SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Archive from category "Sermons"
  • Page 8
26 October 2026

Category: Sermons

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Hidup oleh Roh

Tuesday, 21 November 2017 by Renee

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Roma 8:1-8

 

Terkadang kita berpikir, hidup di dalam roh itu sangat sulit dan sangat susah untuk dijalani. Sebab, selama kita hidup di dalam daging, kita selalu terus bergumul dengan dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus memahami dan mengenali sifat-sifat dari dosa, misalnya avon.

Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
Roma 7:20-21, 24, 27

 

Ayat di atas bukanlah alasan untuk membuka jalan kalau kita bisa bebas berbuat dosa. Tubuh kita ini adalah tubuh celaka. Selama kita hidup kita akan terus bergumul dalam dosa. Tetapi orang-orang yang didalam kristus tidak lagi mengalami penghukuman karena Kristus telah mati untuk menebus semua dosa-dosa kita. Kita hidup didalam roh, maka kita memikirkan hal-hal dari roh dan fokus. Hidup kita, gairah, cinta kita adalah hal-hal yang rohani.

Memikirkan hal-hal yang rohani bukan saja tugas seorang lewi atau seorang pendeta. Tetapi, berlaku untuk semua orang baik yang bekerja di hal-hal rohani maupun yang bekerja di dunia sekuler.

Fokus hidup kita adalah Tuhan, di manapun dan apapun yang kita kita kerjakan. Contoh yang sederhana ketika kita jatuh cinta, kita tentu akan fokus kita ke orang yang kita cintai. Tetapi, walaupun fokus kita ke orang yang kita cintai, pasti ada hal-hal yang bisa kita lakukan diluar yang berhubungan dengan orang yang kita cintai. Memikirkan hal-hal yang rohani adalah fokus hidupnya, aktivitasnya selalu ditunjukan untuk hal-hal yang rohani. Dimana, semua fokus kita untuk kemuliaan Tuhan walaupun kita bekerja di dunia sekuler.

Sudahkah kita berpikir atau bertanya apa yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan? Keinginan roh adalah damai sejahtera, tetapi keinginan daging berujung pada maut adalah keinginan yang memuaskan nafsu dan keinginan kita. Ciri-ciri orang rohani tidak dilihat dari seberapa sering pelayanan, rajin datang recom, rajin ke gereja dan lain-lain. Tetapi dilihat dari gaya hidupnya, semuanya di serahkan kepada Tuhan. Sudahkah kita melakukan penyerahan total? Maukah kita melakukan penyerahan total kepada Tuhan?

 

Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roma 8:9

 

Orang yang tidak memiliki Roh Kudus, bukanlah milik kristus. Jika kita menyerahkan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan, seharusnya kita tidak akan protes kepada Tuhan dan selalu berkata “aku milik Kristus dan kepunyaan Kristus”. Kita adalah pengikut Kristus jadi harus berani berbeda. Jangan sampai kita memiliki pikiran-pikiran jahat. Sebab pikiran jahat berasal dari iri hati, kepahitan dan lain sebagainya. Orang yang hidupnya belum pulih akan hidup didalam perbudakan.

 

Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Roma 8:10-13

 

Oleh roh kita akan mematikan perbuatan daging. Pengikut Kristus bukanlah sebuah agama saja, melainkan sebuah gaya hidup. Memikirkan apa yang Tuhan pikirkan (what would jesus do). Gaya hidup kita harus menjadi gaya hidup kristus yang membawa damai sejahtera. Sebab, kita adalah buku terbuka. Bagaimana kita mau bersaksi sedangkan gaya hidup kita jauh dari mencerminkan pribadi Yesus Kristus. Bagaimana hidup bisa berbuah dan membangun kalau gaya hidup kita jauh dari cara hidup Kristus. Oleh karena itu, gaya hidup kita harus seperti gaya hidup kristus agar orang yang melihat menjadi percaya dan melihat Kristus.

 

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
2 Timotius 3:1-5

 

Ketika kita hidup didalam Roh, semua hidup kita hanya untuk Tuhan. Sebab semua orang yang di pimpin Roh Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Dan sebagai anak-anak Tuhan, kita akan menerima janji-janji dan warisan dari Tuhan, sebab kita adalah ahli waris Kerajaan Sorga.

 

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 8 : 17

bayar hargaChristin JedidahidentitasManusia Baru
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Pohon yang Berbuah

Monday, 23 October 2017 by Renee

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1:3

Ada 4 kata “yang” yang merupakan janji Tuhan kepada anak-anakNya. “Yang ditanam di tepi aliran air, menghasilkan buah pada musimnya, tidak layu daunnya dan apa saja yang mereka perbuat berhasil.” Sungguh luar biasa bukan janji Tuhan? Tapi, janji ini tidak bisa serta merta kita dapatkan. Ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut ada pada ayat yang kedua.

Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Mazmur 1:2

Sudakah kita melakukannya? Sudahkah firman Tuhan menyatu dengan kita? Ketika kita menyatu dengan Firman Tuhan, kita akan tertanam didalam Tuhan dan keempat “yang” akan Tuhan berikan kepada kita. Banyak hal yang akan di dapatkan anak-anak Tuhan apabila mereka bergantung penuh pada Tuhan, mengandalkan Tuhan, bergaul dengan Tuhan dan hidup penuh didalam Tuhan meraka akan mendapatkan janji Tuhan.

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Yeremia 17:7-8

 

 

Setiap pohon memiliki karakteristik tersendiri, begitu juga dengan setiap anak Tuhan memiliki karakteristik tersendiri. Tapi terkadang anak-anak Tuhan selalu mencari jati diri. Apa panggilan Tuhan, apa rencana Tuhan di dalam hidupku? Panggilan Tuhan tidak seperti apa yang kita pikirkan, Tuhan memberikan panggilan kepada setiap kita tidak jauh dari apa yang kita sukai. Belajar berdoa belajarlah mengenal Tuhan dan rencanaNya di dalam hidup kita. Biarkan kehendak Tuhan yang sempurna terlaksana atas hidup kita. Jangan kita mengambil jalan sendiri, dan mengerjakan semua rencana-rencana kita sendiri tanpa bertanya pada Tuhan.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Amsal 19 : 21

Untuk sampai ke tanah perjanjian Tuhan pasti ada raksasa atau tantangan. Kenapa anak-anak Tuhan yang berada dalam rumah Tuhan tidak bisa masuk dalam tanah perjanjian itu? Karena anak-anak Tuhan sendiri belum pulih, dalam arti cepat marah, tidak bisa bekerja sama dan lain-lain. Padahal raksasa sebenarnya bisa dihancurkan dengan mengandalkan kuasaNya. Tetapi, berapa sering kita tidak mengandalkan Tuhan dan hanya mengandalkan kekuatan pribadi? Pribadi kita sendirilah raksasa yang harus dikalahkan. Apabila kita tidak merindukan kehendak Tuhan, kita tidak akan tahu apa kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15 : 16

Sebelum terbentuknya buah pada pohon, pertama-tama yang tumbuh dari pohon tersebut adalah daun. Daun berbicara tentang aktifitas rohani. Ayat di atas berbicara tentang buah yang tetap. Buah tetap berarti berkelanjutan, tidak berubah dan tidak berakhir berbuah. Terkadang anak-anak Tuhan yang sudah pelayanan 5 tahun, 10 tahun kita merasa sudah cukup dan mau pensiun untuk pelayanan. Tetapi Firman Tuhan berkata hendaklah buahmu tetap, jadi tidak ada kata pensiun dalam pelayanan dalam melayani Tuhan. Untuk menghasilkan buah yang tetap serta matang kita harus tertanam.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
Mazmur 92 : 13

  1. Pohon korma

Mengapa orang benar diumpamakan dengan pohon korma? Pohon korma adalah pohon yang tumbuh di daerah timur tengah. Seperti yang kita tahu, timur tengah memiliki suhu yang cukup tinggi dan pohon korma adalah pohon yang tumbuh di tengah padang gurun. Akar pohon korma dapat menembus ketebalan pasir di padang gurun untuk mencari sumber air di  dalam tanah. Pohon korma memiliki akar tunggal yang masuk jauh kedalam tanah dan sangat kuat apabila terjadi badai di padang gurun. Ciri khas dari pohon korma sendiri adalah pohon korma tumbuh terus ke atas bukan kesamping. Buah pohon korma sangat bermanfaat. Jika kita tersesat di padang gurun, kita ambil 5 buah kurma, kita akan hidup untuk 1 hari. Daun dari pohon korma sendiri dapat di pakai untuk membuat alat-alat rumah tangga seperti tikar, keranjang, kipas dan lain-lain. Lalu apa hubungan pohon korma dengan orang benar?

Orang benar harus tumbuh terus ke atas, yaitu ke Tuhan, bukan kesamping ke teman-teman, bahkan dengan teman-teman satu komsel. Dan buah orang benar pasti akan produktif dan bermanfaat buat orang-orang di sekitar mereka.

 

  1. Pohon aras

Ada apa dengan pohon aras di Lebanon? Mengapa harus di Lebanon? Ternyata pohon aras di Lebanon sangat spesial. Pohon aras adalah pohon yang sangat besar dan terus tumbuh selama ratusan tahun. Pohon ini melambangkan kekuatan dan daya tahan, serta terkenal karena ketabahannya. Pohon aras menghasilkan buah yang panjangnya 20 cm dan memerlukan tiga tahun untuk menjadi matang. Ada getah yang wangi menetes dari batang dan buahnya.

Pohon aras berbicara tentang kemegahan dan kekuasaan. Tetapi sebelum tumbuh menjadi pohon yang besar dan memiliki buah yang sangat bermanfaat bagi semua orang, pohon aras harus menunggu dalam waktu yang sangat lama untuk menghasilkan semuanya itu. Jadi untuk menghasilkan buah yang baik kita harus tekun dan taat dalam mengikuti setiap proses pertumbnuhan dalam diri kita.

Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
Mazmur 52:8

  1. Pohon zaitun

Buahnya seperti buah kismis. Selalu mengghijau disegala musim, dahan dan daunnya melambangkan perdamaian semesta. Pohon zaitun ketika ditebang maka akan banyak muncul tunas-tunas baru yang lebih dari satu tunas. Dan buah dari pohon zaitun digunakan untuk mengurapi raja-raja serta melambangkan kekuasaan. Seluruh bagian dari pohon zaitun dapat digunakan untuk kepentingan semua orang. Begitu pula dengan kita sebagai anak-anak Tuhan, apabila hidup kita seluruhnya di berikan untuk Tuhan maka hidup kita akan menjadi maksimal bagi semua orang.

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Yohanes 15:1-8

Apabila kita tidak tinggal dalam Tuhan, tidak bergantung pada firman Tuhan kita tidak akan pernah berbuah yang baik. Sebab pengetahuan yang kita tahu secara umum tentang Tuhan tidak lebih berharga dari perjumpaan kita sendiri dengan Tuhan. Orang yang belum lahir baru pikirannya berorientasi pada dirinya sendiri bukan untuk kepentingan semua orang.

Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
1 Korintus 10:21-24

Evie MehitalifestyleManusia Baru
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Elita Chandra : Pagar TUHAN

Tuesday, 10 October 2017 by Renee

Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
Roma 6:15-16

Di dalam kehidupan kita ada dua pilihan; menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran. Persamaan dari keduanya adalah kita sama-sama menjadi hamba. Tetapi, yang menjadi perbedaan adalah pengabdian. Jika kita menjadi hamba dosa, kita mengabdikan diri pada perbuatan-perbuatan jahat, omongan sia-sia, terikat dengan dosa. Tuhan memindahkan kita ke terang ajaib menjadi hamba kebenaran. Status kita masih ‘hamba’ tetapi menjadi hamba kebenaran. Kita sudah tidak lagi diikat dengan dosa. Kita bebas dan merdeka dari dosa.

Pengertian hamba atau biasa disebut budak adalah orang yang tidak lagi mempunyai hak atas hidupnya. Lalu, sudahkah kita menjadi budak kebenaran?

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Roma 6:18

Ketika berbicara soal kemerdekaan, banyak orang yang mengartikan itu sebagai sebuah kebebasan yang hakiki. “Kita bisa berbuat bebas. Tanpa aturan seharusnya kita bisa lebih merasakan hidup yang sejati dan merdeka,” ujar kebanyakan hati manusia. Naluri manusia cenderung tidak taat pada aturan. Manusia merasa aturan adalah sebuah batasan yang menjengkelkan dan mengekang. Tuhan berkata bahwa kita masih hamba. Masih ada batasan-batasan yang Tuhan tetapkan bagi kita sebagai hamba. Tuhan mau dikemerdekaan kita ada batasan. Bila di rumah ada peraturan, pun di Kerajaan Sorga. Kemerdekaan versi dunia tidak sama dengan kemerdekaan versi Kerajaan Sorga.

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
1 Petrus 2:16

Pertanyaannya, sudahkah kita meresponi setiap batasan yang Tuhan tetapkan dengan sukacita? Atau justru menganggap batasan tersebut sebagai sesuatu yang menghalangi kita dalam menjalani hidup yang merdeka? Bila kita menganggap itu semua adalah hal yang menghalangi kita, bertobatlah. Mengapa? Karena sesungguhnya status kita sekarang adalah hamba Tuhan. Batasan dan aturan yang Tuhan buat itu baik.

Seringkali anak-anak Tuhan gagal menyikapi aturan Tuhan. Kita sering mencari celah, supaya ketika kita melanggar kita tidak merasa berbuat dosa. Hal itu yang sering menjadi kesalahpahaman. Ada beberapa area yang Tuhan pagari. Sebagai contoh, anak balita yang baru belajar merangkak di ruang bermain akan diberi kebebasan untuk merangkak kemana saja. Tetapi pasti ada pagar yang membatasi ruang gerak balita tersebut supaya ia tidak jatuh. Sama seperti kita dijagaiNya dalam pagar Tuhan.

Apa fungsi dari pagar yang dibuat Tuhan?

  1. Pagar yang dibuat Tuhan membuat kita merasakan kemerdekaan dan rasa aman yang sejati. Ketika kita keluar dari pagar Tuhan, sesungguhnya kita menjadi terikat, terikat dengan dosa. Namun dunia menganggap bahwa itu adalah sebuah kebebasan yang benar. Mengapa kita harus tertanam di gereja lokal? Karena itu adalah pagar kita. Seperti anak bungsu yang memilih untuk keluar dari rumah ayahnya, pagar yang dibuat ayahnya. Ia ingin merasakan kehidupan di luar sehingga ia memberontak dan keluar. Ketika ia keluar, ia merasakan kebahagiaan yang semua, setelah itu ia mengalami kejatuhan demi kejatuhan sampai menjadi penjaga babi. Seringkali kita tertarik pada sesuatu yang semu yang ada diluar pagar batasan Tuhan sehingga kita memilih memberontak dan keluar dari pagar yang Tuhan berikan.
  2. Pagar melindungi kita dari hal-hal luar yang membahayakan. Semua yang terbaik telah disediakan Tuhan di area yang sudah dipagariNya. Ketika kita lahir baru, Tuhan memberikan kita kebebasan yang dibatasi oleh pagar Tuhan. Kita bebas di dalam area tersebut dan belajar untuk bertanggung jawab. Tetapi, seringkali manusia mencari jalan keluar. Saat sudah berhasil keluar, manusia bingung bagaimana cara masuk lagi ke area yang sudah Tuhan pagari. Baru di saat itulah manusia merasa bahwa kehidupan di luar pagar lebih mengecam dan jahat.
  3. Pagar Tuhan sebenarnya membawa berkat jika kita taat. Di dalam pagar Tuhan sudah ada berkat-berkat yang telah Ia sediakan. Kita diberi kuasa untuk menikmati berkat yang telah Tuhan sediakan. Mengapa penting menjaga kekudusan dalam hubungan berpasangan? Karena setelah kita taat, kita akan mendapat berkat dalam pernikahan. Ketaatan kita akan dianggap kebodohan bagi dunia.

Tuhan membuat pagar karena Ia menganggap kita berharga dan bernilai. Ketika kita memiliki sesuatu yang sangat berharga dan bernilai, pasti akan kita jaga dan lindungi. Demikian juga kita di mata Tuhan, kita adalah kepunyaanNya yang berharga dan karena itu kita dijaga dan dilindungi dalam pagarNya.

Cara menyikapi setiap pagar Tuhan adalah bertumbuh dewasa dalam pengenalan akan Tuhan karena itu akan mengubah cara pandang dan percaya dalam Tuhan. Ketika kita masih kecil, kita bingung dengan aturan-aturan yang orang tua kita berikan, tapi ketika sudah dewasa, kita mulai mengerti apa fungsi dari aturan tersebut. Kedewasaan kita dan pengenalan akan Dia menentukan cara pandang kita terhadap aturan-aturan yang telah Ia tetapkan. Sudahkah cara pandang kita berubah?

Di dalam pagar Tuhan ada keamanan dan perlindungan yang sejati dan sukacita yang kekal.
Mazmur 19:8-11

Kasih BapalifestyleManusia Baru
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Mulutmu Harimaumu

Monday, 25 September 2017 by Renee

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Yakobus 1:19-21

Siapa sih, yang tidak suka berkata-kata? Semakin ramai, semakin asyik!
Firman Tuhan berkata kita tidak bisa menghalangi apa yang akan kita dengar, bisa berita buruk, berita negatif, prasangka orang, gosip dan lain sebagainya. Namun kita belajar untuk tidak langsung memberikan reaksi atas apa yang kita dengar. Lambat berkata-kata dan lambat untuk marah. Sebelum kita bereaksi, cobalah kita memikirkan dahulu apa yang kita dengar dengan kepala dingin, sehingga kita akan dihindarkan dari dosa amarah.

Semakin banyak berkata-kata, semakin banyak hal negatif yang kita terima. Semakin kita mengungkapkan isi hati dan ingin membereskan sesuatu kepada seseorang, justru semakin membuat sesuatu menjadi tidak beres dan akan membuat kedua pihak semakin menjauh.

Amarah manusia tidak pernah menghasilkan kebenaran. Lalu bagaimana dengan amarah Tuhan? Kita semua tahu bahwa Tuhan pun pernah marah. Tetapi amarah Tuhan berbeda, amarah Tuhan berdasarkan kebenaran, kebijaksanaan hati Tuhan dan memiliki tujuan kepada sesuatu yang baik. Namun amarah manusia seringkali hanya berdasarkan pada kedagingan semata sehingga tidak benar di hadapan Tuhan.

Tetapi pada hari sesudah bulan baru itu, pada hari yang kedua, ketika tempat Daud masih tinggal kosong, bertanyalah Saul kepada Yonatan, anaknya: “Mengapa anak Isai tidak datang makan, baik kemarin maupun hari ini?”Jawab Yonatan kepada Saul: “Daud telah meminta dengan sangat kepadaku untuk pergi ke Betlehem, katanya: Biarkanlah aku pergi, sebab ada upacara pengorbanan bagi kaum kami di kota, dan saudara-saudaraku sendirilah yang memanggil aku. Oleh sebab itu, jika engkau mengasihi aku, berilah izin kepadaku untuk menengok saudara-saudaraku. Itulah sebabnya ia tidak datang ke perjamuan raja.”
Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: “Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibumu? Sebab sesungguhnya selama anak Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku, sebab ia harus mati.”
Tetapi Yonatan menjawab Saul, ayahnya itu, katanya kepadanya: “Mengapa ia harus dibunuh? Apa yang dilakukannya?” Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan untuk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan untuk membunuh Daud.
1 Samuel 20:27-33

Amarah Saul tidak dapat dibendung lagi dan ketika Yonatan, anak Saul sendiri yang begitu mengasihi Daud, tidak menerima amarah Saul tersebut, sehingga Saul menjadi begitu marah dan melempar tombak kepadanya. Saul mengalami amarah yang tidak terkendali.

Setiap emosi negatif kita memiliki magnet untuk berhubungan dengan emosi-emosi dan dosa-dosa lainnya.

Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.“
1 Samuel 18:6-7

Saul begitu membenci Daud. Pada awalnya, ia tidak membenci Daud, bahkan ia menyukainya. Saul memberikan peralatan perangnya ketika melawan Goliat, ia senang mendengar permainan kecapi Daud. Tapi ketika Daud semakin diangkat Tuhan dan dipuji-puji oleh bangsa Israel, Saul menjadi sangat iri kepada Daud. Saul merasa tidak aman dan tidak yakin akan panggilan Tuhan. Saul memiliki permasalahan dalam dirinya yang belum dibereskan, dan ketika area ini tersentuh, ia menjadi begitu marah. Area tersebut adalah dibandingkan. Setiap kita mungkin tanpa sadar, sejak kecil, kita dibandingkan. Hal inilah yang membaut emosi kita menjadi berantakan. Ada emosi yang tidak terlihat, ada emosi yang terlihat dari sikap dan kata-kata. Mengapa kita marah?

  1. Ketidakadilan
    Ada ketidakadilan yang memang benar-benar merupakan ketidakadilan, ada ketidakadilan yang hanya merupakan versi ktia sendiri. Ketidakadilan membuat hati kita terluka dan kita menjadi marah.
  2. Frustasi
    Frustasi karena tidak mendapatkan sesuatu yang kita harap-harapkan.
  3. Tersakiti
    Orang yang tersakiti cenderung melindungi diri dengan amarah.
  4. Avon
    Banyak orang berkata bahwa sifat pemarah adalah turunan, tetapi kita memiliki Roh Kudus yang menuntun kita untuk berubah.
  5. Perlakuan yang diterima waktu kecil
    Perlakuan yang kita terima saat kecil akan membentuk kepribadian dan karakter kita.

Amarah yang sesuai dengan Firman Tuhan bukan merupakan seuatu dosa, tapi amarah yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan adalah dosa. Marah berdasar tujuan, amarah berdasarkan kebenaran adalah amarah sesuai Firman Tuhan, tapi amarah berdasarkan situasional, amarah dari daging adalah dosa.

 

Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Yakobus 4:2

Manusia menjadi iri hati karena menginginkan apa yang bukan atau belum menjadi haknya. Orang tua, sahabat, anak-anak kita membandingkan mana yang lebih baik dan lain-lain. Ini sangat merusak. Manusia menjadi iri hati karena menginginkan apa yang belum atau bukan menjadi haknya.

Hal penyebab iri hati dalam diri manusia yang kedua adalah gambar diri yang rusak. Kita ingin dikasihi seperti orang lain, kita merasa tidak dikasihi dan dihargai kalau cara mengasihinya tidak seperti yang kita bayangkan. Kalau kita tidak menerima seperti apa yang kita pikirkan, kita merasa tidak dicintai.

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Yakobus 3:16

Orang egois adalah orang yang melihat kebahagiaan diri sendiri. Karena itulah kita belajar untuk melayani, melayani Tuhan dan sesama. Dengan kita melayani, kita akan melihat pada Tuhan dan sesama. Kalau kita hanya melihat diri sendiri, kita akan hancur. Ketika kita sudah lemah dan lelah untuk pelayanan, apa yang mempertahankan kita kalau bukan Tuhan dan sesama. Kalau kita melihat diri kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa bertahan dan kita akan hancur. Bahkan dalam dosa sekalipun, jangan kita terus menerus melihat pada dosa, tetapi kita belajar untuk melihat Yesus dan tidak melihat diri sendiri.

 

Evie MehitaHubunganlifestyleManusia Barupemulihan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Kehidupan yang Sia-sia

Monday, 18 September 2017 by Renee

 

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat”
1 Petrus 1:18-19

Firman Tuhan mengajarkan setiap kita tentang cara hidup. Cara hidup berbicara bagaimana di dalam kehidupan kita, orang dapat melihat Kristus di dalam diri kita. Apakah cara hidup kita sudah menunjukkan cara hidup anak Tuhan? Sebagai anak Tuhan, kita haruslah memiliki cara hidup yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, bukan menjadi sama dengan dunia ini dan melakukan hal yang sia-sia.

Seringkali anak Tuhan salah mengerti tentang arti kata “proses” dengan “cara hidup yang sia-sia”. Keduanya adalah hal yang berbeda. Cara hidup yang sia-sia berbicara soal waktu, tenaga, uang, dan banyak hal lain yang kita habiskan tanpa tepat sasaran, tidak sesuai tujuan. Cara hidup yang sia-sia terjadi karena kita sendiri yang membuatnya, sedangkan proses Tuhan adalah sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Cara hidup yang sia-sia hanya menyusahkan diri tanpa menghasilkan apa-apa, sedangkan proses Tuhan mendewasakan kita di dalam Tuhan. Bagaimana supaya cara hidup kita tidak menjadi sia-sia? Kita harus mematikan semua kedangingan kita dan melatih diri kita untuk terus hidup seturut dengan kehendak Tuhan.

Mahatma Gandhi, adalah seorang tokoh yang seringkali menyampaikan nasehat-nasehat dengan mengutip Matius 5-7, tetapi beliau adalah orang yang tidak menyukai orang Kristen. Beliau memiliki pengalaman buruk ketika berhadapan dengan orang Kristen ketika mencoba pergi ke gereja. Penerima tamu gereja menolak dia karena dia berkulit hitam. Hal ini yang membuat beliau tidak menyukai orang Kristen, sekalipun beliau sangat menyukai dan menghargai ajaran Kristen. Dari kisah ini, mengajarkan kita bahwa kita harus menjaga hidup kita. Menjadi orang Kristen bukan di gereja saja, tetapi juga keseharian kita. Menjadi anak Tuhan, kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain.

KEKRISTENAN ADALAH SEBUAH PERJALANAN.

Kekristenan kita bukan hanya sebuah agama, melainkan merupakan sebuah perjalanan rohani bersama Tuhan. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, semakin lama seharusnya kita semakin mendekat kepada Tuhan dan kita menjadi semakin kuat. Kita akan diproses untuk menjadi dewasa dan semakin kuat.

Di dalam perjalanan mengikut Tuhan, kita akan banyak mengalami masa. Akan ada masa kita mendapatkan berkat, ada masa pembongkaran, juga ada masa kita diproses dan dibentuk Tuhan. Pembongkaran adalah satu fase yang harus kita lalui di dalam perjalanan kita bersama Tuhan. Masa ini akan sangat menyakitkan bagi kita, tetapi dalam proses pembongkaran, kita akan dibawa untuk menang dari dosa, avon, atau keterikatan kita, sehingga kita akan naik ke level yang lebih tinggi.

KERENDAHAN HATI MENDAHULUI KEHORMATAN.

Mengikut Tuhan tidak berarti kita hanya akan melalui taman yang indah, tetapi kita juga akan menghadapi “lembah baka”. Lembah baka menggambarkan sebuah kondisi yang kering, mati, dan gersang. Di sanalah, kita akan merasa kering. Namun jangan kita mengikuti arus kekeringan, tetapi kita harus bangkit dan justru semakin giat mencari Tuhan. Dan ketika kita berusaha semakin giat mencari Tuhan, lembah baka itu akan diubahkan menjadi sebuah mata air yang tidak pernah habis, yang dapat memberkati banyak orang.

Ada masa di mana Tuhan memberikan proses pembentukan dan kerendahan hati adalah kunci dalam menghadapi proses pembentukan Tuhan. Karena dengan kerendahan hati, semua proses yang harus kita lalui menjadi lebih mudah dijalani dan proses kita pun akan menjadi lebih cepat selesai. Ada hati yang mau dibentuk, hati yang mau dikoreksi, ada hati yang diserahkan kepada Tuhan dan itu menjadi kesukaan bagi Tuhan.

TUHAN MENGAJARKAN KITA UNTUK PUNYA BELAS KASIHAN.

Pada kisah Yesus memberi makan 5000 orang (Matius 14:13-14), Yesus sedang berada dalam kondisi di mana ia ingin menyendiri. Namun yang terjadi tidak seperti yang diharapkannya, banyak orang mengikuti Dia dan hatinya tersentuh oleh rasa belas kasihan kepada mereka, sehingga Ia berkhotbah kepada mereka semua. Hingga saat malam tiba, Yesus menyuruh kepada para muridNya untuk memberikan makan kepada orang banyak itu. Para murid meminta Yesus menyuruh orang banyak itu untuk pulang dan makan di desa-desa terdekat, namun Yesus tetap menyuruh muridNya untuk memberikan mereka makan.

Di sisi lain, ada seorang anak yang rela memberikan 5 roti dan 2 ikan yang ada padanya untuk memberikan makan untuk orang-orang yang kelaparan itu. Anak tersebut sebenarnya bisa memilih untuk egois dan makan makanan itu sendiri, atau dia bisa saja berpikir untuk membagikan makanan yang dia punya kepada keluarga terlebih dahulu. Respon anak ini sangat baik, dia punya hati yang berbelas kasihan dan mau memberi kepada orang yang membutuhkan. Hati yang seperti inilah yang Tuhan inginkan untuk kita punyai, yakni hati yang berbelas kasihan untuk banyak orang. Seperti yang Yohanes katakan, bahwa di dalam kita akan ada aliran hidup. Artinya hidup kita punya rasa belas kasihan, dan punya kerelaan untuk memberkati orang lain lewat hidup kita.

Tuhan memberikan kita aliran air hidup. Tapi seringkali kita-lah yang menghentikan aliran itu, sehingga hidup kita tidak bisa menjadi berkat buat orang lain. Karena itu, jangan biarkan aliran air itu berhenti di tangan kita, tapi biarlah air itu terus mengalir. Dan dari hidup kita, kita akan dapat menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekeliling kita.

Hati BapalifestyleManusia Baru
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Berada dalam Komunitas

Wednesday, 30 August 2017 by Renee

 

Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Lukas 10:27

Sebagai makhluk sosial, kita perlu berhubungan dengan orang lain; membangun relationship. Nilai suatu hubungan sangat berharga. Tidak ada manusia yang tidak memiliki hubungan dekat dengan orang lain selain keluarga, minimal teman dekat.

Hubungan dibangun oleh kepercayaan, kasih dan kejujuran. Untuk menghancurkan suatu hubungan sangat mudah, tetapi untuk membangun kembali sangat sulit. Kita bisa terluka karena terlalu cinta dan mengasihi seseorang.  Firman Tuhan sangat jelas mengatakan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dan juga sesama. Hal itu tidak bisa dipisahkan! Tuhan menginginkan komunitas yang sehat. Iblis senang bila anak Tuhan keluar dari komunitas. Itu berarti mereka juga keluar dari tubuh Kristus. Iblis juga senang ketika hati kita lepas dari hubungan-hubungan komunitas. Ia akan membuat kita merasa malu lalu menjauhkan diri dari komunitas. Ia pun juga tidak senang apabila kita memaafkan dan terbuka satu sama lain. Keterbukaan akan menimbulkan rasa malu dan hal itu dipakai iblis untuk membuat kita berhenti bersaksi. Dengan begitu, belajar terbuka terhadap komunitas rohani sangat diperlukan. Seorang hamba Tuhan pun perlu belajar untuk terbuka.

Gereja yang sehat adalah gereja yang menjangkau, memuridkan, dan menghasilkan pemurid. Gereja adalah kita. Beberapa gereja saat ini berfokus pada acara sehingga jemaatnya tidak kuat dalam penggembalaan.

Kita harus berubah! Jadikan komunitas yang sehat sebagai gaya hidup. Visi tetap harus diceritakan! Kita harus menjadi generasi terang—menciptakan lingkungan komunitas yang kondusif. Harus ada misi Tuhan di dalamnya sehingga kita dapat menjangkau mereka sebagai murid. Apa yang kita bicarakan saat berkumpul dengan teman? Membicarakan tentang firman Tuhan atau hamba Tuhan? Jika sudah menjadi gaya hidup, bicara tentang firman Tuhan menjadi hal yang biasa.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Apakah hubungan dengan Tuhan lebih berharga dari segala relasi di bumi? Ketika Salomo menganggap hubungan dengan istrinya lebih dari segalanya, ia jatuh.

Kita tidak bisa menjamin diri kita sendiri untuk tetap setiap pada Tuhan. Hanya oleh Roh Kudus yang menjamin kita. Maka dari itu kita tidak bisa berjanji, melainkan Roh Kudus yang menjanjikan kita untuk mampu mengatasi segala hal. Buatlah perjanjian dengan teman kita untuk mengingatkan bila kita sudah melenceng dari kebenaran. Teman yang baik akan membawa kita pada kebenaran.

Kita mungkin bisa tidak cocok satu dengan yang lain. Apa yang bisa menyatukan kita? Kasih Kristus dan tujuan Kristuslah yang menyatukan kita.

HubunganKasih Bapalifestyle
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Seorang Anak – Teknon vs Huios?

Monday, 24 July 2017 by Renee

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Yohanes 3:6

Setiap kita dilahirkan oleh ibu kita, dari keturunan ayah dan ibu kita dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kita berasal dari daging, kita sudah pasti memiliki sifat-sifat daging. Tapi daging kita ini hanya bungkus saja, sebab kita adalah anak-anak Tuhan. Kita memiliki DNA roh, yakni ada sifat-sifat rohani.

(more…)

Evie MehitaHati BapaHubunganpemulihan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Keseimbangan Kharisma dan Karakter

Monday, 10 July 2017 by Renee

Diibaratkan suatu produk komersil, kharisma adalah desain kemasan; sesuatu yang tampak dari luar dan menarik. Sedangkan, karakter adalah seperti isi produk tersebut; kualitas dan kegunaan produk tersebut. Kedua hal ini tak bisa dipisahkan dan harus berjalan seimbang bersama-sama.

Sebuah makanan dari seorang chef akan dilihat dari penampilan dan rasanya. Penampilan yang begitu bagus, tetapi memiliki rasa yang tidak enak, tentu akan memiliki nilai minus. Demikian juga makanan yang memiliki rasa enak, tetapi dengan penampilan yang tidak menarik, tidak akan disentuh oleh orang lain. Untuk memiliki nilai perfect dibutuhkan keseimbangan akan keduanya. Demikian juga pada gereja Tuhan tidak boleh hanya berfokus pada salah satu saja. Contohnya, hanya pada kharismanya saja tanpa mempedulikan keunggulan atau karakternya, dan sebaliknya.

Gereja Tuhan pertama kali dilihat dari kharismanya. Dari besarnya gedung gereja, banyaknya jumlah jemaat, karunia-karunia yang dimilikinya. Kharisma perlu ada dalam suatu gereja, karena itulah yang disorot banyak orang. Kharisma suatu gereja dibutuhkan juga untuk misi dan memperlebar kerajaan Tuhan. Lain pula dengan yang hanya fokus pada karakter. Hidup berkenan di hadapan Tuhan, tetapi tidak ada variasi-variasi yang membuatnya bertumbuh.

Karakter seorang anak Tuhan mempengaruhi ketepatan dan kemurnian kita untuk mendengar suara Tuhan.

Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak. Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”
Hakim-hakim 13:1-5

Simson lahir dari suatu mujizat dan sejak dalam kandungan, ia sudah dikuduskan. Tuhan memiliki ketetapan untuk Simson, yakni pembebas bangsa Israel dari orang Filistin. Kekuatannya bukan karena ia makan banyak, tetapi itu adalah karunia Tuhan kepadanya–kharisma yang dimilikinya. Tetapi Simson tidak seimbang dalam karakternya. Simson merupakan contoh dari ketidakseimbangan karakter dan kharisma. Akibatnya, ia harus berakhir tragis.

Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin. Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.”
Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.”
Hakim-hakim 14:1-3

Simson yang mulai beranjak dewasa jatuh cinta dengan gadis Filistin. Ia adalah orang yang mudah untuk jatuh cinta, ini merupakan avon yang dimilikinya. Tanpa proses pengenalan, tanpa berdoa, tanpa pertimbangan orang tua, ia langsung ingin menikahinya. Ia tidak sabar dan tidak memiliki pengendalian diri, bahkan ia tidak mau mendengarkan nasihat orang tuanya.

Kita harus belajar untuk mendengarkan gembala, orang tua rohani kita. Simson adalah orang yang sangat keras, tidak mau mendengarkan suara orang lain. Akhirnya, dengan terpaksa, orang tuanya melamar gadis Filistin itu.

Tetapi kasih karunia Tuhan atas Simson sangat besar meskipun ia berdosa. Roh Tuhan tetap menguasai dia, sehingga ia dapat mengalahkan 1000 orang tentara Filistin dan bahkan memberinya minum ketika ia sangat kehausan.

Tuhan mengasihi kita apa adanya, tetapi tidak mau membiarkan kita apa adanya.

Jangan sombong ketika kita dipakai Tuhan. Tuhan bisa memakai siapa saja.

Simson tidak mau menyadari kesalahannya dan tetap melakukan kegagalan-kegagalan yang sama. Ia bahkan jatuh hati kepada perempuan sundal bernama Delila. Ia langsung tertarik kepada perempuan yang akan membuat kekuatannya berakhir dan selesailah pertandingan hidupnya.

Simson memiliki tujuan hidup, dilahirkan dengan mujizat. Seandainya karakter Simson baik, Simson dapat melakukan rencana Tuhan dengan cara yang berbeda, bukan melalui perempuan. Jangan jadikan ayat ini menjadi pembenaran. Ketika karakter kita tidak seperti karakter Tuhan, kita akan membuat jalan-jalan Tuhan sesuai karakter kita. Tuhan memang bisa membuat hal yang besar melalui kesalahan kita, tetapi itu bukan rencana Tuhan yang semula. Simson tidak perlu buta dan dipermalukan.

Tuhan tidak memilih orang-orang yang sempurna, karena Ia tahu, tidak ada orang yang sempurna. Jika Ia menanti orang yang sempurna, tidak ada yang bisa Ia pakai. Simson tidak sempurna, tetapi ia pun tidak mau dibentuk dan diubahkan. Itulah yang menjadi kegagalan terbesarnya.

Christin JedidahKebangkitanManusia BaruVisi dan Misi
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Dasar dari Mukjizat

Wednesday, 05 July 2017 by Renee

Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
(Markus 6:1-6)

Yesus ditolak di kampung halamannya sendiri; Nazaret. Orang-orang Nazaret hanya percaya Yesus sebagai anak tukang kayu bukan Anak Allah. Pada awalnya, mereka sempat takjub akan apa yang telah Yesus perbuat. Tetapi begitu menyadari latar belakang Yesus, mereka kecewa dan menolak Dia.

Seringkali manusia hanya melihat apa yang terlihat: fisik, latar belakang keluarga, dan masa lalu. Mukjizat yang dilakukan Yesus tidak memandang hal-hal duniawi. Ia bekerja sesuai kemauan dan ketetapan waktu-Nya.

Ketidakpercayaan–memandang segalanya penuh kemustahilan–menghambat banyak sekali mukjizat yang akan atau bahkan sudah dikerjakan oleh Tuhan dalam diri kita. Respon hati yang beku, hambar, dan tawar menyulitkan kita untuk mengecap mukjizat Tuhan di dalam hidup kita. Mukjizat jadi terlihat biasa aja atau bahkan seperti tidak ada mukjizat. Semua perbuatan Tuhan juga terlihat biasa saja. Padahal, Tuhan selalu datang dan berbicara pada setiap pribadi kita. Rasa cinta dan gairah untuk mengejar Tuhan kian lama makin meluruh.

Mengapa kita sukar menyenangkan Tuhan?

  1. Pribadi kita yang belum dibereskan. Mungkin itu luka masa lalu atau kepahitan yang masih dibiarkan terluka dan belum segera dipulihkan, sehingga ketika Tuhan berbicara, kita semakin tawar hati.
  2. Tidak mau bayar harga untuk mengikut Tuhan. Banyak followers Tuhan yang masih sebatas kagum akan mukjizat. Tidak mau membayar harga lebih untuk mengikut Tuhan dan enggan memikul salib.
  3. Banyak anak-anak Tuhan yang lari dari ‘peperangan’. Memiliki perasaan yang sensitive, banyak ketidakcocokan dengan gembala rohani–sehingga mundur dari komunitas, dan lain-lain.

Jangan membatas-batasi mukjizat Tuhan yang ingin Ia kerjakan. Generasi kita membutuhkan revival. Mengapa demikian? Kita sudah berada di akhir zaman. (Hari yang ke-6 selanjutnya hari ke-7 yang merupakan hari Sabat). Akan banyak penganiayaan, sengsara, air mata di penghujung zaman ini. Janganlah kita menjadi ‘ringan’ rohani sehingga kita mudah terlempar ke masa-masa kesukaran. Tuhan ingin melakukan permunian terhadap setiap pribadi kita. Berilah respon hati yang benar sehingga kita dapat peka akan pekerjaan Tuhan.

Evie MehitaHubungan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Warisan Kristus

Wednesday, 31 May 2017 by Renee

Ketika seseorang akan mati, ia pasti meninggalkan sesuatu untuk orang yang dikasihiNya. Demikian juga Yesus meninggalkan suatu pesan-pesan untuk umatNya. Jika di film-film, pesan-pesan yang disampaikan sebelum orang tersebut pergi harus dilakukan. Lalu apa pesan-pesan Yesus?

Wasiat

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Yohanes 20:21

Kita sudah mengenal Amanat Agung yang tertulis dalam Matius 28:18-20. Satu hal yang Tuhan tekankan adalah pengutusan dan menjadikan semua bangsa murid Kristus. Gereja tidak peduli berapa banyak bangku yang terisi, tetapi berapa banyak orang yang datang ke gereja dan menjadi seorang murid. Menjadi murid Kristus bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Itulah perintah Tuhan. Maka sebelum kita diutus untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus, kita harus menjadi murid Kristus terlebih dahulu.

(more…)

Christin JedidahHubunganlifestyleManusia Barupemulihan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP