SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Articles posted by Ellen Natalia
  • Page 7
26 August 2026

Author: Ellen Natalia

Khotbah Ev. Evie Mehita: Sekolah Kehidupan

Tuesday, 28 May 2019 by Ellen Natalia

Kehidupan kita digambarkan seperti sekolah. Dimana kita juga akan mengalami ujian-ujian dalam hidup kita. Tetapi,  ujian itu adalah fase yang harus kita lewati supaya akan kita bisa naik kelas/naik tingkat. Seringkali kalau di iming-imingi hadiah, kita akan dengan cepat melakukan sesuatu, karena kita sudah tahu apa tujuan dari kita melakukannya. Tetapi terkadang kita tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dari sebuah ujian yang Tuhan berikan. Tapi kita harus percaya, bahwa ada goal yang luar biasa di balik itu semua, yaitu membentuk karakter supaya semakin serupa dengan Kristus.

Tuhan tahu soal yang tepat buat kita. Dia tidak pernah salah memberikan soal. Dia memberikan soal sesuai dengan kapasitas kita.

Seorang guru tahu menempatkan soal yang tepat untuk muridnya. Guru yang baik akan memberikan soal ujian sesuai dengan kemampuan muridnya; soal kelas 6 SD tidak mungkin diujikan kepada murid kelas 1 SD. Jika seorang guru mampu memberikan soal yang tepat, demikian juga dengan Tuhan; Dia tahu soal yang tepat buat kita. Tuhan tidak akan memberikan soal di luar kemampuan kita.

Seringkali kita menyalahkan guru ketika kita merasa materi yang diujikan belum diajarkan. Padahal sebenarnya materi itu sudah diajarkan/ diberikan, hanya mungkin kita tidak mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Ujian dalam hidup kita pun demikian. Tuhan yang sudah memberikan “pelajaran” dalam Firman Tuhan. Tetapi seringkali kita tidak membaca dan memahami dengan sunngguh-sungguh.  

Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala. (Efesus 14:13-15)

Tuhan rindu setiap kita bertumbuh ke arah Kristus dan menjadi serupa dengan Kristus. Iblis akan selalu berusaha menghancurkan komunikasi anak-anak Tuhan.  Karena ketika kita bersatu di dalam 1 iman dan 1 tujuan, iblis akan gemetar. Karena itu, kesatuan itu penting. Kita perlu memiliki pengetahuan yang benar tentang Kristus. Untuk itulah kita masih terus dilatih untuk mencapai pertumbuhan dalam mengenal Tuhan dengan benar.

Tuhan Menilai Hidup Kita

Hidup kita dilihat dan dinilai oleh Tuhan setiap hari. Tuhan tahu segalanya; Tidak ada yang tersembunyi bagiNya. Karena itu, kita jangan hidup seenaknya.

Ada 2 hal yang seringkali Tuhan bisa uji dalam hidup kita: Ujian Buah Roh dan Ujian Pemulihan. Ujian Buah Roh berbicara tentang ujian karakter kita, yang menguji kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Ujian pemulihan adalah proses kita dipulihkan dari gambar diri yang dirusak oleh si Jahat. Ini menguji area-area pemulihan kita, hati dan perasaan kita.

Tuhan mau kita bukan hanya mau kita belajar dari “sekolah” kita, Dia mau kita mengerti dan menguasai apa yang kita pelajari. Dan untuk mencapai itu, yang diperlukan adalah KETEKUNAN. Ketekunan berbicara tentang konsistensi (terus menerus) dan kita lakukan dengan setia. Dengan demikian, kita akan mengalami pertumbuhan dalam nilai kita.

Menilai dengan Pikiran Manusia atau Pikiran Kristus?

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.(2 Korintus 5:16)

Kita bisa menilai orang lain menurut ukuran manusia, tetapi pikiran manusia bisa salah; pikiran Tuhan tidak. Kita tidak bisa menyelami pikiran Allah, tetapi kita bisa memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:9-16). Karena itu, kalau kita mau jadi berkat,  kita perlu menggunakan pikiran Kristus dalam menilai berbagai hal dalam kehidupan kita. Selain pikiran Kristus, kita juga perlu memiliki Roh Kristus. Orang dunia berkata salib adalah sebuah kebodohan, tetapi orang yang memiliki Roh dan Pikiran Kristus, salib adalah sebuah kehormatan.

Tuhan memakai bisa memakai beberapa hal untuk menguji kita:

Penderitaan (Mazmur 119:67,71)

Ada kalanya kita berada pada keadaan tertindas. Tetapi itu baik, supaya kita belajar tentang ketetapan-ketetapan Tuhan dalam hidup kita. Ketika seseorang punya masalah, mereka akan lebih sungguh-sungguh dan mendekat kepada Tuhan. Di dalam keadaan tertekan kita, kita harus semakin mendekat kepada Tuhan. Jangan biarkan Roh Melankolis menguasai kita; itu bisa membuat kita mengasihani diri, merasa tidak layak, sehingga membuat kamu tidak bisa dipakai oleh Tuhan.

Waktu (1 Timotius 3:6-7)

Untuk diangkat menjadi pemimpin, seseorang perlu diuji. Salah satunya perlu diuji dengan waktu. Tidak sembarang orang yang kelihatannya sudah bertobat langsung bisa diangkat menjadi pemimpin. Orang yang baru awal-awal bertobat, butuh waktu dulu untuk memiliki kedalaman hubungan dengan Tuhan, supaya kehidupan kerohaniannya memiliki bobot. Tetap kerjakan dengan setia sampai pada waktunya selesai.

Keberhasilan (2 Korintus 10:18)

Ujian juga bisa datang ketika kehidupan kita penuh keberhasilan dan semua baik-baik saja. Dengan pujian yang datang dari banyak orang, apakah Tuhan masih memujimu? Apakah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan? Tidak semua yang menurut orang lain baik, itu berkenan di hadapan Tuhan.

Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jangan pernah menyerah dalam setiap ujian dalam kehidupan kita. Kita perlu terus belajar dalam sekolah kehidupan, menguasai semua materi dan berhasil dalam ujian-ujian supaya kita menjadi pribadi-pribadi yang semakin naik tingkat dalam Tuhan.

Evie MehitaSekolahSoalUjian
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Fokus pada Pertandinganmu!

Wednesday, 22 May 2019 by Ellen Natalia

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarang saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:25-27)

Hidup ini adalah sebuah pertandingan. Ketika kita berada dalam sebuah track pertandingan, bukan  lintasan yang lain yang menjadi tujuan kita. Tentu yang kita mengejar apa yang jadi tujuan kita yaitu kemenangan. Karena itu, kita perlu berfokus pada pertandingan kita.  Demikian juga dengan kehidupan kita sebagai anak Tuhan. Seringkali kita memikirkan pikiran yang tidak layak untuk dipikirkan. Kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita menjadi iri hati dengan gelanggang pertandingan orang lain.

Hidup bukan Pembandingan, tapi Hidup adalah Sebuah Pertandingan

Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, damai sejahtera tidak bisa mengikuti kita. Kita akan selalu merasa tidak aman. Ini membuat gambaran Tuhan rusak dalam hidup kita. Kita tidak menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan secara menarik, unik, dan khusus. Kita lupa cara mengucap syukur atas apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.

Banyak Kekristenan yang bukan Kekristenan di jaman ini: “Takut kalau aku tidak bayar perpuluhan, nanti Tuhan tidak mengasihiku.. Tuhan tidak berkati hidupku” atau “Bayar aja buah sulung, daripada nanti usahaku dicengkram oleh iblis”. Kita perlu berhati-hati dalam menerima doktrin tentang perpuluhan dan buah sulung salah. Persembahan adalah tentang memberi karena mencintai, bukan karena takut.

Untuk mendapatkan yang paling berharga, kita harus melepaskan yang paling berharga dari dirimu

Perak itu berharga, tetapi emas lebih berharga. Level kita sebagai anak Tuhan tidak berhenti di level Perak, tetapi kita kita harus mencapai level emas murni. Perak itu perlu dipisahkan dengan emas supaya menjadi emas yang murni. Sebelum yang berharga dan luar biasa itu muncul, kita harus serahkan dulu yang berharga. Serahkan semua kekuatiranmu kepada Tuhan. Emas yang murni tidak akan muncul kalau hidupmu tidak diserahkan dan dibakar Tuhan.

Melihat keberhasilan orang lain membuatmu baper? Kamu murid dunia atau murid Tuhan? Murid dunia akan terus berlari dalam track. Jangan terus melihat ke kanan dan ke kiri, dan tidak berfokus pada pertandinganmu; kamu akan kalah.  

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban yang dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombann yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12:1)

Saya percaya bahwa ada awan saksi yang sedang melihat kita. Saya membayangkan, mereka ada di stadion dan melihat pertandingan kita. Mereka membangkitkan semangat kita dan mensupport kita supaya kita bangkit. Saat ada yang jatuh, semuanya pasti teriak gemuruh di sana, “Ayo bangun! Kamu bisa menyelesaikannya! Aku pun dulu pernah jatuh.. tapi aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Kamu juga bisa! Ayo bangkit, jangan menyerah!” Dalam hidup kita, kita punya banyak awan saksi yang mengelilingi kita. Selesaikan pertandingan kita dengan baik, dan biarkan Tuhan yang menilai hidup kita.

Kunci Kemenangan kita adalah Memperkatakan Firman Tuhan

Firman Tuhan adalah sauh bagi jiwa kita. Karena itu, isi pikiran dengan Firman Tuhan. Maka kejadian besar dan ajaib akan terjadi dalam hidup kita. Perkatakan Firman Tuhan siang dan malam,  bertindak dan jadi saksi-saksi Tuhan sampai banyak orang yang dimenangkan.

Jadilah saksi buat orang-orang disekeliling kita, dan serahkan semua rintangan yang harus kita hadapi kepada Tuhan. Berkat-berkat akan dan sudah Tuhan sediakan bagi kita. Fokus dengan pertandinganmu, jangan melihat gelanggang orang. Jadilah pantang menyerah dan biarlah Firman Tuhan yang menjadi kekuatanmu hingga kamu meraih kemenanganmu.

Daniel Hadi ShaneGelanggangPembandinganPertandingan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Campus Servant Gathering : Change the Campus, Change the World

Wednesday, 22 May 2019 by Ellen Natalia

Transformer Ministry, salah satu pelayanan CMC untuk Persekutuan Doa Kampus dan Sekolah,  kembali mengadakan Campus Servant Gathering pada Jumat, 12 April 2019. Dengan tema Change the campus, Change the world, gathering ini dihadiri oleh 15 perwakilan Persekutuan Doa Kampus di Surabaya. Kampus yang hadir diantaranya Ubaya, Poltek Ubaya, Untag, Unitomo, STIESIA, Prisma Profesional, Widya Mandala, Universitas 45, Universitas Merdeka, IBMT, Unair, IKADO, STIKES, Hang Tuah, dan UKDC.

Malam itu kami merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Yeremia 29:7, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Kita ada di bangsa Indonesia karena rencanaNya. Begitu juga kita bisa kuliah saat ini pun juga atas rencana Tuhan. Ia mau kita sadar, ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan atas tempat dimana Ia menempatkan setiap kita, yaitu mengusahakan kesejahteraan tempat tersebut. Tuhan rindu ada pemulihan dan kedamaian di kampus kita dan kita adalah pasukanNya yang dipilih untuk mengerjakan ladang tersebut.

Kampus adalah ladang yang penuh dengan jiwa-jiwa. Banyak calon pemimpin bangsa di dalamnya. Diperlukan anak-anak muda, pelayan-pelayan Tuhan yang sadar dan bergerak dalam kerinduanNya untuk menjangkau mereka. Tentunya dengan persekutuan doa kampus, sebagai wadah yang sudah ada, kita dapat memaksimalkan menjadi rumah penjangkauan dan pemuridan. Kegiatan gathering yang diadakan sebulan sekali ini diantaranya forum diskusi, doa bersama dan pelatihan pelayan Tuhan yang ada di kampus.

Menanamkan hati yang mengasihi kampus adalah hal yang akan terus didengungkan, karena dengan demikian kita dapat merasakan kerinduan Bapa yang terdalam atas jiwa-jiwa.

Banyak hal yang akan terus kami kerjakan untuk mendukung pelayanan di Persekutuan doa sekolah dan kampus. Salah satunya dengan diadakannya pemuridan dan fellowship One Night With The King untuk kampus-kampus.

Transformer Ministry akan kembali mengadakan Campus Servant Gathering di tanggal 23 Mei 2019 mendatang di salah satu universitas di Surabaya. Diharapkan dengan gathering ini, mahasiswa-mahasiswi Kristen yang melayani di Persekutuan Doa Kampus semakin diperlengkapi dalam melayani kampus mereka masing-masing.

Read more
  • Published in Transformer Ministry
No Comments

Christ Mercy Center West : CMC Cabang Surabaya Barat

Wednesday, 15 May 2019 by Ellen Natalia

Setelah penantiannya yang cukup panjang, Gereja Christ Mercy Center kini telah membuka cabang di Surabaya Barat. Melalui ibadah perdananya yang bertemakan “Life is an Open Door” pada tanggal 28 Juli 2018, CMC West resmi dibuka. Tentu ini menjadi kabar gembira bagi kita semua, karena CMC dapat semakin melebarkan sayapnya untuk menjangkau lebih banyak lagi jiwa-jiwa bagi Kristus.

Bermula dari Recom (Revival Community) Surabaya Barat yang terus bertumbuh dan bermultiplikasi, akhirnya dibentuklah CMC West sebagai cabang pertama gereja CMC di Surabaya Barat. CMC West bersama dengan Campus Ministry dan School Ministry di bawah naungan Transformer Ministry saling berkolaborasi untuk menjangkau dan memuridkan banyak anak remaja dan anak muda. Melalui jejaring kampus-kampus dan sekolah-sekolah di Surabaya Barat, diharapkan semakin banyak anak muda yang terjangkau dan

Dengan di adakannya Ibadah Spirit of Warrior CMC West with Campus and School Ministry, ini menjadi sebuah wadah bagi anak-anak yang dimuridkan untuk mengenal kebenaran yang sejati, dan juga mengembangkan talenta mereka melalui penampilan-penampilan, persembahan recom, dan pelayanan-pelayanan yang tersedia. Ibadah ini sangat menarik, karena di setiap ibadahnya selalu ada acara yang seru dan berbeda. Ibadah yang dirancang untuk anak-anak muda dan dewasa muda di Surabaya Barat ini pun juga menarik minat banyak kalangan.

Ibadah Spirit of Warrior CMC West sampai saat ini diadakan setiap Sabtu, 2 kali dalam 1 bulan, di Lenmarc Mall (VIP Room, Food Channel Lt. 2) Surabaya Barat, pada pukul 17.00 sampai selesai. Kedepannya, CMC West juga akan segera membuka Ibadah Minggu di sore hari.

CMC West juga membuka Training Center, yang tujuannya adalah untuk memperlengkapi setiap jemaatnya dengan keahlian-keahlian yang bisa digunakan untuk bidang-bidang pelayanan yang ada. Training Center ini diadakan setiap hari Minggu di Pos Manukan (Manukan Lor 3K 3, Surabaya) pukul 15.00 – 17.00.

Bidang-bidang yang dilatih diantaranya : Worship Leader/ Singer, Musik (gitar, kajoon, keyboard), Tari (Choir/Dance/Tamborine), Design, Dokumentasi, dan Multimedia. Diharapkan dengan adanya Training Center  ini, setiap jemaat bisa diaktifkan dalam pelayanan-pelayanan yang ada.

Suasana Ibadah Spirit of Warrior
Salah satu penampilan drama Persembahan Recom di Ibadah SOW
Jemaat CMC West

JADWAL CHRIST MERCY CENTER WEST

Ibadah Spirit of Warrior

Sabtu (2 minggu sekali)

Di Lenmarc Mall, Food Channel Lt. 2 (VIP Room)

Pk. 17.00 – Selesai

Tower of Prayer (TOP)

Sabtu (2 minggu sekali)

Di Manukan Lor 3K 3

Pk. 18.30 – Selesai

CMC West Training Center

Setiap Minggu

Di Manukan Lor 3K 3

Pk. 15.00 – 17.00

Read more
  • Published in News & Events
No Comments

Recom Family : “Share the Love”

Wednesday, 15 May 2019 by Ellen Natalia

Momen Paskah tahun ini diperingati oleh Recom Family secara spesial. Pada 27 Maret 2019 lalu, Recom Family mengadakan acara berbagi kasih di Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) dalam rangka memperingati momen Paskah. Begitu banyak anak-anak penderita kanker yang membutuh uluran tangan kita,  dimana biaya berobat yang dibutuhkan untuk penderita kanker tentu bukan nominal yang kecil.

Acara Share the Love ini adalah wujud tindakan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan tindakan kasih kita kepada sesama, baik itu kepada orang yang sudah mengenal Kristus, maupun orang yang belum mengenal Kristus.

Semua orang berhak mendapatkan kasih; Kasih itu bisa kita berikan ke siapa saja tanpa terkecuali, baik itu mereka yang sudah mengenal Tuhan Yesus maupun yang belum mengenal Tuhan Yesus.


Kegiatan ini melibatkan dan mengajak keluarga muda yang merupakan jemaat CMC, orang tua murid dari CMC dan SMI School, serta anak-anak yang tergabung dalam Revival Teen (Persekutuan Doa Remaja). Berbagai sumbangan dalam bentuk dana, boneka, alat tu­­lis dan buku mewarnai, telah dikumpulkan sebelum acara ini diselenggarakan. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk membeli keperluan dari pihak YPKAI berupa popok bayi, minyak goreng, sabun mandi, deterjen, sabun cuci piring, dan susu.

Semua anggota Recom Family yang mengikuti acara ini tampak sangat menikmati setiap acara yang dilakukan di YPKAI. Acara dimulai dengan memberikan sumbangan, dan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dengan para pengurus YPKAI, anak-anak dan orang tua yang tinggal di sana. Anak-anak Re-Teens pun sangat antusias dan senang bisa bertemu dan berbagi dengan anak-anak penderita kanker di sana.

Anak-anak mengisi acara ini dengan kegiatan menggambar dan mewarnai, sedangkan keluarga-keluarga yang ikut beramah-tamah dengan para orang tua penderita kanker dan pengurus YPKAI. Mereka saling berbagi cerita dan saling menguatkan di dalam perjuangan mereka melawan kanker anak-anak mereka. Acara yang singkat ini berlangsung sangat lancar dan hangat dalam kasih Kristus.   

Read more
  • Published in News & Events
No Comments

Khotbah Ev. Silvia Marryasa Hannah : Tingkatkan Level Ketaatanmu

Monday, 13 May 2019 by Ellen Natalia

“Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (1 Samuel 15:22)

Hari-hari ini begitu banyak suara lain yang bisa mengubah dan menggerakkan keputusan kita. Iblis berusaha untuk mengalihkan fokus kita: membuat kita melakukan begitu banyak hal, sehingga kita lupa untuk mendengarkan suara Tuhan dan mencari tahu apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Kita adalah anak-anak Tuhan; dan sebagai domba, kita seharusnya bisa mendengar suara gembala kita. Tetapi begitu banyak hal yang bisa mengalihkan kita untuk tidak sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan.

Semakin kita mau menuju next level dalam hidup kita, Iblis akan semakin berusaha mengaburkan suara Tuhan. Karena itu, kita perlu memiliki hubungan yang semakin intim dengan Tuhan. Karena di dalam hubungan yang intim dengan Tuhan akan menghasilkan ketaatan yang benar.

Ada beberapa level ketaatan:

Taat karena Perintah (Level Anak-Anak)

Sama halnya dengan anak-anak, mereka hanya mau melakukan sesuatu ketika diperintah. Anak-anak yang belum mengerti apa-apa, hanya akan melakukan sesuatu karena disuruh oleh orang lain. Orang yang memiliki tingkat ketaatan di level anak-anak ini, hanya melakukan segala sesuatu karena diperintah; bukan karena keinginan sendiri, sehingga ada kecenderungan “terpaksa” dan menganggap hal yang dilakukannya adalah sebuah beban.

Taat karena Reward (Level Remaja)

Di level ini, mereka melakukan segala sesuatu karena mendapatkan penghargaan atau takut dihukum ketika tidak melakukannya. Ketaatan mereka menjadi sebuah ketaatan yang bersyarat. Banyak anak Tuhan yang mau melakukan perintah Tuhan supaya mendapatkan imbalan: berkat atau janji Tuhan dalam hidup mereka.

Taat karena Hubungan (Level Dewasa)

Ini adalah sebuah level ketaatan yang dewasa; Ketaatan karena kita memiliki hubungan kasih dengan Tuhan. Ketaatan yang timbul karena kita memiliki rasa percaya kepada Tuhan. Rasa percaya kita timbul karena kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

Tuhan mau ketaatan kita bertumbuh: Kita taat bukan karena perintah atau janji Tuhan saja, tetapi kita taat karena kita bergaul karib dengan Tuhan. Kita harus menambah level kasih kita kepada Tuhan, sehingga level ketaatan kita bertumbuh.

Abraham adalah sebuah contoh seorang yang memiliki ketaatan yang dewasa dengan Tuhan. Dia mendengarkan suara Tuhan dan dia taat dengan perkataan Tuhan dalam hidupnya. Dia meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke negeri yang Tuhan tunjukkan (Kej. 12:1). Dia juga taat ketika Tuhan memintanya untuk mempersembahkan anak yang paling di kasihinya (Kej 22:1-10). Ketaatan Abraham kepada Tuhan karena dia memiliki kepercayaan penuh kepada Tuhan. Dan kepercayaannya kepada Tuhan timbul karena kedekatannya dengan Tuhan.

Apakah suara Tuhan menjadi begitu penting dalam hidupmu? Mari kita memiliki pergaulan yang karib dengan Tuhan. Tingkatkan level kasihmu kepada Tuhan dan milikilah ketaatan yang bertumbuh dalam Tuhan.

AbrahamHubunganimanKeintimanKETAATANPercayaSilvia Marryasa Hannah
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Orang Pilihan Tuhan

Wednesday, 08 May 2019 by Ellen Natalia

Iblis tahu waktuNya sudah dekat. Karena itu, dia mengumpulkan semua panglima-panglimanya untuk berperang. Bisa kita lihat pekerjaannya melalui kejadian-kejadian jahat di sekitar kita: pemerkosaan, anak-anak yang tidak taat kepda orang tua, kasus bunuh diri, dan sebagainya. Ini adalah masa dimana iblis mengerahkan seluruh tenaganya. Maka dari itu, anak Tuhan harus bangkit! jangan mau dikalahkan oleh iblis. Panglima Tuhan harus bangkit!

Terkadang Tuhan memberikan permasalahan di dalam hidup kita supaya kita memiliki respon hati yang benar.

Dalam Markus 6:30-44, pada waktu Yesus mengajar 5000 orang, murid-murid Yesus melihat mereka kelaparan. Tetapi Yesus meminta muridNya untuk memberinya makan. Filipus berkata kepada Tuhan: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Andreas meresponi perkataan Yesus dengan cara berbeda. Dia mencari dan memeriksa apa yang ada pada mereka, dan menemukan 5 roti dan 2 ikan. Apakah kita memiliki respon Andreas? Ia langsung bergerak untuk mencari roti. Dia menemukan apa yang ada disana dan memberikannya kepada Tuhan,  lalu di tangan Tuhan, 5 roti dan 2 ikan dapat memberi makan lebih dari 5000 orang. C

Sayangnya banyak anak-anak Tuhan yang tidak bisa mencukupkan diri dengan apa yang mereka punya. Pada akhirnya mereka terjerat dengan hal-hal yang tidak benar, seperti berhutang kartu kredit untuk kepuasan diri sendiri tanpa pertimbangan apakah mereka bisa membayarnya atau tidak. Sehingga yang terjadi, mereka berhutang kesana kemari untuk menutupi hutang yang sebelumnya. Iblis suka menawari hal-hal yg keliatannya menarik dan mengenakkan. Kita harus waspada dengan jeratan iblis ini.

MENGUCAP SYUKURLAH DENGAN BERKAT YANG SUDAH TUHAN BERIKAN

Cukupkan apa yang ada padamu. Apa 5 roti dan 2 ikanmu? Cukupkanlah dirimu dengan itu. Jangan kita memiliki banyak alasan, apalagi alasan masa lalu. Masa lalu kita sudah ditebus oleh Tuhan. Masa lalu dijadikan pelajaran untuk masa kini. Banyak anak Tuhan yang tidak memiliki prinsip 5 roti 2 ikan; berhutang terus menerus untuk memuaskan keinginannya. Ketika sudah dikejar debt collector, menyalahkan Tuhan dan minta ampun sama Tuhan, minta orang lain yang selesaikan. Kita harus tahu, bahwa cara Tuhan membantu kita tidak selalu dengan cara yang kita pikirkan. Tuhan membantu kita dengan caraNya.

Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. (Hakim-Hakim 7:2-3)

Kita kadang bisa seperti orang Israel. Tidak turut berjasa dalam suatu hal, tetapi memegahkan diri seakan-seakan dia yang membuatnya sukses. Jangan jadi orang yang mengutamakan gengsi, jangan kita bermegah dengan harga diri kita; sedikit-sedikit tersinggung, sedikit-sedikit panas. Jangan mau dijebak oleh iblis, karena harga diri kita sudah dtebus oleh darah Yesus.

TUHAN SEDANG MENYELEKSI PASUKANNYA DI AKHIR ZAMAN

Tuhan tidak menghendaki semua rakyat ikut berperang. Karena begitu banyak anak Tuhan berkata dirinya mencintai Tuhan, tapi mereka takut untuk mati bagi Tuhan; Demikian juga dengan 10.000 yang mencintai Tuhan tetapi tidak memiliki attitude yang baik. Orang-orang yang seperti ini tidak bisa menjadi teladan, sehingga diseleksi menjadi 300. Meskipun tidak banyak, tetapi 300 orang ini mempunyai attitude yang baik, sehingga mereka dipilih Tuhan untuk pergi berperang.

Jenderal Tuhan di perjanjian lama pun memiliki kekurangan, tetapi mereka punya RESPON HATI YANG BENAR. Berbeda dengan bangsa Israel; Mereka dipilih Tuhan, tapi bersungut-sungut terus.

Kita perlu keras dengan daging kita. Kalau daging kita pelihara, roh kita akan makin kerdil.

Hari-hari ini, Tuhan rindu membangkitkan pahlawan di gerejaNya, yang tidak diliput media karena sungguh-sungguh motivasinya murni untuk Tuhan. Dan Mata Tuhan melihat semuanya dengan jelas, Dia menghargai setiap sikap hati dan ucapan syukur kita.

Iblis sedang mengintai anak-anak Tuhan. Sudah siapkah kita? Untuk itu dibutuhkan orang yang sungguh-sungguh tertanam di gereja. Tuhan tidak butuh ribuan orang, Dia hanya butuh ratusan orang untuk memenangkan kota-kota. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan Kritus.

Tujuan hidup kita adalah kemenangan bersama Yesus. Tetapi tujuan tanpa perjuangan hidup tidak mungkin bisa tercapai. Karena itu, mari kita sama-sama berjuang mencapai kemenangan kita bersama dengan Tuhan dan buatlah Iblis gemetar.

Daniel Hadi ShaneIkanPasukanPilihanPrajuritRoti
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Perhatikan Bait Sucimu!

Tuesday, 07 May 2019 by Ellen Natalia

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedangang merpati Ia berkata, “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Lalu teringatlah murid-murid-Nya bahwa ada tertulis: Cinta untuk rumah-Mu akan menghanguskan Aku. (Yohanes 2:15-17)                 

Yesus datang ke Bait Suci dan membersihkannya dari pedagang-pedagang yang berjualan di depan Bait Suci. Dia melihat bait suci tidak lagi menjadi tempat yang kudus, sehingga Dia mau mengembalikan fungsi Bait Allah yang sebenarnya. Demikian juga dengan hidup kita; Kita adalah bait sucinya Tuhan.

Perhatikan Bait Sucimu! Bait suci berbicara tentang hati kita dan hidup kita.

Apakah hatimu penuh dengan kepahitan, dosa, dan hal yang tidak berkenan di mata Tuhan? Dia akan obrak-abrik dan usir itu, karena Tuhan mau mengembalikan fungsi bait Allah kita sesuai dengan panggilannya yang semula. Kalau Yesus masuk dalam hati kita dan mengintervensi kita, apa reaksi kita? Kita seringkali bisa menjadi seperti para Imam dan pedagang yang marah kepada Yesus atas tindakannya tersebut, karena mungkin seringkali kita mencari keuntungan diri kita sendiri. Tanpa kita berusaha mengerti, bahwa apa yang Tuhan lakukan tujuannya baik, yaitu supaya kita diubahkan dan dikuduskan.

Seringkali kita bisa memiliki “kamar-kamar rahasia” kita, dimana dosa kita ditutupi dan tidak ada seorang pun yang tahu. Sepertinya kita baik-baik, sepertinya melayani Tuhan, ternyata ada dosa mengerikan yang tersimpan.

Hal itu pula yang diceritakan dalam Yehezkiel 8:6-17 tentang bangsa Israel yang memiliki berhala yang mengerikan: Para tua-tua Israel mengukir binatang berhala di tembok kamar mereka smbil membawa bokor ukupan mereka (ay 10-12); Perempuan2 menangisi dewa Tamus pada musim gugur (ay 14); dan banyak Laki-Laki membelakangi bait Allah sambil sujud kepada matahari (ay. 16). Mereka berbalik dari Tuhan menyembah kepada berhala lain.  

Perkara Kecilkah Itu??

Apakah itu sebuah perkara kecil? Tidak! Karena itu jangan anggap remeh hal-hal yang  tidak baik dalam dirimu: malas ke gereja.. malas doa.. malas persekutuan. Itu menghambat kerohanian kita bertumbuh, membuat kerohanian kita bisa mati; kita tidak lagi suka pergi ke gereja.. atau tidak lagi bersemangat untuk berdoa. Belajarlah disiplinkan dirimu untuk tidak menjauhi jam-jam ibadah. Itu yang akan membuat kita tetap kuat di dalam Dia.

Jangan biarkan bait sucimu dicemari!

Jagalah setiap perkataanmu. Lidah kita bisa menjadi berkat, tetapi juga bisa menjadi kutuk buat orang lain. Dan Tuhan berjanji kita jikalau kita mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka kita akan dipakaiNya menjadi penyambung lidah bagiNya (Yeremia 15:19).

Maukah kamu membiarkan Dia masuk dan mengintervensi hatimu? Dia mau membersihkan hatimu.. Dia mau mengubahkan hidupmu, sehingga hidupmu dikuduskan dan sesuai dengan panggilanNya yang semula untuk  hidupmu. Jaga lidah dan perkataanmu, maka kita akan dijadikanNya penyambung lidah bagiNya.

Bait SuciEvie MehitaFungsiPanggilan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : KebangkitanNya dalam Kita

Monday, 22 April 2019 by Ellen Natalia

Bacaan: 1 Korintus 15:12-22

“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.” (1 Kor 15:21)

Yesus sudah mati dan bangkit untuk kita semua. Apakah kita sudah menjadi saksiNya yang menceritakan kebaikanNya? Ketika kita menyatakan kebenaran, mungkin akan ada banyak orang yang berkomentar, memfitnah, tidak terima, bahkan menjatuhkan kita. Tetapi jangan terpengaruh dengan kata-kata orang lain.. kita tidak boleh takut menceritakan kebenaran! Kita perlu memiliki kuasa kebangkitan Kristus dalam hidup kita.

Orang benar tidak mungkin mengeluarkan sesuatu yang tidak benar

Jangan baper dengan apa yang orang lain katakan kepada kita. Itu adalah senjata Iblis untuk menjatuhkan kita. Jangan mau diintimidasi perkataan anak-anak rohani kita yang berkata, “kamu munafik… kamu masih berdosa.. dsb.” Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang merasa bersalah, dan berusaha menanamkan rasa bersalahnya kepada orang lain. Tetapi anak-anak Tuhan tidak mudah dilemahkan hanya dengan kata-kata orang seperti itu.

Justru kalau kita difitnah dan dicemooh saat kita melakukan kebenaran, saat itu kita sedang dimurnikan dan kita sedang menuju ke next level dalam hidup kita.

Jangan Berprasangka kepada Tuhan

Belajarlah tidak salah sangka dengan kerinduan Tuhan dalam hidup kita. Prasangka kita bisa membatasi kasih Tuhan mengalir dalam hidup kita. Ketika kita mengalami lembah-lembah dalam hidup kita, kita bisa berprasangka kepada Tuhan; kita berpikir bahwa Tuhan jahat dan tidak adil. Tetapi kita tidak tahu apa yang ada di baliknya.

Tuhan ijinkan peristiwa-peristiwa terjadi dalam hidup kita, bukan karena Dia tidak sayang kepada kita, tetapi supaya kita menjadi orang-orang yang kuat; menjadi orang yang semakin diubahkan dan disempurnakan di hadapan Tuhan.  

Jadilah setia, karena kesetiaan itu mahal harganya

Tuhan mencari orang-orang yang setia di akhir jaman ini. Jadilah pahlawan Tuhan yang bangkit. Jangan gentar, ceritakan kuasa kebangkitanNya kepada semua orang! Dia sudah membayar kita dengan darahNya yang mahal.. dosa-dosa kita sudah disucikan sejak kematianNya di kayu salib. Inilah saatnya kita membalas semua pengorbananNya. Pakai semua yang ada padamu untuk kemuliaan nama Tuhan.

Hanya dengan kebangkitanNya dalam kita yang sanggup menggerakkan kita untuk menjadi saksi-saksi yang bangkit bagi Kristus.

Daniel Hadi ShaneKebangkitanKebenaranSalib
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Selesaikan Jalan Salibmu!

Monday, 22 April 2019 by Ellen Natalia

Bacaan : Matius 19:27-30

Via dolorosa/ jalan salib adalah bagian kehidupan yang harus kita jalani. Ini adalah sebuah perjalanan kita menuju “Golgota”, menuju ke bukit kemenangan kita. Dalam perjalananNya, Yesus banyak bertemu dengan orang-orang yang mengkhianati, menyangkali, dan menghinaNya. Demikian juga dengan kita yang menjalaninya. Kita akan banyak berjumpa dengan orang yang tidak sepaham dengan kita.   

Ada 3 roh yang harus kita waspadai :

  1. Roh Yudas – Kelihatannya setia, sepertinya mencintai, tetapi mengkhianati (Matius 26:47-50)
  2. Roh Petrus – Seperti Petrus: setiap hari bersama Yesus, hidup bersama Yesus, tetapi menyangkali Yesus saat Dia mengalami masa sukar
  3. Roh Pilatus – Hidup berdasar opini orang

Hati-hati dengan Roh Pilatus! Dalam kita menjalankan visi dalam Tuhan, tidak smua orang akan sepakat dengan kita. Di jalan salib menuju kepada bukit kemenangan kita, kita akan dikasihani oleh orang-orang terdekat Kita. Maria menangis sepanjang perjalanan Yesus memikul salibNya. Tapi Yesus tetap berjalan menyelesaikan perjalanan salibNya. Dia berjalan karena kehendak Bapa, Dia tahu di depanNya ada kemenangan yang sedang menantiNya.

Jalani dan selesaikan perjalananmu sampai selesai! Kita hidup bukan karena apa kata orang; Kita hidup oleh perkataan Tuhan.

Mari kita hidup dan bergerak dalam kebenaran Tuhan.

Dalam perjalanan Yesus memikul salib, Tuhan mendatangkan Simon dari Kirene untuk membantuNya; demikian juga dengan kita. Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita. Dia akan memberikan penolong untuk menolong kita menghadapai kesusahan yang ada di depan kita.

Ada banyak tantangan saat kita menuju ke bukti kemenangan kita, tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita.

Yesus sudah menyelesaikan Via Dolorosa-Nya dengan baik; Dia mencapai kemenanganNya. Kita juga bisa mencapai kemenangan kita! Fokus dengan perkataan Tuhan, dan jangan bertindak hanya karena opini orang.

Saat ini adalah kesempatan emas untuk kita membalas apa yang Tuhan berikan kepada Tuhan. Jangan berhutang sama Tuhan. Layanilah Tuhan, jalani Via Dolorosa-mu dan dapatkan kemenangan kekal bersamaNya!

Daniel Hadi ShaneJalan SalibPilatusSalibVia Dolorosa
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP