Sermons
Khotbah Pdt. Budi Utomo – Are You Radical
ARE YOU RADICAL? (24 Januari 2010)
Dalam Lukas 14:26-27 menggambarkan tentang suatu tindakan radikal yang Tuhan kehendaki untuk setiap murid-muridnya.
Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Priscilla Lidia Brocharda – Mencapai Garis Akhir
Dalam sebuah pertandingan seorang atlet pasti akan berlatih keras, menguasai diri untuk tetap berfokus pada garis finish dan berlari sedemikian rupa untuk meraih kemenangan. Selalu ada harga yang mahal untuk sesuatu yang berharga, namun semua itu hanya untuk sesuatu yang fana. Dalam pertandingan rohani Tuhan menyediakan sesuatu yang kekal bagi anak-anakNya yang menyelesaikan pertandingan, sebuah mahkota abadi bagi mereka yang mencapai garis finish dan menang.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Ketaatan Mengikuti Kehendak Tuhan
KETAATAN MENGIKUTI KEHENDAK TUHAN (20 Desember 2009)
Mat 13:24-30 ; 36-43 ; Mat 7:21 Dalam Perikup yang pertama, dimana Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan mengenai lalang yang tumbuh bersamaan dengan gandum di sebuah ladang. Perumpamaan ini melambangkan pekerjaan Tuhan (benih yang baik) tumbuh bersama pekerjaan iblis (sesuatu yang jahat). Iblis yang darimulanya adalah perusak, selalu berusaha menggagalkan rencana Tuhan, termasuk dalam kehidupan bergreja. Iblis juga bisa bekerja di Greja, komunitas orang percaya, dan bahkan diantara anak-anak Tuhan sendiri. Ilalang sendiri, dari salah satu bahasa Yunani, dikenal dengan nama darnel. Dimana, ilalang ini adalah tanaman yang sangat mirip dengan gandum, sehingga sulit dibedakan secara kasat mata, bahkan darnel ini memiliki bulir-bulir yang berisi biji-bijian (mirip gandum, namun berwarna hitam).
Secara rohani, hal ini dapat berarti bahwa dapat saja seseorang yang kelihatannya rohani, memiliki pelayanan yang ‘kelihatan’nya luar biasa, namun dihadapan Tuhan, di hanyalah merupakan ilalang, bukanlah gandum. Yang disebut ilalang di hadapan Tuhan adalah seorang Kristen yang belum mengalami pertobatan sungguh-sungguh, maupun yang tidak taat pada kehendak Tuhan. Pertobatan yang sejati, yaitu kita sebagai gandum, dimana akan dikumpulkan di lumbungNya adalah melalui proses pertobatan terus menerus. Seorang yang sungguh-sungguh kepada Tuhan tidak cukup hanya bertobat sekali saja ketika lahir baru, namun harus terus menerus mau untuk diajarkan sesuatu yang baru, mau berubah, melakukan kehendak Tuhan. Terjadi perubahan hidup yang radikal, dari cara berpikir, gaya hidup, gaya berpakaian, cara berbicara, fokus hidup… semuanya tidak sama lagi dengan manusia lama nya. Pertobatan yang tidak sungguh / suam / setengah hati, akan membuat kita tidak dapat taat atau berjalan dalam kehendak Tuhan sepenuhnya. Jika hal ini yang kita alami, maka bisa saja kita hanyalah sebatang darnel di ladangNya. Ilalang yang akan dicabut bersama ilalang, pada akhirnya dianggap tidak berguna dan akan dibakar.
- Published in Sermons
Khotbah Pdt Angga Prasetya – Mengapa Kita Harus Memberi
Dalam hukum tabur tuai yang sering kali dibahas dalam kotbah secara tidak sengaja kita dapat saja berfokus pada tuaian atau balasan yang ‘akan’ kita terima setelah menabur. Padahal selama Tuhan Yesus melayani, Ia hanya menekankan tentang memberi, bukannya menerima. Sekali lagi, yang namanya hukum pasti mengandung kepastian. Jadinya, kita tidak perlu mempertanyakan atau meragukannya.
Dalam urusan memberi, entah ke Tuhan maupun manusia, cobalah kita renungkan motivasi hati kita.. apakah selama ini kita telah ‘memberi’ atas dasar kasih kita kepada Tuhan atau sesama? Ingat. Fokus kita tidak boleh pada apa yang ‘akan’ kita terima. Tapi mengapa kita melakukannya.
Esensi memberi yang sebenarnya adalah Kasih. Kasih dibuktikan melalui pengorbanan. Praktek pengorbanan adalah memberi. Entah kita memberikan waktu, uang, tenaga, hadiah.. itu semua dasarnya haruslah cinta. Dalam memberi, kita belajar untuk semakin mengasihi, sebaliknya, semakin kita mengasihi, maka kita akan memberi lebih banyak.
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Evie Mehita – Mencapai Tingkatan Keintiman Sebagai Mempelai
MENCAPAI TINGKATAN KEINTIMAN SEBAGAI MEMPELAI (10 januari 2010)
2 Korintus 5:1-10 menggambarkan suatu kerinduan yang besar dari Rasul Paulus dan suatu pengertian yang dalam buat kita semua, bahwa hidup ini fana, kita harus mengerti bahwa tujuan hidup kita bukanlah kefanaan ini tetapi kekekalan. Saudara, tahukah kita bahwa bagaimana kita hidup di bumi ini akan menentukan siapa anda dalam Kerajaan-Nya?
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Wahyu 19:6-9
Saat saya membaca ayat ini, saya menjadi sadar bahwa tidak semua orang Kristen menjadi mempelai, ya ada yang diundang, ada yang menjadi mempelai Kristus, mereka adalah orang-orang yang spesial dan mengejar tingkatan tertinggi dalam hidup mereka. Saya menyimpulkan ada dua sisi yang Tuhan mau kita miliki untuk menyambut kedatangan-Nya;
- Published in Sermons
Message – Merawat Hati Yang Remuk
WAJIB DIBACA UNTUK SEMUA PELAYAN TUHAN
Untuk melakukan pelayanan kasih melalui kesembuhan secara emosional, ternyata bukan sekedar adanya rasa belas kasihan tetapi juga pengertian dan hikmat, kesabaran dan proses. Kita semua harus melakukan apa yang uhan Yesus lakukan juga, Ia merawat hati yang remuk dan menyembuhkannya…..
Semoga kisah dan pelajaran-pelajaran berharga dari Melody Green ini dapat membangun kita dalam pelayanan kasih dan kesembuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita – Mengenal Karakter Tuhan Kita
Sudahkah kita mengenal sifat dan karakter Allah yang kita sembah? Seperti apa Dia di mata kita? Saudara, hari ini kita akan belajar tentang Tuhan. Nahum 1:1-8 akan mengajarkan kita 4 sisi karakter Allah.
1. Tuhan itu PENCEMBURU (Nah 1:2)
Keluaran 34:14 mengatakan Tuhan itu namanya Cemburuan. Bisa bayangkan kita punya Tuhan yang cemburuan? Bukankah itu hal yang negatif? Pertanyaannya mengapa Dia suka cemburu? Dia Allah yang cemburu karena Dia memiliki kita. Umat pilihan-Nya memiliki perjanjian khusus dengan Tuhan.
Ada 3 hal kenapa manusia dapat cemburu?
1.orang yang kita kasihi berpaling pada orang lain, seperti kekasih yang cemburu dengan kekasihnya yang lebih mengasihi yang lain
2.Ingin memiliki apa yang orang lain miliki. Contohnya, seorang ibu rumah tangga memiliki perabotan mewah, maka tetangganya bisa merasa cemburu karena dia tidak memiliki apa yang dimiliki tetangganya
3.Takut kehilangan apa yang dimiliki, takut orang lain lebih sukes dari dia, dll
- Published in Sermons
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Hari Tuhan
1. Tiuplah Sangkakala Di Sion. Sangkakala dipakai sebagai tanda untuk menyambut Sang Raja, atau untuk tanda melakukan persiapan dalam peperangan. Kita disuruh Tuhan untuk meniup sangkakala kita, bersiap untuk peperangan dan bersiap untuk menyambut kedatangan Tuhan keduakalinya. Saudara, hari Tuhan sudah sangat dekat, saya mendengar berita ditemukannya UFO? Saya tidak tahu kebenarannya, apakah juga seperti dalam kitab Wahyu, makhluk dari bintang yang jatuh menghantam bumi yaitu belalang raksasa, itu juga disebut alien? Makhluk luar angkasa? Ya, hari penghakiman Tuhan sudah semakin dekat.
2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.
2. Suatu keadaan yang gelap gulita dan kelam kabut.
Saudaraku, hal ini dapat diartikan dua hal; memang dunia dalam keadaan gelap sungguhan, dimana matahari menjadi darah, angkasa menjadi gelap dan yang kedua, adalah kegelapan secara rohani. Dunia sedang berada dalam kegelapan sehingga kita harus bercahaya seperti bintang-bintang di langit. Mari kita menjadi terang yang bersinar buat dunia yang gelap ini.
- Published in Sermons




