FORGOT YOUR DETAILS?

Sermons

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Raksasa

“Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.”
Bilangan 13 : 2

Ingatkah kita dengan kisah dua belas pengintai tanah Kanaan? Dua belas orang pengintai tersebut adalah orang-orang pilihan dari setiap sukunya. Tetapi apa yang mereka lihat? Mereka setuju bahwa tanah Kanaan adalah tanah yang perfect—berlimpah susu dan madunya. Namun, sepuluh pengintai diantaranya memberikan informasi yang tidak menyenangkan. Ternyata ada raksasa yang diam di sana.

Seringkali ketika kita melihat janji Tuhan, kita akan mengintai hal itu lebih dahulu. Janji Tuhan memberikan kebangunan rohani bagi kita. Apa yang sering menjadi reaksi kita ketika mengintai janji yang sudah diberikan Tuhan?

  • Alasan yang menghambat kegerakan Tuhan [Ay.28]. “Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.”
    Ada beberapa orang yang ketika melihat janji Tuhan mereka akan berkata “tetapi…,” kata “tetapi” adalah alasan untuk tidak mengikuti kegerakan Tuhan. “Kristen tetapi,” istilahnya. “Tetapi” melunturkan keberanian iman untuk meyakini janji Tuhan. Tidak heran bila alasan “tetapi…” menjadi salah satu raksasa yang sulit dikendalikan. Apa yang menjadi alasan kita untuk tidak percaya akan janji Tuhan?
  • Menyebarkan kabar busuk [Ay.32a] “Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka,”

Suatu pernyataan yang dirasa buruk bagi beberapa pengintai yang tidak percaya lagi akan janji Tuhan disebarkan oleh mereka melalui kabar busuk. Seseorang yang memandang segala sesuatunya buruk memiliki ketidakberesan di area gambar diri. Secara tidak sadar, ia tidak percaya bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatunya baik bagi dirinya. Parahnya, kabar busuk yang disebarkan dapat memengaruhi orang lain. Pada Bilangan 14:1 bangsa Israel menjadi bersungut-sungut dan sedih pada Tuhan. Padahal yang mereka dengar hanyalah pendapat dari beberapa pengintai yang penakut dan tidak percaya pada Allah yang menyertai mereka. Belajarlah untuk tidak terpicu menyebarkan kabar buruk. Pandang saja Tuhan dan percaya!

  • Merasa bahwa orang lain memikirkan hal yang buruk tentangnya [Ay.33] “dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.

Merasa minder, tidak percaya diri, dan berprasangka buruk adalah ciri-ciri orang yang harus dipulihkan di area gambar diri. Bagaimana kita dapat melawan ‘raksasa’ kalau kita masih saja terus menganggap diri sendiri adalah ‘belalang’? Seharusnya kita mengalahkannya dengan Firman Tuhan.

Bagaimana seharusnya yang menjadi respon kita ketika melihat ‘raksasa’ dalam perjalanan mendapatkan janji Tuhan? [1 Samuel 17:45] Respon Daud luar biasa ketika menghadapi musuh dari Filistin. Tidak lari dan putus asa, tetapi ia menyertakan Tuhan. Respon seperti ini sama seperti dua pengintai yang menantang kemustahilan, yaitu Yosua dan Kaleb.

Percaya akan kuasa Tuhan. Iman percaya Yosua dan Kaleb membawa mereka menerima tanah yang dijanjikan oleh Tuhan. Percaya juga mendatangkan mukjizat [Matius 13:58]. Janji Allah memperkuat iman. [Roma 4:19-22]

PERCAYALAH BAHWA ALLAH SANGGUP MELAKUKAN PERKARA-PERKARA YANG BESAR! KALAHKAN RAKSASAMU!

 

Generasi jaman kini seringkali disebut sebagai generasi micin. Masakan yang diberi micin akan menjadi makanan yang sedap dan enak, tetapi tidak sehat. Demikian juga dengan gereja Tuhan. Cara pandang gereja masa kini telah juga banyak dibumbui dengan hal-hal yang membuatnya terasa sedap secara dunia, tetapi menjadi gereja yang tidak sehat. Tuhan rindu kita bukan menjadi gereja micin, tetapi Tuhan rindu setiap kita menjadi gereja garam yang hidup dan memberikan dampak untuk orang lain. Tuhan mengasihi setiap kita, tapi apakah kita sudah berfungsi sebagai orang yang dikasihi-Nya?

Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.
Kisah Para Rasul 26:14-15

Paulus adalah seorang yang berpendidikan. Bahkan dulu dia merasa sangat mengenal dan dekat dengan Tuhan. Dia berpikir apa yang dilakukannya, yaitu membunuh orang-orang yang percaya Yesus, adalah hal yang benar. Ternyata dia salah! Dialah yang justru menyiksa Tuhan dengan tindakannya. Ketika Tuhan menjumpai Paulus, pikiran Paulus menjadi terbuka. Dia akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya bukan berasal dari Tuhan, tetapi pikirannya sendiri. Seringkali orang yang merasa sudah berjalan di dalam Tuhan, bisa salah dalam mendengar Firman Tuhan, sehingga memiliki cara pikir yang salah. Maka dari itu kita harus sungguh-sungguh dalam belajar Firman Tuhan supaya kita tidak salah dalam melangkah. Kita perlu mengalami perjumpaan dengan Tuhan supaya pikiran kita senantiasa dibukakan dengan kebenaran.

Dikatakan  “…… Sukar bagimu menendang ke galah rangsang”. Apa yang dimaksud dengan galah rangsang? Galah rangsang adalah sebuah alat yang Tuhan pakai untuk menangkap orang-orang yang dikasihiNya. Mungkin kita bisa merasa kesakitan saat Tuhan memasangnya kepada kita. Tetapi galah rangsang itu baik untuk sebagai alat pengendali Tuhan atas hidup kita. Paulus pun mengalami galah rangsang. Dia harus mengalami kebutaan selama 3 hari pada awal mula perjumpaannya dengan Tuhan, selanjutnya dia mengalami penganiayaan demi penganiayaan demi memberitakan kabar tentang Kristus.

Maukah kita mengalami galah rangsang? Galah rangsang itu baik dan itulah yang akan mendewasakan setiap kita.

sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”
Efesus 4 : 13-14

Orang yang dewasa akan siap untuk mengunyah makanan yang keras. Orang yang tidak mau belajar menelan makanan keras dia akan tetap menjadi anak-anak walaupun secara fisik mereka dewasa. Firman Tuhan katakan bahwa kamu harus tumbuh dewasa agar dapat membedakan yang baik dan salah. Orang yang dewasa akan dapat mendengar dan mengenal visi yg benar-benar dari Tuhan, sedangkan orang yang tidak dewasa, dia akan mudah sekali diombang-ambingkan dengan penyesatan yang diajarkan oleh dunia ini.

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat dihadapan-Nya.
Kolose 1:21-22

Kita bisa secara tidak sadar memusuhi Tuhan. Kita bisa menendang-nendang Firman Tuhan yang rasanya tidak sedap untuk kita. Kita hanya mencintai Firman yang enak di telinga kita. Hati dan pikiran kita tidak mau mendengarkan Firman yang keras dan menegur kita. Janganlah kita keraskan hati kita ketika mendengarkan Firman Tuhan, tetapi terimalah Firman Tuhan dengan hati yang lemah lembut. Di sisi yang lain, kita bisa memusuhi Tuhan dengan menendang keputusan dan kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Kita bisa sangat berontak dengan jalan-jalan Tuhan. Justru ketika kita semakin berontak, kita akan semakin sakit dan terluka. Maka, kita harus belajar untuk diam. Diam artinya berserah. Ada penyerahan yang kita berikan kepada Tuhan. Penyerahan artinya kita taat dan berdamai dengan jalan-jalan yang Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Tuhan mau kita memiliki penyerahan, maka mari kita serahkan diri kita dalam tangan Tuhan.

“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, Ia menjadikan dirinya musuh Allah
Yakobus 4 : 4

Kita bisa dengan sangat mudah memusuhi Tuhan. Ketika kita bergaul karib dengan dunia, kita bisa memusuhi Tuhan. Tetapi ada kabar baik untuk kita semua: kita diperdamaikan dengan Tuhan. Kita harus belajar taat pada Tuhan. Galah rangsang yang Tuhan berikan kepada itu enak untuk kita, bahkan itu dapat membangkitkan kita kalau kita mau.

Firman Tuhan mengajak kita untuk bersabar. Mari kita menguasai diri kita. Kita sangat tidak dapat menahan sakit ketika mengalami galah rangsang dari Tuhan. Kita bisa seringkali berontak ketika galah rangsang itu ada pada kita. Mari kita belajar menguasai diri kita. Hidup kita janganlah dikuasai oleh perasaan atau mood kita. Orang yang seringkali dikendalikan oleh perasaan adalah orang yang tidak dapat menguasai diri. kuasai diri dan bersabar dalam galah rangsang yang Tuhan berikan. Mari kita menjadi pribadi yang lebih dari seorang pahlawan!

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”.
Amsal 16 : 32

 

 

Khotbah Ev. Evie Mehita : Menanyakan Dia

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela
Mazmur 24:3-6

Sebagai manusia yang diciptakan Allah, kita semua rindu mengalami kemuliaan Tuhan. Rindu dekat dengan-Nya. Tetapi siapa yang diperbolehkan menerima kemuliaan Tuhan? Generasi yang menanyakan Tuhan!

