Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Tanda-Tanda Akhir Zaman
TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN
Bulan Oktober dan November 2010 ini diwarnai dengan berita-berita tentang meletusnya Gunung Merapi di Jogja, juga Tsunami di Mentawai Subar. Hebohnya juga berita yang mengatakan dari internet dan teman-teman tentang angka 26 dalam sejarah bencana-bencana alam di dunia maupun di Alkitab, di Kitab Hagai 2:7 dan lain sebagainya. Bagaimana reaksi anda?
Tanda-tanda akhir zaman memang semakin nyata. Kenyataan bahwa beberapa gunung meletus hampir bersamaan juga tidak dapat dihindarkan lagi. Alam akan digoncangkan-Nya di bumi. Bukan karena Allah tidak lagi mengasihi manusia dan ingin kita menderita, tetapi segala sesuatu harus sampai pada penggenapannya di akhir zaman. Tidak ada satupun Firman-Nya yang dibiarkan-Nya gugur…semua pasti terlaksana! Amin. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus! Kami menantikan-Mu dengan penuh rindu akan rumah yang kekal nan bahagia didalam Kerajaan-Mu!
Apa tanda-tanda kedatangan-Nya yang mendekat? Mari buka Matius 24:3-14
1. SUARA DAN KABAR PERANG
Suara perang dapat didengar di daerah-daerah peperangan seperti Iran, Uni Soviet, Afganistan, dan negara-negara lain yang masih ada dalam perang saat-saat ini. Dalam dunia perdamaian yang kita idamkan, selalu dan selalu akan ada perang. Walaupun pemerintah dunia duduk bersama-sama untuk merencanakan suatu perdamaian dunia, bahkan dengan satu mata uang, tetapi perang akan tetap ada, itu sudah ditetapkan-Nya sebagai tanda pertama akan akhir zaman. Perang melambangkan kekerasan, kematian, penderitaan. Masih ingat 4 kuda yang muncul di akhir zaman? Tertulis dalam Wahyu 6. Kuda merah yang mengambil damai sejahtera di bumi, Kuda hitam dengan kuasanya untuk memberikan kemiskinan dimana-mana, Kuda hijau kuning dengan kuasanya atas maut dan kematian. Bukankah semua kuda itu sudah beraksi dan berhasil?
Ada yang bertanya kepada saya, jika Tuhan baik kepada kita mengapa Dia ijinkan iblis melakukan semua itu kepada manusia? Ya, memang Dia adalah Bapa yang sangat baik, tetapi ingatlah juga bahwa Dia adil, bahkan terhadap musuhnya sekalipun! Jika anda masuk dalam celah dosa dan terikat oleh iblis, maka harus ada penebusan darah-Nya lewat pengampunan dan pengampunan diberikan hanya jika anda bertobat kepada-Nya. Dia adil! Dalam suatu doa peperangan rohani, jika suatu daerah diduduki oleh musuh, maka kita harus merebutnya dengan hukum-hukum yang berlaku, segala sesuatu ada aturannya.
Berbeda di Kerajaan Sorga dimana Kristus memerintah sebagai Raja, Dia berdaulat penuh atas Kerajaan-Nya dan kita semua patuh kepada hukum Kerajaan, iblis sudah dibinasakan dan manusia tidak perlu takluk kepada hukumnya. Sejak manusia jatuh dalam dosa, bumi telah diserahkan kepada iblis dan kepada keinginan hati manusia. Dan karena kedegilan hati manusia, kecemaran dan kejahatan semakin merajalela.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita -Tak Terkenal, namun Dikenal
TAK TERKENAL, NAMUN DIKENAL
“Wow..jika mereka saja bisa jatuh, apalagi saya? Duh betapa suci dan salehnya kita harus hidup..” begitu perkataan salah seorang teman sepelayanan saya ketika mendengar banyak cerita tentang kejatuhan hamba-hamba Tuhan di dalam maupun luar negeri. Sayapun ngeri mendengarnya. Dunia menjadi goncang karena berita-berita yang tak tentu. Ada yang menemukan kepalsuan dalam KKR-KKR kesembuhan, kebangunan dan kesembuhan palsu, nubuatan palsu, nabi-nabi yang palsu dan juga hamba-hamba Tuhan yang palsu ada dimana-mana! Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?
Sebagai manusia, sayapun tertarik ingin mengetahui berita-berita tersebut. Ada yang berkata hamba Tuhan itu berzinah, hamba Tuhan yang lain lagi melakukan korupsi, yang lain melakukan kepalsuan, dan lain sebagainya. Tetapi diatas semuanya itu kita memang harus menjaga apa yang kita dengar dan lihat. Seperti maraknya video porno dari selebritis Indonesia kita, video porno itu dikenal di kantor-kantor dan salah satu anak kami berkata ”kak, di kantor semuanya punya video itu, saya ditawari. Kata mereka saya perlu mempersiapkan diri dengan melihat adegan-adegan itu” saya pikir memang dunia dan kekristenan sudah gila dengan mengijinkan itu masuk dalam hidup mereka! Apapun kesalahan hamba-hamba Tuhan itu, mereka juga manusia dan bukanlah menjadi hak kita menjadi hakim atas mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan.
TAK TERKENAL NAMUN DIKENAL
Awal pelayanan selalu indah dan menggairahkan seperti awal pernikahan. Tetapi seiring waktu yang panjang, bisa-bisa pelayanan kepada Sang KEKASIH menjadi sebuah rutinitas yang menjemukan dan melelahkan. Merasa kita hanya diperas dan dipermainkan. Sebenarnya mungkin kitalah yang dipermainkan sendiri oleh pikiran dan perasaan kita! Menjaga kemurnia setelah bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, bukanlah hal yang mudah. Jika dasar kita kurang benar dan menyimpan hal-hal yang jahat, walau itu kecil, tetapi suatu saat dapat menjadi bom waktu bagi kita di masa depan. Tentulah kita juga tidak mau menjadi salah satu yang diberitakan di mana-mana menjadi hamba Tuhan yang tercela, bukan?
Oleh karena itu, saya senang juga Bapa tidak mengangkat kami terlalu cepat. Butuh waktu yang panjang untuk diremukkan dan disembunyikan. Jika anda mengangkat diri terlalu cepat, maka anda akan jatuh dengan sangat cepat pula.
DASAR adalah yang terpenting dalam membangun.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Mengerti Jalan Tuhan
MENGERTI JALAN TUHAN
“Menjadi manusia itu sulit” pernah mendengar slogan ini? Benarkah menjadi manusia itu sulit? Mungkin lebih tepatnya kita sebutkan “Hati manusia itu rumit”, nah mungkin yang itu benar. Hati memang rumit dan penuh misteri yang tak terselami. Tetapi saya tidak bisa menyangkal bahwa hidup di bumi ini sulit juga. Contohnya sejak lahir kita sudah diperanakkan dalam dosa, hidup mengenal dosa dan teracuni oleh begitu banyak pemikiran dan prinsip dunia. Hidup itu sulit saat kita harus belajar hidup dengan baik, menghadapi masalah-masalah yang tidak pernah selesai, menghadapi rumitnya kisah cinta manusia, mengalami harus bekerja keras, mengalami kesusahan demi kesusahan badani. Itulah hidup…dan saya, anda masih hidup di bumi, maka tetap harus menghadapi kesulitan kehidupan ini (Berbeda sekali dengan kehidupan di Kerajaan Seribu Tahun yang sangat indah dan bahagia)
Memahami kehidupan di sekitar kita saja sudah sulit, termasuk sulitnya memahami hati dan pikiran orang yang terdekat dengan kita sekalipun. Lalu bagaimana manusia bisa memahami dan mengerti jalan-jalan Tuhan? bukankah ini mustahil??
Saya selalu banyak bergumul tentang pikiran dan jalan hidup saya di masa lalu. Selalu dan selalu bermasalah dia area pikiran dan hati membuat peperangan demi peperangan yang tiada habis dan sangat melelahkan. Seluruh energi dan air mata tercurah bagi diri sendiri, dan bukannya untuk melayani Tuhan dan sesama (anda pasti setuju, bagi yang sudah mengalaminya). Siapakah manusia sehingga dia mengerti pikiran dan jalan Tuhan? Beberapa waktu lalu saya mengalami pergumulan pikiran dan hati kembali. Akhirnya saya sadar bahwa saya harus segera menuntaskan peperangan ini, dan berdamai dengan diri dan jalan-jalan hidup saya. Susah untuk mengakuinya, tetapi itulah yang harus saya akui di hadapan Tuhan dan sekarang, di hadapan anda yang membaca tulisan ini.
Saat itu, saya begitu lelah dalam roh dan jiwa saya. Saya terus mengoreksi diri, apa yang salah dengan diri saya? Celah apa yang saya sengaja atau tidak sengaja buka sehingga banyak serangan yang bertubi-tubi di hati dan pikiran ini. Saat saya mengambil waktu untuk berdiam, Tuhan membukakannya kepada saya. Inilah gunanya berdiam. Seperti seorang yang kehilangan arlojinya yang mahal di antara tumpukan jerami, sibuk mencarinya kesana kemari, dan nihil, tiada hasil. Sampai akhirnya pemilik arloji itu mau berdiam diri dan hening beberapa saat, barulah dia dapat mendengat suara detak jam yang pelan itu, kemudian menemukannya dengan cepat. Berdiam sangatlah perlu untuk mendapatkan kekuatan baru (Yes 30:15)
Saya merenungkan ayat-ayat yang merhema di hati saya waktu itu dan muncullah ayat-ayat yang indah ini, yaitu dalam Mazmur 25, suatu pasal favorit saya dimana letak perjanjian saya dengan Tuhan secara pribadi telah terjadi beberapa tahun yang lalu.
Mazmur 25:1-2. Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku, Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
Daud adalah seorang Raja Israel yang hebat, dan kitapun mengakui hal itu. Tetapi saya juga percaya dia mengalami begitu banyak juga ketidakmengertian akan jalan-jalan Tuhan dalam hidupnya. Beban-beban yang begitu banyak, kesedihan, kesesakan, dan perjuangan mengiringi langkah Daud selama menjadi Raja yang besar. Bagaimana reaksi Daud saat dia menghadapi masalah? Ya, dia membawanya kepada Bapa dan mengangkat jiwanya.
JIWA, adalah pusat kehidupan manusia juga selain roh. Dalam jiwa ada pikiran, perasaan, dan kehendak kita sebagai manusia. JIWA memiliki kekuatannya sendiri yang dapat mempengaruhi diri dan orang lain. Jiwa ini sangat mudah lemah dan tergoncang, jiwa manusia sangatlah rapuh dan mudah terseret oleh daging. Oleh karena itu angkatlah jiwa kita kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan dalam segala keadaan.
Mazmur 25:4-5 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Pernahkah kita tidak dapat mengerti akan jalan-jalan Tuhan? maksud saya adalah jika anda benar-benar ada dalam jalan Tuhan, tetapi anda tidak mengerti mengapakah itu terjadi dalam hidup kita? Pernahkah? Ya! Bahkan mungkin sering kita alami. Memang ada hal-hal yang terjadi dalam hidup kita ini karena seijin dan kehendak Tuhan, tetapi ada juga penderitaan dan kesesakan yang kita dapat karena kita sebenarnya sedang menempuh jalan kita sendiri. Ada penderitaan yang tidak perlu dan tidak usah kita pikul jika kita mengambil jalan Tuhan., tetapi ada kerikil tajam, duri, batu-batu, yang harus dilewati juga saat mengambil jalan Tuhan.
BELAJAR. BELAJAR. BELAJAR
Maukah kita belajar mengenal jalan-jalan Tuhan? saat ini kita akan belajar. Berdoalah seperti Daud, mintalah Bapa di Sorga yang baik dan sempurna untuk memberitahukan dan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada kita. Ternyata jalan Tuhan itu bukan sekedar untuk dilalui, tetapi kita juga harus diajar tentang jalan-jalan Tuhan itu. Dalam kehidupan yang serba cepat ini, manusia terlalu sibuk untuk bisa diam dan belajar, apalagi merenung. Banyak yang tidak mau belajar setahap semi setahap, tetapi jika bisa instan dan langsung mengerti semuanya. Daam Tuhan, kita tidak mungkin demikian! Sekalipun anda ingin cepat-cepat memahaminya, jika belum waktunya dibukakan untuk anda, maka itu tidak akan menambah kebaikan buat kita, mungkin malah ketidakpercayaan dan depresi, sebab otak yang sekecil ini, bagaimanakah menampung semua pikiran Allah? BELAJAR. BELAJAR. BELAJAR….
Belajarlah dari pengalaman masa lalu kita. Saat kita tahu kelemahan kita di area tertentu, janganlah mencobai diri kearah sana. Ada orang yang tida bisa melihat Film kisah cinta yang romantis (yan saya maksud bukan percintaan sex, tetapi kisah cinta), karena setelah itu, pikirannya akan melayang tak karuan dan bisa jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan dan pikiran kotor. Jika ita tahu demikian, lebih baik jangan menonton! Saya tidak sedang berkata kita tidak boleh menonton Film, tetapi andalah yang harus dapat menilai kekuatan dan kelemahan anda sendiri.
TUHAN TETAP BAIK DAN BENAR
Mazmur 25:8. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
“Apapun yang terjadi, Tuhan tetap baik…” Moto ini saya tanamkan sejak beberapa tahun lalu dalam jiwa dan roh saya. Saya berusaha mengajarkan kepada jiwa saya bahwa Dia benar, Dia baik dan sayalah yang harus membenahi pengenalan saya akan Dia. Ayat 8 ini menegaskan kepada kita semua tentang Pribadi Allah sendiri. BAIK dan BENAR. Pernahkah anda merasa Tuhan itu tidak baik kepada anda? Merasa Dia tidak adil, tidak sayang, tidak memperhatikan anda? Jika anda selalu bertanya kepada Tuhan “mengapa?!” maka mungkin sebetulnya anda belum berdamai dengan jalan hidup anda dan panggilan anda. Dia selalu baik, tidak pernah tidak baik. Dia selalu baik dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Dia benar, tidak pernah salah. Dia mengenal kita dan mengetahui jalan-jalan kita yang mendatangkan kebahagiaan.
Sayangnya..banyak orang yang sesat jalannya tetapi tidak menyadarinya….
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 16:25
Saat saya dan teman-teman bermain di Taman Labirin, kami tidak menemukan jalan keluar. Seringkali kami berputar-putar di tempat yang sama dan kembali lagi ke tempat awal kami masuk. Hal ini memalukan, dengan tertawa kami terus mengulang dan mencoba, akhirnya kami membuat ide untuk memberikan tanda jalan yang telah kami lewati agar tidak salah melangkah lagi.
Saudara, dalam mengikuti jalan-jalan Tuhan yang tidak mudah dipahami ini, ada beberapa reaksi manusia yang saya renungkan seperti pengalaman saya di Taman Labirin itu;
1. Menerobos jalan
Dalam permainan yang kami lakukan itu, kami tergoda untuk melirik jalan-jalan di sebelah dinding taman itu, saya mencoba berkali-kali mengintip dan membuka dinding dari tanaman itu untuk melihat kalau-kalau kami dapat menerobos saja ke jalan yang lain dan menyelesaikan permainan secepat mungkin. Ada orang-orang yang tidak suka mengikuti jalan-jalan yang seharusnya dia tempuh didalam Tuhan karena bagi mereka, jalan Tuhan itu “mbulet” alias rumit. Kenapa susah-susah? Langsung saja dengan cara cepat. Nah, kelihatannya kita akan menemukan jalan Tuhan dengan mudah dan cepat, mendapatkan janji Tuhan dengan cepat, dan lain sebagainya. Tetapi jika kita menerobosi jalan Tuhan seperti cara dan mau kita, akan ada banyak resiko dan masalah baru yang sebenarnya tidak perlu kita hadapi. Orang yang tidak mau mengikuti jalan Tuhan, adalah orang yang sombong.
2. Membuat tanda
Seperti yang kami lakukan di Labirin tersebut, yaitu dengan menandai jalan-jalan kami dnegan potongan-potongan kertas. Memang ada beberapa kali kami melewati kembali jalan yang sudah ditandai itu, tetapi minimal kami tahu jalan itu pernah kami lalui dan itu membawa kami kepada lingkaran jalan yang tak habis-habisnya. Kita juga perlu menandai jalan kita untuk belajar. Seperti saya ungkapkan di atas tentang belajar akan jalan-jalan Tuhan, berarti kita harus juga mengenali diri sendiri, mempelajari diri sendiri dan mempelajari jawabannya di dalam Firman Tuhan. Tandai jalan-jalan kita dengan cermat agar kita tidak mengulang kesalahan dan kegagalan, atau bahkan dosa kita lagi.
3. Mengikuti orang lain
Yang paling lucu adalah kejadian dimana kami mencoba mencari jalan keluar di Labirin itu, beberapa orang mengikuti di belakang kami dengan berharap kami mengetahui jalan keluarnya..dan akibatnya? Mereka malu dan kecewa karena kamipun tidak mengetahui jalannya dan berbalik arah, saya dapat lihat di wajah mereka yang juga malu kepada kami. Janganlah menjadi pengikut jalan orang lain, karena belum tentu jalannya itu benar dan patut di contoh.
Berada dalam Taman Labirin cukup lama membuat orang frustasi. Benar, cobalah sendiri jika anda tidak percaya. Saya cukup mengalami frustasi di Taman itu karena terus-terusan tidak menemukan jalan keluar, apalagi jika Labirin itu merupakan Labirin yang gelap, tiada cahaya seperti Labirin di perkemahan Youth Camp kami, Spirit Of Warrior yang diadakan 2008 yang lalu. Sungguh menakutkan Labirin seperti ini. Saya mencobanya dengan beberapa teman, dan jujur saya takut dalam kegelapan, dan tidak bisa membayangkan jika seorang diri. Berjalan terus menerus tanpa menemukan rencana dan jalan-jalan Tuhan dalam hidup kita akan membuat kita akan merasa sangat lelah dan bosan. Mungkin kita sedang berada dalam jalan Tuhan, tetapi tanpa mengerti jalan-jalan Tuhan itu, akan membuat anda pahit dan sakit juga.
JALAN KASIH SETIA DAN KEBENARAN
Mazmur 25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Mau tahu bagaimana jalan Tuhan itu? Mengapa kita harus mengikutinya? Ayat ini kuncinya. Sobatku, segala….segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran. Di dalam jalan-Nya ada cinta yang hangat, kasih yang memulihkan dan memuaskan hasrat kita, dalam kasih-Nya ada kesetiaan kepada kita. Orang yang siap menerima hadirat Allah setiap hari, akan mengalami Tuhan dan berkobar sepanjang waktu. Tidak usah menunggu KKR besar dan anda di tumpang tangani, tidak usah menunggu anda didoakan ketua RECOM atau Komsel anda. Api anda akan berkobar saat anda mengenal Pribadi-Nya, mengenal kasih setia-Nya. Saat saya bangun pagi hari dengan keadaan hati yang siap menerima kassih dan jalan-jalan-Nya, saya mungkin hanya mendengar lagu rohani yang sederhana, tetapi sungguh, saya sangat bersukacita dan menari dalam hadirat Allah pagi itu, berbeda saat saya tidak hidup di dalam hadirat-Nya karena beban-beban yang saya belum letakkan, atau ketika saya sedang “bermusuhan” dengan jalan Tuhan, maka saya tidakn akan mengalami hadirat dan kobaran api itu. Firman Tuhan menjamin, barangsiapa berpegang pada Perjanjian dan peringatan-Nya, maka dia akan mengalami jalan Tuhan yang penuh kasih setia dan kebenaran. Amin?
Bicara tentang Perjanjian Tuhan, saya begitu senang membahas mengenai Covenant ini. Dalam bahasa aslinya “birith” artinya memotong dan mengikatkan dalam waktu yang bersamaan. Artinya jika kita mau memiliki “covenant” dengan Tuhan, maka pasti ada bagian hidup anda yang harus dipotong dan anda akan diikatkan dengan Tuhan. Perjanjian sangatlah penting. Orang yang berdoa berdasarkan Perjanjian, memiliki kekuatan dasar yang lebih kuat daripada orang yang tidak mengerti dan tidak memiliki perjanjian ini. Perjanjian dengan Tuhan, bukanlah dimaksudkan seperti ini”Aku buat perjanjian ama Tuhan, kalau Dia beri aku pasangan, maka aku akan mengikuti Tuhan!” Ini bukan perjanjian, ini pengancaman kepada Tuhan! Perjanjian haruslah didasarkan kepada yang tertulis dalam Firman, merhema dalam loh hati kita dan merupakan kesaksian roh kita bersama Roh Kudus didalam Perjanjian itu.
BEBERAPA SYARAT
Bagaimana agar kita dapat mengerti jalan-jalan Tuhan? ada beberapa syaratnya;
1. Rendah hati
Lawan kata dari rendah hati adalah sombong. Tuhan membenci orang sombong, yaitu orang yang mengandalkan kekuatan dan caranya sendiri dalam menentukan jalan kehidupannya. Kenyataan Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita bahwa Dia hanya dapat membimbing orang yang memang mau dibimbing-Nya, artinya rendah hati. Beberapa kali saya tegaskan kepada beberapa orang yang konseling kepada saya, jika memang mau diubahkan oleh Tuhan, mereka haruslah cukup rendah hati untuk dibimbing dan diarahkan dengan baik. Tanpa kerendahan hati, tidak seorangpun dapat menolong anda, karena andalah tuan atas diri anda sendiri. Sudahkah anda cukup rendah hati untuk dibimbing dan dituntun oleh Bapa?
Mazmur 25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
2. Takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan. Apa gambaran dalam pikiran anda mengenai ini? Takut akan Tuhan bukanlah ketakutan, tetapi saya bantu bahasakan dengan taat, hormat, dan tunduk kepada Tuhan. Dengan memiliki roh yang takut akan Tuhan, anda dapat di tunjukkan jalan kebahagian dari Tuhan. Lihatlah janji Tuhan, bahwa kita akan menetap dalam kebahagiaan, bukankah ini yang paling dicari oleh manusia? Bahkan keturunannya akan mewarisi bumi. Selain kebahagiaan, ada bonus PLUS, yang menurut saya adlah yang terpenting dari semuanya. Apakah itu? Ya, Tuhan akan bergaul karib dengan kita.
Saya percaya manusia biasa seperti kita tidaklah bisa mendekati dan bergaul karib dengan-Nya, tetapi jika Dia sendiri yang datang dan mau bergaul karib dengan kita? Wow, ini yang dasyat, bukan? Bukankah keintiman, pengenalan akan Tuhan lebih penting dari apapun? Dalam sesi Pembapaan (Fathering) yang gereja kami lakukan beberapa waktu lalu, gembala kami mengkotbahkan bahwa pengenalan akan Tuhan lebih penting daripada “Holly Land” atau Tanah Perjanjian kita! Dan ini memang benar. Apa gunanya mendapat Janji, Tanah Perjanjian, tetapi tiada Tuhan di dalamnya? Apa indahnya hidup tanpa bergaul karib dengan Kristus? Bahkan ayat 14 dikatakan lagi, Perjanjian-Nya akan diberitahukan-Nya kepada mereka yang takut akan Tuhan. Sudahkah anda memiliki roh yang takut akan Dia??
Mazmur 25:12-14 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Dalam Hosea 6:1-3, terdapat ayat yang sungguh indah. Dia terkadang memang harus menghajar dan mendidik kita dengan keras saat kita tidak taat, agar kita diajari jalan-jalan-Nya. Tetapi sadarkah kita, bahwa Dia teramat baik? Dia menghajar untuk kebaikan kita dan Dia juga yang akan menyembuhkan dan membalut luka-luka kita. Ayat 3 menegaskan berulang-ulang kepada kita agar kita berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal TUHAN. Dia akan muncul seperti Fajar yang menghangatkan hati yang dingin, dan seperti hujan yang membasahi tiap hati kita yang gersang, sehingga akan ada semangat yang selalu baru didalam jalan-jalan-Nya…
Saudara, ingatlah…TUHAN itu BAIK dan BENAR….Jalan TUHAN adalah KASIH SETIA dan KEBENARAN…. May God Lead You forever….
Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Hosea 6:1-3
Khotbah Ev. Evie Mehita
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Rahasia Hati
RAHASIA HATI
Tahukah anda segala sesuatu yang kita kerjakan itu berasal dari HATI? Hati memiliki peranan yang sangat penting. Begitu juga Bapa berfirman dalam Matius 15:19-20 yang mengatakan “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”
HATI
Jika fungsi organ hati kita rusak, maka tubuh kita seluruhnya akan terganggu, demikian juga jika kita tidak dapat menjaga hati kita, maka seluruh kehidupan kita menjadi tidak baik. Hati digambarkan sama dengan jantung, yaitu pusat kehidupan manusia.
Bagi pemikiran budaya Barat, hati/jantung secara umum adalah perasaan-perasaan, emosi seseorang. Dalam bahasa Ibrani, hati/jantung mencakup tidak hanya emosi, tetapi juga kehidupan rohani, mental, dan jasmaninya. Hati merupakan tahta tertinggi dimana diatasnya hidup manusia duduk dan berada.
Sedangkan secara jasmani, kita tahu organ hati kita juga sangat penting, oleh sebab itu Tuhan menggambarkan hati kita sebagai cara kita mengasihi Allah dan sesama.
Frank Damazio, seorang penulis buku mengungkapkan kesamaan hati/jantung secara jasmani dengan hati/jantung secara rohani yang perlu diketahui oleh setiap pelayan atau pemimpin rohani, agar berkenan di mata Allah.
Jantung jasmani terletak kurang lebih pada pusat dada manusia.
Jantung rohani (hati dari Roh) seharusnya terletak pada pusat dari pemikiran, perkataan, tindakan, dan pelayanan kita, yang akan memotivasi segala sesuatu
Jantung jasmani berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan orang yang bersangkutan
Setiap jantung rohani pemimpin hanyalah sebesar pekerjaan tangan yang ia hasilkan juga.
Darah dalam jantung jasmani terdiri dari bahan gizi yang berbeda yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi.
Kehidupan dalam jantung rohani seorang pemimpin terdiri dari apa yang ia “makan” melalui pikiran dan pengalamannya. Kehidupan yang paling murni diperoleh dari “memakan” Firman Allah.
Setiap pemompaan jantung jasmani adalah berdasarkan metode menerima atau melepaskan. Darah diterima melalui satu bagian dari jantung dan dilepaskan melalui bagian lainnya dari jantung.
Aliran kehidupan rohani tergantung pada penerimaannya akan kasih dan pengampunan Allah secara pribadi, dan kemudian sesudah itu melepaskannya kepada orang-orang disekitarnya.
Jantung jasmani memompa darah dari satu ujung tubuh kepada ujung tubuh yang lain, jika jantung itu berfungsi dengan benar.
Jantung rohani pemimpin mensirkulasi kehidupan Roh Kudus ke seluruh tubuh Kristus, jika ia berfungsi dengan benar
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Duh Capek Perang!
DUH..CAPEK PERANG….
Pernah merasakan kejenuhan, kelelahan dalam perjuangan hidup ini? Ya, sering!
Saat semuanya tampak tak beres dan kita menjadi begitu badmood, emosi, dan membuat begitu lelah dan lemah..
Setiap manusia memiliki peperangannya masing-masing, dan tiap orang punya perjalanan, rute yang berbeda-beda dalam hidupnya. Yang pasti, awalnya sama dimulai dari kelahiran, dan garis akhirnya bisa lewat kematian, atau pengangkatan jika Yesus sudah datang kedua kalinya…yang pasti kita punya perjuangan masing-masing.
Ada yang dilahirkan dengan kelemahan tertentu, dan sepanjang perjalanannya dia bergumul dengan kelemahannya, merasa tidak dicintai, mungkin merasa kurang berharga, dan lain sebagainya, sehingga dia menjadi sangat lelah dalam hidup ini, tidak maksimal, dan menyerah kepada kehidupan.
Ada yang bentukan masa lalunya, masa kecilnya begitu buruk. Dilahirkan dalam keluarga yang sangat keras, penuh pukulan dan kata-kata kutuk, dilecehkan oleh keluarga terdekat, dihina oleh keluarga yang lain karena kemiskinan….atau mengalami patah hati yang berulang dan direndahkan…semua pengalaman menyakitkan membuat kita tidak dapat berjalan dan berperang dengan baik dalam kehidupan, tetapi semua beban dan goresan masa lalu kita berubah menjadi seperti beban-beban berat di pundak kita yang sangat melelahkan…sangat melelahkan…
APAKAH TUHAN SALAH?
Tuhan tidak pernah salah, tetapi mengapa semuanya ini terjadi?
Sobat, mari kita ingat RAHASIA PENCIPTAAN kita. Kita adalah anak-anak kesayangan-Nya, buatan tangan-Nya sendiri, benih Ilahi yang dikirimkan ke bumi. Sangat mungkin, kita telah ada bersama Dia di Sorga sebelum peristiwa kelahiran kita alami. Bumi adalah tempat sementara, tempat latihan kita agar dapat mempelajari kekekalan dan terang di tempat yang gelap. Semua peristiwa buruk menimpa kita bukan karena Bapa jahat dan ingin menghukum kita di bumi, Bukan! Tetapi Bapa setidaknya ijinkan itu terjadi, walau itu bukan kehendak-Nya. Tetapi jangan lupa…bumi sudah rusak dan ada dalam hukum dosa.
- Published in Sermons
Peperangan Rohani (games)
Games Peperangan Rohani
Filipi 6:11-17
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
Permainan ini saya rancang saat kami ada dalam peperangan, ya setiap hari adalah peperangan rohani yang nyata dan harus kita menangkan. Sayangnya begitu banyak anak Tuhan tidak menanggapi peperangan rohani yang sedang mereka hadapi dan akhirnya tidak mempersiapkan diri dengan baik, contohnya; tidak memakai selengkap senjata Allah, menganggap enteng musuh, tidak berjaga-jaga dalam doa, dan lain sebagainya. Semoga dengan permainan ini dapat membukakan mata kita dan kelompok komunitas dimana anda berada untuk makin memahami bahayanya peperangan rohani.
Cara bermain : Siapkan kelompok permainan, jumlah anggota terserah, bisa disesuaikan dengan jumlah yang datang dalam komsel atau persekutuan/gereja. Biasanya akan seru jika satu kelompok lebih dari 5-10 orang.
1. Bentuk 6 kelompok. Beritahukan kepada mereka bahwa mereka ada dalam sebuah peperangan dimana musuh mereka adalah kelompok yang lainnya. Mereka sedang memakai senjata Allah (suruh mereka hafalkan sebagai tentara Allah yang baik), tetapi ada satu celah senjata yang tidak mereka pakai dalam peperangan dan ini sangat bahaya, karena musuh akan mengincar celah itu dan mengambil kekuatan kita(anggota kita).
2. Beritahukan pada mereka, celah masing2 kelompok, contoh: kelompok 1 celahnya di ikat pinggang (artinya kelompok 1 tidak memakai ikat pinggang), kelompok 2 tidak memakai baju zirah, kelompok 3 tidak memakai kasut di kaki, kelompok 4 tidak memakai perisai di tangan kiri, kelompok 5 tidak memakai pedang di tangan kanan, dan kelompok 6 tidak memakai ketopong keselamatan di kepalanya, ini adalah celah-celah mereka yang akan diincar musuh.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Hukum Persiapan
HUKUM PERSIAPAN
Sebelum rumah didirikan, seorang ahli bangunan yang cakap menata dalam perencanaan yang matang untuk menyusun setiap batu, membentuk ruangan-ruangan yang indah. Ya, dengan perencanaan dan persiapan rumah didirikan. Segala sesuatu di bumi ini memerlukan persiapan, dan semua yang mematuhi Hukum Persiapan, maka akan memahami suatu hasil karya yang indah.
Batu diperlukan untuk bangunan yang kokoh dan indah
Kayu pohon diperlukan untuk pembuatan perabot rumah tangga
Wool untuk membuat pakaian
Dan lain sebagainya..
Semua hasil akhir selalu diawali dengan bahan mentah. Kitalah bahan mentah itu! Kita dilahirkan di bumi yang terkutuk dan fana, tidak seperti wujud yang semula diciptakan Bapa, sehingga ketika kita dilahirkan, kita menjadi bahan mentah yang perlu diolah. Kayu pohon biasa akan tidak berguna jika tidak diolah, semakin pandai dalam mengolahnya, maka hasilnya akan semakin mahal dan indah, tergantung pengolahannya.
Kita semua dimata Bapa adalah seperti batu-batu fondasi yang akan dipergunakan-Nya dalam sebuah perencanaan yang sempurna, dalam pembangunan Rumah Allah/Kerajaan Allah di bumi ini.
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 1 Pet 2:5
PEMIMPIN DILAHIRKAN ATAU DIBUAT?
Bagaimana jawaban anda tentang hal ini? Ada orang-orang yang sangat dominan sejak kecilnya dan bakat menjadi pemimpin, tetapi setelah dewasa, juga tidak pernah menjadi pemimpin. Seorang pemimpin harus mengalami kelahiran baru sebagai pemimpin. Ada yang dilahirkan sebagai pemimpin, tetapi pada suatu waktu, diapun harus dilahirkan kembali. Ada yang tidak dilahirkan sebagai pemimpin, tetapi dia juga dilahirkan kembali menjadi seorang pemimpin. Maksud saya, tidak ada pemimpin yang instan, tetapi semuanya mematuhi satu hukum, Hukum Persiapan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Hukum Dalam Hubungan Ilahi
HUKUM DALAM HUBUNGAN ILAHI
Bapa mengejar sebuah hubungan..
Sejak kecil, saya mendengar orang tua saya mengeluh saat perjalanan ke luar kota jika makanan di depot yang mereka jumpai sangatlah mahal. Memang disana hanya ada menu, tanpa harga. Itu memungkinkan para penjual makanan di jalanan menaikkan harga hingga 2x lipat dari harga normal karena mereka menyadari kami berasal dari luar kota. Sekali makan, mungkin tak akan makan lagi ditempat yang sama, sehingga makanan menjadi mahal. Entahkah apa kejadian seperti ini juga terjadi di tempat anda, tetapi ini sering kami alami. Mereka mengejar keuntungan, bukan hubungan. Berbeda dengan warung bebek goreng di kawasan saya tinggal, menjadi tempat langganan yang tetap bagi para mahasiswa dan warga sekitar, tentu harganyapun stabil dan tidak berubah-ubah untuk mengeruk keuntungan. Baginya, dia mengejar sebuah hubungan, untuk mendapatkan pelanggan.
Bapa mengejar sebuah hubungan..hubungan seperti apa yang Bapa kejar dalam setiap diri kita? Kita akan mempelajari hukum-hukum yang ringkas bagi yang menjalin hubungan dengan Bapa juga, yang mengejar sebuah hubungan, bukan keuntungan sebesar-besarnya.
1. Hubungan Bapa dan Anak
Hubungan Bapa dan anak adalah yang paling menyenangkan. Saat kita dilahirkan kembali, menjadi bayi rohani dan anak rohani, kita mendapatkan perhatian dan kasih. Apa yang kita minta akan diberikan dengan cepat, jika tidak, mungkin kita akan menangis.
Hukum yang perlu kita pelajari dalam hubungan ini adalah;
a. Hukum kasih Bapa dan disiplin Bapa
Dasar yang paling penting untuk membangun hubungan ini adalah memahami kasih Bapa. Kasih Bapa adalah kasih tanpa batas, tanpa syarat dan kasih yang mendidik dalam kebenaran. Kasih Bapa seperti susu buat anak dan bayi rohani. Mereka selalu haus akan kasih dan kebenaran, cerita-cerita dari sorga untuk menguatkan mereka dan memberikan mereka pertumbuhan yang baik. Seorang anak juga harus memahami Bapa mendidik untuk kebaikan kita, karena Dia mengasihi anak-anak-Nya
b. Hukum Penerimaan tanpa syarat
Kasih dari dunia bersyarat, bahkan kasih orang tuapun ada batasnya. Sebagai anak, kita harus mengerti Bapa menerima kita tanpa syarat. Kegagalan dan kejatuhan itu dimaklumi pada tahapan ini. Dia memahami dan menerima kita seutuhnya, tetapi Dia tetap akan mengarahkan dan menegur jika kita berbuat salah. Ya dengan penuh kesabaran, Bapa mendidik kita.
c. Hukum Kewajiban dan hak seorang anak
Seorang anak harus tahu akan kewajiban dan haknya sebagai seorang anak. Firman Tuhan berkata kita adalah anak yang memanggil Dia ”Abba, ya Bapa” dan kita berhat mendapat janji dan warisan ilahi yang kekal yang nilainya lebih daripada warisan dunia manapun. Kewajiban sebagai anak tetap harus kita lakukan. Hormati Bapa. Setiap anak pasti juga ingin menjadi kebanggaan buat Bapa di Sorga, seorang anak ingin diperhatikan, disayangi dan diperhitungkan Bapanya. Seorang anak ingin memberikan yang terbaik dan menyenangkan hati Bapanya. Inilah anak. Sedangkan anak palsu hanyalah mengambil hak, tetapi bukan kewajiban, mengejar keuntungan, bukan hubungan. Anak palsu pasti akan terpisah dengan sendirinya, sebab yang tak murni tak akan bertahan dalam menjalin hubungan dengan Bapa.
- Published in Sermons




