Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sumur Yusuf
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Mazmur 24:1-5
Yesus harus naik ke surga agar Roh Kudus dapat hadir. Tidak ada kasih dari Tuhan yang diawali dari sebuah dosa. Kasih yang diawali dengan dosa bukanlah kasih dari Kristus melainkan dari hawa nafsu yang menghancurkan manusia.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Percaya Buta
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
Kejadian 12:1-5
Ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan tidak memberikan sebuah perintah yang spesifik, seperti apa negerinya, bagaimana memasukinya. Sangat sukar sekali bagi orang percaya diberikan perintah oleh Tuhan. Generasi ini adalah generasi yang seringkal meminta segala sesuatu dengan spesifik.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pergunakan Iman dalam Segala Hal
Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin lemah iman kita.
1 Korintus 2:6-16
Sebagai orang percaya, kita harus tahu bahwa hidup kita tidak dikuasai oleh pikiran dan perasaan, melainkan dikuasai oleh iman kepada Kristus. Begitu banyak iman yang dihalangi oleh pengetahuan-pengetahuan. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, semakin lemah iman kita. Iman berarti mempercayai bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara, meskipun secara pengetahuan kita, itu seperti tidak masuk akal.
Ketika dulu radio ada acara Healing From Heaven, terjadi begitu banyak kesembuhan dan mujizat. Mengapa bisa terjadi? Karena kami tidak melihat dengan pengetahuan kita, bagaimana kondisi mereka dan kami hanya percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dan memulihkan. Tetapi berbeda ketika kami dengan pasukan doa pergi ke rumah sakit-rumah sakit, iman kami hancur melihat kondisi pasien. “Sembuh tidak ya?”
Pengetahuan kita seharusnya tidak boleh melebihi iman kita karena pengetahuan kita tidak sempurna, pengetahuan Kristuslah yang sempurna.
Kalau hidup kita dikuasai dengan situasi, perasaan dan keadaan, kita tidak akan pernah melihat mujizat.
Ketika mengadakan KKR kesembuhan sebagai kelanjutan dari acara radio, saya mempersiapkan diri dengan membaca buku-buku kedokteran. Ketika mendoakan, lidah mudah berkata untuk kesembuhan seseorang. Tetapi suatu waktu ada seorang buta yang ternyata tidak ada bola matanya. Saya mulai bingung dan berkurang iman. Di dalam pikiran saya, jika dia katarak masih bisa untuk disembuhkan. Tapi kalau tidak ada bola matanya, saya bingung. Saya tidak berani untuk mendoakan pada awalnya dan menyuruh pendoa-pendoa yang lain untuk mendoakan. Tapi ternyata setelah beberapa bulan, seseorang tersebut mendapat anugerah dengan pertumbuhan bola mata. Itu adalah sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan. Pengetahuan kita harus kita taklukan di bawah kaki Kristus, karena pengetahuan menghambat mujizat terjadi dalam hidup kita.
Pengetahuan menghambat kita untuk melihat kemuliaanNya dinyatakan dalam hidup kita.
Kita sulit menerima perasaan tertolak, tidak menerima kalau ia ditolak dan menutupi rasa tertolak mereka. Hal ini membuat sulit untuk melihat kemuliaan dan susah untuk bertemu dengan Bapa karena Tuhan tidak dapat dijangkau dengan pikiran dan perasaan. Tuhan baik kalau diberkati, tapi Tuhan tidak baik kalau sakit dan menerima musibah. Pikiran dan perasaan seperti itu akan membuat kita jauh dari Tuhan. Tuhan ada dalam setiap kondisi kita dan tidak akan pernah tinggalkan kita.
Selalu ada berkat di balik masalah.
Dalam setiap pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, akan selalu diiringi dengan berkat dan mujizat-mujizat. Tuhan tahu bagaimana menyatakan diriNya, menyatakan kemuliaanNya.
Dimensi pengetahuan tidak dapat menerima dimensi iman. Dimensi iman adalah percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, bahwa Ia akan menyediakan berkat-berkatNya yang cukup untuk setiap anak-anakNya. Stop pakai pengetahuan.
Kenapa fresh graduate selalu tersandung mendalami dunia usaha? Karena kebanyakan mereka pakai pengetahuan dan ego yang mereka rasa itu benar dan diterima saat di kuliah. Kita belajar untuk tidak dikuasai pikiran, perasaan dan pengetahuan. Pengetahuan itu baik, tetapi akan jauh lebih baik kalau diserahkan kepada Kristus. Mulailah belajar untuk bergantung pada Tuhan. Tuhan akan mengatur waktu yang tepat untuk mempertemukan dengan orang yang tepat.
Paulus adalah orang yang sangat pintar, tetapi setelah dia bertobat dan berjumpa dengan Kristus, selubung itu dibukakan dan ia mengerti bahwa pengetahuan yang ia miliki itu tidak sempurna dan sia-sia. Kita tidak bisa menerima Tuhan dengan pengetahuan. Hal-hal yg dari Roh hanya dapat diterima oleh roh.
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
1 Korintus 2:9-10
Jangan saat KKR, mendadak iman kita menjadi besar. Ketika KKR selesai, iman kita kembali menjadi kecil. Jangan latah secara rohani. Kita belajar pengenalan akan Kristus yang sejati. Gereja kita tidak dibangun dari kekayaan, tetapi Tuhan adalah Tuhan yang sanggup untuk memutarbalikkan keadaan karena Ia adalah pemilik langit dan bumi. Kita belajar untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Hidup dari mengalami Firman adalah Firman yg hidup, bukan firman yang mati. Firman yang mati adalah firman yang hanya didengar di telinga tapi tidak terjadi dalam hidup kita.
Alami perjumpaan dengan Tuhan, buang perasaan dan pengetahuan. Dalam peristiwa 5 roti dan 2 ikan, ada teologia-teologia yang berkata bahwa ikan yang diberikan adalah ikan paus sehingga sanggup untuk diberikan kepada 5000 orang. Kemudian saat itu ada acara membuat roti terpanjang dan itulah roti yang dibagikan. Ada begitu banyak alasan yang dibuat untuk menolak mujizat Tuhan. Alasan-alasan itu akan membuat kita tidak dapat menerima dan melihat mujizat.
Terakhir, mulailah bergerak dalam dimensi Tuhan. Perbanyak waktu doa. Ketika kita mengandalkan Tuhan sungguh-sungguh, kita akan lebih banyak berdoa daripada berkerja dan saat itulah kita memasuki dimensi supranatural. Bagaimana berjumpa dengan orang-orang yang tepat di waktu yang tepat, seperti Sara yang seharusnya sudah tidak mungkin lagi untuk hamil tetapi ia dapat hamil. Kita belajar untuk mempercayai Tuhan, dimensi supranatural Tuhan itu mengatur ketidakmungkinan yang ada di bumi.
- Published in The Shepherd's Voice
PIC (Pro-M Impact City) : Love Hunting or Hunted?
Proses pendekatan (alias PDKT) merupakan proses yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah hubungan pria dan wanita karena segala wujud sikap dan perhatian yang kita berikan pada lawan jenis yang kita sukai akan menentukan seberapa jauh kita mengenalnya dan akan dibawa ke arah mana kedekatan tersebut. Hal inilah yang menarik pengurus PIC untuk mengangkat tema LOVE Hunted or Hunting? Pada Ibadah bulanan PIC Sabtu 22 April 2017 lalu.
Meskipun cinta seharusnya merupakan sesuatu yang sederhana dan jelas (hanya berbicara tentang aku cinta dia atau tidak), namun kenyataannya cinta diakui merupakan sesuatu yang sering membuat galau dan gelisah, hal ini dikarenakan berbagai macam hal antara lain komunikasi.
Bagaimana mengetahui dia memiliki perasaan pada kita?
Apakah boleh bagi seorang wanita untuk menyatakan cinta duluan?
Berapa lama yang diperlukan untuk menunggu kepastian perasaan seseorang terhadap kita?
Berbagai macam pertanyaan seputar cinta seringkali muncul dalam benak kita dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin bergelayut dalam hati kita, yang tidak jarang membuat kita bisa uring-uringan bahkan sampai tidur pun tak nyaman. Dalam seminar LOVE Hunted or Hunting? Pdt Daniel Hadi Shane mengangkat ayat alkitab dalam 2 Petrus 1 : 3-7 untuk mengingatkan kita kembali mengenai esensi makna dari “Kesetaraan Gender” yang akhir-akhir ini sudah sangat menyimpang dari maksud dan tujuan awal penggagasnya, yaitu R.A Kartini, karena akhirnya kesetaraan gender justru menjadikan kaum wanita mengambil alih peranan para pria sehingga akhirnya menyalahi kodrat ilahi yang sudah ditentukan.
Pria diciptakan sebagai pemimpin yang berarti seorang pria harus dapat menjadi decision maker, yaitu sosok yang harus dapat mengambil keputusan dan mampu mencukupi kebutuhan. Sedangkan wanita diciptakan sebagai penolong yang sepadan bagi pria, bukan diciptakan untuk mengganti peranan pria.
Kita harus memahami adanya tingkatan dalam berpasangan yaitu :
- Pria yang Menjadi Pemimpin dan Wanita sebagai Penolong
Ini merupakan tingkat teratas dan tingkatan yang sesuai dengan kerinduan hati Tuhan, dimana baik pria maupun wanita sama-sama mencintai Tuhan, sama-sama memiliki visi dan misi dan saling mendukung didalam doa. Setiap pria atau wanita yang belum mempunyai karakter demikian, maka akan sangat berbahaya saat melewati masa pernikahan.
- Pasangan/Pendamping
Ini adalah tingkatan yang lebih baik dari 2 tingkatan di bawah karena pada tingkatan ini, hubungan berpasangan antara pria dan wanita tidak menjadi batu sandungan, hanya saja masing-masing pihak masih tidak memahami peranan masing-masing sehingga masih ada tekanan yang dilakukan pria/ wanita terhadap pasangannya
- Perongrong
Ini adalah tingkatan dimana pria dan wanita memiliki peranan yang tertukar, dimana pria dan wanita sama-sama saling berusaha mengendalikan pasangannya dengan ancaman, Pria atau wanita yang berada pada tingkatan ini sama-sama tidak menunjukkan sikap mereka yang sebenarnya kepada pasangan.
- Penggoda
Pada tingkatan terbawah ini, pria maupun wanita cenderung tertarik pada pasangannya dikarenakan kelebihan fisik yang dimiliki pasangan. Pria atau wanita penggoda selalu menonjolkan kelebihan fisik yang ia miliki untuk menarik perhatian calon pasangannya.
Kesetaraan Gender bukanlah berarti mengambil peranan pasangan kita.
Lalu bagaimana dalam hal wanita yang ingin menyatakan perasaannya lebih dahulu pada pria? Kembali lagi ingatlah mengenai kodrat ilahi wanita. Kita harus belajar dari sosok Ribka. Perempuan hanya dapat memberikan sebatas signal pada pria, atau dengan menggunakan perantara, namun tetap pada prinsipnya prialah yang harus mengambil tindakan.
Pesan bagi para Wanita adalah ingatlah Wanita harus membuka diri namun tidak menjual diri. Bebas namun tetap terikat, terikat dengan Firman Tuhan tentunya. Jadi dalam bergaul tetap mengingat filternya yaitu Firman Tuhan. Jangan membatasi pergaulanmu karena Tuhan bisa mempertemukan kamu dimana pun dengan pasanganmu, seperti gereja, komunitas rohani, tempat kerja dan di tempat-tempat lainnya yang Tuhan ijinkan.
Pembicara juga mengingatkan bahwa pria tidak boleh berburu wanita karena cinta bukanlah cinta jika terlalu banyak pilihan, jadi jangan menebarkan jala ke banyak wanita. Begitu pula sebaliknya, wanita juga tidak boleh mendekati banyak pria, karena Anda akan dipermalukan jika Anda menjual cinta kemana-mana. Pria atau wanita yang sedang mendekati lawan jenisnya harus belajar setia mendekati hanya satu orang saja, mendoakannya dan menyelesaikannya. Menyelesaikan dalam arti setia menunggu sampai kita tahu dengan pasti orang tersebut dari Tuhan atau tidak, apakah orang yang didoakan tersebut juga memiliki perasaan yang sama atau tidak.
Hal terpenting sebelum kita membangun sebuah hubungan adalah memastikan bahwa kita sudah beres dalam area godaan seksual, serta pastikan motivasi kita berpasangan bukan untuk mengisi kesepian kita. Rasa kesepian yang sangat akan menimbulkan perasaan-perasaan yang palsu. Ingat! Rasa kesepian hanya dapat diisi oleh pribadi Yesus.
Setelah pembicara membagikan hal-hal yang penting dalam membangun sebuah hubungan, sesi tanya jawab pun dimulai, Dewasa muda yang hadir sangat antusias bertanya mengenai hal-hal berpasangan mulai dari masalah PHP (Pemberi Harapan Palsu) dan Baper (Bawa Perasaan), mencari pasangan lewat biro jodoh, sampai kepada permasalahan Move On. Karena begitu menarik dan hangatnya sesi tanya jawab sampai waktu pun tidak terasa.
Di Bulan Mei, PIC masih akan mengadakan Seminar Dewasa Muda dengan Tema Personal Leadership yang akan menghadirkan Pembicara Tamu. Jadi jangan lewatkan untuk datang pada Seminar PIC di tanggal 6 Mei 2017 dan ajak teman-teman Dewasa Muda lainnya. ^^
- Published in News & Events, The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Tandatangani Meterai Perjanjian Tuhan (River of Blood – Easter Celebration Day)
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Matius 28:11-15
Sebuah catatan dusta yang dibuat oleh mahkamah agama dan para imam-imam kepala mengenai kebangkitan Yesus sangat dipercayai oleh banyak orang. Pada waktu itu mereka memiliki kuasa yang sangat besar sehingga mereka dapat melakukannya. Mereka memiliki pengaruh besar pada saat itu. Sebuah dusta bisa terpelihara sampai bertahun-tahun bahkan berabad-abad.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kebenaran Alkitab, DIAlah Tuhan (Cry Out – Good Friday Revival Service)
Sejak kecil kita ditanamkan bahwa Tuhan Yesus mati pada hari Jumat. Tapi benarkah Yesus mati pada hari Jumat? Alkitab tidak mencatat Yesus mati pada hari Jumat.
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Matius 27:51-53
Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”
Matius 27:62-64
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane #CMCFireConference2017 : Golden Vessel
Ada banyak anak-anak Tuhan yang pintar, bahkan memiliki IP sempurna, ketika masuk dalam dunia kerja, mengalami kemunduran. Tidak mengalami perkembangan, stuck di dalam karirnya dan lain sebagainya.
Dulu saya dilahirkan dalam keluarga yang tidak berkecukupan sehingga harus ditampung oleh kerabat saya yang juga tidak terlalu baik hidupnya karena kondisi ekonomi yang kurang baik saat itu. Tidak bisa selalu menonton TV dan menyalakan kipas angin meskipun kondisi panas. Dahulu saya berharap agar ada perubahan dalam kehidupan saya.
Tuhan tidak bisa menolong orang yang tidak mau mengubah kehidupannya sendiri.
Banyak orang datang KKR atau seminar-seminar dan berharap adanya pemulihan dan perubahan di dalam hidupnya, tetapi tidak mau untuk mengubah keadaan dan keluar dari zona nyaman. Contoh, seorang yang memiliki sakit kolesterol datang ke sebuah ibadah KKR kesembuhan. Ia berharap adanya perubahan dalam hidupnya, tetapi ia tidak mengubah kebiasaannya. Tetap makan-makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Tidak ada yang akan didapat orang-orang seperti ini.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”
Mazmur 118:14-16
Hanya tangan Tuhanlah yang dapat membuat kita berhasil. Segala sesuatu yang kita peroleh dalam dunia ini adalah dari Tuhan dan untuk Tuhan. Kalau kita berpikir egosentris (terpusat pada diri sendiri) dan bukan Teosentris (terpusat pada Tuhan), kita tidak akan pernah menjadi golden vessel. Kita hanya menjadi bejana yang biasa.
Ada banyak kunci-kunci yang diberikan oleh Tuhan untuk membuat kita diberkati oleh Tuhan dalam segala perkara.
Bagaimana kita menjadi bejana emas, bukan bejana tanah liat. Apa perbedaan bejana tanah liat dan bejana emas? Seorang tukang periuk akan menghancurkan bejana tanah liat yang salah dibentuk dan diubah menjadi bentuk yang baru. Kemudian bejana tanah liat itu dibakar dan menjadi kaku. Sedangkan bejana emas sangat sulit dibentuk karena ia kaku, tetapi bejana emas sangat mudah dibentuk di dalam pembakaran. Dari bentuk yang satu, ia dapat dibentuk ke bentuk yang lain. Sedangkan bejana tanah liat ketika sudah dipanaskan, ia tidak bisa dibentuk lagi menjadi yang baru. Ketika ia berlubang, ia akan dibuang, sedangkan bejana emas tidak demikian.
Bridge (jembatan)
Orang sukses membutuhkan jembatan. Apa yang dimaksud jembatan? Jembatan adalah sebuah struktur yang menghubungkan 1 tempat dengan tempat yang lain sehingga dapat dilalui manusia atau kendaraan. Jembatan bukan hanya sekadar untuk menghubungkan saja, tetapi ada suatu struktur yang menjaga agar jembatan itu tidak roboh. Struktur ini berbicara informasi. Yang namanya belajar tidak berhenti hanya sampai di S1, S2 atau S3. Belajar itu seumur hidup. Banyak orang yang merasa cukup dengan gelar yang dimilikinya sehingga tidak belajar lagi. Ia lupa bahwa zaman terus berkembang dan informasi harus selalu diperbarui.
Brave (keberanian)
Banyak orang memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan. Itu baik, tidak semua orang memiliki panggilan menjadi penginjil atau pelayanan-pelayanan kasih. Tetapi kita harus mengijinkan pikiran kita diubahkan dengan ilmu-ilmu yang ada di sekitar kita dan menjadi sebuah jembatan yang kokoh namun tetap berintegritas dengan kebenaran. Membutuhkan keberanian khusus memang untuk menghadapi dunia market place.
Behavior (kebiasaan)
Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.
Amsal 13:13
Bright (terang)
Terang yang dimaksud adalah terang kebijaksanaan. Banyak pekerjaan yang dapat menjadikan kita menjadi golden vessel. Ketika mau berbisnis, dibutuhkan inovasi. Kita belajar untuk menerima banyak informasi untuk dapat berinovasi dengan baik.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Menjadi Tawanan Roh!
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
Kisah Para Rasul 20:28-26
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Dikontrol Situasi!
Apakah saat ini anda sedang berbahagia? Atau sedang sedih?
Dalam kehidupan kita, kita mengalami perasaan-perasaan yang bahagia, senang, sedih atau tidak menyenangkan. Biasanya setiap hari Senin, postingan-postingan media sosial selalu menyedihkan, tidak mau menghadapi hari Senin. Kita memiliki perasaan dan pikiran terhadap situasi yang ada di sekeliling kita. Misalnya saat ibu kita kelihatan muram, kita selalu merasa ibu kita sedang sedih, mungkin bertengkar dengan ayah kita. Tetapi, satu hal yang perlu kita ingat bahwa pikiran dan perasaan kita tidak selalu benar. Kita berpraduga dengan pemikiran dan perasaan yang ada. Padahal ibu kita belum tentu sedih, mungkin sedang sakit gigi, wajahnya muram tetapi hatinya bahagia.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hati yang Bengkok
Tentunya setiap kita menginginkan perubahan menjadi lebih baik, baik itu dalam pekerjaan, study, hubungan dan hal-hal lainnya. Yang kuliah tentunya ingin perubahan akan nilainya menjadi lebih baik. Dalam pekerjaan, ingin kenaikan jabatan. Kita ingin aspek-aspek kehidupan kita berubah ke arah yang lebih baik.
Demikian juga, Tuhan menginginkan ada perubahan dalam kehidupan kerohanian kita. Hidup kita harus diperbarui terus menerus sehingga kita menjadi layak di hadapan Tuhan. Iman memang sudah ada sejak kita mempercayai Tuhan, tapi tidak cukup sampai di sana. Iman itu harus terus bertumbuh, tidak hanya sekadar ada saja. Pertumbuhan iman tidak dapat ditunjukkan dengan bernyanyi paling keras, paling merdu, paling menjiwai, tetapi iman ditunjukkan dengan hasil atau tindakan yang kita lakukan sebagai orang beriman.
- Published in The Shepherd's Voice









