SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Archive from category "Sermons"
  • Page 3
26 October 2026

Category: Sermons

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Lepaskan Berhalamu!

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Maksudku ialah : hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. (Galatia 5:16-18)

Rasul Paulus berbicara tentang hidup menurut Roh atau daging. Keduanya saling bertentangan, dan sebagai anak Tuhan, kita harus belajar menyalibkan kedagingan kita yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Hari-hari ini banyak orang Kristen yang ngakunya anak Tuhan, tetapi ternyata ada berhala-berhala dalam hidupnya.

Di perjanjian lama, berhala-berhala digambarkan dengan patung-patung atau dewa-dewa. Di masa sekarang, berhala bisa berbicara banyak hal yang lebih kita utamakan dibandingkan Tuhan dalam hidup kita, dan itu sangat menghambat pertumbuhan rohani kita.

Apa saja hal yang bisa menjadi berhala kita?

Penerimaan

Kita sangat mengutamakan penerimaan dan persetujuan orang lain akan apa yang kita putuskan, dan tidak bertanya kepada Tuhan. Kita hidup dari apa kata orang lain tentang kita dibandingkan apa kata Tuhan tentang kita. Tujuan hidup kita tidak lagi diselaraskan dengan tujuan Tuhan, melainkan apa yang orang lain katakan. Seringkali tidak dapat menolak orang lain, atau kondisi hati yang sangat buruk jika menolak orang lain.  Ini membuat kita tidak bisa mengikuti jalan-jalan Tuhan.

Posisi/Jabatan/Kekuasaan

Kita menjadi berambisi untuk mendapatkan posisi tertentu. Berebut mencari kekuasan dengan menghalalkan segala macam cara. Hidupnya digerakkan dengan mencari pengakuan melalui jabatan dan kekuasaan. Ini juga menjadi salah satu alasan kejatuhan Lucifer; karena dia berambisi dengan jabatan dan kekuatan, dia ingin menjadi sama seperti Tuhan (Yesaya 14:12-14).

Promosi itu datangnya dari Tuhan. Jangan ambisius untuk mendapatkan jabatan, karena Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk mengangkat kita.

Tuhan mau kita memiliki kerendahan hati (Matius 23:11). Tidak perlu mencari pengakuan dari dunia ini. Kita harus sadari bahwa posisi kita sebagai Ahli Waris Kerajaan Surga adalah posisi yang luar biasa.

Pekerjaan / Pelayanan / Studi

Menjadi orang sibuk dengan perkerjaan/ pelayanan/ studi kita tanpa berfokus kepada Tuhan, pekerjaan/ pelayanan/ studi kita telah menjadi berhala bagi kita. Kita berfokus kepada pekerjaannya, bukan kepada Tuhan lagi, atau menjadi seorang yang melayani di banyak bidang, sehingga tidak fokus beribadah menemukan Tuhan. Kita suka pelayanan sana sini, tetapi justru itu membuat kita lupa bersekutu dan berdoa dengan Tuhan. Jangan seperti Martha yang sibuk melakukan ini dan itu, tapi jadilah Maria yang mengerti bahwa bagian terbaik adalah mendengarkan Tuhan.

Oleh karena itu, kita harus bisa seimbang dalam pelayanan dan pekerjaan dengan Tuhan. Jangan kita lupa siapa yang lebih penting dari semua pelayanan kita.  

Keluarga

Keluarga juga bisa menjadi berhala bagi kita. Kita lebih mencintai kelurga kita daripada Yesus. Banyak anak-anak Tuhan yang lebih mementingkan kata-kata keluarganya daripada mendengarkan kata Tuhan terhadapnya. Baik dalam melayani Tuhan, mengikuti panggilan Tuhan, ataupun mengambil keputusan untuk sungguh-sungguh sama Tuhan. Berhala ini membuat kita tidak bisa memenuhi kerinduan Tuhan buat hidup kita, karena seringkali kita tidak mendengarkan Tuhan dan lebih mendengarkan apa kata keluarga kita.

Kekayaan / Materi

Orang dengan berhala ini adalah penganut Teologi kemakmuran. Harta dan kekayaannya menjadi berhala dan lebih diutamakan daripada Tuhan. Tidak suka memberikan persembahan buat Tuhan, karena sayang dengan uangnya. Lebih baik mencari banyak uang dan terus bekerja cari uang daripada pergi beribadah.

Gereja / Denominasi

Gereja juga bisa menjadi berhala, ketika kita terlalu mengkhususkan nama gereja, denominasi, aliran, atau kita terlalu mengagungkan hamba Tuhan daripada Tuhan. Bahkan ada yang sampai selalu menyetujui semua pengajarannya dan tidak menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Hobi dan Me Time

Hobi-hobi kita bisa menjadi berhala juga dalam hidup kita, misalnya mengidolakan Bintang Film berlebihan, main handphone, intenet, atau games terus menerus, dan tidak punya waktu untuk Tuhan. menghabiskan semua waktu untuk kepuasan diri sendiri, dan tidak memiliki tujuan ke arah Tuhan.

Mari kita sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan. Jangan kita memiliki berhala dan bersahabat dengan dunia ini. Sebab Firman Tuhan katakan, Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yakobus 4:4). Tuhan mau kita hidup dan hati kita utuh diberikan untuk Tuhan.

Jangan kuatir dengan segala sesuatu, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Mungkin kita tidak sadar memiliki berhala-berhala dalam hidup kita, hari ini mari kita sadari dan lepaskan semua berhala kita, dan Tuhan yang akan memegang hidup kita.

BerhalaChristin JedidahGerejaHobiJabatanKekayaanKekuasaanKeluargaPenerimaan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Mengenal Yesus

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Matius 16 : 5 – 12 (Tentang ragi Orang Farisi dan Saduki)

Dalam Matius 16 : 5 -12, Yesus menjelaskan kepada murid-muridNya untuk tidak mengikuti cara-cara Orang Farisi dan Saduki. Yesus berbicara kepada murid-muridNya melalui perumpamaan ragi. Tetapi rupanya murid-muridnya salah menangkap apa yang Yesus katakan; Murid-muridNya tidak sungguh-sungguh memahai Yesus sebagai orang yang selama ini dekat dengan mereka. Bahkan dalam Matius 16:5-12 Yesus kembali mengingatkan mereka tentang kejadian dan mujizat-mujizat yang mereka lihat dan rasakan bersama dengan Yesus. Mereka bersama dengan Yesus, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Sudahkah kita sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus dan mengenal rencanaNya dalam hidup kita?

Dalam Markus 8:14-21, yang juga bercerita tentang Yesus yang memperingatkan murid-muridNya tentang ragi Orang Farisi dan Saduki, Yesus mengatakan “kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidak ingat lagi,..” (ayat 18). Terkadang kita seperti murid-murid Yesus. Kita mungkin mengaku anak Tuhan, tetapi seringkali kita tidak bisa melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib, kita juga tidak mendengarkan Tuhan dengan baik.

Yesus mengecam pada Ahli Taurat dan Orang Farisi karena mereka begitu mengikuti tradisi keagamaan, tetapi tidak sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus.

Mereka selalu protes kepada Yesus karena merasa Yesus tidak mematuhi hukum taurat: ketika Yesus makan bersama dengan pemungut cukai (Matius 9:11), ketika murid-muridNya memetik gandum pada hari Sabat (Matius 12:2), Ketika Yesus tidak membasuh tangan ketika makan (Markus 7:3). Mereka terlalu berpegang kepada tradisi, dan mengira Yesus telah melanggar dan mengacaukan hukum taurat yang selama ini mereka pegang.

Hati-hati dengan kebiasaan Orang Farisi ini! Mereka rajin beribadah, bahkan hafal semua isi kitab, tetapi tidak hidup dibawah pimpinan Tuhan. Mereka suka menceritakan isi Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya (Matius 23:1); semua dilakukannya supaya dilihat oleh orang lain dan dipandang hebat. Jangan menjadi orang Kristen Farisi! Yang hidupnya hanya penuh dengan pencitraan dan penghormatan diri sendiri. Jika kita diberi kesempatan untuk melayani, biarlah semua penghormatan hanya milik Tuhan.

Kita seringkali berpikir apa yang orang lain pikirkan tentang kita, tetapi kita yang perlu kita pikirkan adalah “Apa yang Tuhan pikirkan tentang Saya”.

Bergantung dengan apa opini orang lain, tetapi tidak mengindahkan apa yang Tuhan katakan. Seperti itulah sifat orang Farisi dan ahli taurat. Ketika kita selalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, kita hanya akan berfokus pada diri sendiri dan akan mengusahakan diri terlihat baik (pencitraan). Hati-hati terhadap jebakan sombong rohani! Bahkan hal rohani pun bisa menjadi sebuah kedok bagi kita meninggikan diri. Karena itu, kita harus senantiasa menjaga hati kita tetap murni di hadapan Tuhan.

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak, Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:7-8)

Mari kita menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Hasilkanlah buah-buah yang baik di hadapan Tuhan supaya jangan kita “ditebang” saat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Jangan biarkan hal-hal kecil yang bersifat buruk dalam hidup kita. Karena ketika kita biarkan, itu bisa menjadi dosa yang semakin berkembang dan berbuah-buah dalam hidup kita.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Karena itu, mari kita berikan yang terbaik buat Tuhan. Kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan mengasihiNya dengan segenap hati kita. Dengan kita sungguh-sungguh mengenalNya, maka kita mengerti kerinduan dan hatiNya bagi setiap kita.

 

Christin JedidahFarisiRagi FarisiTauratYesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Minyak Terbaik untuk Tuhan

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Ketika Yesus masuk ke Rumah orang Farisi, seorang wanita berdosa menangis di kakiNya, menyekanya dengan rambutnya, dan mengurapi kakiNya dengan minyak yang mahal. Banyak orang yang tidak mengindahkan tindakan wanita ini; karena dia seorang pendosa, dan minyak mahal seharga 300 dinar yang dipakainya itu dianggap terlalu boros untuk mengurapi kaki Yesus (300 dinar pada waktu itu senilai gaji 1 Tahun).

Tetapi Yesus terkesan dengan tindakan wanita ini. Disaat orang Farisi pemilik rumah itu tidak membasuh kaki Yesus, tetapi wanita ini memberikan minyak wangi terbaik untuk diberikan kepada Yesus. Bahkan Yesus berkata, perbuatan wanita ini akan dikenang sepanjang masa.

Seberapa besar rasa syukur kita, menentukan apa yang kita lakukan buat Tuhan.

Wanita itu mengerti arti mengucap syukur atas anugerah Tuhan. Sehingga dia memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Berbeda dengan Yudas yang suka hitung-hitungan, bahkan untuk sesuatu yang diberikan untuk Tuhan.

Sudahkah kita memberikan minyak yang terbaik buat Tuhan?

Minyak berbicara tentang sesuatu yang mahal, sesuatu yang berharga, sesuatu yang kita korbankan untuk Tuhan. Jadilah seperti wanita itu, yang mencurahkan semua yang berharga di kaki Tuhan. Sesuatu yang berharga bagi kita mungkin berbicara tentang keluarga, uang, dosa kita, sifat / kebiasaan-kebiasaan buruk atau bahkan diri kita sndiri, mari kita belajar serahkan semuanya kepada Tuhan.

Minyak berbicara pengorbanan kita. Ketika dalam hidup ini kita memilih kehendakNya di atas kehendak kita sndiri, ketika kita rela daging kita dihabiskan supaya Tuhan disenangkan, dan ketika kita belajar taat akan stiap apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Yohanes 21:18-23

Seorang Petrus yang suka kepo (ingin tahu) dengan urusan orang lain yang bukan urusannya. Petrus menggunakan pikirannya sendiri menafsirkan apa yang Yesus katakan dan menyebarkannya. Sehingga menjadi gosip di antara murid-murid. Mari kita jangan berpegang dengan pemikiran diri sendiri. Mari kita berhati-hati dengan pemikiran kita, karena belum tentu yang kita pikirkan benar. Serahkan semua pemikiran kita kepada Tuhan, sebab itu juga bagian dari kita memberi yang terbaik untuk Tuhan.

Minyak yang terbaik bukan berbicara tentang berdoa & baca Firman Tuhan, tetapi Minyak kita yang terbaik adalah ketika kita berkorban untuk Tuhan, dan lewat pengorbanan kita, Tuhan disenangkan.

Evie MehitaMinyak WangiPengorbananPersembahanWanita Berdosa
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Emosi yang Rusak

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Hidup kita ini penuh dengan pilihan. Dalam setiap pilihan itu, tentunya kita mau apa yang kita pilih adalah yang hal tepat. Tetapi apa jadinya kalau kita memilih sesuatu saat emosi kita sedang rusak? Tentu semua pilihan, tindakan, dan keputusan kita pun jadi salah.

Kita perlu memberi perhatian lebih untuk “Emosi yang Rusak”. Emosi yang rusak adalah akibat dari luka masa lalu yang tidak kita bereskan, sehingga kita memiliki emosi yang tidak dapat kita kendalikan. Orang yang memiliki emosi yang rusak akan selalu haus akan penerimaan dan penghargaan orang lain, sehingga dia berusaha dengan keras untuk mencapainya bahkan dengan cara-cara yang salah. Bahayanya, emosi rusak dan hubungan rusak membuat kita mengambil keputusan dan tindakan yang salah sehingga seluruh jalan kehidupan kita tidak sesuai dengan destiny Tuhan.

Orang yang punya emosi yang rusak hidup dalam ketakutan; takut salah buat keputusan, takut salah memilih pasangan, takut salah memilih pekerjaan, takut kehilangan yang berlebihan.

Dalam Tuhan seharusnya kita tidak hidup dalam ketakutan

Semua ketakutan kita harus dilawan dengan kita belajar melangkah dengan Iman. Ketika kita mau menentukan pilihan pastikan apakah itu menyenangkan hatimu sendiri atau menyenangkan hati Tuhan. Tentu pilihan yang benar tolak ukurnya adalah sesuai Firman Tuhan, ada damai sejahtera, dan pastikan pilihanmu itu menyenangkan hati Tuhan.

Mintalah nasehat-nasehat yang benar dari orang-orang yang dapat dipercaya dalam hal kerohanian.

Jangan sembarangan minta nasehat orang yang tidak mengenal Tuhan; itu hanya akan menuntun kita kepada pilihan yang salah. Miliki penasehat di dalam Tuhan yang menuntun kamu dalam pilihan yang benar dalam Tuhan.

Emosi yang rusak merupakan sebuah belenggu bagi kita, yang membuat kita sulit untuk berubah dan menerima kasih karunia Tuhan, bahkan membuat kita tidak dapat berlari ke tujuan Tuhan yang ditetapkanNya bagi kita. Tetapi semua kembali kepada pribadi kita: Maukah kamu berubah? Berubah mengandung kata aktif, artinya perubahan kita adalah sebuah tindakan yang harus kita lakukan. Diperlukan usaha untuk berjuang melawannya supaya kita dipulihkan.

Belenggu-belenggu manusia:

Budos – Budak dosa

Hidupnya diikat oleh dosa. Dia mau lepas, tetapi tidak bisa. Sehingga dia menyerah dengan keadaan itu, dan terus melakukan dosanya. Hal ini juga berupa kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak dikuasai, sehingga berbuahkan dosa. Dan itu menjadi sebuah belenggu yang sulit untuk dilepaskan.

Belenggu Mamon

Orang yang dibelenggu mamon ciri-cirinya adalah materialistis dan hidupnya dikuasai oleh kekuatiran. Hidupnya selalu kuatir apa yang akan dimakan besok, kuatir akan masa depannya, kuatir dengan harta-harta yang dimilikinya. Dia dibelenggu oleh rasa berharganya terhadap materi.

Belenggu nafsu keinginan

Hidupnya penuh dengan keinginan. Semua yang diinginkan harus terjadi dan sesuai dengan keinginannya. Dia dibelenggu dalam hal Pasangan, Games, Makan, keterikatan Internet, Media sosial, Ikatan nafsu.

Hidup kita adalah pilihan: Apakah kita memutuskan jatuh dalam dosa dan melukai Tuhan atau menyangkal diri dari semuanya. Ketika ada masalah dalam hidup kita, Kita pilih diam dan bereskan dengan Tuhan ataukah kita memilih untuk pahit.

Orang yang emosinya rusak adalah orang yang memilih untuk pahit ketika masalah terjadi dalam hidupnya.

Emosi kita yang rusak harus disembuhkan oleh Tuhan, dan kesembuhan kita itu dimulai dari keputusan kita untuk mau sembuh. Perhatikan setiap keputusan kita! Jangan membuat keputusan yang dekat-dekat dengan dosa. Sepert Lot, dia meninggalkan Abraham dan membuat sebuah keputusan untuk dekat dengan Sodom dan Gomora, yang akhirnya menyeretnya masuk dalam dosa yang Tuhan dibenci oleh Tuhan.

Kita perlu menguasai daging kita; kita harus bisa mengontrol semua emosi kita. Karena itu, kita jangan memberi daging kita makan terus. Memberi makan daging berbicara kita kompromi dengan dosa, kita kompromi dengan kebiasaan buruk, dan akhirnya membuat kita jatuh. Kita harus perbesar roh kita; kasih makan roh kita dengan lagu Rohani, doa dan Firman Tuhan. Sehingga roh kita jauh lebih mendominasi daripada perasaan kita.

Sebab beginilah Firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. (Amos 5:4-6)

Betel, Gilgal, dan Bersyeba adalah tempat yang pernah dipakai untuk bertemu dengan Tuhan. Itu adalah tempat-tempat yang luar biasa. Tetapi tempat-tempat itu pada akhirnya menjadi berhala; orang-orang lebih mengkhususkan tempat itu daripada mengutamakan Tuhan. Kita mungkin pernah mengalami pengalaman-pengalaman dengan Tuhan, tetapi yang terutama bukanlah pengalaman itu, tetapi Tuhan. Jangan punya Betel, Gilgal, atau Bersyeba dalam hidupmu, tetapi carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.

Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mulai memperhambakan diri lagi kepadanya (Galatia 4:9)

Kita sebagai orang yang pernah mengecap kebaikan Tuhan jangan mau lagi diperhamba oleh Roh dunia ini yang miskin dan lemah. Tetapi kalau Roh Tuhan ada dalam kita, kita adalah orang-orang yang kaya dengan Kasih KaruniaNya.  Emosi yang rusak adalah bagian dari roh yang miskin dan lemah itu, karena itu mari kita mau belajar dipulihkan hari ke hari bersama Tuhan.

 

BelengguBudak DosaEmosi RusakEvie MehitaPilihanTakut
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Elita Chandra : His(Story) Maker

Thursday, 16 January 2020 by Ellen Natalia

Setiap kita diciptakan untuk sebuah tujuan, dan Tuhan mau kita menghidupi tujuan Tuhan itu.  Untuk itu, kita perlu tahu apa yang menjadi Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berjumpa dengan tujuan Tuhan itu, hidup kita tidak akan sama lagi. Setiap kita dipanggil menjadi pekerja di ladang-Nya. Pekerja di Ladang Tuhan bukan hanya berbicara menjadi hamba Tuhan, tetapi kita mengerjakan bagian kita dimanapun Tuhan menempatkan kita.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2 : 8 – 10)

Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan punya tujuan baginya, yaitu menjadi pengelola dan menjadi kawan sekerja Tuhan. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk masuk Surga, tetapi untuk memenuhi panggilan kita yang semula yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Seperti Adam, Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan visi-Nya di muka bumi ini. Tuhan bukan mencari siapa yang bisa, tetapi Dia mencari orang yang mau.

Menjadi Kawan Sekerja Allah

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yehezkiel 22:30)

Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Tuhan; yang sepakat dan sevisi dengan Tuhan. Itulah tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dia mau kita semua ambil bagian dalam pekerjaanNya yang mulia. Tuhan sedang mencari orang yang mau untuk dipakaiNya.

Apakah kita mau menjadi Mitra Tuhan?

Tuhan kita bukanlah Tuhan pemaksa, Dia hanya akan memakai kita kalau kita mau melakukannya. Luarbiasanya Tuhan adalah bahwa Tuhan yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan kuasaNya, tetapi Dia tidak mau melakukannya tanpa manusia. Dia mau pakai manusia untuk menggenapi kerinduanNya.

Jangan tunda-tunda lagi untuk mengerjakan panggilanNya. Karena waktu akan segera berlalu, dan kita bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan kerinduan Tuhan. Tuhan mau kita dengan giat mengejar panggilan itu: Jadilah seorang pembuat sejarah dalam hidupmu.

Melihat kisah dari Triwira Daud (1 Samuel 22:1-2), semua Triwira Daud bukanlah berasal dari orang-orang yang hebat. Mereka adalah orang yang dulunya tinggal di Gua Adulam, sebuah tempat untuk orang-orang yang tidak berpengharapan. Tetapi mereka menjadi orang-orang yang berhasil menjadi pembuat sejarah; mereka meninggalkan masa lalu dan menjadi pahlawan Daud.

Meninggalkan masa lalu dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kerelaan dan mulai sesuatu yang baru bersama dengan Tuhan. Tanggalkan beban dan dosa kita. Mari Belajar serahkan semuanya. Ijinkan Tuhan memegang hidupmu menuju masa depan bersama Dia.

Rela dilatih dan diproses Tuhan

Mulailah berubah dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru dalam Tuhan. Dan semuanya dimulai ketika kita mau belajar berubah. Tinggalkan semua kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mari kita belajar untuk mau dilatih dan diproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hati yang berpaut kepada Tuhan

Rut menjadi menjadi seorang pembuat sejarah karena hatinya terpaut kepada Tuhan (Rut 1: 1-18). Dia mengambil sebuah pilihan yang benar dalam hidupnya. Perhatikan langkah-langkah hidup kita. Jangan anggap enteng keputusan-keputusan kita. Jangan pernah membuat keputusan ketika kamu emosi, sehingga kamu tidak membuat pilihan yang bodoh. Belajar libatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang harus kita ambil.

History Maker bukan tentang “aku”, Tetapi tentang “Dia”. Ketika kita mau dipakai Tuhan, Tuhan akan biasakan kita dengan tata tertib Kerajaan Tuhan. Asalkan kita mau, Tuhan yang sanggupkan kita dan kita bisa membuat pilihan-pilihan yang tepat bersama dengan Tuhan.

Elita ChandraHistory MakerMitra Kerja TuhanSejarah
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Meresponi Panggilan Tuhan

Monday, 12 August 2019 by Ellen Natalia

Di akhir jaman ini banyak penyimpangan yang terjadi di gereja-gereja Tuhan. Penyesatan dimana-mana, dan banyak sekali penyimpangan-penyimpangan ajaran di gereja Tuhan. Banyak jemaat Tuhan yang ke gereja karena mengidolakan hamba Tuhannya, bukan Tuhan yang dicari.

Gereja Tuhan hari-hari ini mempertontonkan pertunjukan-pertunjukan yang tidak sesuai dengan kebenaran, supaya menarik anak-anak muda. Banyak orang tidak sadar bahwa dia di tipu oleh penyesat- penyesat.  Bukan Tuhan yang disembah, tetapi hanya kedagingan mereka yang disenangkan.

Gereja sedang dalam kesakitan. Karena itu kita harus hidup dalam kebenaran yang murni. Kesesatan harus diberitakan, bukan hanya tentang berkat-berkat saja yang perlu dikumandangkan oleh gereja-gereja Tuhan.

Kita membutuhkan Revival. Revival bukan EO rohani, yang dikemas dengan pertunjukan mewah, artis-artis terkenal, atau musik yang spektakuler. Revival adalah hati yang berbalik kepada Kristus, hati yang bertobat, Hati yang diberikan kepada rencana dan kehendak Tuhan. 

Yunus dipanggil oleh Tuhan untuk memberitakan tentang Tuhan kepada Niniwe. Tetapi dia hendak melarikan diri ke Tarsis. Sehingga Tuhan mendidik Yunus, Tuhan membiarkan dirinya jatuh ke laut dan masuk dalam perut ikan selama 3 hari. Tuhan memanggilnya kembali ke panggilannya yang semula: memenangkan kota Niniwe, sehingga seluruh Niniwe mengenal Tuhan (Yunus 1:3).

Tuhan punya panggilan untuk setiap kita

Mungkin kita juga seperti Yunus, kita melarikan diri dari panggilan Tuhan. Tetapi Tuhan begitu rindu mempertahankan dan mengejar setiap kita. Tuhan sudah menyiapkan sebuah misi untuk kita kerjakan dalam hidup ini. Sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalankan misinya. Mereka mau mengatur hidup mereka sesuka hatinya.

Pada mulanya, Yunus dengan sengaja menaiki perahu yang tujuannya bukan ke Niniwe. Apakah kita juga demikian?

Jangan salah menaiki kapal! Ada kapal yang bisa membawa kita menuju panggilan kita, dan ada kapal yang bisa membuat kita jauh dari panggilan Tuhan. Ada kapal pesiar yang isinya orang2 kaya, mereka berpesta pora dalam kapal, sedangkan pelayan-pelayan bekerja keras untuk melayani orang-orang kaya itu. Berbeda dengan kapal perang.  Dalam kapal perang semua bergandengan tangan untuk menghadapi peperangan di depan mereka. Gereja Tuhan harusnya menjadi kapal perang, yang tujuannya membawa kita kepada kemenangan.

Banyak orang yang lari dari panggilannya. Tetapi Tuhan panggil lagi Yunus dengan cara-Nya.

Ini adalah sebuah proses penyadaran. Kalo kita ingin diangkat Tuhan, kita harus siap diproses dan dimurnikan Tuhan. Ketika Yunus mendapatkan panggilan yang kedua, Yunus taat dan melakukan apa yang Tuhan katakan. Ketika dia meresponi panggilan Tuhan, satu kota diselamatkan. Tuhan juga rindu memakai kita untuk menjadi alat-Nya menjangkau mereka yang terhilang.

Bagi tuhan, jiwa-jiwa itu sangat berharga. Mari ajak orang-orang sekeliling kita untuk mengenal Tuhan. Diperlukan orang-orang yang meresponi panggilan-Nya. Dibutuhkan orang-orang yang mau dipakai Tuhan menggenapi rencana-Nya yang besar. Maukah anda meresponinya?

 

Evie MehitaKemurnianPanggilanProses TuhanRespon
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Memberi yang Terbaik

Monday, 12 August 2019 by Ellen Natalia

Ketika kita datang ke gereja, sudahkah kita sungguh-sungguh menyembah Tuhan?  Ada kuasa dalam hadirat Tuhan ketika kita menyembahNya. Ketika kita sungguh-sungguh menyembah Dia dan mengalami Tuhan, Tuhan sanggup mengubahkan hidup kita. Maukah kamu memberikan yang terbaik? Ketika kita ada di hadirat Tuhan, kita pasti rindu memberikan yang terbaik: waktu, pelayanan, persembahan, hidup, dan semua yang berharga bagi kita.

Memberikan yang berharga kepada Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Tetapi itu akan menjadi mudah ketika kita mengalami perjumpaan dengan Kristus. Dalam Pperjumpaan dengan Kristus, itu akan mengubahkan hati kita dan fokus kita

Nabi Yeremia adalah nabi yang dipanggil pada saat masih muda. Dia tidak mudah bicara dan dia mengalami penolakan demi penolakan. Panggilannya untuk memberitakan suara Tuhan kepada bangsa Israel yang menolaknya pada waktu itu menjadi pergumulan baginya. Tetapi dalam pergumulannya, dia merelakan dirinya untuk  dibujuk oleh Tuhan (Yer 20:7). Dia rela menjadi tawanan Roh dan diikat dalam Tuhan, sehingga apapun yang terjadi dia tidak bisa lari dari panggilan Tuhan (Yer 20:8-9).

Banyak orang yang berpikir, Bahagia itu apabila kita mendapatkan sesuatu yang nampak: Nilai terbaik, uang banyak, punya pacar yang cantik/ganteng, menikah, memiliki anak, dan lain sebagainya. Tetapi kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita tinggal dalam Kristus

Menjadi bahagia adalah pilihan. Bahagia bukan di tentukan dari keadaan di sekeliling kita atau kondisi yang kita alami. Orang yang punya masalah bisa bahagia. Orang yang sakit pun juga bisa bahagia.

PILIH SAKIT ATAU BAHAGIA?

Tentu dengan kita bahagia, kita tidak terbeban dengan sakit Kita. Sebaliknya, ketika kita tidak bahagia, tubuh yang tidak sakit pun kita bisa rasakan sakit. Pilihlah sukacita dan Yesuslah yang akan menjadi kekuatan kita. Kehidupan serendah apapun tidak akan bisa menggoyahkan kta.

 

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN (Rat 3:22-26)

Yesus mengasihi kita dan kita adalah umat kesayangan Tuhan. Sudahkah kita berharap pada-Nya? Mari kita mau berkata, “Tuhan adalah bagianku” dan melakukan kehendakNya. Seperti seorang Bileam yg hanya mau melakukan apa yang Tuhan katakan kepadanya dengan taat (Bilangan 22).

Hiduplah sebagai umat-umat pilihan Tuhan. Kita cari perkenanan Tuhan dan kita membiarkan diri kita dibujuk dan ditawan oleh Kristus. Ikatan kita dengan Tuhan seperti ikatan pernikahan, yang didalamnya ada komitmen dan kita mengikatkan diri kita dengan sukarela, tanpa paksaan.  Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal (Yer 31:3). Karena itu, mari Kita berikan yang terbaik bagi Tuhan.

bahagiaChristin JedidahMemberi yang terbaiktawanan Roh
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Pertandingan yang Benar

Wednesday, 03 July 2019 by Ellen Natalia

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarang saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

1 Korintus  9:25-27

Hidup adalah sebuah pertandingan yang harus kita lalui. Kita bukan “pupuk bawang” dalam pertandingan. Pupuk bawang tidak mendapat hadiah, hanya sebagai penggembira dalam sebuah pertandingan. Tuhan mau kita hidup dalam pertandingan yang sesungguhnya, bukan hanya  penggembira. Kita bukan suporter yang “asal ada” dan tidak melakukan apapun.

Tidak semua pertandingan menghasilkan hadiah. Pertandingan yang tidak menghasilkan hadiah adalah pertandingan yang tidak benar. Kita harus melalui pertandingan yang goalnya adalah hadiah surgawi. Jangan kita bersusah payah di pertandingan yang tidak benar dan tidak mendapatkan apa-apa.

Sudahkah kita ada di pertandingan yang benar? Pertandingan yang benar tentu tujuannya jelas. Namun sayangnya banyak orang yang bertanding tanpa tujuan; ada yang berlari mengejar prestasi, atau omset di perusahaannya tapi tanpa tujuan yang benar (ay. 26). Apakah hidupmu suam? Mungkin kamu sedang berada pada pertandingan yang salah; kamu mengejar sesuatu yang salah. Yang kamu kejar adalah segala yang ada di dunia ini, sesuatu yang fana. Karena itu, kita perlu berlari mengejar visi yang benar di dalam gelanggang yang benar.

Ketika orang berlari dalam gelanggang yg benar, hidup orang itu akan berubah. Orang yang tahu panggilannya, hidupnya tidak akan sama lagi. Hidupnya pasti berapi-api untuk Tuhan.

Seorang pelari yang melihat lawannya jauh di belakangnya, merasa pede dan terlena dengan pujian penonton. Tetapi karena terlalu terlena dengan pujian penonton itu, dia tidak lagi berfokus pada pertandingannya. Dan tidak terasa musuhnya akhirnya menyusul dan menyalip dia. Dia tidak jadi menang dan tidak mendapatkan hadiah.

HATI YANG BERFOKUS ITU PENTING!

Di dalam pertandingan, kita perlu menguasai diri kita; kita tidak bisa sembarang mengambil keputusan. Kita harus berfokus pada tujuan kita. Berlari dengan bagus saja tidak cukup, kita harus hati-hati, harus berfokus. Jangan kita menjadi kalah karena kita “menoleh” ke arah yang lain. Apa fokus hidupmu? Tuhan? Atau Penonton? Atau Musuhmu? Janganlah fokus hidup kita menjadi salah. Karena ketika kita salah, maka kita tidak bisa memenangkan setiap “pertandingan” dalam hidup kita.

Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yakobus 1:8)

Orang yang tidak berfokus pada tujuan, hidupnya tidak akan tenang. Hati manusia mudah sekali berubah dan mendua hati. Karena itu, kita harus terus mengalami Kristus dalam hidup kita. Kita bawa anak-anak rohani dan jasmani kita untuk terus mengalami Kristus.

Ada banyak anak Tuhan yang awalnya murni dan berapi-api buat Tuhan. Tapi baru setahun “ditempa” Tuhan langsung menyerah. Hatinya mulai berubah dan tidak lagi sungguh-sungguh sama Tuhan. Apa itu mental yang diinginkan Tuhan? Hati kita mudah mengeras, dan itu terjadi secara proses, tidak terjadi dalam satu hari. Seperti roti yang makin lama makin keras dan tidak enak dimakan. Itu adalah proses hati yang suam. Lama-lama akan mengeras dan menebal dan tidak bisa disentuh lagi oleh Tuhan.Hati-hati! Jangan kita terus membiarkan hati kita mengeras sampai hati kita tidak bisa lagi disentuh oleh Tuhan.

Apakah kita sengaja membiarkan hati kita keras? Seperti roti yang dibiarkan, tidak segera dimakan akan menjadi keras. Kita tahu hati kita keras, tetapi kita biarkan. Kita tahu cinta kita pada Tuhan sudah menjadi hambar, dan kita biarkan.

Jangan keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun (Mazmur 95:8)

Hati-hati dengan ketidakpuasan! Bangsa Israel di Masa dan Meriba mencobai Tuhan. Bangsa Israel awalnya haus. Tapi kemudian menuntut Tuhan dan terus mengeluh. Bangsa Israel tidak puas dengan mujizat, kebaikan dan kasih Tuhan. Jangan biarkan ketidakpuasan itu terus berkembang dan menebalkan hati kita. Bangsa Israel menebal hatinya, sehingga di Masa dan Meriba mereka dengan sengaja mencobai Tuhan, dengan sengaja cari gara-gara dengan Tuhan.

Biarkan hati kita dimiliki Tuhan. Supaya Tuhan Yesus bisa dimiliki dunia, ia menyerahkan diriNya, disiksa dan diremukkan untuk dunia. Sehingga semua org yang percaya pada Yesus dapat diselamatkan. Dan untuk memiliki dunia, Dia turun ke dunia. Demikian juga kita; Untuk kita dimiliki Tuhan, kita harus menyerahkan diri kita, tidak berontak pada Tuhan. Dan untuk kita memiliki Tuhan, kita perlu turun melakukan pekerjaan Tuhan dan melayani Tuhan.

Evie MehitafokusGelanggangPenguasaan DiriPertandinganvisi
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Elita Chandra : Berjalan dalam Panggilan

Wednesday, 19 June 2019 by Ellen Natalia

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)

Mungkin ketika kita mendengar kata “panggilan”, kita tidak mengerti apa artinya. Padahal sebenarnya panggilan itu adalah rancangan Tuhan bagi hidup kita, yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan Tuhan mau supaya kita hidup di dalamnya. Manusia diciptakan untuk sebuah tujuan. Di dalam tujuan ada kerinduan–detak jantung Tuhan untuk setiap kita. Berbicara kerinduan itu adalah sebuah perjalanan, bukan pijakan akhir. Panggilan itu tidak diam, tetapi terus bergerak seiring kita belajar menggenapinya dalam hidup kita.

Panggilan bukan hanya berbicara tentang pekerjaan, bukan juga sebatas profesi. Tetapi panggilan Tuhan ada di sekitar kehidupan kita.

Ketika mendekati kelulusan saya, saya kebingungan, “apa yang akan saya kerjakan? Saya mau kerja apa? “ Hal semacam ini sering terjadi di setiap orang yang mendekati kelulusannya. Dan ketika saya belajar melangkah dan masuk lebih dalam menjadi pekerja penuh waktu, itu membuat saya lega. Saya berpikir bahwa perjuangan saya menemukan panggilan sudah selesai. Tetapi ternyata itu bukanlah akhir dari perjalanan saya berjalan dalam panggilan. Itu adalah sebuah awal dimana Tuhan akan mengajar saya untuk menggenapi tujuan yang lebih besar dalam hidup saya. Jadi panggilan bukan hanya berbicara tentang pekerjaan atau menjadi apa, tetapi panggilan Tuhan itu ada setiap hari dalam hidup kita. Hanya apakah kita mendengarnya atau tidak.

Kita perlu mengalami Perjumpaan dengan Tuhan (Yesaya 6:1-6)   

Sebelum kita berbicara jauh soal panggilan, kita harus masuk ke step pertama, yaitu perjumpaan. Kita harus belajar mengenal Tuhan. Ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Dia akan memberitahukan siapa Dia sebenarnya. Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup kita. Perjumpaan akan membuat kita sadar akan dosa kita. Tuhan rindu kita tidak hanya berhenti di perjumpaan, tetapi juga ke level berikutnya, yaitu kerinduan.

Perjumpaan tidak cukup sekali. Jikalau kita hanya berjumpa sekali saja, mungkin kita hanya melihat sekilas, kita tidak mengenal lebih lagi. Butuh berkali-kali supaya kita ingat, lebih kenal, dan sampai kita mengenal seluruh kepribadian Tuhan.  Karena itu, jangan puas menjadi penikmat kebaikan Tuhan, tetapi kita diciptakan Tuhan untuk melakukan kerinduan Tuhan.

Panggilan adalah sebuah Proses

Setelah kita menemukan panggilan, Tuhan akan memanggil kita untuk masuk lebih lagi ke dalam panggilan yang sesungguhnya (Keluaran 3:11-12). Jangan kita menjadi seperti Musa yang sering berkata “Kok aku?“; Kita fokus dengan diri kita sendiri. Ataukah berkata “Apa yang harus aku lakukan?” Terkadang kita bisa dengan mudahnya menolak panggilan Tuhan karena kita merasa kita tidak bisa apa-apa. Bagus kalau kita tidak tahu apa-apa. Karena pada saat itu, kita belajar untuk mengandalkan Tuhan. Atau mungkin kita pernah berkata, “Aku punya banyak kelemahan. Apakah orang lain akan percaya kalau Engkau memanggilku?”

Ketika kita tidak bisa, Tuhan akan mengajari kita lewat tantangan-tantangan yang harus kita lalui. Jangan kita menjadi banyak alasan ketika Tuhan memanggil kita, karena ketika Tuhan memanggil kita, Dia yang akan memperlengkapi kita. Akan selalu ada alasan untuk segala sesuatu di dunia ini. Tetap pertimbangan yang terlalu banyak membuat kita tidak akan bisa maju lebih lagi dalam Tuhan.

Panggilan Tuhan bukan soal kita siap atau tidak, tetapi tentang mau taat atau tidak

Panggilan Tuhan bukan soal siap apa tidak, tapi tentang mau taat atau tidak. Di dunia akan selalu ada alasan. Tetapi Tuhan mau KETAATAN kita; kita mau atau tidak untuk dipakai oleh Tuhan dalam rencanaNya atas hidup kita.

Mari kita berjalan dalam panggilanNya. Alami perjumpaan dengan Tuhan, kenali pribadiNya, hingga kita memahami dan mengerjakan kerinduanNya. Dan ketika kita sudah menemukan panggilan hidup kita, mari kita bukan hanya berhenti di sana, tetapi kita mau diproses lebih lagi untuk mengerjakan kerinduanNya yang lebih besar dalam hidup kita.

Elita ChandraKetaatamPanggilanPERJUMPAANProsesTujuan Hidup
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kuasa Roh Kudus

Wednesday, 12 June 2019 by Ellen Natalia

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:17)

Yesus menjanjikan Roh kebenaran untuk menuntun murid-muridNya. Kita percaya akan Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi yang sama dengan pribadi yang lain. Kita perlu mengenal satu pribadi ini dan mengalamiNya.

Apa fungsi Roh Kudus ini? Dikatakan dalam perikop ini, Roh Kudus adalah penuntun (ay. 26). Dulu ketika murid-muridNya bersama Yesus, setiap kali mereka bingung, mereka datang pada Yesus dan Yesus banyak memberikan tuntunan pada mereka. Sehingga, penghibur ini turun ke dunia untuk mengajarkan kita dan mengingatkan kita akan sesuatu yang Yesus pernah katakan, yaitu FirmanNya; Supaya kita menjadi serupa dengan Kristus. Inilah peranan Roh Kudus.

Mungkin kita sering dengar Firman Tuhan, kita sering mendengar khotbah atau makanan rohani lainnya. Seringkali tanpa sadar, kita hanya mendengar tetapi kemudian kita melupakannya. Firman Tuhan seperti sebuah energi. Mungkin kita tidak dapat ingat semuanya bersamaan. Kita bisa lupa makanan yang kita makan selama seminggu dari Senin sampai hari Minggu, tetapi Firman Tuhan itu seperti makanan. Kita tidak ingat apa yang kita makan, tapi makanan itu memberikan energi dan kekuatan. Itulah fungsi Firman Tuhan.

Kita mungkin tidak hafal semua khotbah, tetapi ketika kita mendengar Firman Tuhan, kita belajar menyerap nutrisi yang diberikan agar tidak terbuang percuma. Jika Firman itu tidak benar-benar kita tangkap, Firman itu akan menjadi sia-sia. Dan Roh Kudus akan mengingatkan kita akan Firman yang kita dengar. Ketika kita sakit, kita ingat janji-janji Tuhan, bahwa Tuhanlah penyembuhku. Ketika kita mendengar Firman Tuhan, jangan kita berpikir “ah Firman itu bukan untukku, itu untuk temanku”. Firman Tuhan adalah untuk diri kita, jangan lihat orang lain. Roh Kudus akan mengajar kita untuk segala sesuatunya dan menuntun langkah-langkah kita agar kita sesuai dengan FirmanNya.

Hukum kasih yang pertama : yang terpenting dalam hidup kekristenan kita adalah bukan untuk menjadi seorang yang agamawi, tetapi bagaimana kita dapat menjadi pelaku-pelaku Firman. Kita mungkin banyak mengerti Firman Tuhan, tetapi sudahkah kita menjadi pelaku-pelaku Firman? Sudahkah kita benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh?

Kekristenan jaman sekarang banyak disesatkan oleh dunia dengan pengajaran-pengajarannya

Firman Tuhan seringkali dicampuradukkan dengan ajaran dunia. Sehingga bisa-bisa pikiran kita disesatkan. Hati2! Pengajaran seringkali dicampurkan dengan pemikiran-pemikiran sendiri yang berasal dari dunia. Banyak penafsiran-penafsiran Alkitab yang ditafsirkan tidak sesuai dengan Alkitab dan kita mempercayainya sebagai sebuah kebenaran.

Kita harus belajar mengerti kebenaran Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Roh Kuduslah yang akan menerjemahkan Firman Tuhan dalam hidup kita. Kita berdoa agar kita dijauhkan dari pemikiran-pemikiran yang sesat. Kita minta agar Roh Kudus menuntun kita pada kebenaran. Roh Kudus akan memberikan hikmat. Kita perlu untuk bergaul karib dengan Kristus dan mengenal pribadi Kristus yang sesungguhnya.

Roh Kudus akan mengubah kita untuk menjadi serupa dengan Kristus. (Yoh 16 : 7)

Roh penghibur itu akan mengingatkan kita akan dosa. Seperti apa Roh Kudus itu? Ketika kita bisa percaya pada Yesus, itu adalah peranan Roh Kudus. Karena tidak ada satupun yang percaya pada Yesus jika tidak ada Roh Kudus. Ketika kita mempercayai Yesus, Roh Kudus sudah ada dalam hati kita.

Dalam hidup kita ada 3 suara : suara diri sendiri, suara si jahat, suara Tuhan yang berbicara melalui Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus berbicara dalam hidup kita melalui cara yang tidak bisa kita bayangkan. Suara iblis adalah suara yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Si jahat selalu berbicara dengan tipuan manis seolah-olah itu adalah suara Tuhan, suara yg baik, suara yg manis.

Kita belajar dari kisah pencobaan Yesus di padang gurun. Di sini kita mengenal bahwa suara iblis terkadang benar adanya, begitu manis, tapi sebenarnya menyesatkan. Iblis dapat menggunakan Firman Tuhan. Firman Tuhan dapat dipakai untuk menjatuhkan kita jika kita tidak sungguh-sungguh mengerti akan Firman Tuhan.

Roh Kudus selalu rindu bergaul dengan kita bahkan sejak awal pagi kita bangun. Kita berdoa agar Roh Kudus menuntun kita sepanjang hari, bagaimana kita bertingkah laku pada hari itu. Kita perlu Roh Kudus dan kita akan disempurnakan hari demi hari. Kalau kita tidak mau mendengar Roh Kudus, mengabaikanNya, maka hati nurani kita akan tumpul, tidak lagi peka dengan Roh Kudus. Kita belajar taat dengan Roh Kudus.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

(Kisah Para Rasul 1:8)

Kuasa Roh Kudus diberikan untuk murid-muridNya karena ada 1 tujuan yaitu menjadi saksi Kristus. Yerusalem adalah tempat terdekat dgn kita, bagaimana kita menjadi saksi dalam lingkungan terdekat kita. Yudea, lebih jauh lagi, di kota, di desa. Ini adalah peran Roh Kudus. Saat Roh Kdusu dicurahkan pada waktu itu, memberikan kekuatan besar bagi murid-muridNya saat itu. Saat bersama Yesus, murid-muridNya penuh dengan ketakutan. Mereka hanya mengandalkan Yesus.

Berapa banyak diantara kita yang mengikut Yesus di masa-masa di mana kita nyaman. Kita akan dengan mudah berkata “Aku akan tetap setia pada Tuhan, sekalipun harus mati”. Tapi ketika masa sulit itu datang, bisakah kita mempertahankan janji kita di hadapan Tuhan? Petrus yang terkesan sangat berani, ia menyangkal Yesus bahkan sampai 3x. Murid-murid lainnya pun demikian, ketika dicari oleh tentara romawi, mereka bersembunyi karena mereka takut dibunuh.

Yesus menjanjikan seorang penghibur, penolong dan mereka akan menerima kuasa serta menjadi saksi Kristus. Murid-murid yang awalnya penakut, ketika Roh Kudus itu datang, mereka mendapatkan kuasa dan keberanian untuk menjadi saksi. Ketika pentakosta itu terjadi, mereka berbicara dalam bahasa-bahasa asing bagi mereka, bahasa-bahasa yang tidak mereka ketahui tetapi orang-orang lain memahami. Mereka memuliakan Tuhan dengan bahasa-bahasa yang lain.

Pada hari-hari terakhir, Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang, perempuan, laki-laki, anak-anak, anak muda (Kis. 2:17-21). Pentakosta tidak hanya terjadi pada jaman kisah para rasul tapi sampai saat ini. Manifestasi Roh Kudus masih ada sampai saat ini. Kalau kita mmbayangkan manifestasi Roh Kudus seperti jatuh ketika ditumpangtangan saja, itu salah. Manifestasi Roh Kudus adalah ketika kita menjadi saksi-saksi Kristus. Jangan sampai kita menempatkan karunia-karunia Roh Kudus lebih dari kebenaran Firman Tuhan.

Manifestasi Roh Kudus dan karunia Roh Kudus memiliki tujuan, yaitu untuk membangun jemaat dan menjadi saksi Kristus, bukan untuk pembuktian diri bahwa kita lebih hebat, lebih sakti, lebih rohani. Karunia adalah pemberian dari Tuhan. Kita tidak layak, tapi kita dilayakkan (1 Kor 12:7-11)

Dalam pelayanan di akhir jaman, kita membutuhkan Roh Kudus agar kita diperlengkapi untuk melayani. Kita boleh minta karunia pada Tuhan, tapi tujuannya adalah untuk melayani Tuhan. Karunia tidak hanya diberikan kepada penginjil, kepada pendeta, hamba Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Karunia Roh Kudus diberikan juga untuk setiap murid Kristus.

Roh Kudus Tuhan berikan untuk kita menjadi saksi Kristus. Dengan karunia-karunia Roh yang Tuhan berikan untuk kita diperlengkapi melayani jemaat. Jangan sampai kita apatis dengan karunia-karunia Roh, apalagi dengan Roh Kudus.

Petrus seorang yang penakut. Tapi saat Roh Kudus dicurahkan, Petrus menjadi orang yang sangat berani. Ia bersaksi akan Kristus dan 3000 orang bertobat. Itulah awal jemaat mula-mula yang menjadi awal kebangunan rohani dan kita boleh mengenal Kristus. Kalau dulu murid-muridNya hanya berani ngomong, tapi tidak melakukan. Setelah peristiwa Pentakosta, mereka menjadi seorang yang tidak hanya berbicara tapi melakukan. Karena Roh Kudus yang ada dalam mereka memberikan keberanian dan kekuatan.

Mari kita bersungguh-bersungguh. Kita mau menerima kuasa dari Tuhan, kuasa dari Roh Kudus. Kita mau rindu akan Roh Kudus yang mengubahkan kita, yang menyadarkan kita akan dosa. Kita minta karunia Roh Kudus untuk memperlengkapi kita dalam melayani jemaat Tuhan.

Christin JedidahKarunia Roh kudusKuasa Roh KudusRoh Kudus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP