Khotbah Ev. Christin Jedidah : Menjadi Tentara Kristus
Tahun 2018 adalah tahun bangkitnya pahlawan-pahlawan Tuhan. Menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat, Tuhan menantikan anak-anakNya menjadi tentara-tentara Kristus yang bangkit bagiNya. Tentunya menjadi seorang tentara Kristus bukan perkara yang mudah. Ada kriteria-kriteria khusus yang harus dimiliki oleh seorang tentara Kristus. Tanpa memenuhi kriteria-kriteria tersebut, seseorang tidak akan bisa tentara Tuhan yang menang di akhir jaman.
Seorang tentara Kristus berfokus pada Kristus.
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2 Timotius 2:3-4
Para pengatur pasukan haruslah berbicara kepada tentara, demikian: Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang menempatinya. Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya. Dan siapa telah bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi belum mengawininya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengawininya.
Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya. Apabila para pengatur pasukan selesai berbicara kepada tentara, maka haruslah ditunjuk kepala-kepala pasukan untuk mengepalai tentara.
Ulangan 20:5-9
Seorang tentara Kristus tidak memusingkan dirinya dengan masalah penghidupannya, tetapi hidupnya hanya berfokus pada Kristus. Seorang yang berfokus pada Tuhan semua aspek hidupnya akan dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Kitab Ulangan menjelaskan bahwa untuk menjadi tentara harus merelakan segalanya dan berfokus pada peperangannya.
Untuk menjadi seorang tentara Kristus, kita haruslah mengosongkan diri. Proses mengosongkan diri akan dapat kita kita lakukan ketika kita sudah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Seperti seorang Paulus yang mengatakan bahwa, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21), dia telah mengosongkan dirinya untuk hidup bagi Kristus. Bagi seorang Paulus, mati adalah sebuah keuntungan karena bertemu dengan Tuhan, tetapi jikalau ia harus hidup, maka hidupnya haruslah berbuah. Seperti itulah hidup yang berpusat pada Tuhan: Hidup yang berbuah. Apa yang menjadi kebanggaan kita? Semua kebanggaan kita tidaklah berarti ketika kita semakin mengenal Kristus. Ketika Kristus adalah yang terutama dalam hidup kita, kita akan selalu memberikan segala yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan.
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Filipi 3:7-8
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Filipi 1:21
Seorang tentara Kristus memiliki Kesetiaan dan Loyalitas
Tuhan menyukai anak-anakNya yang dengan setia mengikut Dia. Tuhan tidak berkenan dengan orang yang juga “bersahabat” dengan dunia. Firman Tuhan dalam Yakobus 4:4-5 mengatakan bahwa persahabatan dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. Kita harus sadar akan identitas kita. Kita berasal dari Kristus, bukan dari dunia ini. Jadi jangan sampai kita terikat pada dunia yang fana, tetapi terus setia mengikut Tuhan.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah yang kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2
Firman Tuhan katakan, bahwa janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi kita harus mencari apa yang Tuhan mau; yang sempurna dan berkenan bagi Tuhan. Karena itu, kita juga perlu menjaga pergaulan kita. Karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Menjadi pelayan Tuhan bukan hanya sekedar melakukan pelayanan di gereja saja, tetapi kita juga harus menjaga sikap dan perilaku kita sehingga orang dapat melihat Kristus dalam kehidupan anak Tuhan.
Dunia mengajarkan kita untuk punya keinginan daging dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:15-17). Kita akan diajak untuk mengejar kesenangan yang sifatnya hanya sementara. Selanjutnya kita akan dengan mudah menjadi sombong. Padahal untuk menjadi seorang tentara Kristus haruslah memiliki hati hamba: rendah hati. Tentara Kristus harus memiliki sikap yang rela untuk dibentuk dan dilatih supaya menjadi pribadi yang kuat. Seorang tentara Tuhan yang sejati akan rela berkorban untuk Kristus. Justru pengorbanan yang dia lakukan akan membuatnya bersukacita (1 Pet 4:12). Tentara Kristus yang sejati akan rela diutus kemanapun Tuhan mau utus. Karena itu mari kita relakan hati kita untuk dibimbing kemanapun Tuhan mau tuntun kita. Kerelaan hati kita yang seperti ini yang berkenan bagi Tuhan.
Banyak dari antara pahlawan-pahlawan Tuhan yang tidak dapat berperang karena mereka tertawan musuh. Iblis menawan pahlawan-pahlawan Tuhan dengan ikatan dosa, luka masa lalu, kebiasaan-kebiasaan buruk, dan bahkan kutuk. Tetapi Roh Tuhan yang ada dalam diri kita lebih besar dari semuanya. Bahkan Tuhan sudah melepaskan belenggu-belenggu kita, tetapi untuk menjadi seorang yang benar-benar bebas butuh respon dari kita untuk segera lari dari penjara-penjara kita.
Marilah kita rindu Tuhan memakai hidup kita. Hidup kita biarlah menjadi alat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Jangan tertidur! Mari kita jadi tentara Tuhan yang bangkit di akhir jaman. Berfokus pada Kristus, dan latihlah dirimu untuk menjadi tentara-tentara yang kuat. Latih senjata-senjata kita dan menangkan banyak jiwa bagi Kristus!
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehita : Persiapkan Dirimu!
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:16
Firman Tuhan itu Ya dan AMIN. Walaupun telah berulang kali kita membacanya, pasti ada hal baru yang Tuhan sampaikan kepada setiap kita, sebab Firman Tuhan itu hidup. Firman Tuhan tidak akan pernah habis. Kita harus belajar dari Firman Tuhan yang tidak pernah berubah.
Perubahan yang dari Tuhan akan mengubah semua gaya hidup kita secara otomatis. Dari sikap, cara berpakaian, dan lain-lain.
Terkadang banyak orang berubah karena situasional. Pada saat kita berada di lingkungan yang rohani, gaya hidup kita juga menjadi rohani. Tetapi pada saat ini berada di luar lingkungan rohani, kita mulai keluar dari hal-hal yang rohani. Misalnya seorang yang menyukai pakaian mini kurang bahan, ketika berada di lingkungan gereja yang cara berpakaiannya sopan dan tertutup, dia mengikutinya. Tetapi pada saat dia jalan-jalan ke mall dan di luar lingkungan yang rohani, dia kembali memakai pakaian mini kesukaannya. Tidak ada integritas dalam dirinya.
Begitu juga dengan musik-musik dunia. Tidak ada larangan untuk mendengar musik dunia dan lain sebagainya, tetapi ketika itu semua dijadikan pelarian kita, itu akan menjadi kesalahan. Saat bosan dan lelah dengan banyak masalah, jangan jadikan hal-hal duniawi menjadi pelarian kita. Pergi ke tempat karaoke dan bernyanyi sampai pagi. Kita belajar, ketika kita mendapat masalah, kita datang kepada Tuhan, berdoa dan membaca Firman Tuhan. Sebab perubahan yang sempurna berasal dari Tuhan.
Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
Lukas 1:19
Terkadang kita susah untuk mendengarkan firman Tuhan karena pahit dan mengaduk-aduk hati. Tetapi, kebenaran yang dari Tuhan adalah obat pahit yang menyembuhkan.
Kita sebagai manusia menginginkan sesuatu yang spektakuler, seperti pesta rohani, menjadi ratu, menjadi pangeran, terlihat rohani di depan semua orang dengan pelayanan kita dan gaya hidup kita. Tetapi semua ini belum tentu membuat kita siap untuk memasuki pertandingan yang sesungguhnya.
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Lukas 1:17
Kita harus menjadi generasi Yohanes yang membuka jalan dan mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Kita semua butuh dipersiapkan untuk menjadi orang-orang yang layak dihadapan Tuhan, memiliki hati yang berbalik kepada Tuhan. Sudakah hati kita sendiri berbalik kepada Tuhan? Kalau hati kita belum berbalik pada Tuhan, maka kita tidak bisa membuat hati orang lain berbalik pada Tuhan. Hati yang berbalik berbicara tentang cinta dua arah, dimana Tuhan mencintai kita dan kita juga mencintai Tuhan. Tuhan sudah mencintai kita, sudahkah kita mencintai Tuhan? Ada 3 panah iblis yang selalu ditembakkan kepada anak-anak Tuhan :
- Panah tidakaman dengan cinta Tuhan
Panah ini membuat anak-anak Tuhan selalu curiga dengan Tuhan, curiga dengan orang-orang disekitar kita, curiga dengan penerimaan-penerimaan yang ada, dan gambar diri.
- Panah damai sejahtera yang palsu
Panah ini selalu membuat anak-anak Tuhan merasa baik-baik saja dan damai apabila diluar Tuhan maupun melakukan dosa.
- Panah tujuan hidup
Tujuan hidup bukan berbicara tentang Tuhan panggil aku di suatu tempat atau menjadi apa. Tetapi kita harus melepaskan semua mimpi kita dan biarkan Tuhan mengambil alih penuh hidup kita. Belajar dari kisah Saulus yang buta selama 3 hari. Ia tidak bisa lagi melihat mimpi-mimpi besar yang sudah saulus rencanakan dan inginkan.
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Ibrani 12:7-8
Anak gampangan pada firman yang di atas jika diartikan dengan bahasa lain adalah penjahat, orang-orang yang terkutuk, dan lain sebagainya. Begitu jelek arti dari anak gampangan. Oleh karena itu, jangan mau menjadi anak-anak gampangan yang tidak memiliki tujuan. Tetapi marilah kita belajar menanggung setiap proses yang Tuhan berikan.
- Published in Sermons
PIC (Pro-M Impact City) : Tahan Banting
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, berbagai macam rintangan dan tantangan pun semakin beraneka ragam. Oleh karena itu dewasa muda perlu membekali diri, agar mampu menjadi pribadi yang tahan banting dalam menghadapi segala macam situasi. Hal inilah yang menjadi awal ide dari PIC untuk mengangkat tema tahan banting pada Ibadah Dewasa Muda Sabtu 12 Agustus 2017 lalu, dengan mengundang Pdt. Daniel Rudy, Gembala Sidang GBIS Tahun Kebebasan Ciputat, Tangerang Selatan. Firman Tuhan disampaikan dengan terbuka dan humoris membuat Dewasa Muda yang hadir menjadi semangat dan antusias mendengar pesan yang disampaikan.
Sebuah bangsa yang akan maju berperang pasti akan menyiapkan dan mempertimbangkan tentang jumlah pasukan yang akan dibawanya, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan dalam firmanNya di Lukas 14 : 31-32.
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Lukas 14:31-32
Kita tentu tahu kisah Gideon yang awalnya berhasil mengumpulkan 32 ribu prajurit, namun Tuhan berkata jumlah tersebut masih terlalu banyak. Kemudian Tuhan sendiri yang melakukan seleksi dengan caraNya sehingga jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 300 prajurit saja dan kisah peperangan ini pun dimenangkan oleh pasukan Gideon. Tentu ini adalah hal yang tidak logis bagi pemikiran manusia, namun dari sini kita dapat mengerti bahwa kekuatan dan kemenangan Gideon bukanlah dengan kekuatan manusia namun dengan penyerahan kepada Tuhan, sehingga dengan kekuatan yang minimal ia mampu memperoleh kemenangan yang maksimal. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika tangan Tuhan tidak turut campur tangan.
Kisah Gideon juga mengingatkan kita tentang bagaimana Tuhan membentuk Gideon dan menyampaikan statement yang positif pada diri Gideon.
Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Hakim-hakim 6:12
Tuhan menyebut Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah berani, padahal saat itu keadaan Gideon dalam situasi penuh ketakutan dan sedang bersembunyi dari orang Midian. Firman adalah suatu pernyataan Tuhan sehingga apa yang semula tidak jelas, disingkapkan agar menjadi jelas. Dalam kondisi Gideon yang penuh ketakutan, Tuhan menyingkapkan pada Gideon bahwa ada kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya. Seringkali kita tidak menyadari adanya potensi dalam diri kita. Ingat! Dalam dunia ini tidak ada orang yang 100 % kurang dan tidak ada orang yang 100% lebih, artinya tidak ada orang yang sempurna.
Seringkali kita lebih suka berada dalam zona kekurangan seperti Gideon dengan beralasan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah “takdir”, dan akhirnya berpasrah pada keadaan. Padahal alasan sesungguhnya adalah karena ketidakberanian kita untuk berjuang. JANGAN HIDUP DENGAN PRINSIP “AIR MENGALIR” karena air akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, jika kita ingin air mengalir ke tempat yang tinggi maka harus dialirkan, artinya harus diperjuangkan. Kita harus percaya bahwa kita telah dimaterai oleh Roh Kudus dan roh Kudus sendirilah yang akan memampukan kita.
Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Efesus 1:13-14
Selain Gideon, kita juga belajar dari tokoh alkitab lain yang dikenal dengan julukan “The Dreamer”, yaitu Yusuf. Melalui sikap dan teladannya, mampu membuat Firaun mengatakan bahwa Yusuf adalah orang yang memiliki Roh Allah di dalamnya, padahal kita tahu Firaun adalah sosok yang tidak mengenal Allah. Masih banyak lagi tokoh-tokoh alkitab yang menerima banyak penyingkapan melalui perkataan-perkataan Tuhan maupun orang sekelilingnya. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki sehingga perlu untuk disingkapkan oleh Tuhan dan orang lain.
Untuk menjadi pribadi yang tahan banting kita perlu menyadari bahwa dalam diri kita ada Roh Allah yang tak terkalahkan. Mari belajar dari Kisah Nabi Yeremia yang ketika mengalami kegalauan di pembuangan dan kemudian merasa kecewa dengan Tuhan, namun pada akhirnya ia sendiri menyadari bahwa ketika ia tidak mau mengingat Tuhan dan mengucapkan Firman lagi demi nama Tuhan, maka dalam hatinya seperti ada nyala api. Ini membuktikan bahwa Roh Kudus tidak akan bisa dibatasi dengan kekuatan manusia.
Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya,” maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Yeremia 20:9
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roma 12:11
Roh yang disebutkan dalam ayat ini bukan berbicara tentang Roh Kudus, melainkan tentang roh atau semangat kita untuk mempunyai kesungguhan yang kuat. Bagaimana cara agar roh kita menyala-nyala? Jawabannya yaitu dengan melayani Tuhan.
Melayani Tuhan tidak sama dengan melayani pekerjaan Tuhan. Melayani Tuhan berarti mengutamakan kewajiban daripada hak, dan tolak ukur untuk menilai apakah saat ini kita sedang melayani Tuhan atau melayani pekerjaan Tuhan adalah dengan melihat kehidupan kita diluar lingkungan gereja.
Kita adalah mitra Roh Kudus, jadi kita harus melakukan bagian kita dan biarkan Roh Kudus melakukan bagiannya.
- Published in News & Events
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sumur Yusuf
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Mazmur 24:1-5
Yesus harus naik ke surga agar Roh Kudus dapat hadir. Tidak ada kasih dari Tuhan yang diawali dari sebuah dosa. Kasih yang diawali dengan dosa bukanlah kasih dari Kristus melainkan dari hawa nafsu yang menghancurkan manusia.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kebenaran Alkitab, DIAlah Tuhan (Cry Out – Good Friday Revival Service)
Sejak kecil kita ditanamkan bahwa Tuhan Yesus mati pada hari Jumat. Tapi benarkah Yesus mati pada hari Jumat? Alkitab tidak mencatat Yesus mati pada hari Jumat.
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Matius 27:51-53
Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”
Matius 27:62-64
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Menjadi Tawanan Roh!
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
Kisah Para Rasul 20:28-26
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Lembah Penentuan
Adakah kita berpikir nasib kita buruk? Atau adakah terlintas di pikiran kita beberapa nama kenalan yang memiliki nasib buruk?
Di dalam alkitab, terdapat 10 nama yang layak memperoleh predikat nasib terburuk. Tetapi dari 10 nama tersebut berakhir menjadi orang paling berbahagia.
Alkitab menceritakan seorang perempuan bernama Naomi. Ia kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya, sehingga ia hanya bersama 2 menantunya bernama Rut dan Orpa. Begitu pahitnya Naomi dengan kehidupan sehingga ia mengganti namanya dengan nama Mara yang berarti pahit.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Apa Visimu?
Apa yang menjadi visi Tuhan dalam hidupmu? Apa yang menjadi visimu?
Visi adalah tujuan dari hidup kita. Dan visi terbaik adalah visi yang berasal dari Tuhan. Visi harus berasal dari Tuhan, suatu kerinduan yang muncul dari ditaruh Tuhan dalam hati kita.
Setidaknya sebulan sekali kita harus mengingat visi kita, apa yang kita perjuangkan. Kalau kita tidak memiliki visi, kita tidak memperjuangkan sesuatu. Hidup kita akan terasa biasa karena tidak ada yang kita perjuangkan atau kita memperjuangkan hal yang salah karena kita tidak menangkap visi Tuhan.
- Published in Sermons




![ONKVWP1 [Converted]](https://lama.grahacmc.org/wp-content/uploads/2017/07/ce-tin-10-juli-460x260_c.jpg)



