FORGOT YOUR DETAILS?

Sermons

AKU RINDU MENGISI BEJANAMU..

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
2 Kor 4:7

Beberapa waktu yang lalu, saya sedang memimpin dalam ibadah anak muda, dan Tuhan berbicara kepada roh saya mengenai bejana. Tuhan berkata “ Betapa Aku rindu mengisi bejana-bejanamu dengan minyak, tetapi bejanamu bocor, dan rusak..”
Bapa di Sorga sangat merindukan kita dapat dipakai-Nya sebagai bejana kemuliaan-Nya. Mari kita menyanyikan berikut dengan sungguh-sungguh:

Tuhan, ku mau menyenangkan-Mu
Tuhan, bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormat-Mu
Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hatiku
Semua kuberikan pada-Mu
Kuduskan hingga tulus selalu
Agar aku menyenangkan-Mu

Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan-Mu, senangkan hati-Mu
Hanya itu kerinduanku

Menjadi bejana, apa maksud-Nya?

1.    Bejana dibentuk lewat banyak proses
Bejana dibuat kebanyakan dari tanah liat. Tanah liat akan mengalami berkali-kali proses;
–    Tanah Liat digali dalam tanah
–    Diinjak-injak dan dipisahkan
–    Tanah liat harus dibersihkan dan direndam dalam air,
–    dipukul, ditekan keras dan diputar dengan layer untuk menghilangkan gelembung udara dan dibakar.
–    Dia harus diputar-putar di dalam roda, ditarik dan didorong berulang-ulang sebagian untuk mendapatkan bentuk, dan disiapkan untuk dikeraskan.
–    Dan tiba saatnya untuk dibakar!
Jika kita mau menjadi bejana, maka tidak ada cara lain selain melewati proses-proses menyakitkan diatas

2.    Bejana diisi dengan minyak (2 Raja-raja 4)
Saya teringat akan seorang janda wanita dengan nabi Elisa, dimana wanita taat menyediakan bejana-bejana yang dikumpulkan dari semua kenalannya dan mujizatpun terjadi! Minyak tidak berhenti mengalir sampai semua bejana yang disiapkan itu penuh!
Bejana melambangkan hidup dan hati kita sendiri. Jika bejana itu bocor, maka yang terjadi adalah bejana itu tidak akan pernah dipenuhkan. Hidup kita perlu dipenuhkan dengan Kristus sendiri. Dalam hati kita akan mudah sekali terasa hampa dan fana, karena memang kita hidup dalam dunia yang hampa.


3.    Bejana dapat diproses dan dibentuk ulang sesuai kebutuhan Penjunan
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Yeremia 18:4

Jika bejana rusak, maka apa yang akan dilakukan Penjunan? Bagi pengguna bejana, mungkin akan membuang bejana itu dan diinjak-injak orang sebab tidak ada gunanya lagi. Tetapi bagaimana dengan Penjunan? Dia membuat bejana dengan tujuan dan maksud tertentu. Dia yang paling tahu tentang seluk beluk bejana itu, dan jika bejana itu rusa, maka Dia juga yang sanggup mengerjakan ulang bejana itu menjadi indah kembali dimata-Nya. Mungkin ada pergantian fungsi dan panggilan dari bejana itu, tetapi jika bejana itu tetap mau menjalaninya dengan rela dan sukacita, saya percaya diapun akan menjadi bejana yang berguna bagi Tuannya kelak

4.    Bejana dibentuk dengan kehendak dan tujuan yang berbeda, semua bejana dipakai Tuannya
Siapa kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”  Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? Roma 9:20-21

Apa maksud dipakai Tuhan?
Ketika saya bertobat mula-mula, yang paling menjadi tangis dan doa saya adalah ” Tuhan, pakai saya! Saya tidak pernah mau menjadi orang yang biasa, pakai saya..pakai saya! ”
Lambat laun saya belajar, tidak cukup hanya berkata ” Tuhan, pakailah hidup saya!” seperti seorang pegawai yang melamar pekerjaan pada sebuah toko boneka dan berkata ”Pak masukkan saya, ijinkan saya bekerja di toko ini!” tetapi pertanyaannya adalah ”Apakah anda layak untuk bekerja disana dan bisa dipercaya?”
Sejak saat itu saya mulai berhenti selalu berkata demikian, saya tahu kerinduan Tuhan atas hidup saya adalah memakai hidup saya menjadi bejana kemuliaan-Nya! Tetapi apakah saya layak untuk dipakai? Apa yang bisa saya kerjakan buat Dia?

Apa arti kata dipakai? Jika saya pergi ke sebuah pesta pernikahan, saya akan mempersiapkan diri dan berdandan seperlunya. Saya akan memakai baju yang cantik, yang sudah saya persiapkan, perhiasan berupa anting, gelang, kalung, cincin, dan juga sepatu yang indah. Saya bertanya pada anda, apakah sepatu adalah benda yang saya pakai? Ya, bahkan aksesoris jepit kecil di rambut saya, tak terlihat tetapi saya memakainya! Saya membutuhkannya! Apakah baju saya pakai? Ya! Demikian juga dengan Bapa..jika Bapa ingin memakai hidup kita. Jangan protes jika Bapa memakai kita seperti apapun yang Dia mau. Andaikanpun anda memiliki panggilan yang tak terlihat, tak terkenal, tidak spektakuler…tetapi anda menyadari panggilan anda dan bahagia didalam-Nya, saya rasa itu adalah pemakaian Allah yang luar biasa!

Ingat, sobat..pemakaian Bapa tidak dilihat dari seberapa menonjolnya kita, seberapa hasil besar yang kita kerjakan, tetapi dilihat dari bagaimana Tuhan puas dan senang memakai kita, tanpa peduli sebagai apapun itu..saya berdoa, kita dapat memahaminya…

5.    Bejana perlu menyucikan diri
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 2 Tim 2:21

Saya suka ayat ini! Jika kita mau dipakai untuk hal-hal yang mulia, sekalipun tentunya pemakaian itu adalah hak Tuhan, tetapi kita akan mendapatkan bagian-bagian terbaik, kehendak yang sempurna! Jika anda ditantang, apakah anda menghendaki kehendak Bapa yang sempurna dalam diri anda ataukah kehendak yang diijinkan dan berkenan? Mana yang akan anda pilih??
Jika Bapa sudah mendapatkan hati seseorang yang dapat dipercayai-Nya, jangan heran, perlakuan Bapa akan berbeda! Bukan berarti Tuhan pilih kasih! Bayangkan seorang boss yang sangat percaya kepada asistennya, dia akan memberikan perlakuan khusus, diutus untuk hal-hal yang penting dan dipercaya dengan hal-hal yang besar, berbeda dengan karyawan biasa. Boss tetaplah menghargai dan membutuhkan karyawan itu tetapi beda dengan asistennya, dia adalah kepercayaannya.
Bagaimana menjadi kepercayaan Tuhan dan mendapat kehendak-Nya yang sempurna? Tidak ada cara lain, anda harus selalu belajar mengenali Dia dan kehendak-Nya dan selalu memilih Dia diatas apapun yang ada. Menyucikan diri dari pencemaran duniawi, maupun pencemaran rohani.

Khotbah Ev. Evie Mehita

Khotbah Ev. Evie Mehita – Bau Kebusukan

BAU KEBUSUKAN

 

Pernahkah anda menutup hidung saat berdekatan dengan orang lain, karena bau? Ya, walau memalukan, tetapi mungkin anda tidak tahan dengan baunya, dan langkah paling tepat adalah menjauh!

Bau itu mungkin disebabkan orang itu tak pernah mandi dan membersihkan tubuhnya, dia mungkin jatuh ke selokan kotor dan bau, dan banyak alasan lain menyebabkan bau yang menyengat. Bau yang tak sedap membuat orang lain menjauh. Ini wajar dan normal. Sedangkan bau yang wangi menyenangkan hati.

Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN. Imamat 1: 9

Ternyata Bapa di Sorga juga menyukai hal yang wangi. Persembahan korban bakaran yang membuat hati-Nya senang. Saya percaya Dia Bapa yang sangat baik dan menerima kita apa adanya, walau kita berbau tak sedap. Tetapi Dia Allah yang kudus, Dia tak dapat bersatu dengan yang tak kudus, Dia mencintai kita tetapi membenci bau yang tak sedap keluar dari tubuh kita. Pernahkah seorang ibu memeluk dengan sengaja anaknya yang jatuh ke selokan karena kenakalannya sendiri dan tidak segera memandikannya? Tapi sayangnya, anak Bapa jatuh ke selokan yang bau, tetapi tidak segera mau dimandikan Bapanya, sehingga dia menjadi anak yang dekil, kotor, bau, yang membuat Bapa menjauh dari-Nya.

KEBUSUKAN
Makanan menjadi busuk karena makanan itu tidak disimpan dengan cara yang benar dan sudah terlalu lama, tidak dimanfaatkan dengan baik. Demikian juga hidup kita bisa penuh dengan kebusukan yang dibenci Allah. Apa saja bau kebusukan yang hari-hari terakhir ini Bapa peringatkan buat anak-anak-Nya di akhir zaman ini?

1.    Bau kepalsuan hati
Hati adalah sumber kehidupan, disitu terpancar kehidupan yang indah. Jika hati tak murni, maka akan penuh kecemaran, dan kotor, jika hati murni, maka semua akan menjadi indah dan hidup akan mengalir. Hati yang palsu adalah hati yang imitasi, hanya pura-pura dan penuh kemunafikan. Hatinya tak pernah benar-benar bertemu dengan Sang Sumber itu, tak pernah mengasihi Dia tetapi berlagak, bertingkah sebagai orang saleh. Kefasikan ini dibenci Allah, kelihatannya baik dan disanjung manusia, tetapi ini menjijikkan bagi Bapa

(more…)

PERSIAPAN JADI PENGANTIN RAJA

Setiap orang pernah memimpikan sebuah kata “Pernikahan” dalam benaknya, entah ketika dia masih kanak-kanak ataupun remaja, dewasa, dan yang mau menikah dengan seseorang yang dicintainya. Ketika saya masih anak-anak hal yang tak pernah terlupa dan selalu membuat saya tersenyum saat mengingatnya adalah saat dimana seringkali saya setiap malam berdandan di cermin besar miliki ibu saya. Ibu saya memiliki selimut tebal berwarna biru, selimut garis-garis yang kelihatannya menjadi selimut sepanjang zaman…malam-malam ketika semua keluarga sibuk di luar, menonton Film, kakak belajar di kamar atau bermain di luar, saya masuk ke kamar dan berkaca begitu lama. Si kecil mulai mencari-cari apa yang bisa dipakainya, untuk rambut, wajah, dan baju. Jepit-jepit kecil yang ada di rak kami, karet, maupun penghias wajah miliki ibu saya. Semuanya saya pakai sebisa mungkin, lalu saya mengambil selimut-selimut tersebut dan memakainya sebagai baju dan jubah yang panjang sampai ke tanah, lalu apa yang terjadi? Saya tetap memandangi kaca dan bergaya.. “action!” wow..apakah saya memiliki bakat terpendam menjadi artis? (kelihatannya bukan begitu!)…

Setiap anak kecil memiliki mimpi dalam hatinya menjadi seorang putri dan raja. Para gadis kecil bermain boneka tentang wanita dewasa yang cantik dan berpakaian indah bak putri kerajaan, lalu berjumpa dengan Pangeran impiannya. Demikian mimpi anak laki-laki, yang rindu menjadi seorang pangeran, yang dewasa, kuat, dan gagah. Sebenarnya apa yang sedang tanamkan kepada manusia, dan orang-orang seperti kita? Saya sekarang sadar dan yakin, bahwa ketika saya masih kecil, saya bukan ”BA” alias dalam bahasa jawanya ”Bento Anyaran” atau orang gila baru, seperti yang pernah dijulukkan kepada saya ketika saya bertingkah aneh seperti itu. Bagi saya tidak aneh, saya hanya mau menjadi seorang Putri!. Ternyata Bapa telah menanamkan dalam diri anak-anak kesayangan-Nya, para putri dan pangeran-Nya suatu hasrat, kerinduan untuk kembali menjadi putri dan pangeran Raja…karena kita memang adalah putri dan pangeran dari Kerajaan-Nya!

(more…)

My Hope
(September 2010)

Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah (Ibrani 6:11-12)

Dari ayat diatas kita diajarkan bahwa dalam kehidupan ini mari kita jadikan harapan sebagai milik yang pasti sam pai pada akhirnya. Saya percaya, kita semua pasti punya harapan-harapan dalam menjalani kehidupan. Apakah arti pengharapan? Pengharapan merupakan kesabaran untuk menantikan sesuatu yang diyaki ni akan terjadi dimasa depan. Pengharapan tidak berbicara tentang masa lalu tetapi berbicara tentang sesuatu yang ada dimasa depan. Apa yang menjadi harapan-harapan kita didalam hidup ini? Mungkin itu harapan untuk mengalami pemulihan dari Tuhan, harapan untuk mendapatkan pekerjaan, pasangan hidup yang terbaik dan harapan-harapan yang lainnya. Saudara, pengharapan itu penting untuk kita miliki dalam menjalani hidup ini.  Jika tidak ada yg diharapkan berarti kita seperti orang yang putus asa.

(more…)

UJIAN DAN JALAN TUHAN (Juli 2010)

Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?  (Ayub 7:17-18)

Saudara, terkadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya manusia sangat berarti dan penting bahkan dalam ayat ini dikatakan manusia dianggap agung di mata Tuhan. Pada saat itu, Ayub sedang ditimpa banyak masalah/pergumulan yang bisa sangat mengguncang imannya. Bagi sebagian besar orang mungkin sangat sulit bahkan mustahil untuk bisa mengucap syukur dan memuji Tuhan saat berada dalam keadaan seperti Ayub pada saat itu. Tetapi justru dalam keadaannya yang tertekan dan menderita lahirlah ayat ini, Tuhan memperhatikan, mendatangi bahkan menguji manusia ciptaanNya yang agung di mataNya. Hidup ini penuh dengan ujian saudara, bahkan setiap saat kita ada dalam ujian. Banyak umat Tuhan yang tidak menyadari bahwa setiap tindakan, pilihan dan cara kita menjalani hidup, itu sangat menentukan kelulusan kita di mata Tuhan. Bahkan hal-hal kecil dalam kebiasaan dan pikiran kita, tugas-tugas sepele yang sering tidak kita hiraukan sampai pada masalah keuangan, pasangan hidup bahkan perkara besar yang banyak dicari dan dipandang orang, semua itu memiliki pengaruh besar dalam hidup kita. Bahkan dalam 1 Kor 10:31 dikatakan; “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Banyak umat Tuhan yang tidak menyadari hal ini sehingga gagal menanggapi maksud Tuhan.

Ada banyak respon saudara ketika seseorang berhadapan dengan ujian Tuhan, sebagian anak Tuhan selalu memilah-milih jenis ujian yang ingin mereka terima dan sebagian besarnya lagi selalu menolak dan berusaha menghindar dari ujian Tuhan. Banyak juga yang pesimis dengan kegagalan di ujian-ujian sebelumnya sehingga memilih untuk mundur dan tidak lagi mau diuji. Padahal, sebetulnya ujian-ujian tersebut dimaksudkan untuk membawa umat Tuhan naik lebih dewasa dan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dalam rencana Tuhan. Hanya sebagian kecil umat Tuhan yang menangkap hal ini dan memilih untuk menyelesaikan setiap ujian Tuhan. Bagaimana dengan kita saudara? Apakah kita hanya mau mengalami peningkatan dalam Tuhan tanpa mau diuji? Golongan umat Tuhan yang mana atau respon apa yang kita pilih saat Tuhan memperhadapkan sebuah ujian kepada kita? Pilihan kita akan sangat menentukan dalam perjalanan kekristenan kita.

Ini adalah hal yang sangat serius karena mau tidak mau, sadar tidak sadar, kita berada dalam sekolah kehidupan saudara. Akan ada banyak ujian yang kita hadapi dan kita tidak akan bisa “naik ke kelas yang lebih tinggi” dalam sekolah kehidupan, jika kita tidak pernah menyelesaikan ujian-ujian sebelumnya. Kita akan terus berurusan dengan kesabaran, penyerahan masalah keuangan, pengampunan, iman akan janji dan pemeliharaan Tuhan dan ujian-ujian lainnya, kalau kita tidak menyelesaikan ujian-ujian tersebut. Pilihlah yang tepat saudara, yaitu jalan yang sudah Tuhan siapkan untuk kita lalui meskipun itu akan berhubungan dengan berbagai ujian. Tetapi percayalah setiap ujian yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, itu baik bagi kedewasaan dan kemurnian rohani kita.

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.  (Ams 14:12)

Jangan sampai tanpa kita sadari kita sedang berjalan menuju kepada maut. Banyak umat Tuhan yang berusaha untuk menghindari ujian Tuhan dengan memilih jalan-jalannya sendiri. Banyak yang terjebak dalam rancangan-rancangannya sendiri, ambisi dan keinginannya sendiri tanpa melibatkan Tuhan dan berpikir bahwa itu adalah jalan yang sudah tepat, namun ternyata sedang berada di jalan yang salah. Mungkin tanpa kita sadari kita pun sering seperti itu tanpa melibatkan atau menanyakan rencana Tuhan, kita merasa jalan, rencana, keinginan kita sudah benar dan terbaik bagi kita. Begitupun dalam kerohanian dan pelayanan, banyak anak Tuhan perpikir sudah benar dan menyenangkan Tuhan dengan berbagai kesibukan pelayanan dan aktivitas rohani tapi ternyata tidak berkenan di mata Tuhan.

“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! “ Mat 7:22-23

Hati-hati saudara, jangan sampai kita salah memahami jalan/maksud Tuhan dalam pelayanan kita. Kadangkala kita terjebak dalam pemikiran yang keliru tentang pelayanan dan kahidupan rohani sehingga kita menjadi aktivis-aktivis rohani tetapi tidak dikenal oleh Tuhan. Berjalanlah dalam pimpinan Tuhan dan berusahalah dengan tekun untuk mengenali jalan-jalan, kehendak, isi hati Tuhan lewat hubungan pribadi yang dekat dan intim dengan Tuhan. Dalam Mzm 139:23-24 firman Tuhan berkata; “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Biarlah ini selalu menjadi doa kita saudara, untuk selalu mau dikoreksi; apakah yang kita sedang lakukan berkenan dihadapan Tuhan, merupakan jalan yang dari Tuhan atau tidak. Karena saat kita salah melangkah dan semakin jauh berjalan tanpa Tuhan maka kita pun akan semakin sulit untuk kembali. Selalu mau dituntun oleh Tuhan di jalan-jalanNya dan berbalik ke jalanNya saat kita salah melangkah.

 

Khotbah Ev. Christine Jedidah

Khotbah Ev.Evie Mehita – Generasi Akhir

Tongkat Estafet Iman

(Agustus 2010)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Ibrani 11 berbicara banyak tentang iman, dan dijelaskan tentang warisan iman yang luar biasa. Namun seringkali kebanyakan orang sulit untuk bisa melihat dan mempercayai apa yang tidak kelihatan itu, manusia cenderung selalu melihat “casing” (apa yang terlihat oleh mata). Ada warisan iman yang sebetulnya Tuhan berikan dari zaman dahulu kala dari generasi ke generasi, mulai dari Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan yang lainnya. Sampai pada ayat 32 Paulus mengatakan tidak cukup waktu untuk menjelaskan satu persatu pahlawan-pahlawan iman yang ada di Alkitab. Di ayat yang ke 33-40 merupakan ayat yang cukup mengagetkan saya, bagaiman iman mempunyai kuasa yang luar biasa. Pada kesempatam kali ini saya akan menyoroti apa yang ditulis pada ayat 40b “…tanpa kita mereka tidak dapat sampai pada kesempurnaan”. Apa maksud dari ayat ini? Saudara, banyak hamba-hamba Tuhan yang mendapatkan bahwa kita ini adalah Generasi Akhir, kalau di gereja ini kita menyebutnya dengan Generasi Jawaban Doa (The Answered Prayer Generation), ada juga yang menyebutnya dengan Generasi Penuntas. Apapun sebutannya yang pasti kita memang adalah generasi akhir. Tanpa kita maka iman dari pahlawan-pahlawan iman yang terdahulu tidaklah sempurna.

(more…)

PERKENANAN TUHAN
(Juni 2010)

Pernahkah saudara merasakan kehilangan? Entah itu perhiasan berharga, barang, orang yang dikasihi  atau mungkin sesuatu yang tidak pernah dianggap berharga namun sangat terasa pengaruhnya saat kita menyadari sesuatu itu tidak ada lagi. Apapun bentuk kehilangan yang kita alamai itu pasti akan mempengaruhi kita dan kehilangan yang paling besar dan yang pasti akan sangat berdampak dalam hidup kita baik di masa sekarang maupun dalam kehidupan kekal nanti, yaitu saat kita kehilangan perkenanan Tuhan. Saat kita kehilangan perkenanan terhadap seseorang atau tidak suka (berkenan) dengan seseorang umumnya hubungan kita dengan orang tersebut akan menjadi renggang. Bukan karena Tuhan tidak lagi mengasihi kita, tetapi karena dosa membawa kita jauh terpisah dari Tuhan. Saat kita membuka diri bagi dosa kita sedang mendukakan Roh Kudus yang ada dalam diri dan setiap kali dengan sadar kita membiarkan dosa menguasai kita, tidak segera bertobat tetapi justru menikmati dosa maka kita akan kehilangan perkenanan Tuhan. Kehilangan persekutuan dengan Tuhan merupakan sesuatu yang sangat fatal dalam kehidupan kerohanian kita saudara. Yang lebih memprihatinkan, banyak anak Tuhan tidak menyadari bahwa dirinya sedang kehilangan perkenanan Tuhan karena ini banyak kali terjadi tanpa tanpa tanda-tanda yang mencolok, bukan sesuatu yang terlihat yang dapat diamati dengan jelas.

Kita harus berhati-hati saudara, karena semua kita membutuhkan perkenanan Tuhan dan saya percaya kita semua pasti ingin mendapatkan perkenanan Tuhan, ingin menyenangkan hati Tuhan. Tetapi banyak diantara anak Tuhan tanpa sadar hidupnya tidak lagi berkenan dihadapan Tuhan. Berbicara soal perkenanan kita pasti ingat bagaimana ratu ester memperoleh perkenanan raja. Pada waktu itu tidak semua orang bahkan tidak semua ratu di kerajaan memdapat perkenanan untuk menghadap raja jika tanpa perintah raja. Seseorang yang memberanikan diri menghadap raja tanpa dipanggil dan diperkenankan raja, siapapun termasuk seorang ratu, orang itu harus dihukum mati. Begitupun terhadap Tuhan, Allah kita memang pengasih dan penyayang, Dia Bapa yang baik dan Sahabat dan yang setia, namun Tuhan kita juga adalah Raja di atas segala raja. Dia layak dihormati dan menerima pengabdian kita. Untuk itu kita harus belajar bagaimana hidup dengan sungguh di hadapan Raja, jangan sampai perkenanan Tuhan, sang Raja, terhadap kita hilang saudara.

 

(more…)

Berapakah Nilai Dari Yesus ?
(Juli 2010)
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Pada ayat di atas, Tuhan mengumpamakan hal kerajaan surga seperti mutiara. Mengapa Tuhan mengupamakannya seperti itu? Kita akan belajar tentang latar belakang yang terjadi saat itu sampai Yesus menggunakan mutiara untuk mengumpamakan Kerajaan Surga.  Pada zaman dahulu mutiara tidak dibudidayakan sepert saat ini. Saat ini, orang dapat dengan cukup mudah menggunakan suatu teknik pembudidayaan mutiara, misalnya dengan memasukkan pasir ke dalam kerang sampai akhirnya menjadi mutiara. Pada zaman Yesus, sangat sulit untuk mendapatkan sebuah mutiara sehingga mutiara merupakan sesuatu yang sangat mahal dan berharga. Untuk mendapatkan sebuah mutiara, mereka harus mencarinya di laut lepas, seperti di Laut Merah dan mereka harus menyelam ke kedalaman lautan. Sedangkan pada zaman Yesus belum ada peralatan selam seperti sekarang. Bisa kita bayangkan betapa sulitnya dan berbahayanya untuk mendapatkan sebuah mutiara. Bisa dikatakan mereka mempertaruhkan nyawanya untuk dapat memperoleh mutiara yang bagus.  Mutiara yang mereka cari adalah yang sempurna dan yang sempurna itu bentuknya bulat, mulus, dan besar. Inilah suatu gambaran yang ingin Yesus sampaikan tentang hal kerajaan surga yang sangat berharga buat anak-anakNya. Kita akan melihat di ayat yang lainnya yang berbicara tentang ‘mutiara’.

(more…)

TOP