FORGOT YOUR DETAILS?

The Shepherd’s Voice

Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan virus covid-19 dengan penularannya yang sangat cepat. Karena itulah, banyak anak-anak Tuhan dilingkupi rasa takut dan kuatir. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang hal ini?

Kita perlu mengingat akan cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka berkumpul tiap-tiap hari, memecahkan roti, dan berdoa (ay 46), dan setiap kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama (ay 44). Masa itu, mereka tidak hidup dalam ketakutan, mereka bergantung penuh pada Tuhan. Mereka hidup saling mendoakan, menguatkan, dan berbagi kepada sesama.

Bagaimana anda menghadapi hari-hari ini? Mari kita belajar dari cara hidup jemaat mula-mula. Meskipun keadaan semakin menekan, perekonomian semakin melemah, tetapi kita tidak boleh dikuasai oleh ketakutan. Kita harus tetap bergantung penuh kepada Tuhan. Biarlah rasa aman kita di dalam tangan-Nya.

Mari sama-sama berdoa untuk meminta perlindungan Tuhan atas keluarga kita dan bangsa ini. Ini saatnya gereja Tuhan bangkit menjadi jawaban dan berkat. Dalam keadaan seperti ini, mari kita membantu dan melayani sesama. Jangan berdiam diri dan memikirkan diri sendiri. Mari kita saling mendoakan dan menguatkan mereka yang kehilangan pengharapan.

Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,  dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat.  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi:  darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.  Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah  sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan­. (Kisah Para Rasul 2:17-21)

Di akhir zaman ini, Tuhan akan bangkitkan pahlawan-pahlawan-Nya. Akan ada perkara-perkara ajaib yang akan Tuhan nyatakan lewat hidupmu.

Maukah anda dipakai Tuhan untuk jadi berkat? Mari berikan apa yang bisa kita berikan saat ini. Mari sama-sama berdoa secara berantai 24 jam untuk Indonesia dan gereja Tuhan. Mari kita memohonkan kemurahan Tuhan atas bangsa, gereja, dan keluarga kita.

Ini saatnya gereja Tuhan bangkit!

Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan (Bilangan 11:1).

Bangsa Israel adalah bangsa yang dikasihi Tuhan. Tetapi bangsa ini seringkali mengeluh. Mereka selalu mengungkit-ungkit masa lalu mereka di Mesir (Bilangan 11:4-6), padahal Tuhan sudah membebaskan mereka dari perbudakan. Mereka tidak mengucap syukur dengan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Itu yang akhirnya menimbulkan murka Tuhan atas mereka. Oleh sebab itu, Tuhan mendidik bangsa ini dengan api-Nya (Bil. 11:1). Didikan demi didikan Tuhan berikan kepada bangsa Israel supaya bangsa ini dapat memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.

Sudahkah Anda Bersyukur?

Sudahkah anda bersyukur dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu? ataukah kita seperti bangsa Israel yang seringkali mengeluh?

Bangsa Israel adalah gambaran kita semua. Kita seringkali mengeluh, marah, dan memberontak ketika ada ketidakadilan yang kita alami. Tetapi jikalau Kita masih suka marah, mengeluh, dan memberontak, kita tidak bisa dibawa Tuhan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Tuhan mau mendidik kita untuk mencapai level berikutnya; Tuhan rindu memakai hidup kita. Akan tetapi kita tidak bisa dipakai Tuhan, kalau karakter kita masih suka marah, memberontak, dan mengeluh. Maukah kamu didik dan diproses Tuhan? Tuhan Akan pakai hidupmu dan membawamu ke level yang lebih tinggi. Kita perlu api kudus Tuhan yang menyucikan dan mendidik kita. Kita perlu tuntunan Roh Kudus setiap hari untuk mengingatkan dan menemplak kita.

Berapa banyak kita mau dikosongkan?

Dikosongkan artinya mati buat semua kehendak dan daging kita, dan membiarkan semua mimpi dan kehendak Tuhan mengisi seluruh kehidupan Kita. Saat itulah Tuhan akan memakai kehidupan kita secara luar biasa.

Mari kita melakukan mimpi-mimpi Tuhan. Biarlah Yesus semakin besar dan “keakuan” kita semakin kecil. Jadilah orang yang mau dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya sampai ke ujung-ujung bumi.

Mengapa Alkitab patut untuk dipercayai? Mari kita sama-sama belajar sejarah terbentuknya Alkitab.

Pada jaman dahulu, media-media yang digunakan dalam penulisan alkitab antara lain:
-Tanah liat (Yehezkiel 4:1)
-Batu (Keluaran 24:12,Keluaran 34:1)
-Daun Papyrus(Wahyu 5:1)
-Perkamen (kulit anak domba yang disamak) (2 Timotius 4:13)
-Logam ( Keluaran 28:36)

Alkitab Perjanjian Lama sebagian ditulis dalam bahasa Ibrani dan beberapa ditulis dalam bahasa Aram ( Ezra 4-8,Daniel 2-7,Yeremia 10:11).

Dalam hal ini, bahasa Ibrani merupakan bahasa keintiman/bahasa personal. Bahasa ini mengungkapkan hati dan perasaan, bukan sekedar pikiran (penulisannya menggunakan lambang dan gambar).

Sedangkan Alkitab Perjanjian Baru
Ditulis dalam bahasa Yunani, yang merupakan bahasa intelek, bahasa pikiran, sehingga lebih mudah dipahami.

Kitab-kitab dalam Alkitab dikumpulkan dengan berdasarkan waktu penulisannya.

Kitab Ayub ditulis sekitar 2150 SM, Kitab Para nabi pada 700-600 SM, dan kemudian dilanjutkan lagi di 400 SM (Kitab Ezra,Nehemia,Maleakhi). Sehingga Alkitab Perjanjian Lama ditulis kurang lebih dalam waktu 1700 tahun.

Kitab Perjanjian Baru ditulis antara 50-100 M; Ada kemungkinan kitab Yakobus ditulis pertama kali 49 SM.

Ada pula kitab-kitab yang ditulis selama kurun waktu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut dengan kitab Apokripa, namun kitab Apokripa tidak bisa dimasukan di daftar kitab suci yang diinsipirasikan Tuhan, karena isinya tidak saling berkaitan satu sama lain dan penulisnya diragukan atau tidak jelas.

Pada 397 M diputuskan hanya 27 kitab Perjanjian Baru yang masuk syarat dalam Kanonisasi. Hal ini berdasarkan pertimbangan keterkaitan kitab-kitab tersebut satu sama lain, serta adanya pemilahan kitab yang tidak jelas penulisnya dan asal usul yang dari kitab-kitab tersebut.

Kenapa Alkitab banyak versi Penerjemahan?

Ada begitu banyak versi Alkitab yang saat ini kita temui. mengapa demikian? Semua itu tidak lepas dari sejarah penemuan dan penulisan kitab-kitab yang ada. Berikut fakta-fakta tentang Alkitab yang menjadi alasan mengapa ada banyak versi Alkitab :

1. Ada beberapa kitab yang ditemukan berasal dari gulungan laut mati.

2. Ditemukannya Papyri (ratusan naskah kitab yang ditemukan di dalam mumi buaya)

3. Ditulisnya Latin Vulgate (Kitab terjemahan Latin) pada tahun 382 M.

Kitab ini adalah hasil penelitian dan terjemahan seorang sarjana bernama Jerome. Beliau diminta oleh uskup Roma meneliti dan menerjemahkan secara akurat terjemahan latin kuno dari naskah2 bahasa Yunani dan Kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan dari bahasa ibrani yang ada.

4. Adanya Codex Sinaiticus yang ditulis 330 M

yangk ditemukan di gunung Sinai di sebuah biara St Chaterine.

5. Adanya Codex Vaticanus

Naskah kitaby dikubur di perpustakaan Vatikan di Roma, yang kemudian ditemukan pada tahun 1481. Kaisar Constantine, Kaisar yang berkuasa pada masa itu, membuat 50 copy alkitab yang sebelumnya dilarang keras untuk di copy.

6. Adanya Codex Alexandria /Alexandrinus.

Naskah ini di copy di mesir pada 450 masehi, yang kemudian naskah ini jatuh ke penguasa Alexandria dan dipindahkan ke museum Inggris tahun 1757.

7. Terjemahan King James Version dalam kurun 500 tahun terakhir.

Kingjames version di terjemahkan karena Raja James 1 Inggris kurang memahami / menyukai terjemahan Alkitab Jenewa (William Whittingham saudara ipar John Calvin).

Akhirnya 54 orang ditunjuk sebagai penerjemah Alkitab di tanggal 22 juli 1604. 54 orang ini dibagi menjadi enam tim: 2 Tim bekerja di Westminster, 2 tim di chambridge, sedangkan 2 tim lagi bekerja di oxford. Mereka menerjemahkan dari Alkitab Uskup Agung Caterbury dan menyesuaikan isinya sesuai dengan perkembangan tata bahasa yang ada dan diteliti dengan seksama.

Alkitab King James version menjadi Alkitab yang sangat populer (termasuk menjadi panduan saya dalam mengajar).
Dan juga muncul terjemahan-terjemahan lainnya, seperti Living Bible, yang ditulis dan dipublikasikan oleh Kenneth Taylor. Kitab ini muncul dengan bahasanya yang mudah dipahami anak-anak.

Oleh sebab itu, Saya berkeyakinan teguh mustahil Alkitab adalah karya manusia semata.

Doktrin adalah pemikiran sudut pandang Alkitab. Di masa mula-mula munculnya, doktrin yang beredar mengatakan bahwa Bapa gereja mustahil salah (manusia bisa saja salah, tetapi hanya Tuhan yang tidak bisa salah). Lalu muncullah tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Wycliffe yang menentang doktrin kedaulatan paus tersebut, dan mendeklaraskan bahwa Alkitab adalah kekuasaan tunggal bagi orang percaya, bukan pemimpin gereja.

Gereja ini dibesarkan dari Teology Reform, namun disamping itu juga menerima karya-karya Roh Kudus dalam kehidupan iman orang percaya. Doktrin Calvinis dan Doktrin armenian memiliki sudut pandang berbeda dalam melihat sebuah hal. Doktrin Calvinis lebih kearah kedaulatan Tuhan dalam segala hal dalam hal ini menjadi acuan dalam kehidupan gereja ini. Walau demikian, cara pandang Armenian menambahkam dimensi baru dalam berpikir dari sisi yg berbeda. Namun, sekali lagi, hanya Alkitab tidak pernah salah.

Menurut saya ada 3 hal yang tidak bisa di ganggu gugat:
1.Keselamatan hanyalah melalui Kristus Yesus.
2.Yesus Kristus adalah Allah sendiri
3.Keselamatan adalah Anugrah semata melalui iman kepada Kristus.

Saya dahulu berpikir secara logika mengenai Tuhan Yesus dan mencari Tuhan Yesus berdasarkan penguasaan doktrin reform dan Calvinis yang saya miliki (dari lahir sampai kuliah dari gereja aliran Reform). Lalu ternyata dalam perjalannya, saya mengalami sebuah peristiwa perjumpaan yang indah yang tidak bisa saya ungkapkan. Justru sewaktu saya kuliah dan bergereja di Gereja Kharismatik/Pentakosta, dimana dalam sebuah kebaktian minggu yang saya ikuti, saya mengalami lumpuh satu kaki. Ketika itu, saya disembuhkan secara ajaib; Bukan oleh pendeta, tetapi saat saya hanya bernyanyi dan memuji Tuhan Yesus. Betapa bersukacitanya saya waktu itu. Sungguh perjumpaan yang indah, dan saya semakin mencintai kebenaran2 Firman Tuhan. Saya yang sebelumnya mempelajari Firman hanya berpatok pada text book, Saya merasakan Firman Tuhan itu hidup, bekerja dan menjamah saya.

Percayakah anda kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?

Jika anda percaya, maka keselamatan anda dijamin oleh Tuhan Yesus. Keselamatan yang bisa hilang adalah keselamatan yang tidak sempurna (mudah-mudahan selamat).

Saya berkeyakinan teguh Tuhan Yesus sudah menebus dosa lama (past sin) saya, dosa saya yang sekarang (present sin) dan dosa saya yang akan datang (future sin).

Tetapi saya berkeyakinan penuh bahwa Keselamatan adalah Anugrah Tuhan yang bernilai dan tidak murahan, yang memerlukan tanggungjawab yang besar dalam diri saya untuk hidup seturut perintah Tuhan, yang tentunya dalam pengendalian dan tuntunan Tuhan Yesus yang sempurna.

Tuhan Yesus sudah jamin hidup saudara. Maukah engkau percaya penuh kepadaNya?

Bacaan : Yehezkiel 24:1-14

Oleh sebab itu beginilah firman Allah: Celakalah kota yang penuh hutang darah, kuali yang berkarat didalamnya dan karatnya tidak hilang dari padanya!Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa memilih-milih. (Yehezkiel 24:6)

Yehezkiel 24:1-14 berbicara tentang kuali yang berkarat. Tahukah anda bahwa kuali itu juga bisa menggambarkan pikiran kita? Pikiran kitapun bisa “berkarat” dan dipenuhi dengan dosa. Pikiran-pikiran jahat yang tidak segera kita bereskan akan merusak kita. Kepahitan, kebencian, kecemaran, luka2 di masa lampau dan lain sebagainya, menempel di dalam pikiran kita dan apapun yang baik masuk kedalamnya akan tampak sia2. Semua akan ikut menjadi rusak.

JANGAN BIARKAN PIKIRANMU BERKARAT!

Orang yang memiliki pikiran yang berkarat adalah orang yang sudah menerima Yesus dalam hidupnya, tetapi cara pikirnya masih perlu diubahkan (metanoia) ; masih menggunakan cara pemikirannya yang lama. Mereka mengingat dan memperkarakan perkara-perkara lampau dan hidup dalam kepahitan sedang kehidupan terus berubah dan orang lainpun terus mengalami pertumbuhan. Pikirannya masih terpaku dalam masa lalunya.

Setiap kita punya cara masing-masing untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus. Untuk dapat mengenal Kristus yang benar tentu saja kita harus taat pada kedaulatan FirmanNya ( Firman Tuhan jauh lebih tinggi dari kesaksian sehebat apapun juga. Dan jika kesaksian itu bertentangan dengan Firman Tuhan tentu bukan berasal dari Tuhan).

Dalam mendalami Firman Tuhan ada beberapa sudut pandang. Karena itu, bukan hak kita untuk menghakimi sudut padang orang lain untuk memahami Firman Tuhan selagi sudut pandang itu tidak menyimpang/mengartikan Firman Tuhan seenaknya sendiri.

Janganlah paksakan cara pandang kita dan menganggapnya sebagai yang paling benar dari orang lain. Pernyataan di atas tidak berarti bahwa kita boleh secara ngawur dan subyektif menafsirkan ayat-ayat Alkitab menurut apa yang kita pandang benar. Penafsiran yang salah adalah jelas kesesatan, walau yang dikutip adalah Alkitab. Beberapa bidat yang palsu juga menggunakan Alkitab, tetapi mereka memutarbalikkan kebenaran di dalamnya (2 Pet 3:16).

Ada yang sangat diberkati dengan pemahaman firman Tuhan yang sudah diringkas  menjadi Firman Tuhan yang  sederhana namun mengena, adapula yang diberkati lewat pemahaman Firman Tuhan yang dieksposisi lebih dalam dan inipun sangat memberkati orang yang mendengarnya.

Tidak semua orang memiliki tingkat intelektual yang sama dan karakter pendengar Firman Tuhanpun berbeda beda. Yang paling penting adalah pemikiran kita harus selalu diarahkan kepada Kristus; harus selalu sejalan dengan pikiran Kristus.

BUANG SEMUA KERAK DARI KUALIMU

Yesus ingin kita mengalami tiap pengalaman dengan-Nya. Kita tidak akan bisa melaju dalam Tuhan jika Kita masih menyimpan “Kerak” dalam pikiran Kita. Kerak berbicara dendam, luka, masa lalu yang belum dibereskan. Lepaskan pengampunan dan jadilah pribadi yang mau diubahkan.

Bagaimana caranya? bakarlah “kuali” (pikiran)-mu dengan Roh Kudus; biarkan Roh Kudus tinggal dalam hidupmu dan mengubahkan hidup kita. Tambahkan doa. Dengan Kita hidup dalam doa dan hidup dalam keintiman dengan Tuhan sanggup mengubahkan kita semakin serupa dengan Kristus.

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:43-45)

Seseorang dilihat dari buah yang dihasilkannya. Tidak ada buah yang baik dari pohon yang tidak baik.
Hari-hari ini Iblis pandai memanipulasi anak Tuhan dengan hal-hal menyenangkan dan tampaknya baik, tetapi hanya dari buahnyalah kita dapat melihat apa itu benar-benat baik atau tidak.

Hanya, banyak orang yang demi dikenal baik, mereka memanipulasi diri mereka dengan tampaknya dari luar menghasilkan buah yang baik, dengan membungkus dirinya menjadi sangat rohani dan sepertinya mencintai Tuhan, tetapi ternyata tidak ada Tuhan dalam hidupnya. Buahnya tampak baik, tetapi dalamnya kosong/busuk.

Dibutuhkan ahli buah. karena hanya ahli buah yang mengerti buah yang benar dan yang enak; Yesus adalah ahli buah yang sesungguhnya.

Sebab itu, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Hanya dengan demikian, kita dapat memahami buah mana yang sungguh-sungguh baik dan tidak.

Buah yang baik dihasilkan dari pohon yang baik. Pohon yang baik tidak mungkin menghasilkan buah gosip dan buah sakit hati. Pohon yang baik menghasilkan Buah buah kasih dan damai sejahtera.

Hari-hari ini kita mendengar ada penyebaran virus di Cina. Kita sebagai anak Tuhan pun perlu berhati-hati, karena anak-anak Tuhan sangat mudah terserang virus: Virus dosa, virus gossip, virus kepahitan! Dan virus itu akan cpat menyebar jika kita tidak segera diisolasi/dikarantina.

Jangan sembarangan makan buah!

Virus tidak menyebar dengan begitu saja.. virus butuh inang/perantara.. Dan jika kita makan buah yang menjadi inang dari virus itu, maka dengan mudah kita akan tertular penyakit. Untuk itu, kita perlu menaikkan daya tahan tubuh rohani Kita! Sehingga virus apapun tidak mudah menyerang kita.

Mari kita sungguh-sungguh alami perubahan karena perjumpaan dengan Tuhan.

Tinggallah di dalam Yesus, dan Yesus di dalam Kita, kita Akan jadi ranting dipohonnya Tuhan, yang menghasilkan buah-buah yang baik.

Kita yang dulunya menjadi “ranting” dari pohon dosa, kepahitan, luka, akan dicabut, dann dicangkokkan kepada pokok anggur yang benar (Yesus).

Kita akan jadi pribadi yang sanggup melawan dosa, dan berani menceritakan kebenaran. Kita akan jadi berkat yang memancarkan terang Kristus jika kita tinggal di dalam pokok anggur yang benar.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:4)

Bacaan : Hakim-Hakim 6 : 1-40

Gideon adalah salah satu orang yang dipilih Tuhan untuk melindungi Bangsa Israel. Seorang yang dipilih Tuhan pasti memiliki pergumulan. Sebab menjadi seorang yang dipilih memiliki konsekuensi dan tanggungjawab yang lebih besar. Gideon pada awal dipanggil untuk menjadi hakim bagi bangsa Israel, dia merasa tidak percaya diri, sebab dia berasal dari bangsa yang paling kecil dan dia adalah anak termuda dalam keluarganya (ay 15). Tetapi Tuhan meyakinnya dengan berkata, “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” (ay 16).

Sekalipun Gideon meminta tanda kepada Tuhan, tetapi akhirnya dia taat akan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Dia memahami tujuan hidupnya, dan dia mengerjakan panggilan Tuhan dengan segenap hati.

Sudahkah kamu menemukan tujuan hidupmu? Dan sudahkah tujuan hidupmu sesuai dengan Firman Tuhan? Tujuan hidup kita dalam Tuhan adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Gideon tahu cara menyenangkan hati Tuhan dengan panggilannya pada waktu itu. Tuhan tahu apa yang ada di hati manusia. Tuhan memilih orang yang sungguh-sunguh memuliakan nama Tuhan.

Dalam Hakim-Hakim 7:2-5, Tuhan menyeleksi pasukan Gideon dari 32.000 orang menjadi 300 orang untuk melawan Midian. Seleksi Tuhan yang terakhir ditentukan dari cara minum; Tuhan memilih pasukan yang meminum air dengan cara menghirup air dari tangan mereka. Cara minum ini berbicara tentang hati manusia. Pasukan yang minum air langsung dengan lidahnya berbicara tentang hati yang suka terburu-buru, tidak sabaran, orang yang tidak bisa menanti. Bahaya jika orang seperti ini masuk dalam peperangan; mereka bisa tergesa-gesa dan merusak strategi perang.

Kita perlu sabar menanti janji Tuhan, karena itu pasti akan digenapi sesuai dengan waktuNya, caraNya dan ketika kita siap menerimanya.

Dari 300 pasukan yang sudah dipilih Tuhan, Gideon membaginya lagi; 100 orang bersama Gideon menuju ke perkemahan orang Midian, dan 200 orang bersorak-sorak di sekeliling perkemahan (Hak. 7:19-20). Karena itulah pasukan Midian menjadi kacau balau dan Gideon menang melawan Midian. 200 orang di sekitar perkemahan berbicara tentang orang-orang yang berdoa. Doa mengalahkan musuh-musuh Gideon. Karena doa adalah bagian yang penting untuk memenangkan peperangan.

Doa mendatangkan otoritas. Karena itu kita harus menjadi gereja yang berdoa, sehingga kita memiliki otoritas untuk menjagai gereja Tuhan dari semua tipu daya Iblis. Gereja yang tidak berdoa akan membuka celah, dan dengan mudah disesatkan oleh rupa-rupa dunia ini.

Siapkah anda masuk dalam Api Kebangunan Tuhan?

Untuk sebuah kebangunan dibutuhkan orang-orang yang bersedia diutus oleh Tuhan. Orang yang bersedia memberikan mimpi-mimpinya kepada Tuhan dan memberikan segalanya untuk kemuliaan nama Tuhan; dimana Tuhan harus semakin bertambah, dan aku yang semakin berkurang.

Mari kita menjadi gereja yang Ang, yaitu gereja yang memiliki amanat Kristus, dimana kita menjangkau jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan. Lakukan pekerjaan Tuhan! Ladang sudah menguning, maukah kamu menjadi yang terpilih diantara orang yang dipanggil oleh Tuhan mengerjakan semua kerinduanNya?

Mari jadi pelaku Kasih, yang mengasihi dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata. Sebab kasih dengan tindakan jauh lebih berbicara daripada hanya sebuah cerita tentang Kasih.

Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan. (Bilangan 5 :14-15)

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita perlu senantiasa berjaga-jaga. Karena hari-hari ini banyak hal yang dapat membuka celah, dan orang-orang yang membuka celah ini rentan dikuasai oleh roh jahat. Salah satu roh jahat yang sering bekerja hari-hari ini adalah roh kecemburuan/iri hati. Orang yang dikuasai oleh roh ini akan menjadi cemburu dengan banyak hal dan orang-orang di sekitarnya.

Ada banyak orang terikat yang merasa dirinya sulit untuk lepas. Mungkin sudah berkali-kali pergi ke KKR dan doa pelepasan, namun kembali jatuh dalam dosa yang sama, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ini bukan hanya tentang kebiasaan buruk, tetapi ada pekerjaan roh jahat di baliknya. Karena itu, penting bagi kita menjaga hati kita. Hati seperti rumah kita; jangan biarkan rumah kita kosong dan iblis menguasainya.

Orang yang dikuasai oleh kecemburuan ini hidupnya dipenuhi dengan ketakutan. Jikalau ketakutan ini menguasai hidupnya, maka hidupnya menjadi tidak efektif dan tidak berbuah. Oleh karena itu, roh cemburu dan roh ketakutan harus dibebaskan dari hidupnya.

Untuk bisa dibebaskan dari keterikatan, kita perlu datang kepada Tuhan dan meminta kepadaNya.

Tuhan akan memberikan kita kuasa untuk bebas dari setiap keterikatan kita dan kuasa roh jahat. Jangan menggunakan kekuatanmu sendiri, tetapi mintalah hikmat dari Roh Kudus dan aktifkan kuasa Roh Kudus dalam dirimu. Kuasa Roh Kudus akan membantu kamu lepas dari setiap keterikatan yang membelenggu hidupmu.

Dalam kisah sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19), mereka berteriak kepada Yesus “Yesus, Guru, Kasihanilah kami”. Ketika mereka dalam ketidakberdayaan mereka, mereka mau sembuh dari penyakitnya, mereka tahu kepada siapa mereka berseru minta tolong. Dan hanya di dalam perjalanan mereka menuju kepada imam-imam, mereka menjadi sembuh. Bukankah semua yang terikat sama seperti orang-orang kusta ini. Datang kepada Tuhan, berserulah kepada Yesus. Dia sanggup menyembuhkan dan membebaskan setiap kita.

Dalam ketidakberdayaan kita, dalam sakit yang kita alami, yang kita butuhkan hanya YESUS. Karena hanya di dalam kuasa Yesus kita akan dipulihkan, kita akan disembuhkan.

Maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab Tuhan, Allahmu mencoba kamu untuk mengetahui apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, Allahmu, segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya kamu harus berbakti dan berpaut. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari tanah perbudakan – dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (Ulangan 13:3-5)

Hari-hari ini banyak orang lebih mempercayai karunia seseorang, kehebatan seseorang, daripada percaya kepada kuasa Tuhan. Sehingga tidak sedikit anak Tuhan yang ngakunya percaya Tuhan, tetapi punya banyak berhala; mereka percaya pada ramalan, dukun, ataupun suhu. Kepercayaan kita akan hal-hal itu adalah kekejian di mata Tuhan, dan itu sungguh dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan.

Berhala juga berbicara tentang sesuatu atau seseorang yang kita gantungi dalam hidup kita.  Bahkan Anak kita, keluarga kita, dan harta kita juga bisa menjadi berhala dalam hidup kita. Mereka merasa bahwa tidak menemukan rasa aman dalam hidupnya.

Rasa Aman Kita di Tangan Tuhan

Rasa aman terbesar kita seharusnya ada dalam tangan Tuhan; Bukan di deposito yang besar, pencapaian karier tertinggi, atau keluarga yang jauh dari masalah. Kita harus menyadari rasa aman kita, karena jika tidak, Iblis akan mengambil kesempatan dan membuat kita jauh dari Tuhan.

Tuhan mau kita hidup dalam berkat yang disediakan-Nya; Dia tidak mau kita hidup dalam kutuk. Karena itu, mari kita menjaga dengan baik seluruh kehidupan kita. Sama halnya dengan seorang yang memiliki riwayat keluarga keturunan Diabetes. Dia bisa tidak terkena diabetes jika dia dapat mengendalikan apa yang dimakannya. Mengendalikan diri itu penting. Jika kita tidak dapat mengendalikan diri, kita bisa binasa.

Hidup dalam perjanjian berkat pun demikian, kita harus mampu menjaga hidup kita: Jaga perkataan kita. Katakan yang baik-baik, katakan hal-hal yang membangun dan memberkati orang lain, jangan mengutuki orang lain. Hati-hati dengan apa yang kita tabur, karena kelak kita akan menuai apa yang kita tabur.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diriNya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (Efesus 5:1-3)

Berkat Tuhan tidak selalu berbicara tentang menjadi kaya atau memiliki banyak harta. Ada banyak berkat yang Tuhan bisa dalam kehidupan kita. Berkat Tuhan bisa juga berupa kesehatan, pernikahan, atau kesempatan untuk melayani Tuhan. Untuk menikmati semuanya itu, kita harus belajar untuk mau terus dimurnikan oleh Tuhan. Mintalah hati yang rela untuk diproses dan dimurnikan oleh Tuhan.

Tuhan tidak bangga dengan orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, tetapi Tuhan bangga dengan orang berdosa yang bisa bangkit dari dosa-dosanya.  

Mari kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan terus melakukan kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan bukan untuk digembor-gemborkan supaya orang melihat kita baik. Karena kebaikan yang diceritakan tidak akan menjadi dampak, Kebaikan yang diceritakan bukanlah kebaikan. Menjadi anak Tuhan yang semakin dewasa semakin merunduk, semakin rendah hati.

Alami Hidup penuh kemenangan bersama dengan Kristus. Miliki rasa aman di dalam Dia, dan jadilah anak Tuhan yang dewasa, jadilah anak Tuhan yang bangkit!

TOP