Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Percaya Buta
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
Kejadian 12:1-5
Ketika Tuhan memanggil Abraham, Tuhan tidak memberikan sebuah perintah yang spesifik, seperti apa negerinya, bagaimana memasukinya. Sangat sukar sekali bagi orang percaya diberikan perintah oleh Tuhan. Generasi ini adalah generasi yang seringkal meminta segala sesuatu dengan spesifik.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Evie Mehita : Peristiwa Perjamuan Malam Terakhir
Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Yesus berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
Lukas 22 : 23-27
Sebelum peristiwa Jumat Agung, ada suatu obrolan menarik, yaitu ketika perjamuan makan malam. Pada malam terakhir bersama Yesus, murid-murid justru memperdebatkan siapa yang paling dekat dengan Yesus. Seringkali kita pun berbuat seperti murid-murid, sibuk untuk memperdebatkan siapa yang paling hebat pelayanannya, siapa yang paling hebat isi khotbahnya, atau bahkan siapa yang paling tidak bisa berkhotbah, siapa yang paling buruk pelayanannya. Yesus tahu isi hati mereka dan kata-kata “tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan” menunjukkan bahwa semakin besar kita, semakin kita harus melayani. Dalam keluarga, ketika kita bayi, kita dilayani oleh orang tua kita. Tapi semakin kita dewasa, kita mulai melayani diri kita sendiri lebih dahulu, kemudian kita melayani adik-adik kita yang lain, melayani orang tua kita dan melayani anak-anak kelak.
Petrus adalah seorang rasul yang besar dan salah satu rasul yang paling dikenal, tetapi Petrus pernah mengalami suatu kejatuhan. Kejatuhan Petrus tersebut dicatat dalam semua kitab Injil. Kesalahannya diingat dan diceritakan terus menerus. Jika Petrus masih hidup hingga saat ini, ia pasti malu dan marah melihat kegagalannya dicatat dan diceritakan turun temurun. Dari kakek nenek hingga anak-anak Sekolah Minggu tahu bahwa Petrus menyangkal Yesus tiga kali.
Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”
Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”
Lukas 22:31-34
Yesus telah memperingatkan Petrus sebelum ia menyangkal Yesus. Tetapi reaksi Petrus tetaplah sama, ia dengan yakin tidak akan jatuh dan menyangkal Yesus. Dari sini kita belajar untuk memperhatikan peringatan-peringatan Tuhan. Petrus merasa bahwa “ah, itu untuk murid-murid yang lain. Tidak mungkin aku melakukannya.” Dan sebenarnya tidak hanya Petrus yang melakukannya, tetapi murid-murid yang lain juga melakukannya. Tapi ujian yang sebenarnya adalah ketika kita sendirian. Saat kita sedang kuat, kita merasa yakin dan dapat berkata bahwa kita tidak akan jatuh. Tapi ketika kita berpikir demikian, iblis memburu kita.
Setelah Petrus menyangkal Yesus, Yesus memandang Petrus dengan tatapan yang tidak dijelaskan, tapi pasti bahwa tatapan itu bukanlah tatapan penuh amarah. Petrus kemudian menyesali perbuatanNya dan pergi menyendiri memohon pengampunan Tuhan. Seandainya Yudas tidak memilih untuk bunuh diri dan bertobat meminta ampun kepada Tuhan, ia pasti diampuni Tuhan.
Kitapun sebenarnya mungkin pernah, bahkan sering, menyangkal Yesus. Ketika kita menolak kasihNya, kita menyangkali kebaikanNya, kita sudah menyangkal Tuhan.
Tuhan kita bukanlah Tuhan yang berhutang. Ia mengingat setiap momen, setiap pemberian kita, setiap kesedihan kita. Tuhan mengingat hal-hal itu menjadi sesuatu yang berharga untuk dibalasNya. Tuhan kembalikan semuanya bahkan lebih besar.
Ketidakpercayaan membunuh banyak mujizat.
Petrus tidak bisa menghapus kitab yang menuliskan kejatuhannya. Tetapi Petrus membuat sejarah baru yang dapat kita baca dalam Kisah Para Rasul. Dari seorang penyangkal Yesus, ia berubah menjadi rasul yang berani mati untuk Kristus. Ia membuat kegagalannya menjadi suatu pelajaran, baik dirinya sendiri maupun bagi orang lain yang membaca kisahNya.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Hiduplah sebagai Anak-anak Terang
Dari zaman dulu, selalu disampaikan bahwa kedatangan Yesus sudah dekat. Banyak orang menunggu tetapi tidak ada kedatangan Yesus. Banyak orang menubuatkan tentang akhir jaman. Ramalan terpopuler adalah 2012 akhir adalah akhir jaman, sampai ada film 2012. Tapi pada kenyataannya, 2012 hanya menjadi sebuah film. Alkitab mencatat bahwa kedatangan Tuhan seperti pencuri. Tidak ada yang tahu kapan datangnya dan tiba-tiba, sehingga kita tidak sadar jika hari itu adalah hari kedatangan Tuhan.
Dalam kita menanti-nantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali, kita belajar untuk hidup sebagai anak-anak terang dan membawa dampak bagi dunia. Menjadi terang dan berdampak adalah salah satu cara kita untuk menyambut kedatangan Tuhan.
- Published in Sermons
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hati yang Bengkok
Tentunya setiap kita menginginkan perubahan menjadi lebih baik, baik itu dalam pekerjaan, study, hubungan dan hal-hal lainnya. Yang kuliah tentunya ingin perubahan akan nilainya menjadi lebih baik. Dalam pekerjaan, ingin kenaikan jabatan. Kita ingin aspek-aspek kehidupan kita berubah ke arah yang lebih baik.
Demikian juga, Tuhan menginginkan ada perubahan dalam kehidupan kerohanian kita. Hidup kita harus diperbarui terus menerus sehingga kita menjadi layak di hadapan Tuhan. Iman memang sudah ada sejak kita mempercayai Tuhan, tapi tidak cukup sampai di sana. Iman itu harus terus bertumbuh, tidak hanya sekadar ada saja. Pertumbuhan iman tidak dapat ditunjukkan dengan bernyanyi paling keras, paling merdu, paling menjiwai, tetapi iman ditunjukkan dengan hasil atau tindakan yang kita lakukan sebagai orang beriman.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kekerasan Seorang Bapa
Dosa seringkali diartikan dengan melanggar perintah-perintah Tuhan. Dalam perjanjian lama, dosa berarti melanggar 10 perintah Tuhan dan memiliki banyak kata, misalnya avon, hamartia, resya dan masih banyak lagi. Dalam alkitab juga terdapat kata khatta’t yang berarti menyimpang, tidak tepat sasaran. Misalnya disuruh memanah 10 meter, tetapi anak panah mencapai 50 meter. Ini bukan hebat, bukan berhasil, tetapi dosa karena tidak tepat sasaran. Disuruh Tuhan melakukan 5 kali, tetapi dilakukan sebanyak 7 kali.
Hamartia dalam alkitab disebutkan sebanyak 147 kali bukan tanpa alasan. Tuhan benar-benar mau kita mengerjakannya dengan tepat dan tidak setengah-setengah. Kita tahu sasaran kita, tapi kita mengerjakannya tidak tepat seperti yang Tuhan mau, itu dosa.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Tuhan belum selesai
Hakim-hakim 13-16 bercerita tentang kisah seorang yang sangat kuat, bernama Simson. Tuhan menghendaki Simson menjadi nasir Allah, yaitu orang yang hidupnya dikhususkan bagi kehendak Tuhan. Visi ini diberikan sejak sebelum ia lahir. Dan demikian juga kita, Tuhan telah menetapkan masa depan yang penuh harapan pada setiap kita. Sejak dalam kandungan, Tuhan telah memiliki rencana besar dalam hidup kita. Untuk itu, kita harus menjaga hidup kita agar rencana Tuhan itu tidak terlewatkan dan digantikan oleh orang lain.
Simson memiliki kelemahan, yaitu pasangan yang tidak dapat ditundukan oleh siapapun juga, Kita punya kelemahan-kelemahan. Tapi akan menjadi masalah ketika kelemahan-kelemahan tersebut tidak dapat ditundukkan. Kita berfokus pada kelemahan tersebut dan tidak berfokus pada rencana Tuhan. Tuhan ijinkan Simson melakukan itu, karena Simson pun tidak mau melakukan kehendak Tuhan. Tuhan tidak merestui, tetapi Ia ijinkan. Dalam dosa yang dia lakukan, Tuhan masih memegang kendali dalam kehidupannya. Tuhan masih menginginkan hatinya. Tuhan pun demikian dengan kita. Rencana Tuhan adalah membawa kita dalam rencana kebenaran.
- Published in The Shepherd's Voice
Khotbah Ev. Evie Mehita : Transformasi Hati
Bacaan : Mazmur 51:3-19
Hati dapat bertransformasi. Anak kecil memiliki hati yang murni, tapi ketika bertumbuh besar, hati dapat berubah. Tanpa hati yang hancur, tidak ada yang namanya REVIVAL, tidak ada yang namanya kebangunan. Hanya Roh Kudus yang dapat membuat hati kita bertransformasi. Roh Kudus dapat tinggal dalam hati kita, bukan hanya sekadar menyertai. Mana yang kita mau? Apakah kita mau Roh Kudus tinggal dalam hati kita atau menyertai kita saja?
Ada 3 macam hati :
- Published in Sermons








