SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Posts tagged "Yesus"
26 August 2026

Tag: Yesus

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Ikut Tuntunan Tuhan

Wednesday, 19 August 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Yohanes 6:50-52, 60-61

Yesus berkata kepada murid-muridNya untuk “makan dagingNya dan minum darahNya” (ay 54). Perkataan Yesus ini keras, sehingga banyak muridNya yang mengundurkan diri. Mereka membayangkan Yesus datang sebagai Raja dan menyelamatkan dunia, tapi mereka melihat kenyataan Yesus harus disalibkan; Mereka menjadi kecewa dan meninggalkan Yesus.

Murid itu seperti halnya anak Tuhan yang tidak mengalami Kristus secara pribadi; mereka membaca Firman, merasa mengenal Kristus, tetapi tidak pernah mengalami Kristus dalam hidupnya.

Apa yang menjadi mimpimu? Kita seringkali kecewa ketika apa yang kita mimpikan tidak terjadi. Tetapi mari kita serahkan mimpi kita untuk diselaraskan dengan mimpi Tuhan. Mimpi pribadi yang tidak diserahkan hanya akan bertujuan untuk pembuktian diri dan kepuasan pribadi. Tetapi mimpi Tuhan selalu bertujuan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Maukah engkau mengenal mimpi Tuhan?

MimpiNya adalah menjadikan semua bangsa murid Kristus. Kita diciptakan bukan untuk sebuah tujuan yang fana, tetapi untuk tujuan kekalNya. Karena itu, mari mengikuti tuntunanNya; Dia adalah gembala Agung Kita. Jangan menjadi domba yang bebal, yang tidak mau mengikut tuntunan gembalanya. Yang maunya berjalan sendiri dengan caranya, sehingga dia tidak sadar sedang makan rumput yang beracun.

Tuntunan Tuhan tidak pernah salah. Tuhan sanggup pakai kita sebagai saluran bagi Dia menyatakan kuasaNya. Tuhan tidak nilai seberapa tinggi prestasi kita, tetapi berapa banyak kamu mau memikul salib untuk kemuliaan namaNya.

Kita lemah, namun dalam kelemahan, kuasaNya sempurna. Mari minta tuntunan Tuhan; Tuhan yang akan memampukan kita. Tuhan tidak lihat seberapa sering kamu gagal, tetapi seberapa kamu berpegang kepadaNya. Dia sedang bekerja sekalipun nampaknya Dia tidak bekerja.

Jadilah orang Kristen yang ambil bagian dalam daging dan darah Kristus.

Kamu akan dimampukan dalam mengikut Dia. Jadilah saksi yang hidup dan berkat yang mulia. Kemurahan Tuhan sanggup melepaskan orang-orang yang terikat. Jangan menjadi percaya dengan tipu daya Iblis : “kamu tidak bisa dipakai Tuhan.” Tetapi Lawanlah iblis dan dia akan lari daripadamu. Jangan menunggu sempurna dulu untuk di pakai Tuhan. Gereja bukan untuk orang kudus dan sempurna, tetapi tempat untuk orang yang tidak sempurna namun mau disempurnakan oleh Tuhan.

Mari menjadi saksi-saksi Kristus. Menjadi sarana pemberitaan Injil yang terus setia menabur Firman Tuhan, sehingga taburan itu bertumbuh dan buahnya dapat dipersembahkan kepada Tuhan kita.

Daniel Hadi ShaneGembala AgungMengikut YesusMimpi TuhanSaksi KristusTuntunan TuhanYesus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Mengenal Yesus

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Matius 16 : 5 – 12 (Tentang ragi Orang Farisi dan Saduki)

Dalam Matius 16 : 5 -12, Yesus menjelaskan kepada murid-muridNya untuk tidak mengikuti cara-cara Orang Farisi dan Saduki. Yesus berbicara kepada murid-muridNya melalui perumpamaan ragi. Tetapi rupanya murid-muridnya salah menangkap apa yang Yesus katakan; Murid-muridNya tidak sungguh-sungguh memahai Yesus sebagai orang yang selama ini dekat dengan mereka. Bahkan dalam Matius 16:5-12 Yesus kembali mengingatkan mereka tentang kejadian dan mujizat-mujizat yang mereka lihat dan rasakan bersama dengan Yesus. Mereka bersama dengan Yesus, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Sudahkah kita sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus dan mengenal rencanaNya dalam hidup kita?

Dalam Markus 8:14-21, yang juga bercerita tentang Yesus yang memperingatkan murid-muridNya tentang ragi Orang Farisi dan Saduki, Yesus mengatakan “kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidak ingat lagi,..” (ayat 18). Terkadang kita seperti murid-murid Yesus. Kita mungkin mengaku anak Tuhan, tetapi seringkali kita tidak bisa melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib, kita juga tidak mendengarkan Tuhan dengan baik.

Yesus mengecam pada Ahli Taurat dan Orang Farisi karena mereka begitu mengikuti tradisi keagamaan, tetapi tidak sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus.

Mereka selalu protes kepada Yesus karena merasa Yesus tidak mematuhi hukum taurat: ketika Yesus makan bersama dengan pemungut cukai (Matius 9:11), ketika murid-muridNya memetik gandum pada hari Sabat (Matius 12:2), Ketika Yesus tidak membasuh tangan ketika makan (Markus 7:3). Mereka terlalu berpegang kepada tradisi, dan mengira Yesus telah melanggar dan mengacaukan hukum taurat yang selama ini mereka pegang.

Hati-hati dengan kebiasaan Orang Farisi ini! Mereka rajin beribadah, bahkan hafal semua isi kitab, tetapi tidak hidup dibawah pimpinan Tuhan. Mereka suka menceritakan isi Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya (Matius 23:1); semua dilakukannya supaya dilihat oleh orang lain dan dipandang hebat. Jangan menjadi orang Kristen Farisi! Yang hidupnya hanya penuh dengan pencitraan dan penghormatan diri sendiri. Jika kita diberi kesempatan untuk melayani, biarlah semua penghormatan hanya milik Tuhan.

Kita seringkali berpikir apa yang orang lain pikirkan tentang kita, tetapi kita yang perlu kita pikirkan adalah “Apa yang Tuhan pikirkan tentang Saya”.

Bergantung dengan apa opini orang lain, tetapi tidak mengindahkan apa yang Tuhan katakan. Seperti itulah sifat orang Farisi dan ahli taurat. Ketika kita selalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, kita hanya akan berfokus pada diri sendiri dan akan mengusahakan diri terlihat baik (pencitraan). Hati-hati terhadap jebakan sombong rohani! Bahkan hal rohani pun bisa menjadi sebuah kedok bagi kita meninggikan diri. Karena itu, kita harus senantiasa menjaga hati kita tetap murni di hadapan Tuhan.

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak, Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:7-8)

Mari kita menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Hasilkanlah buah-buah yang baik di hadapan Tuhan supaya jangan kita “ditebang” saat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Jangan biarkan hal-hal kecil yang bersifat buruk dalam hidup kita. Karena ketika kita biarkan, itu bisa menjadi dosa yang semakin berkembang dan berbuah-buah dalam hidup kita.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Karena itu, mari kita berikan yang terbaik buat Tuhan. Kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan mengasihiNya dengan segenap hati kita. Dengan kita sungguh-sungguh mengenalNya, maka kita mengerti kerinduan dan hatiNya bagi setiap kita.

 

Christin JedidahFarisiRagi FarisiTauratYesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Mengasihi Yesus

Monday, 09 July 2018 by Ellen Natalia

Kita semua memiliki orang kita kasihi. Mungkin itu orang tua, sahabat, anak-anak, atau pasangan kita. Dan setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang mereka kasihi. Demikian juga dengan Yesus. Apakah kamu juga mengasihi Yesus?

Kita tidak dapat mencintai Yesus yang tidak kelihatan jikalau kita tidak pernah menunjukkan kasih kepada orang yang kelihatan.

Yesus pun bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihiKu?” dan Dia berkata, “Jikalau engkau mengasihiKu, gembalakanlah domba-dombaKu.” Yesus sendiri meminta bukti kepada Petrus, bahwa jika dia sungguh-sungguh mengasihi Yesus, dia akan menunjukkan cintanya kepada kehendak dan kerinduan Tuhan.

Sudahkah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan?

Yesus sudah mengasihi kita. Dia merelakan dirinya untuk menebus dosa-dosa kita di atas kayu salib. Dia melakukannya dengan cinta yang total untuk setiap kita. Tuhan mau kita mencintai Dia sepenuhnya, dan Dia bisa cemburu ketika melihat kita mencintai yang lain.

Bagaimana cara kita mencintai Tuhan?

Memberikan Pujian Penyembahan yang Terbaik

Cinta identik dengan memberikan yang terbaik. Ketika kita mencntai seseorang, kita pasti ingin memberikan yang terbaik. Seperti orang tua kepada anaknya, pasti rindu memberikan makanan dengan gizi yang terbaik, pendidikan yang terbaik, dan barang-barang yang terbaik. Mari kita berikan yang terbaik untuk Tuhan. Saat kita datang ke gereja, kita memuji dan menyembah Tuhan dengan totalitas. Mari dalam setiap ibadah kita, kita memuji Tuhan dengan semarak dan penuh keagungan kepada Tuhan.

Tuhan rindu ada pemulihan pondok Daud, karena itu kita harus belajar sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan memberikan yang terbaik lewat pujian dan penyembahan kita. Pujilah Tuhan dengan segenap hati, dengan semangat. Kita memuji Tuhan bukan dengan mulut kita, tetapi dengan hati kita. Maka Tuhan akan disenangkan dengan pujian yang keluar dari hati kita.

Memberikan Waktu yang Terbaik

Waktu itu sangat berharga, karena itu berikanlah waktumu yang terbaik untuk Tuhan. Berikan quality time-mu bersama Tuhan. Banyak sekali hubungan di dunia ini mulai rusak karena tidak ada quality time. Quality time sangat diperlukan untuk membangun sebuah hubungan, karena tidak ada kedekatan tanpa quality time. Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Hidup kita bukan hanya ke gereja sebagai orang Kristen, tetapi juga membangun hubungan dengan Tuhan. Yesus bisa sebagai sahabat, kadang sebagai kekasih, kadang sebagai Bapa. Kita perlu komunikasi dengan Tuhan. Seringkali kita salah paham, kita curiga kepada Tuhan karena kita jarang bergaul dengan Tuhan.

Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus, dia akan mencari tahu apa yang menjadi kesukaanNya. Untuk mengetahui apa yang Tuhan sukai, kita perlu berkomunikasi dan bergaul dengan Dia. Seperti kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42), kita seringkali sibuk seperti Marta. Kita bahkan sibuk melayani, tetapi Yesus lebih menghargai orang yang dekat dengan Dia.

Melayani belum tentu mencintai, tetapi ketika kita mencintai seseorang, pasti kita melayani orang itu

Apakah kita memberikan waktu-waktu sisa untuk Tuhan? Ataukah waktu terbaik yang kita berikan untuk Tuhan? Tuhan menghargai dan menyukai ketika kita memberikan waktu terbaik kita buat Tuhan. Kita akan memberikan waktu-waktu kita jika menganggap hal itu berharga bagi kita. Apa yang kita anggap itu penting, kita akan meluangkan banyak waktu untuk itu.

Jika Yesus adalah pribadi yang berharga untuk kita, kita pasti akan selalu sediakan waktu untuk Dia.

Memberikan Korban yang Terbaik

Pada jaman dulu, korban yang dipersembahkan kepada Tuhan memiliki syarat-syarat tertentu. Orang pada jaman itu mengikuti segala peraturan karena mereka ingin memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Mari kita berikan tubuh kita sebagai korban persembahan yang hidup, yang kudus, dan berkenan kepada Tuhan.

Korban yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan adalah hati kita dan hidup kita

Korban adalah ketika diri kita berkata “Apapun yang Tuhan mau, aku mau berikan untuk Tuhan. Berapapun harga yang harus aku bayar untuk Tuhan, akan aku berikan.” Inilah tujuan hidup kita, yaitu menyenangkan hati Tuhan. Mari kita maksimalkan potensi yang kita punya untuk memiliki dan dimiliki visi Tuhan. Mari kita mengerjakan mimpi-mimpi Tuhan.

Dalam pelayanan ada 3D yang harus dimiliki, yaitu Doa, Daya, dan Dana. Mari kita ambil bagian berdoa untuk gereja kita. Daya berbicara tentang sumber daya manusia. Kita memberikan diri untuk melayani Tuhan di ladang-ladangNya. Dan sudahkah kita memberikan dana yang terbaik untuk Tuhan? Seperti seorang Janda yang memberikan persembahannya yang terbaik. Dia memberikan persembahan dari kekurangannya, bukan dari apa yang menjadi kelimpahannya.

Sudahkah kita mengasihi Tuhan? Berikanlah yang terbaik bagi Tuhan. Ketika kita mengasihiNya dengan tulus, apapun yang harus kita berikan tidak menjadi berat. Mengasihi Tuhan jangan hanya di bibir saja, tapi buktikan itu dengan seluruh hidup kita.

berhargaChristin JedidahCintahatihidupkasihkorbanmelayanipujian penyembahanwaktuYesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP