Khotbah Ev. Evie Mehita : Pelita yang Padam
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. ”
Yohanes 8:12
Yesus mengatakan bahwa siapa yang berjalan bersamaNya tidak akan berjalan dalam kegelapan, karena Yesus adalah terang itu sendiri. Maka, semua orang yang percaya kepada Yesus seharusnya memiliki terang dalam kehidupan mereka. Sebuah kaki dian, tidak akan bercahaya jika tidak ada pelita yang diletakkan di atasnya; seperti itu juga setiap kita. Setiap anak Tuhan punya pelita. Tetapi banyak juga dari anak Tuhan yang tidak sadar bahwa pelita mereka menjadi padam. Tanpa sadar mereka menjadi sangat lelah untuk telibat dalam pelayanan. Apakah pelitamu sudah mulai padam? Ada 3 hal terbesar yang membuat pelita kita menjadi padam:
- Diletakkan di bawah gantang
“Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu
Matius 5:15
Gantang adalah sebuah wadah yang sering digunakan untuk menakar biji-bijian. Gantang berbicara tentang pekerjaan. Pekerjaan kita bisa juga membuat kita api kita kepada Tuhan menjadi padam. Seringkali tanpa sadar fokus kita bekerja bukan lagi melayani Tuhan, tetapi pencapaian-pencapaian dunia. Banyak anak Tuhan yang pada akhirnya mengejar kesuksesan dan kekayaan, sehingga api mereka di dalam Tuhan menjadi redup.
- Ditutup dengan tempayan
Tempayan berbicara tentang sifat kedagingan kita yang lama. Dalam hidup kita, kita memiliki peperangan dalam diri kita. Ada raksasa-raksasa dalam diri kita yang perlu kita menangkan. Ketika kita belum mengalahkan raksasa itu, kita akan selalu bermasalah pada area tersebut. Api kita kepada Tuhan akan dengan sangat mudah padam ketika kita terus berfokus pada masalah-masalah dalam diri kita.
- Diletakkan dibawah tempat tidur
Tempat tidur berbicara tentang percintaan atau pernikahan. Salah dalam memilih pasangan dapat membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Di saat itulah api kita kepada Tuhan menjadi redup. Karena itu penting untuk setiap kita mendoakan sebelum berpasangan, karena pasangan yang tidak sesuai kehendak Tuhan dapat menjauhkan kita dari Tuhan.
Tahun ini menjadi tahun dimana Pahlawan-Pahlawan Tuhan dibangkitkan. Karena itu, api yang senantiasa berkobar untuk Tuhan harus kita miliki. Jangan sampai api kita kepada Tuhan menjadi padam. Belajar dari kisah seorang Daud, dia menjadi pahlawan Tuhan yang berapi-api dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Di gua adulam, Daud berhasil muncul sebagai seorang pahlawan di tengah 400 orang yang bermasalah. Kisah ini dapat kita baca di 1 Sam 22 : 1-5. Daud juga muncul sebagai pahlawan di Kehila (1 Sam 23 : 1 – 13). Daud menyelamatkan kota Kehila dari orang-orang Filistin di dalam keadaannya yang juga mengalami ketakutan. Banyak dari pasukannya yang melarang dia untuk maju berperang, tetapi Daud maju melawan Filistin karena Tuhan yang memerintahkannya. Daud pun mengalami kemenangan dalam perang itu. Kisah kepahlawanan juga muncul dari Yonatan. Yonatan berani menantang musuh Israel dari seberang dengan mengikuti kehendak Tuhan. Yonatan berhasil mengalahkan 20 orang saja, tetapi seluruh musuhnya menjadi gemetar karena mereka tahu Tuhan menyertai peperangan itu (1 Sam 14 : 1 – 15).
Untuk menjadi pahlawan Tuhan yang bangkit, kita harus menang dalam peperangan-peperangan kita. Kunci mengalami kemenangan Tuhan adalah dengan kita percaya bahwa kita memiliki urapan yang dari Tuhan. Ketika kita tidak percaya hidup kita diurapi Tuhan, maka kekalahan demi kekalahan akan kita rasakan. Seorang Daud mampu menjadi pahlawan dimanapun dan dalam keadaan apapun karena dia percaya hidupnya di urapi Tuhan. Maka, marilah kita menjadi pemenang dan terus kobarkan apimu untuk Tuhan! (EN).
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Lapar dan Haus akan Tuhan
Doa Daud.
Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.
Mazmur 86:1
Daud adalah contoh dari orang yang haus dan lapar akan Tuhan. Daud adalah seorang raja yang sangat kaya dan makmur pada waktu ia mengatakan hal itu. Apa yang dikatakannya itu sangat kontradiktif dengan kondisi yang sebenarnya. Dia menyebut dirinya “miskin” karena dia sangat menginginkan Tuhan. Sudahkah kita benar-benar menginginkan Tuhan seperti Daud?
Orang yang sakit tidak punya nafsu makan yang baik. Demikian juga dengan roh kita. Ketika roh kita tidak lagi haus dan lapar akan Tuhan, artinya kita sedang sakit. Begitu banyak anak Tuhan yang hidupnya dipakai untuk memuaskan jiwa mereka dengan semua target-target, pencapaian-pencapaian, bahkan mimpi-mimpi pribadi yang akhirnya menggantikan rasa lapar dan haus akan Tuhan. Mereka mengenyangkan jiwa mereka dengan berbagai hal yang terlihat, tetapi lupa bahwa roh kita juga memerlukan persekutuan dengan Tuhan.
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
Wahyu 3:15-16
Tuhan ingin setiap kita memiliki hati yang senantiasa lapar akan Dia. Tetapi jika kita sering berkompromi dengan dunia, kita mengenyangkan diri kita dengan hal-hal yang menyenangkan jiwa kita tanpa mempedulikan apa yang menyenangkan hati Tuhan. Kita tidak bisa di saat yang sama menyukai dunia, tetapi juga menyukai hal yang rohani. Kita dikatakan suam-suam, dan Tuhan dapat memuntahkan kita dari mulut-Nya.
Karena engkau berkata: aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta, dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, dan agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
Wahyu 3:17-18
Seringkali banyak anak Tuhan yang tidak sadar bahwa mereka melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Seolah-olah kita tidak membutuhkan perkenanan Tuhan dalam hidup kita. Kita memutuskan berbagai hal tanpa berdoa kepada Tuhan, tanpa bertanya apa yang berkenan bagi Tuhan. Kita tak sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan; kita sangat miskin dihadapan Tuhan. Tuhan mau kita memiliki emas, pakaian putih dan minyak. Emas berbicara tentang kemurnian, iman dan harta kita. Tuhan mau kita memiliki hati yang murni dihadapanNya. Pakaian putih berbicara tentang kerendahan hati untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Minyak yang dari Tuhan yang akan membukakan mata kita untuk melihat seperti Tuhan melihat, melihat apa yang Tuhan ingin lihat.. supaya hidup kita mengerjakan panggilanNya dalam hidup kita.
Perumpamaan tentang gadis-gadis bodoh dan gadis-gadis bijaksana mengingatkan kita bahwa kita harus senantiasa berjaga-jaga. Kita harus bersiap untuk kedatangan Tuhan yang sudah tidak lama lagi, maka marilah kita menjadi orang yang memiliki kebijaksanaan. Menurut Amsal, kebijaksanaan berbicara tentang kepandaian yang Tuhan berikan. Kepandaian yang Tuhan berikan adalah hikmat di dalam Tuhan, bukan atas diri sendiri. Ketika kita menggunakan hikmat kita sendiri, maka kita akan mudah sekali salah dalam mengambil pilihan-pilihan yang ada di depan kita. Gunakan hikmat yang datangnya dari Tuhan, sehingga kita mengambil keputusan sesuai dengan kerinduan Tuhan.
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.
Amsal 2:1-5
Apakah engkau menyadari dirimu sedang sakit? Tak lagi haus dan lapar akan Tuhan? Mari kita menjadi sembuh! Kita perlu dibakar dengan api yang datangnya dari Tuhan. Saat persediaan minyak kita tak banyak lagi, Tuhan yang akan berikan kepada setiap kita. Minyak kita akan diperbaharui ketika kita mempersembahkan sepenuh hati kita untuk Tuhan.
Tuhan sedang mengetok hati kita, maka marilah kita relakan hati kita dan bukakan pintu kita bagiNya, supaya Dia mendapatkan kita dan kita menjadi sahabatNya. Dan minyak yang baru akan dicurahkan bagi kita. Minta Tuhan membukakan mata kita dengan minyak yang dariNya. Tuhan ingin kita melihat apa yang Tuhan lihat untuk setiap kita. Mari kita terus lapar dan haus akan Tuhan. Kembali kepada persekutuan dengan Tuhan dan Tuhan mendapati hati kita murni seperti emas di hadapanNya. GBU (EN).
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Wahyu 3:20
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Buat Tuhan Tertawa
Berbicara tentang tujuan hidup seringkali manusia bingung dan bimbang apa tujuan hidup setiap kita. Kita tidak akan pernah tau tujuan hidup kita sampai kita dipenuhi kebenaran firman Tuhan. Tujuan hidup maksudnya adalah glory yang berarti kemuliaan Tuhan, di mana kita harus mengembalikan kemuliaan Tuhan. Karena tujuan hidup kita harus sebanding dengan kemuliaan Tuhan.
Ada seorang teman datang kepada saya dan berkata bahwa sepuluh tahun yang lalu, saya melakukan sebuah tindakan yang menunjukkan bahwa saya membeci dia, sehingga kemudian dia kepahitan dengan saya. Saya bingung, saya tidak merasa saya melakukan suatu tindakan yang membenci dia yang membuatnya kepahitan. Terkadang kita melihat orang-orang di sekitar kita dan mulai menilai dengan penilaian kita sendiri, sehingga muncul prasangka-prasangka yang dapat menimbulkan kepahitan di diri kita, padahal orang tersebut tidak memiliki maksud seperti yang kita pikirkan. Selama sepuluh tahun dia menyimpan prasangka tersebut dan tidak bertanya atau membereskannya dengan saya. Seseorang yang sering kepahitan dengan orang lain, tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Sebab apabila gambar diri kita rusak atau tidak beres maka hubungan pribadi dengan Tuhan juga tidak baik dan prasangka dapat merusak hubungan persaudaraan.
Saya teringat di masa awal perintisan gereja ini, untuk membeli keyboard seharga 500.000 rupiah saja, kami harus berdoa dan berpuasa. Sedangkan sekarang ini, kami dapat dengan mudah mengeluarkan uang 7.000.000 rupiah bahkan lebih untuk keperluan gereja. Namun, saat kami membeli keyboard 500.000 rupiah tersebut, kami dapat merasakan Tuhan tertawa dengan pemberian kita. Sedangkan di saat ini kami mengeluarkan uang lebih besar untuk rumah Tuhan, Tuhan tersenyum. Kami memberikan sesuatu yang lebih mahal harganya, lebih banyak jumlahnya dan tentunya lebih berharga. Tetapi mengapa Tuhan tidak tertawa lagi seperti yang dulu?
Tuhan menyukai semua pemberian kita, itu pasti, apalagi disertai dengan ketulusan hati kita untuk memberikannya. Tetapi, Tuhan tidak melihat kuantitas pemberian kita. Tuhan melihat ke dalam hati kita dan Tuhan menyukai cinta mula-mula kita kepada Tuhan. Sebab persembahan yang sungguh-sungguh dihadapan Tuhan akan berbau manis di hadapan Tuhan. Orang yang menjadikan uang dan materi sebagai tujuan hidup sukar masuk kedalam kerajaan sorga.
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”
Lukas 18:18-27
Bagaimana cara membuat Tuhan tertawa sukacita dengan pemberian kita :
- Menemukan kebenaran Tuhan didalam hidup kita
- Meninggalkan tujuan hidup atau mimpi kita yang lama
- Mengerjakan panggilan hidup yang diberikan Tuhan.
Tuhan menemukan kebahagiaan di dalam manusia apabila manusia menemukan panggilan Tuhan didalam hidupnya. Kebahagiaan sejati dalam diri manusia adalah menemukan panggilan hidup di dalam Tuhan.
Kita selalu mengatakan kalau kita percaya kepada Tuhan. Tetapi pada saat badai datang kita selalu mencari banyak jalan keluar untuk menolong diri kita dengan cara kita sendiri, kita tidak mencari pertolongan Tuhan, tinggal diam di dalamNya. Tinggal diam berarti kita mencari tahu apa mau Tuhan bagi kita bukan mencari jalan keluar sendiri dengan daging kita. Ketika kita tidak diam di dalam Tuhan saat badai datang kita akan menciptakan hal-hal yang jahat dalam diri kita.
Bila Tuhan memanggilmu jangan pernah keraskan hatimu. Letakan semua dosa-dosamu maka kamu akan mengalami pengudusan dari Tuhan. Tuhan bisa pakai seorang pezinah maka Tuhan juga bisa pakai setiap kita dengan syarat, yaitu serahkan hatimu. Kita harus percaya mujizat Tuhan. Sebab, gereja yang percaya mujizat tetapi jemaatnya tidak pernah mengalami mujizat gereja itu dikatakan mati.
Ketika kita bersaksi, kita sedang mempermalukan iblis. Tentu saja, ini adalah salah satu peperangan rohani karena iblis tidak mau dirinya dipermalukan. Ia akan mendakwa kita. Pernahkah suatu waktu kita bersaksi, misalnya kita mengatakan Tuhan Yesus baik dan selalu memberikan kita kesehatan, kemudian di esok hari, kita jatuh sakit? Itu adalah pekerjaan iblis. Tapi, jangan pernah takut untuk bersaksi, sebab Tuhan mau memurnikan kualitas kesaksian kita.
Setiap tujuan dari Tuhan pasti memiliki tantangan. Ketika kita mendapatkan tantangan, bukan berarti itu bukan merupakan panggilan Tuhan dan kemudian kita mencari “panggilan-panggilan” yang lain. Tuhan mau melatih kita menjadi orang-orang yang tangguh dan bukan orang yang gampangan. Panggilan Tuhan pasti selalu mendatangkan kemulian Tuhan.
Tuhan memberikan mimpiNya pada setiap kita, tapi mimpi Tuhan yang tidak jatuh di tanah yang gembur, pasti mimpi itu akan dicuri. Seperti yang kita ketahuai, ada yang jatuh di pinggir jalan kemudian dicuri. Ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu yang tidak berakar sehingga pada saat masa pencobaan, mimpi itu mati. Ada yang jatuh di semak berduri dimana mimpi Tuhan bertumbuh tetapi pada pertumbuhan selanjutnya terhimpit kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan dunia sehingga mimpi Tuhan tidak menghasilkan buah yang matang. Dan yang terakhir yang jatuh di tanah yang subur yaitu orang yang menerima mimpi Tuhan dan menyimpannya di dalam hati dan mengeluarkan buah yang baik dalam ketekunan.
Tuhan melatih kita untuk menjadi pribadi yang kuat bukan pribadi yang cemen. Pengalaman setiap orang berbeda sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang unik. Apabila kita mau menyelesaikan masalah dalam hidup kita, kita harus menggunakan caraNya Tuhan bukan cari jalan keluar versi dunia. Proses pengudusan Tuhan seperti kisah bangsa israel. Walaupun mereka berzinah, kawin campur, menyembah berhala dan lain-lain, proses pengudusan Tuhan tetap berjalan dan belum selesai dan Tuhan akan selalu menuntun kita sampai ke tanah perjanjian.
Apabila Tuhan memanggil kita, Tuhan pasti memperlengkapi kita dan kasih karunia Tuhan selalu menuntun kita di dalam pengudusan Tuhan.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Percaya Buta
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
Kejadian 12:1-5
Ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan tidak memberikan sebuah perintah yang spesifik, seperti apa negerinya, bagaimana memasukinya. Sangat sukar sekali bagi orang percaya diberikan perintah oleh Tuhan. Generasi ini adalah generasi yang seringkal meminta segala sesuatu dengan spesifik.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Menjadi Tawanan Roh!
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
Kisah Para Rasul 20:28-26
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Evie Mehita : Sekalipun Yesus Hadir
Ada harga yang harus dibayar dalam panggilan Tuhan dan kita belajar untuk tetap memilih kehendak Tuhan.
“Aku tidak bisa mendengar suara Tuhan”
Seringkah kita berkata demikian? Kalau iya, berarti kita bukan anak Tuhan. Atau mungkin kitalah yang menutup telinga terhadap suaraNya. Kita adalah anak Tuhan, sudah pasti kita dapat mendengar apa yang menjadi kehendak dan kerinduanNya.
Alasan akan selalu ada untuk pergi dari panggilanNya. Untuk itu dibutuhkan hati yang kaut dan teguh. Tidak banyak orang yang benar-benar membulatkan hatinya untuk tetap berjalan dalam panggilanNya.
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : The Promise (Revival Christmas Celebration)
“Aku tidak akan melanggar perjanjianKu, apa yang keluar dari bibirKu tidak akan kuubah”
Mazmur 89:35
“Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi”
Yosua 23:14
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Menerima Janji Tuhan
Apa yang dimaksud dengan janji Tuhan? Apakah kita sudah memiliki janji Tuhan?
Janji Tuhan bisa berarti firman Tuhan yang telah kita terima. Sifatnya umum, bisa diterima oleh semua orang yang membaca alkitab melalui rema. Ada janji Tuhan yang secara spesifik Tuhan nyatakan, berupa visi, mimpi, panggilan Tuhan. Mungkin kita tidak dapat mendengarnya secara audible, tetapi itu jelas dan kia dapat dengan yakin bahwa itu dari Tuhan.
Perjanjian membutuhkan kepercayaan. Ketika Tuhan berjanji kepada kita, itu berarti Tuhan percaya kepada kita. Perjanjian terjadi di antara 2 pihak atau lebih dan di dalamnya terdapat kepercayaan dan kesetiaan. Sudahkah kita mempercayai Tuhan sungguh-sungguh ataukah kita masih meragukan dan curiga akan kasih Tuhan dalam hidup kita?
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Tuhan belum selesai
Hakim-hakim 13-16 bercerita tentang kisah seorang yang sangat kuat, bernama Simson. Tuhan menghendaki Simson menjadi nasir Allah, yaitu orang yang hidupnya dikhususkan bagi kehendak Tuhan. Visi ini diberikan sejak sebelum ia lahir. Dan demikian juga kita, Tuhan telah menetapkan masa depan yang penuh harapan pada setiap kita. Sejak dalam kandungan, Tuhan telah memiliki rencana besar dalam hidup kita. Untuk itu, kita harus menjaga hidup kita agar rencana Tuhan itu tidak terlewatkan dan digantikan oleh orang lain.
Simson memiliki kelemahan, yaitu pasangan yang tidak dapat ditundukan oleh siapapun juga, Kita punya kelemahan-kelemahan. Tapi akan menjadi masalah ketika kelemahan-kelemahan tersebut tidak dapat ditundukkan. Kita berfokus pada kelemahan tersebut dan tidak berfokus pada rencana Tuhan. Tuhan ijinkan Simson melakukan itu, karena Simson pun tidak mau melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak merestui, tetapi Ia ijinkan. Dalam dosa yang dia lakukan, Tuhan masih memegang kendali dalam kehidupannya. Tuhan masih menginginkan hatinya. Tuhan pun demikian dengan kita. Rencana Tuhan adalah membawa kita dalam rencana kebenaran.
- Published in The Shepherd's Voice









