SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Archive from category "The Shepherd’s Voice"
  • Page 16
26 August 2026

Category: The Shepherd’s Voice

Khotbah Ev.Evie Mehita – Road To Revival part 2 (SYARAT GENERASI JAWABAN DOA)

Tuesday, 08 March 2011 by Tim

SYARAT GENERASI JAWABAN DOA

Istilah ini tidak tercetus dengan iseng dan sendirinya saat kami berkumpul dan bergurau, tapi istilah The Answered Prayer Generation atau Generasi Jawaban Doa ini lahir dari awal pendirian pelayanan kami di Christ Mercy Center (Mercy, Movement, Miracle) dan kami mendapatkan peneguhan ini dari beberapa pendoa syafaat yang terus mendoakan kami dari jauh. Awalnya merekapun tak percaya ketika Tuhan memperlihatkan masa depan yang Tuhan hendak berikan kepada generasi ini. Tetapi Tuhan meyakinkan bahwa apa yang buruk, yang lemah, akan dijadikan-Nya untuk mempermalukan yang kuat dan berhikmat. Secara jujur, sayapun akui keberadaan kami, bukanlah orang kuat dan hebat tetapi penuh kelemahan.  Setiap kebangunan yang sejati, dan kegerakan, harus ada mulanya..tidak pernah ada yang instan. Tidak ada kebangunan tanpa kemurnian dan proses.

Adalah sebutan yang kami sepakati bukanlah hanya untuk kami. Tidak! Tetapi untuk setiap generasi sekarang yang memasuki kriteria sebagai Generasi Jawaban Doa. Kriteria ini berat. Seperti pemilihan seleksi dari Pasukan Kerajaan Allah yang hendak melakukan peperangan akhir yang sangat besar! Tidak main-main! Yang biasa, akan tertinggal, yang malas akan mati, dan yang lemah akan ditawan! Saya rindu terlebih dahulu jelaskan pada anda apa itu generasi Jawaban Doa.
Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan. Kis 13:36

Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya…perhatikan..bahwa Tuhan memiliki suatu “PLAN”, rencana yang sempurna pada tiap zaman dan generasi! Anda dilahirkan di generasi ini juga ada TUGAS dan PLAN yang harus anda penuhi. Jika tidak, sia-sialah kita hidup dan dilahirkan di zaman ini.


Pada tiap zaman dan generasi, selalu ada orang-orang yang terpilih sejak mula, yang ditetapkan Tuhan untuk menggenapi sesuatu di bumi. Tetapi banyak juga yang gagal. Beberapa menjadi pendoa, martir, hamba Tuhan, yang terbuang diujung-ujung bumi, tak terdengar oleh manusia, tidak terpublikasikan oleh media, tak terkenal dan dihargai. Saya katakan…mereka sesungguhnya adalah orang-orang kudus Bapa, martir, dan pahlawan yang sesungguhnya. Mereka mati dalam kesengsaraan, hidup oleh iman, berdoa semalam-malaman untuk keselamatan umat manusia, tak mendapat apa-apa di bumi, tetapi mereka melakukannya hanya karena CINTA..CINTA kepada Kekasih mereka yang telah merebut hati mereka. Bapa sangat mengasihi orang-orang seperti itu..bukan 1 atau 10 orang…beratus-ratus, beribu-ribu orang kudus Tuhan dari zaman ke zaman..yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus beserta dengan Kerajaan-Nya dimuka bumi ini. Kerinduan dan tangisan mereka hanya satu. Kerajaan dan Keselamatan itu ditegakkan, merebut dan menghancurkan Kerajaan Iblis. Hidup mereka hanya diabdikan untuk tujuan itu. Tak ada tujuan lain! Tidak seperti kebanyakan orang, atau bahkan seperti anda? Saya? Yang bingung terus dengan masalah hati kita yang terluka, menangis sia-sia karena putus cinta berkali-kali? Sibuk 8 jam sehari untuk bekerja demi uang? Saya tidak mengatakan kita tidak boleh menjejakkan kaki kita dibumi, dengan semua penghidupannya, tidak, bukan begitu….tangkaplah hati Tuhan, maka anda akan memahami perkataan ini…Anda diciptakan untuk tujuan Kerajaan Allah, dan dibumipun akan Bapa berikan sebgai kecukupan, bukan pemuasan.

ANDA MENGERTI SEKARANG?
Generasi Jawaban Doa adalah hasil dari doa dan jeritan tangis mereka. Usia mereka tidak selamanya dibumi. Mereka manusia biasa seperti kita tetapi dengan roh yang luar biasa! Mereka bisa tua, meninggal, dibunuh, ditinggalkan, mereka juga ingin dicintai, bisa patah hati dan terluka seperti kita. Dan beberapa juga tidak berhasil menyelesaikan tugas mereka di zaman mereka, tetapi Bapa tetap memperhitungkan mereka karena Bapa terlalu mengasihi anak-anak-Nya yang memberikan segalanya buat Dia. Hasil tidak masalah asal ada kemurnian. Tetapi RENCANA BESAR BAPA tidak berhenti seiring kematian mereka dibumi dan tugas mereka tidak berhenti dengan dikuburkannya tubuh mereka ke tanah. Bapa membangkitkan lagi generasi selanjutnya dan Bapa memberikan mereka tugas setelah kematian untuk menjadi saksi-saksi seperti awan yang akan bersaksi dan berdoa bagi kita juga.

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.  Ibrani 12:1-2

SYARAT GENERASI JAWABAN DOA?

Seperti pemilihan pasukan khusus bagi Kerajaan Allah yang kekal, Diapun melakukan pemilihan dan penetapan. Jika anda melihat sebuah Film perang atau militer, anda akan mengerti bagaimana beratnya syarat dan pelatihan yang mereka jalani. Tetapi untuk jadi pahlawan Allah, tak ada jalan lain. Dalam alam roh juga sama seperti alam nyata, dengan latihan dan pemilihan secara roh.

1.    Tidak memusingkan diri dengan soal penghidupannya (2 Tim 2:4), akan mendapat perkenanan Bapa

Sekali lagi, penghidupan diijinkan dan dikehendaki Bapa, itu pemberian Bapa sendiri dan Bapa memperhatikan kebutuhan hidup, itu bekal saat didunia agar kita dapat hidup dengan baik. Tetapi tidak memusingkan..perhatikan…tidak memusingkan. Marta menjadi begitu sibuk dan pusing dalam melayani, sedangkan Maria tidak. Tetapi Yesus menegor Marta, bukan Maria. Yesus mengatakan ” Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”. (Lukas 10:41-42). Apakah anda sudah mengambil bagian yang terbaik???

2.    Bertanding menurut aturan Bapa (2 Tim 2:5), akan mendapatkan mahkota

Melakukan kehendak Bapa yang benar dengan cara yang salah, tetaplah SALAH. Ketika Tuhan memilih pasukan-Nya, Dia menginginkan kita untuk TAAT. Inilah intinya. Dia tak menghendaki generasinya yang suka membangkang, tak mau diatur, tak suka dimuridkan, tak mau ditundukkan, bagaimana bisa tunduk kepada Tuhan jika tidak mau belajar arti ketaatan dari pemimpin yang terlihat? (asal ketaatan itu benar dan tidak bertentangan Firman, tentunya). Sedihnya..generasi ini mengakali Tuhan. Merasa tidak pernah mau ikut aturan main Bapa. Tidak mau ikuti rencana besar Bapa dan merasa dapat melakukan kehendak Allah pada zaman ini dengan kehendaknya sendiri! Orang-orang seperti itu akan tersingkir dalam pertandingan dengan sendirinya…..

3.    Bekerja keras untuk menabur dan menuai (2 Tim 2:6)

Patani akan bekerja keras untuk menabur dan merawat ladangnya sehingga suatu waktu yang tepat, dia akan menuainya, jika dia tidak manjadi lemah. Dalam perjalanan kami menuju Kota Kekal, saya melihat banyak teman-teman yang gugur dalam peperangan karena memiliki pandangan yang salah dan tertipu musuh. Mereka mendapat janji dan panggilan yang sama, tetapi hati mereka membuktikan siapa mereka. Mereka meminta janji itu datang pada mereka dengan sendirinya tanpa kerja keras. Atau mereka menuntut hamba Tuhan, pemimpinlah yang menyediakan semua itu buat mereka, barulah mereka akan bergabung dan menuai! Tidak ada hukum seperti itu, yang terjadi akhirnya mereka kecewa dan tersingkir dalam pertandingan. HUKUM WAKTU itu tetap berlaku di alam nyata maupun dialam roh. Seperti wanita yang mengandung di alam nyata membutuhkan waktu 9 bulan dikandungnya dengan sabar, demikian juga dalam kandungan roh, untuk menghasilkan kebangunan, janji, kegerakan, membutuhkan waktu yang berbeda dari waktu bumi. Jika kita tidak memahaminya, maka kita akan tidak sabar dan kecewa pada gereja, visi Tuhan, pemimpin, bahkan pada Tuhan sendiri. Saat itu terjadi, iblislah yang mendapat keuntungan besar dengan perpecahan, dan mengurangi satu lagi calon pasukan Kerajaan Allah. Berhati-hatilah dengan pikiran anda sendiri.

HATI ADALAH KUNCI KEBANGUNAN DAN PIKIRAN ADALAH KUNCI KEMENANGAN.

4.    Memiliki roh Pengertian akan segala sesuatu, hikmat datang dari Kristus Yesus (2 Tim 2:7)
Roh Pengertian..saya tertarik dengan yang namanya Roh Pengertian ini sejak beberapa tahun lalu.
Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN. Yesaya 11:2

Roh ini adalah sebutan juga bagi Roh Kudus kita terkasih. Tuhan adalah sumber hikmat, hikmat lebih bernilai dari harta dan emas, dan hikmat itu adalah FIRMAN ALLAH, sedangkan FIRMAN ALLAH adalah YESUS itu sendiri. Pengenalan akan YESUS akan membuat anda memahami dan mengerti banyak hal. Ayat perjanjian saya dalam Mazmur 25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. Barangsiapa yang dapat menarik hati-Nya, bergaul karib dan mengasihi Dia, maka Bapa akan singkapkan rahasia-rahasia yang besar! Dengan Roh Pengertian ini, maka anda dapat melihat dengan mata iman rencana besar Allah bagi dunia melalui anda dan gereja anda.

Generasi Jawaban Doa, tidak bekerja sendirian. Sekali lagi saya rindu beritakan betapa pentingnya yang namanya KELUARGA ROHANI. Seperti halnya anda memiliki ayah, ibu, kakak dan adik, demikian juga anda akan bertumbuh sehat dan kuat dengan hidup  bersama KOMUNITAS/KELUARGA ROH anda. Mereka akan menuntun, menjagai dan anda akan belajar melayani. Tidak ada tentara yang terbentuk secara instan, semua perlu belajar. Jadi jangan ciut hati jika anda masih belajar, tetapi temukan Keluarga rohani anda dimana di tempat itu, panggilan anda menjadi maksimal dan anda dapat menjadi utusan Kerajaan Allah yang benar.

Seringkali saya merasa kesedihan yang mendalam ketika anak-anak rohani kami, adik-adik kami tidak memahami hati kami sebagai orang tua rohani mereka. Mereka menganggap gereja, komunitas hanyalah tempat mampir, sementara dan sebagai batu loncatan. Jika demikian maka anda tetaplah tamu dan bukan anak. Ikatan yang rindu kami bangun bersama adalah ikatan roh, dan ini juga harus ada dalam tiap tubuh Kristus di seluruh dunia. Ikatan roh akan tetap mengikat dimanapun, kapanpun, selamanya menjadi keluarga rohani yang saling mengasihi. Bukan ikatan emosional, ikatan kedekatan karena situasi dan suatu waktu yang sementara.

Marilah sobat, belajar memahami hukum roh bersama-sama, jadi anak roh yang taat, mau diajar, mau dilatih, dan mau menjadi pemimpin yang baik.

Kita akan lanjutkan perjalanan kita selanjutnya setelah kita mengenal kemurnian dan Generasi Jawaban Doa, yaitu anda dan saya, kita lanjutkan perjalanan menuju LEMBAH KEKELAMAN.

Bersambung…

Ev. Evie Mehita

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita – Road To Revival part 1 (KEMURNIAN)

Tuesday, 08 March 2011 by Tim

DASAR UTAMA : KEMURNIAN

Saat Ps Daniel Shane, gembala senior kami bercerita tentang sebuah buku kecil yang diceritakan padanya semasa dia kecil, saya bertanya-tanya buku apakah itu? Saya tidak pernah mendengar cerita seperti itu waktu saya di sekolah minggu dahulu. Buku itu menceritakan sebuah perjalanan musafirnya Tuhan yang berjalan di dunia fana ini untuk menuju sebuah kota kekal nan bahagia, yaitu Kota Sion. Tak lama kemudian saya meminjam buku tersebut, yang kemudian saya diberi juga, dengan judul “PERJALANAN MUSAFIR” penulis John Bunyan. Dia menuliskan pewahyuan ini semasa dia dipenjara bagi Kristus dan perjalanan ini merupakan sebuah pewahyuan gambaran kehidupan roh dari manusia yang sedang mencari kebenaran dan keselamatan sejati.

Kenyataan bahwa kita hidup dalam dua dunia tidak bisa dipungkiri lagi. Sobat, kita hidup dalam dunia fana yang “nyata”, ada rumah, pekerjaan, istri, suami, anak, teman-teman, orang tua, sedangkan alam yang lain yang sedang kita hidupi adalah alam roh. ALAM ROH seringkali tidak mendapat perhatian manusia, padahal jika kita mau pelajari dan “menghidupinya” maka akan ada rahasia-rahasia Ilahi yang besar disana. Allah kita adalah ROH, dan barangsiapa menyembah-Nya, haruslah menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24). Ini berarti kita harus belajar bagaimana hidup secara roh, bukan hanya hidup secara daging! Keseimbangan hidup sangatlah penting, tetapi keadaan roh seseorang dalam sebuah perjalanannya akan menjadi lebih penting dimata Allah, bukan hanya masalah keinginan hidup di bumi.


Seiring perjalanan kami dalam pelayanan ini, selama saya turut membangun bersama rekan dan gembala senior, kami melihat bagaimana Bapa melatih kami hidup dalam alam roh. Banyak yang mengatakan pada kami, bahwa kami masih sangat muda (dan memang benar :), tetapi kami sangat percaya Bapa sudah menetapkan kelahiran kami untuk mencetak sebuah sejarah yang tertunda dan menggenapi rencana Bapa atas bumi sebelum kedatangan-Nya kedua kalinya. Dalam perjalanan ini, saya rindu membagikan apa saja yang pernah kami dapatkan secara roh, dari pendoa-pendoa syafaat (dari dalam dan luar tempat kami) yang turut berdoa dan meneguhkan apa yang kami hadapi sepanjang perjalanan kami menuju Kota Sion.

Kota Sion…adalah kota impian saya,….dan impian semua orang..suatu kehidupan tanpa duka, tanpa dipenuhi tuntutan hidup yang berat, tanpa pekerjaan yang kotor, tanpa cinta yang penuh nafsu dan menyesatkan…suatu kehidupan kekal yang sempurna..gambaran dari kesempurnaan Bapa sendiri. Kristuslah Rajanya dan ada tingkatan-tingkatan disana…biasanya kita menyebutnya sebagai Kerajaan Seribu Tahun, dan setelah itu, masa Kerajaan Sorga yang kekal. Dalam masa itupun, pemerintahan Allah Bapa dibagi dalam tingkatan tertentu. Kemuliaan yang indah dan kehormatan diberikan kepada para penatuanya, para pahlawan-Nya yang perkasa secara roh, juga ada tingkatan untuk warga Kerajaan Sorga, orang-orang yang percaya pada-Nya dan melayani-Nya, bahkan ada juga tempat bagi yang percaya tetapi belum sempat melakukan apapun bagi Dia dibumi. Bapa itu adil, Dia menempatkan anak-anak yang dicintai-Nya menurut iman dan pekerjaannya secara roh. Kenapa saya katakan secara roh? Dalam hidup saya, saya belajar banyak tentang keadilan Tuhan. Menurut anda, sobat..apa keadilan Tuhan itu?

Ada yang tidak berbicara didepan mimbar, kelihatannya menjadi orang biasa, tetapi di Sorga mendapat kehormatan yang lebih, ada juga yang terkenal dan hebat dimata manusia, tidak mendapat apa-apa dan malah dianggap pendosa oleh Tuhan. Tetapi ada juga yang bekerja bagi Tuhan secara murni, mendapat kehormatan yang setimpal, sedangkan yang bermalas-malas, akan mendapatkan kehormatan yang sedikit pula.

Apa yang membedakannya? Ya,..semua berasal dari kemurnian hati…

KEMURNIAN. Adalah landasan kami berdiri dan dilahirkan dalam sebuah perjalanan pasukan Tuhan. Bapa sudah menjadi begitu marah, sedih, kecewa melihat gereja-Nya di akhir zaman menyalahgunakan kehormatan Bapa didepan umum, berbicara tentang kebenaran tanpa kebenaran dalam hidupnya, perpecahan antar aliran gereja, saling menusuk dan menghakimi…mengerikan..gereja-Nya sedang sakit..

Bapa menangisi generasi akhir ini..sungguh Dia menjerit kesakitan untuk menantikan lahirnya generasi akhir yang MURNI…

KEMURNIAN…adalah dasar yang paling penting dalam sebuah kegerakan kebangunan rohani. Manusia yang fana ini dipenuhi dengan keinginan dan pikirannya sendiri, sehingga bagaimana manusia yang lemah seperti kita dapat dipakai-Nya untuk tujuan yang besar? Mari cek hati kita di dasar perjalanan kita…

–    Apakah anda mengikut Yesus yang benar? Atau yesus palsu (dibahas dalam kebangunan rohani palsu
dan  yesus palsu (lihat www.lama.grahacmc.org)) . Keselamatan yang sejati selalu menghasilkan buah pertobatan, buah pelayanan dan buah jiwa.
–    Apakah anda melayani hanya untuk mendapatkan penghargaan dan kehormataan, dan ketika anda
disalah mengerti, tidak dihargai, anda menjadi marah dan kecewa?
–    Apakah anda suka menuntut pemimpin anda dan teman-teman anda tanpa anda melihat diri anda dalam
cermin Ilahi?
–    Bagaimana cara kita memperlakukan saudara kita? Murni? Kotor? Gosip?
–    Bagaimana pandangan anda tentang keluarga rohani? Pentingkah? Atau tidak penting?
–    Untuk apa anda ke gereja? Apa kewajiban? Atau karena kasih kepada Tuhan?
–    Dan masih banyak pertanyaan yang bisa anda korek dari hati anda sendiri.

Untuk menjalani masa pemurnian tidak hanya sekali. Dalam perjalanan roh kami di tempat ini, kami sering melewati ujian kemurnian. Bapa mengatakan bahwa kami harus dimurnikan terlebih dahulu, sebelum bintang-bintang Allah bersinar, maka akan selalu ada masa pemurnian agar hanya Yesus nanti yang ditingggikan dan bukanlah manusia.

Kemurnian dilihat dengan pengujian api. Ini yang sangat tidak mengenakkan. Firman Tuhan tertulis bahwa Tuhan ijinkan perpecahan dalam jemaat supaya ada kemurnian! Wow, berarti hati-hati ketika Bapa uji kemurnian anda! Setiap ujian, tidak akan diberitahukan dahulu kepada kita dan tiba-tiba saja…masalah besar terjadi..kesalahpahaman terjadi..dibutuhkan kemurnian..

KEMURNIAN DAN KASIH

Hasil itu penting? Ya, tetapi tidak sepenting yang namanya Landasan KASIH. Kemurnian dan Kasih berjalan seiringan. Kasih akan menyatukan dan mengikat dengan indah dalam ikatan Sorga. Banyak yang terpancing dengan hasil dari pelayanan, hadil dari kebangunan rohani, tetapi melupakan landasan KASIH. Tuhan pernah mengajar saya mengenai ini. Saya menginginkan, bahkan sangat menginginkan semua visi kami tergenapi. Kami memiliki 7 fondasi suara yang akan merambah kemana-mana, bahkan ke Asia nantinya dan visi itu ditanamkan begitu kuat oleh Bapa dalam roh saya, seolah saya dilahirkan memang untuk melakukan rencana Bapa itu. Saya merindukan ada radio-radio rohani, televisi, majalah, koran, rumah sakit, panti asuhan, rumah kesembuhan, pelatihan kerja, perusahaan-perusahaan yang menjadi fondasi ekonomi. Saya merindukan pujian penyembahan yang menyentuh Sorga, pendoa yang berkualitas,  bahkan juga adanya keluarga-keluarga yang Ilahi. Tetapi suatu waktu dalam masa pengujian kemurnian saya beberapa tahun lalu, Bapa dengan jelas bertanya pada saya ”Apakah kau mengasihi Aku lebih dari visi-Ku?”, lalu Dia melanjutkan ” Jika semua itu tidak terjadi, apa Kau tetap mengasihi Aku?” pertanyaan itu terus diulang dalam hati saya, dan akhirnya saya tahu, hasil bukanlah yang utama. Visi bukanlah yang utama. Yang terutama dan pertama adalah Kemurnian dalam mengasihi Bapa diatas segala-segalanya.

Jika anda memiliki pelayanan yang hendak anda bangun untuk Kerajaan Allah (itulah yang anda bilang, bukan?) maka cek lagi apakah anda sudah mengasihi? Jika anda masih punya kepahitan kepada pemimpin pelayanan  anda, masih tidak taat dan tunduk, tidak mau dibimbing dan lain sebagainya, maka sesungguhnya sama saja anda sedang berjalan di luar HUKUM KASIH TUHAN dan anda tidak sedang membangun Kerajaan Allah!

Perjalanan ini akan saya lanjutkan dengan cerita tentang lahirnya generasi jawaban doa….apakah itu?

Bersambung…

 

Ev. Evie Mehita

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Curahan Isi Hati Tuhan

Monday, 27 December 2010 by Tim

ISI HATI TUHAN
(Desember 2010)

Hari ini kita akan belajar tentang apa yang menjadi curahan isi hati Tuhan. Saya percaya kita semua pasti pernah mencurahkan isi hati kita ke Tuhan. Hari-hari ini Tuhan rindu mencurahkan isi hatiNya untuk anak-anakNya. Curahan hati yang Tuhan nyatakan kepada saya beberapa waktu lalu yaitu Tuhan rindu umatnya punya

1. Leadership/kepemimpinan : kemampuan untuk mengtakeover masalah menjadi sebuah solusi.
Kepemimpinan yang baik harus dimiliki oleh setiap gereja dan anak-anakNya. Kepemimpinan seperti apa yang harus dimiliki? yaitu kemampuan untuk menghandle dan menyelesaikan masalah yang ada. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lari dari masalah/pengecut, karena kita sebagai anak Allah telah diberikan kuasa dan otoritas dari Allah. Respon kita saat menghadapi masalah menunjukkan bagaimana kita mempercayai Allah kita. Kita harus jadi solution maker. Apa masalah yang sedang anda hadapi hari-hari ini? Mari miliki keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Ketika orang yang anda kasihi (orang tua, pasangan, sahabat atau orang-orang disekitar anda) mengalami masalah, mari kita berani menjadi solution maker, jangan sampai kita menjadi orang yang menambah rumit masalah yang ada.

2. Ketaatan (Keluaran 14:13-15)

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat (Kel 14:15)

(more…)

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Strategi Perang

Monday, 13 December 2010 by Tim

Strategi Untuk Memenangkan Peperangan

(November 2010)

Hari-hari ini Indonesia sedang berduka karena bencana alam yang terjadi atas bangsa ini. Saudara, bangsa kita sangat memerlukan revival dari Tuhan. Sudah dari waktu yang cukup lama, bangsa ini menanti datangnya revival sejati yang datangnya dari Tuhan Yesus. Supaya bangsa ini mengalami revival, maka kita harus memenangkan peperangan rohani yang ada di bangsa ini. Untuk bisa menjadi pemenang dalam peperangan rohani maka harus ada strategi, karena lawan kita bukanlah darah dan daging melainkan penguasa-penguasa diudara (Efesus 6:12). Kita harus mengerti strategi doa yang harus kita miliki. Ada 4 hal yang harus kita miliki dan pahami dalam menyusun suatu strategi untuk memenangkan peperangan rohani.
1. Hikmat
Hikmat diperlukan untuk menganalisis kemampuan musuh dan mengalahkannya. Agar kita bisa memperoleh hikmat dari Allah maka kita harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan, karena hikmat berasal dari Tuhan sendiri. Jika kita tidak berjumpa dengan Allah maka kita tidak dapat menemukan hikmat. Selanjutnya, hikmat tersebut juga harus sesuai dengan firman Tuhan dan murni (bukan agar dilihat orang lain bahwa kita ini hebat). Dalm sebuah peperangan rohani, hikmat berfungsi sebagai perancang strategi.
2. Firman Allah
Firman Allah merupakan salah satu senjata, yaitu pedang Roh, untuk menyerang dan mengalahkan musuh. Oleh karena itu, penting dan wajib buat kita sebagai tentara Tuhan untuk membaca firman Tuhan setiap hari karena itu akan menentukan kekuatan pedang Roh kita. Bayangkan apa yang akan terjadi jika kita malas membaca firman Tuhan. Pedang Roh kita tidak akan bisa digunakan untuk mengalahkan musuh.

(more…)

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Kembali Pada Panggilan Yang Semula

Friday, 19 November 2010 by Tim

KEMBALI PADA PANGGILAN YANG SEMULA
Mazmur 50:1-15

(Oktober 2010)

“Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”  (Mzm 50:14-15)

Ayat-ayat ini mengungkapkan isi hati Tuhan kepada umatNya yang berfokus pada perkara-perkara rohani yang lahiriah.  Hal pertama yang Tuhan ingatkan yaitu;  “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah”. Ini bukan hanya berbicara tentang pemberian atau keaktifan kita di gereja, persembahan atau persepuluhan kita. Banyak umat Tuhan berpikir bahwa dengan hanya mengikuti ibadah rutin setiap hari minggu, memberikan persembahan dan sesekali terlibat dalam persekutuan kelompok kecil, sudah memenuhi semua tuntutan rohani atau syarat untuk menjadi “orang baik” yang berkenan di mata Tuhan. Atau mungkin terlibat dalam pelayanan yang disibukan oleh berbagai kegiatan rohani tanpa memiliki hubungan pribadi yang berkualitas dengan Tuhan. Namun merasa memiliki hak penuh untuk menuntut Tuhan memenuhi semua keinginan dan doa-doa egois mereka.

(more…)

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps.Daniel Shane – “Kanker Rohani”

Thursday, 03 June 2010 by Tim

“KANKER ROHANI” (Mei 2010)

Yohanes 15:1-8

Hari-hari ini anak-anak Tuhan perlu diajar untuk berperang di akhir zaman supaya muncul banyak pahlawan-pahlawan Allah yang radikal di akhir zaman. Hari-hari ini Tuhan juga menyatakan bahwa ada pahlawan-pahlawan Allah yang “sakit” dalam medan pertempuran. Mereka memiliki persenjataan Allah tetapi mengalami “kanker rohani” sehingga mereka tidak bisa menggunakan senjata mereka dengan baik untuk mengalahkan musuh-musuh mereka. Hal ini terjadi karena anak-anak Tuhan memperoleh input-input yang ‘kotor’, salah dan tidak sehat. Seperti halnya sakit kanker jasmani yang diderita oleh beberapa orang. Sakit kanker tersebut muncul karena input yang masuk ke tubuh merupakan input yang buruk. Selain itu pola makan manusia yang buruk juga membuat manusia tersebut bisa terkena sakit kanker. Oleh karena itu kita harus menyaring setiap input yang kita terima. Misalkan kita berada dilingkungan kerja yang sebagian besar orang-orangnya mengutamakan uang (cinta uang), fokus hidup mereka hanya untuk uang dan uang, maka jika kita tidak imbangi dengan firman Tuhan dan berada di komunitas yang benar, kita pun akan berpikir seperti mereka, karena hal itulah yang setiap hari kita dengar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sebagian besar penyakit kanker memang disebabkan oleh pola makan yang salah. Dosa memang terlihat ”enak” tapi hal itu dapat menyebabkan kita terkena ”kanker rohani”.

Bagaimana cara melawan ”kanker rohani”?
Cara melawan ”kanker rohani” sama dengan cara melawan kanker jasmani yaitu dengan cara diradiasi. Ketika seluruh tubuh kita sudah tidak bisa bertobat maka kita perlu ”diradiasi” oleh Allah (Yoh 15: 1-8).

”Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yoh 15:1-2)

(more…)

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Membela Anugerah Tuhan

Tuesday, 09 February 2010 by Tim
MEMBELA ANUGRAH TUHAN (17 Januari 2010)
I Timotius 6: 6-16

Setiap perjalanan hidup kita merupakan anugerah dari Tuhan. Namun tidak banyak orang yang mampu menyadari dan mensyukurinya. Bahkan dalam setiap nafas kita mengandung janji Tuhan yang harus kita bela dalam hidup kita. Beberapa waktu yang lalu ketika menghadapi tekanan hidup, seorang gembala pun bisa merasa tidak layak, tidak mampu berbuat apapun, tidak bisa menggenapi rencana Tuhan dan ingin menyerah. Namun Tuhan mengingatkan saya bahwa Tuhan tidak pernah menyerah dengan kehidupan kita. Seringkali kita mungkin sudah menyerah dengan kehidupan kita tetapi ingatlah bahwa Allah kita tidak pernah menyerah terhadap hidup kita. Ada orang-orang tertentu yang menyusahkan diri dengan berbagai hal yang dapat memisahkan kita dari kasih dan anugerah Allah. Kita boleh bekerja keras, siang dan malan, tetapi Tuhan tahu motivasi hati kita. Apakah kita bekerja hanya untuk membesarkan kerajaan kita sendiri atau kita bekerja untuk membesarkan Kerajaan Allah. Uang dan birahi atau hawa nafsu kita dapat memisahkan kita dari anugerah Allah. Bahkan ketidaktahuan kita akan arti anugerah Tuhan dapat membuat kita terpisah dari anugerahNya.

Kita harus tahu bahwa setiap perjalanan hidup kita mengandung janji Tuhan yang tidak boleh kita sia-siakan begitu saja karena waktu hidup kita di bumi sangat singkat. Hidup kita adalah anugerah dari Allah, suatu anugerah yang harus kita bela habis-habisan. Akhir-akhir ini saya melihat cukup banyak orang kristen yang kurang berusaha sungguh-sungguh dalam hidupnya, bermalas-malasan. Padahal kita lihat orang-orang dunia saja bekerja keras, belajar dengan rajin untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Harusnya kita sebgai orang-orang percaya yang memiliki Allah yang luar biasa harus lebih rajin dari mereka agar kita mampu menaklukan bumi untuk Kerajaan Allah. Kita jangan menjadi orang yang malas dan hanya mengandalkan kasih karunia Allah. Rasul Paulus juga mengajarkan dalam II Tes 3:10 bahwa jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

“Sebab, juga waktu kami berada diantara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”. II Tesalonika 3:2


Setiap talenta yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita juga merupakan salah satu anugerah yang harus kita bela habis-habisan untuk kemuliaanNya. Jika Allah memberikan kita 5 talenta ataupun 3 talenta bahkan satu talenta kita harus kembangkan itu. Bahkan mungkin kita berpikir, “Saya tidak punya bakat apapun, tidak bisa apa-apa”, saya mau mengatakan pada anda “Bukankah anda dapat berbicara untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus” maka belalah habis-habisan apa yang kita miliki dari Bapa.
Tuhan mau mengingatkan setiap kita bahwa dalam kehidupan manusia ada tiga hal yang dapat memisahkan manusia dari anugerah Allah.
1. Kemalasan
Berapa banyak orang kristen yang bermalas-malasan dengan kehidupannya sehingga kehidupannya tidak bisa maksimal. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan kita saat ini. Apapun keadaan kita saat ini, mungkin sangat buruk menurut kita, sehingga kita sendiri sudah menyerah dengan diri kita. Tetapi ingatlah satu hal ini bahwa Allah tidak pernah menyerah dengan kehidupan kita. Jangan menjadi pecundang! Kita diciptakan Allah sebagai umat pemenang. Berapa banyak dari kita yang fokus dengan kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Itu semua akan menghambat kita. Kita harus bela apa yang menjadi kelebihan kita. Lihatlah apa yang menjadi kelebihan kita dan kembangkan itu untuk kemuliaan nama Allah. Ada orang-orang yang menghabiskan waktu hidup mereka secara percuma dengan main game (PS), facebook, chating, dll. Bukan berarti kita tidak boleh menggunakan facebook atau chating, kalau kita menggunakan itu untuk menjadi berkat buat orang lain itu tidak masalah. Mari kita gunakan waktu hidup kita untuk sesuatu yang tidak sia-sia. Jika kita terikat dengan dosa, jangan pernah menyerah untuk bebas dari dosa kita. Sekalipun mungkin pembimbing rohani kita/gembala/teman-teman kita sudah merasa menyerah dengan kita, namun Allah tidak pernah menyerah dengan kita. Bagi Allah kita adalah anugerah yang berharga sehingga Dia rela mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita.
2. Menjauhkan diri dari kasih Kristus
Hal kedua yang dapat memisahkan kita dari anugerah Allah adalah sikap kita yang menjauhkan diri dari kasih Kristus. Kasih Allah tidak pernah jauh dari kita. KasihNya terus mengejar kita. Tetapi kita dapat terpisah sementara (bukan untuk selamanya) dengan kasih Allah karena dosa-dosa kita, kekerasan hati kita, bahkan kita sendiri yang menolak kasihNya. Ilustrasinya seperti ini, kita lari dengan kecepatan 101 km/jam dan Tuhan mengejar kita dengan kecepatan 100 km/jam. Kelihatannya jarak antara kita dengan Tuhan sangat dekat, tetapi kalau kita tidak pernah berhenti dan berkata pada Tuhan “Ya, aku menyerah” maka kita tidak akan bisa bertemu dengan kasih Tuhan. Selain itu, yang dapat membuat kita tidak bisa menerima kasih Allah adalah ketika kita tidak menyadari anugerahNya. Ada orang-orang tertentu yang tidak terima dengan kehidupannya. Misalkan, orang teesebut tidak terima dengan kehidupannya yang miskin, kemudian terus mengasihani diri, “Kenapa aku miskin? tidak seperti dia yang kaya” terus berpikir bahwa Tuhan tidak adil sehingga membuat dia marah dengan Tuhan. Percayalah saudara bahwa semua yang Allah berikan itu adalah yang terbaik buat kita. Tidak ada Bapa yang memberikan ular beracun pada anak-anaknya. Kita harus belajar mengucap syukur dalam segala hal. Seperti dalam I Tim 6:6, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar”. Tanpa ucapan syukur maka ibadah kita akan sia-sia.
3. Hawa nafsu/birahi
Hawa nafsu kita akan membuat kita terpisah dari anugerah Allah, karena hawa nafsu yang kita turuti akan membawa kita pada dosa. Kita tahu bahwa Allah sangat membenci dosa. Cara membuang setiap hawa nafsu kita adalah dengan melatih tubuh kita untuk tidak mengikuti hawa nafsu dunia. Misalnya dengan berpuasa.
Mari saudara kita bela setiap anugerah dari Bapa. Hidup kita adalah anugerah dari Nya, tubuh kita adalah anugerah dari Allah, oleh karena itu kita harus jaga kekudusan tubuh kita. Setiap talenta, panggilan hidup, visi dan kegerakan yang ada di gereja ini merupakan anugerah dari Tuhan yang harus kita bela habis-habisan bagi kemuliann Allah kita. Kita harus menjaga semua anugerah tersebut untuk digunakan sebagai alat kemulianNya.
Ada satu kisah hidup dari satu keluarga yang Tuhan anugerahi dengan seorang anak. Namun, ketika anak ini berusia 3 bulan, dia mengalami kelainan jantung. Kemudian saat anak itu berumur 4 bulan ada kelainan ginjal dan pada saat anak ini berumur 8 bulan, tulang punggungnya bermasalah. Orang tua anak tersebut merupakan orang yang kaya. Mereka menjual semua harta mereka untuk mengobati anak mereka. Padahal dokter sudah berkata untuk berhenti menjual harta benda mereka karena anak ini tidak akan sembuh. Namun, orang tua anak tersebut berkata bahwa anak kami adalah anugerah dari Tuhan yang harus kami pertahankan. Sampai akhirnya anak ini meninggal juga. Mereka menjadi miskin. Empat tahun kemudia keluarga ini dianugerahi seorang anak lagi. Anak ini tumbuh sehat. Satu kali mereka ke dokter yang sama untuk memeriksakan anak mereka. Dokter tersebut terkejut, dia berkata “Kalian kok bisa membawa anak kalian kemari?” (karena biaya dokter tersebut cukup mahal). Orang tua tersebut berkata “Tuhan telah bela hak saya”. Sekarang keluarga ini telah diberkati Tuhan dengan berkat yang melimpah dan dianugerahi anak yang sehat. Ketika kita membela anugerah Tuhan maka Tuhan pun akan membela hak kita dan anugerah Allah akan ditambahkan dalam hidup kita. Amin
Khotbah Ps. Daniel Shane
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps.Daniel Shane – Otoritas Ilahi

Wednesday, 13 January 2010 by Tim
OTORITAS ILAHI (3 Januari 2010)
(Kejadian 22:1-19)

Kali ini kita akan berbicara tentang otoritas ilahi atau otoritas rohani. Dalam Kejadian 22:1-19 ini kita akan belajar dari Abraham bagaimana mendapatkan otoritas rohani dari Allah. Dari ayat ini kita juga dapat melihat bagaiman sikap Abraham ketikan diuji oleh Allah. Tuhan pasti menguji orang-orang yang dikasihinya, karena ketika kita lulus dari setiap ujian tersebut ada sukacita yang besar dan ada berkat yang Allah nyatakan kepada setiap orang yang dikasihinya.

Kejadian 22:16-17, “kataNya:”Aku bersumpah demi diriKU sendiri-demikianlah firman Tuhan-:karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakny yang tunggal kepadaKU, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu akan menduduki kota-kota musuhnya”. Dari ayat ini kita melihat bagaimana Abraham melakukan sesuatu yang berkenan di mata Tuahn sehingga dia mendapatkan otoritas rohani yang begitu luar biasa.Ada beberapa prinsip atau syarat-syarat untuk mendapatkan otoritas rohani, yaitu:

1. Melepaskan apa yang Tuhan Yesus kehendaki (Kej 22:16-17) dan merebut apa yang menjadi hak kita.
Abraham melakukan suatu tindakan untuk mendapatkan otoritas ilahi. Abraham melakukan suatu tindakan yang sangat berkenan dimataNYA yaitu rela melepaskan anak satu-satunya yang dia kasihi. Maka kita juga harus melakukan suatu tindakan yaitu melepaskan apa yang merupakan kehendak Tuhan untuk kita lepaskan agar kita menerima otoritas ilahi. Ketika kita melayani orang yang sakit parah, misalnya sakit kanker stadium 4, seringkali kita doa melepaskan, kita berkata:”Tuhan aku lepaskan orang yang sakit kanker ini bertemu dengan Engkau”. Ini menunjukkan kita tidak paham akan otoritas rohani. Kita harus ingat bahwa otoritas rohani berbicara tentang melepaskan apa yang bukan menjadi hak kita dan merebut apa yang menjadi hak kita.


KESEMBUHAN adalah HAK KITA. Seringkali kita ngutip ayat sembarangan “rasul Paulus pun dalam kelemahannya kuasa Tuhan menjadi sempurna”, kelemahan tubuh Paulus merupakan kehendak Tuhan, jadi kita harus merebutnya. Kita juga harus bisa membedakan apa yang merupakan kehendak Tuhan atau kehendak iblis. Kemiskinan itu kehendak Tuhan atau kehendak iblis? Kemiskinan didalam Tuhan merupakan suatu sukacita tetapi kemiskinan karena iblis merupakan suatu bencana. Kenapa orang bisa miskin? Karena mereka tidak memahami hukum tabur tuai. Jika kita seorang pekerja keras maka kita akan mendapat upah seorang pekerja, ini berlaku bukan hanya untuk orang kristen tetapi berlaku untuk semua orang di dunia. Kita harus menggunakan otoritas rohani untuk merebut apa yang disebut kekayaan dan melenyapkan kemiskinan yang bukan dari Tuhan. Dari Abraham kita tahu bahwa ada harga yang harus kita bayar untuk memperoleh otoritas rohani dari Allah. Abraham adalah orang yang beriman, sebelum dia memiliki anak, dia juga cinta Tuhan tetapi belum mengerti tentang otoritas rohani. Setelah dia diuji Tuhan dan berhasil melewati ujian tersebut dia baru memahami otoritas rohani dari Allah.

2. Mengakui Tuhan Yesus secara mutlak berkuasa atas hidup kita (Mat 16:13-20)
Prinsip yang kedua yaitu kita mengakui Tuhan Yesus berkuasa atas hidup kita secara mutlak seperti yang dilakukan oleh Simon Petrus. Dari ayat ini kita melihat bahwa Petrus menyadari keilahian Yesus, dia tahu bahwa ada kuasa yang besar dalam namaNYA. Petrus tidak sekedar melihat kondisi saat ini tetapi dia melihat jauh kedepan. Seringkali kita melihat hanya berdasarkan kondisi saat ini. Ketika Tuhan menyatakan kehendakNya ataupun panggilanNya buat kita, kita seringkali melihat berdasarkan situasi saat ini, akhirnya kita sendiri yang berpikir tidak mungkin itu terjadi, dll. Kita harus memiliki pandangan yang jauh ke depan. Demikian juga ata janji-janji Tuhan pada CMC, kita harus berpikir dan melihat jauh kedepan. Jika kita melihat kindisi saat ini yang terlihat mustahil, maka kita tidak akan menjadi kecewa.

3. Pikiran kita dibukakan oleh Tuhan Yesus (Kis 9:32-43)
Dalam ayat tersebut diceritakan tentang Eneas yang sakit selama 8 tahun. Cerita ini cukup aneh karena Eneas adalah seorang kristen, dia tahu dan mengerti bahwa Yesus Kristus rajanya, tetapi mengapa dia harus sakit bertahun-tahun. Semuanya itu terjadi karena dia tidak menyadari otoritas rohani yang dapat dia gunakan. Ketika Petrus datang, pikirannya baru dibukakan oleh Tuhan dan dia menyadari otoritas rohani yang diberikan Allah. Gereja akan menjadi aneh jika tidak memahami otoritas rohani yang mereka miliki dan dapat mereka gunakan. Ayat ke-35 juga menunjukkan sesuatu yang aneh, di ayat tersebut dikatakan bahwa semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan. Padahal sudah banyak orang kristen dan suci disana tetapi dikatakan mereka semua berbalik kepada Tuhan. Ternyata orang yang percaya belum tentu mengenal Tuhan Yesus dan orang yang mengenal Tuhan Yesus belum tentu pemikirannya sudah dibukan oleh Tuhan Yesus. Pikiran kita perlu dibukakan oleh Tuhan Yesus supaya kita mengerti tentang otoritas rohani dan dapat menggunakannya.

Dari semuanya ini ada beberapa hal penting yang harus kita renungkan bersama, yaitu: sudahkah kita menyerahkan sesuatu kepada Allah? karena ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan otoritas rohani. Sudahkah kita beriman kepada Tuhan Yesus secara benar? Ketika kita diberkati mudah sekali bagi kita untuk beriman kepada Tuhan, tetapi ketika dalam kesulitan, apakah kita tetap memiliki iman yang kuat dalam Tuhan Yesus.

Khotbah Ps.Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Nafsu Rendah Esau

Thursday, 03 December 2009 by Tim
NAFSU RENDAH ESAU (15 Novemeber 2009)

Tuhan membenci Esau, namun Tuhan mengasihi Yakub. Mal 1:2-8

Apakah hal ini berarti bahwa Tuhan pilih kasih? Tentu tidak demikian.. Sesungguhnya, Tuhan berharap kalau melalui keturunan Esau, Ia akan menjadikan bangsa yang besar, melakukan perkara ajaib, mengalahkan ribuan musuh dan memenangkan setiap peperangan. Sebaliknya, karena kehendak bebas yang dia miliki, Esau memilih jalannya sendiri. Dimana akhirnya ketika ia menyesal, bahkan sampai mencucurkan air mata, hak kesulungan itu sudah bukan lagi menjadi miliknya..

Terdapat 3 hal yang membuat Tuhan tidak berkenan terhadap Esau.. Pertama, Esau memiliki hawa nafsu yang mencelakakan. Hawa nafsu yang tidak dikendalikan pada akhirnya membuktikan bahwa ia tidak tahan uji. Padahal ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia memberikan manusia kemampuan untuk mengendalikan diri..


Kedua, Esau tidak menyadari bahwa sebagai anak sulung, ia memiliki hak kesulungan yang berharga. Esau tidak menghargai hak tersebut. Makanya Tuhan lebih mengasihi Yakub yang mengejar dan berusaha mendapatkan hak kesulungan tersebut. sekalipun Tuhan tidak menyukai cara licik Yakub dalam memperoleh hak kesulungan itu.

Ketiga, Esau tidak sabar menunggu (membuktikan ia tidak tahan uji dan memiliki nafsu rendah), sehingga ia menukar hak kesulungan dengan semangkuk kacang merah. Ia memandang rendah hak tersebut. Ini artinya ia menyia-nyiakan kasih karunia yang sebenarnya menjadi milik-Nya.
Dari ketiga sifat yang dibenci Tuhan itu, bagaimanakah hati kita sebagai pelayan Tuhan? selidiki hati kita apakah hati kita juga memiliki hawa nafsu rendah seperti Esau? Apakah kita menukar panggilan surgawi kita dengan apa yang ditawarkan dunia? Apakah yang ditawarkan dunia ini, begitu memikat kita, sehingga kita meninggalkan panggilanNya? Atau ..sebagai pelayan Tuhan, kita tetap melayani namun dengan melakukan kecemaran? Standar hidup kita menurun? Pacaran tidak kudus karena tidak bisa mengendalikan nafsu? Hati dikuasai hawa nafsu untuk kaya? Percabulan? Dan dosa atau kecemaran lainnya?  
Jika hati kita telah cemar dan kita tidak mau bertobat, hati-hati…!! Jika semakin lama dibiarkan, hati kita dapat mengeras dan tidak dapat lagi mendengar teguran Tuhan. Mungkin engkau bisa ‘berhasil’ dalam pekerjaan.. pelayanan.. tapi engkau telah kehilangan perkenanan Tuhan.. ketika engkau membangun kerajaanmu, bukannya kerajaan Tuhan, maka berkat, urapan, penyertaan Tuhan tidak ada. Bahkan suatu saat Tuhan akan merobohkannya (ayat 4).. Tuhan akan melakukan pemisahan diantara anak-anakNya.. Tuhan menghendaki kita hidup suci .. tidak melakukan kecemaran.. dengan hati yang murni dan mata yang tertuju kepadaNya..

Saudara, sebagai pelayan Tuhan, kita harus melawan dosa. Lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu. Pencobaan akan selalu ada. Jika kita sebagai pelayan Tuhan (Gereja Tuhan) tidak dimurnikan, maka kebangunan rohani tidak akan pernah terjadi. Hati-hati dengan jerat-jerat iblis dalam hidup ini.

Khotbah Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Kedaulatan Tuhan Yang Mutlak

Thursday, 03 December 2009 by Tim
KEDAULATAN TUHAN YANG MUTLAK (1 November 2009)

Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. Yeremia 20:7-9.

Pernahkah kita melihat atau merasakan ada beberapa orang dimana kehendak Tuhan seolah harus terjadi pada orang itu? Saudaraku, kita tidak bisa memilih kita dilahirkan dalam keluarga yang mana, atau wajah kita seperti apa, atau kita punya ayah, atau ibu kita seperti apa. Ada orang yang ditentukan meninggal cepat atau panjang umur oleh Tuhan, itulah kedaulatan Tuhan. Orang yang selalu saja mengeluh dengan hidupnya dan tidak mengucap syukur adalah orang yang tidak mengerti kedaulatan Tuhan dalam hidupnya. Kita mengeluh mengapa kita punya keluarga seperti ini? Jika kita bisa memilih mungkin kita akan memilih orang tua yang kaya, pasangan yang seperti kita inginkan, dan lain sebagainya. Kita tidak dapat memilih kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ketika saya membaca ayat-ayat itu, saya mengerti bahwa Yeremia mengalami yang namanya kedaulatan kehendak Tuhan.


Biasanya kita berdoa pada Tuhan “Paksakan rencana-Mu ya Tuhan”, saya mau ganti doa seperti itu menjadi“ Bujuklah aku, ya Tuhan”. Bujuk, bukan “bujuki” atau dibohongi, Tuhan tidak pernah membohongi kita, tetapi lebih tepatnya “Rayu aku Tuhan agar aku mau mengikuti kehendak-Mu”.  Yang luar biasanya, Yeremia membiarkan dirinya dibujuk, dirayu Tuhan. Maukah kita dirayu Tuhan, agar kita mengikuti rencana-Nya yang sempurna? Dirayu Tuhan itu enak saudara. Jika kita dirayu oleh kekasih kita, wah rasanya melayang-layang, apalagi dirayu oleh Tuhan. Dia adalah perayu hebat. Saat Dia berkata “ Daniel, ikutlah Aku. Aku akan menjadikanmu penjala manusia..” atau Dia juga berkata “ Aku akan memberikanmu rumah di Sorga yang indah dan tempat yang indah disana..” Wah, kita dirayu dan kita tidak akan tahan dengan rayuan Tuhan. Bukan karena apa yang Dia berikan tetapi karena Dia begitu mengasihi kita.  Tuhan punya kekuatan besar untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita, biarkan diri kita dirayu oleh Tuhan.

Saat kita mengikuti kehendak Tuhan, biasanya dunia dan orang lain akan menertawakan dan mengolok kita. Kita menjadi berbeda dengan dunia ini. Memang tidak mudah, mungkin kita akan menderita bagi Kristus. Tetapi yang luar biasa lagi, Yeremia mengatakan jika dia tidak lagi melakukan panggilan Tuhan, maka hatinya tidak akan tahan. Saudara, Tuhan punya kedaulatan dalam hidup kita, kita ini adalah hamba-Nya dan  Dialah Tuhannya. Orang-orang yang menerima kedaulatan Tuhan, tidak akan bisa lari dari panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Ada orang-orang yang memiliki hati nurani yang rusak. Tahukah anda hati nurani yang rusak itu? Contohnya, teman kita ini sudah menikah tetapi selingkuh dengan orang lain. Orang yang hati nuraninya sudah rusak akan berkata “Dak papa, yang penting aku mendapatkan sesuatu dari dia”, hati nurani yang rusak selalu membenarkan sendiri apa yang menjadi pendapatnya dan tidak pernah mau dinasehati atau ditunjukkan kebenarannya. Saya menyaksikan sebuah program “masihkah kau mencintaiku?” ya, disitu ada kisah nyata seorang suami menikah lagi dan menjual istri pertamanya pada orang-orang yang tidak benar untuk melakukan percabulan. Dia tetap bersikeras itu benar, nah inilah hati nurani yang sudah rusak. Jangan biarkan hati nurani kita rusak oleh dosa.

Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat. Yeremia 20:11-13

Tuhan menyertai orang-orang yang dipanggil-Nya seperti Pahlawan yang gagah. Orang yang dipanggil-Nya, tak akan pernah ditinggalkan-Nya. Tuhan akan membuat orang-orang yang menentang kita, yang memperolok karena kita mengikuti jalan Tuhan menjadi malu. Jika kita baca ayat-ayat selanjutnya, kita juga melihat bagaimana sikap Yeremia terhadap hari kelahirannya, seolah dia berkata “Jika aku hidup tidak menggenapi rencana Allah, maka lebih baik aku tidak pernah lahir”. Kebahagiaannya bukan lagi kebahagiaan dunia. Saya percaya Yeremia ini mengalami suatu pergumulan panggilan hidup yang hebat. Tetapi dia tetap mau mengikuti rencana Tuhan yang sempurna bagi dirinya.

Saudara, mari seperti Maria berkata, juga seperti lagu yang kita nyanyikan tadi

Be it unto me, according to Your word
According to Your promises
I stand secure
Carve upon my heart
The truth that set me free
According to Your word O Lord
Be it unto me

Maria tahu harganya saat dia mentaati kehendak Tuhan, dia akan dicemooh, direndahkan, karena seorang perawan suci telah mengandung bayi. Tetapi dia menyadari keberadaannya sebagai hamba, bukan kehendaknya tetapi kehendak Tuhanlah yang terjadi dalam hidupnya. Biarlah Dia membentuk dan mengukir hati kita sehingga kita tidak memiliki hati nurani yang rusak. Tuhan memiliki perjanjian-Nya dalam hidup kita masing-masing. Apa yang dapat membatalkan perjanjian itu? Jika salah satu pihak mengingkarinya. Tuhan tidak mungkin mengingkari perjanjian-Nya. Kitalah yang membatalkannya dengan mengingkari perjanjian-Nya, tidak lagi mengikuti kehendak-Nya tetapi kehendak kita pribadi. Siapa diantara kita yang mau membiarkan Tuhan mengukir dan membentuk hati kita? Biarlah kehendak-Mu ya Tuhan terjadi dalamku, rayulah, bujuklah aku agar aku mau melakukan semua kehendak-Mu..amin.

Khotbah Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP