Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Hak Kesulungan
(Juni 2010)
· memiliki hak kepemimpinan yang lebih dari yang lain
· memperoleh hak warisan dua kali lipat dari yang lainnya
· mendapat berkat dan kekuasaan yang lebih dari yang lain
Kita merupakan yang sulung dari semua ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita memiliki hak kesulungan secara rohani. Kita juga merupakan ahli waris dari tahta Kerajaan Allah karena kita anak-anak Allah (Roma 8:14-17).
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Bekal Untuk Perjalanan Hidup
(Mei 2010)
Dalam menempuh perjalanan yang panjang kita pasti membutuhkan bekal untuk bisa menempuh perjalanan tersebut. Hari ini kita akan belajar tentang 9 bekal yang perlu kita miliki dalam menyelesaikan perjalanan kita.
1. Patuhi hukum kerajaan
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? “Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat (Lukas 13:23-24). Ada beberapa hukum kerajaan yang perlu kita ketahui:
· Obedience (ketaatan), kita harus memiliki ketaatan kepada Tuhan dengan disertai sukacita, bukan ketaatan karena terpaksa. Karena firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang bersukacita dapat menanguung penderitaan. Firman Tuhan juga mengatakan bersukacitalah maka Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hatimu.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Ciri-ciri Warga Kerajaan Allah
(Mei 2010)
Ayat 3: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Lembah Patah Hati
(Yes 31:4-5)
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari beberapa peristiwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk mempertahankan murid-murid yang dikasihiNya. Peristiwa ini terjadi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dimana Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya untuk menguatkan mereka supaya mereka tidak kecewa dan meninggalkan iman percaya mereka. (more…)
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Perzinahan Rohani
(Juni 2010)
Taukah kita akan arti hadirat Allah dan pentingnya hadirat Allah dalam hidup kita?? Seringkali manusia kurang bisa menghargai hadirat Allah. Bagaimana hubungan kita dengan Allah hari-hari ini? Adakah lawatan atau hadirat Allah dalam kamar-kamar doa pribadi kita atau hari-hari ini hati kita sedang tawar atau hambar dengan Tuhan? Ketika hati kita hambar, jangan biarkan hal itu berlama-lama tinggal dalam hati kita. Hadirat Allah berbicara tentang hubungan Allah dengan kita dan itu merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika hubungan kita dengan Allah baik maka kasih Allah akan mengalir sempurna dalam hidup kita dan itu yang akan menguatkan kita untuk berjalan dalam panggilan Allah dan mengikuti kehendak Allah yang sempurna dalam hidup kita.
Jika hari-hari ini hubungan kita dengan Allah kurang baik maka mari kita perbaiki hal tersebut, karena yang dikejar Allah dalam kehidupan manusia adalah hubungan kita dengan Dia. Ketika kita meninggikanNya maka Tuhan akan menyatakan lawatan dan hadiratNya. Mari saudara kita juga mengejar hubungan yang semakin hari semakin intim dengan Allah baik ketika kita digereja maupun di kamar pribadi kita. Ketika di gereja, mari kita belajar mempersiapkan diri sebelum kita berangkat ke gereja. Mari kita belajar bukan hanya terus kita memikirkan apa yang akan kita dapatkan dari Tuhan saat ke gereja tetapi mari kita pikirkan apa yang dapat kita berikan untuk Bapa kita yang sangat mengasihi kita.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Membangun Kembali “Tembok Yang Runtuh”
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Perkara Yang Dibenci Tuhan
PERKARA YANG DIBENCI TUHAN
Sudah berapa lamakah kehidupan kekristenan kita? Apakah kita sudah mengenal Tuhan Yesus dengan baik. Ada orang yang baru mengenal Tuhan 1 tahun dan dia begitu dekat dengan Tuhan lebih dari orang yang sudah mengenal Tuhan selama 10 tahun. Tingkat pengenalan seseorang terhadap Tuhan ternyata tergantung dari kedekatan yang dibangun dengan Tuhan. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita pasti kita memiliki kerinduan untuk selalu dekat denganNya. Ketika kita mengasihi sesorang pasti kita inginmengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kesukaan ataupun yang tidak disukai orang tersebut. Demikian pula halnya dengan Tuhan. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang hal-hal apa saja yang tidak disukai oleh Tuhan. Dalam Amsal 6:16-19 disebutkan ada 7 hal yang dibenci oleh Tuhan,yaitu mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
- Published in Sermons
Message – AKU BERMIMPI..(Nyata)
Sahabat saya mendapatkan suatu pesan dari seseorang yang dikenalnya, yang memang dapat dipertanggungjawabkan perkataan dan rohnya. Orang tersebut memberikan banyak teguran dan juga berkata bahwa malam itu, sahabat saya akan mendapatkan sebuah mimpi. Dan benar, malam hari itu dia bermimpi…
Saya melihat pasukan Tuhan, begitu banyak sedang terkapar tidak berdaya. Banyak yang snagat terluka, ada yang buta, ada yang pincang, dan kondisinya sangat mengerikan. Mereka memiliki pedang di tangan mereka tetapi mereka tidak dapat menggunakannya karena terlalu lemah, mereka memiliki kunci atas penjara mereka, tetapi tidak mau menggunakannya. Pasukan Tuhan begitu banyak yang terluka, ini terjadi dimana-mana, banyak juga gereja-gereja yang mengalami kesakitan, sehingga waktu-waktu kita untuk berperang, akan dihabiskan untuk mengobati sesamanya, sedangkan peperangan masih terus berjalan. Seorang panglima dari pasukan itu berteriak ”Bangkit, hai pahlawan Allah!! Bangkit!!” tetapi mereka terlalu lemah untuk meresponi panggilan itu. Suara sangkakalapun tidak mereka tanggapi karena mereka sangat kesakitan dan terus mengerang. Akhirnya panglima perang itu dengan berlutut dan hanya memakai jubah kerendahan hatinya, dia membisikan kata-kata yang nyaris tak terdengar….” Engkaulah anak sulung-Ku Efraim, setiap kali aku menghajar engkau, tak putus-putusnya aku terkenang padanya..Akulah yang membungkuk dan memberikan engkau makan, masakan engkau jatuh dan tidak bangkit lagi?” Setelah dia berbisik, dia menangis dengan sangat, dan air matanya membanjiri area peperangan itu. Secara ajaib, orang-orang yang lemah dan tak berdaya itu meminum sungai air mata itu dan mereka menjadi sembuh.
- Published in Sermons




