SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Articles posted by Ellen Natalia
  • Page 5
26 August 2026

Author: Ellen Natalia

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Jadilah Pulih!

Monday, 27 January 2020 by Ellen Natalia

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu (Kisah Para Rasul 3:21)

Di akhir zaman ini, Tuhan rindu ada pemulihan di antara anak-anak Tuhan. Pemulihan itu tidak hanya sekali, tetapi perlu berulang kali. Sama halnya dengan pertobatan; tiap-tiap hari kita perlu mengalami pertobatan. Sudahkah kita mengalami pertobatan yang sejati? Jika tidak, kita akan menjadi orang Kristen “TOMAT”- Tobat Kumat, setelah bertobat kembali melakukan hal sama terus menerus.

Selama kita hidup kita sedang diproses menjadi semakin serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus artinya kita memiliki karakter, hati, dan pemikiran seperti Kristus. Tetapi banyak anak-anak Tuhan yang menjadi serupa dengan dunia ini. Oleh karena itu, akan ada pemulihan yang dijanjikan Tuhan, dimana anak-anak Tuhan itu menjadi tampil berbeda dengan dunia ini.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)

Pembaharuan budi yang dimaksud adalah pikiran. Pertobatan kita harus disertai dengan perubahan pola pikir kita (metanoia). Pikiran kita bisa menjadi salah satu sumber penyakit. Bukan penyakit secara jasmani saja, tetapi juga bagian dari Mental Illness. Mental Illness adalah penyakit dalam jiwa kita yang pelu dipulihkan. Banyak sekali anak Tuhan yang mungkin sangat mencintai Tuhan dan melayani Tuhan, tetapi mereka menderita penyakit ini; Mereka butuh disembuhkan!

Jiwa kita sehat saat kita memiliki perasaan dan pikiran Kristus

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5)

Jiwa kita sehat ketika kita memiliki perasan dan pikiran Kristus. Tetapi Iblis berusaha merusak gambaran Tuhan yang benar dalam diri anak-anak Tuhan. Gambar diri yang rusak membuat banyak gereja Tuhan diisi oleh orang- orang sakit, sehingga mereka sulit mengalami pertumbuhan dan terobosan dalam Tuhan.

Iblis berusaha menanamkan dalam diri manusia bahwa harga diri kita ditentukan oleh penampilan dan apa kata orang tentang kita. Dunia mengajarkan, kita berharga jika kita cantik/ganteng, kaya, punya posisi tinggi dalam pekerjaan; itu yang merusak jiwa kita.

Tanpa sadar banyak Tuhan yang mengejar rasa berharga yang salah dengan mengikuti standar dunia; hidup dikendalikan dari apa kata orang lain, bukan apa kata Tuhan terhadapnya. Itulah yang merusak emosi kita, sehingga banyak orang yang menggunakan topeng; tidak menjadi diri sendiri,

Mari kita sadari bahwa kita sungguh-sungguh berharga di mata Tuhan. Kita berharga karena kita sudah ditebus oleh darah Kristus, bahkan Firman Tuhan berkata Kkta semua berharga di mata Tuhan: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku san mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43:4).

Orang yang perlu dipulihkan adalah orang yang memiliki kepercayaan yang salah dan orang yang belum bisa menerima Kasih Kristus. Orang yang sungguh-sungguh menerima kasih Kristus, hidupnya dipulihkan, pikirannya diubahkan, dan dia akan tahu siapa sebenarnya dirinya dalam Tuhan.

Tuhan rindu kita semua pulih dari “sakit jiwa” kita. Hanya Yesus yang sanggup memulihkan kita. Dia yang akan memulihkan kita dengan kasih Tuhan yang tak bersyarat. Mari kita sungguh-sungguh menerima kasihNya bagi kita. Bukan hanya mendengar tentang kasihNya dari orang lain, tetapi merasakan secara pribadi kasihNya. Dengan demikian, kita dapat diubahkan dan dipulihkan.

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu (Yeremia 31 : 3)

Christin JedidahGambar DiriMental IllnesPembaharuan PikiranpemulihanProses TuhanSakit Jiwa
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Lepaskan Berhalamu!

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Maksudku ialah : hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. (Galatia 5:16-18)

Rasul Paulus berbicara tentang hidup menurut Roh atau daging. Keduanya saling bertentangan, dan sebagai anak Tuhan, kita harus belajar menyalibkan kedagingan kita yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Hari-hari ini banyak orang Kristen yang ngakunya anak Tuhan, tetapi ternyata ada berhala-berhala dalam hidupnya.

Di perjanjian lama, berhala-berhala digambarkan dengan patung-patung atau dewa-dewa. Di masa sekarang, berhala bisa berbicara banyak hal yang lebih kita utamakan dibandingkan Tuhan dalam hidup kita, dan itu sangat menghambat pertumbuhan rohani kita.

Apa saja hal yang bisa menjadi berhala kita?

Penerimaan

Kita sangat mengutamakan penerimaan dan persetujuan orang lain akan apa yang kita putuskan, dan tidak bertanya kepada Tuhan. Kita hidup dari apa kata orang lain tentang kita dibandingkan apa kata Tuhan tentang kita. Tujuan hidup kita tidak lagi diselaraskan dengan tujuan Tuhan, melainkan apa yang orang lain katakan. Seringkali tidak dapat menolak orang lain, atau kondisi hati yang sangat buruk jika menolak orang lain.  Ini membuat kita tidak bisa mengikuti jalan-jalan Tuhan.

Posisi/Jabatan/Kekuasaan

Kita menjadi berambisi untuk mendapatkan posisi tertentu. Berebut mencari kekuasan dengan menghalalkan segala macam cara. Hidupnya digerakkan dengan mencari pengakuan melalui jabatan dan kekuasaan. Ini juga menjadi salah satu alasan kejatuhan Lucifer; karena dia berambisi dengan jabatan dan kekuatan, dia ingin menjadi sama seperti Tuhan (Yesaya 14:12-14).

Promosi itu datangnya dari Tuhan. Jangan ambisius untuk mendapatkan jabatan, karena Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk mengangkat kita.

Tuhan mau kita memiliki kerendahan hati (Matius 23:11). Tidak perlu mencari pengakuan dari dunia ini. Kita harus sadari bahwa posisi kita sebagai Ahli Waris Kerajaan Surga adalah posisi yang luar biasa.

Pekerjaan / Pelayanan / Studi

Menjadi orang sibuk dengan perkerjaan/ pelayanan/ studi kita tanpa berfokus kepada Tuhan, pekerjaan/ pelayanan/ studi kita telah menjadi berhala bagi kita. Kita berfokus kepada pekerjaannya, bukan kepada Tuhan lagi, atau menjadi seorang yang melayani di banyak bidang, sehingga tidak fokus beribadah menemukan Tuhan. Kita suka pelayanan sana sini, tetapi justru itu membuat kita lupa bersekutu dan berdoa dengan Tuhan. Jangan seperti Martha yang sibuk melakukan ini dan itu, tapi jadilah Maria yang mengerti bahwa bagian terbaik adalah mendengarkan Tuhan.

Oleh karena itu, kita harus bisa seimbang dalam pelayanan dan pekerjaan dengan Tuhan. Jangan kita lupa siapa yang lebih penting dari semua pelayanan kita.  

Keluarga

Keluarga juga bisa menjadi berhala bagi kita. Kita lebih mencintai kelurga kita daripada Yesus. Banyak anak-anak Tuhan yang lebih mementingkan kata-kata keluarganya daripada mendengarkan kata Tuhan terhadapnya. Baik dalam melayani Tuhan, mengikuti panggilan Tuhan, ataupun mengambil keputusan untuk sungguh-sungguh sama Tuhan. Berhala ini membuat kita tidak bisa memenuhi kerinduan Tuhan buat hidup kita, karena seringkali kita tidak mendengarkan Tuhan dan lebih mendengarkan apa kata keluarga kita.

Kekayaan / Materi

Orang dengan berhala ini adalah penganut Teologi kemakmuran. Harta dan kekayaannya menjadi berhala dan lebih diutamakan daripada Tuhan. Tidak suka memberikan persembahan buat Tuhan, karena sayang dengan uangnya. Lebih baik mencari banyak uang dan terus bekerja cari uang daripada pergi beribadah.

Gereja / Denominasi

Gereja juga bisa menjadi berhala, ketika kita terlalu mengkhususkan nama gereja, denominasi, aliran, atau kita terlalu mengagungkan hamba Tuhan daripada Tuhan. Bahkan ada yang sampai selalu menyetujui semua pengajarannya dan tidak menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Hobi dan Me Time

Hobi-hobi kita bisa menjadi berhala juga dalam hidup kita, misalnya mengidolakan Bintang Film berlebihan, main handphone, intenet, atau games terus menerus, dan tidak punya waktu untuk Tuhan. menghabiskan semua waktu untuk kepuasan diri sendiri, dan tidak memiliki tujuan ke arah Tuhan.

Mari kita sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan. Jangan kita memiliki berhala dan bersahabat dengan dunia ini. Sebab Firman Tuhan katakan, Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yakobus 4:4). Tuhan mau kita hidup dan hati kita utuh diberikan untuk Tuhan.

Jangan kuatir dengan segala sesuatu, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Mungkin kita tidak sadar memiliki berhala-berhala dalam hidup kita, hari ini mari kita sadari dan lepaskan semua berhala kita, dan Tuhan yang akan memegang hidup kita.

BerhalaChristin JedidahGerejaHobiJabatanKekayaanKekuasaanKeluargaPenerimaan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane – Menjadi Orang Pilihan

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Hakim-Hakim 6 : 1-40

Gideon adalah salah satu orang yang dipilih Tuhan untuk melindungi Bangsa Israel. Seorang yang dipilih Tuhan pasti memiliki pergumulan. Sebab menjadi seorang yang dipilih memiliki konsekuensi dan tanggungjawab yang lebih besar. Gideon pada awal dipanggil untuk menjadi hakim bagi bangsa Israel, dia merasa tidak percaya diri, sebab dia berasal dari bangsa yang paling kecil dan dia adalah anak termuda dalam keluarganya (ay 15). Tetapi Tuhan meyakinnya dengan berkata, “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” (ay 16).

Sekalipun Gideon meminta tanda kepada Tuhan, tetapi akhirnya dia taat akan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Dia memahami tujuan hidupnya, dan dia mengerjakan panggilan Tuhan dengan segenap hati.

Sudahkah kamu menemukan tujuan hidupmu? Dan sudahkah tujuan hidupmu sesuai dengan Firman Tuhan? Tujuan hidup kita dalam Tuhan adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Gideon tahu cara menyenangkan hati Tuhan dengan panggilannya pada waktu itu. Tuhan tahu apa yang ada di hati manusia. Tuhan memilih orang yang sungguh-sunguh memuliakan nama Tuhan.

Dalam Hakim-Hakim 7:2-5, Tuhan menyeleksi pasukan Gideon dari 32.000 orang menjadi 300 orang untuk melawan Midian. Seleksi Tuhan yang terakhir ditentukan dari cara minum; Tuhan memilih pasukan yang meminum air dengan cara menghirup air dari tangan mereka. Cara minum ini berbicara tentang hati manusia. Pasukan yang minum air langsung dengan lidahnya berbicara tentang hati yang suka terburu-buru, tidak sabaran, orang yang tidak bisa menanti. Bahaya jika orang seperti ini masuk dalam peperangan; mereka bisa tergesa-gesa dan merusak strategi perang.

Kita perlu sabar menanti janji Tuhan, karena itu pasti akan digenapi sesuai dengan waktuNya, caraNya dan ketika kita siap menerimanya.

Dari 300 pasukan yang sudah dipilih Tuhan, Gideon membaginya lagi; 100 orang bersama Gideon menuju ke perkemahan orang Midian, dan 200 orang bersorak-sorak di sekeliling perkemahan (Hak. 7:19-20). Karena itulah pasukan Midian menjadi kacau balau dan Gideon menang melawan Midian. 200 orang di sekitar perkemahan berbicara tentang orang-orang yang berdoa. Doa mengalahkan musuh-musuh Gideon. Karena doa adalah bagian yang penting untuk memenangkan peperangan.

Doa mendatangkan otoritas. Karena itu kita harus menjadi gereja yang berdoa, sehingga kita memiliki otoritas untuk menjagai gereja Tuhan dari semua tipu daya Iblis. Gereja yang tidak berdoa akan membuka celah, dan dengan mudah disesatkan oleh rupa-rupa dunia ini.

Siapkah anda masuk dalam Api Kebangunan Tuhan?

Untuk sebuah kebangunan dibutuhkan orang-orang yang bersedia diutus oleh Tuhan. Orang yang bersedia memberikan mimpi-mimpinya kepada Tuhan dan memberikan segalanya untuk kemuliaan nama Tuhan; dimana Tuhan harus semakin bertambah, dan aku yang semakin berkurang.

Mari kita menjadi gereja yang Ang, yaitu gereja yang memiliki amanat Kristus, dimana kita menjangkau jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan. Lakukan pekerjaan Tuhan! Ladang sudah menguning, maukah kamu menjadi yang terpilih diantara orang yang dipanggil oleh Tuhan mengerjakan semua kerinduanNya?

Mari jadi pelaku Kasih, yang mengasihi dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata. Sebab kasih dengan tindakan jauh lebih berbicara daripada hanya sebuah cerita tentang Kasih.

Daniel Hadi ShaneDoaOrang PilihanPasukan TuhanPIlihan Tuhan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Mengenal Yesus

Tuesday, 21 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Matius 16 : 5 – 12 (Tentang ragi Orang Farisi dan Saduki)

Dalam Matius 16 : 5 -12, Yesus menjelaskan kepada murid-muridNya untuk tidak mengikuti cara-cara Orang Farisi dan Saduki. Yesus berbicara kepada murid-muridNya melalui perumpamaan ragi. Tetapi rupanya murid-muridnya salah menangkap apa yang Yesus katakan; Murid-muridNya tidak sungguh-sungguh memahai Yesus sebagai orang yang selama ini dekat dengan mereka. Bahkan dalam Matius 16:5-12 Yesus kembali mengingatkan mereka tentang kejadian dan mujizat-mujizat yang mereka lihat dan rasakan bersama dengan Yesus. Mereka bersama dengan Yesus, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Sudahkah kita sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus dan mengenal rencanaNya dalam hidup kita?

Dalam Markus 8:14-21, yang juga bercerita tentang Yesus yang memperingatkan murid-muridNya tentang ragi Orang Farisi dan Saduki, Yesus mengatakan “kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidak ingat lagi,..” (ayat 18). Terkadang kita seperti murid-murid Yesus. Kita mungkin mengaku anak Tuhan, tetapi seringkali kita tidak bisa melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib, kita juga tidak mendengarkan Tuhan dengan baik.

Yesus mengecam pada Ahli Taurat dan Orang Farisi karena mereka begitu mengikuti tradisi keagamaan, tetapi tidak sungguh-sungguh mengenal pribadi Yesus.

Mereka selalu protes kepada Yesus karena merasa Yesus tidak mematuhi hukum taurat: ketika Yesus makan bersama dengan pemungut cukai (Matius 9:11), ketika murid-muridNya memetik gandum pada hari Sabat (Matius 12:2), Ketika Yesus tidak membasuh tangan ketika makan (Markus 7:3). Mereka terlalu berpegang kepada tradisi, dan mengira Yesus telah melanggar dan mengacaukan hukum taurat yang selama ini mereka pegang.

Hati-hati dengan kebiasaan Orang Farisi ini! Mereka rajin beribadah, bahkan hafal semua isi kitab, tetapi tidak hidup dibawah pimpinan Tuhan. Mereka suka menceritakan isi Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya (Matius 23:1); semua dilakukannya supaya dilihat oleh orang lain dan dipandang hebat. Jangan menjadi orang Kristen Farisi! Yang hidupnya hanya penuh dengan pencitraan dan penghormatan diri sendiri. Jika kita diberi kesempatan untuk melayani, biarlah semua penghormatan hanya milik Tuhan.

Kita seringkali berpikir apa yang orang lain pikirkan tentang kita, tetapi kita yang perlu kita pikirkan adalah “Apa yang Tuhan pikirkan tentang Saya”.

Bergantung dengan apa opini orang lain, tetapi tidak mengindahkan apa yang Tuhan katakan. Seperti itulah sifat orang Farisi dan ahli taurat. Ketika kita selalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, kita hanya akan berfokus pada diri sendiri dan akan mengusahakan diri terlihat baik (pencitraan). Hati-hati terhadap jebakan sombong rohani! Bahkan hal rohani pun bisa menjadi sebuah kedok bagi kita meninggikan diri. Karena itu, kita harus senantiasa menjaga hati kita tetap murni di hadapan Tuhan.

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak, Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:7-8)

Mari kita menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Hasilkanlah buah-buah yang baik di hadapan Tuhan supaya jangan kita “ditebang” saat kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Jangan biarkan hal-hal kecil yang bersifat buruk dalam hidup kita. Karena ketika kita biarkan, itu bisa menjadi dosa yang semakin berkembang dan berbuah-buah dalam hidup kita.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Karena itu, mari kita berikan yang terbaik buat Tuhan. Kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan mengasihiNya dengan segenap hati kita. Dengan kita sungguh-sungguh mengenalNya, maka kita mengerti kerinduan dan hatiNya bagi setiap kita.

 

Christin JedidahFarisiRagi FarisiTauratYesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Minyak Terbaik untuk Tuhan

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Ketika Yesus masuk ke Rumah orang Farisi, seorang wanita berdosa menangis di kakiNya, menyekanya dengan rambutnya, dan mengurapi kakiNya dengan minyak yang mahal. Banyak orang yang tidak mengindahkan tindakan wanita ini; karena dia seorang pendosa, dan minyak mahal seharga 300 dinar yang dipakainya itu dianggap terlalu boros untuk mengurapi kaki Yesus (300 dinar pada waktu itu senilai gaji 1 Tahun).

Tetapi Yesus terkesan dengan tindakan wanita ini. Disaat orang Farisi pemilik rumah itu tidak membasuh kaki Yesus, tetapi wanita ini memberikan minyak wangi terbaik untuk diberikan kepada Yesus. Bahkan Yesus berkata, perbuatan wanita ini akan dikenang sepanjang masa.

Seberapa besar rasa syukur kita, menentukan apa yang kita lakukan buat Tuhan.

Wanita itu mengerti arti mengucap syukur atas anugerah Tuhan. Sehingga dia memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Berbeda dengan Yudas yang suka hitung-hitungan, bahkan untuk sesuatu yang diberikan untuk Tuhan.

Sudahkah kita memberikan minyak yang terbaik buat Tuhan?

Minyak berbicara tentang sesuatu yang mahal, sesuatu yang berharga, sesuatu yang kita korbankan untuk Tuhan. Jadilah seperti wanita itu, yang mencurahkan semua yang berharga di kaki Tuhan. Sesuatu yang berharga bagi kita mungkin berbicara tentang keluarga, uang, dosa kita, sifat / kebiasaan-kebiasaan buruk atau bahkan diri kita sndiri, mari kita belajar serahkan semuanya kepada Tuhan.

Minyak berbicara pengorbanan kita. Ketika dalam hidup ini kita memilih kehendakNya di atas kehendak kita sndiri, ketika kita rela daging kita dihabiskan supaya Tuhan disenangkan, dan ketika kita belajar taat akan stiap apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Yohanes 21:18-23

Seorang Petrus yang suka kepo (ingin tahu) dengan urusan orang lain yang bukan urusannya. Petrus menggunakan pikirannya sendiri menafsirkan apa yang Yesus katakan dan menyebarkannya. Sehingga menjadi gosip di antara murid-murid. Mari kita jangan berpegang dengan pemikiran diri sendiri. Mari kita berhati-hati dengan pemikiran kita, karena belum tentu yang kita pikirkan benar. Serahkan semua pemikiran kita kepada Tuhan, sebab itu juga bagian dari kita memberi yang terbaik untuk Tuhan.

Minyak yang terbaik bukan berbicara tentang berdoa & baca Firman Tuhan, tetapi Minyak kita yang terbaik adalah ketika kita berkorban untuk Tuhan, dan lewat pengorbanan kita, Tuhan disenangkan.

Evie MehitaMinyak WangiPengorbananPersembahanWanita Berdosa
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuasa yang Membebaskan

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan. (Bilangan 5 :14-15)

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita perlu senantiasa berjaga-jaga. Karena hari-hari ini banyak hal yang dapat membuka celah, dan orang-orang yang membuka celah ini rentan dikuasai oleh roh jahat. Salah satu roh jahat yang sering bekerja hari-hari ini adalah roh kecemburuan/iri hati. Orang yang dikuasai oleh roh ini akan menjadi cemburu dengan banyak hal dan orang-orang di sekitarnya.

Ada banyak orang terikat yang merasa dirinya sulit untuk lepas. Mungkin sudah berkali-kali pergi ke KKR dan doa pelepasan, namun kembali jatuh dalam dosa yang sama, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ini bukan hanya tentang kebiasaan buruk, tetapi ada pekerjaan roh jahat di baliknya. Karena itu, penting bagi kita menjaga hati kita. Hati seperti rumah kita; jangan biarkan rumah kita kosong dan iblis menguasainya.

Orang yang dikuasai oleh kecemburuan ini hidupnya dipenuhi dengan ketakutan. Jikalau ketakutan ini menguasai hidupnya, maka hidupnya menjadi tidak efektif dan tidak berbuah. Oleh karena itu, roh cemburu dan roh ketakutan harus dibebaskan dari hidupnya.

Untuk bisa dibebaskan dari keterikatan, kita perlu datang kepada Tuhan dan meminta kepadaNya.

Tuhan akan memberikan kita kuasa untuk bebas dari setiap keterikatan kita dan kuasa roh jahat. Jangan menggunakan kekuatanmu sendiri, tetapi mintalah hikmat dari Roh Kudus dan aktifkan kuasa Roh Kudus dalam dirimu. Kuasa Roh Kudus akan membantu kamu lepas dari setiap keterikatan yang membelenggu hidupmu.

Dalam kisah sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19), mereka berteriak kepada Yesus “Yesus, Guru, Kasihanilah kami”. Ketika mereka dalam ketidakberdayaan mereka, mereka mau sembuh dari penyakitnya, mereka tahu kepada siapa mereka berseru minta tolong. Dan hanya di dalam perjalanan mereka menuju kepada imam-imam, mereka menjadi sembuh. Bukankah semua yang terikat sama seperti orang-orang kusta ini. Datang kepada Tuhan, berserulah kepada Yesus. Dia sanggup menyembuhkan dan membebaskan setiap kita.

Dalam ketidakberdayaan kita, dalam sakit yang kita alami, yang kita butuhkan hanya YESUS. Karena hanya di dalam kuasa Yesus kita akan dipulihkan, kita akan disembuhkan.

cemburuDaniel Hadi ShaneKesembuhanKeterikatanKuasapemulihanroh jahat
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Emosi yang Rusak

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Hidup kita ini penuh dengan pilihan. Dalam setiap pilihan itu, tentunya kita mau apa yang kita pilih adalah yang hal tepat. Tetapi apa jadinya kalau kita memilih sesuatu saat emosi kita sedang rusak? Tentu semua pilihan, tindakan, dan keputusan kita pun jadi salah.

Kita perlu memberi perhatian lebih untuk “Emosi yang Rusak”. Emosi yang rusak adalah akibat dari luka masa lalu yang tidak kita bereskan, sehingga kita memiliki emosi yang tidak dapat kita kendalikan. Orang yang memiliki emosi yang rusak akan selalu haus akan penerimaan dan penghargaan orang lain, sehingga dia berusaha dengan keras untuk mencapainya bahkan dengan cara-cara yang salah. Bahayanya, emosi rusak dan hubungan rusak membuat kita mengambil keputusan dan tindakan yang salah sehingga seluruh jalan kehidupan kita tidak sesuai dengan destiny Tuhan.

Orang yang punya emosi yang rusak hidup dalam ketakutan; takut salah buat keputusan, takut salah memilih pasangan, takut salah memilih pekerjaan, takut kehilangan yang berlebihan.

Dalam Tuhan seharusnya kita tidak hidup dalam ketakutan

Semua ketakutan kita harus dilawan dengan kita belajar melangkah dengan Iman. Ketika kita mau menentukan pilihan pastikan apakah itu menyenangkan hatimu sendiri atau menyenangkan hati Tuhan. Tentu pilihan yang benar tolak ukurnya adalah sesuai Firman Tuhan, ada damai sejahtera, dan pastikan pilihanmu itu menyenangkan hati Tuhan.

Mintalah nasehat-nasehat yang benar dari orang-orang yang dapat dipercaya dalam hal kerohanian.

Jangan sembarangan minta nasehat orang yang tidak mengenal Tuhan; itu hanya akan menuntun kita kepada pilihan yang salah. Miliki penasehat di dalam Tuhan yang menuntun kamu dalam pilihan yang benar dalam Tuhan.

Emosi yang rusak merupakan sebuah belenggu bagi kita, yang membuat kita sulit untuk berubah dan menerima kasih karunia Tuhan, bahkan membuat kita tidak dapat berlari ke tujuan Tuhan yang ditetapkanNya bagi kita. Tetapi semua kembali kepada pribadi kita: Maukah kamu berubah? Berubah mengandung kata aktif, artinya perubahan kita adalah sebuah tindakan yang harus kita lakukan. Diperlukan usaha untuk berjuang melawannya supaya kita dipulihkan.

Belenggu-belenggu manusia:

Budos – Budak dosa

Hidupnya diikat oleh dosa. Dia mau lepas, tetapi tidak bisa. Sehingga dia menyerah dengan keadaan itu, dan terus melakukan dosanya. Hal ini juga berupa kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak dikuasai, sehingga berbuahkan dosa. Dan itu menjadi sebuah belenggu yang sulit untuk dilepaskan.

Belenggu Mamon

Orang yang dibelenggu mamon ciri-cirinya adalah materialistis dan hidupnya dikuasai oleh kekuatiran. Hidupnya selalu kuatir apa yang akan dimakan besok, kuatir akan masa depannya, kuatir dengan harta-harta yang dimilikinya. Dia dibelenggu oleh rasa berharganya terhadap materi.

Belenggu nafsu keinginan

Hidupnya penuh dengan keinginan. Semua yang diinginkan harus terjadi dan sesuai dengan keinginannya. Dia dibelenggu dalam hal Pasangan, Games, Makan, keterikatan Internet, Media sosial, Ikatan nafsu.

Hidup kita adalah pilihan: Apakah kita memutuskan jatuh dalam dosa dan melukai Tuhan atau menyangkal diri dari semuanya. Ketika ada masalah dalam hidup kita, Kita pilih diam dan bereskan dengan Tuhan ataukah kita memilih untuk pahit.

Orang yang emosinya rusak adalah orang yang memilih untuk pahit ketika masalah terjadi dalam hidupnya.

Emosi kita yang rusak harus disembuhkan oleh Tuhan, dan kesembuhan kita itu dimulai dari keputusan kita untuk mau sembuh. Perhatikan setiap keputusan kita! Jangan membuat keputusan yang dekat-dekat dengan dosa. Sepert Lot, dia meninggalkan Abraham dan membuat sebuah keputusan untuk dekat dengan Sodom dan Gomora, yang akhirnya menyeretnya masuk dalam dosa yang Tuhan dibenci oleh Tuhan.

Kita perlu menguasai daging kita; kita harus bisa mengontrol semua emosi kita. Karena itu, kita jangan memberi daging kita makan terus. Memberi makan daging berbicara kita kompromi dengan dosa, kita kompromi dengan kebiasaan buruk, dan akhirnya membuat kita jatuh. Kita harus perbesar roh kita; kasih makan roh kita dengan lagu Rohani, doa dan Firman Tuhan. Sehingga roh kita jauh lebih mendominasi daripada perasaan kita.

Sebab beginilah Firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. (Amos 5:4-6)

Betel, Gilgal, dan Bersyeba adalah tempat yang pernah dipakai untuk bertemu dengan Tuhan. Itu adalah tempat-tempat yang luar biasa. Tetapi tempat-tempat itu pada akhirnya menjadi berhala; orang-orang lebih mengkhususkan tempat itu daripada mengutamakan Tuhan. Kita mungkin pernah mengalami pengalaman-pengalaman dengan Tuhan, tetapi yang terutama bukanlah pengalaman itu, tetapi Tuhan. Jangan punya Betel, Gilgal, atau Bersyeba dalam hidupmu, tetapi carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.

Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mulai memperhambakan diri lagi kepadanya (Galatia 4:9)

Kita sebagai orang yang pernah mengecap kebaikan Tuhan jangan mau lagi diperhamba oleh Roh dunia ini yang miskin dan lemah. Tetapi kalau Roh Tuhan ada dalam kita, kita adalah orang-orang yang kaya dengan Kasih KaruniaNya.  Emosi yang rusak adalah bagian dari roh yang miskin dan lemah itu, karena itu mari kita mau belajar dipulihkan hari ke hari bersama Tuhan.

 

BelengguBudak DosaEmosi RusakEvie MehitaPilihanTakut
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Rasa Aman dalam Tuhan

Thursday, 16 January 2020 by Ellen Natalia

Maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab Tuhan, Allahmu mencoba kamu untuk mengetahui apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, Allahmu, segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya kamu harus berbakti dan berpaut. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap Tuhan, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari tanah perbudakan – dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (Ulangan 13:3-5)

Hari-hari ini banyak orang lebih mempercayai karunia seseorang, kehebatan seseorang, daripada percaya kepada kuasa Tuhan. Sehingga tidak sedikit anak Tuhan yang ngakunya percaya Tuhan, tetapi punya banyak berhala; mereka percaya pada ramalan, dukun, ataupun suhu. Kepercayaan kita akan hal-hal itu adalah kekejian di mata Tuhan, dan itu sungguh dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan.

Berhala juga berbicara tentang sesuatu atau seseorang yang kita gantungi dalam hidup kita.  Bahkan Anak kita, keluarga kita, dan harta kita juga bisa menjadi berhala dalam hidup kita. Mereka merasa bahwa tidak menemukan rasa aman dalam hidupnya.

Rasa Aman Kita di Tangan Tuhan

Rasa aman terbesar kita seharusnya ada dalam tangan Tuhan; Bukan di deposito yang besar, pencapaian karier tertinggi, atau keluarga yang jauh dari masalah. Kita harus menyadari rasa aman kita, karena jika tidak, Iblis akan mengambil kesempatan dan membuat kita jauh dari Tuhan.

Tuhan mau kita hidup dalam berkat yang disediakan-Nya; Dia tidak mau kita hidup dalam kutuk. Karena itu, mari kita menjaga dengan baik seluruh kehidupan kita. Sama halnya dengan seorang yang memiliki riwayat keluarga keturunan Diabetes. Dia bisa tidak terkena diabetes jika dia dapat mengendalikan apa yang dimakannya. Mengendalikan diri itu penting. Jika kita tidak dapat mengendalikan diri, kita bisa binasa.

Hidup dalam perjanjian berkat pun demikian, kita harus mampu menjaga hidup kita: Jaga perkataan kita. Katakan yang baik-baik, katakan hal-hal yang membangun dan memberkati orang lain, jangan mengutuki orang lain. Hati-hati dengan apa yang kita tabur, karena kelak kita akan menuai apa yang kita tabur.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8)

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diriNya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (Efesus 5:1-3)

Berkat Tuhan tidak selalu berbicara tentang menjadi kaya atau memiliki banyak harta. Ada banyak berkat yang Tuhan bisa dalam kehidupan kita. Berkat Tuhan bisa juga berupa kesehatan, pernikahan, atau kesempatan untuk melayani Tuhan. Untuk menikmati semuanya itu, kita harus belajar untuk mau terus dimurnikan oleh Tuhan. Mintalah hati yang rela untuk diproses dan dimurnikan oleh Tuhan.

Tuhan tidak bangga dengan orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, tetapi Tuhan bangga dengan orang berdosa yang bisa bangkit dari dosa-dosanya.  

Mari kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan terus melakukan kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan bukan untuk digembor-gemborkan supaya orang melihat kita baik. Karena kebaikan yang diceritakan tidak akan menjadi dampak, Kebaikan yang diceritakan bukanlah kebaikan. Menjadi anak Tuhan yang semakin dewasa semakin merunduk, semakin rendah hati.

Alami Hidup penuh kemenangan bersama dengan Kristus. Miliki rasa aman di dalam Dia, dan jadilah anak Tuhan yang dewasa, jadilah anak Tuhan yang bangkit!

AmanDaniel Hadi ShaneKebangkitanPenyesatan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Elita Chandra : His(Story) Maker

Thursday, 16 January 2020 by Ellen Natalia

Setiap kita diciptakan untuk sebuah tujuan, dan Tuhan mau kita menghidupi tujuan Tuhan itu.  Untuk itu, kita perlu tahu apa yang menjadi Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berjumpa dengan tujuan Tuhan itu, hidup kita tidak akan sama lagi. Setiap kita dipanggil menjadi pekerja di ladang-Nya. Pekerja di Ladang Tuhan bukan hanya berbicara menjadi hamba Tuhan, tetapi kita mengerjakan bagian kita dimanapun Tuhan menempatkan kita.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2 : 8 – 10)

Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan punya tujuan baginya, yaitu menjadi pengelola dan menjadi kawan sekerja Tuhan. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk masuk Surga, tetapi untuk memenuhi panggilan kita yang semula yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Seperti Adam, Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan visi-Nya di muka bumi ini. Tuhan bukan mencari siapa yang bisa, tetapi Dia mencari orang yang mau.

Menjadi Kawan Sekerja Allah

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yehezkiel 22:30)

Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Tuhan; yang sepakat dan sevisi dengan Tuhan. Itulah tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dia mau kita semua ambil bagian dalam pekerjaanNya yang mulia. Tuhan sedang mencari orang yang mau untuk dipakaiNya.

Apakah kita mau menjadi Mitra Tuhan?

Tuhan kita bukanlah Tuhan pemaksa, Dia hanya akan memakai kita kalau kita mau melakukannya. Luarbiasanya Tuhan adalah bahwa Tuhan yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan kuasaNya, tetapi Dia tidak mau melakukannya tanpa manusia. Dia mau pakai manusia untuk menggenapi kerinduanNya.

Jangan tunda-tunda lagi untuk mengerjakan panggilanNya. Karena waktu akan segera berlalu, dan kita bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan kerinduan Tuhan. Tuhan mau kita dengan giat mengejar panggilan itu: Jadilah seorang pembuat sejarah dalam hidupmu.

Melihat kisah dari Triwira Daud (1 Samuel 22:1-2), semua Triwira Daud bukanlah berasal dari orang-orang yang hebat. Mereka adalah orang yang dulunya tinggal di Gua Adulam, sebuah tempat untuk orang-orang yang tidak berpengharapan. Tetapi mereka menjadi orang-orang yang berhasil menjadi pembuat sejarah; mereka meninggalkan masa lalu dan menjadi pahlawan Daud.

Meninggalkan masa lalu dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kerelaan dan mulai sesuatu yang baru bersama dengan Tuhan. Tanggalkan beban dan dosa kita. Mari Belajar serahkan semuanya. Ijinkan Tuhan memegang hidupmu menuju masa depan bersama Dia.

Rela dilatih dan diproses Tuhan

Mulailah berubah dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru dalam Tuhan. Dan semuanya dimulai ketika kita mau belajar berubah. Tinggalkan semua kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mari kita belajar untuk mau dilatih dan diproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hati yang berpaut kepada Tuhan

Rut menjadi menjadi seorang pembuat sejarah karena hatinya terpaut kepada Tuhan (Rut 1: 1-18). Dia mengambil sebuah pilihan yang benar dalam hidupnya. Perhatikan langkah-langkah hidup kita. Jangan anggap enteng keputusan-keputusan kita. Jangan pernah membuat keputusan ketika kamu emosi, sehingga kamu tidak membuat pilihan yang bodoh. Belajar libatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang harus kita ambil.

History Maker bukan tentang “aku”, Tetapi tentang “Dia”. Ketika kita mau dipakai Tuhan, Tuhan akan biasakan kita dengan tata tertib Kerajaan Tuhan. Asalkan kita mau, Tuhan yang sanggupkan kita dan kita bisa membuat pilihan-pilihan yang tepat bersama dengan Tuhan.

Elita ChandraHistory MakerMitra Kerja TuhanSejarah
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Pelihara Lukamu!

Tuesday, 24 September 2019 by Ellen Natalia

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu  kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,  dan kepada pengetahuan penguasaan diri,  kepada penguasaan diri ketekunan,  dan kepada ketekunan kesalehan,  dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih  akan semua orang.  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil  dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus,  Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta  dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya  yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh . Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

(2 Petrus 5:10)

Kasih karunia dan iman perlu selalu bersinergi. Kita harus berimbang antara kasih karunia iman kita. Misalnya seseorang yang mengalami kecelakaan; dibutuhkan kasih karunia Tuhan untuk menyelamatkan orang itu. Tetapi di sisi lain dibutuhkan tindakan iman untuk membawa orang itu ke rumah sakit untuk diberi pertolongan oleh tenaga medis.

Bahayanya ketika anak Tuhan tidak berimbang dalam kasih karunia dan iman, yang berpikir bahwa ketika ada orang kecelakaan tidak perlu dibawa ke rumah sakit, “Tuhan pasti menyembuhkan dia!” Ini bukanlah ajaran yang benar sesuai Firman Tuhan. Selain kasih karunia, kita juga membutuhkan kerjasama dari manusia, karena kata “menerima kasih karunia” menunjukkan tindakan pasif; dibutuhkan juga tindakan aktif, yaitu Iman kita. Kita perlu berhati-hati dengan kesesatan ajaran Firman Tuhan hari-hari ini.

Hari-hari ini banyak orang Kristen yang terluka, dan iblis memakai luka mereka untuk saling menyakiti satu dengan yang lain. Semakin mereka terluka, mereka semakin mengumbar luka mereka kepada banyak orang. Yang mereka butuhkan adalah pulih dari luka mereka. Mengumbar luka tidak akan membuat mereka sembuh.

Banyak orang terluka karena pengaruh masa kecilnya. Mungkin dia sering dikatai “Kamu tidak bisa apa-apa.. kamu selalu gagal” oleh orangtuanya. Sehingga ketika dia dewasa, dia sensitif dengan kata-kata bosnya “Kerja lebih giat lagi ya..” Tetapi karena dia terluka, pikirannya akan berkata “Emangnya selama ini aku kerja kurang bagus ya? Emangnya selama ini aku gak kerja.??”

Luka jangan  dipelihara, tetapi dibereskan. Kita harus memiliki Managemen Luka. Karena luka yang tidak dibereskan bisa dipakai iblis untuk menghancurkan diri kita dan orang lain

Hati-hati dengan kata pemberesan. Banyak orang terluka yang hari-hari ini memakai kata “pemberesan” bukan untuk membereskan permasalahan,  tetapi berusaha meluapkan ketidakterimaan mereka akan ketidakadilan menurut intepretasinya sendiri. Hal semacam ini bukanlah menyembuhkan luka mereka, tetapi justru saling menyakiti dan menambah luka satu dengan yang lainnya. Jika demikian, apa bedanya kita dengan cara pikir dunia? Gereja Tuhan seharusnya tidak serupa dengan dunia ini, dimana didalamnya ada kasih, saling mengampuni, dan saling mendukung. Kata-kata kita menjadi berkat, bukan menghakimi orang lain.

Lidah kita seperti api, yang kecil namun bisa membakar seluruh hutan (Yakobus 3:1-12).

Karena itu, kita perlu menjaga perkataan kita. Jangan lontarkan kata-kata yang bisa membuat orang-orang menjadi tidak berharga, menjadi pemicu untuk merusak gambar diri orang lain. Lebih bahaya lagi kalau kata-kata kita membuat orang menjauh dari kasih karunia Tuhan.

Sebelum kamu berkata, berpikirlah terlebih dahulu

Gunakan kekang, dan kontrol lidahmu. Latih diri kita, dan biarlah Tuhan yang memegang tali kekangnya. Jangan berkata, “Gitu aja kok gak bisa!”.. tetapi “Semangat! Bersama dengan Yesus kamu bisa!” Jangan sampai perkataan kita menjadi sebuah luka bagi orang lain. Karena mudah berkata, tetapi tidak untuk sembuh dari luka membutuhkan proses yang tidak mudah. Mari kita sama-sama bertobat! Tuhan mau bawa kita ke dimensi yang lebih tinggi lagi. Kita perlu pulih dari luka-luka kita.

Tidak ada satupun orang di dunia ini yang sempurna. Bahkan seringkali manusia pun melihat Tuhan pun tidak sempurna dengan selalu mempertanyakan Tuhan: “Kenapa hidupku seperti ini? Kenapa aku harus lahir di keluarga yang seperti ini? Kenapa papa/mamaku seperti ini?..” dan lain sebagainya. Jadi jangan heran kalau kita sering dipertanyakan orang, karena Tuhan pun yang sempurna juga masih seringkali dipertanyakan.

Di atas semuanya itu, biarlah dunia melihat kamu sebagai anak-anak Tuhan yang saling mengasihi. Karena Gereja Tuhan akan bisa bangkit dan berdiri karena Unity, kesatuan umat Tuhan. Mari kita jadi anak Tuhan yang pulih, hidup dalam kebenaran, dan saling mengasihi. Dan biarlah ada Tuhan yang nampak dalam hidup kita melalui buah-buah roh yang kita miliki.

Daniel Hadi ShaneKuasa LidahKuasa PerkataanLukaPerkataan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP