Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Roh yang dewasa
Apakah kita semakin hari semakin hari roh kita semakin kuat? Roh yang kuat itu diberikan Tuhan pada kita. Begitu banyak orang yang tidak suka di kritik, anti kritik, dikit-dikit kecewa, dikit-dikit merasa di hakimi, seringkali kita menutup telinga pada kritikan. Menjadi pribadi yang belum bias bersinar, karena belum dewasa rohani. Yohanes pembaptis semakin betumbuh rohnya karena diahidup dalam pemurnian-pemurnian di padang gurun. Kita belajar mendengarkan kritikan. Gereja akan tetap bertumbuh saat kita mendengarkan firman Tuhan. Yohanes 6:31 Tuhan memberi nenek moyang mereka roti dari sorga. Seringkali manusia mengangkap bentukan-bentukan dari Tuhan dari sisi kita sendiri, tapi biarlah semakin hari kita semakin dewasa dalam meneriman kritikan. Tidak dengan mudahnya menerima segala sesuatu dari kulit luarnya saja. Seperti halnya teologia abu-abu, tidak dengan jelas menyatakan satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.
Restorasi adalah perubahan, kita perlu Kristus dalam seluruh hidup kita. Tidak ada restorasi tanpa padang gurun. Tuhan Yesus adalah orang yang dewasa rohani, karena Dia lebih mementingkan kehendak Bapa-Nya. Yohanes 6:40-44, kehendak siapa yang kita ikuti? Kehendak Tuhan/ kehendak orang lain. Charles Templeton (Roma 8:28), gerejanya terbakar, dia masih mengerti ayat ini, namun saat dia melihat anak-anak yang miskin dan menderita, dia tidak bisa menerima dengan akal budinya, akhirnya dia menjadi yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi tidak bisa menggambarkan Tuhan itu seperti apa. Dan yang selalu bertanya-tanya, “jika Tuhan itu besar, mengapa Tuhan membiarkan orang-orang menderita?” Itulah kegagalan hati dalam mengikuti kehendak Tuhan. Janganlah kita egosentris, selalu berkata, “sedikit sedikit aku”, “sebel, kenapa aku disakiti?”, “kenapa aku di jelek-jelekan?”, “kenapa aku?”, dan lain-lain. Bekajarlah untuk tidak menyalahkan orang lain. Tahun ini Tuhan katakan adalah tahun breaking the chains, belenggu di sini belum tentu berbicara tentang dosa, tapi bisa juga tentang kehendak pribadi kita (my will) seperti :
– Kita seringkali menjadi pembela-pembela kesiangan.
Sudahkah kita melakukan kehendak Tuhan yang mengutus kita? Kehendak-kehendak Tuhan yang hanya bisa di pikirkan oleh orang-orang yang mengasihi Tuhan
– Belenggu-belenggu keakuan di bongkar.
– Belajar menjadi humble (rendah hati)
– Belajar untuk membagi. Seringkali kita menyimpan untuk diri sendiri. Jika kita di berkati, kita belajar melepas.

