SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Archive from category "The Shepherd’s Voice"
  • Page 2
26 August 2026

Category: The Shepherd’s Voice

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidupmu Ditimbang Tuhan

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia
Kita seringkali mendengar kesaksian-kesaksian yang nampak luar biasa, tetapi hanya Tuhan yang mengenal hati manusia. Tidak sedikit orang yang membungkus dirinya dengan hal rohani untuk menutupi dosa dan kedagingannya; mereka melakukannya untuk membangun kerajaan pribadinya, bukan untuk kerajaan Tuhan. Namun Tuhan yang menilai hati kita.
Jangan sampai kita mengalami yang dialami oleh Raja Belsyazar. Dia membangun kerajaan pribadinya, dia takut bila ada yang mengambilnya. Dia hidup dalam rasa tidak aman.

Seringkali rasa tidak aman dapat membuat anak Tuhan berusaha mempertahankan posisinya dengan membungkus dirinya dengan hal-hal rohani. Namun semuanya itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Raja Belsyazar menemukan tulisan di dinding : “Mene, mene tekel ufarsin”. Mene artinya masa pemerintahannya telah dihitung dan diakhiri. Tekel artinya dia sudah ditimbang oleh Tuhan dan didapati terlalu ringan. Peres artinya kerajaannya akan pecah dan diberikan kepada orang media dan Persia. (Daniel 5:1-30).

Hidup kita ditimbang oleh Tuhan

Jangan sampai di akhir hidup kita, kita didapati terlalu ringan. Kita ditimbang bukan berdasarkan perbuatan baik kita, sebab tanpa Tuhan kita mustahil bisa berbuat baik; Tubuh kita cenderung kepada dosa dan perbuatan jahat. Namun oleh kasih karunia Tuhan, kita dilayakkan oleh Tuhan. Siapa yang percaya Yesus Kristus dan menjadikan Dia pusat dari segala-galanya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoel 2 :28-32 berbicara tentang nubuatan Nabi Yoel. Ada peristiwa yang sudah digenapi, namun juga ada peristiwa yang masih terjadi sampai saat ini. Peristiwa pencurahan Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api sudah digenapi pada masa para rasul (Kis 2 :14-21). Namun Roh Kudus masih berkarya hingga hari ini. Kita disertai dan diurapi Roh kudus. Roh kudus memampukan Kita melakukan perkara-perkara yang baik. Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus untuk memampukan Kita menceritakan Injil sebelum hari kedatangan-Nya tiba.

Hari-hari ini iblis sedang menjual ketakutan diantara anak Tuhan. Ketika mereka hidup dalam ketakutan, membeli produk berdasar rasa takut, bukan karena pengertian. Biarlah rasa aman kita ada di dalam Tuhan. Miliki Iman yang konsisten: percaya kepada Tuhan tidak setengah-setengah, tetapi total kepada Tuhan. Percaya bahwa hidupmu aman dalam pemeliharaan Tuhan.

Waktunya sudah genap, kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Mari beritakan Injil damai sejahtera kepada semua orang. Tinggalkan semua ketakutan kita, karena Tuhan sedang menimbang hidup kita. Kita ditimbang bukan karena perbuatan baik, tetapi cinta kita kepada Tuhan.

Orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan, hidupnya berakar dalam Firman Tuhan, dan hidupnya pasti berbuah. Orang yang mencintai Tuhan tidak akan menyimpan kepahitan dalam hidupnya, sebaliknya, dia akan memiliki kasih Tuhan. Dalam kasih Tuhan ada penerimaan, ada perbaikan, dan ada perubahan.

Di hari-hari yang semakin buruk, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa air mata, tetapi Dia berjanji akan terus menyertai kita. Jangan menjadi takut, tetapi percaya dan serahkanlah hidupmu di tangan Tuhan. Dia yang akan memeliharamu. Ijinkan Roh Kudus berkarya dan berkuasa penuh dalam hidup kita. Kita berlari dalam panggilan sorgawi; bukan untuk mahkota yang fana, melainkan untuk mahkota kekal yang disediakan-Nya bagi kita.
Daniel Hadi ShaneDitimbang TuhanketakutanPengharapanRasa Aman dalam TuhanRoh Kudus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Memiliki Pikiran Kristus

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

Galatia 3:1-2

Pernahkah anda iri hati dengan kesuksesan orang lain? Hati manusia bisa memiliki kecenderungan yang jahat, hati Kita seringkali egois. Keegoisan membuat kita tidak suka kalau orang lain lebih baik dari kita dan kita berpikir bahwa apa yang kita pikirkan adalah yang paling benar; Kita menjadi sangat marah jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Kecenderungan ini tidak akan lepas jika hidup kita belum mengalami Tuhan sungguh-sungguh. 
Para rasul mencintai Tuhan dan memberitakan Injil. Kita ingin kisah mereka mengalami happy ending: mereka diberkati, mereka hidup bahagia. Tetapi akhir cerita mereka berbeda. Mereka menjadi martir: mereka disiksa dan dianaya. Kita berpikir ini bukan akhir cerita yang baik, namun semua yang terjadi adalah yang terbaik bagi mereka.

Setiap kita dianugerahkan hati nurani yang pada dasarnya baik: Kita tidak suka orang ditindas, tidak suka akan penderitaan. Tetapi hati nurani saja tidak cukup untuk membuat kita dapat mengenal Tuhan.

Milikilah pikiran Kristus, sebab hati nurani kita tidak cukup untuk mengerti kehendak Tuhan. Hal buruk di mata kita, belum tentu bukan yang terbaik dari Tuhan.

Kesalahan generasi terdahulu adalah hidup dalam Hukum Taurat. Mereka seringkali diancam dengan konsekuensi dari dosa: dihukum atau masuk neraka. Mereka sesungguhnya masih suka dengan dosa, tetapi tidak melakukannya karena takut menerima hukuman.
Kita perlu mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Kristus membuat kita berubah dan mengalami pertobatan yang sejati: Tidak lagi suka dengan dosa, bukan takut akan konsekuensi akan dosa. Manusia lama kita perlahan diubahkan oleh Tuhan, tidak perlu banyak dilarang, semua dilakukan dengan kesadaran sendiri dan tulus hati.
Kita mustahil untuk sempurna melakukan hukum taurat. Sebab tubuh kita ini selalu punya kecenderungan akan dosa; Kita tidak bisa menaatinya 100%. Oleh karena itu, keselamatan yang sejati hanya kita dapatkan dalam Kristus. Yesus datang ke dunia ini untuk menebus semua dosa kita. Dialah yang menggenapi hukum taurat, sehingga jita tidak perlu lagi hidup di bawah hukum taurat.

Jika kamu mendengarkan suaraNya, jangan keraskan hatimu.

Banyak anak Tuhan terjebak dalam keputusan yang salah. Mereka memutuskan berdasar suasana, bukan karena pertimbangan ilahi. Mari belajar dengarkan Roh Kudus. Jika Tuhan berbicara, belajarlah taat, jangan kamu abaikan. Jangan sampai keputusan yang kamu ambil berakhir dengan penyesalan. Minta suara Roh Kudus memimpin kehidupanmu melalui Firman-Nya. Sebab Injil itu adalah Kristus (Roma 1:16-17).
Mari kita bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Hari Tuhan sudah sangat dekat. Setelah pandemi ini, hidup manusia tidak sama lagi. Mari berdamai dengan kehidupan yang ada. Semua yang terjadi membuat manusia berpikir, bahwa kepandaian manusia itu terbatas; Hanya Tuhan yang dapat kita andalkan. Semua diijinkan terjadi supaya kita mencari wajah Tuhan.

Bila Tuhan berkata itu baik, maka percayalah itu baik. Bila Tuhan berkata itu buruk, percayalah itu buruk. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita.

Mari berdoa bagi teman dan saudara-saudara kita yang belum mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kita berdoa mereka boleh mengalami Tuhan, sehingga kehidupan mereka boleh diubahkan dan mereka mengalami pertobatan yang sejati dalam Tuhan. 
Daniel Hadi ShaneEgoisHati NuraniHukum TauratKasih KaruniaPikiran Kristus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice, Uncategorized
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hati-Hati Berita Busuk!

Wednesday, 20 May 2020 by Ellen Natalia

Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya (Bilangan 25:32)

Bilangan 13:25-33 berbicara tentang 12 orang yang mengintai Tanah Kanaan. Tetapi 10 dari mereka menceritakan tentang kabar busuk : mustahil bangsa Israel bisa menduduki tanah perjanjian itu. Mereka menyebarkan berita yang dilebih-lebihkan. Hal ini dilakukannya untuk membuat bangsa itu membenarkan apa yang mereka anggap benar. Sehingga hati bangsa itu mulai ragu akan janji Tuhan.

Kita perlu menjaga telinga kita untuk mendengarkan berita hari-hari, karena banyak kabar yang dilebih-lebihkan, yang membuat kita diliputi kekuatiran setelah mendengarnya. 

Berita itu baik, supaya kita tetap waspada, tetapi hati-hati dengan berita yang berlebihan dan melenceng dari kebenaran. Iblis bisa memakai ini sebagai kesempatan untuk membuat kita takut dan hilang pengharapan dalam Tuhan. Belajarlah menundukkan telinga kita mendengarkan berita yang baik, sebab berita ketakutan kita mudah menular kepada orang lain, dan ketakutan kita dapat melemahkan iman dan semangat orang lain.

Milikilah Kualitas dalam Ucapan

Jika kita sudah berucap, maka kita harus melakukan dan bertanggung jawab dengan ucapan kita. Sebab semua yang kita lakukan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Mari kita belajar melakukan semua yang kita ucapkan. Biarlah kata-katamu bernilai di hadapan Tuhan.

Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anakkami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.” (Bilangan 14:2-4)

Banyak yang bersungut-sungut. Mereka mulai mempertanyakan janji Tuhan, dan mau kembali ke tanah jajahan. Banyak anak Tuhan pun demikian, betapa ketika mereka mulai ragu akan janji Tuhan dan ingin kembali kepada manusia yang lama, kepada mimpi-mimpi yang lama, dan selalu mempertanyakan janji dan cinta Tuhan dalam hidupnya.

Jangan gagal paham terhadap hati Tuhan. Terkadang kita belum melihat sesuatu yang dijanjikan-Nya, tetapi ada maksud Tuhan di atas semuanya itu. Tuhan memang harus memurnikan kita untuk bisa masuk dalam tanah perjanjian. Tuhan akan memisahkan orang-orang yang mengandalkan pikirannya sendiri dengan orang-orang yang mendengarkan kerinduan hati-Nya.

Ketika Tuhan punya mimpi dalam hidup kita, Tuhan yang akan menyelesaikannya bagi kita

Siapa yang dapat memenangkan hati Tuhan? 

Orang yang dapat memenangkan hati Tuhan adalah orang yang tetap memegang teguh mimpi Tuhan dalam hidupnya, sekalipun mimpi Tuhan tampak seperti kebodohan di mata dunia. 

Mari belajar rendah hati: mau belajar, mau dididik Tuhan, dan mau dibentuk Tuhan seperti Yosua. Yosua dipilih menggantikan Musa bukan karena status sosialnya. Tapi karena dia mengenal hati dan mimpi Tuhan lewat Musa, pemimpin dan orang yang dia layani. Tuhan pun bisa memakai kita. Tuhan tidak memilih seseorang berdasarkan status sosial, tetapi Tuhan melihat hati kita.

Mari kita setia. Sekalipun kita belum melihat janji Tuhan, Tuhan sedang bekerja bagi kita semua. Tetap percaya bahwa ada penyertaan Tuhan bagi gereja Tuhan dan setiap kita. Gereja Tuhan akan bersinar. Akan selalu ada pekerjaan Roh Kudus bagi gerejaNya.

Berita NegatifDaniel Hadi ShaneJanji TuhanKabar BusukKekuatiranKualitas UcapanPenjagaan Tuhan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Yesus adalah Center Hidup Kita

Wednesday, 06 May 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Yohanes 6 : 1-15

Yohanes 6 : 1-15 bercerita tentang mujizat yang Yesus adakan dari 5 roti dan 2 ikan. Banyak orang menyorot 5 roti dan 2 ikan dalam cerita itu, tetapi tidak banyak yang menyorot tentang apa yang Yesus ajarkan.

Kita harus tahu siapa pokok pemberitaan Firman Tuhan. Yesus adalah centernya, bukan 5 roti dan 2 ikannya. 

Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:  “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? “ (Yohanes 6:6-9)

Filipus dan Andreas merasa bahwa makanan tidak akan cukup. Tetapi dengan 5 roti dan 2 ikan, Yesus sanggup memberi makan orang lain sampai mereka kenyang. Saat orang-orang membutuhkan makanan, Tuhan memberi mereka makan. Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan memelihara hidup kita. Kita tidak perlu takut dan kuatir, sebab Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita tepat pada waktunya. Asal kita bukan pemalas, Tuhan pasti pelihara kehidupan kita.

 

Tuhan bisa Memakai Siapapun

Mungkin kita tidak punya banyak uang, tetapi dengan “5 roti 2 ikan” yang kamu miliki, kamu bisa menjadi berkat buat sekeliling. Tuhan bisa pakai apapun dalam hidup kita untuk bisa menjadi berkat. Pelayanan sekecil apapun sangat berharga bagi kerajaan Tuhan. Bahkan pelayanan-pelayanan yang tidak terlihat menjadi sangat berharga; Tuhan akan memberkati dan mengembangkannya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk diri sendiri.

Yesus melakukan mujizat bukan untuk pamer kuasa. Dia bergerak ketika ada sebuah kebutuhan. 

Keberhasilan hamba Tuhan bukan tentang jemaat tersentuh & memuji betapa bagusnya khotbah yang dibawakannya. Tetapi ketika jemaatnya pulang, mereka melakukan Firman Tuhan itu. Dan olehnya hidup mereka diubahkan.

Jadilah Setia

Banyak anak Tuhan tidak bisa menahan diri dan menjadi sabar; hidupnya begitu mudah dikuasai amarah dan emosi. Mari kita menjadi pribadi yang sabar. Ketika kita diperlakukan tidak baik, mari merespon dengan benar. Hidup kita tidak dipimpin oleh api amarah, tetapi hidup kita dipimpin oleh Tuhan.

Tuhan tidak pakai orang yang kelihatannya multitalenta. Tuhan pakai orang yang setia dalam perkara-perkara yang diberikan kepadanya. 

 

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Timotius 4:5)

Mari selesaikan tugas pelayanan kita. Jangan menganggap remeh pekerjaan yang ada padamu, tetapi lakukan semuanya dengan giat dan tekun. Tuhan sedang melatih kita menjadi pribadi yang Tuhan inginkan melalui proses dan bentukan-bentukanNya.

Keberhasilan seorang hamba Tuhan bukan dilihat dari berapa banyak jiwa yang digembalakannya. Bukan juga dari musik yang mewah dan lagu yang mengharukan, tetapi dari seberapa banyak orang jemaat yang hidupnya sungguh-sungguh menjadi pelaku Firman. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan.

5 Roti 2 IkanBersabarMujizatMurid YesusPemeliharaan TuhanSabarSetia dalam perkara kecil
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pelajaran Tuhan

Monday, 13 April 2020 by Ellen Natalia

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus  bin Amitai,  demikian:  “Bangunlah, pergilah ke Niniwe ,  kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis ,  jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN (Yunus 1:3)

Tuhan rindu menyelamatkan Niniwe dari setiap kedurhakaan melalui Yunus. Tuhan memerintahkan Yunus untuk pergi ke sana dan menyerukan pertobatan di sana. Tetapi rupanya Yunus melarikan diri dari panggilan Tuhan.

Mengapa Yunus melarikan diri? 

Yunus berpikir:  “Kota Niniwe yang penuh kedurhakaan itu tidak mungkin menerima Tuhan. mereka pantas menerima hukuman Tuhan.” Sedang dia yang percaya kalau ia patut diselamatkan. Yunus menggunakan cara pikirnya sendiri dan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran.

Hati-hati dengan cara pikir kita: Jangan menggunakan hikmat pribadi; kita anggap kita yang paling benar, tetapi pikiran kita tidak sesuai dengan pikiran Tuhan. Jangan batasi Tuhan dengan pikiranmu; karena pikiran kita terbatas, tetapi pikiran Tuhan tidak terbatas.

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus ;  dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya (Yunus 1 : 17)

Atas seijin Tuhan, ada ikan besar yang menelan Yunus. Terkadang Tuhan mengijinkan hal-hal buruk dapat terjadi dalam hidup kita untuk memberi sebuah pelajaran, dan supaya kita sungguh-sungguh sadar untuk bertobat dan bergantung penuh kepada-Nya.

Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Mereka yang berpegang teguh pada berhala  kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan  akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!” (Yunus 2:7-9)

Yunus merasa dirinya mengenal Tuhan, tetapi dia tidak punya kasih. Karena itu Tuhan menyadarkan dirinya melalui badai, supaya dia mengenal kasih Tuhan. Di situlah Dia menyadari akan kesalahannya. Dia belajar untuk mengenal hati Tuhan. Terkadang ada badai yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, supaya kita kenal dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi hati Tuhan. Mintalah hati untuk mengenal kasih Tuhan. Seperti Yunus, lewat badai dan pencobaan, ia ingat akan Tuhan.

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik  dari tingkah lakunya  yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. (Yunus 3:5,7-8)

Tuhan sanggup membuat seluruh Kota Niniwe bertobat; bahkan semua orang dan hewan-hewan berpuasa dan berkabung menyesal akan kejahatan yang mereka lakukan. Pertobatan mereka bukan pertobatan yang tanggung-tanggung.

Kita pun juga demikian, jangan menjadi anak Tuhan yang tanggung-tanggung: Hanya suka dengan Firman yang menyenangkan telinga kita, tetapi tidak suka dengan Firman yang berbicara tentang salib. Tetapi marilah kita menyukai seluruh kebenaran Firman Tuhan. Kita menikmati berkat Tuhan, tetapi juga hidup menyangkal diri dan memikul salib bagi Tuhan.

Dalam Yunus 4, Tuhan mengajari Yunus bagimana Tuhan mengasihi Niniwe meskipun mereka pernah melakukan kejahatan. Bukan hak kita untuk marah sebagai orang yang melihatnya, karena seorang ayah, sekalipun anaknya nakal dan berbuat banyak kesalahan, dia akan tetap mengasihi anaknya. Inilah hati Bapa, Dia mengasihi semua umat-Nya dan menyesal dengan hukuman yang telah dirancangkan-Nya.

Matius 25:1-13 adalah kisah tentang gadis bodoh dan gadis bijaksana. Tuhan memperingatkan kita supaya menjadi siap sedia, sebab waktu kedatanganNya sudah dekat. Jangan sampai kita seperti gadis-gadis bodoh yang tidak punya persiapan, dan mereka tidak lagi diijinkan untuk masuk dalam pesta. Sudah siapkah kita menghadapi kedatangan-Nya yang sudah semakin mendekat?55

Keselamatan terbuka luas untuk banyak orang. Siapa yang percaya akan Kristus, dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan diselamatkan. Mari kita sama-sama melakukan kerinduan Tuhan. Kita beritakan Kristus kepada semua orang. Mari berdoa dan minta hati Tuhan, supaya kita memahami setiap pelajaran yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Daniel Hadi ShaneHati BapaHati TuhanKedatangan TuhanPelajaran TuhanYunus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Anak yang Dewasa

Wednesday, 08 April 2020 by Ellen Natalia

Bacaan: Yoh 3:1-21

Hari-hari ini banyak anak Tuhan yang hanya “kekristenan warisan” semata, yang isinya hanyalah rutinitas ibadah tetapi tidak ada hubungan dan pengenalan akan Tuhan secara pribadi. Oleh karena itu, diperlukan “kelahiran kembali”, dimana kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi yang mengubahkan kehidupan kita. 

Sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang dewasa? 

Hanya seorang anak yang sudah dewasa yang akan dipercaya untuk membantu pekerjaan Bapanya. Demikian juga kita dengan Bapa di sorga, Tuhan rindu mempercayakan karya-karya ajaib-Nya kepada anakNya yang dewasa. Sayangnya banyak anak-anak Tuhan yang sudah lama mengikut Tuhan, tetapi hidupnya belum ada perubahan dan pendewasaan.

Ciri-ciri anak Tuhan yang belum dewasa:

Masih hidup dalam ikatan jiwa dan manipulasi

Cirinya : selalu ingin di layani, selalu menuntut orang lain untuk mengerti dia, dan mempertanyakan kasih orang lain kepadanya.

Memiliki ikatan jiwa masa lalu

Berlarut-larut dalam luka masa lalu. Meskipun sudah diajar bahwa Tuhan mengasihinya, tetapi selalu menganggap Tuhan tidak mengasihinya.

Tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah bersyukur

Selalu merasa kurang dalam hidupnya; tidak bersyukur. Tetapi Tuhan berkata, “Cukuplah kasih karuniaKu di dalam hidupmu” (2 Kor 12:9), artinya Tuhan mencukupkan kehidupan kita:  tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama  harta  yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama  seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Apakah Allah menjadi mutiara berharga dalam hidupmu? Jika kita menjadikan Tuhan mutiara yang berharga, kita pasti memberikan segala-galanya bagi Dia. Mari Kita hasilkan buah-buah roh dalam hidup kita. Mari menjadi roti yang terpecah bagi banyak orang, itu adalah ibadah kita yang sejati.

Maukah anda mengambil pekerjaan Tuhan?

Disitulah Tuhan melihat kita sebagai pribadi yang dewasa. Betapa bahagianya apabila kita apabila kita dianggap dewasa oleh Bapa. Kita dapat dipercaya untuk sanggup mengerjakan hal baik yang menjadi kerinduan-Nya.
Pada waktu perjamuan mula-mula, pada waktu murid-murid memecah roti dan minum anggur, mereka mengambil bagian di dalam Kristus, yang artinya mereka mengambil bagian di dalam penderitaan Yesus; menjadi 1 tubuh, 1 jiwa, 1 roh. Mereka mengerti bahwa ketika mereka mengambil bagian di dalam Kristus, hidup mereka bukan milik mereka lagi.
Walaupun para rasul masuk dalam penjara dan menderitaa, mereka percaya bahwa mereka disertai oleh Tuhan. Dunia tidak akan mengerti hal ini, tetapi Bapa kita di Surga melihat setiap keadaan yang kita alami dan memperhitungkannya sebagai sebuah kebenaran.

Mari luangkan waktu berdoa; minta hati dan kerinduan Tuhan atas hidupmu. Biarlah rasa aman dan pengharapan kita hanya di dalam Tuhan. Kita tidak bergantung kepada yang lain, tetapi kita bergantung hanya kepada Tuhan.

Tahun rahmat Tuhan telah datang. Ini saatnya kita memberitakan Injil Tuhan ke semua orang. Biarlah kita menyadari, bahwa Hanya dengan penyertaan Tuhan Kita dimampukan melakukan semuanya.
AnakDaniel Hadi ShaneDewasaKelahiran Kembali
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Cara Hidup Jemaat Mula-Mula

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan virus covid-19 dengan penularannya yang sangat cepat. Karena itulah, banyak anak-anak Tuhan dilingkupi rasa takut dan kuatir. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang hal ini?

Kita perlu mengingat akan cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka berkumpul tiap-tiap hari, memecahkan roti, dan berdoa (ay 46), dan setiap kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama (ay 44). Masa itu, mereka tidak hidup dalam ketakutan, mereka bergantung penuh pada Tuhan. Mereka hidup saling mendoakan, menguatkan, dan berbagi kepada sesama.

Bagaimana anda menghadapi hari-hari ini? Mari kita belajar dari cara hidup jemaat mula-mula. Meskipun keadaan semakin menekan, perekonomian semakin melemah, tetapi kita tidak boleh dikuasai oleh ketakutan. Kita harus tetap bergantung penuh kepada Tuhan. Biarlah rasa aman kita di dalam tangan-Nya.

Mari sama-sama berdoa untuk meminta perlindungan Tuhan atas keluarga kita dan bangsa ini. Ini saatnya gereja Tuhan bangkit menjadi jawaban dan berkat. Dalam keadaan seperti ini, mari kita membantu dan melayani sesama. Jangan berdiam diri dan memikirkan diri sendiri. Mari kita saling mendoakan dan menguatkan mereka yang kehilangan pengharapan.

Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,  dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat.  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi:  darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.  Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah  sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan­. (Kisah Para Rasul 2:17-21)

Di akhir zaman ini, Tuhan akan bangkitkan pahlawan-pahlawan-Nya. Akan ada perkara-perkara ajaib yang akan Tuhan nyatakan lewat hidupmu.

Maukah anda dipakai Tuhan untuk jadi berkat? Mari berikan apa yang bisa kita berikan saat ini. Mari sama-sama berdoa secara berantai 24 jam untuk Indonesia dan gereja Tuhan. Mari kita memohonkan kemurahan Tuhan atas bangsa, gereja, dan keluarga kita.

Ini saatnya gereja Tuhan bangkit!

Daniel Hadi ShaneJemaat Mula-MulaKekuatiranRasa Aman
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Naik Level

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan (Bilangan 11:1).

Bangsa Israel adalah bangsa yang dikasihi Tuhan. Tetapi bangsa ini seringkali mengeluh. Mereka selalu mengungkit-ungkit masa lalu mereka di Mesir (Bilangan 11:4-6), padahal Tuhan sudah membebaskan mereka dari perbudakan. Mereka tidak mengucap syukur dengan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Itu yang akhirnya menimbulkan murka Tuhan atas mereka. Oleh sebab itu, Tuhan mendidik bangsa ini dengan api-Nya (Bil. 11:1). Didikan demi didikan Tuhan berikan kepada bangsa Israel supaya bangsa ini dapat memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.

Sudahkah Anda Bersyukur?

Sudahkah anda bersyukur dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu? ataukah kita seperti bangsa Israel yang seringkali mengeluh?

Bangsa Israel adalah gambaran kita semua. Kita seringkali mengeluh, marah, dan memberontak ketika ada ketidakadilan yang kita alami. Tetapi jikalau Kita masih suka marah, mengeluh, dan memberontak, kita tidak bisa dibawa Tuhan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Tuhan mau mendidik kita untuk mencapai level berikutnya; Tuhan rindu memakai hidup kita. Akan tetapi kita tidak bisa dipakai Tuhan, kalau karakter kita masih suka marah, memberontak, dan mengeluh. Maukah kamu didik dan diproses Tuhan? Tuhan Akan pakai hidupmu dan membawamu ke level yang lebih tinggi. Kita perlu api kudus Tuhan yang menyucikan dan mendidik kita. Kita perlu tuntunan Roh Kudus setiap hari untuk mengingatkan dan menemplak kita.

Berapa banyak kita mau dikosongkan?

Dikosongkan artinya mati buat semua kehendak dan daging kita, dan membiarkan semua mimpi dan kehendak Tuhan mengisi seluruh kehidupan Kita. Saat itulah Tuhan akan memakai kehidupan kita secara luar biasa.

Mari kita melakukan mimpi-mimpi Tuhan. Biarlah Yesus semakin besar dan “keakuan” kita semakin kecil. Jadilah orang yang mau dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya sampai ke ujung-ujung bumi.

BersyukurDaniel Hadi ShaneDidikan Tuhanlevelmengeluhnaik levelProses
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Bible Series by Ps. Daniel Hadi Shane : Lahirnya Alkitab

Friday, 21 February 2020 by Ellen Natalia

Mengapa Alkitab patut untuk dipercayai? Mari kita sama-sama belajar sejarah terbentuknya Alkitab.

Pada jaman dahulu, media-media yang digunakan dalam penulisan alkitab antara lain:
-Tanah liat (Yehezkiel 4:1)
-Batu (Keluaran 24:12,Keluaran 34:1)
-Daun Papyrus(Wahyu 5:1)
-Perkamen (kulit anak domba yang disamak) (2 Timotius 4:13)
-Logam ( Keluaran 28:36)

Alkitab Perjanjian Lama sebagian ditulis dalam bahasa Ibrani dan beberapa ditulis dalam bahasa Aram ( Ezra 4-8,Daniel 2-7,Yeremia 10:11).

Dalam hal ini, bahasa Ibrani merupakan bahasa keintiman/bahasa personal. Bahasa ini mengungkapkan hati dan perasaan, bukan sekedar pikiran (penulisannya menggunakan lambang dan gambar).

Sedangkan Alkitab Perjanjian Baru
Ditulis dalam bahasa Yunani, yang merupakan bahasa intelek, bahasa pikiran, sehingga lebih mudah dipahami.

Kitab-kitab dalam Alkitab dikumpulkan dengan berdasarkan waktu penulisannya.

Kitab Ayub ditulis sekitar 2150 SM, Kitab Para nabi pada 700-600 SM, dan kemudian dilanjutkan lagi di 400 SM (Kitab Ezra,Nehemia,Maleakhi). Sehingga Alkitab Perjanjian Lama ditulis kurang lebih dalam waktu 1700 tahun.

Kitab Perjanjian Baru ditulis antara 50-100 M; Ada kemungkinan kitab Yakobus ditulis pertama kali 49 SM.

Ada pula kitab-kitab yang ditulis selama kurun waktu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut dengan kitab Apokripa, namun kitab Apokripa tidak bisa dimasukan di daftar kitab suci yang diinsipirasikan Tuhan, karena isinya tidak saling berkaitan satu sama lain dan penulisnya diragukan atau tidak jelas.

Pada 397 M diputuskan hanya 27 kitab Perjanjian Baru yang masuk syarat dalam Kanonisasi. Hal ini berdasarkan pertimbangan keterkaitan kitab-kitab tersebut satu sama lain, serta adanya pemilahan kitab yang tidak jelas penulisnya dan asal usul yang dari kitab-kitab tersebut.

Kenapa Alkitab banyak versi Penerjemahan?

Ada begitu banyak versi Alkitab yang saat ini kita temui. mengapa demikian? Semua itu tidak lepas dari sejarah penemuan dan penulisan kitab-kitab yang ada. Berikut fakta-fakta tentang Alkitab yang menjadi alasan mengapa ada banyak versi Alkitab :

1. Ada beberapa kitab yang ditemukan berasal dari gulungan laut mati.

2. Ditemukannya Papyri (ratusan naskah kitab yang ditemukan di dalam mumi buaya)

3. Ditulisnya Latin Vulgate (Kitab terjemahan Latin) pada tahun 382 M.

Kitab ini adalah hasil penelitian dan terjemahan seorang sarjana bernama Jerome. Beliau diminta oleh uskup Roma meneliti dan menerjemahkan secara akurat terjemahan latin kuno dari naskah2 bahasa Yunani dan Kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan dari bahasa ibrani yang ada.

4. Adanya Codex Sinaiticus yang ditulis 330 M

yangk ditemukan di gunung Sinai di sebuah biara St Chaterine.

5. Adanya Codex Vaticanus

Naskah kitaby dikubur di perpustakaan Vatikan di Roma, yang kemudian ditemukan pada tahun 1481. Kaisar Constantine, Kaisar yang berkuasa pada masa itu, membuat 50 copy alkitab yang sebelumnya dilarang keras untuk di copy.

6. Adanya Codex Alexandria /Alexandrinus.

Naskah ini di copy di mesir pada 450 masehi, yang kemudian naskah ini jatuh ke penguasa Alexandria dan dipindahkan ke museum Inggris tahun 1757.

7. Terjemahan King James Version dalam kurun 500 tahun terakhir.

Kingjames version di terjemahkan karena Raja James 1 Inggris kurang memahami / menyukai terjemahan Alkitab Jenewa (William Whittingham saudara ipar John Calvin).

Akhirnya 54 orang ditunjuk sebagai penerjemah Alkitab di tanggal 22 juli 1604. 54 orang ini dibagi menjadi enam tim: 2 Tim bekerja di Westminster, 2 tim di chambridge, sedangkan 2 tim lagi bekerja di oxford. Mereka menerjemahkan dari Alkitab Uskup Agung Caterbury dan menyesuaikan isinya sesuai dengan perkembangan tata bahasa yang ada dan diteliti dengan seksama.

Alkitab King James version menjadi Alkitab yang sangat populer (termasuk menjadi panduan saya dalam mengajar).
Dan juga muncul terjemahan-terjemahan lainnya, seperti Living Bible, yang ditulis dan dipublikasikan oleh Kenneth Taylor. Kitab ini muncul dengan bahasanya yang mudah dipahami anak-anak.

Oleh sebab itu, Saya berkeyakinan teguh mustahil Alkitab adalah karya manusia semata.

Doktrin adalah pemikiran sudut pandang Alkitab. Di masa mula-mula munculnya, doktrin yang beredar mengatakan bahwa Bapa gereja mustahil salah (manusia bisa saja salah, tetapi hanya Tuhan yang tidak bisa salah). Lalu muncullah tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Wycliffe yang menentang doktrin kedaulatan paus tersebut, dan mendeklaraskan bahwa Alkitab adalah kekuasaan tunggal bagi orang percaya, bukan pemimpin gereja.

Gereja ini dibesarkan dari Teology Reform, namun disamping itu juga menerima karya-karya Roh Kudus dalam kehidupan iman orang percaya. Doktrin Calvinis dan Doktrin armenian memiliki sudut pandang berbeda dalam melihat sebuah hal. Doktrin Calvinis lebih kearah kedaulatan Tuhan dalam segala hal dalam hal ini menjadi acuan dalam kehidupan gereja ini. Walau demikian, cara pandang Armenian menambahkam dimensi baru dalam berpikir dari sisi yg berbeda. Namun, sekali lagi, hanya Alkitab tidak pernah salah.

Menurut saya ada 3 hal yang tidak bisa di ganggu gugat:
1.Keselamatan hanyalah melalui Kristus Yesus.
2.Yesus Kristus adalah Allah sendiri
3.Keselamatan adalah Anugrah semata melalui iman kepada Kristus.

Saya dahulu berpikir secara logika mengenai Tuhan Yesus dan mencari Tuhan Yesus berdasarkan penguasaan doktrin reform dan Calvinis yang saya miliki (dari lahir sampai kuliah dari gereja aliran Reform). Lalu ternyata dalam perjalannya, saya mengalami sebuah peristiwa perjumpaan yang indah yang tidak bisa saya ungkapkan. Justru sewaktu saya kuliah dan bergereja di Gereja Kharismatik/Pentakosta, dimana dalam sebuah kebaktian minggu yang saya ikuti, saya mengalami lumpuh satu kaki. Ketika itu, saya disembuhkan secara ajaib; Bukan oleh pendeta, tetapi saat saya hanya bernyanyi dan memuji Tuhan Yesus. Betapa bersukacitanya saya waktu itu. Sungguh perjumpaan yang indah, dan saya semakin mencintai kebenaran2 Firman Tuhan. Saya yang sebelumnya mempelajari Firman hanya berpatok pada text book, Saya merasakan Firman Tuhan itu hidup, bekerja dan menjamah saya.

Percayakah anda kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?

Jika anda percaya, maka keselamatan anda dijamin oleh Tuhan Yesus. Keselamatan yang bisa hilang adalah keselamatan yang tidak sempurna (mudah-mudahan selamat).

Saya berkeyakinan teguh Tuhan Yesus sudah menebus dosa lama (past sin) saya, dosa saya yang sekarang (present sin) dan dosa saya yang akan datang (future sin).

Tetapi saya berkeyakinan penuh bahwa Keselamatan adalah Anugrah Tuhan yang bernilai dan tidak murahan, yang memerlukan tanggungjawab yang besar dalam diri saya untuk hidup seturut perintah Tuhan, yang tentunya dalam pengendalian dan tuntunan Tuhan Yesus yang sempurna.

Tuhan Yesus sudah jamin hidup saudara. Maukah engkau percaya penuh kepadaNya?

AlkitabBibleDaniel Hadi ShaneKeselamatanPengajaranSejarah
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuali yang Berkarat

Wednesday, 12 February 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Yehezkiel 24:1-14

Oleh sebab itu beginilah firman Allah: Celakalah kota yang penuh hutang darah, kuali yang berkarat didalamnya dan karatnya tidak hilang dari padanya!Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa memilih-milih. (Yehezkiel 24:6)

Yehezkiel 24:1-14 berbicara tentang kuali yang berkarat. Tahukah anda bahwa kuali itu juga bisa menggambarkan pikiran kita? Pikiran kitapun bisa “berkarat” dan dipenuhi dengan dosa. Pikiran-pikiran jahat yang tidak segera kita bereskan akan merusak kita. Kepahitan, kebencian, kecemaran, luka2 di masa lampau dan lain sebagainya, menempel di dalam pikiran kita dan apapun yang baik masuk kedalamnya akan tampak sia2. Semua akan ikut menjadi rusak.

JANGAN BIARKAN PIKIRANMU BERKARAT!

Orang yang memiliki pikiran yang berkarat adalah orang yang sudah menerima Yesus dalam hidupnya, tetapi cara pikirnya masih perlu diubahkan (metanoia) ; masih menggunakan cara pemikirannya yang lama. Mereka mengingat dan memperkarakan perkara-perkara lampau dan hidup dalam kepahitan sedang kehidupan terus berubah dan orang lainpun terus mengalami pertumbuhan. Pikirannya masih terpaku dalam masa lalunya.

Setiap kita punya cara masing-masing untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus. Untuk dapat mengenal Kristus yang benar tentu saja kita harus taat pada kedaulatan FirmanNya ( Firman Tuhan jauh lebih tinggi dari kesaksian sehebat apapun juga. Dan jika kesaksian itu bertentangan dengan Firman Tuhan tentu bukan berasal dari Tuhan).

Dalam mendalami Firman Tuhan ada beberapa sudut pandang. Karena itu, bukan hak kita untuk menghakimi sudut padang orang lain untuk memahami Firman Tuhan selagi sudut pandang itu tidak menyimpang/mengartikan Firman Tuhan seenaknya sendiri.

Janganlah paksakan cara pandang kita dan menganggapnya sebagai yang paling benar dari orang lain. Pernyataan di atas tidak berarti bahwa kita boleh secara ngawur dan subyektif menafsirkan ayat-ayat Alkitab menurut apa yang kita pandang benar. Penafsiran yang salah adalah jelas kesesatan, walau yang dikutip adalah Alkitab. Beberapa bidat yang palsu juga menggunakan Alkitab, tetapi mereka memutarbalikkan kebenaran di dalamnya (2 Pet 3:16).

Ada yang sangat diberkati dengan pemahaman firman Tuhan yang sudah diringkas  menjadi Firman Tuhan yang  sederhana namun mengena, adapula yang diberkati lewat pemahaman Firman Tuhan yang dieksposisi lebih dalam dan inipun sangat memberkati orang yang mendengarnya.

Tidak semua orang memiliki tingkat intelektual yang sama dan karakter pendengar Firman Tuhanpun berbeda beda. Yang paling penting adalah pemikiran kita harus selalu diarahkan kepada Kristus; harus selalu sejalan dengan pikiran Kristus.

BUANG SEMUA KERAK DARI KUALIMU

Yesus ingin kita mengalami tiap pengalaman dengan-Nya. Kita tidak akan bisa melaju dalam Tuhan jika Kita masih menyimpan “Kerak” dalam pikiran Kita. Kerak berbicara dendam, luka, masa lalu yang belum dibereskan. Lepaskan pengampunan dan jadilah pribadi yang mau diubahkan.

Bagaimana caranya? bakarlah “kuali” (pikiran)-mu dengan Roh Kudus; biarkan Roh Kudus tinggal dalam hidupmu dan mengubahkan hidup kita. Tambahkan doa. Dengan Kita hidup dalam doa dan hidup dalam keintiman dengan Tuhan sanggup mengubahkan kita semakin serupa dengan Kristus.

cara pandangDaniel Hadi ShaneKerakKuali BerkaratPikiranPola PikirSampah
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP