Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – 3 hal pencobaan dari Iblis
3 HAL PENCOBAAN DARI IBLIS (11 Oktober 2009)
Mari kita buka dalam Lukas 4:1-13. Disana dikisahkan Yesus yang penuh dengan Roh Kudus dibawa ke padang gurun di awal sebelum pelayanannya. Saudaraku, hari ini kita akan belajar hal-hal apa saja yang dapat membuat iblis mencobai dan menghancurkan anak-anak Tuhan. Ketika masa persiapan untuk dipakai Bapa, Yesuspun mengalami pencobaan dari iblis. Mungkin kita juga tidak akan luput dari pencobaan iblis ini, kita akan dicobai juga dan kita harus tahu senjata-senjata apa yang dapat kita gunakan untuk menaklukkannya. Mari kita pelajari satu persatu.
Pencobaan 1:
Yesus sangat lapar karena dia berpuasa 40 hari 40 malam, dan iblis berkata ”Jikalau engkau anak Allah, ubahlah batu ini menjadi roti”. Makanan, roti adalah berbicara tentang suatu kebutuhan yang mendesak. Semua manusia memiliki kebutuhan, kebutuhan akan cinta, perhatian, makanan, pakaian dan lain sebagainya. Ada kalanya kebutuhan itu begitu mendesak kita dan jika kita tidak dapat mengatasinya dengan baik, maka kita akan jatuh dalam pencobaan iblis dan bahkan dapat lari dari hadapan dan panggilan Tuhan. Ini sangat berbahaya!. Setiap anak, kelihatannya harus dituruti dan disayang oleh orang tuanya, tetapi tidak, walaupun Yesus adalah Anak Allah yang hidup, dia tidak mengikuti kemauan iblis. Dia melawan dengan suatu kebenaran bahwa manusia hidup bukan dari roti saja melainkan oleh Firman Allah (Matius 4).
Apa yang dapat melawan pencobaan ini saat kita merasakan ada kebutuhan yang mendesak hidup kita? Ya, itu adalah Firman Allah. Saudara, mari kita renungkan, apa arti kepuasan? Manusia tidka pernah puas dalam hidupnya, setelah suatu kebahagiaan dan kejadian berlalu, yang ada adalah ketidakpuasan kembali. Apakah anda suah puas dengan hidup anda? Apa yang menbuat anda puas? Mazmur 103 mengatakan bahwa kita menjadi puas dengan kebaikan-Nya, kita menjadi puas dengan melakukan Firman-Nya sebab Yesuspun berkata ” Makananku adalah melakukan kehendak Bapaku di Sorga”.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Rahasia Mengikut Yesus
Pernahkah anda berpikir, mengapa saudara mengikut Yesus selama ini? Apa karena orang tua kita Kristen? Atau karena ada janji berkat dan keamanan di dalam Yesus? Karena apa kita mengikut Yesus? Yang menyedihkan adalah hari-hari ini Kekristenan semakin menjadi murah dan gratis. Memang keselamatan dan salib itu gratis diberikan kepada kita tetapi itu juga menuntut kita untuk menukar segala yang kita miliki. Ingin mendapat urapan, dengan penumpangan tangan, ingin selamat dan aman, terima Yesus saja, ingin kaya, berikan perpuluhan, dan lain sebagainya.
Lukas 14:25-33 menjelaskan barangsiapa yang tidak membenci ayah, ibunya, saudaranya bahkan nyawanya sendiri, maka dia tidak layak menjadi murid Yesus. Apa arti kata membenci ini? Apakah kita akan terjemahkan bahwa ini maksudnya adalah kurang mengasihi atau mengasihi Tuhan lebih dari semuanya itu? Perkataan Firman Allah ini tepat. Membenci adalah membenci bukan mengasihi atau kurang mengasihi. Tidak sulit mengasihi apa yang anda cintai tetapi akan sangat sulit membenci apa yang anda cintai. Inilah ternyata yang menjadi harga untuk menjadi seorang murid Kristus. Yesus berkata barangsiapa yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, maka dia tidak dapat menjadi murid-Ku. Dalam ayat-ayat ini juga kita temukan bahwa Yesus mengingatkan kita agar memperhitungkan terlebih dahulu harganya sebelum kita mengambil keputusan mengikut Yesus, seperti orang yang sedang mendirikan menara dan menghitung biayanya terlebih dahulu sebelum membangun agar dapat menyelesaikannya dengan baik.
Ternyata arti kata “membenci “ disini adalah mempersembahkan apa yang kita cintai kepada Tuhan, menolaknya dan membencinya karena Tuhan bukan karena memang kita tidak mencintai keluarga atau diri sendiri, tetapi karena kita mencintai mereka dan mempersembahkannya kepada Tuhan. Ini hal yang luar biasa, mempersembahkan apa yang paling kita cintai. Jika kita kepahitan dengan orang tua kita, sangat mudah sekali kita untuk membencinya tetapi kalau kita mencintai mereka, sangat sulit untuk mempersembahkannya. Inilah nilai pengorbanannya.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita : Tunjukkan Cintamu
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita : Menyongsong Hari Yang Baru
Pasukan Tuhan? Siap! Ya, kita semua dipanggil menjadi pasukan Tuhan di akhir jaman ini. Tetapi apakah saudara mengalami seperti yang saya alami? Beberapa waktu lalu saya merasakan “terdesak” dalam roh saya, saya berdoa, menangis dan saya kebingungan akan apa yang telah terjadi di dalam roh. Percaya tidak percaya, alam roh itu nyata dan itu akan menentukan juga perjalanan hidup kita, pelayanan dan tempat ini, CMC bukan gedung tetapi saya dan saudara. Inilah yang sedang terjadi di tengah-tengah kita semua sebagai pasukan Tuhan. Seperti yang saya ungkapkan pada ibadah Profetik, perjalanan Kebangunan Rohani bukanlah dalam semalam atau sebulan, setahun tetapi ada fase-fase yang harus kita lewati, banyak peperangan, lembah-lembah dan kemenangan demi kemenangan. Tetapi sayangnya banyak diantara kita tidak mengetahuinya sehingga kita mudah kecewa, patah semangat dan merasa gagal dan hancur, padahal tiap fase itu haruslah dilewati dan kita semakin mendekat pada bukit kebangunan rohani sampai mencapai puncak kebangunan rohani.
Saya mengalami dalam doa dan roh saya yang seolah menjerit kepada Tuhan “ aku tidak tahan lagi Tuhan! Aku merindukan pemulihan dan kebangkitan pasukan Tuhan, ada sesuatu yang harusnya terjadi lebih dari sekarang! “
- Published in Sermons
Heart Of Worship
Kita dapat memuji siapapun tapi tidak dapat menyembah kepada siapapun.
Apakah artinya hati yang menyembah? Seringkali kita mendengar bagaimana kita menyembah Tuhan dengan menyanyikan lagu-lagu penyembahan yang syahdu, lambat dan penuh penghayatan.
Penyembahan seringkali diartikan kita mengucapkan haleluyah.. halleluyah setelah lagu penyembahan berakhir atau penyembahan diartikan apabila kita berbahasa roh.
Yohanes 4:1-23
Dalam ayat ini dikatakan Allah mencari penyembah-penyembah yang BENAR yang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Jadi ada penyembah yang tidak benar.
Bapa mencari penyembah-penyembah (YANG BENAR) (Yoh 4:23)
Bagaimanakah penyembah yang benar itu?
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah – Karisma vs Karakter
Shallom saudara, saya tetap rindu menyatakan suatu pemulihan dan kebangkitan di antara kita semua hari-hari ini. Saya rindu kita menjadi jemaat yang excellent, memiliki roh yang sempurna dan karakter yang sempurna.
Manakah yang menurut saudara lebih penting, antara karisma dan karakter? Di hadapan tahta pengadilan Tuhan, bukanlah karisma yang Tuhan lihat tetapi karakter kita. Karisma adalah berupa karunia-karunia kita yang diberikan cuma-cuma dan itu milik Tuhan sedangkan yang Tuhan inginkan dari kita adalah karakter yang melakukan kehendak Bapa di Surga. Seperti sebuah kado yang indah, karisma adalah kemasannya yang indah sedangkan isinya adalah karakter yang berharga.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita -Lekat di Hati Raja
Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
Sudahkah kita mengenal Kristus sebagai Raja kita? Seringkali kita mengenal-Nya sebagai Bapa, sebagai Juruselamat, Sahabat, tetapi apakah kita mengenal-Nya sebagai Raja? Saat Dia datang untuk kedua kalinya kelak, Dia datang bukan sebagai bayi mungil, atau Bapa, Sahabat, Dia datang sebagai Raja segala raja yang akan memerintah selamanya!
Mari hari ini kita belajar bagaimana hati Raja? Kristus adalah Raja, dan seperti amsal katakan, Dia dapat mengalirkan hati-Nya kemanapun Dia mau, Dia tidak terbatas dan sangat berkuasa. Suatu kisah yang indah dalam Ester 2 :9 dan seterusnya yang mengisahkan Ester, gadis biasa dan sederhana tetapi terpilih menjadi Ratu dari Raja Ahasiweros. Dia menjadi kesayangan semua orang, bahkan dia dapat merebut dan melekat di hati Raja, demikian juga dengan Yusuf, Daniel, juga Yesus sendiri. Firman Tuhan katakana Yesus makin besar, makin disayang oleh manusia dan Bapa. Tentu kita rindu emngalami seperti ini, kemanapun dikasihi orang karena ada sesuatu yang menarik dalam kita, terlebih kita dapat memikat hati Raja kita.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita : Arrow Generation
ARROW GENERATION
Shalom anak-anak muda,
Seperti dalam film-film kartun ataupun petualangan si pemanah hebat Robin Hood yang tidak pernah meleset tembakannya. Dalam kitab Mazmur 127 ayat 4 berbunyi ‘seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda’,
Sebagai anak anak Allah mau tidak mau suatu tanggung jawab telah ada di punggung kita yaitu menjadi anak-anak Tuhan yang menjadi teladan yang baik bagi semua orang, menjadi terang dimanapun dan berani tampil beda. Setidaknya anak panah yang siap diluncurkan terdiri dari 3 bagian penting yaitu batang panah, ujung panah yang runcing, dan bulu.
- Published in Sermons




