Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – GELOMBANG PEMBASUHAN ROH KUDUS
GELOMBANG PEMBASUHAN ROH KUDUS
”Buat apa kita menantikan Roh Kudus lagi? Bukankah roh-Nya sudah datang di antara kita dan diam bersama kita? ” Mungkin pertanyaan semacam itu ada di benak beberapa orang yang menerima undangan untuk doa malam penantian Roh Kudus selama 10 hari di loteng Yerusalem ”masa kini”.
Mengapa Masa Pencurahan Roh Kudus menjadi begitu penting untuk kita lakukan dan nantikan bersama? Saya rasa bukan karena kita sedang tidak yakin apakah Roh Kudus ada dalam diri kita, tetapi kadang Tuhan sedang membuat suatu agenda berulang yang merupakan kairos atau momentum bagi anak-anak-Nya di bumi.
Suatu peneguhan pewahyuan yang didapatkan pemimpin dan rekan saya, Ps Daniel Shane, mengatakan bahwa hari- hari ini dia mendapatkan bahwa akan ada Gelombang Pembasuhan Roh-Nya yang terakhir. Mengingat Firman Tuhan yang tertulis dalam Yoel 2:28-32;
Ada beberapa orang bersikeras, bahwa sekarang sudah terjadi kebangunan rohani atas Indonesia..benarkah? lalu mengapa begitu banyak kefasikan anak-anak Tuhan? Mujizat palsu dan kebangunan palsu dimana-mana. Apakah itu sebuah kebangunan? Sebuah suasana kebangunan dapat dibeli, tetapi hadirat Allah yang asli tidak dapat dibeli dengan uang. Kesembuhan dan api yang palsu dapat dibeli, tetapi tidak ada yang dapat membeli kuasa Bapa kita di Sorga. Tetapi mengapa banyak gereja dan anak-anak Tuhan sendirilah yang melakukannya? Inilah gerakan penyesatan di akhir zaman..dan saya sunggu melihat, dalam pelayanan saya selama ini di radio, melayani konseling..banyak dari anak-anak Tuhan telah begitu sakit dengan keadaan akhir zaman ini, kesulitan hidup, ditambah lagi dengan adanya kegerakan palsu, pelayan dan hamba-hamba upahan, yang membuat hati anak-anak Bapa terluka dan pahit..mengerikan..
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Rut Suryani – Kristus Dalam Setiap Kitab
KRISTUS DALAM SETIAP KITAB (April 2010)
Saudaraku, sebenarnya ini merupakan hal yang sangat mendasar, dasar penting yang perlu diketahui dan dimengerti dalam kekristenan.Tanpa memahami hal ini kita tidak akan memiliki dasar yang teguh dan berakar kuat dalam kekristenan dan pelayanan kita. Banyak orang Kristen berkata mempercayai Alkitab 100% dari awal dsampai akhir, tetapi tidak pernah membaca (apalagi mengerti) isi alkitab. Atau mungkin selama ini kita justru lebih sering mempertanyakan mengenai perlunya membaca Alkitab daripada membacanya. Itu memang hal yang sangat umum terjadi, begitupun saya dahulu, membaca firman tanpa mengerti arti dan keterkaitannya sepertinya justru mempersulit kehidupan kekristenan saya. Namun ketika saya mengerti gambaran besarnya dan pentingnya untuk berakar dalam firman, maka ini tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan, setiap pertanyaan yang muncul justru semakin memotivasi saya untuk mencari kebenaran. Disamping kita juga harus mendisiplin daging dan kemalasan kita untuk bertekun dalam merenungkan firman.
Setiap hal yang ditulis merupakan contoh bagi kehidupan kita, saat Allah memilih untuk menuliskan sesuatu, itu pasti sesuatu yang penting dan bukan tanpa maksud. Itulah mengapa penting juga bagi kita untuk mempelajarinya, lewat Hosea Allah menyampaikan; “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hos 4:6). Saudara, adalah sangat penting untuk belajar menjadi murid dan mencari kehendak Allah (Mat 6:33) dan percayalah Allah kita tidak pernah mempersulit, Dia berkata jika kita mencari maka kita akan menemukan. Banyak orang berkata sudah lama kenal Kristus dan menerima keselamatan tetapi masih terbelenggu dengan hutang, sakit-penyakit, kemiskinan dan banyak hal yang bukan berasal dari Tuhan padahal Allah yang berkuasa telah menjanjikan pembebasan dan oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Dosa Yang Tidak Disadari
DOSA YANG TIDAK DISADARI
“Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita”. (I Kor 1:2)
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (II Kor 1:1)
Dari 2 ayat diatas disebutkan kata “untuk semua orang kudus”, pada waktu itu Paulus menyebut jemaat Tuhan di Korintus dengan sebutan “orang kudus”. Orang kudus yang dimaksudkan Paulus bukan berarti orang-orang yang suci, yang sama sekali tidak berbuat dosa, tetapi orang kudus yang dimaksud adalah tentang status keberadaan jemaat. Pada saat itu orang kudus diartikan sebagai orang yang sudah dipisahkan dari dunia dan hidup untuk Allah. Sebutan orang kudus menunjukkan status jemaat Allah yang sudah berubah dari dahulu orang yang berdosa kemudian menjadi orang yang percaya kepada Allah dan telah ditebus oleh Allah. Hal tersebut juga berlaku untuk kita, ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus maka kita juga disebut sebagai orang-orang kudus. Ketika status kita telah berubah maka gaya hidup kita juga harus berubah sesuai dengan status kita. Contohnya: dahulu ketika kita berdosa, kita bisa hidup dengan cara dunia (pacaran gaya bebas, bicara kasar, hidup tidak kudus, dll), maka ketika status kita berubah, gaya hidup kita berubah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Pdt.Budi Utomo – Menjadi Penyelesai
Memulai sesuatu terlihat lebih mudah, tetapi apakah kita bisa menyelesaikannya sampai akhir. Banyak orang bisa memulai segala sesuatu dalam hidupnya tetapi tidak banyak orang yang mampu menyelesaikannya sampai akhir. Seperti dalam pelayanan, kita bisa memulai pelayanan tetapi apakah kita sudah menyelesaikannya dengan baik, demikian juga dalam dunia kerja. Bahkan dalam hal panggilan hidup kita harus mampu menjadi penyelesai, bukan hanya sekedar kita memulai lalu meninggalkan panggilan hidup tetapi kita harus mampu menyelesaikannya. Untuk menjadi penyelesai kita harus tahu apa arti kata “selesai”. Ketika kita mendengar kata “selesai” apa yang terlintas dalam pikiran kita? Mungkin dalam pikiran kita terlintas arti kata selesai yaitu sudah tidak ada lagi, tidak berlanjut, habis, game over, dll. Kata “selesai” merupakan kata yang luar biasa. Contohnya kata game over, kata tersebut diperlukan dalam sebuah permainan. Bayangkan seandainya tidak ada kata tersebut pasti anda akan sangat capek bermain karena tidak tahu kapan selesainya. Kata “selesai” sangat diperlukan dalam hidup kita. Banyak orang sudah melakukan banyak hal tetapi tidak pernah menyelesaikannya sehingga tidak ada hasil yang diperoleh dan akhirnya menyebabkan orang tersebut putus asa.
- Published in Sermons
Khotbah Pdt. Budi Utomo – Menang Atas Diri Sendiri
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Menjadi Kepercayaan Tuhan
MENJADI KEPERCAYAAN TUHAN (Februari 2010)
Kita akan belajar dari kisah Daniel untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan Daniel bisa menjadi kepercayaan Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Joyce Lim – Sukacita Melayani Tuhan
SUKACITA MELAYANI TUHAN
(21 Februari 2010)
(FilIpI 4:4-7)
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Shane – Membangun Fondasi Yang Teguh
MEMBANGUN FONDASI YANG TEGUH (7 Februari 2010)
Yoh 15:1-8
1. Kebimbangan dan ketidak-konsistenan kita dalam memegang janji Tuhan.
Banyak orang yang dipanggil, dinubuatkan dan mendapat janji Tuhan, namun pada akhirnya tidak mencapai apapun dan tidak melihat penggenapan janji Allah karena bimbang dan tidak konsisten dalam mengerjakan bagiannya di dalam rencana Tuhan. Sebab orang yang mendua hati, bimbang dan konsisten tidak akan pernah punya pencapaian yang berarti dalam hidupnya.
Setiap kita memiliki bagiannya masing-masing dalam gereja dan rencana Tuhan. Kita hanya akan bisa maksimal jika kita berada pada tempat, posisi/bagian yang semestinya. Berada pada panggilan yang sejak awal sudah Tuhan rancangkan untuk kita. Jika panggilan kita adalah sebagai pengusaha yang membangun fondasi ekonomi untuk memberkati ladang Tuhan, maka kita tidak akan mungkin bisa maksimal jika kita berada pada bagian yang lain, termasuk di bidang pelayanan kerohanian sekalipun, begitupun sebaliknya.
- Published in Sermons





