SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Posts tagged "hati"
26 August 2026

Tag: hati

Khotbah Ev. Evie Mehita : Menjaga Hati

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia

Yesus menjadi dampak dalam keluarganya. Adik-adik Yesus, Yakobus dan Yudas, melihat Yesus sebagai Tuhan. Mereka melihat Yesus menjadi terang di tengah mereka, sehingga mereka menjadi penulis kitab yang luar biasa (kitab Yakobus dan Kitab Yudas).

Sudahkah kita menjadi dampak dalam keluarga? Orang yang tinggal serumah dengan kita tahu kehidupan kita yang sesungguhnya. Jikalau masih ada hal tidak baik yang kita miliki, mari belajar berubah.Perubahan tidak menuntut orang lain, perubahan menuntut diri sendiri.

Yakobus 1 : 19, 26 dan Yakobus 3 : 5 mengatakan bahwa kita harus menjaga setiap ucapan kita. Karena salah bicara dapat menghancurkan sebuah hubungan. Lidah memiliki dampak yang luar biasa. Namun apa yang keluar dari mulut kita, berasal dari dalam hati kita (Lukas 6:45).
Sama halnya dengan handphone; jika memorynya tidak rajin dibersihkan, maka HP itu menjadi lambat atau error. Demikian pula dengan hati kita. Perbendaharaan hati kita bisa menjadi kotor, sehingga keluar hal-hal yang tidak baik dari mulut kita. Karena itu, kita perlu selalu cek hati kita dan membuang hal-hal yang tidak perlu: kepahitan, luka, sakit hati, dan lain sebagainya.

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yakobus 1:21)

Firman Tuhan yang kita dengarkan haruslah:

Diterima dengan hati yang lembut

Firman Tuhan tidak bisa bertumbuh pada hati yang dingin. Benih bertumbuh di tanah yang lembut, seperti itu juga hati kita. Hati kita harus lembut supaya benih Firman itu boleh bertumbuh di hati kita.

Tertanam

Tanaman, untuk dapat tertanam dan bertumbuh dengan baik, memerlukan perawatan: Diberi air yang cukup, sinar matahari yang cukup, dan dibersihkan dari hama-hama. Kita perlu senantiasa membersihkan hati kita dari segala yang kotor dan jahat, sehingga Firman yang kita dengar boleh bertumbuh dengan baik.

Berkuasa

Biarlah Firman Tuhan berkuasa untuk mengubahkan hidup kita, sehingga kita menghasilkan buah-buah terbaik bagi Tuhan.
Pandemi Covid-19 ini menuntut banyak orang beradaptasi di banyak bidang. Ada banyak kebiasaan-kebiasaan baru, tidak terkecuali gereja Tuhan dan pelayanan-pelayanan didalamnya. Kita perlu beradaptasi untuk dapat survive di tengah keadaan ini.
Kita diberikan Tuhan kemampuan untuk beradaptasi. Baiklah kita beradaptasi untuk hidup dalam Firman Tuhan. Ketika kita bergaul dengan Firman Tuhan, kita akan beradaptasi dengan kehidupan yang benar. Tetapi kalau kita bergaul dengan kejahatan, dengan pergaulan yang buruk, kita akan beradaptasi dengan kehidupan yang tidak benar. Pikiran dan hati kita menjadi kotor, buah kita juga busuk meskipun kita pelayanan; semuanya tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Mari menjaga hati kita. Hati kita bagaikan taman, yang perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Biarlah Tuhan tinggal di dalamnya dan hati kita menjadi sebuah taman yang indah, yang berkenan kepada Tuhan.

AdaptasiEvie MehitaFirman TuhanhatiPerubahanTaman
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Mengasihi Yesus

Monday, 09 July 2018 by Ellen Natalia

Kita semua memiliki orang kita kasihi. Mungkin itu orang tua, sahabat, anak-anak, atau pasangan kita. Dan setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang mereka kasihi. Demikian juga dengan Yesus. Apakah kamu juga mengasihi Yesus?

Kita tidak dapat mencintai Yesus yang tidak kelihatan jikalau kita tidak pernah menunjukkan kasih kepada orang yang kelihatan.

Yesus pun bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihiKu?” dan Dia berkata, “Jikalau engkau mengasihiKu, gembalakanlah domba-dombaKu.” Yesus sendiri meminta bukti kepada Petrus, bahwa jika dia sungguh-sungguh mengasihi Yesus, dia akan menunjukkan cintanya kepada kehendak dan kerinduan Tuhan.

Sudahkah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan?

Yesus sudah mengasihi kita. Dia merelakan dirinya untuk menebus dosa-dosa kita di atas kayu salib. Dia melakukannya dengan cinta yang total untuk setiap kita. Tuhan mau kita mencintai Dia sepenuhnya, dan Dia bisa cemburu ketika melihat kita mencintai yang lain.

Bagaimana cara kita mencintai Tuhan?

Memberikan Pujian Penyembahan yang Terbaik

Cinta identik dengan memberikan yang terbaik. Ketika kita mencntai seseorang, kita pasti ingin memberikan yang terbaik. Seperti orang tua kepada anaknya, pasti rindu memberikan makanan dengan gizi yang terbaik, pendidikan yang terbaik, dan barang-barang yang terbaik. Mari kita berikan yang terbaik untuk Tuhan. Saat kita datang ke gereja, kita memuji dan menyembah Tuhan dengan totalitas. Mari dalam setiap ibadah kita, kita memuji Tuhan dengan semarak dan penuh keagungan kepada Tuhan.

Tuhan rindu ada pemulihan pondok Daud, karena itu kita harus belajar sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan memberikan yang terbaik lewat pujian dan penyembahan kita. Pujilah Tuhan dengan segenap hati, dengan semangat. Kita memuji Tuhan bukan dengan mulut kita, tetapi dengan hati kita. Maka Tuhan akan disenangkan dengan pujian yang keluar dari hati kita.

Memberikan Waktu yang Terbaik

Waktu itu sangat berharga, karena itu berikanlah waktumu yang terbaik untuk Tuhan. Berikan quality time-mu bersama Tuhan. Banyak sekali hubungan di dunia ini mulai rusak karena tidak ada quality time. Quality time sangat diperlukan untuk membangun sebuah hubungan, karena tidak ada kedekatan tanpa quality time. Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Hidup kita bukan hanya ke gereja sebagai orang Kristen, tetapi juga membangun hubungan dengan Tuhan. Yesus bisa sebagai sahabat, kadang sebagai kekasih, kadang sebagai Bapa. Kita perlu komunikasi dengan Tuhan. Seringkali kita salah paham, kita curiga kepada Tuhan karena kita jarang bergaul dengan Tuhan.

Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus, dia akan mencari tahu apa yang menjadi kesukaanNya. Untuk mengetahui apa yang Tuhan sukai, kita perlu berkomunikasi dan bergaul dengan Dia. Seperti kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42), kita seringkali sibuk seperti Marta. Kita bahkan sibuk melayani, tetapi Yesus lebih menghargai orang yang dekat dengan Dia.

Melayani belum tentu mencintai, tetapi ketika kita mencintai seseorang, pasti kita melayani orang itu

Apakah kita memberikan waktu-waktu sisa untuk Tuhan? Ataukah waktu terbaik yang kita berikan untuk Tuhan? Tuhan menghargai dan menyukai ketika kita memberikan waktu terbaik kita buat Tuhan. Kita akan memberikan waktu-waktu kita jika menganggap hal itu berharga bagi kita. Apa yang kita anggap itu penting, kita akan meluangkan banyak waktu untuk itu.

Jika Yesus adalah pribadi yang berharga untuk kita, kita pasti akan selalu sediakan waktu untuk Dia.

Memberikan Korban yang Terbaik

Pada jaman dulu, korban yang dipersembahkan kepada Tuhan memiliki syarat-syarat tertentu. Orang pada jaman itu mengikuti segala peraturan karena mereka ingin memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Mari kita berikan tubuh kita sebagai korban persembahan yang hidup, yang kudus, dan berkenan kepada Tuhan.

Korban yang dapat kita persembahkan kepada Tuhan adalah hati kita dan hidup kita

Korban adalah ketika diri kita berkata “Apapun yang Tuhan mau, aku mau berikan untuk Tuhan. Berapapun harga yang harus aku bayar untuk Tuhan, akan aku berikan.” Inilah tujuan hidup kita, yaitu menyenangkan hati Tuhan. Mari kita maksimalkan potensi yang kita punya untuk memiliki dan dimiliki visi Tuhan. Mari kita mengerjakan mimpi-mimpi Tuhan.

Dalam pelayanan ada 3D yang harus dimiliki, yaitu Doa, Daya, dan Dana. Mari kita ambil bagian berdoa untuk gereja kita. Daya berbicara tentang sumber daya manusia. Kita memberikan diri untuk melayani Tuhan di ladang-ladangNya. Dan sudahkah kita memberikan dana yang terbaik untuk Tuhan? Seperti seorang Janda yang memberikan persembahannya yang terbaik. Dia memberikan persembahan dari kekurangannya, bukan dari apa yang menjadi kelimpahannya.

Sudahkah kita mengasihi Tuhan? Berikanlah yang terbaik bagi Tuhan. Ketika kita mengasihiNya dengan tulus, apapun yang harus kita berikan tidak menjadi berat. Mengasihi Tuhan jangan hanya di bibir saja, tapi buktikan itu dengan seluruh hidup kita.

berhargaChristin JedidahCintahatihidupkasihkorbanmelayanipujian penyembahanwaktuYesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP