FORGOT YOUR DETAILS?

Sermons

Belajar dari kesalahan Raja Uzia

BELAJAR DARI KESALAHAN RAJA UZIA

Ayat Bacaan : 2 Tawarikh 26:1-8 ; 16-21

Raja Uzia melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti ayahnya tetapi Ia tidak menyelesaikan dengan baik. Ada dua faktor:

1. Ia mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh hanya ketika imam Zakharia masih hidup. Hidup rohaninya hanya bergantung dari mentor (Imam Zakharia) sehingga ia tidak punya iman yang langsung kepada Tuhan. Jadi ketika mentornya sudah tidak ada, dia tidak lagi sungguh-sungguh kepada Tuhan. Ketika kita lahir baru, memang kita harus dibimbing, dijagai, seperti layaknya bayi yang baru lahir tetapi ketika semakin dewasa perlakuannya akan berbeda. Bukan berarti kita tidak butuh orang lain untuk dibimbing tetapi semakin dewasa kita harus belajar untuk tidak lagi menggantungkan kerohanian kita dengan orang lain. Uzia sungguh-sungguh kepada Tuhan hanya selama ada orang yang mengajarkan dia, memperingati dia untuk hidup takut akan Tuhan.

2. Ayat 16 : Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

(more…)

Penghakiman Dalam Gereja

PENGHAKIMAN DALAM GEREJA

Apa arti sesungguhnya dari menghakimi? Menghakimi pada umumnya memiliki arti sebagai hakim yang memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang. Kita lihat kebenaran firman Tuhan dalam 1 Korintus 5:1-13 “…Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?……” Dosa dalam jemaat Korintus yaitu dosa percabulan dimana mereka hidup dengan ibu sendiri, dosa yang sudah sangat kelewat batas dan Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa perlu adanya penghakiman. Seringkali kita tidak suka dengan kata-kata menghakimi atau penghakiman. Mungkin seringkali kalau ada seseorang yang menegur kita, kita langsung merasa bahwa orang itu menghakimi kita. Dalam Firman Tuhan jelas dikatakan bahwa perlu ada penghakiman dalam gereja Tuhan. Apa artinya menghakimi dalam jemaat Tuhan? Setiap perbuatan dosa harus dihakimi, Paulus berkata bahwa seseorang yang berbuat dosa yang tidak bisa ditoleransi maka ia harus diusir dari tengah-tengah jemaat. Paulus juga berkata mengenai ragi, ragi disini berbicara bahwa ragi sifatnya mempengaruhi sekelilingnya. Dosa yang dimaksud Paulus adalah dosa yang mempengaruhi orang lain. Paulus dengan tegas berkata bahwa hakimilah yang benar, katakanlah jika benar dan katakanlah yang salah. Penghakiman dimulai dari gereja Tuhan sendiri, karena ini sangat penting supaya gereja menjadi murni. Lalu apakah semua perlu diusir? Yang dimaksud dalam 1 Korintus ini adalah orang-orang yang bebal yang sudah tau kebenaran, yang menyebut dirinya saudara dalam jemaat tapi masih melakukan dosa dan tidak mau ditegur dan dinasihati. Tapi untuk mereka yang diluar jemaat kita tidak boleh menghakimi mereka karena Tuhan sendiri akan menghakimi mereka. Penghakiman ada 2 sisi yaitu penghakiman yang datangnya dari gereja. Salah satunya adalah dari pemimpin. Tapi sisi lain yang sangat penting adalah jangan sampai gereja melakukan penghakiman yang salah. Penghakiman yang salah maka akan berakibat kehancuran dan perpecahan tapi penghakiman yang benar akan membawa pertobatan, pemurnian dan pemulihan. Penghakiman yang salah salah satunya adalah penghakiman dengan pikiran, misal kita berpikir tentang seseorang “wah orang ini melakukan itu supaya dilihat orang”, walau hanya dalam pikiran ini adalah salah satu bentuk penghakiman dalam pikiran. Mungkin juga menghakimi dalam hati terhadap seseorang “wah hamba Tuhan itu sudah tidak berapi-api lagi”.

(more…)

Hari-hari ini gereja yaitu saya dan saudara sedang dan akan dimurnikan, yaitu untuk dibentuk dan dipakai oleh Tuhan. Tidak hanya sekedar mulut kita yang bernyanyi atau memuji Tuhan, tapi hati kita jauh dari Tuhan. Motivasi kita datang gereja apakah hanya karena kita mau setor muka, memenuhi bangku gereja, atau karena sekedar hari minggu harus ke gereja. Tetapi ada sesuatu yang lebih yang harus kita cari saat kita datang beribadah. Tuhan merindukan adanya ibadah kita yang sejati. Lihat Yesaya 58:1-14 perikop kesalahen yang palsu dan yang sejati.

”……. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!……” (Yesaya 58:1)

(more…)

Berani Memilih Bapa

BERANI MEMILIH BAPA

Hari-hari ini saya mengalami banyak peperangan di pikiran, seolah-olah pikiran saya sudah ditindas dan diikat oleh iblis. Saya mengalami masa dimana keadaan rohani saya hampir mau mati. Saya mengalami masa kekeringan, rasanya hati saya begitu hampa dan kosong. Sampai suatu ketika saya berdoa dan berteriak sekeras-kerasnya dan roh saya berseru kepada Tuhan dan berlari kepada Tuhan saya mendapatkan suatu kelegaan kembali, BAPA mengubah hati saya dan saya merasa ada yang berbeda, keadaan disekeliling masih tetap sama, tapi saya bisa melihatnya dengan berbeda, karena hati saya yang diubahkan. Tidak ada istirahat dalam peperangan! Kita harus mau memilih untuk terus berjuang dan tidak menyerah! Hari-hari ini saya sedih karena merasakan hati Tuhan, betapa Tuhan sedih dengan keadaan gereja-gereja di Indonesia, gereja mengalami kebrobrokan, melayani karena PK(Persembahan Kasih), banyak pelayan-pelayan palsu, bukan melayani karena mengasihi Tuhan, tapi karena jabatan, banyak gereja kultus (menyembah hamba Tuhan), gereja pun banyak kecemaran, penipuan di mimbar (mujizat-mujizat palsu), gereja persaingan (saling mencela dan menghakimi), bisnis gereja (gereja dijadikan bisnis). Saya merasakan hati Tuhan merindukan hamba-hamba Tuhan yang murni, gereja Tuhan yang bangkit.

Mazmur 78: 8-72 “………………dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah………………..”

(more…)

Khotbah Ev. Christin Jedidah-UJIAN TUHAN

UJIAN TUHAN

2 Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”.

Tujuan dari sebuah ujian adalah supaya menguji kita apakah kita sudah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk naik ke level atau kelas selanjutnya. Budaya di Indonesia berbeda dengan budaya di luar negeri. Budaya di Indonesia sudah terbiasa nyontek, sedangkan di luar negeri mentalnya bukan menyontek tapi mengerjakan sendiri untuk bisa menguji diri sendiri (melihat kemampuan diri sendiri). Firman Tuhan katakan bahwa kita harus menguji diri sendiri. Lalu apa yang harus kita uji dan selidiki?

  1. Percaya kepada Yesus, Tuhan akan menguji kita baik dalam keadaan buruk maupun baik, miskin atau kaya, suka atau duka, dalam kondisi apapun Tuhan akan menguji hati kita. Dalam kondisi apapun jangan sampai kita menyangkal Tuhan. Dalam masa-masa penganiayaan ini akan terbukti apakah kita tahan uji percaya pada Yesus. (more…)

    KEBANGUNAN ROHANI SEJATI

    Hagai 2: 10: “Masih adakah diantara kamu yang telah melihat rumah ini dalam kemegahan yang semula, dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukannya keadaannya dimata mu seperti tidak ada artinya?”

    Saudara, firman ini seperti suatu sindiran keras bagi kita, seperti apa kita memandang sesuatu hal, maka demikianlah itu sangat mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita menganggap perkara dunia lebih penting maka kita akan menjadi duniawi, atau bila kita menganggap perkara rohani lebih penting maka hidup kita akan rohani. Jika kita menganggap rumah Tuhan, kepentingan Tuhan, kerajaan Tuhan di mata kita sangat berarti, maka itu akan menentukan sikap kita…apakah kita akan menjadi orang radikal dan dipakai Tuhan dengan luar biasa atau menjadi orang yang biasa-biasa saja.

    (more…)

    Khotbah Ev. Christin Jedidah-Kestabilan Rohani

    KESTABILAN ROHANI

    Saudara, hari-hari ini kita sama-sama tidak boleh lemah, karena firman Tuhan berkata kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah. Saudara, untuk menuju kegerakkan Tuhan diperlukan Kestabilan. Saudara, jika kita membuat grafik keadaan rohani kita, akan terlihat tingkat kestabilan kita. Jika kita buat grafik disebelah kiri dari titik terendah, sangat lemah, lemah, cukup baik, baik dan sangat baik. Dan sebelah kanan kita tulis waktu, bagaimana dengan posisi grafik kita? Apakah kita selalu dalam keadaan lemah atau baik? Atau malah kita selalu dalam keadaan lemah? untuk itu kita perlu kestabilan. Ini sangat penting saudara, karena untuk menjaga kestabilan itu tidaklah gampang. Saya pun tiap hari harus berjuang untuk stabil dalam kerohanian saya.

    (more…)

    BERAKAR DI DALAM KRISTUS

    Saudara, kita sebagai orang Kristen harus berakar didalam Kristus. Kita memiliki dasar kekristenan yang berbeda-beda saat pertamakali kita percaya kepada Kristus. Percayakah saudara bahwa saudara ada sekarang adalah hasil taburan sejak kecil? Lingkungan di sekeliling kita, orangtua kita, kepada siapa kita bergaul, mungkin saat disekolah minggu. Begitu pula anak yang terlahir kembar, saat ditempatkan ditempat yang berbeda, bergaul pada orang-orang yang berbeda, saya percaya mereka akan memiliki prinsip-prinsip hidup yang berbeda. Saudara, sadarkah kita bahwa kita seperti domba di tengah-tengah serigala? Mungkin kita sering mendengar prinsip-prinsip untuk jujur dari orangtua. Mungkin sudah setahun, atau dua tahun kita bertobat. Mungkin start kerohanian kita berbeda, atau mungkin ada yang sama. Seberapa dalam kita berakar dalam Kristus akan ditentukan oleh seberapa kita menangkap kebenaran Firman, memegang prinsip firman Tuhan.

    Ada 4 tipe anak Tuhan :

    1.    Orang Kristen pinggir jalan
    “ Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis…..” (Matius 13:4)
    “Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan..” (Matius 13:19)
    Tipe anak Tuhan ini, ketika respon hati kita belum siap saat Firman disampaikan, sehingga dirampas oleh si jahat. Benihnya langsung mati karena kita tidak mau menerima prinsip-prinsip kebenaran.

    (more…)

    TOP