguh dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan.

Berhala juga berbicara tentang sesuatu atau seseorang yang kita gantungi dalam hidup kita.  Bahkan Anak kita, keluarga kita, dan harta kita juga bisa menjadi berhala dalam hidup kita. Mereka merasa bahwa tidak menemukan rasa aman dalam hidupnya.

Rasa Aman Kita di Tangan Tuhan

Rasa aman terbesar kita seharusnya ada dalam tangan Tuhan; Bukan di deposito yang besar, pencapaian karier tertinggi, atau keluarga yang jauh dari masalah. Kita harus menyadari rasa aman kita, karena jika tidak, Iblis akan mengambil kesempatan dan membuat kita jauh dari Tuhan.

Tuhan mau kita hidup dalam berkat yang disediakan-Nya; Dia tidak mau kita hidup dalam kutuk. Karena itu, mari kita menjaga dengan baik seluruh kehidupan kita. Sama halnya dengan seorang yang memiliki riwayat keluarga keturunan Diabetes. Dia bisa tidak terkena diabetes jika dia dapat mengendalikan apa yang dimakannya. Mengendalikan diri itu penting. Jika kita tidak dapat mengendalikan diri, kita bisa binasa.

Hidup dalam perjanjian berkat pun demikian, kita harus mampu menjaga hidup kita: Jaga perkataan kita. Katakan yang baik-baik, katakan hal-hal yang membangun dan memberkati orang lain, jangan mengutuki orang lain. Hati-hati dengan apa yang kita tabur, karena kelak kita akan menuai apa yang kita tabur.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diriNya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (Efesus 5:1-3)

Berkat Tuhan tidak selalu berbicara tentang menjadi kaya atau memiliki banyak harta. Ada banyak berkat yang Tuhan bisa dalam kehidupan kita. Berkat Tuhan bisa juga berupa kesehatan, pernikahan, atau kesempatan untuk melayani Tuhan. Untuk menikmati semuanya itu, kita harus belajar untuk mau terus dimurnikan oleh Tuhan. Mintalah hati yang rela untuk diproses dan dimurnikan oleh Tuhan.

Tuhan tidak bangga dengan orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, tetapi Tuhan bangga dengan orang berdosa yang bisa bangkit dari dosa-dosanya.  

Mari kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan terus melakukan kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan bukan untuk digembor-gemborkan supaya orang melihat kita baik. Karena kebaikan yang diceritakan tidak akan menjadi dampak, Kebaikan yang diceritakan bukanlah kebaikan. Menjadi anak Tuhan yang semakin dewasa semakin merunduk, semakin rendah hati.

Alami Hidup penuh kemenangan bersama dengan Kristus. Miliki rasa aman di dalam Dia, dan jadilah anak Tuhan yang dewasa, jadilah anak Tuhan yang bangkit!

AmanDaniel Hadi ShaneKebangkitanPenyesatan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Pelihara Lukamu!

Tuesday, 24 September 2019 by Ellen Natalia

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu  kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,  dan kepada pengetahuan penguasaan diri,  kepada penguasaan diri ketekunan,  dan kepada ketekunan kesalehan,  dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih  akan semua orang.  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil  dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus,  Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta  dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya  yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh . Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

(2 Petrus 5:10)

Kasih karunia dan iman perlu selalu bersinergi. Kita harus berimbang antara kasih karunia iman kita. Misalnya seseorang yang mengalami kecelakaan; dibutuhkan kasih karunia Tuhan untuk menyelamatkan orang itu. Tetapi di sisi lain dibutuhkan tindakan iman untuk membawa orang itu ke rumah sakit untuk diberi pertolongan oleh tenaga medis.

Bahayanya ketika anak Tuhan tidak berimbang dalam kasih karunia dan iman, yang berpikir bahwa ketika ada orang kecelakaan tidak perlu dibawa ke rumah sakit, “Tuhan pasti menyembuhkan dia!” Ini bukanlah ajaran yang benar sesuai Firman Tuhan. Selain kasih karunia, kita juga membutuhkan kerjasama dari manusia, karena kata “menerima kasih karunia” menunjukkan tindakan pasif; dibutuhkan juga tindakan aktif, yaitu Iman kita. Kita perlu berhati-hati dengan kesesatan ajaran Firman Tuhan hari-hari ini.

Hari-hari ini banyak orang Kristen yang terluka, dan iblis memakai luka mereka untuk saling menyakiti satu dengan yang lain. Semakin mereka terluka, mereka semakin mengumbar luka mereka kepada banyak orang. Yang mereka butuhkan adalah pulih dari luka mereka. Mengumbar luka tidak akan membuat mereka sembuh.

Banyak orang terluka karena pengaruh masa kecilnya. Mungkin dia sering dikatai “Kamu tidak bisa apa-apa.. kamu selalu gagal” oleh orangtuanya. Sehingga ketika dia dewasa, dia sensitif dengan kata-kata bosnya “Kerja lebih giat lagi ya..” Tetapi karena dia terluka, pikirannya akan berkata “Emangnya selama ini aku kerja kurang bagus ya? Emangnya selama ini aku gak kerja.??”

Luka jangan  dipelihara, tetapi dibereskan. Kita harus memiliki Managemen Luka. Karena luka yang tidak dibereskan bisa dipakai iblis untuk menghancurkan diri kita dan orang lain

Hati-hati dengan kata pemberesan. Banyak orang terluka yang hari-hari ini memakai kata “pemberesan” bukan untuk membereskan permasalahan,  tetapi berusaha meluapkan ketidakterimaan mereka akan ketidakadilan menurut intepretasinya sendiri. Hal semacam ini bukanlah menyembuhkan luka mereka, tetapi justru saling menyakiti dan menambah luka satu dengan yang lainnya. Jika demikian, apa bedanya kita dengan cara pikir dunia? Gereja Tuhan seharusnya tidak serupa dengan dunia ini, dimana didalamnya ada kasih, saling mengampuni, dan saling mendukung. Kata-kata kita menjadi berkat, bukan menghakimi orang lain.

Lidah kita seperti api, yang kecil namun bisa membakar seluruh hutan (Yakobus 3:1-12).

Karena itu, kita perlu menjaga perkataan kita. Jangan lontarkan kata-kata yang bisa membuat orang-orang menjadi tidak berharga, menjadi pemicu untuk merusak gambar diri orang lain. Lebih bahaya lagi kalau kata-kata kita membuat orang menjauh dari kasih karunia Tuhan.

Sebelum kamu berkata, berpikirlah terlebih dahulu

Gunakan kekang, dan kontrol lidahmu. Latih diri kita, dan biarlah Tuhan yang memegang tali kekangnya. Jangan berkata, “Gitu aja kok gak bisa!”.. tetapi “Semangat! Bersama dengan Yesus kamu bisa!” Jangan sampai perkataan kita menjadi sebuah luka bagi orang lain. Karena mudah berkata, tetapi tidak untuk sembuh dari luka membutuhkan proses yang tidak mudah. Mari kita sama-sama bertobat! Tuhan mau bawa kita ke dimensi yang lebih tinggi lagi. Kita perlu pulih dari luka-luka kita.

Tidak ada satupun orang di dunia ini yang sempurna. Bahkan seringkali manusia pun melihat Tuhan pun tidak sempurna dengan selalu mempertanyakan Tuhan: “Kenapa hidupku seperti ini? Kenapa aku harus lahir di keluarga yang seperti ini? Kenapa papa/mamaku seperti ini?..” dan lain sebagainya. Jadi jangan heran kalau kita sering dipertanyakan orang, karena Tuhan pun yang sempurna juga masih seringkali dipertanyakan.

Di atas semuanya itu, biarlah dunia melihat kamu sebagai anak-anak Tuhan yang saling mengasihi. Karena Gereja Tuhan akan bisa bangkit dan berdiri karena Unity, kesatuan umat Tuhan. Mari kita jadi anak Tuhan yang pulih, hidup dalam kebenaran, dan saling mengasihi. Dan biarlah ada Tuhan yang nampak dalam hidup kita melalui buah-buah roh yang kita miliki.

Daniel Hadi ShaneKuasa LidahKuasa PerkataanLukaPerkataan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pikiran yang Membatasi Tuhan

Monday, 12 August 2019 by Ellen Natalia

Bacaan : 2 Petrus 1:2-9

Sudahkah kita mengenal Kristus lebih dalam? Seringkali pikiran kita membatasi kita untuk mengenal Kristus lebih dalam. Sehingga begitu banyak orang tidak bisa mengalami Tuhan karena dibatasi oleh pikirannya. Kita berpikir: “Sepertinya Tuhan tidak sayang.. Sepertinya semua sudah terlambat..” Dan dengan pikiran-pikiran itu, Kita membatasi kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita.

Seorang pesulap, Henry Hoodie, dikenal sebagai Master of Escape. Dia terkenal karena aksinya yang  selalu berhasil membuka pintu penjara. Suatu hari, dia dipanggil di sebuah desa untuk menunjukkan kemampuannya membuka pintu penjara. Dengan semua jarum-jarum yang dia miliki, dia tidak bisa membukanya, sehingga dia mencoba mendobrak pintu penjara tersebut, tetapi tidak juga berhasil. Ternyata pintu itu tidak pernah terkunci.

Terkadang seperti itulah kita. Pikiran kita melihat semua pintu tertutup, semua pintu terkunci. Ketika masalah datang dalam hidup Kita, Kita merasa tidak ada jalan keluar; pikiran kita mengatakan demikian, padahal Tuhan sudah bukakan semua. Hanya saja pikiran kita yang terbatas akhirnya membatasi kuasa-Nya.

Ketika kita ditimpa masalah, Tuhan mau mengajarkan supaya pengenalan kita bertambah-tambah akan Tuhan. Dia mau kita mengenali dia selangkah lebih dekat.

Ketika kita merindukan mujizat terjadi dalam hidup kita, namun tidak kunjung terjadi, Tuhan mau mengajarkan kepada kita supaya kita semakin mendekat dan mengerti bahwa Dia lebih besar mujizat apapun yg ada di dunia ini.

Hati-hati! Kadangkala pikiran lebih jahat dari sakit penyakit. Karena itu mari rubah cara pikir kita. Kita sudah di berikan hikmat oleh-Nya untuk mengatasi masalah-masalah kita. Bertanyalah kepada Firman Tuhan, supaya kita menjadi benar

 

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. (2 Petrus 1:5-7)

Kita perlu punya iman bijaksana, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. Iman yang bijak adalah iman yang tidak menuntut. Diperlukan juga pengetahuan dan penguasaan pikiran kita untuk percaya akan apa yang kita imani. Iman juga butuh ketekunan dan ketaatan yang disertai dengan kasih.

Tanpa kasih, iman kita akan menjadi iman yang tega dan iman yang keterlaluan. Kasih akan membuat iman kita bertumbuh dengan dasar yang benar di dalam Kristus.

Mari kita menjadi orang-orang yang mengerjakan segala sesuatu untuk kemuliaan nama Kristus. Tuhan cari orang-orang yang mau untuk dipakai-Nya. Mari kita mengenal Dia lebih dalam lagi. Kita bukan menjadi pengagum dari hamba Tuhan semata, tetapi kita menjadi pengidola Kristus yang sejati; Kita menjadi orang yang sungguh-sungguh mencintai Dia dan kebenaran.

