FORGOT YOUR DETAILS?

Sermons

GELOMBANG PEMBASUHAN ROH KUDUS

 

”Buat apa kita menantikan Roh Kudus lagi? Bukankah roh-Nya sudah datang di antara kita dan diam bersama kita? ” Mungkin pertanyaan semacam itu ada di benak beberapa orang yang menerima undangan untuk doa malam penantian Roh Kudus selama 10 hari di loteng Yerusalem ”masa kini”.

Mengapa Masa Pencurahan Roh Kudus menjadi begitu penting untuk kita lakukan dan nantikan bersama? Saya rasa bukan karena kita sedang tidak yakin apakah Roh Kudus ada dalam diri kita, tetapi kadang Tuhan sedang membuat suatu agenda berulang yang merupakan kairos atau momentum bagi anak-anak-Nya di bumi.

Suatu peneguhan pewahyuan yang didapatkan pemimpin dan rekan saya, Ps Daniel Shane, mengatakan bahwa hari- hari ini dia mendapatkan bahwa akan ada Gelombang Pembasuhan Roh-Nya yang terakhir. Mengingat Firman Tuhan yang tertulis dalam Yoel 2:28-32;

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”

 

Gelombang pembasuhan Roh Kudus-Nya telah dinubuatkan beribu tahun yang lalu oleh banyak nabi Allah. Dihari-hari terakhir, rahasia kitab akan dibuka, materai akan dibuka dan segala tanda akhir zaman telah nyata; pengetahuan akan semakin bertambah, perang dimana-mana, pekerjaan kuasa gelap yang merajalela, turunnya moralitas manusia, tetapi juga tersebarnya Injil Kerajaan Allah dengan sangat cepat. Segala tanda sudah dan sedang digenapi. Pembasuhan terakhir ini sebenarnya sudah melanda Afrika, Cina, juga beberapa negara lainnya. Sebentar lagi, awal tahun depan sudah akan mulai merambah dan melawat Indonesia. Apakah kita siap untuk kebangunan rohani? Maksud saya adalah awal kebangunan rohani?
Ada beberapa orang bersikeras, bahwa sekarang sudah terjadi kebangunan rohani atas Indonesia..benarkah? lalu mengapa begitu banyak kefasikan anak-anak Tuhan? Mujizat palsu dan kebangunan palsu dimana-mana. Apakah itu sebuah kebangunan? Sebuah suasana kebangunan dapat dibeli, tetapi hadirat Allah yang asli tidak dapat dibeli dengan uang. Kesembuhan dan api yang palsu dapat dibeli, tetapi tidak ada yang dapat membeli kuasa Bapa kita di Sorga. Tetapi mengapa banyak gereja dan anak-anak Tuhan sendirilah yang melakukannya? Inilah gerakan penyesatan di akhir zaman..dan saya sunggu melihat, dalam pelayanan saya selama ini di radio, melayani konseling..banyak dari anak-anak Tuhan telah begitu sakit dengan keadaan akhir zaman ini, kesulitan hidup, ditambah lagi dengan adanya kegerakan palsu, pelayan dan hamba-hamba upahan, yang membuat hati anak-anak Bapa terluka dan pahit..mengerikan..

(more…)

KRISTUS DALAM SETIAP KITAB (April 2010)

Saudaraku, sebenarnya ini merupakan hal yang sangat mendasar, dasar penting yang perlu diketahui dan dimengerti dalam kekristenan.Tanpa memahami hal ini kita tidak akan memiliki dasar yang teguh dan berakar kuat dalam kekristenan dan pelayanan kita. Banyak orang Kristen berkata mempercayai Alkitab 100% dari awal dsampai akhir, tetapi tidak pernah membaca (apalagi mengerti) isi alkitab. Atau mungkin selama ini kita justru lebih sering mempertanyakan mengenai perlunya membaca Alkitab daripada membacanya. Itu memang hal yang sangat umum terjadi, begitupun saya dahulu, membaca firman tanpa mengerti arti dan keterkaitannya sepertinya justru mempersulit kehidupan kekristenan saya. Namun ketika saya mengerti gambaran besarnya dan pentingnya untuk berakar dalam firman, maka ini tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan, setiap pertanyaan yang muncul justru semakin memotivasi saya untuk mencari kebenaran. Disamping kita juga harus mendisiplin daging dan kemalasan kita untuk bertekun dalam merenungkan firman.

Setiap hal yang ditulis merupakan contoh bagi kehidupan kita, saat Allah memilih untuk menuliskan sesuatu, itu pasti sesuatu yang penting dan bukan tanpa maksud. Itulah mengapa penting juga bagi kita untuk mempelajarinya, lewat Hosea Allah menyampaikan; “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hos 4:6). Saudara, adalah sangat penting untuk belajar menjadi murid dan mencari kehendak Allah (Mat 6:33) dan percayalah Allah kita tidak pernah mempersulit, Dia berkata jika kita mencari maka kita akan menemukan. Banyak orang berkata sudah lama kenal Kristus dan menerima keselamatan tetapi masih terbelenggu dengan hutang, sakit-penyakit, kemiskinan dan banyak hal yang bukan berasal dari Tuhan padahal  Allah yang berkuasa telah menjanjikan pembebasan dan oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.

(more…)

DOSA YANG TIDAK DISADARI

 

“Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita”. (I Kor 1:2)

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (II Kor 1:1)

Dari 2 ayat diatas disebutkan kata “untuk semua orang kudus”, pada waktu itu Paulus menyebut jemaat Tuhan di Korintus dengan sebutan “orang kudus”. Orang kudus yang dimaksudkan Paulus bukan berarti orang-orang yang suci, yang sama sekali tidak berbuat dosa, tetapi orang kudus yang dimaksud adalah tentang status keberadaan jemaat. Pada saat itu orang kudus diartikan sebagai orang yang sudah dipisahkan dari dunia dan hidup untuk Allah. Sebutan orang kudus menunjukkan status jemaat Allah yang sudah berubah dari dahulu orang yang berdosa kemudian menjadi orang yang percaya kepada Allah dan telah ditebus oleh Allah. Hal tersebut juga berlaku untuk kita, ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus maka kita juga disebut sebagai orang-orang kudus. Ketika status kita telah berubah maka gaya hidup kita juga harus berubah sesuai dengan status kita. Contohnya: dahulu ketika kita berdosa, kita bisa hidup dengan cara dunia (pacaran gaya bebas, bicara kasar, hidup tidak kudus, dll), maka ketika status kita berubah, gaya hidup kita berubah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

 

(more…)

MENJADI PENYELESAI (Maret 2010)

Memulai sesuatu terlihat lebih mudah, tetapi apakah kita bisa menyelesaikannya sampai akhir. Banyak orang bisa memulai segala sesuatu dalam hidupnya tetapi tidak banyak orang yang mampu menyelesaikannya sampai akhir. Seperti dalam pelayanan, kita bisa memulai pelayanan tetapi apakah kita sudah menyelesaikannya dengan baik, demikian juga dalam dunia kerja. Bahkan dalam hal panggilan hidup kita harus mampu menjadi penyelesai, bukan hanya sekedar kita memulai lalu meninggalkan panggilan hidup tetapi kita harus mampu menyelesaikannya. Untuk menjadi penyelesai kita harus tahu apa arti kata “selesai”. Ketika kita mendengar kata “selesai” apa yang terlintas dalam pikiran kita? Mungkin dalam pikiran kita terlintas arti kata selesai yaitu sudah tidak ada lagi, tidak berlanjut, habis, game over, dll. Kata “selesai” merupakan kata yang luar biasa. Contohnya kata game over, kata tersebut diperlukan dalam sebuah permainan. Bayangkan seandainya tidak ada kata tersebut pasti anda akan sangat capek bermain karena tidak tahu kapan selesainya. Kata “selesai” sangat diperlukan dalam hidup kita. Banyak orang sudah melakukan banyak hal tetapi tidak pernah menyelesaikannya sehingga tidak ada hasil yang diperoleh dan akhirnya menyebabkan orang tersebut putus asa.

Kata selesai menunjukkan ada sesuatu yang kita hasilkan, maka dari itu kita perlu kata selesai. Tuhan Yesus sangat mengerti apa arti kata selesai. Ketika Dia menjadi manusia dia telah memberikan teladan buat kita dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bapa. Yoh 4: 34 “Kata Yesus kepada mereka: makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Untuk dapat menjadi penyelesai maka diperlukan perjuangan. Seperti juga yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk menyelesaikan tugas yang Bapa berikan di bumi. Tuhan Yesus pun juga berjuang untuk menyelesiakan karya penebusanNya diatas kayu salib. Kita juga harus berjuang untuk menjadi penyelesai dalam pekerjaan kita, studi kita, pelayanan kita, panggilan hidup yang telah Bapa berikan, dan segala aspek kehidupan kita. Orang yang tidak punya daya juang berarti orang tersebut tidak tahu arti kata “selesai”.

(more…)

MENANG ATAS DIRI SENDIRI  (Maret 2010)

 

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Gal 5:16-25)

 

Sebenarnya hal yang paling prinsip yang perlu kita pahami dan pelajari adalah peperangan kita melawan diri kita sendiri. Ada begitu banyak orang yang memiliki dan/atau bergerak dalam sesuatu yang sangat baik tetapi ditengah perjalanan mereka kandas, berhenti  dan tidak pernah dapat menyelesaikan. Mereka kalah bukan dengan karena hal lain melainkan karena diri mereka sendiri kemudian menyalahkan sekelilingnya karena tidak pernah ada dukungan, tidak ada perhatian dari orang-orang sekitar atau lingkungan yang tidak memungkinkan dia untuk bertumbuh dan masih banyak alasan lainnya. Karena memang sejak kejatuhan manusia pertama, Adam dan Hawa, yang pertama kali mereka lakukan adalah mencari pihak lain yang bisa disalahkan. Saudaraku, selama kita terus menyalahkan orang-orang, lingkungan atau hal-hal lain di sekitar, percayalah bahwa kita tidak akan pernah menang dalam kehidupan kita.

 

(more…)

MENJADI KEPERCAYAAN TUHAN (Februari 2010)

Sudahkah kita menjadi orang-orang yang dapat dipercaya oleh Tuhan? Mari saudara kita renungkan pertanyaan ini. Adakah kita memiliki kerinduan untuk menjadi orang yang dapat dipercaya oleh Tuhan? Suatu hal yang luar biasa jika kita dipercaya oleh Tuhan. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bagaimana kita dapat menjadi orang yang dipercayai oleh Bapa. Kita akan belajar dan meneladaninya dari kehidupan Daniel. Pada kitab Daniel pasal yang pertama diceritakan bahwa Daniel waktu itu hidup pada zaman pemerintahan Yoyakim. Pada saat itu Yehuda dijajah oleh Nebukadnesar, raja Babel. Kemudian raja Nebukadnesar memilih beberapa orang Israel yang dianggap memiliki kemampuan yang luar biasa untuk dipekerjakan di istana. Beberapa diantara mereka yaitu Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Mereka adalah orang-orang pilihan dan yang dipercaya oleh Tuhan.

Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim (Daniel 1: 3-4)

Kita akan belajar dari kisah Daniel untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan Daniel bisa menjadi kepercayaan Tuhan.

(more…)

SUKACITA MELAYANI TUHAN
(21 Februari 2010)

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
(FilIpI 4:4-7)

Ayat di atas ditulis rasul Paulus untuk jemaat di Filipi saat dia sedang berada di balik penjara di tengah tekanan, ketidaknyamanan dan keterbatasan. Berada di balik penjara tidak membuat Paulus larut dalam kekecewaan, menyesali panggilannya dan berhenti melayani Tuhan. Dia berkata; aku tau apa itu menderita dalam melayani Tuhan dan aku mengalami semuanya (2 Kor 11:23-28) namun semua itu tidak akan dapat memisahkan aku dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Rom 8:35-39). Aku mau tetap melayaniNya sebab bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filp 1:21).
Adalah lebih mudah bagi Paulus untuk bersungut-sungut dan mempertanyakan penyertaan Tuhan, namun dalam semuanya itu Paulus tetap berkata; “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”. Saudaraku, masalah dan beban hidup tidak seharusnya membuat kita mundur dari pelayanan kepada Tuhan, pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, semua yang Tuhan ijinkan terjadi tidak mungkin melebihi kekuatan manusia (1 Kor 10:13). Beban hidup justru memberi bobot/nilai pada iman kita, dalam menghadapi beban hiduplah iman kita dibentuk semakin padat dan berbobot, yaitu saat kita memilih untuk percaya, beriman dan tidak menjadi kecewa dengan Tuhan dalam menantikan jawaban dan pertolonganNya.

(more…)

MEMBANGUN FONDASI YANG TEGUH (7 Februari 2010)

Yoh 15:1-8

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh 15:4)
Saudara, hari-hari ini Tuhan banyak berbicara dan menegaskan tentang dasar atau fondasi gereja. Fondasi gereja merupakan bagian penting yang sangat menentukan dalam perumbuhan umat Tuhan. Tanpa dasar yang benar, pasti akan ada banyak kekacauan yang terjadi dalam jemaat sehingga jemaat Tuhan tidak mengalami pertumbuhan yang maksimal. Banyak diantara kita yang tidak menyadari akan hal ini, gereja/umat Tuhan dibangun di atas dasar yang tidak tepat. Atau mungkin saja kita telah memiliki fondasi yang benar namun sangat rapuh sehingga tidak dapat menopang pertumbuhan gereja.
Ada banyak hal yang bisa menggerogoti dan merusak fondasi gereja yang benar yang telah dibangun sejak lama;
1.    Kebimbangan dan ketidak-konsistenan kita dalam memegang janji Tuhan.
Banyak orang yang dipanggil, dinubuatkan dan mendapat janji Tuhan, namun pada akhirnya tidak mencapai apapun dan tidak melihat penggenapan janji Allah karena bimbang dan tidak konsisten dalam mengerjakan bagiannya di dalam rencana Tuhan. Sebab orang yang mendua hati, bimbang dan konsisten  tidak akan pernah punya pencapaian yang berarti dalam hidupnya.
2.    Umat Tuhan tidak berfungsi/menempati bagiannya sesuai dengan panggilan Tuhan.
Setiap kita memiliki bagiannya masing-masing dalam gereja dan rencana Tuhan. Kita hanya akan bisa maksimal jika kita berada pada tempat, posisi/bagian yang semestinya. Berada pada panggilan yang sejak awal sudah Tuhan rancangkan untuk kita. Jika panggilan kita adalah sebagai pengusaha yang membangun fondasi ekonomi untuk memberkati ladang  Tuhan, maka kita tidak akan mungkin bisa maksimal jika kita berada pada bagian yang lain, termasuk di bidang pelayanan kerohanian sekalipun, begitupun sebaliknya.

(more…)

TOP