FORGOT YOUR DETAILS?

Sermons

HAK KESULUNGAN
(Juni 2010)

 

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar firman Tuhan tentang ‘hak kesulungan’. Karena ternyata banyak orang kristen yang kurang menghargai bahkan memahami betapa penting dan berharganya arti hak kesulungan dalam hidup mereka. Dalam Kejadian 25:19-34 diceritakan bagaimana Esau memandang rendah bahkan menjual hak kesulungannya kepada Yakub demi mendapatkan semangkok kacang merah. Apa arti sebuah hak kesulungan?? Hak kesulungan merupakan hak kepemimpinan di keluarga dan di ibadah. Menurut adat di Israel, hak kesulungan memiliki keunggulan sebagai berikut:

· memiliki hak kepemimpinan yang lebih dari yang lain
· memperoleh hak warisan dua kali lipat dari yang lainnya
· mendapat berkat dan kekuasaan yang lebih dari yang lain
Kita merupakan yang sulung dari semua ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita memiliki hak kesulungan secara rohani. Kita juga merupakan ahli waris dari tahta Kerajaan Allah karena kita anak-anak Allah (Roma 8:14-17).

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17)

 

(more…)

Bekal Untuk Perjalanan Hidup
(Mei 2010)

Kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang cukup panjang di bumi ini, banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan tersebut. Misalnya kita sedang melakukan perjalanan yang panjang sampai mungkin 1 minggu di hutan. Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan kita, mungkin kita bisa bertemu dengan binatang buas, bekal kita habis, kita tersesat dan banyak hal lain yang bisa terjadi. Demikian juga dengan perjalanan kita mengikut Tuhan. Di bumi ini kita seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan panjang untuk menyelesaikan suatu misi dan akhirnya kita kembali lagi ke rumah kita yang sesungguhnya yaitu surga.
Dalam menempuh perjalanan yang panjang kita pasti membutuhkan bekal untuk bisa menempuh perjalanan tersebut. Hari ini kita akan belajar tentang 9 bekal yang perlu kita miliki dalam menyelesaikan perjalanan kita.

1. Patuhi hukum kerajaan

Bekal yang pertama yaitu mematuhi hukum kerajaan Allah. Kita merupakan warga kerajaan Allah jadi kita harus mematuhi hukum/peraturan yang berlaku seperti halnya dengan kita sebagai warga negara Indonesia pasti harus mematuhi peraturan/hukum yang berlaku di negara kita. Untuk dapat menyelesaikan perjalanan kita di bumi dengan baik dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan maka kita harus mengikuti “aturan main” Allah. Contohnya: ketika kita main game pasti kita harus tahu aturan dan cara memainkannya supaya kita bisa menang. Kita harus tahu bahwa ternyata hukum Tuhan berbanding terbalik (berlawanan) dengan hukum dunia. Hal ini dapat kita lihat di Mat 7:13 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya…” Dari ayat tersebut, Tuhan memerintahkan kita untuk lewat pintu yang sempit. Pintu yang sempit pasti tidak enak, tetapi Tuhan berkata pintu yang sempit tersebut akan membawa kita pada kehidupan kekal. Sedangkan pintu yang luas itu yang lebih banyak disukai dunia. Oleh karena itu kita harus berjuang, memiliki daya juang yang besar dan tidak mudah putus asa.
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? “Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat (Lukas 13:23-24). Ada beberapa hukum kerajaan yang perlu kita ketahui:
· Repetence (pertobatan)
· Obedience (ketaatan), kita harus memiliki ketaatan kepada Tuhan dengan disertai sukacita, bukan ketaatan karena terpaksa. Karena firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang bersukacita dapat menanguung penderitaan. Firman Tuhan juga mengatakan bersukacitalah maka Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hatimu.
“…dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Mazmur 37:4)

(more…)

CIRI-CIRI WARGA KERAJAAN ALLAH (UCAPAN BAHAGIA)
(Mei 2010)

 

Kita akan sama-sama belajar apa yang firman Tuhan katakan tentang orang-orang yang diberkati yang merupakan ciri-ciri warga kerajaan Allah. Ucapan bahagia, dalam Mat 5:1-12 ini perikop yang sangat terkenal saudara. Dari literatur lain yang saya baca, perikop ini bukan hanya ucapan bahagia tetapi ternyata berbicara mengenai ciri-ciri warga kerajaan Allah. Dalam terjemahan bahasa Inggris, kata “berbahagia” di sini menggunakan kata “blessed (= diberkati)”, diberkatilah orang-orang yang mengalami apa yang disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:

Ayat 3: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kata “miskin di hadapan Allah” juga diterjemahkan sebagai miskin sebagai “miskin dalam roh (poor in spirit)” Miskin di hadapan Allah, bukan berarti kita menjadi orang yang miskin secara lahiriah dalam status sosial dan ekonomi kita. Miskin di hadapan Allah ini berarti kita memiliki roh yang selalu menginginkan Tuhan. Tidak pernah bisa merasa puas dengan kondisi rohani yang biasa-biasa saja, kondisi rohani yang sudah ada saat ini, tetapi selalu ingin mencapai tingkatan yang lebih lagi dalam pertumbuhan rohani. Ini juga bisa berarti suatu keadaan dimana kita, dengan sadar mengakui bahwa kita tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan, dipertahankan dan diandalkan selain Tuhan. Kebalikan dari kesombongan rohani yang selau merasa puas dan cenderung membanggakan diri. Tetapi kita juga perlu berhati-hati dengan sikap hati yang mengasihani diri dan merasa tidak bisa apa-apa, pemikiran dan sikap yang melemahkan hati ini sangat berbeda dengan “miskin rohani”. Mereka yang tidak lagi mempertahankan dan fokus dengan semua yang mengenyangan daging, tetapi lebih memilih untuk mengosongkan diri dan hanya puas dengan Allah dan apa yang dariNya, merekalah yang dikatakan akan mewarisi/memiliki kerajaan sorga.

 

(more…)

Lembah Patah Hati (Mei 2010)

 

Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
(Yes 31:4-5)

 

Pernahkah kita sadari kalau hidup kita ini dipertahankan “mati-matian” oleh Tuhan. Berapa kali mungkin kita sudah merasa hampir menyerah, kita jatuh, tetapi Allah selalu memberikan kekuatan dan kasihNya agar kita mampu bangkit lagi. Dia selalu mempertahankan setiap anak-anakNya, karena Dia adalah Bapa yang kekal buat kita. Ada suatu kisah nyata dimana suatu keluarga yang kaya dan memiliki seorang anak yang sakit parah. Orang tuanya dengan sekuat tenaga membiayai pengobatannya yang tidak murah sampai-sampai harta kekayaan mereka habis. Namun orang tua tersebut tidak putus asa, mereka terus memperjuangkan kehidupan anaknya. Jika orang tua didunia mempertahankan mati-matian kehidupan anaknya, apalagi Bapa Surgawi kita. Dia pasti akan mempertahankan anak-anak yang sangat dikasihiNya.

 

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari beberapa peristiwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk mempertahankan murid-murid yang dikasihiNya. Peristiwa ini terjadi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dimana Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya untuk menguatkan mereka supaya mereka tidak kecewa dan meninggalkan iman percaya mereka. (more…)

PERZINAHAN ROHANI
(Juni 2010)

Taukah kita akan arti hadirat Allah dan pentingnya hadirat Allah dalam hidup kita?? Seringkali manusia kurang bisa menghargai hadirat Allah. Bagaimana hubungan kita dengan Allah hari-hari ini? Adakah lawatan atau hadirat Allah dalam kamar-kamar doa pribadi kita atau hari-hari ini hati kita sedang tawar atau hambar dengan Tuhan? Ketika hati kita hambar, jangan biarkan hal itu berlama-lama tinggal dalam hati kita. Hadirat Allah berbicara tentang hubungan Allah dengan kita dan itu merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika hubungan kita dengan Allah baik maka kasih Allah akan mengalir sempurna dalam hidup kita dan itu yang akan menguatkan kita untuk berjalan dalam panggilan Allah dan mengikuti kehendak Allah yang sempurna dalam hidup kita.

Jika hari-hari ini hubungan kita dengan Allah kurang baik maka mari kita perbaiki hal tersebut, karena yang dikejar Allah dalam kehidupan manusia adalah hubungan kita dengan Dia. Ketika kita meninggikanNya maka Tuhan akan menyatakan lawatan dan hadiratNya. Mari saudara kita juga mengejar hubungan yang semakin hari semakin intim dengan Allah baik ketika kita digereja maupun di  kamar pribadi kita. Ketika di gereja, mari kita belajar mempersiapkan diri sebelum kita berangkat ke gereja. Mari kita belajar bukan hanya terus kita memikirkan apa yang akan kita dapatkan dari Tuhan saat ke gereja tetapi mari kita pikirkan apa yang dapat kita berikan untuk Bapa kita yang sangat mengasihi kita.

(more…)

Membangun Kembali ”Tembok Yang Runtuh”
(Maret 2010)

 

Saat kita datang beribadah kita pasti ingin menikmati persekutuan dalam hadirat Tuhan, kita pasti menginginkan tempat ini menjadi rumah kesukaan Tuhan. Saudaraku, kalau kita mau Tuhan datang dan bertahta atas tempat ini, maka kita harus mempersiapkan diri kita. Untuk kedatangan tamu kehormatan kita pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya memberikan yang terbaik apalagi Tuhan kita, Raja atas segala raja. Dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan sebagai “kemuliaan” adalah kata “Kabod” yang berarti berat atau kemegahan yang berat. Untuk sesuatu yang berat kita harus mempersiapkan, membangun tempat yang tepat saudara. Saya percaya, Allah tidak hanya menginginkan kunjungan-kunjungan sementara atau lawatan spektakuler semetara seperti yang biasanya dicari umat Tuhan, tetapi sebenarnya Ia ingin bertahta, tinggal tinggal dalam persekutuan dengan umatNya. Ketika Ia datang di tempat ini Tuhan selalu mencari apakah umatNya mempersiapkan/membangun kursi pujian-penyembahan yang cukup kuat untuk kemuliaanNya yang berat, “kursi” tempat Ia duduk bertahta dalam kemuliaanNya. Sayangnya, dalam banyak sekali kunjungan, Tuhan kita hanya sampai berdiri di depan pintu mencari di seluruh ruangan namun tidak dapat tinggal bertahta di tempat itu karena tak ada “kursi” yang dipersiapkan untukNya. Ini teguran kasih bagi kita saudara, kalau mungkin selama ini kita, jangankan mempersiapkan “kursi” dimana Tuhan dapat duduk bertahta mungkin saja untuk suatu lawatan pun kita belum siap.
Saudaraku, kalau fondasi tempat ini, hati kita semua umatNya tidak cukup kuat (ini bukan hanya berbicara untuk suatu lawatan saja) untuk sesuatu yang dari Tuhan, maka kita tidak akan bisa bertahan/ mempertahankan itu. Kita harus benar-benar memperhatikan fondasi hati kita begitupun fondasi persekutuan kita saudara. Kadang kita perlu membiarkan dan bersama Tuhan membongkar fondasi lama kita yang rapuh dan kemudian membangun fondasi yang kuat dan teguh. Berbicara tentang membangun fondasi, membangun tembok-tembok kehidupan kita yang hancur kita bisa belajar dari Nehemiah. Ketika tembok Yerusalem dibongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, Nehemiah berkabung dan berjuang untuk membangunnya kembali dalam pimpinan Tuhan. Saudara saat hidup atau harapan kita mungkin hancur apa yang akan kita lakukan? Ketika seolah-olah fondasi tembok harapan kita hancur, maka kita harus dan dapat membangunnya kembali bersama Tuhan.

“Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” (Neh 1:1-3)

(more…)

PERKARA YANG DIBENCI TUHAN

Sudah berapa lamakah kehidupan kekristenan kita? Apakah kita sudah mengenal Tuhan Yesus dengan baik. Ada orang yang baru mengenal Tuhan 1 tahun dan dia begitu dekat dengan Tuhan lebih dari orang yang sudah mengenal Tuhan selama 10 tahun. Tingkat pengenalan seseorang terhadap Tuhan ternyata tergantung dari kedekatan yang dibangun dengan Tuhan. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita pasti kita memiliki kerinduan untuk selalu dekat denganNya. Ketika kita mengasihi sesorang pasti kita inginmengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kesukaan ataupun yang tidak disukai orang tersebut. Demikian pula halnya dengan Tuhan. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang hal-hal apa saja yang tidak disukai oleh Tuhan. Dalam Amsal 6:16-19 disebutkan ada 7 hal yang dibenci oleh Tuhan,yaitu mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

 

(more…)

Message – AKU BERMIMPI..(Nyata)

AKU BERMIMPI

Ps Daniel Shane menceritakan kepada kami mengenai mimpi dan pengalamannya baru-baru ini. Saya rasa sangat perlu membagikan makna-makna penting dari mimpi itu, sebab Tuhanpun masih dapat berbicara kepada kita lewat segala macam cara, termasuk dengan mimpi.
Sahabat saya mendapatkan suatu pesan dari seseorang yang dikenalnya, yang memang dapat dipertanggungjawabkan perkataan dan rohnya. Orang tersebut memberikan banyak teguran dan juga berkata bahwa malam itu, sahabat saya akan mendapatkan sebuah mimpi. Dan benar, malam hari itu dia bermimpi…

Saya melihat pasukan Tuhan, begitu banyak sedang terkapar tidak berdaya. Banyak yang snagat terluka, ada yang buta, ada yang pincang, dan kondisinya sangat mengerikan. Mereka memiliki pedang di tangan mereka tetapi mereka tidak dapat menggunakannya karena terlalu lemah, mereka memiliki kunci atas penjara mereka, tetapi tidak mau menggunakannya. Pasukan Tuhan begitu banyak yang terluka, ini terjadi dimana-mana, banyak juga gereja-gereja yang mengalami kesakitan, sehingga waktu-waktu kita untuk berperang, akan dihabiskan untuk mengobati sesamanya, sedangkan peperangan masih terus berjalan. Seorang panglima dari pasukan itu berteriak ”Bangkit, hai pahlawan Allah!! Bangkit!!” tetapi mereka terlalu lemah untuk meresponi panggilan itu. Suara sangkakalapun tidak mereka tanggapi karena mereka sangat kesakitan dan terus mengerang. Akhirnya panglima perang itu dengan berlutut dan hanya memakai jubah kerendahan hatinya, dia membisikan kata-kata yang nyaris tak terdengar….” Engkaulah anak sulung-Ku Efraim, setiap kali aku menghajar engkau, tak putus-putusnya aku terkenang padanya..Akulah yang membungkuk dan memberikan engkau makan, masakan engkau jatuh dan tidak bangkit lagi?” Setelah dia berbisik, dia menangis dengan sangat, dan air matanya membanjiri area peperangan itu. Secara ajaib, orang-orang yang lemah dan tak berdaya itu meminum sungai air mata itu dan mereka menjadi sembuh.

(more…)

TOP