Daniel Hadi ShaneimanMujizatPengenalan akan TuhanPikiran
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kemenangan dari Ketaatan dan Doa

Monday, 12 August 2019 by Ellen Natalia

Seringkali kita bekerja dan belajar tiada henti, tetapi dia lupa dengan doa. Doa sama seperti memegang tongkat Tuhan, itulah Perkenanan Tuhan. Karena tanpa doa, semua yang Kita kerjakan menjadi sia-sia. Musa bersama Yosua dan bangsa Israel dapat memenangkan peperangan ketika Musa mengangkat tangannya (Kel 17:8-16). Mereka menang bukan karena angkat tangannya Musa, tapi karena ketaatan akan suara Tuhan. Dia melakukan yang diperintahkan Tuhan

Doa sanggup menggerakkan kuasa dari Surga, menjamah pintu surga dan memberikan perkenanan dalam hidup seseorang

Bagaimana ketika kita menghadapi masalah? Sudahkah kita bertanya kepada Tuhan? Seringkali bnyak orang yang memakai kekuatan sendiri. Mereka menjadi fokus dengan usaha-usaha mereka tapi menjadi lupa kalau Tuhan juga sanggup memberkati. Kita harus melihat bahwa Tuhan mempercayakan sesuatu bukan kepada anak kecil, tetapi kepada orang yang sudah dewasa. Ukuran kedewaasaan adalah ketaatan dan respon kita dalam melihat sesuatu.

Tuhan rindu bangkit penginjil-penginjil yang memberitakan kebenaran. Semua orang bisa dipakai Tuhan; di usia berapa saja dengan latar belakang apapun, asal Kita mau dan Taat.

Mari kita berdoa sungguh-sungguh dan hidup dalam kebenaran yang murni. Jangan menjadi kekristenan yang munafik; yang bisa mengajar tetapi tidak bisa melakukannya. Seperti Firman Tuhan katakan, bahwa pengajaran-pengajaran kekristenan saat ini telah bercampur dengan ajaran yang palsu. Kita harus hati-hati! Kita perlu belajar kebenaran yang murni, sehingga kita dapat membedakan manakah yang sungguh-sungguh kebenaran, dan manakah yang merupakan ajaran yang sesat.  Mari kita perangi ajaran sesat yang kini menyebar dengan cepat.

Kunci Peperangan Rohani adalah Ketaatan

Doktrin-doktrin hanyalah buatan manusia. Tapi Kita harus menjdi penganut kebenaran Firman Tuhan. Kita harus berani, sama seperti Yesus yang berani menyatakan kebenaran bahkan dengan sindiran-sindiranNya kepada Ahli Taurat dan orang Farisi.

Doa harus sesuai dengan proses Tuhan dan harus berbanding lurus dengan ketaatan dan kesetiaan

Sama halnya ketika Musa mengangkat tangannya. Mereka tidak akan bisa menang jika Yosua tidak maju berperang. Tetapi mereka juga tidak akan menang jika Yosua maju tanpa otoritas Tuhan. Karena itu, proses juga merupakan bagian yang penting.

Banyak yang mengatakan, “Proses tidak akan akan mengkhianati hasil.” Tetapi di dalam Tuhan, “Proses tanpa doa tetaplah akan mengkhianati hasil.”

Maka dari itu, mari kita selaraskan seluruh kerinduan kita dengan kerinduan Tuhan. Kerjakan sambil berdoa dan ikuti proses Tuhan. Mari kita lakukan perintahNya dengan taat dan lakukan dengan setia, maka kemenangan akan menjadi milik Kita.

Daniel Hadi ShaneDoakemenanganKETAATANPeperangan RohaniProses
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Takut!

Wednesday, 03 July 2019 by Ellen Natalia

Bacaan : Lukas 8:22-25

Pernahkah kamu mengalami ketakutan? Ketakutan muncul karena kita tidak percaya atau kurang percaya. Terkadang ketakutan muncul karena bukan kejadian yang sebenarnya, tetapi karena kita sudah takut duluan. Bahkan seringkali masalah yang terjadi dalam hidup kita bukan karena kita ada masalah tapi karena ketakutan kita yang berlebihan.

Angin taufan adalah salah satu jenis angin besar yang hanya terjadi 5 – 10 menit lalu berhenti. Tetapi murid-murid Yesus begitu panik seolah-olah itu akan terjadi selama-lamanya.

Apakah kita seperti mereka? Kita mungkin di tolak, tidak punya anak, rumah masih kontrak, tidak punya jodoh, lalu kita panik dalam menghadapi masalah, seolah-olah itu akan terjadi selama-lamanya dalam hidup kita. Padahal masalah itu tidak terjadi selama-lamanya; masalah itu akan selesai pada waktunya, karena untuk semua ada waktunya (Pengkhotbah 3)

Murid-murid ada dalam perahu bersama dengan Yesus ketika angin taufan itu terjadi. Artinya hidup ikut Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi bersama Yesus kita bisa menguasai masalah. Dan Tuhan memberikan kita kesempatan supaya iman kita bertumbuh dengan masalah-masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita.

Tuhan sedang Melatih Iman Kita

Ketika dihadapkan dengan masalah, apa respon kita? Tuhan sedang melatih kita supaya iman kita bertumbuh. Jangan biarkan ketakutan menguasai hidup kita; Karena ketika kita membiarkannya, iman kita akan semakin pasif dan tidak bertumbuh. Iman kita harusnya bertumbuh seiring dengan kedewasaan kita dalam menghadapi masalah.

Seorang anak kecil yang meminta sesuatu dengan merengek, orang tuanya akan dengan segera memberikannya kepadanya. Tetapi berbeda ketika dia sudah semakin dewasa. Orang yang sudah dewasa sudah tidak sepantasnya merengek seperti anak kecil. Tidak semua yang dia mau akan diberikan. Seperti itu juga iman kita; iman kita sedang didewasakan oleh Tuhan.

Bangunkan Yesus

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh (Lukas 8:24)

 Jikalau kamu punya masalah dan kamu menjadi kurang percaya, yang kamu perlu lakukan adalah bangunkan Yesus. Ini yang dilakukan murid-murid Yesus. Minimal kamu teriak sama Tuhan Yesus, walaupun kamu bakal ditegur. Jika ada pencuri masuk rumahmu dan kamu mulai takut, lebih baik kamu teriak membangunkan orang tuamu untuk telepon polisi daripada kamu sok bisa mengatasi sendiri dengan kemampuan bela dirimu yang tidak seberapa; itu hanya akan mencelakakanmu.

Peperangan rohani bukan tentang baca buku-buku pelajaran atau teori-teori. Pelajaran terbaik adalah ketika kita mengalaminya secara pribadi. Jika kita mau mengalami mujizat, kita harus alami masalah terlebih dahulu. Dari situ, kita akan punya pengalaman mengalami mujizat. Jangan cuma sekedar tahu teori!

Jadilah Kristen yang benar. Kristen yang benar bukan hidup tanpa masalah. Kalau kamu minta hidup tanpa masalah, kamu akan cepat mati. Sama seperti tubuh kita, jika kita terlalu bersih, maka sistem imun kita tidak akan terlatih. Kita akan semakin mudah sakit. Tetapi jikalau sistem kekebalan tubuh kita sudah terlatih, kita bukanlah orang-orang yang mudah sakit.

Mari kita berkata pada masalah kita: “Aku punya Yesus.” Bagi yang kurang percaya, jangan takut, minimal kamu bukan orang yang tidak percaya. Minimal kamu bangunkan Yesus. Dia tidak sedang tertidur. Saya percaya Dia berjaga. Setiap waktu Dia siap untuk membantu kamu.

Hiduplah di dalam Dia, karena di dalam Dia tidak ada ketakutan. Janganlah hidup kita dikuasai oleh ketakutan, tetapi bersama Tuhan kita kuasai ketakutan.

Daniel Hadi ShaneimanketakutanPercaya
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kekristenan yang Aneh

Wednesday, 12 June 2019 by Ellen Natalia

Apakah kamu bisa mendengarkan suara Tuhan? Domba mendengarkan suara gembalanya. Tetapi yang menjadi masalah seringkali adalah, sudahkah kita menjadi dombanya Tuhan? Banyak orang Kristen tidak menjadi dombanya Tuhan dan menjadi kawanan serigala liar; dikasih petunjuk Tuhan tidak mau dengar. Orang-orang seperti ini tidak akan bisa mendengar suara Tuhan. Sebab hanya domba yang mau dipimpin dan taat mendengarkan suara gembalanya.

Ketaatan itu proses, iman itu proses

Iman yang besarnya sebiji sesawi tidak akan dapat memindahkan gunung. Tetapi dalam bahasa aslinya iman itu hidup dan bertumbuh seperti biji sesawi yang semakin bertumbuh semakin besar. Maka dari itu, iman kita harus bertumbuh, karena iman yang tidak bertumbuh berarti iman itu mati.

Dulu saya bertanya-tanya, bagaimana saya bisa memiliki ini dan itu. Saya melakukan hitung-hitungan dan saya berpikir saya tidak akan mampu memilikinya. Tetapi ketika saya ditanya sekarang bagaimana memiliki ini dan itu, saya hanya tersenyum dan mengatakan itu mudah. Kenapa bisa seperti itu? Karna iman itu bertumbuh, percaya itu bertumbuh.. dan Tuhan melatih kita tahap demi tahap.

Banyak orang yang lebih mempercayai dunia daripada Tuhan. Penghinaan terbesar adalah ketika kita lebih mempercayai orang lain, yang seringkali berkata mungkin, tidak bisa. Miris sekali ketika pelayan Tuhan yang bertanya “Apakah Tuhan mengasihiku?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mengkhianati pengorbanan Kristus di kayu salib. Kita shrusnya mempercayai Tuhan, bukan kata-kata orang.

Gereja Tuhan yang benar seharusnya bersaksi tentang Kristus. Gereja yang tidak bersaksi adalah gereja yang aneh. Dunia mengatakan ketika kita sungguh-sungguh kepada Tuhan adalah sebuah hal yang aneh. Tetapi sesungguhnya yang aneh adalah ketika standart kita sebagai anak Tuhan diluar standart Firman Tuhan.

Para rasul berteman dengan pemabuk dan orang-orang jahat, tetapi tidak bergaul. Beda antara berteman dan bergaul. Kalau kita tidak berteman dengan mereka, siapa yang mengenalkan mereka pada Kristus? Bergaul artinya berteman dekat dan saling mempengaruhi 1 sama lain. Para rasul menyadari bahwa tujuan mereka bukan dunia ini, dunia ini hanya smentara. Tujuan mereka adalah langit dan bumi baru dan mereka radikal untuk itu.

 Jaman dulu menyiapkan kehidupan saat ini untuk kehidupan yang akan datang. Tapi kekristenan jaman sekarang banyak yang berubah. Mereka juga menikmati dunia ini. Fokusnya untuk dunia, bekerja di dunia dan tidak mempersiapkan bekal apapun untuk langit dan bumi yang baru. Kristen yang aneh selanjutnya adalah kekristenan yang tidak pernah mengalami mujizat dalam hidupnya. Orang Kristen identik dengan mujizat.

Mujizat bukan hanya tentang orang sakit disembuhkan. Tetapi mujizat adalah ketika kita yang tidak mampu kemudian dimampukan untuk melakukannya.

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. (1 Tesalonika 1:5)

Jangan hanya pandai dalam hal berkata-kata untuk menjadi seorang penginjil. Butuh kekuatan dari Roh Kudus dan kepastian yang kokoh. Tanpa itu, kita tidak bisa membuat hati orang berbalik pada Tuhan. Kekristenan bukan sekedar agama. Agama hanya mengikuti aturan demi aturan dalam kitab suci. Tetapi, Kekristenan yang benar adalah mengikut Kristus sebagai hukum yang terutama di atas semua aturan demi aturan. Kekristenan bukan hanya soal kita fasih baca alkitab atau kitab taurat, bukan soal tata agama, tetapi mengikuti apa yang Kristus lakukan.

Mari menjadi kekristenan yang tidak aneh. Ibadah kita adalah menyelaraskan pikiran dan hati kita dengan Tuhan. Ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan adalah ketika kita melakukan di tempat yang tersembunyi, tidak ada orang yang tahu. Tetapi Kristus melihatnya sebagai sesuatu yang luar biasa dan semuanya dilakukan hanya demi kemuliaan nama Tuhan.

AnehDaniel Hadi ShaneFirman TuhanKekristenan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidupku Bukannya Aku Lagi

Wednesday, 12 June 2019 by Ellen Natalia

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak dicobai oleh siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginannya itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yakobus 1:13-15)

Banyak orang yang ingin menjadi kaya, menjadi orang ternama, panglima, dokter, dan menjadi orang hebat. Mereka mengejar sesuatu yang duniawi, sehingga mereka lupa tujuan utama yang harus mereka   raih: Menjadi serupa dengan Kristus.

Seringkali dunia memikat Kita. Dunia meminta kita mengejar kehormatan dari dunia ini. Tetapi bukan itu tujuan kita yang sebenarnya.  Tujuan Kita adalah menjadi serupa denganNya dan hidup memuliakanNya. Seperti Kristus, Dia datang bukan untuk mencari kemuliaan, tetapi Dia datang kepada yang miskin dan terlantar. Pengikut Kristus di jaman dahulu, mereka tahu tujuan mereka, sehingga mereka rela menderita aniaya dan setia sampai akhir. Mereka miskin, tapi mereka memiliki segalanya karena mereka memiliki Yesus.

Kita perlu waspada dengan 3 dosa terberat yang seringkali manusia lakukan:

1. Menghujat Roh Kudus

2. Bersungut-sungut / mengeluh

Tidak pernah puas, Tidak pernah bersyukur dan hidup penuh kekecewaan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan

3. Tidak Peka

Tidak mendengarkan apa yang Tuhan mau karena keinginan diri lebih besar

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku. (Galatia 2:20)

Hidup yang kamu hidupi sekarang adalah Kristus, bukannya dirimu lagi. Karena itu, berhenti mencari kehormatan diri sendiri dan mulai carilah kemuliaan bagi Tuhan. Jangan sia-siakan hidupmu dengan hidup tanpa tujuan! Ada banyak mimpi Tuhan yang perlu dikerjakan. Tapi sudahkah kita menganggapnya berharga?

Sebuah bolpoin yang diberi oleh Presiden, tentu kita akan menyimpan dan mengabadikannya. Berbeda dengan bolpoin dari pemulung. Kita akan menganggapnya tidak berharga Dan membuangnya begitu saja. Mari Kita kerjakan mimpi Tuhan! karena itu berharga dan diberikan oleh Raja diatas segala Raja.

Dari semuanya itu, kita harus belajar untuk TAAT. Taat memang butuh proses. Tetapi dengan kita taat mengerjakan apa yang jadi kerinduan Tuhan, itu menyukakan hati Tuhan. Mari kita terus berlari mengerjakan semua mimpi dan kerinduan Tuhan. Semua yang kita kejar adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, sampai akhirnya Tuhan berkata, “Good Job!!” kepada kita.

Berhenti bersungut-sungut dan bersukacitalah di dalam Tuhan. Jadilah peka dan kamu akan berhasil,  karena kamu tahu apa yang Tuhan mau dalam hidupmu. Jadilah berkat, karena itulah ibadahmu yang sejati. Ibadah kita yang sejati bukanlah ketika kita pergi ke gereja. Tetapi ibadah kita yang sejati adalah ketika kehidupan kita menjadi dampak bagi orang lain yang membutuhkan.

Daniel Hadi ShaneIbadah yang sejatiTaatTujuan Hidup
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP