SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Archive from category "The Shepherd’s Voice"
  • Page 17
26 August 2026

Category: The Shepherd’s Voice

Khotbah Ps. Daniel Shane – Sifat Manusia

Thursday, 03 December 2009 by Tim

SIFAT MANUSIA (25 Oktober 2009)

Shalom, saudaraku, dalam diri manusia ada kemampuan untuk menterjemahkan suatu kejadian atau tanda dari Allah dan membedakan mana yang baik, yang salah, dan yang jahat. Tetapi manusia sering terjebak dengan pikiran-pikirannya sendiri dan pertimbangan diri sendiri yang dapat mencelakakan diri mereka sendiri. Ketika manusia membuat keputusan dalam hidupnya, seringkali kita hanya menggunakan pertimbangan diri sendiri dan menimbang menurut pemikirannya sendiri, dan hal ini akan menghalangi hubungan kita dengan Tuhan apalagi ketika hati manusia sudah condong ke satu hal maka seringkali kita tidak mau mendengarkan pertimbangan dan nasihat dari orang lain. Ketika seseorang sudah mempunyai suatu keingainan maka dia akan memiliki kekuatan yang besar dan akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya.

Manusia mencondongkan diri untuk kepentingan diri sendiri. Perbuatan seperti itu sama dengan perbuatan orang yang tidak mengenal Allah dan sama dengan lidah serong dihadapan Allah, dan itu merupakan kekejian dimata Allah. Manusia sering mencondongkan hatinya dan menambah-nambahi sesuai dengan keinginan hatinya. Neraca serong sama dengan lidah dusta, dan itu seperti suatu politik. Seringkali orang memilih pihak yang memiliki kekuatan besar atau situasi yang mendukung walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hal tersebut dibenci Allah. Hari-hari ini Tuhan menginginkan jemaat di tempat ini untuk memiliki hubungan yang dekat/intim dengan Allah. Agar kita dapat memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus, maka ada 3 hal yang harus kita lakukan:


1. Jujur dihadapan Allah
Tanpa kejujuran, tidak ada hubungan dekat dengan Tuhan. Jika kita merasa sedih, maka ceritakan kepada Tuhan, jika kita lelah, ceritakanlah kepada Tuhan. Jangan menyembunyikan diri di hadapan Tuhan.

2. Berserah penuh dalam rencana Allah
Seringkali kita mempolitisasi Tuhan, kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita, padahal kita yang meninggalkan Tuhan. Seringkali kita menginginkan Tuhan melakukan apa yang kita inginkan tetapi Tuhan punya rencana sendiri yang jauh lebih baik dari rencana kita. Tuhan yesus tidak pernah tinggalkan kita, sebab itu adalah firmannya. Namun Tuhan mengijinkan permasalahan atau hal tertentu terjadi agar kita didewasakan. Terkadang Tuhan juga biarkan kita “nyasar” atau menghadapi jalan buntu agar kita sadar bahwa kita salah jalan, tapi jangan sampai kita tidak sampai pada tanah perjanjian kita.

3. Miliki kerendahan hati dihadapan Allah. Kerendahan hati bahwa kita ini ciptaan Allah.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, jauhilah neraca serong dalam hidup kita. Tuhan menyelidiki setiap hati kita, Dia yang mengenal kita. Ada yang berkata “ Tuhan tidak mencintai saya”. Mengapa kita merasa tidak dicintai Tuhan? Karena kita mau kita dicintai sesuai pikiran kita sendiri. Kita berkata “ Tuhan, aku ingin Kau hadir disini untuk aku, aku hitung sampai 3 ya, kalau Engkau tidak hadir di depanku, maka Engkau tidak mencintai aku!” Apakah kita pikir Dia ini “kacung” kita? Sehingga apapun yang kita minta, harus Dia lakukan dan kalau kita memanggil-Nya, Dia akan secepat kilat datang pada kita? Bahkan kitapun butuh waktu untuk datang pada orang yang memanggil kita. Tetapi Tuhan sangat mencintai kita, hal yang paling mengerikan dalam hidup ini adalah merasa terbuang dari Tuhan, merasa tidak dicintai-Nya. Dia sangat mengasihi kita, jemaat Tuhan, Dia punya cara tersendiri untuk mencintai kita. Tuhan Yesus memberkati.

 

Khotbah Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Sifat dasar manusia dan orang benar

Wednesday, 21 October 2009 by Tim
SIFAT DASAR MANUSIA DAN ORANG BENAR (27 September 2009)

Saudara, hari-hari ini saya diingatkan Tuhan agar kita lepas dari semua rutinitas kita. Jika kita menyanyi dengan rutinitas, menari dengan rutinitas, atau berkotbah dengan rutinitas maka Tuhan tidak akan berkenan dengan pelayanan dan persembahan kita itu. Suatu saat saya dibawa Tuhan dalam mimpi dalam Kerajaan Allah. Semua menari, menyanyi dengan sangat indah dan luar biasa. Ada hadirat dan aura yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di bumi ini. Saya percaya jika kita menyembah dan menari bagi Tuhan dengan segenap hati kita, maka kita tidak akan dapat menyimpang dari rencana Allah yang semula dalam hidup kita. Hari ini kita akan membongkar sifat-sifat dasar dari manusia.

Jalan orang adalah lurus menurut pemandangannya sendiri, kata Firman Tuhan. Benar, kita seringkali berkata “Ya, saya akan doakan dahulu..” tetapi sebenarnya kecondongan hati kita sudah menginginkan hal itu. Manusia itu suka bersilat lidah, dan membenarkan dirinya sendiri, tidak mau mengakui kesalahan sendiri. Coba saja bagaimana reaksi kita saat mobil kita diserempet orang? Atau saat kita menabrak di jalan? Biasanya kita akan mempersalahkan jalannya, tiang didepan yang kita tabrak mungkin, dan lain sebagainya. Jarang sekali kita mau mengakui “ ya, saya yang salah..” Inilah sifat-sifat dasar manusia.


Dalam kitab Yehezkiel 18 dijelaskan bagaimana Allah menegur dan memperingatkan bangsa Israel dan membongkar hati manusia. Ada beberapa hal sifat dasar yang Tuhan tegur dalam perikop ini.

1.    Manusia memiliki sifat suka mengkambinghitamkan atas kesalahannya sendiri.
Ya, manusia sudah jatuh dalam sifat dosa saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Tidak mau dipersalahkan dan membenarkan diri.

2.    Manusia mengingini buah pengetahuan yang baik dan buruk.
Manusia memiliki sifat dasar yang buruk, yaitu dosa keingintahuan yang besar. Apakah kita membutuhkan penasehat? Ya kita membutuhkannya. Raja, Presidenpun membutuhkannya, apalagi kita! Tetapi seringkali kita tidak mau dinasehati, kita berpikir bahwa kita sudah dewasa, kita sudah dapat membedakan sendiri mana yang terbaik untuk kita, mana yang bukan. Saudara, kita menjadi lupa bahwa kita ini adalah anak dan kita memiliki Bapa di Sorga yang mengaturkan jalan kehidupan kita dengan luar biasa. Saya pernah menyukai seorang teman waktu awal semester kuliah saya, dan saya melakukan kesalahan dengan memanipulasi dia agar setuju dengan pikiran saya dan benar, dia menerima saya. Saya sangat gembira. Tetapi setelah itu, dia ditegur oleh kakak pembimbingnya dan mengatakan bahwa saya bukan dari Tuhan. Waktu itu saya sangat marah dan jengkel dengan orang itu tetapi puji Tuhan itu terjadi karena tanpa sadar saya sedang melakukan praktik sihir untuk memanipulasi wanita itu. Sangat baik kita memiliki komunitas dan kakak rohani yang akan mengarahkan kita kepada kebenaran.
Orang baik sangat banyak, ada orang kaya yang menyumbang dana sangat besar untuk Panti Asuhan, dia baik bukan? Ya, dia baik, tetapi apakah dia pasti orang yang benar di hadapan Tuhan? Belum tentu. Ada suami yang sangat baik dnegan istrinya, tetapi dia terlibat dengan diskotik. Apakah dia baik? ya, dia terlihat sangat baik tetapi tidak ada kebenaran didalam orang itu.

Orang baik belum tentu adalah orang benar tetapi orang yang benar pastilah orang yang baik. Orang Kristen pasti baik nggak? Ya, baik, tetapi belum tentu dia orang benar di hadapan Allah. Ada seorang yang berkata kepada saya, akan lebih berdosa para pelayan daripada anak. Karena jika anak berdosa, dia akan segera minta ampun, menangis dan mau berubah, tetapi jika pemimpin atau pelayan berdosa, dia menutupi kesalahannya itu agar kelihatannya baik sebagai pelayan Tuhan dan susah sekali untuk dibongkar dan diubah.

3.    Menyalahkan garis keturunannya sendiri karena dosa yang dilakukannya.
Dalam Kitab Yehezkiel dituliskan bahwa manusia akan mati karena dosanya sendiri. Jika ayah yang berdosa maka dia akan dihukum, jika anak yang berdosa maka dia akan dihukum juga. Orang yang benar dikatakan adalah orang yang melakukan kebenaran Firman Tuhan. Akibat orang yang tidak melakukan kebenaran, maka dia akan dihukum.Jangan menyalahkan garis keturunan kita “ Oh, ini gara-gara dosa ayahku yang playboy, makanya aku jadi begini..” dan lain sebagainya. Kutuk keturunan tidak akan berlaku bagi anaknya yang melakukan kebenaran.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, manusia punya kemampuan untuk memilih sendiri jalan hidupnya. Memang jalan hidup kita ada di tangan Tuhan tetapi manusialah yang menentukannya. Lebih baik kita tidak tahu kebenaran dan salah, tetapi bertobat daripada kita yang sudah mengenal kebenaran tetapi berbuat salah! Berhati-hatilah agar kita tidak melakukan kekejian di mata Allah. Dengan apa? Jika kita mengatakan pada seseorang, memberikan sugesti dan memanipulasi orang itu agar berbalik dari jalannya yang semula dalam Tuhan untuk mengikuti pikiran dan jalan kita, maka itu adalah kekejian di mata Tuhan. Ini dosa yang tidka main-main, dosa yang sangat dibenci oleh Allah, sama dengan penyembahan berhala dan menghujat Tuhan.

Banyak orang yang mengaku selamat tetapi tidak berlaku seperti orang yang diselamatkan, saya ragu akan kesemalatan mereka jika demikian. Ikutilah prinsip-prinsip Alkitab, bukan dunia ini. Manusia diperbudak oleh keinginannya sendiri. Kita menganggap menikah itu sangat bahagia seperti cerita puteri dan pangeran. Percayalah, tidak seindah itu…Bukankah Rasul Paulus juga mengajarkan pada kita lebih baik kita tidak menikah agar kita dapat fokus melayani Tuhan? Tetapi kita berkata “ Bukankah Tuhan berkata, beranakcuculah dan bertambah banyaklah, penuhi bumi ini? Ya, itu karena pada zaman itu manusia tidak banyak. Ada yang berkata “Bukankah Paulus juga berkata jika tidak tahan, kamu boleh menikah? Ya, tetapi jangan salah sangka, Paulus mengatakan itu bukan sebagai perintah tetapi kalimat sindiran untuk kita. Sesuatu yang mula-mula itu sangat indah dan bagus. Teman saya membuat begitu banyak asesoris untuk mobilnya dan akhirnya dia mengeluarkan banyak sekali uang karena kerusakannya, pemakaian yang tidak nyaman, dll.
Saudaraku, jangan tertipu, tertarik pada pandangan awal, tetapi berpikirlah jauh ke depan, apa yang baik, berkenan kepada Tuhan.

Sekarang bagaimana agar kita dapat lepas dari semua sifat dasar yang buruk dari manusia ini? Jawabannya ada di Yehezkiel 18: 30-32. Bertobatlah dan perbahruilah hati dan roh kita. Hati dan roh ini berbeda. Hati hanya dapat dipengaruhi oleh Firman Allah yang kita dengar. Jangan biarkan hidupmu eksklusif karena itu dapat menyesatkan kita. Pembaharuan hati adalah perubahan pikiran atau metanoia. Roh kita juga harus diperbahrui, disempurnakan. Miliki roh yang berbeda dari saat kita SMP, SMA, Kuliah, ya roh yang terus disempurnakan..Roh memang penurut tetapi daging itu lemah.

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Yehezkiel 18:20

 

Khotbah Ps Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Jenis Hati yang Dibenci Tuhan

Wednesday, 21 October 2009 by Tim

Jenis Hati yang Dibenci Tuhan (6 September 2009)

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Kolose 3:1-4

Saudaraku, Tuhan rindu hidup kita dibangkitkan dan diubahkan, disempurnakan serupa dengan Kristus. Hari ini kita akan belajar jenis-jenis hati yang dibenci oleh Tuhan.

1.    Hati yang licik

Tipe hati ini dimiliki oleh orang yang suka kelihatannya baik tetapi di dalam hatinya tidak tulus. Ada sebuah cerita, seorang pria ingin memperbaiki bagian dari komputernya. Dia menelpon sebuah toko komputer untuk dapat memperbaikinya. Pegawai toko itu menyarankan agar bapak itu memperbaikinya dengan cara-cara yang dikatakan oleh pegawai itu. “Wah, pegawai ini pasti anak Tuhan, baik hati sekali mau membocorkan rahasia perusahaannya agar saya dapat memperbaiki komputer sendiri”. Saat pria itu mencoba memperbaikinya, dia semakin kebingungan, lalu menelpon toko komputer itu kembali “ Maaf, tapi apakah anda bisa memperbaiki komputer saya? Saya tidak bisa memperbaikinya, apakah toko anda sibuk?” Pegawai toko itu menjawab “ oh tidak pak, kami tidak sibuk..tetapi bos saya bilang agar bapak memperbaiki dahulu agar jika rusaknya lebih parah maka biaya perbaikannya akan lebih mahal lagi…” Nah, lihat saudara, inilah hati yang licik. Terlihat baik di luar, ingin membantu, tetapi ada maksud yang tersembunyi di baliknya. Apakah hati kita seperti itu? Selalu terlihat baik-baik saja, baik kepada semua orang tetapi sebetulnya hati kita menyimpan sesuatu dan tidak pernah tulus, ada maksud-maksud yang tersembunyi.


2.    Hati yang pengecut

Ini adalah tipe hati yang dimiliki orang-orang pengecut. Anda tahu pengecut? Ya, selalu menyalahkan orang lain atas persoalan yang tidak dapat dia selesaikan sendiri. Jika nilai kita jelek kita berkata “Ini pasti gara-gara mamaku, ini gara-gara papa, ini gara-gara temanku mengajak aku! “ dan lain sebagainya. Suka menyalahkan orang lain. Saudara saya percaya didalam diri kita ada benih Ilahi yang Tuhan berikan di dalam kita. Kita adalah buatan-Nya dan Tuhan rindu kita tidak menjadi pengecut, tetapi berani mengakui kesalahan, berani menyatakan kebenaran

3.    Hati yang rusak

Ini adalah hati yang sudah mengabaikan hati nurani dan Firman Tuhan. Saya begitu sedih akhir-akhir ini, banyak orang tua menjual anaknya hanya demi menaikkan derajatnya. “Ya, kamu menikah dengan laki-laki ini, tampan, kaya ..” dan lain sebagainya, mungkin anak tunggallah atau pria usia lanjut yang hendak dipanggil kerumah Bapa. Ada juga anak yang menjual kehormatan orang tuanya, mereka mengijinkan ibu, ayahnya berselingkuh dengan orang lain asal mereka mendapatkan materi. Mereka disuap dengan kekayaan dan mereka menyetujui dosa! Saudaraku, dalam dunia ini pasti ada hukum tabur tuai. Kita ini manusia bukan hewan. Pernah tahu kucing kawin dengan anaknya sendiri? Ya itulah binatang. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga cepat sekali jatuh cinta? Asal ada cewek cantik selalu jatuh cinta. Janganlah kita merusak kehormatan Bapa kita di Sorga dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang demikian. Saudaraku, berhati-hatilah dengan keputusan yang engkau pilih dalam hidup ini. Hidup adalah pilihan. Saya disini berdiri sebagai bapa rohani anda, dan saya mengingatkan saudara, memang kita belum sempurna, tetapi jangan lakukan hal-hal buruk dalam hidup anda karena kita ini buatan Allah. Banyak orang mengidentikkan kasih dengan uang dan materi, itu bukanlah kasih.

4.    Hati pemecah belah

Apakah anda selalu menjadi pemecah belah dimanapun anda berada? Di komunitas manapun jika anda memiliki hati ini maka anda akan selalu menjadi biang kerok perpecahan yang ada di komunitas atau gereja. Apakah dengan kehadiran anda gereja tambah maju atau malah kita menjadi kutuk bukan berkat? Ada 3 tipe jemaat: yang pertama, adalah tipe jemaat yang duduk manis. Hal ini lebih baik daripada tipe yang kedua, yaitu jemaat yang duduk manis tetapi merusak, menyebarkan benih perpecahan, kebencian, dan lain-lain. Sedangkan tipe ketiga adalah tipe jemaat yang menjadi berkat buat gereja, sehingga komunitas itu diberkati, semakin berkembang karena anda.

5.    Hati yang selalu tertuju pada dosa

Ini jenis hati yang sangat parah, kecondongan hatinya selalu pada dosa. Lihat temannya punya HP, “Bagaimana cara saya memiliki HPnya ya?” melihat pasangan hidup temannya “Ah, andai saja saya bisa rebut pacarnya!”. Hati nuraninya sudah rusak dan terbiasa dengan dosa.

6.    Hati yang cepat marah

Saudaraku, ada 3 tahapan untuk kita dapat menuju kepada kemuliaan:

  1. Tahap pertobatan. Ya ini adalah dasar perjalanan kita menuju kepada kemuliaan. Pertobatan bukanlah hanya karena sering ke gereja, rajin dan baca Firman tetapi dari sikap hati kita.
  2. Tahapan bertumbuh dalam karakter Kristus. Sudahkah kita memiliki karakter Yesus?….Apa yang menjadi karakter Yesus? Kesabaran. Kesetiaan. Sudahkah kita menjadi setia dalam perkara-perkara yang kecil? Setelah kita meminta ampun atas dosa kita, apakah kita berpikir “Ya, kan sudah minta ampun jadi berdosa lagi tak apa..” Marilah kita radikal dalam kekudusan kita. Kita memiliki benih Ilahi, jangan biarkan itu rusak oleh dosa. Karakter yang Tuhan rindukan lagi adalah penuh kasih dan menjadi hamba.
  3. Tahapan berjalan dalam kasih karunia Kristus. Selamatkan hari-harimu karena hari-hari ini jahat.

Khotbah Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Hari yang dinantikan Tuhan

Wednesday, 21 October 2009 by Tim
HARI YANG DINANTIKAN TUHAN (4 Oktober 2009)

Yunus 1: 1-3 mengatakan bahwa Tuhan Allah memerintahkan Yunus ke Niniwe untuk menyampaikan pesan Tuhan, tetapi Yunus lari ke Tarsis, jauh dari hadapan Allah. Saudaraku, Yunus telah lari lari panggilan Tuhan. Manusia selalu merasa apa yang dilakukannya dan dikerjakannya itu datangnya dari Tuhan.

Anehnya, saat Yunus melarikan diri dari hadapan Allah, dia justru menemukan sebuah kapal!

Ya sebuah kapal yang dapat membawanya ke tempat impiannya. Saat kita lari dari Tuhan, dan menemukan kapal kita, kita berkata “Puji Tuhan, Tuhan telah memberikanku jawaban, inilah kapal dari Tuhan!”. Banyak orang berpikir bahwa barangsiapa melarikan diri dari panggilan Tuhan pasti hidupnya menderita, belum tentu! Mungkin dia bisa juga menemukan kapal yang besar yang seolah jawaban dari Tuhan untuk membawanya ke tempat impiannya sendiri. Dia berpikir bahwa Tuhan sedang menyediakan rencana pengganti buat dirinya.



Kapal berbicara tentang jalan keluar, suatu tempat peristirahatan, sarana menuju tempat yang kita inginkan,
tetapi sebetulnya kapal itu bukan datangnya dari Tuhan! Melainkan karena keinginan diri sendiri. Iblis dapat memberikan “jalan keluar” yang palsu ini bagi orang-orang yang meninggalkan panggilan Tuhan. Saya mengenal ada sebuah kisah dalam sebuah KKR, seorang tua berusia sekitar 65 tahun maju ke depan Altar dan menangis tersedu-sedu karena dia mau memberikan hidupnya pada Tuhan. Dia seorang yang sudah tua, dan dahulu waktu masih muda selalu berkata bahwa dia akan melayani Tuhan setelah selesai kuliah, selesai kuliah dia melanjutkan mungkin sampai mencapai gelar S3 dan bekerja dengan alasan “toh aku dapat melayani Tuhan sambil bekerja..”. Jangan lupa saudara, kita dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Apapun profesi kita, kita adalah hamba Tuhan. Ada yang berprofesi sebagai Guru, sebagai pedagang, sebagai pendeta, dan lain sebagainya, tetapi kita semua dipanggil sebagai hamba Tuhan dan hamba Tuhan adalah seorang yang melayani dan menyembah Tuhan.

Ada yang mengumpulkan harta tetapi tidak bertambah banyak, Tuhan berkata harta kita ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang! Mengapa berlubang? Ini terjadi karena kita membangun kerajaan pribadi kita dan bukan kerajaan Allah. Tuhan seolah hendak membalikkan semua kekuatan dan pikiran kita sebagai manusia bahwa bagi Allah tidak ada yang tak mungkin jika kita mau membangun Kerajaan-Nya. Mungkin kita bekerja keras untuk mendapatkan 1 Milyar dan kita berkata “ ini cukup untuk membuat gereja yang besar..” Tetapi jika Tuhan tidak berkehendak, maka semuanya akan hancur, sedangkan mungkin kita hanya memiliki uang seratus juta tetapi dapat membangun Kerajaan Allah yang besar bersama Tuhan.

Ada satu hari yang dirindukan Tuhan, apakah itu?

1.    Hari dimana kita menjawab panggilan Tuhan
Minggu lalu kita berbicara tentang sifat dasar manusia yang buruk, salah satunya adalah manusia memiliki sifat membenarkan diri sendiri dan tidak pernah mau mengakui kesalahannya sendiri. Manusia suka mengingkari dosa seperti Adam dan menyalahkan orang lain atas kesalahannya. Pada dasarnya manusia selalu berusaha membantah panggilan Tuhan. Contohnya saja sebagai mahasiswa, kita selalu berusaha mengakali tugas dosen kita. Kalau perlu tugasnya kita permudah dengan copy paste, dengan foto copi jawaban orang lain dan mengakali dosen dengan jawaban-jawaban yang ngawur. Bukankah demikian? Demikian juga kita lakukan pada Tuhan. Ketika Tuhan memberikan tugas dan tanggung jawab kepada kita lewat sebuah panggilan, bagaimana reaksi kita? Akankah kita berkata “Siap, laksanakan Tuhan!” atau kita mulai memutar otak bagaimana agar tugas kita bisa lebih ringan dan enak bagi kita. Kita mengomel karena tugas-tugas itu dan selalu menganggap semua tugas itu terlalu berat buat kita. Tetapi pada saat dia mau menjawab panggilan Tuhan itu dan mengunci mulutnya sendiri, maka semuanya akan terasa ringan.

Apakah kita juga sering mengakali panggilan Tuhan, dan melakukan seolah itu datangnya dari Tuhan padahal berhati-hatilah itu adalah kapal yang datangnya dari si jahat.

Mengapa kita tidak dapat menjawab panggilan Tuhan itu? Ya..karena kita tidak berfokus pada panggilan-Nya. Ada seorang pengusaha yang sukses dan memiliki 10 anak perusahaan dan semuanya berkembang dengan sangat baik. Orang ini punya kekonsistenan dan pengaturan waktu yang luar biasa, dia berfokus untuk mengerjakan semuanya.
Saudaraku, kapal yang iblis siapkan tadi saat kita lari dari panggilan Tuhan tampaknya indah sekali. Saya bayangkan apabila Yunus dari satu kapal itu dan tetap tidak bertobat, mungkin dia akan temukan kapal lainnya yang lebih besar dan indah dan semakin lama dia akan semakin jauh dari hadapan Tuhan.

2.    Hari pembalasan atas musuh-musuh kita
Pernahkah kita memikirkan akan datangnya hari pembalasan untuk kita? Berapa lama musuh-musuh kita memperbudak anak-anak Tuhan lewat ikatan, dan belenggu? Mau tahu rahasianya? Lakukan teori bangun pagi. Ya, bangun pagi sangatlah baik. Kita dapat memuji Tuhan di pagi hari dan mengusir iblis dengan tendangan tanpa bayangan bukan bayangan tanpa tendangan alias cuma ngomong doang, tidak melakukan apa-apa!
Saudaraku, hari pembalasan sudah tiba. Saatnya kita membalikkan keadaan, menyangkal diri dan memikul salib kita, berserah kepada Tuhan maka tangan Tuhan akan terarah kepada kita untuk membela kita di depan musuh-musuh kita!. Sebelum pembalasan, ada hari dimana ada hari kekalahan, dimana kita mungkin mengalami kejatuhan, kesakitan. Kita boleh menangis jika hati kita dilawat oleh Tuhan bukan untuk memenuhi emosi kita sebagai manusia. Seperti anda melihat film sinetron atau drama mengharukan dan hati anda menjadi mengharu biru dan menangis tersedu-sedu..” ah..puaasss…” manusia membutuhkan kepuasan emosi tetapi ini bukanlah lawatan Tuhan yang sejati. Kadang nayanyian untuk Tuhan dijadikan ajang pemuasan emosi manusia saja tetapi tidak ada hati yang menyentuh hati Tuhan.

3.    Hari kebangkitan anak-anak Tuhan
Saya percaya akan ada hari dimana hari anak-anak Allah dinyatakan. Kita sangat menantikan hari itu. Hari kebangkitan yang luar biasa dari anak-anak Tuhan. Hari kebangkitan ini dimulai dari kesadaran anak-anak Tuhan akan dosa, kesadaran akan penghakiman Tuhan dan kesadaran bahwa segalanya di bumi ini fana.

Saudaraku, sudahkah kita mengalami satu hari yang dirindukan dalam hidup kita? Hari dimana kita katakan ”ya, Tuhan..aku menjawab panggilan-Mu hari ini dan akan mengikut Engkau..”, hari dimana tangan Tuhan terangkat untuk membela dan membalas semua musuh-musuh kita, dan hari dimana kita mengalami kebangkitan yang sejati. Mengikuti panggilan Tuhan itu seperti seekor rusa yang bangkit dan berlari begitu rupa yang lolos dari jebakan-jebakan musuh dan bebas menuju kepada panggilannya. Mari berlari kepada panggilan surgawi. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah Ps. Daniel Shane
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Message – IN MEMORIAM EX WARRIOR OF GOD (part 2)

Wednesday, 16 September 2009 by Tim

(Based On True Story)

Begitu banyak bayi-bayi yang meninggal secara aneh, banyak saksi mata mengatakan sebelum bayi-bayi mereka meninggal di depan pintu rumah mereka selalu ada bau, seperti bau belerang yang terbakar dan angin bertiup sangat kencang. Bayangan hitam yang menyerupai manusia setengah kerbau yang memakai baju perang selalu meyertai kejadian tersebut dan tidak lama kemudian bayi-bayi mereka meninggal dengan cara yang mengerikan. Hidung mereka mengeluarkan darah dan leher lebam seperti bekas cekikan. Tanda-tanda itu selalu sama pada setiap kematian bayi di desa kami. Banyak penduduk desa ketakutan, lalu berkata bahwa kejadian itu disebabkan karena dewa kerbau dan dewa kematian sedang murka karena sudah 6 tahunan mereka tidak lagi merawat kuil itu dan bahkan banyak yang merusak patung-patung dewa di kuil itu. Memang semenjak pemberitaan injil masuk, kuil sudah mulai ditinggalkan bahkan beberapa patung sudah dihancurkan. Kepala desa kami, pak Zhu memang sangat memuja kuil tersebut, tetapi karena banyaknya penduduk desa yang mulai meragukan kuil itu pak Zhu tidak berani untuk menentang mereka. Kali ini pak Zhu seperti ‘mendapat angin’ untuk mengobarkan keyakinannya kembali. Pak Zhu mulai menggerakkan warga untuk mulai membangun kembali kuil “Para dewa”. Banyak orang yang mulai percaya kepada injil mulai bimbang. Yah, kepercayaan nenek moyang kami memang telah berakar kuat di hati penduduk desa, diperlukan doa dan air mata untuk merubah semuanya.


Ibu dan ayah sangat sedih dengan kejadian kejadian di desa kami. Sudah satu bulan kesehatan ibu kurang baik karena ibu mengalami pendarahan yang hebat ketika melahirkan adikku laki-laki, John Lee. Malam hari itu beberapa orang percaya berkumpul di tempat kami untuk membicarakan apa yang telah terjadi desa kami. Mereka mulai mencurigai ada upaya iblis untuk memanfaatkan kepercayaan penduduk desa sebagai celah untuk merusak pemberitaan injil di desa kami. Ayah mengajak beberapa teman misinya untuk berdoa dan meminta hikmat dari Roh Kudus, untuk menghancurkan siasat dan tipu daya iblis yang sudah mengambil nyawa banyak bayi di desa kami. Waktu ayah sedang berbicara  tiba-tiba, adikku John Lee yang berada di pangkuan ibuku menangis keras sekali. Ayah dan ibu saling berpandangan, wajah mereka menunjukan keheranan karena tangisan adikku seperti tangisan ketakutan dan kesakitan. Jendela di rumah menutup sendiri karena ada angin yang sangat kencang dan disertai dengan bau belerang yang sangat tajam. Beberapa orang percaya mulai berbisik-bisik, mereka terkejut karena kejadian inilah yang baru saja mereka bicarakan. Ayah dan ibuku mengajak mereka berdoa bersama. Ada pemandangan yang membuatku ketakutan, yaitu ada tangan yang mencengkram kuat tangan ibuku. Aku melihat belasan makhluk yang tinggi besar dan kepala mereka seperti kepala kerbau dengan mata yang merah menyala, kaki mereka lebih menyerupai kaki katak dengan golok panjang di tangan mereka. Pak Jiaw salah seorang percaya terkejut, pak Jiaw dan ibu melihat hal yang sama seperti yang aku lihat. Salah satu dari mahkluk itu berteriak keras dan mengatakan kalau ibu tidak mau menyembah dia maka dia akan mengambil nyawa adikku. Ibu berteriak kepada makhluk itu untuk diam dan keluar dari rumah kami.

Jarak makhluk itu dengan kami kira-kira 15 langkah kaki orang dewasa. Makhluk itu mengeluarkan golok kemerahan dan dengan murkanya melemparkan golok itu ke ibu. Kelompok orang percaya yang tadi telah mengambil posisi doa mereka bergandeng tangan sambil mengucapkan  kata-kata mazmur “perlindungan“ yang ada di kitab suci. Seketika itu juga ada cahaya putih berkilauan dari tubuh kami keluar dan membentuk tembok lingkaran perlindungan. Golok dari mahkluk itu terjatuh, makhluk itu semakin murka. Kali ini dia mengeluarkan lentera merah kecil dari mulutnya  dan belasan makhluk yang sama juga ikut mengeluarkannya. Lentera itu terbang mengitari kami semua, semakin lama semakin cepat. Pak Nio, salah seorang yang percaya mulai ketakutan, pak Nio berteriak-teriak bukan dia yang mencuri perhiasan istrinya. Pak Jiaw mencengkram kuat tangan pak Nio dan berkata: ”hati-hati pak Nio, iblis mulai memberikan penuduhan dan dakwaan palsu, sekalipun pak Nio berdosa asalkan pak Nio bertobat maka tidak ada seorangpun yang dapat mengingat dosa yang telah disucikan, diakui dan tak dilakukan lagi.” Ketika pak Jiaw mengatakan demikian, secara ajaib lentera-lentera merah yang berputar itu mulai berjatuhan satu persatu dan menimbulkan ledakan yang sangat keras. Ayah berkata “hati-hati dengan penuduhan dari si jahat, gunakan iman kalian sebagai perisai terhadap penuduhan-penuduhan keji makhluk tersebut. Makhluk itu bertambah murka, kali ini mereka mengeluarkan sesuatu dari hidung mereka, benda kecil yang berbentuk seperti lonceng lalu dilemparkannya ke arah kami, lonceng itu  terbang dan mengeluarkan nada-nada aneh yang membuat pak Jiaw seperti gelisah, pak Jiaw berbisik kepada ayah agar kita mendoakan keluarga pak Jiaw di rumah dan saudara-saurdara seiman yang lain. Kali ini kembali iblis mengeluarkan dakwaan kalau kita melawan dia maka dia akan mengambil orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan kita, kata ayah. Ibu diingatkan untuk menyanyikan lagu tentang mazmur “kekuatan dalam menghadapi musuh”. Ketika kami mulai berdoa, lonceng itu tak bersuara lagi dan dari atap rumah keluar suatu cahaya putih menyilaukan mata, cahaya itu menerangi kami semua, dan tepat di atas kepala kami ada sekumpulan makhluk yang tinggi besar. Wajah mereka bercahaya dan pada ikat pinggang mereka tertulis nama kami dengan cahaya putih keemasan. Masing-masing makhluk memiliki satu nama kami. Makhluk yang bertuliskan nama ayah dan ibu mempunyai pedang yang sangat panjang kira-kira setinggi dada orang dewasa, pedang mereka ujungnya sangat runcing dan di sepanjang pedang itu ada kilatan cahaya campuran warna perak dan putih. Makhluk yang bertuliskan nama ayah di pinggangnya mulai memimpin barisan yang paling depan, lalu mulai berkata: “Pergilah kalian semua, karena kami, malaikat pelindung mereka telah mengusir pemimpin kalian dari desa ini, mereka semua yang di sini telah memiliki meterai di kepala mereka. Kalian tidak berhak atas satupun nyawa di tempat ini.” Makhluk yang berkepala kerbau itu mendengus dengan keras, lalu berkata: “Kali ini kami tidak mungkin gagal lagi, kami sudah menyusun rencana ini dua tahun yang lalu dan kami telah menemukan celah untuk menawan dan menghancurkan kepercayaan mereka kepada Yang diurapiNya.” Lalu tiba-tiba makhluk itu menyerang malaikat yang bertuliskan nama pak Nio di ikat pinggangnya, dengan golok yang sangat berat dan tajam. Golok itu diputar-putarkan membentuk pusaran angin yang sangat keras, dan tiba-tiba golok itu berubah menjadi ribuan dan menghujani malaikat pelindung pak Nio. Memang golok tersebut tidak melukai malaikat itu sedikitpun, tetapi malaikat itu hanya dapat bertahan menghadapi serangan makhuk itu. Malaikat pak Nio berkata: “Nio, engkau sudah bebas jangan pernah mau ditawan pikiranmu, bangkitlah Nio.” Memang pak Nio terlihat seperti orang yang sangat ketakutan, wajahnya pucat dan berkeringat banyak. Dari tangan kiri makhluk berkepala kerbau itu mengeluarkan suatu rantai yang berbentuk seperti ular, warnanya hitam legam. Rantai itu dilemparkannya ke pak Nio, tiba-tiba rantai itu sudah hampir membelit kuat tangan pak Nio, tetapi pak Nio sepertinya tidak bisa mendengarkan lagi suara dari malaikat itu.

Malaikat penjaga ayah mulai mengatakan kepada ayah: “Lee, gunakan kata-kata imanmu untuk menguatkan pak Nio, roh penuduhan sedang berusaha menawan dia.” Ayah yang terus-menerus bernyanyi, seketika menghentikan nyanyiannya dan berkata: “Pak Nio, saya baru mendapatkan hikmat, saya rindu mengatakan kalau pak Nio berharga di mata Tuhan, dosa-dosamu sudah dihapus lunas oleh darahNya yang kudus, kematiaanNya telah membeli lunas hidupmu.” Makhluk lain yang berkepala kerbau itu sangat marah mendengar kata-kata Ayah, lalu mulai menyerang Ayah dengan ribuan rantai dan dari punggung makhluk yang menyerang ayah keluar ribuan ular yang dapat terbang dan ular-ular itu menyerang kepala ayah. Malaikat penjaga Ayah dengan satu gerakan pedang  membunuh ribuan ular dan mematahkan rantai-rantai tersebut. Yah pedang di tangan malaikat ayah sangat tajam bahkan mungkin lebih tajam dari kepunyaan malaikat yang lain. Pak Nio yang tadinya ketakutan mulai bersuara katanya, “Tuhan Yesus, aku mau menerima pengampunanMu, aku mau berdamai dengan kehendakMu atas anak-anakku, aku serahkan mereka kepada kehendakMu,” dengan kata-kata yang setengah berbisik. Seketika itu juga malaikat pak Nio yang tadinya bertahan dengan tangan kosong, tiba-tiba memiliki pedang, memang tidak terlalu tajam dan panjang, tetapi dengan pedang itu malaikat pak Nio telah memukul mundur makhluk yang tadi menyerangnya. Sementara itu, ayah dan ibu serta  beberapa orang percaya lainnya mulai berdiri melingkar dan menyanyikan Lagu “Kemenangan di salibNya”. Ketika mereka mulai menyanyikan lagu itu, air mata bercucuran deras membasahi wajah mereka, mereka bernyanyi dengan tangan terangkat dan mata terpejam. Lagu itu dinyanyikan dengan penuh perasaan. Malaikat penjaga Ibu mulai berkata  kepada malaikat penjaga Ayah, katanya: “Kali ini sudah waktunya kita menghancurkan semua iblis yang menghalangi desa ini untuk bertumbuh mengenal Yang diurapiNya.” Malaikat ayah menganggukkan kepala, lalu dengan gagahnya malaikat ayah mengangkat pedangnya lalu disertai dengan malaikat-malaikat lainnya. Dengan gerakan yang sangat cepat mereka menyerang belasan makluk itu, walaupun jumlah makluk berkepala kerbau itu jauh lebih banyak – karena semakin lama mulai berdatangan ratusan makhluk yang sama – yang mengepung rumah kami, tetapi mereka memang bukan tandingan malaikat-malaikat itu. Sebelum ayah dan semua orang percaya menyelesaikan lagu itu, malaikat-malaikat itu telah mebunuh puluhan makhluk itu. Kali ini para malaikat telah berada di depan pintu dan pedang mereka kemudian disatukan, lalu mulai muncul sebuah cahaya yang luar biasa terangnya dan setiap makhluk berkepala kerbau  yang terkena dan melihat cahaya itu mata mereka menjadi hancur dan tubuh mereka meledak. Malaikat penjagaku melihat aku dan berkata; “Prisca, engkau mendapat kasih karunia untuk melihat apa yang terjadi di alam doa, karuniamu akan semakin  tajam, hanya saja ingat satu hal, jangan pernah mengikatkan hatimu selain kepada Yang diurapi. Kelak engkau akan mengerti, besok engkau akan melihat perubahan besar di desa ini.” Malaikat-malaikat itu lalu menghilang dari pandanganku … ( to be continue)

 

Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Message – IN MEMORIAM EX WARRIOR OF GOD (part 1)

Tuesday, 15 September 2009 by Tim

(Based On True Story)

Hidup ini adalah sebuah perjalanan… Kita tidak akan pernah mengetahui kapan perjalanan ini akan berakhir… Masa lalu adalah sebuah kenangan, hari esok adalah impian… Kita tidak akan pernah menduga kapankah impian ini akan berhenti…

Jauh sebelum sebuah nama diberikan kepada kita sebagai tanda perjalanan hidup dimulai, Bapa telah memiliki rencana yang besar dalam kehidupan anak-anakNya. Setiap rencanaNya diukirNya di kedalaman hati manusia. Bapa ingin rencanaNya untuk menjadikan bumi menjadi seperti surga dapat terjadi seperti awal penciptaanNya. Iblis merusak rencana agung tersebut. Iblis menipu manusia dengan ambisi dan nafsu jahatnya. Dunia diubahkan menjadi seperti keinginan Iblis. Dunia sedang menuju pada kebinasaan kekal.
Kasih Bapa begitu besar kepada manusia sehingga Yesus datang ke dunia sebagai korban pemuas dosa dan ambisi jahat dari Iblis yang ada di dalam manusia. Betapa banyak manusia menjadi korban tipu daya Iblis di hari-hari terakhir ini… Manusia masih percaya ada kebahagiaan yang didapatkan dengan memuaskan nafsu dan ambisinya. Manusia percaya panggilan dan rencana Bapa adalah membuat manusia terpenjara dengan kenikmatannya. Manusia menjadi buta, sampai mereka membuka matanya dengan sebuah penglihatan akan sebuah rencara penghancuran Iblis yang akan membuat mereka menjadi bebas.


Malam itu awal penglihatan itu dimulai: sebuah nisan, yah ada sebuah nisan yang bertuliskan kata-kata: In Memoriam “Ex Warrior of God“ Sebuah perjalanan baru dari akhir kehidupan. Ada pribadi yang kukenal duduk memandangi nisan yang tak terawat itu. Yah itu Yesus!!!… Yesus lalu berpaling dan tersenyum padaku, kataNya: “Daniel kemarilah dan duduklah bersamaKu, pegang tanganKu.” Lalu Yesus berkata: “Daniel, lihatlah nisan ini dan peganglah.“ Ketika tanganku mulai memegang nisan itu, tiba-tiba ada aliran yang membuat seluruh tubuhku terbawa ke dalam nisan itu. Terdengar suara keluhan dan erangan yang sangat menyayat hati memecah keheningan. Aku mencoba mendengarkan apa yang dikatakan suara-suara itu. Ternyata suara itu sedang bercerita sesuatu. Begitu banyak cerita yang tak terceritakan sebelumnya diceritakan dengan penuh penderitaan.
Ada sebuah cerita pada nisan hitam yang di sekitarnya masih harum dengan tetaburan bunga yang begitu mengetarkan hati saya… Inilah cerita dari suara itu. “Namaku Prica Lee, umurku 43 tahun sebelum kecelakaan tragis merenggut hidupku. Sebelum aku dilahirkan, aku ingat Bapa membelai aku dan mengatakan: “Berkaryalah dan berdampaklah anakKu, kerinduanKu engkau menjadi pahlawanKu dalam pemberitaan Injil dan menjadi kesaksian untukKu dengan talenta-talenta yang Kuberikan.” Waktu itu aku berteriak kegirangan karena sebentar lagi aku akan menjadi anak dari sebuah keluarga yang akan menceritakan betapa besar kasih Bapaku akan dunia. Dalam kandungan ibuku, mulailah aku ditenun, aku dirajut hari demi hari, bulan demi bulan, aku mulai dapat merasaakan keajaiban demi keajaiban terjadi. Yah hidupku dimulai dari mujizat demi mujizat dalam tubuh ibuku. Sewaktu dalam kandungan ibuku, aku sudah dapat merasakan kesedihan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku bertanya pada Bapa, “Bapa, apakah ini? Ini belum pernah aku rasakan sebelumnya.” Bapa berkata, ”AnakKu, dua bulan lagi engkau akan dilahirkan, ingatlah pesanKu, janganlah pernah engkau terikat dengan apapun di dunia tempat engkau dilahirkan, kecuali ikatan kasihKu padamu, berkaryalah dan warnai bumi dengan kasih padaKu dan pada sesamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau, hanya ingatlah ketika engkau dilahirkan, sementara ingatanmu akan Aku akan terhapus karena tubuhmu di bumi berbeda dengan ketika engkau di pangkuanKu, tetapi jangan kuatir, anakKu. Seiring dengan bertambahnya waktu, engkau akan terlatih kembali mendengar suaraKu lewat pribadi Roh Kudus, dan jangan lupa malaikat ‘kesetiaan’ di rumahKu akan menjagamu. PesanKu, jangan pernah mengingini dunia dan semua nafsunya”. Tepat sembilan bulan aku dilahirkan… Ini berarti perpisahan ingatan dengan Bapa…. Aku menangis sekencang-kencangnya, jujur aku heran dengan kejadian ini, karena baru pertama kalinya aku melakukan apa yang disebut menangis, dan merasakan apa yang disebut ketakukan, seperti yang pernah Bapa ceritakan mengenai kondisi dunia di pangkuanNya. Yah, teriakan terakhir Bapa membayangi ingatanKu, kataNya: “Kembalilah dengan membawa semua orang yang akan kau jumpai sebagai keluargamu atau temanmu. Bawa mereka dan sadarkan mereka bahwa mereka berasal dariKu dan akan kembali padaKu. Ceritakan tentang salib yang akan membuka ingatan mereka akan kasihKu. Selamat berjuang pahlawanKu.”

Ayahku, Lee seorang pekerja sosial dan ibuku, Anna adalah seorang misionaris. Yah, aku dibesarkan dari keluarga yang sangat mencintai Bapa. Sebelum ibu menidurkan aku, ibu selalu berdoa untukku dengan kasih, yah seperti kasih yang aku temui di rumah Bapa. Senyumannya ketika pertama kali aku ada di dunia membuatku merasa tenang. Dari hari ke hari ingatan tentang rumah Bapaku mulai memudar. Ibuku selalu bercerita mengenai keadaan negaraku yang merupakan “bendungan air mata” bagi para penginjil. Tiap-tiap hari ibuku, Anna bernyanyi lagu tentang salib yang membuatnya terpesona, yang membuatnya mengorbankan banyak hal. Setiap kali ibu bernyanyi lagu tentang Salib Kristus, ibu selalu menangis tetapi ada raut kebahagiaan di wajahnya. Ibu rindu suatu saat aku akan menjadi orang yang sangat berguna dan dikasihi oleh Bapa. Ketika usiaku enam bulan, aku mulai merasakan perasaan-perasaan aneh, ikatan dengan ibuku bertambah kuat. Kehadiran ibuku merupakan kedamaian bagiku. Aku mulai mengenal perasaan takut, sedih, gembira. Waktu usiaku satu tahun ingatanku mengenai Bapa semakin memudar, tetapi Bapa gantikan dengan sebuah kepekaan dalam hatiku untuk mengenali suaraNya. Yah, di dalam tubuh ini suaraku dan suara Bapaku ternyata susah dibedakan.
Suatu malam di usiaku yang menginjak satu tahun ada kehadiran aneh dikamarku, aku menangis keras ketika kehadiran aneh ini datang. Seorang penguasa kegelapan yang sering mengintai rumah ayahku, tetapi untunglah malaikat “kesetiaan”, malaikat “kepercayaan”, malaikat “kesembuhan”, berjaga-jaga dirumahku. Ketika ibuku dan ayahku berdoa dan bernyanyi di ruang makan, aku dapat melihat cahaya yang berkilauan ada di ruang makan itu, indah sekali. Ibu dan ayahku memang memiliki iman yang besar. Seringkali ketika sepeda ayahku rusak, ayahku berjalan kaki untuk melayani masyarakat yang memerlukan pertolongannya dengan keahlian pengobatannya. Kilauan itu keluar dari rumah dan menghasilkan bau yang sangat harum seperti yang pernah aku temui di rumah Bapaku.

Suatu hari aku diajak ayah dan ibuku bersama pak Ong – seorang penginjil muda – melayani seorang bapak tua yang sakit parah, pak Chan namanya. Ketika ayahku mengeluarkan jarum-jarumnya, aku melihat ada suatu makhluk yang menyerupai manusia tetapi tanpa wajah memegangi perut dari bapak itu. Ibu dan ayahku sudah sering melayani dia tetapi tidak ada hasil, ia selalu menolak padahal kata ayahku pada ibu, penyakit pak Chan sangat parah. Hari itu ibu dan ayahku mengajak pak Chan berdoa tetapi memang mengherankan kali ini pak Chan sepertinya menurut, ibu dan ayahku saling berpandangan dengan raut bahagia. Pak Ong memimpin doa, tetapi aneh, ketika pak Ong memimpin doa, dari mahkluk itu keluar penuduhan-penuduhan kepada pak Ong, yaitu penuduhan dosa perzinahan dan kesombongan tersembunyi.

Ketika pak Ong tetap berdoa terus tiba-tiba ada sebuah makhluk yang keluar dari tubuh pak Ong memerintahkan makhluk tanpa wajah itu untuk berhenti sebentar memegangi perut pak Chan, wajah pak Chan yang pucat tiba-tiba memerah, segar kembali, pak Ong tersenyum puas. Inilah roh penipu yang menyamar menjadi roh penyembuh, memang pak Ong sangat terkenal dengan kelebihannya menyembuhkan orang dan pak Ong sangat “rendah hati” mengatakan itu semua dari Tuhan. Pak Ong sering mengadakan kebaktian-kebaktian di rumah pak Goew yang dihadiri banyak warga karena kesaksian yang “sangat indah“ dari mulutnya. Tetapi tak lama kemudian pak Chan kembali memucat dan wajahnya memandang tajam pak Ong. Ayahku lalu memegang tangan pak Chan dan berdoa sangat keras seakan akan ingin memperdengarkan isi doanya kepada seisi rumah. Waktu ayahku berdoa tiba-tiba makhluk tanpa wajah tersebut berteriak kesakitan, yah sangat kesakitan. Tak lama kemudian mahkluk itu menghilang. Aku bersembunyi di pelukan ibuku, aku sangat tak tenang dengan apa yang aku lihat. Wajah pak Chan terlihat sangat segar, pak Chan berteriak-teriak mengatakan beban di perutnya hilang, pak Chan terlihat sangt bahagia. Yah selama 20 tahun pak Chan terus menerus didera kesakitan yang sangat, tetapi kini hilang. Istri pak Chan yang sedang menyiapkan teh di belakang rumah, berlari bersama  kakak dan adiknya menjumpai pak Chan. Mereka terkejut karena pak Chan melompat-lompat, suatu hal yang kata mereka belum pernah dilakukan selama ini.

Hari itu pak Ong memimpin keluarga itu untuk menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat mereka. Ada cahaya yang sangat indah ketika mereka berdoa dan aku melihat 4 malaikat pelindung turun dari atap rumah menjagai keluarga Pak Chan. Aku melihat hari itu cahaya yang indah menari-nari pada  masing-masing orang di rumah itu, kecuali pada pak Ong, walaupun pak ong juga terlihat sangat bahagia. Hari demi hari sangat indah bagiku bersama keluarga ini. Ketika aku berumur 5 tahun ada  sebuah kejadian yang sangat menimbulkan keresahan di desa… (to be continue)

 

Ps. Daniel Shane

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane : 3 Tingkatan Roh dan 3 Tingkatan Hati

Tuesday, 15 September 2009 by Tim
3 TINGKATAN ROH & 3 TINGKATAN HATI (23 Agustus 2009)

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Galatia 3 :1-2

Shalom! Tadi pagi saya berbicara di ibadah pertama tentang Lazarus yang dibangkitkan Tuhan. Dalam hidup kita mungkin kita mengalami kematian, kematian secara rohani, kemudian Lazarus mendengar suara Tuhan memanggilnya dan diapun hidup kembali dan siap keluar dari kubur untuk melihat Tujuan Ilahi dalam hidupnya. Tetapi sebelumnya dia harus mengalami satu hal lagi. Pembukaan kain kafan yang membelit seluruh tubuhnya. Kita juga demikian, Untuk mengalami kebangkitan, mengerti tujuan Ilahi dalam hidup kita, kita harus mendengar suara Tuhan yang memanggil kita dengan nama kita, kita harus membuka kain kafan, ikatan-ikatan kita dan keluarlah dari kubur kita.
Saudara, hari ini saya akan menyampaikan mengenai 3 tingkatan roh dan 3 tingkatan hati. Beberapa waktu lalu saya diingatkan tentang Film Kungfu yang saya sukai di masa lalu saya. Saya mendapatkan pelajaran dari bagaimana Tuhan mengilustrasikan.

(more…)

Daniel Hadi ShanePeperangan Rohani
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidup di Dalam Misi Tuhan

Tuesday, 15 September 2009 by Tim

HIDUP DI DALAM MISI TUHAN (7 Juni 2009)

Tuhan sanggup memakai kita untuk sesuatu yang bahkan tidak kita pikirkan sebelumnya. Tahukah kita saudara, bahwa masa lalu kita, pengalaman-pengalaman kita dimasa lalu kita dapat dipakai Tuhan untuk rencana Tuhan yang besar.

Setiap kita pasti dipanggil Tuhan kearah misi.

Mengapa banyak orang tidak dapat masuk dalam panggilan Tuhan diladang misi? Mungkin karena kita malas? Hidup kita sia-siakan untuk jalan-jalan sepanjang hari, menonton, internet, dan lain sebagainya. Ada juga yang selalu merasa kecil hati, merasa tidak bisa. Emas-emas yang ditendangkan dari Sorga adalah potensi-potensi diri kita sendiri yang diberikan Tuhan pada kita untuk kita gunakan dalam kerajaan-Nya. Ada cerita orang yang tidak bisa apa-apa, wanita itu sangat manja dan tidak dapat mandiri. Setelah mengalami goncangan keuangan, dia akhirnya berusaha origami dari daun dan berhasil dalam usahanya itu. Talentanya dapat dipakai untuk menghasilkan sesuatu.

(more…)

Daniel Hadi ShanePanggilan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Merebut Tabut Perjanjian

Tuesday, 15 September 2009 by Tim
MEREBUT TABUT PERJANJIAN (31 Mei 2009)

Tabut Perjanjian diberitakan telah diketemukan kembali. Apapun penafsiran yang ada tentang masa-masa akhir jaman ini, yang penting kita lakukan yang terbaik bagi Tuhan. Tabut Perjanjian adalah tabut yang Tuhan berikan sebagai perjanjian pada bangsa Israel, disitu adalah lambang kemenangan, janji-janji Tuhan digenapi. Mazmur 103 :1-10

Bagaimana kita dapat merebut Tabut Perjanjian itu kembali?
1.    Strategi
Tadi malam saya bermimpi, saya menajdi pemain sepak bola, saya jadi striker dan memenangkan banyak goal. Saya terinspirasi dengan permainan sepak bola itu. Ada yang namanya strategi entah apapun namanya strategi itu. Yang membuat strategi adalah Pelatih kita. Ada kalanya perbahan strategi dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada dan strategi ini hanya dipahami lebih oleh para pemain. Saya diperintahkan untuk membuat gerakan Road To Revival ini. Banyak yang bersaksi mengalami perubahan. Tuhan selalu memberi yang baru pada kita dan tiap kita harus belajar menerima perubahan. Justru ketika kita melakukan perubahan strategi untuk melawan musuh kita, itu tandanya kita mau belajar mendengarkan suara Tuhan. Dalam peperangan, ada strategi, ada yang menyerang waktu malam, pagi, ada yang mengintai dll. Kelihatannya memang strategi itu sedikit berubah-ubah, tetapi jangan bingungkan strategi, yang penting goalnya, yaitu kemenangan.


Bagaimana strategi mendatangkan kebaikan bagi kita semua? Jadilah pemain dalam sepak bola itu. Biasanya para sporter sepak bola, hanya menjadi penonton yang kadang tidak memahami strategi yang diterapkan. Mari kita dalam pekerjaan Tuhan, jangan menjadi penonton, tetapi pemain. Pemain menyediakan waktu lebih.
Pembapaan, sangat perlu untuk kita makan dan mengenal kebenaran. Pembapaan itu salah satu strategi kita untuk melawan musuh kita. Kita belajar berkomunikasi, berpegangan tangan sama-sama. Tidak ada pelatih dan pemain yang mengeluarkan strategi tanpa alasan.
Gunakan strategi dalam memenangkan jiwa juga. Ada gelanggang bertahan, mungkin kalian pasukan doa, yang menahan serangan dari si jahat. Miliki strategi, jika kita tahu kelemahan kita. Strategi yang terbaik adalah belajar mendengarkan suara-Nya, uabh strategi yang lama, yang belum terpakai.

2.    Melatih hidup kita.
Kita punya tubuh, jiwa dan roh. Jika kita tidak melatih tubuh kita untuk berdoa, kita  tidak akan bisa berdoa dengan baik, jika kita tidak melatih jiwa dan roh kita, jika kita mendapat konfrontasi, kita akan menjadi marah. Kita perlu jiwa yang sehat, roh yang mau disembuhkan, dan dimurnikan. Bagaimana kita melatih tubuh kita? Kita perlu berlatih, jangan marah, kita berlatih jangan marah. Kita harus melatih buah-buah roh kita. Latihlah seluruh perlengkapan senjata Allah, buah roh sebelum kita bicara tentang karunia.

3.    Melangkah
Mulailah melangkah, jika kita rindu untuk pemulihan keluarga, buatlah strategi, latih diri dan mulailah berjalan. Bagaimana bisa menjadi pemain yang baik dalam pertandingan? Latihlah diri. Tidak bisa kita hanya berkata “ mana strategi yang tepat? Bagaimana ini, itu” . Orang Kristen tanpa kemenangan sedikitpun adalah pecundang. Kita pasti jadi pemenangnya. Kita hancurkan iblis.

Saya percaya kita akan segera pergi ke Kerajaan Allah, ada yang sebagai penari, penyanyi, atau orang-orang biasa. Itu tergantung bagaimana kehidupan kita di bumi. Disana tidak ada gosip, iri hati, kesedihan, kekecewaan, kepahitan. Semua disediakan bagi kita yang mengasihi Dia.
Tabut Perjanjian berbicara tentang janji-janji Tuhan. Rebutlah janji-Nya atas keluarga kita, atas hidup kita. Kita memang punya kekurangan, tapi bangkitlah dari dosa-dosa kita dan menjadi pemenang. Tuhan memberkati.

Khotbah Ps. Daniel Shane
PR: wait… I: wait… L: wait… LD: wait… I: wait… wait… Rank: wait… Traffic: wait… Price: wait… C: wait…
Daniel Hadi ShanePanggilanpemulihan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Shane – Tahta Kasih Karunia

Tuesday, 15 September 2009 by Tim
TAHTA KASIH  KARUNIA (17 Mei 2009)

Minggu-minggu ini adalah minggu pembapaan yang luar biasa. Ada pewahyuan-pewahyuan baru Tuhan bagi kita. Tema hari ini adalah Mercy Seat, tahta kasih karunia Tuhan. Mau datang pada tahta kasih karunia itu? Kemuliaan yang luar biasa dari Tuhan.
Ada nubuatan Firman Tuhan yang saya tangkap dari ayat-ayat dalam Yesaya 42 : 10-17 ini buat kita ditempat ini.
Sebelumnya saya akan sedikit mereview materi Pembapaan. Luar biasa sekali, Tuhan mewahyukan sesuatu yang baru bagi kita semuanya! Lusa lalu, saya mengalami pengangkatan roh dan saya melihat begitu banyak orang yang sedang berjalan dengan jubah-jubah yang indah dan mereka, termasuk kita, sedang berjalan ke Sorga sambil meneriakkan nama Yesus. Tetapi saya begitu terkejut sekali saat Tuhan membawa saya 1 sampai 2 km didepan barisan itu, dan ternyata disana adalah jurang maut! Ada malaikat iblis yang menyamar menjadi malaikat terang dan ada tulisan yang berkata “ selamat datang di sorga palsu” hal ini  sangat mengejutkan saya! Bapa menjelaskannya kepada saya, bahwa begitu banyak orang berpikir telah mengenal Tuhan, menyembah dan melayani Yesus, tetapi itu bukanlah Yesus yang dari Firman Allah. Saya lebih terkejut, bagaimana hal itu bisa terjadi. Dan Bapa menjelaskan lagi bahwa banyak anak Tuhan menyembah yesus rekaan/imajinasi mereka sendiri!!

(more…)

Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP