SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Articles posted by Ellen Natalia
  • Page 4
26 August 2026

Author: Ellen Natalia

Khotbah Ev. Elita Chandra : Rasa Aman yang Sejati

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Kasus COVID-19 yang hari2 ini menyerang lebih dari 600 ribu jiwa di seluruh dunia menyebabkan goncangan yang besar di berbagai negara. Ini menyebabkan banyak orang mencari rasa aman; mereka membeli dan menimbun masker, sarung tangan, hand sanitizer, bahkan baju pelindung untuk merasa aman agar tidak terkena virus ini. Tapi bagaimanakah Rasa Aman yang Sejati itu?

Ada janji keamanan yang Tuhan sediakan kepada bangsa Israel (Yosua 21:43-45). Sekalipun demikian, bukan berarti bangsa ini sama sekali tidak menghadapi musuh; Musuh tetap ada, mereka pun tetap harus waspada & berjaga (Yosua 23: 1-16).

Seringkali kita berpikir bahwa Rasa Aman adalah ketika tidak ada musuh/masalah di sekitar kita. Tetapi Rasa Aman Yang sejati bukanlah ketika tidak ada musuh di sekitar kita, melainkan ketika kita merasakan damai sejahtera Tuhan di tengah masalah/badai Dalam hidup; dimana ada janji perlindungan dan penjagaan Tuhan. Tetapi Rasa Aman juga bukan berarti kita tidak berhikmat, kita juga perlu berjaga dan waspada dengan “musuh” di sekitar kita.

Situasi hari-hari ini menguji hati kita dalam 2 hal:

1. Kasih kepada Tuhan

Apakah kita sungguh2 berserah & bergantung penuh pada Tuhan

2. Kasih kepada Sesama

Apakah kita egois menyimpan semua hal untuk keamanan kita pribadi, atau berbagi kepada yang membutuhkan? Apakah kita tergerak oleh belas kasihan akan jiwa2 Yang meninggal setiap harinya dalam kondisi belum menerima Kristus?

Mari kita semakin mendekat kepada Tuhan. Rasa Aman yang sejati hanya dalam Tuhan; Dia adalah pelindung & penjaga kita yang tidak pernah terlelap (Mazmur 121:1-8). Jangan dikuasai oleh ketakutan dan situasi sekitar kita. Justru kita harus berdoa untuk bangsa-bangsa supaya dikuatkan dan dimampukan melewati bencana ini.

Di tengah ketidakamanan, ada sebuah jaminan keyakinan iman di tengah orang-orang percaya: Bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus; Penindasan, kesesakan, penganiayaan, sakit penyakit sekalipun. Kita diciptakanNya sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:31-39).

Jadilah orang-orang yang lebih dari pemenang; kita tidak lagi hidup dalam ketakutan dan kekuatiran, tetapi hidup kita penuh dengan rasa aman yang sejati dari Tuhan. Mari tetap bergantung pada Tuhan dalam segala hal.

Elita ChandraKekuatiranketakutanPerlindungan TuhanRasa Aman
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Cara Hidup Jemaat Mula-Mula

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan virus covid-19 dengan penularannya yang sangat cepat. Karena itulah, banyak anak-anak Tuhan dilingkupi rasa takut dan kuatir. Apa yang Firman Tuhan katakan tentang hal ini?

Kita perlu mengingat akan cara hidup jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Mereka berkumpul tiap-tiap hari, memecahkan roti, dan berdoa (ay 46), dan setiap kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama (ay 44). Masa itu, mereka tidak hidup dalam ketakutan, mereka bergantung penuh pada Tuhan. Mereka hidup saling mendoakan, menguatkan, dan berbagi kepada sesama.

Bagaimana anda menghadapi hari-hari ini? Mari kita belajar dari cara hidup jemaat mula-mula. Meskipun keadaan semakin menekan, perekonomian semakin melemah, tetapi kita tidak boleh dikuasai oleh ketakutan. Kita harus tetap bergantung penuh kepada Tuhan. Biarlah rasa aman kita di dalam tangan-Nya.

Mari sama-sama berdoa untuk meminta perlindungan Tuhan atas keluarga kita dan bangsa ini. Ini saatnya gereja Tuhan bangkit menjadi jawaban dan berkat. Dalam keadaan seperti ini, mari kita membantu dan melayani sesama. Jangan berdiam diri dan memikirkan diri sendiri. Mari kita saling mendoakan dan menguatkan mereka yang kehilangan pengharapan.

Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,  dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat.  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi:  darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.  Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah  sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan­. (Kisah Para Rasul 2:17-21)

Di akhir zaman ini, Tuhan akan bangkitkan pahlawan-pahlawan-Nya. Akan ada perkara-perkara ajaib yang akan Tuhan nyatakan lewat hidupmu.

Maukah anda dipakai Tuhan untuk jadi berkat? Mari berikan apa yang bisa kita berikan saat ini. Mari sama-sama berdoa secara berantai 24 jam untuk Indonesia dan gereja Tuhan. Mari kita memohonkan kemurahan Tuhan atas bangsa, gereja, dan keluarga kita.

Ini saatnya gereja Tuhan bangkit!

Daniel Hadi ShaneJemaat Mula-MulaKekuatiranRasa Aman
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Naik Level

Monday, 30 March 2020 by Ellen Natalia

Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan (Bilangan 11:1).

Bangsa Israel adalah bangsa yang dikasihi Tuhan. Tetapi bangsa ini seringkali mengeluh. Mereka selalu mengungkit-ungkit masa lalu mereka di Mesir (Bilangan 11:4-6), padahal Tuhan sudah membebaskan mereka dari perbudakan. Mereka tidak mengucap syukur dengan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Itu yang akhirnya menimbulkan murka Tuhan atas mereka. Oleh sebab itu, Tuhan mendidik bangsa ini dengan api-Nya (Bil. 11:1). Didikan demi didikan Tuhan berikan kepada bangsa Israel supaya bangsa ini dapat memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.

Sudahkah Anda Bersyukur?

Sudahkah anda bersyukur dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu? ataukah kita seperti bangsa Israel yang seringkali mengeluh?

Bangsa Israel adalah gambaran kita semua. Kita seringkali mengeluh, marah, dan memberontak ketika ada ketidakadilan yang kita alami. Tetapi jikalau Kita masih suka marah, mengeluh, dan memberontak, kita tidak bisa dibawa Tuhan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Tuhan mau mendidik kita untuk mencapai level berikutnya; Tuhan rindu memakai hidup kita. Akan tetapi kita tidak bisa dipakai Tuhan, kalau karakter kita masih suka marah, memberontak, dan mengeluh. Maukah kamu didik dan diproses Tuhan? Tuhan Akan pakai hidupmu dan membawamu ke level yang lebih tinggi. Kita perlu api kudus Tuhan yang menyucikan dan mendidik kita. Kita perlu tuntunan Roh Kudus setiap hari untuk mengingatkan dan menemplak kita.

Berapa banyak kita mau dikosongkan?

Dikosongkan artinya mati buat semua kehendak dan daging kita, dan membiarkan semua mimpi dan kehendak Tuhan mengisi seluruh kehidupan Kita. Saat itulah Tuhan akan memakai kehidupan kita secara luar biasa.

Mari kita melakukan mimpi-mimpi Tuhan. Biarlah Yesus semakin besar dan “keakuan” kita semakin kecil. Jadilah orang yang mau dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya sampai ke ujung-ujung bumi.

BersyukurDaniel Hadi ShaneDidikan Tuhanlevelmengeluhnaik levelProses
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kemurnian

Sunday, 15 March 2020 by Ellen Natalia

Gereja berdiri adalah untuk melayani Tuhan dan sesama. Tetapi hari-hari ini banyak yang berpikir bahwa gereja adalah sebuah bisnis. Gereja didirikan hanya untuk memperkaya diri dan memperhitungkan untung ruginya.

Demikian juga ketika kita terpanggil menjadi Hamba Tuhan dan pelayan Tuhan. Apakah yang menjadi motivasi kita? Untuk memperkaya diri atau untuk melayani Tuhan dan sesama kita?Melayani Tuhan tidak memperhitungkan untung ruginya, karena Tuhan yang menjamin hidup kita, Tuhan yang akan memelihara kita.

Mari berikan yang terbaik kepada Tuhan dalam setiap pekerjaan dan pelayanan kita.

 

Di akhir jaman ini, Tuhan merindukan suatu pemurnian bagi gereja-Nya.

Murni artinya tidak bercampur dengan unsur lainnya (KBBI).Tuhan rindu kita hidup dalam kemurnian; tidak bercampur dengan unsur-unsur lain dan tidak terpengaruh dengan dunia. Tuhan mau kita mengalami pertobatan yang sejati, yang artinya hidup, sikap hati, dan karakter kita diubahkan semakin serupa dengan Kristus; tidak lagi serupa dengan dunia.

 

Bagaimana kita dimurnikan oleh Tuhan?

Seperti emas, dia dimurnikan melalui suatu proses yang panjang. Demikian juga ketika hidup kita dimurnikan oleh Tuhan memerlukan sebuah proses, bukan suatu hal yang instan. Untuk diproses oleh Tuhan, kita harus memiliki ketaatan dan penundukan diri.

Amsal 1:22-28 berbicara mengenai orang yang bebal. Orang yang bebal adalah orang yang tidak mau dibentuk, semaunya sendiri, dan tidak mau menerima teguran. Janganlah kita menjadi orang bebal. Karena orang yang bebal tidak mau mengalami perubahan dalam hidup nya.

Jadilah seperti emas murni, yg lembut, yang mau di ubahkan dan di bentuk oleh Tuhan.

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak daat cemar dan tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada akhir zaman. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. (1 Petrus 1:3-6)

Tuhan merindukan kemurnian di akhir zaman ini. Mari kita memiliki sikap hati yang mau dimurnikan oleh Tuhan. Miliki pertobatan sejati yang mengubahkan kehidupan kita, sehingga kita siap menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali menjadi mempelai Kristus yang sempurna.

Akhir ZamanChristin JedidahEmasmelayaniMurniPemurnian
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Ketetapan Hati

Tuesday, 03 March 2020 by Ellen Natalia

Hari-hari ini dunia sedang digemparkan dengan munculnya virus Corona yang menyebabkan ribuan kematian di berbagai negara. Hal ini adalah salah satu pertanda bahwa kita telah berada pada akhir zaman.

 

 

Sebuah situs dunia mencatat, ada 10 pertanda kiamat:
1. Malapetaka / Bencana alam
2. Tanda Kelaparan, Kemiskinan, & Penyakit
3. Kekerasan dan Sex bebas
4. Perang
5. Kemerosotan Moral
6. Banyak Orang Depresi
7. Penyebaran Ajaran Palsu
8. Krisis Lingkungan Global
9. Fenomena Alam
10.Kebangunan besar-besaran

Di akhir zaman, akan banyak orang mengalami stres dan kecemasan; mereka hidup dalam tekanan yang luar biasa. Sehingga akan banyak orang murtad kepada Tuhan, dan atau sebaliknya, akan banyak orang yang menyadari bahwa mereka membutuhkan Tuhan.

Di hari-hari terakhir ini, Tuhan sedang mencari orang-orang yang menyembah Tuhan dalam Roh dan Kebenaran. Mari kita Belajar menjadi penyembah yang benar dari seorang Pribadi Daniel (Daniel 1).

1. Memiliki Ketetapan Hati

Ketika Daniel diminta untuk menyantap makanan raja yang enak, dia memilih untuk tidak memakannya. Kemungkinan besar makanan-makanan itu sebelumnya dipersembahkan kepada dewa-dewa mereka. Daniel memiliki ketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya dengan meminum anggur dan menyantap makanan-makanan itu.

Sebaliknya, Daniel berketetapan hati untuk tetap menyembah Tuhan di tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan ia dengan tekun berdoa 3x sehari kepada Tuhan.

2. Berani Diuji

Daniel tidak takut menyatakan kuasa Tuhan, sekalipun dia di tengah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Daniel berani diuji, walau tidak makan santapan raja, dia tetap segar dan sehat setelah melewati 10 Hari.

Daniel berketetapan hati untuk tetap menyembah Tuhan, sekalipun sekelilingnya tidak mendukung dia. Mari kita miliki ketetapan hati dalam Tuhan; berketetapan hati untuk menyembah Tuhan, berketetapan hati untuk tetap setia hidup dalam kebenaran.

Daniel belajar setia dari hal kecil. Dari masalah makanan, kemudian ia teruji dan menjadi kesayangan raja. Ia menjadi orang bijaksana melebihi orang-orang yang ada di negeri itu; Ia dipromosikan oleh Tuhan.

Mau dipromosi oleh Tuhan? Belajarlah setia seperti Daniel. Lakukan kebenaran dengan ketetapan hati dan beranilah untuk diuji. Biarkan Tuhan berkuasa penuh dalam hidupmu. 

Akhir ZamanEvie MehitaKebangunanKetetapan HatiPenyembah yang BenarSetiaUjian
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kasih Tak Bersyarat

Tuesday, 03 March 2020 by Ellen Natalia

Ada 4 kata kasih dalam bahasa Yunani, yaitu Agape, Phileo, Eros dan Storge, tetapi ternyata hanya ada 2 kata kasih dalam bahasa Yunani yang muncul dalam Alkitab Perjanjian Baru, yaitu Agape yang muncul sebanyak 116 kali dan Phileo sebanyak 26 kali.

Kasih agape adalah kasih yang tidak bersyarat, kasih yang memiliki pengorbanan dan tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan Philia adalah kasih dalam persahabatan, yang tidak ada hubungan atau ikatan darah.

Di dalam Matius 22:37-49, hukum yang terutama, kasih yang terdapat pada ayat ini adalah kasih Agape. Tidak hanya Tuhan yang memberikan kasih agape kepada kita, tetapi kita juga harus memiliki kasi Agape, yaitu kasih tanpa syarat kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

1. Kasih Agape kepada Tuhan (1 Yoh. 4:7-8,10,19)

Pada dasarnya manusia tidak bisa mengasihi. Tetapi jika kita bisa mengasihi, semua karena Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita. Mengasihi Tuhan artinya memberikan seluruh hidup kita di tangan Tuhan dan mau didewasakan oleh Tuhan. Kita mau mengasihi Dia bukan karena berkat dan imbalan yang kita harapkan kita terima, tapi kita mencintai Tuhan tanpa syarat, walaupun apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita akan tetap mengasihi Tuhan.

2. Kasih Agape kepada sesama manusia (1 Yoh 4:20-21)

Jika seorang berkata aku mengasihi Tuhan, tetapi ia membenci saudara nya, maka ia adalah, seorang pendusta. Apa bukti kita mengasihi Tuhan? Apakah kita sudah mengasihi sesama kita dengan kasih agape, yaitu kasih tanpa syarat? Mudah untuk mengasihi orang yang baik kepada kita, tetapi Tuhan mengajar kita mengasihi orang yang membenci kita (Luk. 6:27-29)

Mengasihi Tuhan dan sesama kita dapat di lihat dari perbuatan kita, apa yang kita lakukan untuk orang lain, seperti kita melakukan nya untuk Tuhan (Mat. 25:31-40).

3. Mengasihi Diri Sendiri

Untuk dapat mengasihi diri sendiri, kita perlu mengenal kasih Tuhan. Dan kita tidak dapat mengasihi orang lain sebelum kita mengasihi diri kita sendiri. Karena itu, kita harus bisa menerima diri kita sebagai ciptaanNya yang mulia dan yang dikasihiNya.

Yoh 15:13-17 – Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang rela memberikan nyawaNya untuk sahabatNya. Tuhan memanggil kita dengan sebutan sahabat.
Kata kasih yang tertulis di sini adalah Phileo. Ini menunjukkan bahwa Tuhan mau kita punya hubungan yang dekat denganNya.

Milikilah Kasih Agape dalam hidup Kita, yaitu kasih yang tak bersyarat, dan milikilah kasih Phileo yang membuat kita selalu melekat dengan Tuhan.

AgapeChristin JedidahkasihKasih Tak BersyaratMengasihiPhileo
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Bible Series by Ps. Daniel Hadi Shane : Lahirnya Alkitab

Friday, 21 February 2020 by Ellen Natalia

Mengapa Alkitab patut untuk dipercayai? Mari kita sama-sama belajar sejarah terbentuknya Alkitab.

Pada jaman dahulu, media-media yang digunakan dalam penulisan alkitab antara lain:
-Tanah liat (Yehezkiel 4:1)
-Batu (Keluaran 24:12,Keluaran 34:1)
-Daun Papyrus(Wahyu 5:1)
-Perkamen (kulit anak domba yang disamak) (2 Timotius 4:13)
-Logam ( Keluaran 28:36)

Alkitab Perjanjian Lama sebagian ditulis dalam bahasa Ibrani dan beberapa ditulis dalam bahasa Aram ( Ezra 4-8,Daniel 2-7,Yeremia 10:11).

Dalam hal ini, bahasa Ibrani merupakan bahasa keintiman/bahasa personal. Bahasa ini mengungkapkan hati dan perasaan, bukan sekedar pikiran (penulisannya menggunakan lambang dan gambar).

Sedangkan Alkitab Perjanjian Baru
Ditulis dalam bahasa Yunani, yang merupakan bahasa intelek, bahasa pikiran, sehingga lebih mudah dipahami.

Kitab-kitab dalam Alkitab dikumpulkan dengan berdasarkan waktu penulisannya.

Kitab Ayub ditulis sekitar 2150 SM, Kitab Para nabi pada 700-600 SM, dan kemudian dilanjutkan lagi di 400 SM (Kitab Ezra,Nehemia,Maleakhi). Sehingga Alkitab Perjanjian Lama ditulis kurang lebih dalam waktu 1700 tahun.

Kitab Perjanjian Baru ditulis antara 50-100 M; Ada kemungkinan kitab Yakobus ditulis pertama kali 49 SM.

Ada pula kitab-kitab yang ditulis selama kurun waktu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang disebut dengan kitab Apokripa, namun kitab Apokripa tidak bisa dimasukan di daftar kitab suci yang diinsipirasikan Tuhan, karena isinya tidak saling berkaitan satu sama lain dan penulisnya diragukan atau tidak jelas.

Pada 397 M diputuskan hanya 27 kitab Perjanjian Baru yang masuk syarat dalam Kanonisasi. Hal ini berdasarkan pertimbangan keterkaitan kitab-kitab tersebut satu sama lain, serta adanya pemilahan kitab yang tidak jelas penulisnya dan asal usul yang dari kitab-kitab tersebut.

Kenapa Alkitab banyak versi Penerjemahan?

Ada begitu banyak versi Alkitab yang saat ini kita temui. mengapa demikian? Semua itu tidak lepas dari sejarah penemuan dan penulisan kitab-kitab yang ada. Berikut fakta-fakta tentang Alkitab yang menjadi alasan mengapa ada banyak versi Alkitab :

1. Ada beberapa kitab yang ditemukan berasal dari gulungan laut mati.

2. Ditemukannya Papyri (ratusan naskah kitab yang ditemukan di dalam mumi buaya)

3. Ditulisnya Latin Vulgate (Kitab terjemahan Latin) pada tahun 382 M.

Kitab ini adalah hasil penelitian dan terjemahan seorang sarjana bernama Jerome. Beliau diminta oleh uskup Roma meneliti dan menerjemahkan secara akurat terjemahan latin kuno dari naskah2 bahasa Yunani dan Kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan dari bahasa ibrani yang ada.

4. Adanya Codex Sinaiticus yang ditulis 330 M

yangk ditemukan di gunung Sinai di sebuah biara St Chaterine.

5. Adanya Codex Vaticanus

Naskah kitaby dikubur di perpustakaan Vatikan di Roma, yang kemudian ditemukan pada tahun 1481. Kaisar Constantine, Kaisar yang berkuasa pada masa itu, membuat 50 copy alkitab yang sebelumnya dilarang keras untuk di copy.

6. Adanya Codex Alexandria /Alexandrinus.

Naskah ini di copy di mesir pada 450 masehi, yang kemudian naskah ini jatuh ke penguasa Alexandria dan dipindahkan ke museum Inggris tahun 1757.

7. Terjemahan King James Version dalam kurun 500 tahun terakhir.

Kingjames version di terjemahkan karena Raja James 1 Inggris kurang memahami / menyukai terjemahan Alkitab Jenewa (William Whittingham saudara ipar John Calvin).

Akhirnya 54 orang ditunjuk sebagai penerjemah Alkitab di tanggal 22 juli 1604. 54 orang ini dibagi menjadi enam tim: 2 Tim bekerja di Westminster, 2 tim di chambridge, sedangkan 2 tim lagi bekerja di oxford. Mereka menerjemahkan dari Alkitab Uskup Agung Caterbury dan menyesuaikan isinya sesuai dengan perkembangan tata bahasa yang ada dan diteliti dengan seksama.

Alkitab King James version menjadi Alkitab yang sangat populer (termasuk menjadi panduan saya dalam mengajar).
Dan juga muncul terjemahan-terjemahan lainnya, seperti Living Bible, yang ditulis dan dipublikasikan oleh Kenneth Taylor. Kitab ini muncul dengan bahasanya yang mudah dipahami anak-anak.

Oleh sebab itu, Saya berkeyakinan teguh mustahil Alkitab adalah karya manusia semata.

Doktrin adalah pemikiran sudut pandang Alkitab. Di masa mula-mula munculnya, doktrin yang beredar mengatakan bahwa Bapa gereja mustahil salah (manusia bisa saja salah, tetapi hanya Tuhan yang tidak bisa salah). Lalu muncullah tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Wycliffe yang menentang doktrin kedaulatan paus tersebut, dan mendeklaraskan bahwa Alkitab adalah kekuasaan tunggal bagi orang percaya, bukan pemimpin gereja.

Gereja ini dibesarkan dari Teology Reform, namun disamping itu juga menerima karya-karya Roh Kudus dalam kehidupan iman orang percaya. Doktrin Calvinis dan Doktrin armenian memiliki sudut pandang berbeda dalam melihat sebuah hal. Doktrin Calvinis lebih kearah kedaulatan Tuhan dalam segala hal dalam hal ini menjadi acuan dalam kehidupan gereja ini. Walau demikian, cara pandang Armenian menambahkam dimensi baru dalam berpikir dari sisi yg berbeda. Namun, sekali lagi, hanya Alkitab tidak pernah salah.

Menurut saya ada 3 hal yang tidak bisa di ganggu gugat:
1.Keselamatan hanyalah melalui Kristus Yesus.
2.Yesus Kristus adalah Allah sendiri
3.Keselamatan adalah Anugrah semata melalui iman kepada Kristus.

Saya dahulu berpikir secara logika mengenai Tuhan Yesus dan mencari Tuhan Yesus berdasarkan penguasaan doktrin reform dan Calvinis yang saya miliki (dari lahir sampai kuliah dari gereja aliran Reform). Lalu ternyata dalam perjalannya, saya mengalami sebuah peristiwa perjumpaan yang indah yang tidak bisa saya ungkapkan. Justru sewaktu saya kuliah dan bergereja di Gereja Kharismatik/Pentakosta, dimana dalam sebuah kebaktian minggu yang saya ikuti, saya mengalami lumpuh satu kaki. Ketika itu, saya disembuhkan secara ajaib; Bukan oleh pendeta, tetapi saat saya hanya bernyanyi dan memuji Tuhan Yesus. Betapa bersukacitanya saya waktu itu. Sungguh perjumpaan yang indah, dan saya semakin mencintai kebenaran2 Firman Tuhan. Saya yang sebelumnya mempelajari Firman hanya berpatok pada text book, Saya merasakan Firman Tuhan itu hidup, bekerja dan menjamah saya.

Percayakah anda kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat?

Jika anda percaya, maka keselamatan anda dijamin oleh Tuhan Yesus. Keselamatan yang bisa hilang adalah keselamatan yang tidak sempurna (mudah-mudahan selamat).

Saya berkeyakinan teguh Tuhan Yesus sudah menebus dosa lama (past sin) saya, dosa saya yang sekarang (present sin) dan dosa saya yang akan datang (future sin).

Tetapi saya berkeyakinan penuh bahwa Keselamatan adalah Anugrah Tuhan yang bernilai dan tidak murahan, yang memerlukan tanggungjawab yang besar dalam diri saya untuk hidup seturut perintah Tuhan, yang tentunya dalam pengendalian dan tuntunan Tuhan Yesus yang sempurna.

Tuhan Yesus sudah jamin hidup saudara. Maukah engkau percaya penuh kepadaNya?

AlkitabBibleDaniel Hadi ShaneKeselamatanPengajaranSejarah
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuali yang Berkarat

Wednesday, 12 February 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Yehezkiel 24:1-14

Oleh sebab itu beginilah firman Allah: Celakalah kota yang penuh hutang darah, kuali yang berkarat didalamnya dan karatnya tidak hilang dari padanya!Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa memilih-milih. (Yehezkiel 24:6)

Yehezkiel 24:1-14 berbicara tentang kuali yang berkarat. Tahukah anda bahwa kuali itu juga bisa menggambarkan pikiran kita? Pikiran kitapun bisa “berkarat” dan dipenuhi dengan dosa. Pikiran-pikiran jahat yang tidak segera kita bereskan akan merusak kita. Kepahitan, kebencian, kecemaran, luka2 di masa lampau dan lain sebagainya, menempel di dalam pikiran kita dan apapun yang baik masuk kedalamnya akan tampak sia2. Semua akan ikut menjadi rusak.

JANGAN BIARKAN PIKIRANMU BERKARAT!

Orang yang memiliki pikiran yang berkarat adalah orang yang sudah menerima Yesus dalam hidupnya, tetapi cara pikirnya masih perlu diubahkan (metanoia) ; masih menggunakan cara pemikirannya yang lama. Mereka mengingat dan memperkarakan perkara-perkara lampau dan hidup dalam kepahitan sedang kehidupan terus berubah dan orang lainpun terus mengalami pertumbuhan. Pikirannya masih terpaku dalam masa lalunya.

Setiap kita punya cara masing-masing untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus. Untuk dapat mengenal Kristus yang benar tentu saja kita harus taat pada kedaulatan FirmanNya ( Firman Tuhan jauh lebih tinggi dari kesaksian sehebat apapun juga. Dan jika kesaksian itu bertentangan dengan Firman Tuhan tentu bukan berasal dari Tuhan).

Dalam mendalami Firman Tuhan ada beberapa sudut pandang. Karena itu, bukan hak kita untuk menghakimi sudut padang orang lain untuk memahami Firman Tuhan selagi sudut pandang itu tidak menyimpang/mengartikan Firman Tuhan seenaknya sendiri.

Janganlah paksakan cara pandang kita dan menganggapnya sebagai yang paling benar dari orang lain. Pernyataan di atas tidak berarti bahwa kita boleh secara ngawur dan subyektif menafsirkan ayat-ayat Alkitab menurut apa yang kita pandang benar. Penafsiran yang salah adalah jelas kesesatan, walau yang dikutip adalah Alkitab. Beberapa bidat yang palsu juga menggunakan Alkitab, tetapi mereka memutarbalikkan kebenaran di dalamnya (2 Pet 3:16).

Ada yang sangat diberkati dengan pemahaman firman Tuhan yang sudah diringkas  menjadi Firman Tuhan yang  sederhana namun mengena, adapula yang diberkati lewat pemahaman Firman Tuhan yang dieksposisi lebih dalam dan inipun sangat memberkati orang yang mendengarnya.

Tidak semua orang memiliki tingkat intelektual yang sama dan karakter pendengar Firman Tuhanpun berbeda beda. Yang paling penting adalah pemikiran kita harus selalu diarahkan kepada Kristus; harus selalu sejalan dengan pikiran Kristus.

BUANG SEMUA KERAK DARI KUALIMU

Yesus ingin kita mengalami tiap pengalaman dengan-Nya. Kita tidak akan bisa melaju dalam Tuhan jika Kita masih menyimpan “Kerak” dalam pikiran Kita. Kerak berbicara dendam, luka, masa lalu yang belum dibereskan. Lepaskan pengampunan dan jadilah pribadi yang mau diubahkan.

Bagaimana caranya? bakarlah “kuali” (pikiran)-mu dengan Roh Kudus; biarkan Roh Kudus tinggal dalam hidupmu dan mengubahkan hidup kita. Tambahkan doa. Dengan Kita hidup dalam doa dan hidup dalam keintiman dengan Tuhan sanggup mengubahkan kita semakin serupa dengan Kristus.

cara pandangDaniel Hadi ShaneKerakKuali BerkaratPikiranPola PikirSampah
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Semua Dilihat dari Buahnya

Monday, 27 January 2020 by Ellen Natalia

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:43-45)

Seseorang dilihat dari buah yang dihasilkannya. Tidak ada buah yang baik dari pohon yang tidak baik.
Hari-hari ini Iblis pandai memanipulasi anak Tuhan dengan hal-hal menyenangkan dan tampaknya baik, tetapi hanya dari buahnyalah kita dapat melihat apa itu benar-benat baik atau tidak.

Hanya, banyak orang yang demi dikenal baik, mereka memanipulasi diri mereka dengan tampaknya dari luar menghasilkan buah yang baik, dengan membungkus dirinya menjadi sangat rohani dan sepertinya mencintai Tuhan, tetapi ternyata tidak ada Tuhan dalam hidupnya. Buahnya tampak baik, tetapi dalamnya kosong/busuk.

Dibutuhkan ahli buah. karena hanya ahli buah yang mengerti buah yang benar dan yang enak; Yesus adalah ahli buah yang sesungguhnya.

Sebab itu, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Hanya dengan demikian, kita dapat memahami buah mana yang sungguh-sungguh baik dan tidak.

Buah yang baik dihasilkan dari pohon yang baik. Pohon yang baik tidak mungkin menghasilkan buah gosip dan buah sakit hati. Pohon yang baik menghasilkan Buah buah kasih dan damai sejahtera.

Hari-hari ini kita mendengar ada penyebaran virus di Cina. Kita sebagai anak Tuhan pun perlu berhati-hati, karena anak-anak Tuhan sangat mudah terserang virus: Virus dosa, virus gossip, virus kepahitan! Dan virus itu akan cpat menyebar jika kita tidak segera diisolasi/dikarantina.

Jangan sembarangan makan buah!

Virus tidak menyebar dengan begitu saja.. virus butuh inang/perantara.. Dan jika kita makan buah yang menjadi inang dari virus itu, maka dengan mudah kita akan tertular penyakit. Untuk itu, kita perlu menaikkan daya tahan tubuh rohani Kita! Sehingga virus apapun tidak mudah menyerang kita.

Mari kita sungguh-sungguh alami perubahan karena perjumpaan dengan Tuhan.

Tinggallah di dalam Yesus, dan Yesus di dalam Kita, kita Akan jadi ranting dipohonnya Tuhan, yang menghasilkan buah-buah yang baik.

Kita yang dulunya menjadi “ranting” dari pohon dosa, kepahitan, luka, akan dicabut, dann dicangkokkan kepada pokok anggur yang benar (Yesus).

Kita akan jadi pribadi yang sanggup melawan dosa, dan berani menceritakan kebenaran. Kita akan jadi berkat yang memancarkan terang Kristus jika kita tinggal di dalam pokok anggur yang benar.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:4)

BuahDaniel Hadi ShanePohonPokok Anggur
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Perintis Gereja-Nya

Monday, 27 January 2020 by Ellen Natalia

Bacaan : Filipi 16:13-40

Dalam Filipi 16:13-40, adalah cerita bagaimana Paulus merintis Jemaat di Filipi dengan cara yang luar biasa. Mulai dari bertemu dengan seorang pedagang bernama Lidia, mengusir roh tenung dari perempuan tukang sihir, pujian dan penyembahan Paulus yang membuka pintu penjara, hingga bertobatnya kepala penjara beserta keluarganya. Tuhan memakai banyak orang dengan berbagai macam latar belakang untuk merintis jemaat di Filipi. Demikian juga dalam hidup ini, Tuhan sanggup memakai orang dengan segala macam latar belakang untuk membangun gerejaNya, kerinduanNya.

Semua Bisa Dipakai Tuhan

Kita semua bisa dipakai Tuhan; dimanapun kita dan bekerja sebagai apapun. Kita bisa dipakai Tuhan untuk merintis gerejaNya. Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang ajaib ketika kita mau meletakkan hidup kita untuk dipakai Tuhan. Kita harus jadi anak Tuhan yang UUY (Ujung- Ujungnya Yesus): dalam kita bekerja, dalam kita melakukan segala hal, biarlah segalanya selalu tujuan akhirnya adalah untuk Yesus.

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Filipi 1:21-24)

Paulus bergumul dalam 2 pilihan – Hidup atau Mati. Dia lebih bersukacita kalau dia mati, karena dia akan bertemu dan tinggal dengan Yesus, pribadi yang paling dikasihinya. Tetapi jika Dia hidup, artinya dia bekerja untuk memberikan buah-buah yang manis untuk Tuhan. Dia INGIN mati – Tinggal bersama Yesus, tetapi bagi dia, dia PERLU hidup supaya dia dapat memberi buah dan memberitakan injil – untuk membawa semua orang mengenal Yesus.

Paulus meneladani Yesus dimana Yesus lebih memilih “hidup” diantara manusia, sekalipun menderita, karena dengan Dia “hidup” maka Yesus dapat menyelamatkan semua orang dan menebus dosa-dosa kita.

Maukah kita ambil bagian untuk merintis gerejaNya? Maukah kita ambil bagian untuk memberikan diri, hidup kita, pekerjaan kita untuk mengabarkan Injil Kristus ? Sama seperti Yesus yang memberikan diriNya, mengambil rupa seorang hamba dan menebus dosa-dosa kita dengan darahNya yang mahal.

Mari kita miliki pikiran dan perasaan Kristus (Fil 2:5). Jadilah bagian dari rencana Tuhan untuk membangun jemaatNya, membangun gerejaNya.

Evie MehitaKegerakan TuhanPerintisTeladan Yesus
Read more
  • Published in Sermons
No Comments
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP