Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidupmu Ditimbang Tuhan
Seringkali rasa tidak aman dapat membuat anak Tuhan berusaha mempertahankan posisinya dengan membungkus dirinya dengan hal-hal rohani. Namun semuanya itu tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Hidup kita ditimbang oleh Tuhan
Hari-hari ini iblis sedang menjual ketakutan diantara anak Tuhan. Ketika mereka hidup dalam ketakutan, membeli produk berdasar rasa takut, bukan karena pengertian. Biarlah rasa aman kita ada di dalam Tuhan. Miliki Iman yang konsisten: percaya kepada Tuhan tidak setengah-setengah, tetapi total kepada Tuhan. Percaya bahwa hidupmu aman dalam pemeliharaan Tuhan.
Orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan, hidupnya berakar dalam Firman Tuhan, dan hidupnya pasti berbuah. Orang yang mencintai Tuhan tidak akan menyimpan kepahitan dalam hidupnya, sebaliknya, dia akan memiliki kasih Tuhan. Dalam kasih Tuhan ada penerimaan, ada perbaikan, dan ada perubahan.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Evie Mehita : Menjaga Hati
Yesus menjadi dampak dalam keluarganya. Adik-adik Yesus, Yakobus dan Yudas, melihat Yesus sebagai Tuhan. Mereka melihat Yesus menjadi terang di tengah mereka, sehingga mereka menjadi penulis kitab yang luar biasa (kitab Yakobus dan Kitab Yudas).
Sudahkah kita menjadi dampak dalam keluarga? Orang yang tinggal serumah dengan kita tahu kehidupan kita yang sesungguhnya. Jikalau masih ada hal tidak baik yang kita miliki, mari belajar berubah.Perubahan tidak menuntut orang lain, perubahan menuntut diri sendiri.
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yakobus 1:21)
Diterima dengan hati yang lembut
Tertanam
Berkuasa
Mari menjaga hati kita. Hati kita bagaikan taman, yang perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Biarlah Tuhan tinggal di dalamnya dan hati kita menjadi sebuah taman yang indah, yang berkenan kepada Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Memiliki Pikiran Kristus
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
Galatia 3:1-2
Setiap kita dianugerahkan hati nurani yang pada dasarnya baik: Kita tidak suka orang ditindas, tidak suka akan penderitaan. Tetapi hati nurani saja tidak cukup untuk membuat kita dapat mengenal Tuhan.
Milikilah pikiran Kristus, sebab hati nurani kita tidak cukup untuk mengerti kehendak Tuhan. Hal buruk di mata kita, belum tentu bukan yang terbaik dari Tuhan.
Jika kamu mendengarkan suaraNya, jangan keraskan hatimu.
Bila Tuhan berkata itu baik, maka percayalah itu baik. Bila Tuhan berkata itu buruk, percayalah itu buruk. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita.
- Published in The Shepherd's Voice, Uncategorized
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Jangan Kuatir
Mengapa kita tidak perlu kuatir?
Tuhan Pemelihara kita
Luk 12 : 22-29
Tidak kuatir bukan berarti berdiam diri dan menyerah dengan keadaan, tetapi kita tetap berdoa, berserah, meminta hikmat dari Tuhan, kerjakan bagian kita yang terbaik maka Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.
Tuhan Menetapkan Langkah Hidup kita
Mazmur 37:23-26
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu (Lukas 12:31)
Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. (Lukas 12 : 33)
Fokus kepada Yesus, maka mujizat akan Tuhan nyatakan dalam hidup kita. Justru mujizat terjadi ketika ada masalah. Mari terus berharap pada Yesus. Dalam kesesakan kita, mari tetap berseru kepada-Nya, Tuhan akan memberikan kita kekuatan yang baru dalam menghadapi setiap masa dalam hidup kita. Amin.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Doa, Ketaatan, dan Kasih
Tahun ini adalah tahun dimana kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, walaupun sepertinya apa yang terjadi di sekeliling kita berbeda dengan apa yang kita harapkan.
Ada 3 hal yang harus kita miliki sebagai anak Tuhan di tengah kondisi yang terjadi saat ini:
Doa
Mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh, mencari wajah Tuhan, mencari kehendak Tuhan. Kita datang kepada Tuhan dan meminta belas kasihanNya atas bangsa ini. Seperti Abraham yang memohon belas kasihan Tuhan untuk tidak membinasakan semua kota Sodom dan Gomora.
Setiap hari kita mendengar berita kematian. Banyak dari mereka yang belum mengenal Yesus. Mari berdoa dan meminta belas kasihan Tuhan. Kita berdoa supaya pintu keselamatan dan pertobatan dibukakan untuk jiwa-jiwa.
Yeremia 29:7-14
Mari menjadi mezbah doa dimanapun Tuhan tempatkan kita (ay. 7). Tuhan selalu memberikan rancangan yang terbaik dan hari depan yang penuh pengharapan (ay. 11) . Kita tidak bisa berharap kepada manusia, pengharapan kita hanya ada di dalam Yesus. Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita (ay. 12-14). Jangan takut, tetaplah berdoa dan berserah kepada Tuhan. Mari kita ketuk pintu hatiNya dan memohonkan belas kasihan dan pertobatan jiwa-jiwa terjadi di Indonesia.
Ketaatan
Dalam kita menantikan kedatangan Tuhan, kita tidak bisa hanya berdiam dan berdoa. Kita butuh bergerak dan berkarya sesuai dengan kerinduan Tuhan. Jangan berdiam, mari berbuat sesuatu untuk Tuhan dan orang-orang di sekitar kita.
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5:15-17)
Bangunlah roh yang tidur. Mari perhatikan bagaimana seharusnya kita hidup. Jangan menjadi orang bebal yang susah menerima peringatan Tuhan. Dengan waktu yang Tuhan berikan, mari menjadi aktif, efektif, dan produktif.
Kasih
Doa dan ketaatan jika tidak dilakukan dengan kasih, maka semuanya sia-sia. Hari-hari ini Tuhan rindu ada doa yang didasari dengan hati yang hancur, bukan doa yang rutinitas semata.
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula . Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:1-5)
Jemaat di Efesus adalah orang-orang yang mengenal Kristus, mereka berjerih payah, memiliki ketekunan, tidak sabar dengan orang yang jahat, bahkan menderita karena Kristus, tetapi Tuhan mencela mereka karena meninggalkan kasihnya yang semula.
Di akhir zaman ini, kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Orang-orang menjadi biasa mendengar kematian dan tidak peduli dengan orang lain. Bagaimanakah dengan hati kita? Jika hati kita mulai berubah, tidak ada belas kasihan lagi, tidak ada hati untuk jiwa-jiwa, maka kita harus segera bertobat. Mintalah hati yang hancur dan kasih yang semula dari Tuhan.
Keadaan di akhir zaman digambarkan dalam 2 Timotius 3:1-5. Akan datang masa-masa sukar dimana manusia mencintai diri sendiri dan tidak mempedulikan agama (ay. 2). Dengan ibadah streaming yang dilakukan hari-hari ini, sudahkah kita siapkan diri yang terbaik? Hendaknya kita mengikuti ibadah dengan hormat, sebab kita mau datang kepada Tuhan, kita mau berhubungan pribadi dengan Tuhan.
Mari kita lakukan ketiga hal ini dengan sungguh-sungguh. Biarlah kita hidup dalam kasih Tuhan. Sebab tidak ada satu hal pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita : Gereja Harus Berdampak
Sesuai himbauan pemerintah, hari-hari ini gereja-gereja di Indonesia, bahkan di seluruh dunia melakukan ibadah secara online. Sudahkah kita mengikuti ibadah online dengan sungguh-sungguh?
Ibadah bisa dilakukan jarak jauh, tetapi kehadiran Kristus dalam hidup kita tidak bisa secara online/jarak jauh. Hubungan dengan Tuhan adalah sebuah hubungan yang merasakan, mengalami, dan mendengar kehadiran Tuhan sendiri secara pribadi. Hubungan dengan Kristus adalah hubungan pribadi yang tidak bisa diwakilkan.
2 Petrus 3:10-16
Matius 25 :1-13
Mari siapkan minyak dan pelita kita dengan bijak. Kita harus menyalakan Pelita dan membawa minyak bagi Tuhan.
Pakai waktu-waktu yang ada dengan bijaksana
Yehezkiel 13:5,17
Pemurnian dan pemisahan sedang terjadi. Karena itu, mari kita saling menguatkan satu sama lain. Mari nyalakan pelita kita; layani Tuhan. Waktu-Nya sudah dekat, mari kita sama-sama berlari mengejar panggilan Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pelajaran Tuhan
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe , kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis , jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN (Yunus 1:3)
Tuhan rindu menyelamatkan Niniwe dari setiap kedurhakaan melalui Yunus. Tuhan memerintahkan Yunus untuk pergi ke sana dan menyerukan pertobatan di sana. Tetapi rupanya Yunus melarikan diri dari panggilan Tuhan.
Mengapa Yunus melarikan diri?
Yunus berpikir: “Kota Niniwe yang penuh kedurhakaan itu tidak mungkin menerima Tuhan. mereka pantas menerima hukuman Tuhan.” Sedang dia yang percaya kalau ia patut diselamatkan. Yunus menggunakan cara pikirnya sendiri dan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran.
Hati-hati dengan cara pikir kita: Jangan menggunakan hikmat pribadi; kita anggap kita yang paling benar, tetapi pikiran kita tidak sesuai dengan pikiran Tuhan. Jangan batasi Tuhan dengan pikiranmu; karena pikiran kita terbatas, tetapi pikiran Tuhan tidak terbatas.
Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus ; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya (Yunus 1 : 17)
Atas seijin Tuhan, ada ikan besar yang menelan Yunus. Terkadang Tuhan mengijinkan hal-hal buruk dapat terjadi dalam hidup kita untuk memberi sebuah pelajaran, dan supaya kita sungguh-sungguh sadar untuk bertobat dan bergantung penuh kepada-Nya.
Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!” (Yunus 2:7-9)
Yunus merasa dirinya mengenal Tuhan, tetapi dia tidak punya kasih. Karena itu Tuhan menyadarkan dirinya melalui badai, supaya dia mengenal kasih Tuhan. Di situlah Dia menyadari akan kesalahannya. Dia belajar untuk mengenal hati Tuhan. Terkadang ada badai yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, supaya kita kenal dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi hati Tuhan. Mintalah hati untuk mengenal kasih Tuhan. Seperti Yunus, lewat badai dan pencobaan, ia ingat akan Tuhan.
Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. (Yunus 3:5,7-8)
Tuhan sanggup membuat seluruh Kota Niniwe bertobat; bahkan semua orang dan hewan-hewan berpuasa dan berkabung menyesal akan kejahatan yang mereka lakukan. Pertobatan mereka bukan pertobatan yang tanggung-tanggung.
Kita pun juga demikian, jangan menjadi anak Tuhan yang tanggung-tanggung: Hanya suka dengan Firman yang menyenangkan telinga kita, tetapi tidak suka dengan Firman yang berbicara tentang salib. Tetapi marilah kita menyukai seluruh kebenaran Firman Tuhan. Kita menikmati berkat Tuhan, tetapi juga hidup menyangkal diri dan memikul salib bagi Tuhan.
Dalam Yunus 4, Tuhan mengajari Yunus bagimana Tuhan mengasihi Niniwe meskipun mereka pernah melakukan kejahatan. Bukan hak kita untuk marah sebagai orang yang melihatnya, karena seorang ayah, sekalipun anaknya nakal dan berbuat banyak kesalahan, dia akan tetap mengasihi anaknya. Inilah hati Bapa, Dia mengasihi semua umat-Nya dan menyesal dengan hukuman yang telah dirancangkan-Nya.
Matius 25:1-13 adalah kisah tentang gadis bodoh dan gadis bijaksana. Tuhan memperingatkan kita supaya menjadi siap sedia, sebab waktu kedatanganNya sudah dekat. Jangan sampai kita seperti gadis-gadis bodoh yang tidak punya persiapan, dan mereka tidak lagi diijinkan untuk masuk dalam pesta. Sudah siapkah kita menghadapi kedatangan-Nya yang sudah semakin mendekat?55
Keselamatan terbuka luas untuk banyak orang. Siapa yang percaya akan Kristus, dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia akan diselamatkan. Mari kita sama-sama melakukan kerinduan Tuhan. Kita beritakan Kristus kepada semua orang. Mari berdoa dan minta hati Tuhan, supaya kita memahami setiap pelajaran yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Anak yang Dewasa
Bacaan: Yoh 3:1-21
Hari-hari ini banyak anak Tuhan yang hanya “kekristenan warisan” semata, yang isinya hanyalah rutinitas ibadah tetapi tidak ada hubungan dan pengenalan akan Tuhan secara pribadi. Oleh karena itu, diperlukan “kelahiran kembali”, dimana kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi yang mengubahkan kehidupan kita.
Sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang dewasa?
Ciri-ciri anak Tuhan yang belum dewasa:
Masih hidup dalam ikatan jiwa dan manipulasi
Memiliki ikatan jiwa masa lalu
Tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah bersyukur
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)
Maukah anda mengambil pekerjaan Tuhan?
Mari luangkan waktu berdoa; minta hati dan kerinduan Tuhan atas hidupmu. Biarlah rasa aman dan pengharapan kita hanya di dalam Tuhan. Kita tidak bergantung kepada yang lain, tetapi kita bergantung hanya kepada Tuhan.
- Published in The Shepherd's Voice