Menanyakan Tuhan sama seperti mengizinkanNya untuk bekerja dalam seluruh aspek kehidupan kita sesuai rencana yang telah Ia buat. Contoh, ketika kita ingin melamar pekerjaan di suatu perusahaan, sudahkah kita bertanya pada Tuhan? Contoh konkret lainnya adalah ketika kita menyukai seseorang dan ingin melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, sudahkah kita menjadikan-Nya sebagai Yang Berdaulat atas hubungan kita?

Dituliskan oleh Daud bahwa generasi yang mencari Tuhan akan menerima berkat dan keadilan yang menyelamatkan. Generasi seperti ini akan mengalami kebangunan rohani yang luar biasa. Pemulihan akan terjadi ketika kita mau menanyakan dan mencari Tuhan.

Mencari Tuhan dapat diilustrasikan sebagai berikut; seorang anak kecil yang berusia 1-2 tahun tentunya belum mengenal bagaimana sosok orang tua yang sesungguhnya. Ketika digendong, anak kecil tersebut akan merasa biasa saja. Tetapi ketika ia sudah mulai mengenal ayah dan ibunya, barulah ia menyadari bahwa dirinya bergantung pada mereka. Ketika berjauhan dari orang tuanya, ia merasa tidak nyaman. Ia akan protes ketika dibawa jauh oleh orang asing. Seperti halnya kita. Seharusnya kita tidak merasa biasa saja ketika iblis mulai mengintimidasi hidup kita. Justru ketika kita merasa jauh dari Tuhan, kita akan memanggil nama-Nya, mencari Dia, dan menanyakan Dia. Itulah generasi yang dimaksudkan oleh Daud.

Rindu dengan Tuhan akan lebih berharga ketika kita memiliki hati yang haus dan lapar akan kebenaran. Berbeda dengan orang yang belum mengenal Kristus. Mereka tidak pernah merasakan kehancuran hati, sehingga haus dan lapar akan kebenaran tidak akan dirasakannya. Namun, seringkali kita merasa malu bertemu Tuhan karena merasa berdosa.

Daud pernah bergumul dengan dosanya [Mazmur 51]. Apa yang menjadi respon Daud?

  1. “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh!” [Ay.12]. Tahir artinya bersih, sudah dikuduskan. Hati yang tahir tidak bisa terlihat dari apa yang kita lakukan, pencapaian-pencapaian yang sudah dicapai, atau apa yang menjadi rutinitas kita sekalipun itu kelihatannya rohani. Hati yang tahir hanya bisa dinilai oleh Allah sendiri. Kita harus memiliki hati yang mau menjadi tahir dan mengalami pembaruan batin dengan roh yang teguh.
  2. Mempersembahkan korban yang benar [Ay. 19-21]. Korban adalah hati kita yang disembelih. Korban bakaran berbicara tentang hati kita yang dibakar oleh kerinduan Tuhan. Orang yang hatinya sudah dibakar otomatis akan menjauhi dosa. Tidak cukup hanya dengan membaca Firman Tuhan dan buku-buku rohani. Mungkin kita merasa kagum dengan kesaksian orang-orang yang dipulihkan. Kita harus mengalami pembakaran hati itu sendiri. Pembakaran hati bukan hanya sebagian, tetapi seluruhnya [Ay.21].

Sudahkah kita menanyakan Dia atas segala pilihan hidup kita? Yang terpenting, sudahkah kita menyerahkan hati dan hidup kita untuk ‘terbakar’ seluruhnya?

 

KITA BUTUH URAPAN.
HARGA SEBUAH URAPAN ADALAH KORBAN.

Tahun 2018 adalah tahun bangkitnya pahlawan-pahlawan Tuhan. Menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat, Tuhan menantikan anak-anakNya menjadi tentara-tentara Kristus yang bangkit bagiNya. Tentunya menjadi seorang tentara Kristus bukan perkara yang mudah. Ada kriteria-kriteria khusus yang harus dimiliki oleh seorang tentara Kristus. Tanpa memenuhi kriteria-kriteria tersebut, seseorang tidak akan bisa tentara Tuhan yang menang di akhir jaman.

Seorang tentara Kristus berfokus pada Kristus.

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2 Timotius 2:3-4

Para pengatur pasukan haruslah berbicara kepada tentara, demikian: Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang menempatinya. Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya. Dan siapa telah bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi belum mengawininya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengawininya.
Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya. Apabila para pengatur pasukan selesai berbicara kepada tentara, maka haruslah ditunjuk kepala-kepala pasukan untuk mengepalai tentara.
Ulangan 20:5-9

Seorang tentara Kristus tidak memusingkan dirinya dengan masalah penghidupannya, tetapi hidupnya hanya berfokus pada Kristus. Seorang yang berfokus pada Tuhan semua aspek hidupnya akan dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Kitab Ulangan menjelaskan bahwa untuk menjadi tentara harus merelakan segalanya dan berfokus pada peperangannya.

Untuk menjadi seorang tentara Kristus, kita haruslah mengosongkan diri. Proses mengosongkan diri akan dapat kita kita lakukan ketika kita sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Seperti seorang Paulus yang mengatakan bahwa, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21), dia telah mengosongkan dirinya untuk hidup bagi Kristus. Bagi seorang Paulus, mati adalah sebuah keuntungan karena bertemu dengan Tuhan, tetapi jikalau ia harus hidup, maka hidupnya haruslah berbuah. Seperti itulah hidup yang berpusat pada Tuhan: Hidup yang berbuah. Apa yang menjadi kebanggaan kita? Semua kebanggaan kita tidaklah berarti ketika kita semakin mengenal Kristus. Ketika Kristus adalah yang terutama dalam hidup kita, kita akan selalu memberikan segala yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan.

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Filipi 3:7-8

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Filipi 1:21

 

Seorang tentara Kristus memiliki Kesetiaan dan Loyalitas

Tuhan menyukai anak-anakNya yang dengan setia mengikut Dia. Tuhan tidak berkenan dengan orang yang juga “bersahabat” dengan dunia. Firman Tuhan dalam Yakobus 4:4-5 mengatakan bahwa persahabatan dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. Kita harus sadar akan identitas kita. Kita berasal dari Kristus, bukan dari dunia ini. Jadi jangan sampai kita terikat pada dunia yang fana, tetapi terus setia mengikut Tuhan.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah yang kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2

Firman Tuhan katakan, bahwa janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi kita harus mencari apa yang Tuhan mau; yang sempurna dan berkenan bagi Tuhan. Karena itu, kita juga perlu menjaga pergaulan kita. Karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Menjadi pelayan Tuhan bukan hanya sekedar melakukan pelayanan di gereja saja, tetapi kita juga harus menjaga sikap dan perilaku kita sehingga orang dapat melihat Kristus dalam kehidupan anak Tuhan.

Dunia mengajarkan kita untuk punya keinginan daging dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:15-17). Kita akan diajak untuk mengejar kesenangan yang sifatnya hanya sementara. Selanjutnya kita akan dengan mudah menjadi sombong. Padahal untuk menjadi seorang tentara Kristus haruslah memiliki hati hamba: rendah hati. Tentara Kristus harus memiliki sikap yang rela untuk dibentuk dan dilatih supaya menjadi pribadi yang kuat. Seorang tentara Tuhan yang sejati akan rela berkorban untuk Kristus. Justru pengorbanan yang dia lakukan akan membuatnya bersukacita (1 Pet 4:12). Tentara Kristus yang sejati akan rela diutus kemanapun Tuhan mau utus. Karena itu mari kita relakan hati kita untuk dibimbing kemanapun Tuhan mau tuntun kita. Kerelaan hati kita yang seperti ini yang berkenan bagi Tuhan.

Banyak dari antara pahlawan-pahlawan Tuhan yang tidak dapat berperang karena mereka tertawan musuh. Iblis menawan pahlawan-pahlawan Tuhan dengan ikatan dosa, luka masa lalu, kebiasaan-kebiasaan buruk, dan bahkan kutuk. Tetapi Roh Tuhan yang ada dalam diri kita lebih besar dari semuanya. Bahkan Tuhan sudah melepaskan belenggu-belenggu kita, tetapi untuk menjadi seorang yang benar-benar bebas butuh respon dari kita untuk segera lari dari penjara-penjara kita.

Marilah kita rindu Tuhan memakai hidup kita. Hidup kita biarlah menjadi alat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Jangan tertidur! Mari kita jadi tentara Tuhan yang bangkit di akhir jaman. Berfokus pada Kristus, dan latihlah dirimu untuk menjadi tentara-tentara yang kuat. Latih senjata-senjata kita dan menangkan banyak jiwa bagi Kristus!

“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. ”
Yohanes 8:12

Yesus mengatakan bahwa siapa yang berjalan bersamaNya tidak akan berjalan dalam kegelapan, karena Yesus adalah terang itu sendiri. Maka, semua orang yang percaya kepada Yesus seharusnya memiliki terang dalam kehidupan mereka. Sebuah kaki dian, tidak akan bercahaya jika tidak ada pelita yang diletakkan di atasnya; seperti itu juga setiap kita. Setiap anak Tuhan punya pelita. Tetapi banyak juga dari anak Tuhan yang tidak sadar bahwa pelita mereka menjadi padam. Tanpa sadar mereka menjadi sangat lelah untuk telibat dalam pelayanan. Apakah pelitamu sudah mulai padam? Ada 3 hal terbesar yang membuat pelita kita menjadi padam:

  1. Diletakkan di bawah gantang

“Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu
Matius 5:15

Gantang adalah sebuah wadah yang sering digunakan untuk menakar biji-bijian. Gantang berbicara tentang pekerjaan. Pekerjaan kita bisa juga membuat kita api kita kepada Tuhan menjadi padam. Seringkali tanpa sadar fokus kita bekerja bukan lagi melayani Tuhan, tetapi pencapaian-pencapaian dunia. Banyak anak Tuhan yang pada akhirnya mengejar kesuksesan dan kekayaan, sehingga api mereka di dalam Tuhan menjadi redup.

  1. Ditutup dengan tempayan

Tempayan berbicara tentang sifat kedagingan kita yang lama. Dalam hidup kita, kita memiliki peperangan dalam diri kita. Ada raksasa-raksasa dalam diri kita yang perlu kita menangkan. Ketika kita belum mengalahkan raksasa itu, kita akan selalu bermasalah pada area tersebut.  Api kita kepada Tuhan akan dengan sangat mudah padam ketika kita terus berfokus pada masalah-masalah dalam diri kita.

  1. Diletakkan dibawah tempat tidur

Tempat tidur berbicara tentang percintaan atau pernikahan. Salah dalam memilih pasangan dapat membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Di saat itulah api kita kepada Tuhan menjadi redup. Karena itu penting untuk setiap kita mendoakan sebelum berpasangan, karena pasangan yang tidak sesuai kehendak Tuhan dapat menjauhkan kita dari Tuhan.

 

Tahun ini menjadi tahun dimana Pahlawan-Pahlawan Tuhan dibangkitkan. Karena itu, api yang senantiasa berkobar untuk Tuhan harus kita miliki. Jangan sampai api kita kepada Tuhan menjadi padam. Belajar dari kisah seorang Daud, dia menjadi pahlawan Tuhan yang berapi-api dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Di gua adulam, Daud berhasil muncul sebagai seorang pahlawan di tengah 400 orang yang bermasalah. Kisah ini dapat kita baca di 1 Sam 22 : 1-5. Daud juga muncul sebagai pahlawan di Kehila (1 Sam 23 : 1 – 13). Daud menyelamatkan kota Kehila dari orang-orang Filistin di dalam keadaannya yang juga mengalami ketakutan. Banyak dari pasukannya yang melarang dia untuk maju berperang, tetapi Daud maju melawan Filistin karena Tuhan yang memerintahkannya. Daud pun mengalami kemenangan dalam perang itu. Kisah kepahlawanan juga muncul dari Yonatan.  Yonatan berani menantang musuh Israel dari seberang dengan mengikuti kehendak Tuhan. Yonatan berhasil mengalahkan 20 orang saja, tetapi seluruh musuhnya menjadi gemetar karena mereka tahu Tuhan menyertai peperangan itu (1 Sam 14 : 1 – 15).

Untuk menjadi pahlawan Tuhan yang bangkit, kita harus menang dalam peperangan-peperangan kita. Kunci mengalami kemenangan Tuhan adalah dengan kita percaya bahwa kita memiliki urapan  yang dari Tuhan. Ketika kita tidak percaya hidup kita diurapi Tuhan, maka kekalahan demi kekalahan akan kita rasakan. Seorang Daud mampu menjadi pahlawan dimanapun dan dalam keadaan apapun karena dia percaya hidupnya di urapi Tuhan. Maka, marilah kita menjadi pemenang dan terus kobarkan apimu untuk Tuhan! (EN).

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:16

Firman Tuhan itu Ya dan AMIN. Walaupun telah berulang kali kita membacanya, pasti ada hal baru yang Tuhan sampaikan kepada setiap kita, sebab Firman Tuhan itu hidup. Firman Tuhan tidak akan pernah habis. Kita harus belajar dari Firman Tuhan yang tidak pernah berubah.

Perubahan yang dari Tuhan akan mengubah semua gaya hidup kita secara otomatis. Dari sikap, cara berpakaian, dan lain-lain.

Terkadang banyak orang berubah karena situasional. Pada saat kita berada di lingkungan yang rohani, gaya hidup kita juga menjadi rohani. Tetapi pada saat ini berada di luar lingkungan rohani, kita mulai keluar dari hal-hal yang rohani. Misalnya seorang yang menyukai pakaian mini kurang bahan, ketika berada di lingkungan gereja yang cara berpakaiannya sopan dan tertutup, dia mengikutinya. Tetapi pada saat dia jalan-jalan ke mall dan di luar lingkungan yang rohani, dia kembali memakai pakaian mini kesukaannya. Tidak ada integritas dalam dirinya.

Begitu juga dengan musik-musik dunia. Tidak ada larangan untuk mendengar musik dunia dan lain sebagainya, tetapi ketika itu semua dijadikan pelarian kita, itu akan menjadi kesalahan. Saat bosan dan lelah dengan banyak masalah, jangan jadikan hal-hal duniawi menjadi pelarian kita. Pergi ke tempat karaoke dan bernyanyi sampai pagi. Kita belajar, ketika kita mendapat masalah, kita datang kepada Tuhan, berdoa dan membaca Firman Tuhan. Sebab perubahan yang sempurna berasal dari Tuhan.

 

Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Lukas 1:19

 

Terkadang kita susah untuk mendengarkan firman Tuhan karena pahit dan mengaduk-aduk hati. Tetapi, kebenaran yang dari Tuhan adalah obat pahit yang menyembuhkan.

Kita sebagai manusia menginginkan sesuatu yang spektakuler, seperti pesta rohani, menjadi ratu, menjadi pangeran, terlihat rohani di depan semua orang dengan pelayanan kita dan gaya hidup kita. Tetapi semua ini belum tentu membuat kita siap untuk memasuki pertandingan yang sesungguhnya.

 

dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Lukas 1:17

Kita harus menjadi generasi Yohanes yang membuka jalan dan mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Kita semua butuh dipersiapkan untuk menjadi orang-orang yang layak dihadapan Tuhan, memiliki hati yang berbalik kepada Tuhan. Sudakah hati kita sendiri berbalik kepada Tuhan? Kalau hati kita belum berbalik pada Tuhan, maka kita tidak bisa membuat hati orang lain berbalik pada Tuhan. Hati yang berbalik berbicara tentang cinta dua arah, dimana Tuhan mencintai kita dan kita juga mencintai Tuhan. Tuhan sudah mencintai kita, sudahkah kita mencintai Tuhan? Ada 3 panah iblis yang selalu ditembakkan kepada anak-anak Tuhan :

  1. Panah tidakaman dengan cinta Tuhan
    Panah ini membuat anak-anak Tuhan selalu curiga dengan Tuhan, curiga dengan orang-orang disekitar kita, curiga dengan penerimaan-penerimaan yang ada, dan gambar diri.
  1. Panah damai sejahtera yang palsu
    Panah ini selalu membuat anak-anak Tuhan merasa baik-baik saja dan damai apabila diluar Tuhan maupun melakukan dosa.
  1. Panah tujuan hidup
    Tujuan hidup bukan berbicara tentang Tuhan panggil aku di suatu tempat atau menjadi apa. Tetapi kita harus melepaskan semua mimpi kita dan biarkan Tuhan mengambil alih penuh hidup kita. Belajar dari kisah Saulus yang buta selama 3 hari. Ia tidak bisa lagi melihat mimpi-mimpi besar yang sudah saulus rencanakan dan inginkan.

 

Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Ibrani 12:7-8

Anak gampangan pada firman yang di atas jika diartikan dengan bahasa lain adalah penjahat, orang-orang yang terkutuk, dan lain sebagainya. Begitu jelek arti dari anak gampangan. Oleh karena itu, jangan mau menjadi anak-anak gampangan yang tidak memiliki tujuan. Tetapi marilah kita belajar menanggung setiap proses yang Tuhan berikan.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Roma 8:1-8

 

Terkadang kita berpikir, hidup di dalam roh itu sangat sulit dan sangat susah untuk dijalani. Sebab, selama kita hidup di dalam daging, kita selalu terus bergumul dengan dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus memahami dan mengenali sifat-sifat dari dosa, misalnya avon.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
Roma 7:20-21, 24, 27

 

Ayat di atas bukanlah alasan untuk membuka jalan kalau kita bisa bebas berbuat dosa. Tubuh kita ini adalah tubuh celaka. Selama kita hidup kita akan terus bergumul dalam dosa. Tetapi orang-orang yang didalam kristus tidak lagi mengalami penghukuman karena Kristus telah mati untuk menebus semua dosa-dosa kita. Kita hidup didalam roh, maka kita memikirkan hal-hal dari roh dan fokus. Hidup kita, gairah, cinta kita adalah hal-hal yang rohani.

Memikirkan hal-hal yang rohani bukan saja tugas seorang lewi atau seorang pendeta. Tetapi, berlaku untuk semua orang baik yang bekerja di hal-hal rohani maupun yang bekerja di dunia sekuler.

Fokus hidup kita adalah Tuhan, di manapun dan apapun yang kita kita kerjakan. Contoh yang sederhana ketika kita jatuh cinta, kita tentu akan fokus kita ke orang yang kita cintai. Tetapi, walaupun fokus kita ke orang yang kita cintai, pasti ada hal-hal yang bisa kita lakukan diluar yang berhubungan dengan orang yang kita cintai. Memikirkan hal-hal yang rohani adalah fokus hidupnya, aktivitasnya selalu ditunjukan untuk hal-hal yang rohani. Dimana, semua fokus kita untuk kemuliaan Tuhan walaupun kita bekerja di dunia sekuler.

Sudahkah kita berpikir atau bertanya apa yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan? Keinginan roh adalah damai sejahtera, tetapi keinginan daging berujung pada maut adalah keinginan yang memuaskan nafsu dan keinginan kita. Ciri-ciri orang rohani tidak dilihat dari seberapa sering pelayanan, rajin datang recom, rajin ke gereja dan lain-lain. Tetapi dilihat dari gaya hidupnya, semuanya di serahkan kepada Tuhan. Sudahkah kita melakukan penyerahan total? Maukah kita melakukan penyerahan total kepada Tuhan?

 

Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roma 8:9

 

Orang yang tidak memiliki Roh Kudus, bukanlah milik kristus. Jika kita menyerahkan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan, seharusnya kita tidak akan protes kepada Tuhan dan selalu berkata “aku milik Kristus dan kepunyaan Kristus”. Kita adalah pengikut Kristus jadi harus berani berbeda. Jangan sampai kita memiliki pikiran-pikiran jahat. Sebab pikiran jahat berasal dari iri hati, kepahitan dan lain sebagainya. Orang yang hidupnya belum pulih akan hidup didalam perbudakan.

 

Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Roma 8:10-13

 

Oleh roh kita akan mematikan perbuatan daging. Pengikut Kristus bukanlah sebuah agama saja, melainkan sebuah gaya hidup. Memikirkan apa yang Tuhan pikirkan (what would jesus do). Gaya hidup kita harus menjadi gaya hidup kristus yang membawa damai sejahtera. Sebab, kita adalah buku terbuka. Bagaimana kita mau bersaksi sedangkan gaya hidup kita jauh dari mencerminkan pribadi Yesus Kristus. Bagaimana hidup bisa berbuah dan membangun kalau gaya hidup kita jauh dari cara hidup Kristus. Oleh karena itu, gaya hidup kita harus seperti gaya hidup kristus agar orang yang melihat menjadi percaya dan melihat Kristus.

 

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
2 Timotius 3:1-5

 

Ketika kita hidup didalam Roh, semua hidup kita hanya untuk Tuhan. Sebab semua orang yang di pimpin Roh Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Dan sebagai anak-anak Tuhan, kita akan menerima janji-janji dan warisan dari Tuhan, sebab kita adalah ahli waris Kerajaan Sorga.

 

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 8 : 17

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1:3

Ada 4 kata “yang” yang merupakan janji Tuhan kepada anak-anakNya. “Yang ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buah pada musimnya, tidak layu daunnya dan apa saja yang mereka perbuat berhasil.” Sungguh luar biasa bukan janji Tuhan? Tapi, janji ini tidak bisa serta merta kita dapatkan. Ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut ada pada ayat yang kedua.

Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Mazmur 1:2

Sudakah kita melakukannya? Sudahkah firman Tuhan menyatu dengan kita? Ketika kita menyatu dengan Firman Tuhan, kita akan tertanam didalam Tuhan dan keempat “yang” akan Tuhan berikan kepada kita. Banyak hal yang akan di dapatkan anak-anak Tuhan apabila mereka bergantung penuh pada Tuhan, mengandalkan Tuhan, bergaul dengan Tuhan dan hidup penuh didalam Tuhan meraka akan mendapatkan janji Tuhan.

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Yeremia 17:7-8

 

 

Setiap pohon memiliki karakteristik tersendiri, begitu juga dengan setiap anak Tuhan memiliki karakteristik tersendiri. Tapi terkadang anak-anak Tuhan selalu mencari jati diri. Apa panggilan Tuhan, apa rencana Tuhan di dalam hidupku? Panggilan Tuhan tidak seperti apa yang kita pikirkan, Tuhan memberikan panggilan kepada setiap kita tidak jauh dari apa yang kita sukai. Belajar berdoa belajarlah mengenal Tuhan dan rencanaNya di dalam hidup kita. Biarkan kehendak Tuhan yang sempurna terlaksana atas hidup kita. Jangan kita mengambil jalan sendiri, dan mengerjakan semua rencana-rencana kita sendiri tanpa bertanya pada Tuhan.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Amsal 19 : 21

Untuk sampai ke tanah perjanjian Tuhan pasti ada raksasa atau tantangan. Kenapa anak-anak Tuhan yang berada dalam rumah Tuhan tidak bisa masuk dalam tanah perjanjian itu? Karena anak-anak Tuhan sendiri belum pulih, dalam arti cepat marah, tidak bisa bekerja sama dan lain-lain. Padahal raksasa sebenarnya bisa dihancurkan dengan mengandalkan kuasaNya. Tetapi, berapa sering kita tidak mengandalkan Tuhan dan hanya mengandalkan kekuatan pribadi? Pribadi kita sendirilah raksasa yang harus dikalahkan. Apabila kita tidak merindukan kehendak Tuhan, kita tidak akan tahu apa kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15 : 16

Sebelum terbentuknya buah pada pohon, pertama-tama yang tumbuh dari pohon tersebut adalah daun. Daun berbicara tentang aktifitas rohani. Ayat di atas berbicara tentang buah yang tetap. Buah tetap berarti berkelanjutan, tidak berubah dan tidak berakhir berbuah. Terkadang anak-anak Tuhan yang sudah pelayanan 5 tahun, 10 tahun kita merasa sudah cukup dan mau pensiun untuk pelayanan. Tetapi Firman Tuhan berkata hendaklah buahmu tetap, jadi tidak ada kata pensiun dalam pelayanan dalam melayani Tuhan. Untuk menghasilkan buah yang tetap serta matang kita harus tertanam.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
Mazmur 92 : 13

  1. Pohon korma

Mengapa orang benar diumpamakan dengan pohon korma? Pohon korma adalah pohon yang tumbuh di daerah timur tengah. Seperti yang kita tahu, timur tengah memiliki suhu yang cukup tinggi dan pohon korma adalah pohon yang tumbuh di tengah padang gurun. Akar pohon korma dapat menembus ketebalan pasir di padang gurun untuk mencari sumber air di  dalam tanah. Pohon korma memiliki akar tunggal yang masuk jauh kedalam tanah dan sangat kuat apabila terjadi badai di padang gurun. Ciri khas dari pohon korma sendiri adalah pohon korma tumbuh terus ke atas bukan kesamping. Buah pohon korma sangat bermanfaat. Jika kita tersesat di padang gurun, kita ambil 5 buah kurma, kita akan hidup untuk 1 hari. Daun dari pohon korma sendiri dapat di pakai untuk membuat alat-alat rumah tangga seperti tikar, keranjang, kipas dan lain-lain. Lalu apa hubungan pohon korma dengan orang benar?

Orang benar harus tumbuh terus ke atas, yaitu ke Tuhan, bukan kesamping ke teman-teman, bahkan dengan teman-teman satu komsel. Dan buah orang benar pasti akan produktif dan bermanfaat buat orang-orang di sekitar mereka.

 

  1. Pohon aras

Ada apa dengan pohon aras di Lebanon? Mengapa harus di Lebanon? Ternyata pohon aras di Lebanon sangat spesial. Pohon aras adalah pohon yang sangat besar dan terus tumbuh selama ratusan tahun. Pohon ini melambangkan kekuatan dan daya tahan, serta terkenal karena ketabahannya. Pohon aras menghasilkan buah yang panjangnya 20 cm dan memerlukan tiga tahun untuk menjadi matang. Ada getah yang wangi menetes dari batang dan buahnya.

Pohon aras berbicara tentang kemegahan dan kekuasaan. Tetapi sebelum tumbuh menjadi pohon yang besar dan memiliki buah yang sangat bermanfaat bagi semua orang, pohon aras harus menunggu dalam waktu yang sangat lama untuk menghasilkan semuanya itu. Jadi untuk menghasilkan buah yang baik kita harus tekun dan taat dalam mengikuti setiap proses pertumbnuhan dalam diri kita.

Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
Mazmur 52:8

  1. Pohon zaitun

Buahnya seperti buah kismis. Selalu mengghijau disegala musim, dahan dan daunnya melambangkan perdamaian semesta. Pohon zaitun ketika ditebang maka akan banyak muncul tunas-tunas baru yang lebih dari satu tunas. Dan buah dari pohon zaitun digunakan untuk mengurapi raja-raja serta melambangkan kekuasaan. Seluruh bagian dari pohon zaitun dapat digunakan untuk kepentingan semua orang. Begitu pula dengan kita sebagai anak-anak Tuhan, apabila hidup kita seluruhnya di berikan untuk Tuhan maka hidup kita akan menjadi maksimal bagi semua orang.

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Yohanes 15:1-8

Apabila kita tidak tinggal dalam Tuhan, tidak bergantung pada firman Tuhan kita tidak akan pernah berbuah yang baik. Sebab pengetahuan yang kita tahu secara umum tentang Tuhan tidak lebih berharga dari perjumpaan kita sendiri dengan Tuhan. Orang yang belum lahir baru pikirannya berorientasi pada dirinya sendiri bukan untuk kepentingan semua orang.

Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
1 Korintus 10:21-24

TOP