SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Articles posted by Ellen Natalia
  • Page 3
26 August 2026

Author: Ellen Natalia

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidupmu Ditimbang Tuhan

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia
Kita seringkali mendengar kesaksian-kesaksian yang nampak luar biasa, tetapi hanya Tuhan yang mengenal hati manusia. Tidak sedikit orang yang membungkus dirinya dengan hal rohani untuk menutupi dosa dan kedagingannya; mereka melakukannya untuk membangun kerajaan pribadinya, bukan untuk kerajaan Tuhan. Namun Tuhan yang menilai hati kita.
Jangan sampai kita mengalami yang dialami oleh Raja Belsyazar. Dia membangun kerajaan pribadinya, dia takut bila ada yang mengambilnya. Dia hidup dalam rasa tidak aman.

Seringkali rasa tidak aman dapat membuat anak Tuhan berusaha mempertahankan posisinya dengan membungkus dirinya dengan hal-hal rohani. Namun semuanya itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Raja Belsyazar menemukan tulisan di dinding : “Mene, mene tekel ufarsin”. Mene artinya masa pemerintahannya telah dihitung dan diakhiri. Tekel artinya dia sudah ditimbang oleh Tuhan dan didapati terlalu ringan. Peres artinya kerajaannya akan pecah dan diberikan kepada orang media dan Persia. (Daniel 5:1-30).

Hidup kita ditimbang oleh Tuhan

Jangan sampai di akhir hidup kita, kita didapati terlalu ringan. Kita ditimbang bukan berdasarkan perbuatan baik kita, sebab tanpa Tuhan kita mustahil bisa berbuat baik; Tubuh kita cenderung kepada dosa dan perbuatan jahat. Namun oleh kasih karunia Tuhan, kita dilayakkan oleh Tuhan. Siapa yang percaya Yesus Kristus dan menjadikan Dia pusat dari segala-galanya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoel 2 :28-32 berbicara tentang nubuatan Nabi Yoel. Ada peristiwa yang sudah digenapi, namun juga ada peristiwa yang masih terjadi sampai saat ini. Peristiwa pencurahan Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api sudah digenapi pada masa para rasul (Kis 2 :14-21). Namun Roh Kudus masih berkarya hingga hari ini. Kita disertai dan diurapi Roh kudus. Roh kudus memampukan Kita melakukan perkara-perkara yang baik. Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus untuk memampukan Kita menceritakan Injil sebelum hari kedatangan-Nya tiba.

Hari-hari ini iblis sedang menjual ketakutan diantara anak Tuhan. Ketika mereka hidup dalam ketakutan, membeli produk berdasar rasa takut, bukan karena pengertian. Biarlah rasa aman kita ada di dalam Tuhan. Miliki Iman yang konsisten: percaya kepada Tuhan tidak setengah-setengah, tetapi total kepada Tuhan. Percaya bahwa hidupmu aman dalam pemeliharaan Tuhan.

Waktunya sudah genap, kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Mari beritakan Injil damai sejahtera kepada semua orang. Tinggalkan semua ketakutan kita, karena Tuhan sedang menimbang hidup kita. Kita ditimbang bukan karena perbuatan baik, tetapi cinta kita kepada Tuhan.

Orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan, hidupnya berakar dalam Firman Tuhan, dan hidupnya pasti berbuah. Orang yang mencintai Tuhan tidak akan menyimpan kepahitan dalam hidupnya, sebaliknya, dia akan memiliki kasih Tuhan. Dalam kasih Tuhan ada penerimaan, ada perbaikan, dan ada perubahan.

Di hari-hari yang semakin buruk, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa air mata, tetapi Dia berjanji akan terus menyertai kita. Jangan menjadi takut, tetapi percaya dan serahkanlah hidupmu di tangan Tuhan. Dia yang akan memeliharamu. Ijinkan Roh Kudus berkarya dan berkuasa penuh dalam hidup kita. Kita berlari dalam panggilan sorgawi; bukan untuk mahkota yang fana, melainkan untuk mahkota kekal yang disediakan-Nya bagi kita.
Daniel Hadi ShaneDitimbang TuhanketakutanPengharapanRasa Aman dalam TuhanRoh Kudus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Menjaga Hati

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia

Yesus menjadi dampak dalam keluarganya. Adik-adik Yesus, Yakobus dan Yudas, melihat Yesus sebagai Tuhan. Mereka melihat Yesus menjadi terang di tengah mereka, sehingga mereka menjadi penulis kitab yang luar biasa (kitab Yakobus dan Kitab Yudas).

Sudahkah kita menjadi dampak dalam keluarga? Orang yang tinggal serumah dengan kita tahu kehidupan kita yang sesungguhnya. Jikalau masih ada hal tidak baik yang kita miliki, mari belajar berubah.Perubahan tidak menuntut orang lain, perubahan menuntut diri sendiri.

Yakobus 1 : 19, 26 dan Yakobus 3 : 5 mengatakan bahwa kita harus menjaga setiap ucapan kita. Karena salah bicara dapat menghancurkan sebuah hubungan. Lidah memiliki dampak yang luar biasa. Namun apa yang keluar dari mulut kita, berasal dari dalam hati kita (Lukas 6:45).
Sama halnya dengan handphone; jika memorynya tidak rajin dibersihkan, maka HP itu menjadi lambat atau error. Demikian pula dengan hati kita. Perbendaharaan hati kita bisa menjadi kotor, sehingga keluar hal-hal yang tidak baik dari mulut kita. Karena itu, kita perlu selalu cek hati kita dan membuang hal-hal yang tidak perlu: kepahitan, luka, sakit hati, dan lain sebagainya.

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yakobus 1:21)

Firman Tuhan yang kita dengarkan haruslah:

Diterima dengan hati yang lembut

Firman Tuhan tidak bisa bertumbuh pada hati yang dingin. Benih bertumbuh di tanah yang lembut, seperti itu juga hati kita. Hati kita harus lembut supaya benih Firman itu boleh bertumbuh di hati kita.

Tertanam

Tanaman, untuk dapat tertanam dan bertumbuh dengan baik, memerlukan perawatan: Diberi air yang cukup, sinar matahari yang cukup, dan dibersihkan dari hama-hama. Kita perlu senantiasa membersihkan hati kita dari segala yang kotor dan jahat, sehingga Firman yang kita dengar boleh bertumbuh dengan baik.

Berkuasa

Biarlah Firman Tuhan berkuasa untuk mengubahkan hidup kita, sehingga kita menghasilkan buah-buah terbaik bagi Tuhan.
Pandemi Covid-19 ini menuntut banyak orang beradaptasi di banyak bidang. Ada banyak kebiasaan-kebiasaan baru, tidak terkecuali gereja Tuhan dan pelayanan-pelayanan didalamnya. Kita perlu beradaptasi untuk dapat survive di tengah keadaan ini.
Kita diberikan Tuhan kemampuan untuk beradaptasi. Baiklah kita beradaptasi untuk hidup dalam Firman Tuhan. Ketika kita bergaul dengan Firman Tuhan, kita akan beradaptasi dengan kehidupan yang benar. Tetapi kalau kita bergaul dengan kejahatan, dengan pergaulan yang buruk, kita akan beradaptasi dengan kehidupan yang tidak benar. Pikiran dan hati kita menjadi kotor, buah kita juga busuk meskipun kita pelayanan; semuanya tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Mari menjaga hati kita. Hati kita bagaikan taman, yang perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Biarlah Tuhan tinggal di dalamnya dan hati kita menjadi sebuah taman yang indah, yang berkenan kepada Tuhan.

AdaptasiEvie MehitaFirman TuhanhatiPerubahanTaman
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Memiliki Pikiran Kristus

Tuesday, 09 June 2020 by Ellen Natalia

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

Galatia 3:1-2

Pernahkah anda iri hati dengan kesuksesan orang lain? Hati manusia bisa memiliki kecenderungan yang jahat, hati Kita seringkali egois. Keegoisan membuat kita tidak suka kalau orang lain lebih baik dari kita dan kita berpikir bahwa apa yang kita pikirkan adalah yang paling benar; Kita menjadi sangat marah jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Kecenderungan ini tidak akan lepas jika hidup kita belum mengalami Tuhan sungguh-sungguh. 
Para rasul mencintai Tuhan dan memberitakan Injil. Kita ingin kisah mereka mengalami happy ending: mereka diberkati, mereka hidup bahagia. Tetapi akhir cerita mereka berbeda. Mereka menjadi martir: mereka disiksa dan dianaya. Kita berpikir ini bukan akhir cerita yang baik, namun semua yang terjadi adalah yang terbaik bagi mereka.

Setiap kita dianugerahkan hati nurani yang pada dasarnya baik: Kita tidak suka orang ditindas, tidak suka akan penderitaan. Tetapi hati nurani saja tidak cukup untuk membuat kita dapat mengenal Tuhan.

Milikilah pikiran Kristus, sebab hati nurani kita tidak cukup untuk mengerti kehendak Tuhan. Hal buruk di mata kita, belum tentu bukan yang terbaik dari Tuhan.

Kesalahan generasi terdahulu adalah hidup dalam Hukum Taurat. Mereka seringkali diancam dengan konsekuensi dari dosa: dihukum atau masuk neraka. Mereka sesungguhnya masih suka dengan dosa, tetapi tidak melakukannya karena takut menerima hukuman.
Kita perlu mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Kristus membuat kita berubah dan mengalami pertobatan yang sejati: Tidak lagi suka dengan dosa, bukan takut akan konsekuensi akan dosa. Manusia lama kita perlahan diubahkan oleh Tuhan, tidak perlu banyak dilarang, semua dilakukan dengan kesadaran sendiri dan tulus hati.
Kita mustahil untuk sempurna melakukan hukum taurat. Sebab tubuh kita ini selalu punya kecenderungan akan dosa; Kita tidak bisa menaatinya 100%. Oleh karena itu, keselamatan yang sejati hanya kita dapatkan dalam Kristus. Yesus datang ke dunia ini untuk menebus semua dosa kita. Dialah yang menggenapi hukum taurat, sehingga jita tidak perlu lagi hidup di bawah hukum taurat.

Jika kamu mendengarkan suaraNya, jangan keraskan hatimu.

Banyak anak Tuhan terjebak dalam keputusan yang salah. Mereka memutuskan berdasar suasana, bukan karena pertimbangan ilahi. Mari belajar dengarkan Roh Kudus. Jika Tuhan berbicara, belajarlah taat, jangan kamu abaikan. Jangan sampai keputusan yang kamu ambil berakhir dengan penyesalan. Minta suara Roh Kudus memimpin kehidupanmu melalui Firman-Nya. Sebab Injil itu adalah Kristus (Roma 1:16-17).
Mari kita bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Hari Tuhan sudah sangat dekat. Setelah pandemi ini, hidup manusia tidak sama lagi. Mari berdamai dengan kehidupan yang ada. Semua yang terjadi membuat manusia berpikir, bahwa kepandaian manusia itu terbatas; Hanya Tuhan yang dapat kita andalkan. Semua diijinkan terjadi supaya kita mencari wajah Tuhan.

Bila Tuhan berkata itu baik, maka percayalah itu baik. Bila Tuhan berkata itu buruk, percayalah itu buruk. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita.

Mari berdoa bagi teman dan saudara-saudara kita yang belum mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kita berdoa mereka boleh mengalami Tuhan, sehingga kehidupan mereka boleh diubahkan dan mereka mengalami pertobatan yang sejati dalam Tuhan. 
Daniel Hadi ShaneEgoisHati NuraniHukum TauratKasih KaruniaPikiran Kristus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice, Uncategorized
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hati-Hati Berita Busuk!

Wednesday, 20 May 2020 by Ellen Natalia

Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya (Bilangan 25:32)

Bilangan 13:25-33 berbicara tentang 12 orang yang mengintai Tanah Kanaan. Tetapi 10 dari mereka menceritakan tentang kabar busuk : mustahil bangsa Israel bisa menduduki tanah perjanjian itu. Mereka menyebarkan berita yang dilebih-lebihkan. Hal ini dilakukannya untuk membuat bangsa itu membenarkan apa yang mereka anggap benar. Sehingga hati bangsa itu mulai ragu akan janji Tuhan.

Kita perlu menjaga telinga kita untuk mendengarkan berita hari-hari, karena banyak kabar yang dilebih-lebihkan, yang membuat kita diliputi kekuatiran setelah mendengarnya. 

Berita itu baik, supaya kita tetap waspada, tetapi hati-hati dengan berita yang berlebihan dan melenceng dari kebenaran. Iblis bisa memakai ini sebagai kesempatan untuk membuat kita takut dan hilang pengharapan dalam Tuhan. Belajarlah menundukkan telinga kita mendengarkan berita yang baik, sebab berita ketakutan kita mudah menular kepada orang lain, dan ketakutan kita dapat melemahkan iman dan semangat orang lain.

Milikilah Kualitas dalam Ucapan

Jika kita sudah berucap, maka kita harus melakukan dan bertanggung jawab dengan ucapan kita. Sebab semua yang kita lakukan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Mari kita belajar melakukan semua yang kita ucapkan. Biarlah kata-katamu bernilai di hadapan Tuhan.

Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anakkami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.” (Bilangan 14:2-4)

Banyak yang bersungut-sungut. Mereka mulai mempertanyakan janji Tuhan, dan mau kembali ke tanah jajahan. Banyak anak Tuhan pun demikian, betapa ketika mereka mulai ragu akan janji Tuhan dan ingin kembali kepada manusia yang lama, kepada mimpi-mimpi yang lama, dan selalu mempertanyakan janji dan cinta Tuhan dalam hidupnya.

Jangan gagal paham terhadap hati Tuhan. Terkadang kita belum melihat sesuatu yang dijanjikan-Nya, tetapi ada maksud Tuhan di atas semuanya itu. Tuhan memang harus memurnikan kita untuk bisa masuk dalam tanah perjanjian. Tuhan akan memisahkan orang-orang yang mengandalkan pikirannya sendiri dengan orang-orang yang mendengarkan kerinduan hati-Nya.

Ketika Tuhan punya mimpi dalam hidup kita, Tuhan yang akan menyelesaikannya bagi kita

Siapa yang dapat memenangkan hati Tuhan? 

Orang yang dapat memenangkan hati Tuhan adalah orang yang tetap memegang teguh mimpi Tuhan dalam hidupnya, sekalipun mimpi Tuhan tampak seperti kebodohan di mata dunia. 

Mari belajar rendah hati: mau belajar, mau dididik Tuhan, dan mau dibentuk Tuhan seperti Yosua. Yosua dipilih menggantikan Musa bukan karena status sosialnya. Tapi karena dia mengenal hati dan mimpi Tuhan lewat Musa, pemimpin dan orang yang dia layani. Tuhan pun bisa memakai kita. Tuhan tidak memilih seseorang berdasarkan status sosial, tetapi Tuhan melihat hati kita.

Mari kita setia. Sekalipun kita belum melihat janji Tuhan, Tuhan sedang bekerja bagi kita semua. Tetap percaya bahwa ada penyertaan Tuhan bagi gereja Tuhan dan setiap kita. Gereja Tuhan akan bersinar. Akan selalu ada pekerjaan Roh Kudus bagi gerejaNya.

Berita NegatifDaniel Hadi ShaneJanji TuhanKabar BusukKekuatiranKualitas UcapanPenjagaan Tuhan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Jangan Kuatir

Wednesday, 13 May 2020 by Ellen Natalia
Hari-hari ini banyak kegoncangan yang terjadi di Indonesia akibat pandemi. Terjadi krisis ekonomi; banyak usaha-usaha tutup, banyak karyawan di PHK dari pekerjaannya. Berita tentang kematian dan orang sakit semakin bertambah. Tindak kejahatan semakin banyak muncul. Sehingga banyak orang dilanda kekuatiran.
Tetapi diatas semua keadaan ini, Janganlah kita menjadi kuatir, sebab Tuhan menyediakan damai sejahtera bagi kita (Yoh 14:27). Damai sejahtera yang sejati bukan karena kita punya banyak tabungan atau apa yang kita inginkan, tetapi sekalipun di tengah masa2 kesusahan, kita masih memiliki damai sejahtera di dalam Tuhan; Kristus adalah pengharapan kita, kita tidak perlu kuatir.

Mengapa kita tidak perlu kuatir?

Tuhan Pemelihara kita

Luk 12 : 22-29

Jangan kuatir akan penghidupan kita, apa yang akan kita makan atau pakai, Yesus yang memelihara hidup kita. Kekuatiran tidak akan mengubah keadaan, tidak akan menambah sehasta dalam jalan hidup kita, justru kekuatiran membuat kita semakin tertekan dan depresi. Serahkan semua kekuatiran kita dan mari kita bergantung penuh kepada Tuhan.

Tidak kuatir bukan berarti berdiam diri dan menyerah dengan keadaan, tetapi kita tetap berdoa, berserah, meminta hikmat dari Tuhan, kerjakan bagian kita yang terbaik maka Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya. 

Tuhan Menetapkan Langkah Hidup kita

Mazmur 37:23-26

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Tuhan tidak menjanjikan hidup kita baik-baik saja. Kita bisa mengalami jatuh, namun sekalipun kita jatuh, Tuhan tidak membiarkan kita jatuh tergeletak karena Tuhan menopang dan memegang tangan kita.

Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu (Lukas 12:31)

Carilah Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Dalam kondisi Pandemi ini, mari kita berfokus untuk mengejar Kerajaan Allah, kebenaran dan perkenanan Tuhan.

Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga  yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. (Lukas 12 : 33)

Tuhan mau kita tidak terikat dengan apa yang kita miliki di dunia ini. Mari jadi berkat bagi sesama. Memberi tidak harus ketika kita sudah punya banyak kekayaan, tetapi miliki hati seperti janda miskin yang memberikan semua yang ada padanya kepada Tuhan.
Tuhan mau hidup kita berfokus pada Kristus, bukan pada keadaan kita. Petrus bisa berjalan di atas air karena berfokus kepada Yesus. Namun ketika dia kuatir, dia mulai tenggelam. Namun demikian, Yesus dengan sigap segera menolongnya (Mat 14:22-33).

Fokus kepada Yesus, maka mujizat akan Tuhan nyatakan dalam hidup kita. Justru mujizat terjadi ketika ada masalah. Mari terus berharap pada Yesus. Dalam kesesakan kita, mari tetap berseru kepada-Nya, Tuhan akan memberikan kita kekuatan yang baru dalam menghadapi setiap masa dalam hidup kita. Amin.

Christin JedidahCovid-19Damai SejahteraKekuatiranpandemi
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Yesus adalah Center Hidup Kita

Wednesday, 06 May 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Yohanes 6 : 1-15

Yohanes 6 : 1-15 bercerita tentang mujizat yang Yesus adakan dari 5 roti dan 2 ikan. Banyak orang menyorot 5 roti dan 2 ikan dalam cerita itu, tetapi tidak banyak yang menyorot tentang apa yang Yesus ajarkan.

Kita harus tahu siapa pokok pemberitaan Firman Tuhan. Yesus adalah centernya, bukan 5 roti dan 2 ikannya. 

Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:  “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? “ (Yohanes 6:6-9)

Filipus dan Andreas merasa bahwa makanan tidak akan cukup. Tetapi dengan 5 roti dan 2 ikan, Yesus sanggup memberi makan orang lain sampai mereka kenyang. Saat orang-orang membutuhkan makanan, Tuhan memberi mereka makan. Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan memelihara hidup kita. Kita tidak perlu takut dan kuatir, sebab Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita tepat pada waktunya. Asal kita bukan pemalas, Tuhan pasti pelihara kehidupan kita.

 

Tuhan bisa Memakai Siapapun

Mungkin kita tidak punya banyak uang, tetapi dengan “5 roti 2 ikan” yang kamu miliki, kamu bisa menjadi berkat buat sekeliling. Tuhan bisa pakai apapun dalam hidup kita untuk bisa menjadi berkat. Pelayanan sekecil apapun sangat berharga bagi kerajaan Tuhan. Bahkan pelayanan-pelayanan yang tidak terlihat menjadi sangat berharga; Tuhan akan memberkati dan mengembangkannya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk diri sendiri.

Yesus melakukan mujizat bukan untuk pamer kuasa. Dia bergerak ketika ada sebuah kebutuhan. 

Keberhasilan hamba Tuhan bukan tentang jemaat tersentuh & memuji betapa bagusnya khotbah yang dibawakannya. Tetapi ketika jemaatnya pulang, mereka melakukan Firman Tuhan itu. Dan olehnya hidup mereka diubahkan.

Jadilah Setia

Banyak anak Tuhan tidak bisa menahan diri dan menjadi sabar; hidupnya begitu mudah dikuasai amarah dan emosi. Mari kita menjadi pribadi yang sabar. Ketika kita diperlakukan tidak baik, mari merespon dengan benar. Hidup kita tidak dipimpin oleh api amarah, tetapi hidup kita dipimpin oleh Tuhan.

Tuhan tidak pakai orang yang kelihatannya multitalenta. Tuhan pakai orang yang setia dalam perkara-perkara yang diberikan kepadanya. 

 

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Timotius 4:5)

Mari selesaikan tugas pelayanan kita. Jangan menganggap remeh pekerjaan yang ada padamu, tetapi lakukan semuanya dengan giat dan tekun. Tuhan sedang melatih kita menjadi pribadi yang Tuhan inginkan melalui proses dan bentukan-bentukanNya.

Keberhasilan seorang hamba Tuhan bukan dilihat dari berapa banyak jiwa yang digembalakannya. Bukan juga dari musik yang mewah dan lagu yang mengharukan, tetapi dari seberapa banyak orang jemaat yang hidupnya sungguh-sungguh menjadi pelaku Firman. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan.

5 Roti 2 IkanBersabarMujizatMurid YesusPemeliharaan TuhanSabarSetia dalam perkara kecil
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Doa, Ketaatan, dan Kasih

Wednesday, 06 May 2020 by Ellen Natalia

Tahun ini adalah tahun dimana kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, walaupun sepertinya apa yang terjadi di sekeliling kita berbeda dengan apa yang kita harapkan.

Ada 3 hal yang harus kita miliki sebagai anak Tuhan di tengah kondisi yang terjadi saat ini:

Doa

Mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh, mencari wajah Tuhan, mencari kehendak Tuhan. Kita datang kepada Tuhan dan meminta belas kasihanNya atas bangsa ini. Seperti Abraham yang memohon belas kasihan Tuhan untuk tidak membinasakan semua kota Sodom dan Gomora.

Setiap hari kita mendengar berita kematian. Banyak dari mereka yang belum mengenal Yesus. Mari berdoa dan meminta belas kasihan Tuhan. Kita berdoa supaya pintu keselamatan dan pertobatan dibukakan untuk jiwa-jiwa.

Yeremia 29:7-14

Mari menjadi mezbah doa dimanapun Tuhan tempatkan kita (ay. 7). Tuhan selalu memberikan rancangan yang terbaik dan hari depan yang penuh pengharapan (ay. 11) . Kita tidak bisa berharap kepada manusia, pengharapan kita hanya ada di dalam Yesus. Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita (ay. 12-14). Jangan takut, tetaplah berdoa dan berserah kepada Tuhan. Mari kita ketuk pintu hatiNya dan memohonkan belas kasihan dan pertobatan jiwa-jiwa terjadi di Indonesia.

 

Ketaatan

Dalam kita menantikan kedatangan Tuhan, kita tidak bisa hanya berdiam dan berdoa. Kita butuh bergerak dan berkarya sesuai dengan kerinduan Tuhan. Jangan berdiam, mari berbuat sesuatu untuk Tuhan dan orang-orang di sekitar kita.

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,  janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.  Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17)

Bangunlah roh yang tidur. Mari perhatikan bagaimana seharusnya kita hidup. Jangan menjadi orang bebal yang susah menerima peringatan Tuhan. Dengan waktu yang Tuhan berikan, mari menjadi aktif, efektif, dan produktif.

 

Kasih

Doa dan ketaatan jika tidak dilakukan dengan kasih, maka semuanya sia-sia. Hari-hari ini Tuhan rindu ada doa yang didasari dengan hati yang hancur, bukan doa yang rutinitas semata.

Aku tahu segala pekerjaanmu:   baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai   mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu  yang semula  .  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:1-5)

Jemaat di Efesus adalah orang-orang yang mengenal Kristus, mereka berjerih payah, memiliki ketekunan, tidak sabar dengan orang yang jahat, bahkan menderita karena Kristus, tetapi Tuhan mencela mereka karena meninggalkan kasihnya yang semula.

Di akhir zaman ini, kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Orang-orang menjadi biasa mendengar kematian dan tidak peduli dengan orang lain. Bagaimanakah dengan hati kita? Jika hati kita mulai berubah, tidak ada belas kasihan lagi, tidak ada hati untuk jiwa-jiwa, maka kita harus segera bertobat. Mintalah hati yang hancur dan kasih yang semula dari Tuhan.

Keadaan di akhir zaman digambarkan dalam 2 Timotius 3:1-5. Akan datang masa-masa sukar dimana manusia mencintai diri sendiri dan tidak mempedulikan agama (ay. 2). Dengan ibadah streaming yang dilakukan hari-hari ini, sudahkah kita siapkan diri yang terbaik? Hendaknya kita mengikuti ibadah dengan hormat, sebab kita mau datang kepada Tuhan, kita mau berhubungan pribadi dengan Tuhan.

Mari kita lakukan ketiga hal ini dengan sungguh-sungguh. Biarlah kita hidup dalam kasih Tuhan. Sebab tidak ada satu hal pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. 

Akhir ZamanAnak TuhanDoakasihKekristenanKETAATAN
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Gereja Harus Berdampak

Tuesday, 21 April 2020 by Ellen Natalia

Sesuai himbauan pemerintah, hari-hari ini gereja-gereja di Indonesia, bahkan di seluruh dunia melakukan ibadah secara online. Sudahkah kita mengikuti ibadah online dengan sungguh-sungguh? 

“Mengikuti” berbeda dengan “melihat”. Kalau Kita sungguh-sungguh mengikuti ibadah, maka kita juga ikut memuji dan menyembah Tuhan. Kita datang ke hadirat Tuhan, kita merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan.

Ibadah bisa dilakukan jarak jauh, tetapi kehadiran Kristus dalam hidup kita tidak bisa secara online/jarak jauh. Hubungan dengan Tuhan adalah sebuah hubungan yang merasakan, mengalami, dan mendengar kehadiran Tuhan sendiri secara pribadi. Hubungan dengan Kristus adalah hubungan pribadi yang tidak bisa diwakilkan. 

Di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang mengalami sakit, bahkan juga banyak yang meninggal. Dalam segala hal yang Tuhan ijinkan terjadi, ada sebuah peringatan bagi kita untuk mempersiapkan diri akan kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat.

2 Petrus 3:10-16

Ungkapan “Hari kedatangan Tuhan datangnya seperti pencuri” harusnya tidak berlaku bagi anak Tuhan. Karena peringatan itu sudah diberitakan sejak dulu, dan kita selalu diingatkan untuk selalu berjaga-jaga. Tanda-tanda sudah mulai digenapi, dan jika kita sudah siapkan diri dengan baik, maka kapanpun Tuhan datang, kita sudah siap.

Matius 25 :1-13

Mari kita menjadi seperti gadis bijaksana yang mempersiapkan dengan baik kedatangan mempelai. Gadis bodoh hanya mempersiapkan untuk jangka pendek, tetapi gadis bijaksana mempersiapkan minyak dan pelita mereka untuk jangka panjang. Kita tidak bisa mengetahui kapan waktu kedatangan Tuhan, tetapi janganlah kita berpikir bahwa kita mempersiapkan diri hanya untuk 1 minggu kedepan atau 1 bulan kedepan; Kita mempersiapkan diri seterusnya, sehingga ketika saatnya tiba, kita siap dengan kedatangan-Nya.

Mari siapkan minyak dan pelita kita dengan bijak. Kita harus menyalakan Pelita dan membawa minyak bagi Tuhan.

Banyak dari kita yang “stay at home”, tetapi Tuhan mau kita menjadi efektif dan berkarya; Jangan berhenti melayani. Gereja Tuhan tidak boleh berhenti berkarya dan bersembunyi ketika dunia sedang porak poranda. Gereja harus bersinar dan berdampak. 

Pakai waktu-waktu yang ada dengan bijaksana

Jangan habiskan waktu untuk menyenangkan kedagingan kita: sibuk main games, bermalas-malasan, sibuk cari jodoh, dsb. Selama pintu kesempatan masih terbuka di Indonesia, mari kita melayani jiwa-jiwa. Kita bisa melayani dari rumah: mendoakan, mengkonseling, dan menguatkan anak-anak rohani kita.
Iman anak-anak Tuhan sedang digoncang hari-hari ini. Orang yang tidak tertanam dalam Tuhan akan dengan mudahnya ditampi oleh Iblis. Mereka bisa kecewa dan menghujat Tuhan atas apa yang mereka alami.  Mari kita kuatkan saudara-saudara seiman kita, supaya mereka memiliki iman yang teguh kepada Tuhan ditengah kegoncangan yang ada. Setiap waktu banyak orang yang meninggal tanpa mengenal Tuhan. Karena itu mari kita buat kubu-kubu doa. Kita berdoa supaya banyak jiwa-jiwa boleh dimenangkan dan mengenal Tuhan.

Yehezkiel 13:5,17

Hati-hati dengan nabi palsu di akhir zaman! Nabi Palsu akan berkata, “Semua akan damai-damai saja.. kamu tidak akan mengalami penderitaan dan kesesakan.” Tetapi Tuhan ijinkan kesesakan bisa terjadi dalam hidup kita.
Kita tidak boleh menyampaikan pesan yang baik-baik saja: Tidak ada penghakiman, sakit penyakit, penganiayaan. Tetapi semua Tuhan ijinkan semua terjadi untuk mengadakan pemisahan dan pemurnian di akhir zaman. Mari kita sampaikan bahwa kita harus persiapkan diri kita dalam menanti kedatangan Tuhan yang sudah sangat dekat.

Pemurnian dan pemisahan sedang terjadi. Karena itu, mari kita saling menguatkan satu sama lain. Mari nyalakan pelita kita; layani Tuhan. Waktu-Nya sudah dekat, mari kita sama-sama berlari mengejar panggilan Tuhan. 

BerdampakBersinarCovid-19Evie MehitaGerejaIbadah OnlineKedatangan TuhanMinyakPelita
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pelajaran Tuhan

Monday, 13 April 2020 by Ellen Natalia

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus  bin Amitai,  demikian:  “Bangunlah, pergilah ke Niniwe ,  kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis ,  jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN (Yunus 1:3)

Tuhan rindu menyelamatkan Niniwe dari setiap kedurhakaan melalui Yunus. Tuhan memerintahkan Yunus untuk pergi ke sana dan menyerukan pertobatan di sana. Tetapi rupanya Yunus melarikan diri dari panggilan Tuhan.

Mengapa Yunus melarikan diri? 

Yunus berpikir:  “Kota Niniwe yang penuh kedurhakaan itu tidak mungkin menerima Tuhan. mereka pantas menerima hukuman Tuhan.” Sedang dia yang percaya kalau ia patut diselamatkan. Yunus menggunakan cara pikirnya sendiri dan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran.

Hati-hati dengan cara pikir kita: Jangan menggunakan hikmat pribadi; kita anggap kita yang paling benar, tetapi pikiran kita tidak sesuai dengan pikiran Tuhan. Jangan batasi Tuhan dengan pikiranmu; karena pikiran kita terbatas, tetapi pikiran Tuhan tidak terbatas.

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus ;  dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya (Yunus 1 : 17)

Atas seijin Tuhan, ada ikan besar yang menelan Yunus. Terkadang Tuhan mengijinkan hal-hal buruk dapat terjadi dalam hidup kita untuk memberi sebuah pelajaran, dan supaya kita sungguh-sungguh sadar untuk bertobat dan bergantung penuh kepada-Nya.

Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Mereka yang berpegang teguh pada berhala  kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan  akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!” (Yunus 2:7-9)

Yunus merasa dirinya mengenal Tuhan, tetapi dia tidak punya kasih. Karena itu Tuhan menyadarkan dirinya melalui badai, supaya dia mengenal kasih Tuhan. Di situlah Dia menyadari akan kesalahannya. Dia belajar untuk mengenal hati Tuhan. Terkadang ada badai yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, supaya kita kenal dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi hati Tuhan. Mintalah hati untuk mengenal kasih Tuhan. Seperti Yunus, lewat badai dan pencobaan, ia ingat akan Tuhan.

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik  dari tingkah lakunya  yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. (Yunus 3:5,7-8)

Tuhan sanggup membuat seluruh Kota Niniwe bertobat; bahkan semua orang dan hewan-hewan berpuasa dan berkabung menyesal akan kejahatan yang mereka lakukan. Pertobatan mereka bukan pertobatan yang tanggung-tanggung.

Kita pun juga demikian, jangan menjadi anak Tuhan yang tanggung-tanggung: Hanya suka dengan Firman yang menyenangkan telinga kita, tetapi tidak suka dengan Firman yang berbicara tentang salib. Tetapi marilah kita menyukai seluruh kebenaran Firman Tuhan. Kita menikmati berkat Tuhan, tetapi juga hidup menyangkal diri dan memikul salib bagi Tuhan.

Dalam Yunus 4, Tuhan mengajari Yunus bagimana Tuhan mengasihi Niniwe meskipun mereka pernah melakukan kejahatan. Bukan hak kita untuk marah sebagai orang yang melihatnya, karena seorang ayah, sekalipun anaknya nakal dan berbuat banyak kesalahan, dia akan tetap mengasihi anaknya. Inilah hati Bapa, Dia mengasihi semua umat-Nya dan menyesal dengan hukuman yang telah dirancangkan-Nya.

Matius 25:1-13 adalah kisah tentang gadis bodoh dan gadis bijaksana. Tuhan memperingatkan kita supaya menjadi siap sedia, sebab waktu kedatanganNya sudah dekat. Jangan sampai kita seperti gadis-gadis bodoh yang tidak punya persiapan, dan mereka tidak lagi diijinkan untuk masuk dalam pesta. Sudah siapkah kita menghadapi kedatangan-Nya yang sudah semakin mendekat?55

Keselamatan terbuka luas untuk banyak orang. Siapa yang percaya akan Kristus, dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan diselamatkan. Mari kita sama-sama melakukan kerinduan Tuhan. Kita beritakan Kristus kepada semua orang. Mari berdoa dan minta hati Tuhan, supaya kita memahami setiap pelajaran yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Daniel Hadi ShaneHati BapaHati TuhanKedatangan TuhanPelajaran TuhanYunus
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Anak yang Dewasa

Wednesday, 08 April 2020 by Ellen Natalia

Bacaan: Yoh 3:1-21

Hari-hari ini banyak anak Tuhan yang hanya “kekristenan warisan” semata, yang isinya hanyalah rutinitas ibadah tetapi tidak ada hubungan dan pengenalan akan Tuhan secara pribadi. Oleh karena itu, diperlukan “kelahiran kembali”, dimana kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi yang mengubahkan kehidupan kita. 

Sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang dewasa? 

Hanya seorang anak yang sudah dewasa yang akan dipercaya untuk membantu pekerjaan Bapanya. Demikian juga kita dengan Bapa di sorga, Tuhan rindu mempercayakan karya-karya ajaib-Nya kepada anakNya yang dewasa. Sayangnya banyak anak-anak Tuhan yang sudah lama mengikut Tuhan, tetapi hidupnya belum ada perubahan dan pendewasaan.

Ciri-ciri anak Tuhan yang belum dewasa:

Masih hidup dalam ikatan jiwa dan manipulasi

Cirinya : selalu ingin di layani, selalu menuntut orang lain untuk mengerti dia, dan mempertanyakan kasih orang lain kepadanya.

Memiliki ikatan jiwa masa lalu

Berlarut-larut dalam luka masa lalu. Meskipun sudah diajar bahwa Tuhan mengasihinya, tetapi selalu menganggap Tuhan tidak mengasihinya.

Tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah bersyukur

Selalu merasa kurang dalam hidupnya; tidak bersyukur. Tetapi Tuhan berkata, “Cukuplah kasih karuniaKu di dalam hidupmu” (2 Kor 12:9), artinya Tuhan mencukupkan kehidupan kita:  tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama  harta  yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama  seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Apakah Allah menjadi mutiara berharga dalam hidupmu? Jika kita menjadikan Tuhan mutiara yang berharga, kita pasti memberikan segala-galanya bagi Dia. Mari Kita hasilkan buah-buah roh dalam hidup kita. Mari menjadi roti yang terpecah bagi banyak orang, itu adalah ibadah kita yang sejati.

Maukah anda mengambil pekerjaan Tuhan?

Disitulah Tuhan melihat kita sebagai pribadi yang dewasa. Betapa bahagianya apabila kita apabila kita dianggap dewasa oleh Bapa. Kita dapat dipercaya untuk sanggup mengerjakan hal baik yang menjadi kerinduan-Nya.
Pada waktu perjamuan mula-mula, pada waktu murid-murid memecah roti dan minum anggur, mereka mengambil bagian di dalam Kristus, yang artinya mereka mengambil bagian di dalam penderitaan Yesus; menjadi 1 tubuh, 1 jiwa, 1 roh. Mereka mengerti bahwa ketika mereka mengambil bagian di dalam Kristus, hidup mereka bukan milik mereka lagi.
Walaupun para rasul masuk dalam penjara dan menderitaa, mereka percaya bahwa mereka disertai oleh Tuhan. Dunia tidak akan mengerti hal ini, tetapi Bapa kita di Surga melihat setiap keadaan yang kita alami dan memperhitungkannya sebagai sebuah kebenaran.

Mari luangkan waktu berdoa; minta hati dan kerinduan Tuhan atas hidupmu. Biarlah rasa aman dan pengharapan kita hanya di dalam Tuhan. Kita tidak bergantung kepada yang lain, tetapi kita bergantung hanya kepada Tuhan.

Tahun rahmat Tuhan telah datang. Ini saatnya kita memberitakan Injil Tuhan ke semua orang. Biarlah kita menyadari, bahwa Hanya dengan penyertaan Tuhan Kita dimampukan melakukan semuanya.
AnakDaniel Hadi ShaneDewasaKelahiran Kembali
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP