Sermons
Khotbah Ev. Elita Chandra : His(Story) Maker
Setiap kita diciptakan untuk sebuah tujuan, dan Tuhan mau kita menghidupi tujuan Tuhan itu. Untuk itu, kita perlu tahu apa yang menjadi Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berjumpa dengan tujuan Tuhan itu, hidup kita tidak akan sama lagi. Setiap kita dipanggil menjadi pekerja di ladang-Nya. Pekerja di Ladang Tuhan bukan hanya berbicara menjadi hamba Tuhan, tetapi kita mengerjakan bagian kita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2 : 8 – 10)
Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan punya tujuan baginya, yaitu menjadi pengelola dan menjadi kawan sekerja Tuhan. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk masuk Surga, tetapi untuk memenuhi panggilan kita yang semula yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Seperti Adam, Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan visi-Nya di muka bumi ini. Tuhan bukan mencari siapa yang bisa, tetapi Dia mencari orang yang mau.
Menjadi Kawan Sekerja Allah
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yehezkiel 22:30)
Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Tuhan; yang sepakat dan sevisi dengan Tuhan. Itulah tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dia mau kita semua ambil bagian dalam pekerjaanNya yang mulia. Tuhan sedang mencari orang yang mau untuk dipakaiNya.
Apakah kita mau menjadi Mitra Tuhan?
Tuhan kita bukanlah Tuhan pemaksa, Dia hanya akan memakai kita kalau kita mau melakukannya. Luarbiasanya Tuhan adalah bahwa Tuhan yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan kuasaNya, tetapi Dia tidak mau melakukannya tanpa manusia. Dia mau pakai manusia untuk menggenapi kerinduanNya.
Jangan tunda-tunda lagi untuk mengerjakan panggilanNya. Karena waktu akan segera berlalu, dan kita bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan kerinduan Tuhan. Tuhan mau kita dengan giat mengejar panggilan itu: Jadilah seorang pembuat sejarah dalam hidupmu.
Melihat kisah dari Triwira Daud (1 Samuel 22:1-2), semua Triwira Daud bukanlah berasal dari orang-orang yang hebat. Mereka adalah orang yang dulunya tinggal di Gua Adulam, sebuah tempat untuk orang-orang yang tidak berpengharapan. Tetapi mereka menjadi orang-orang yang berhasil menjadi pembuat sejarah; mereka meninggalkan masa lalu dan menjadi pahlawan Daud.
Meninggalkan masa lalu dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kerelaan dan mulai sesuatu yang baru bersama dengan Tuhan. Tanggalkan beban dan dosa kita. Mari Belajar serahkan semuanya. Ijinkan Tuhan memegang hidupmu menuju masa depan bersama Dia.
Rela dilatih dan diproses Tuhan
Mulailah berubah dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru dalam Tuhan. Dan semuanya dimulai ketika kita mau belajar berubah. Tinggalkan semua kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mari kita belajar untuk mau dilatih dan diproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hati yang berpaut kepada Tuhan
Rut menjadi menjadi seorang pembuat sejarah karena hatinya terpaut kepada Tuhan (Rut 1: 1-18). Dia mengambil sebuah pilihan yang benar dalam hidupnya. Perhatikan langkah-langkah hidup kita. Jangan anggap enteng keputusan-keputusan kita. Jangan pernah membuat keputusan ketika kamu emosi, sehingga kamu tidak membuat pilihan yang bodoh. Belajar libatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang harus kita ambil.
History Maker bukan tentang “aku”, Tetapi tentang “Dia”. Ketika kita mau dipakai Tuhan, Tuhan akan biasakan kita dengan tata tertib Kerajaan Tuhan. Asalkan kita mau, Tuhan yang sanggupkan kita dan kita bisa membuat pilihan-pilihan yang tepat bersama dengan Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita : Meresponi Panggilan Tuhan
Di akhir jaman ini banyak penyimpangan yang terjadi di gereja-gereja Tuhan. Penyesatan dimana-mana, dan banyak sekali penyimpangan-penyimpangan ajaran di gereja Tuhan. Banyak jemaat Tuhan yang ke gereja karena mengidolakan hamba Tuhannya, bukan Tuhan yang dicari.
Gereja Tuhan hari-hari ini mempertontonkan pertunjukan-pertunjukan yang tidak sesuai dengan kebenaran, supaya menarik anak-anak muda. Banyak orang tidak sadar bahwa dia di tipu oleh penyesat- penyesat. Bukan Tuhan yang disembah, tetapi hanya kedagingan mereka yang disenangkan.
Gereja sedang dalam kesakitan. Karena itu kita harus hidup dalam kebenaran yang murni. Kesesatan harus diberitakan, bukan hanya tentang berkat-berkat saja yang perlu dikumandangkan oleh gereja-gereja Tuhan.
Kita membutuhkan Revival. Revival bukan EO rohani, yang dikemas dengan pertunjukan mewah, artis-artis terkenal, atau musik yang spektakuler. Revival adalah hati yang berbalik kepada Kristus, hati yang bertobat, Hati yang diberikan kepada rencana dan kehendak Tuhan.
Yunus dipanggil oleh Tuhan untuk memberitakan tentang Tuhan kepada Niniwe. Tetapi dia hendak melarikan diri ke Tarsis. Sehingga Tuhan mendidik Yunus, Tuhan membiarkan dirinya jatuh ke laut dan masuk dalam perut ikan selama 3 hari. Tuhan memanggilnya kembali ke panggilannya yang semula: memenangkan kota Niniwe, sehingga seluruh Niniwe mengenal Tuhan (Yunus 1:3).
Tuhan punya panggilan untuk setiap kita
Mungkin kita juga seperti Yunus, kita melarikan diri dari panggilan Tuhan. Tetapi Tuhan begitu rindu mempertahankan dan mengejar setiap kita. Tuhan sudah menyiapkan sebuah misi untuk kita kerjakan dalam hidup ini. Sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalankan misinya. Mereka mau mengatur hidup mereka sesuka hatinya.
Pada mulanya, Yunus dengan sengaja menaiki perahu yang tujuannya bukan ke Niniwe. Apakah kita juga demikian?
Jangan salah menaiki kapal! Ada kapal yang bisa membawa kita menuju panggilan kita, dan ada kapal yang bisa membuat kita jauh dari panggilan Tuhan. Ada kapal pesiar yang isinya orang2 kaya, mereka berpesta pora dalam kapal, sedangkan pelayan-pelayan bekerja keras untuk melayani orang-orang kaya itu. Berbeda dengan kapal perang. Dalam kapal perang semua bergandengan tangan untuk menghadapi peperangan di depan mereka. Gereja Tuhan harusnya menjadi kapal perang, yang tujuannya membawa kita kepada kemenangan.
Banyak orang yang lari dari panggilannya. Tetapi Tuhan panggil lagi Yunus dengan cara-Nya.
Ini adalah sebuah proses penyadaran. Kalo kita ingin diangkat Tuhan, kita harus siap diproses dan dimurnikan Tuhan. Ketika Yunus mendapatkan panggilan yang kedua, Yunus taat dan melakukan apa yang Tuhan katakan. Ketika dia meresponi panggilan Tuhan, satu kota diselamatkan. Tuhan juga rindu memakai kita untuk menjadi alat-Nya menjangkau mereka yang terhilang.
Bagi tuhan, jiwa-jiwa itu sangat berharga. Mari ajak orang-orang sekeliling kita untuk mengenal Tuhan. Diperlukan orang-orang yang meresponi panggilan-Nya. Dibutuhkan orang-orang yang mau dipakai Tuhan menggenapi rencana-Nya yang besar. Maukah anda meresponinya?
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Memberi yang Terbaik
Ketika kita datang ke gereja, sudahkah kita sungguh-sungguh menyembah Tuhan? Ada kuasa dalam hadirat Tuhan ketika kita menyembahNya. Ketika kita sungguh-sungguh menyembah Dia dan mengalami Tuhan, Tuhan sanggup mengubahkan hidup kita. Maukah kamu memberikan yang terbaik? Ketika kita ada di hadirat Tuhan, kita pasti rindu memberikan yang terbaik: waktu, pelayanan, persembahan, hidup, dan semua yang berharga bagi kita.
Memberikan yang berharga kepada Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Tetapi itu akan menjadi mudah ketika kita mengalami perjumpaan dengan Kristus. Dalam Pperjumpaan dengan Kristus, itu akan mengubahkan hati kita dan fokus kita
Nabi Yeremia adalah nabi yang dipanggil pada saat masih muda. Dia tidak mudah bicara dan dia mengalami penolakan demi penolakan. Panggilannya untuk memberitakan suara Tuhan kepada bangsa Israel yang menolaknya pada waktu itu menjadi pergumulan baginya. Tetapi dalam pergumulannya, dia merelakan dirinya untuk dibujuk oleh Tuhan (Yer 20:7). Dia rela menjadi tawanan Roh dan diikat dalam Tuhan, sehingga apapun yang terjadi dia tidak bisa lari dari panggilan Tuhan (Yer 20:8-9).
Banyak orang yang berpikir, Bahagia itu apabila kita mendapatkan sesuatu yang nampak: Nilai terbaik, uang banyak, punya pacar yang cantik/ganteng, menikah, memiliki anak, dan lain sebagainya. Tetapi kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita tinggal dalam Kristus
Menjadi bahagia adalah pilihan. Bahagia bukan di tentukan dari keadaan di sekeliling kita atau kondisi yang kita alami. Orang yang punya masalah bisa bahagia. Orang yang sakit pun juga bisa bahagia.
PILIH SAKIT ATAU BAHAGIA?
Tentu dengan kita bahagia, kita tidak terbeban dengan sakit Kita. Sebaliknya, ketika kita tidak bahagia, tubuh yang tidak sakit pun kita bisa rasakan sakit. Pilihlah sukacita dan Yesuslah yang akan menjadi kekuatan kita. Kehidupan serendah apapun tidak akan bisa menggoyahkan kta.
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN (Rat 3:22-26)
Yesus mengasihi kita dan kita adalah umat kesayangan Tuhan. Sudahkah kita berharap pada-Nya? Mari kita mau berkata, “Tuhan adalah bagianku” dan melakukan kehendakNya. Seperti seorang Bileam yg hanya mau melakukan apa yang Tuhan katakan kepadanya dengan taat (Bilangan 22).
Hiduplah sebagai umat-umat pilihan Tuhan. Kita cari perkenanan Tuhan dan kita membiarkan diri kita dibujuk dan ditawan oleh Kristus. Ikatan kita dengan Tuhan seperti ikatan pernikahan, yang didalamnya ada komitmen dan kita mengikatkan diri kita dengan sukarela, tanpa paksaan. Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal (Yer 31:3). Karena itu, mari Kita berikan yang terbaik bagi Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita : Pertandingan yang Benar
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarang saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
1 Korintus 9:25-27
Hidup adalah sebuah pertandingan yang harus kita lalui. Kita bukan “pupuk bawang” dalam pertandingan. Pupuk bawang tidak mendapat hadiah, hanya sebagai penggembira dalam sebuah pertandingan. Tuhan mau kita hidup dalam pertandingan yang sesungguhnya, bukan hanya penggembira. Kita bukan suporter yang “asal ada” dan tidak melakukan apapun.
Tidak semua pertandingan menghasilkan hadiah. Pertandingan yang tidak menghasilkan hadiah adalah pertandingan yang tidak benar. Kita harus melalui pertandingan yang goalnya adalah hadiah surgawi. Jangan kita bersusah payah di pertandingan yang tidak benar dan tidak mendapatkan apa-apa.
Sudahkah kita ada di pertandingan yang benar? Pertandingan yang benar tentu tujuannya jelas. Namun sayangnya banyak orang yang bertanding tanpa tujuan; ada yang berlari mengejar prestasi, atau omset di perusahaannya tapi tanpa tujuan yang benar (ay. 26). Apakah hidupmu suam? Mungkin kamu sedang berada pada pertandingan yang salah; kamu mengejar sesuatu yang salah. Yang kamu kejar adalah segala yang ada di dunia ini, sesuatu yang fana. Karena itu, kita perlu berlari mengejar visi yang benar di dalam gelanggang yang benar.
Ketika orang berlari dalam gelanggang yg benar, hidup orang itu akan berubah. Orang yang tahu panggilannya, hidupnya tidak akan sama lagi. Hidupnya pasti berapi-api untuk Tuhan.
Seorang pelari yang melihat lawannya jauh di belakangnya, merasa pede dan terlena dengan pujian penonton. Tetapi karena terlalu terlena dengan pujian penonton itu, dia tidak lagi berfokus pada pertandingannya. Dan tidak terasa musuhnya akhirnya menyusul dan menyalip dia. Dia tidak jadi menang dan tidak mendapatkan hadiah.
HATI YANG BERFOKUS ITU PENTING!
Di dalam pertandingan, kita perlu menguasai diri kita; kita tidak bisa sembarang mengambil keputusan. Kita harus berfokus pada tujuan kita. Berlari dengan bagus saja tidak cukup, kita harus hati-hati, harus berfokus. Jangan kita menjadi kalah karena kita “menoleh” ke arah yang lain. Apa fokus hidupmu? Tuhan? Atau Penonton? Atau Musuhmu? Janganlah fokus hidup kita menjadi salah. Karena ketika kita salah, maka kita tidak bisa memenangkan setiap “pertandingan” dalam hidup kita.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yakobus 1:8)
Orang yang tidak berfokus pada tujuan, hidupnya tidak akan tenang. Hati manusia mudah sekali berubah dan mendua hati. Karena itu, kita harus terus mengalami Kristus dalam hidup kita. Kita bawa anak-anak rohani dan jasmani kita untuk terus mengalami Kristus.
Ada banyak anak Tuhan yang awalnya murni dan berapi-api buat Tuhan. Tapi baru setahun “ditempa” Tuhan langsung menyerah. Hatinya mulai berubah dan tidak lagi sungguh-sungguh sama Tuhan. Apa itu mental yang diinginkan Tuhan? Hati kita mudah mengeras, dan itu terjadi secara proses, tidak terjadi dalam satu hari. Seperti roti yang makin lama makin keras dan tidak enak dimakan. Itu adalah proses hati yang suam. Lama-lama akan mengeras dan menebal dan tidak bisa disentuh lagi oleh Tuhan.Hati-hati! Jangan kita terus membiarkan hati kita mengeras sampai hati kita tidak bisa lagi disentuh oleh Tuhan.
Apakah kita sengaja membiarkan hati kita keras? Seperti roti yang dibiarkan, tidak segera dimakan akan menjadi keras. Kita tahu hati kita keras, tetapi kita biarkan. Kita tahu cinta kita pada Tuhan sudah menjadi hambar, dan kita biarkan.
Jangan keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun (Mazmur 95:8)
Hati-hati dengan ketidakpuasan! Bangsa Israel di Masa dan Meriba mencobai Tuhan. Bangsa Israel awalnya haus. Tapi kemudian menuntut Tuhan dan terus mengeluh. Bangsa Israel tidak puas dengan mujizat, kebaikan dan kasih Tuhan. Jangan biarkan ketidakpuasan itu terus berkembang dan menebalkan hati kita. Bangsa Israel menebal hatinya, sehingga di Masa dan Meriba mereka dengan sengaja mencobai Tuhan, dengan sengaja cari gara-gara dengan Tuhan.
Biarkan hati kita dimiliki Tuhan. Supaya Tuhan Yesus bisa dimiliki dunia, ia menyerahkan diriNya, disiksa dan diremukkan untuk dunia. Sehingga semua org yang percaya pada Yesus dapat diselamatkan. Dan untuk memiliki dunia, Dia turun ke dunia. Demikian juga kita; Untuk kita dimiliki Tuhan, kita harus menyerahkan diri kita, tidak berontak pada Tuhan. Dan untuk kita memiliki Tuhan, kita perlu turun melakukan pekerjaan Tuhan dan melayani Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Elita Chandra : Berjalan dalam Panggilan
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)
Mungkin ketika kita mendengar kata “panggilan”, kita tidak mengerti apa artinya. Padahal sebenarnya panggilan itu adalah rancangan Tuhan bagi hidup kita, yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan Tuhan mau supaya kita hidup di dalamnya. Manusia diciptakan untuk sebuah tujuan. Di dalam tujuan ada kerinduan–detak jantung Tuhan untuk setiap kita. Berbicara kerinduan itu adalah sebuah perjalanan, bukan pijakan akhir. Panggilan itu tidak diam, tetapi terus bergerak seiring kita belajar menggenapinya dalam hidup kita.
Panggilan bukan hanya berbicara tentang pekerjaan, bukan juga sebatas profesi. Tetapi panggilan Tuhan ada di sekitar kehidupan kita.
Ketika mendekati kelulusan saya, saya kebingungan, “apa yang akan saya kerjakan? Saya mau kerja apa? “ Hal semacam ini sering terjadi di setiap orang yang mendekati kelulusannya. Dan ketika saya belajar melangkah dan masuk lebih dalam menjadi pekerja penuh waktu, itu membuat saya lega. Saya berpikir bahwa perjuangan saya menemukan panggilan sudah selesai. Tetapi ternyata itu bukanlah akhir dari perjalanan saya berjalan dalam panggilan. Itu adalah sebuah awal dimana Tuhan akan mengajar saya untuk menggenapi tujuan yang lebih besar dalam hidup saya. Jadi panggilan bukan hanya berbicara tentang pekerjaan atau menjadi apa, tetapi panggilan Tuhan itu ada setiap hari dalam hidup kita. Hanya apakah kita mendengarnya atau tidak.
Kita perlu mengalami Perjumpaan dengan Tuhan (Yesaya 6:1-6)
Sebelum kita berbicara jauh soal panggilan, kita harus masuk ke step pertama, yaitu perjumpaan. Kita harus belajar mengenal Tuhan. Ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Dia akan memberitahukan siapa Dia sebenarnya. Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup kita. Perjumpaan akan membuat kita sadar akan dosa kita. Tuhan rindu kita tidak hanya berhenti di perjumpaan, tetapi juga ke level berikutnya, yaitu kerinduan.
Perjumpaan tidak cukup sekali. Jikalau kita hanya berjumpa sekali saja, mungkin kita hanya melihat sekilas, kita tidak mengenal lebih lagi. Butuh berkali-kali supaya kita ingat, lebih kenal, dan sampai kita mengenal seluruh kepribadian Tuhan. Karena itu, jangan puas menjadi penikmat kebaikan Tuhan, tetapi kita diciptakan Tuhan untuk melakukan kerinduan Tuhan.
Panggilan adalah sebuah Proses
Setelah kita menemukan panggilan, Tuhan akan memanggil kita untuk masuk lebih lagi ke dalam panggilan yang sesungguhnya (Keluaran 3:11-12). Jangan kita menjadi seperti Musa yang sering berkata “Kok aku?“; Kita fokus dengan diri kita sendiri. Ataukah berkata “Apa yang harus aku lakukan?” Terkadang kita bisa dengan mudahnya menolak panggilan Tuhan karena kita merasa kita tidak bisa apa-apa. Bagus kalau kita tidak tahu apa-apa. Karena pada saat itu, kita belajar untuk mengandalkan Tuhan. Atau mungkin kita pernah berkata, “Aku punya banyak kelemahan. Apakah orang lain akan percaya kalau Engkau memanggilku?”
Ketika kita tidak bisa, Tuhan akan mengajari kita lewat tantangan-tantangan yang harus kita lalui. Jangan kita menjadi banyak alasan ketika Tuhan memanggil kita, karena ketika Tuhan memanggil kita, Dia yang akan memperlengkapi kita. Akan selalu ada alasan untuk segala sesuatu di dunia ini. Tetap pertimbangan yang terlalu banyak membuat kita tidak akan bisa maju lebih lagi dalam Tuhan.
Panggilan Tuhan bukan soal kita siap atau tidak, tetapi tentang mau taat atau tidak
Panggilan Tuhan bukan soal siap apa tidak, tapi tentang mau taat atau tidak. Di dunia akan selalu ada alasan. Tetapi Tuhan mau KETAATAN kita; kita mau atau tidak untuk dipakai oleh Tuhan dalam rencanaNya atas hidup kita.
Mari kita berjalan dalam panggilanNya. Alami perjumpaan dengan Tuhan, kenali pribadiNya, hingga kita memahami dan mengerjakan kerinduanNya. Dan ketika kita sudah menemukan panggilan hidup kita, mari kita bukan hanya berhenti di sana, tetapi kita mau diproses lebih lagi untuk mengerjakan kerinduanNya yang lebih besar dalam hidup kita.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kuasa Roh Kudus
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:17)
Yesus menjanjikan Roh kebenaran untuk menuntun murid-muridNya. Kita percaya akan Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi yang sama dengan pribadi yang lain. Kita perlu mengenal satu pribadi ini dan mengalamiNya.
Apa fungsi Roh Kudus ini? Dikatakan dalam perikop ini, Roh Kudus adalah penuntun (ay. 26). Dulu ketika murid-muridNya bersama Yesus, setiap kali mereka bingung, mereka datang pada Yesus dan Yesus banyak memberikan tuntunan pada mereka. Sehingga, penghibur ini turun ke dunia untuk mengajarkan kita dan mengingatkan kita akan sesuatu yang Yesus pernah katakan, yaitu FirmanNya; Supaya kita menjadi serupa dengan Kristus. Inilah peranan Roh Kudus.
Mungkin kita sering dengar Firman Tuhan, kita sering mendengar khotbah atau makanan rohani lainnya. Seringkali tanpa sadar, kita hanya mendengar tetapi kemudian kita melupakannya. Firman Tuhan seperti sebuah energi. Mungkin kita tidak dapat ingat semuanya bersamaan. Kita bisa lupa makanan yang kita makan selama seminggu dari Senin sampai hari Minggu, tetapi Firman Tuhan itu seperti makanan. Kita tidak ingat apa yang kita makan, tapi makanan itu memberikan energi dan kekuatan. Itulah fungsi Firman Tuhan.
Kita mungkin tidak hafal semua khotbah, tetapi ketika kita mendengar Firman Tuhan, kita belajar menyerap nutrisi yang diberikan agar tidak terbuang percuma. Jika Firman itu tidak benar-benar kita tangkap, Firman itu akan menjadi sia-sia. Dan Roh Kudus akan mengingatkan kita akan Firman yang kita dengar. Ketika kita sakit, kita ingat janji-janji Tuhan, bahwa Tuhanlah penyembuhku. Ketika kita mendengar Firman Tuhan, jangan kita berpikir “ah Firman itu bukan untukku, itu untuk temanku”. Firman Tuhan adalah untuk diri kita, jangan lihat orang lain. Roh Kudus akan mengajar kita untuk segala sesuatunya dan menuntun langkah-langkah kita agar kita sesuai dengan FirmanNya.
Hukum kasih yang pertama : yang terpenting dalam hidup kekristenan kita adalah bukan untuk menjadi seorang yang agamawi, tetapi bagaimana kita dapat menjadi pelaku-pelaku Firman. Kita mungkin banyak mengerti Firman Tuhan, tetapi sudahkah kita menjadi pelaku-pelaku Firman? Sudahkah kita benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh?
Kekristenan jaman sekarang banyak disesatkan oleh dunia dengan pengajaran-pengajarannya
Firman Tuhan seringkali dicampuradukkan dengan ajaran dunia. Sehingga bisa-bisa pikiran kita disesatkan. Hati2! Pengajaran seringkali dicampurkan dengan pemikiran-pemikiran sendiri yang berasal dari dunia. Banyak penafsiran-penafsiran Alkitab yang ditafsirkan tidak sesuai dengan Alkitab dan kita mempercayainya sebagai sebuah kebenaran.
Kita harus belajar mengerti kebenaran Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Roh Kuduslah yang akan menerjemahkan Firman Tuhan dalam hidup kita. Kita berdoa agar kita dijauhkan dari pemikiran-pemikiran yang sesat. Kita minta agar Roh Kudus menuntun kita pada kebenaran. Roh Kudus akan memberikan hikmat. Kita perlu untuk bergaul karib dengan Kristus dan mengenal pribadi Kristus yang sesungguhnya.
Roh Kudus akan mengubah kita untuk menjadi serupa dengan Kristus. (Yoh 16 : 7)
Roh penghibur itu akan mengingatkan kita akan dosa. Seperti apa Roh Kudus itu? Ketika kita bisa percaya pada Yesus, itu adalah peranan Roh Kudus. Karena tidak ada satupun yang percaya pada Yesus jika tidak ada Roh Kudus. Ketika kita mempercayai Yesus, Roh Kudus sudah ada dalam hati kita.
Dalam hidup kita ada 3 suara : suara diri sendiri, suara si jahat, suara Tuhan yang berbicara melalui Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus berbicara dalam hidup kita melalui cara yang tidak bisa kita bayangkan. Suara iblis adalah suara yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Si jahat selalu berbicara dengan tipuan manis seolah-olah itu adalah suara Tuhan, suara yg baik, suara yg manis.
Kita belajar dari kisah pencobaan Yesus di padang gurun. Di sini kita mengenal bahwa suara iblis terkadang benar adanya, begitu manis, tapi sebenarnya menyesatkan. Iblis dapat menggunakan Firman Tuhan. Firman Tuhan dapat dipakai untuk menjatuhkan kita jika kita tidak sungguh-sungguh mengerti akan Firman Tuhan.
Roh Kudus selalu rindu bergaul dengan kita bahkan sejak awal pagi kita bangun. Kita berdoa agar Roh Kudus menuntun kita sepanjang hari, bagaimana kita bertingkah laku pada hari itu. Kita perlu Roh Kudus dan kita akan disempurnakan hari demi hari. Kalau kita tidak mau mendengar Roh Kudus, mengabaikanNya, maka hati nurani kita akan tumpul, tidak lagi peka dengan Roh Kudus. Kita belajar taat dengan Roh Kudus.
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
(Kisah Para Rasul 1:8)
Kuasa Roh Kudus diberikan untuk murid-muridNya karena ada 1 tujuan yaitu menjadi saksi Kristus. Yerusalem adalah tempat terdekat dgn kita, bagaimana kita menjadi saksi dalam lingkungan terdekat kita. Yudea, lebih jauh lagi, di kota, di desa. Ini adalah peran Roh Kudus. Saat Roh Kdusu dicurahkan pada waktu itu, memberikan kekuatan besar bagi murid-muridNya saat itu. Saat bersama Yesus, murid-muridNya penuh dengan ketakutan. Mereka hanya mengandalkan Yesus.
Berapa banyak diantara kita yang mengikut Yesus di masa-masa di mana kita nyaman. Kita akan dengan mudah berkata “Aku akan tetap setia pada Tuhan, sekalipun harus mati”. Tapi ketika masa sulit itu datang, bisakah kita mempertahankan janji kita di hadapan Tuhan? Petrus yang terkesan sangat berani, ia menyangkal Yesus bahkan sampai 3x. Murid-murid lainnya pun demikian, ketika dicari oleh tentara romawi, mereka bersembunyi karena mereka takut dibunuh.
Yesus menjanjikan seorang penghibur, penolong dan mereka akan menerima kuasa serta menjadi saksi Kristus. Murid-murid yang awalnya penakut, ketika Roh Kudus itu datang, mereka mendapatkan kuasa dan keberanian untuk menjadi saksi. Ketika pentakosta itu terjadi, mereka berbicara dalam bahasa-bahasa asing bagi mereka, bahasa-bahasa yang tidak mereka ketahui tetapi orang-orang lain memahami. Mereka memuliakan Tuhan dengan bahasa-bahasa yang lain.
Pada hari-hari terakhir, Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang, perempuan, laki-laki, anak-anak, anak muda (Kis. 2:17-21). Pentakosta tidak hanya terjadi pada jaman kisah para rasul tapi sampai saat ini. Manifestasi Roh Kudus masih ada sampai saat ini. Kalau kita mmbayangkan manifestasi Roh Kudus seperti jatuh ketika ditumpangtangan saja, itu salah. Manifestasi Roh Kudus adalah ketika kita menjadi saksi-saksi Kristus. Jangan sampai kita menempatkan karunia-karunia Roh Kudus lebih dari kebenaran Firman Tuhan.
Manifestasi Roh Kudus dan karunia Roh Kudus memiliki tujuan, yaitu untuk membangun jemaat dan menjadi saksi Kristus, bukan untuk pembuktian diri bahwa kita lebih hebat, lebih sakti, lebih rohani. Karunia adalah pemberian dari Tuhan. Kita tidak layak, tapi kita dilayakkan (1 Kor 12:7-11)
Dalam pelayanan di akhir jaman, kita membutuhkan Roh Kudus agar kita diperlengkapi untuk melayani. Kita boleh minta karunia pada Tuhan, tapi tujuannya adalah untuk melayani Tuhan. Karunia tidak hanya diberikan kepada penginjil, kepada pendeta, hamba Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Karunia Roh Kudus diberikan juga untuk setiap murid Kristus.
Roh Kudus Tuhan berikan untuk kita menjadi saksi Kristus. Dengan karunia-karunia Roh yang Tuhan berikan untuk kita diperlengkapi melayani jemaat. Jangan sampai kita apatis dengan karunia-karunia Roh, apalagi dengan Roh Kudus.
Petrus seorang yang penakut. Tapi saat Roh Kudus dicurahkan, Petrus menjadi orang yang sangat berani. Ia bersaksi akan Kristus dan 3000 orang bertobat. Itulah awal jemaat mula-mula yang menjadi awal kebangunan rohani dan kita boleh mengenal Kristus. Kalau dulu murid-muridNya hanya berani ngomong, tapi tidak melakukan. Setelah peristiwa Pentakosta, mereka menjadi seorang yang tidak hanya berbicara tapi melakukan. Karena Roh Kudus yang ada dalam mereka memberikan keberanian dan kekuatan.
Mari kita bersungguh-bersungguh. Kita mau menerima kuasa dari Tuhan, kuasa dari Roh Kudus. Kita mau rindu akan Roh Kudus yang mengubahkan kita, yang menyadarkan kita akan dosa. Kita minta karunia Roh Kudus untuk memperlengkapi kita dalam melayani jemaat Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita: Sekolah Kehidupan
Kehidupan kita digambarkan seperti sekolah. Dimana kita juga akan mengalami ujian-ujian dalam hidup kita. Tetapi, ujian itu adalah fase yang harus kita lewati supaya akan kita bisa naik kelas/naik tingkat. Seringkali kalau di iming-imingi hadiah, kita akan dengan cepat melakukan sesuatu, karena kita sudah tahu apa tujuan dari kita melakukannya. Tetapi terkadang kita tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dari sebuah ujian yang Tuhan berikan. Tapi kita harus percaya, bahwa ada goal yang luar biasa di balik itu semua, yaitu membentuk karakter supaya semakin serupa dengan Kristus.
Tuhan tahu soal yang tepat buat kita. Dia tidak pernah salah memberikan soal. Dia memberikan soal sesuai dengan kapasitas kita.
Seorang guru tahu menempatkan soal yang tepat untuk muridnya. Guru yang baik akan memberikan soal ujian sesuai dengan kemampuan muridnya; soal kelas 6 SD tidak mungkin diujikan kepada murid kelas 1 SD. Jika seorang guru mampu memberikan soal yang tepat, demikian juga dengan Tuhan; Dia tahu soal yang tepat buat kita. Tuhan tidak akan memberikan soal di luar kemampuan kita.
Seringkali kita menyalahkan guru ketika kita merasa materi yang diujikan belum diajarkan. Padahal sebenarnya materi itu sudah diajarkan/ diberikan, hanya mungkin kita tidak mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Ujian dalam hidup kita pun demikian. Tuhan yang sudah memberikan “pelajaran” dalam Firman Tuhan. Tetapi seringkali kita tidak membaca dan memahami dengan sunngguh-sungguh.
Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala. (Efesus 14:13-15)
Tuhan rindu setiap kita bertumbuh ke arah Kristus dan menjadi serupa dengan Kristus. Iblis akan selalu berusaha menghancurkan komunikasi anak-anak Tuhan. Karena ketika kita bersatu di dalam 1 iman dan 1 tujuan, iblis akan gemetar. Karena itu, kesatuan itu penting. Kita perlu memiliki pengetahuan yang benar tentang Kristus. Untuk itulah kita masih terus dilatih untuk mencapai pertumbuhan dalam mengenal Tuhan dengan benar.
Tuhan Menilai Hidup Kita
Hidup kita dilihat dan dinilai oleh Tuhan setiap hari. Tuhan tahu segalanya; Tidak ada yang tersembunyi bagiNya. Karena itu, kita jangan hidup seenaknya.
Ada 2 hal yang seringkali Tuhan bisa uji dalam hidup kita: Ujian Buah Roh dan Ujian Pemulihan. Ujian Buah Roh berbicara tentang ujian karakter kita, yang menguji kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Ujian pemulihan adalah proses kita dipulihkan dari gambar diri yang dirusak oleh si Jahat. Ini menguji area-area pemulihan kita, hati dan perasaan kita.
Tuhan mau kita bukan hanya mau kita belajar dari “sekolah” kita, Dia mau kita mengerti dan menguasai apa yang kita pelajari. Dan untuk mencapai itu, yang diperlukan adalah KETEKUNAN. Ketekunan berbicara tentang konsistensi (terus menerus) dan kita lakukan dengan setia. Dengan demikian, kita akan mengalami pertumbuhan dalam nilai kita.
Menilai dengan Pikiran Manusia atau Pikiran Kristus?
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.(2 Korintus 5:16)
Kita bisa menilai orang lain menurut ukuran manusia, tetapi pikiran manusia bisa salah; pikiran Tuhan tidak. Kita tidak bisa menyelami pikiran Allah, tetapi kita bisa memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:9-16). Karena itu, kalau kita mau jadi berkat, kita perlu menggunakan pikiran Kristus dalam menilai berbagai hal dalam kehidupan kita. Selain pikiran Kristus, kita juga perlu memiliki Roh Kristus. Orang dunia berkata salib adalah sebuah kebodohan, tetapi orang yang memiliki Roh dan Pikiran Kristus, salib adalah sebuah kehormatan.
Tuhan memakai bisa memakai beberapa hal untuk menguji kita:
Penderitaan (Mazmur 119:67,71)
Ada kalanya kita berada pada keadaan tertindas. Tetapi itu baik, supaya kita belajar tentang ketetapan-ketetapan Tuhan dalam hidup kita. Ketika seseorang punya masalah, mereka akan lebih sungguh-sungguh dan mendekat kepada Tuhan. Di dalam keadaan tertekan kita, kita harus semakin mendekat kepada Tuhan. Jangan biarkan Roh Melankolis menguasai kita; itu bisa membuat kita mengasihani diri, merasa tidak layak, sehingga membuat kamu tidak bisa dipakai oleh Tuhan.
Waktu (1 Timotius 3:6-7)
Untuk diangkat menjadi pemimpin, seseorang perlu diuji. Salah satunya perlu diuji dengan waktu. Tidak sembarang orang yang kelihatannya sudah bertobat langsung bisa diangkat menjadi pemimpin. Orang yang baru awal-awal bertobat, butuh waktu dulu untuk memiliki kedalaman hubungan dengan Tuhan, supaya kehidupan kerohaniannya memiliki bobot. Tetap kerjakan dengan setia sampai pada waktunya selesai.
Keberhasilan (2 Korintus 10:18)
Ujian juga bisa datang ketika kehidupan kita penuh keberhasilan dan semua baik-baik saja. Dengan pujian yang datang dari banyak orang, apakah Tuhan masih memujimu? Apakah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan? Tidak semua yang menurut orang lain baik, itu berkenan di hadapan Tuhan.
Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jangan pernah menyerah dalam setiap ujian dalam kehidupan kita. Kita perlu terus belajar dalam sekolah kehidupan, menguasai semua materi dan berhasil dalam ujian-ujian supaya kita menjadi pribadi-pribadi yang semakin naik tingkat dalam Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Silvia Marryasa Hannah : Tingkatkan Level Ketaatanmu
“Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (1 Samuel 15:22)
Hari-hari ini begitu banyak suara lain yang bisa mengubah dan menggerakkan keputusan kita. Iblis berusaha untuk mengalihkan fokus kita: membuat kita melakukan begitu banyak hal, sehingga kita lupa untuk mendengarkan suara Tuhan dan mencari tahu apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.
Kita adalah anak-anak Tuhan; dan sebagai domba, kita seharusnya bisa mendengar suara gembala kita. Tetapi begitu banyak hal yang bisa mengalihkan kita untuk tidak sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan.
Semakin kita mau menuju next level dalam hidup kita, Iblis akan semakin berusaha mengaburkan suara Tuhan. Karena itu, kita perlu memiliki hubungan yang semakin intim dengan Tuhan. Karena di dalam hubungan yang intim dengan Tuhan akan menghasilkan ketaatan yang benar.
Ada beberapa level ketaatan:
Taat karena Perintah (Level Anak-Anak)
Sama halnya dengan anak-anak, mereka hanya mau melakukan sesuatu ketika diperintah. Anak-anak yang belum mengerti apa-apa, hanya akan melakukan sesuatu karena disuruh oleh orang lain. Orang yang memiliki tingkat ketaatan di level anak-anak ini, hanya melakukan segala sesuatu karena diperintah; bukan karena keinginan sendiri, sehingga ada kecenderungan “terpaksa” dan menganggap hal yang dilakukannya adalah sebuah beban.
Taat karena Reward (Level Remaja)
Di level ini, mereka melakukan segala sesuatu karena mendapatkan penghargaan atau takut dihukum ketika tidak melakukannya. Ketaatan mereka menjadi sebuah ketaatan yang bersyarat. Banyak anak Tuhan yang mau melakukan perintah Tuhan supaya mendapatkan imbalan: berkat atau janji Tuhan dalam hidup mereka.
Taat karena Hubungan (Level Dewasa)
Ini adalah sebuah level ketaatan yang dewasa; Ketaatan karena kita memiliki hubungan kasih dengan Tuhan. Ketaatan yang timbul karena kita memiliki rasa percaya kepada Tuhan. Rasa percaya kita timbul karena kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.
Tuhan mau ketaatan kita bertumbuh: Kita taat bukan karena perintah atau janji Tuhan saja, tetapi kita taat karena kita bergaul karib dengan Tuhan. Kita harus menambah level kasih kita kepada Tuhan, sehingga level ketaatan kita bertumbuh.
Abraham adalah sebuah contoh seorang yang memiliki ketaatan yang dewasa dengan Tuhan. Dia mendengarkan suara Tuhan dan dia taat dengan perkataan Tuhan dalam hidupnya. Dia meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke negeri yang Tuhan tunjukkan (Kej. 12:1). Dia juga taat ketika Tuhan memintanya untuk mempersembahkan anak yang paling di kasihinya (Kej 22:1-10). Ketaatan Abraham kepada Tuhan karena dia memiliki kepercayaan penuh kepada Tuhan. Dan kepercayaannya kepada Tuhan timbul karena kedekatannya dengan Tuhan.
Apakah suara Tuhan menjadi begitu penting dalam hidupmu? Mari kita memiliki pergaulan yang karib dengan Tuhan. Tingkatkan level kasihmu kepada Tuhan dan milikilah ketaatan yang bertumbuh dalam Tuhan.
- Published in Sermons












